IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Implementasi Program Muhadharah dalam Memunculkan Sikap Sosial pada Kemampuan Berpidato Siswa Kelas VI di MIN 8 Hulu Sungai Tengah
Sekolah sebagai lembaga pendidikan berperan aktif dalam membentuk
sikap sosial siswa. Pembentukan sikap sosial siswa membutuhkan waktu yang
berkesinambungan agar sikap yang diinginkan mampu terbentuk dengan baik
pada anak didik. Muhadharah merupakan sebuah pembiasaan dan bersifat terus
menerus yang menjadi langkah tepat untuk penguatan sikap. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui implementasi program muhadharah di MIN 8 Hulu Sungai
Tengah beserta faktor pendukung dan penghambatnya, dan sikap sosial yang
muncul pada kemampuan berpidato siswa kelas VI.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini
adalah kepala sekolah, 2 guru pembimbing, 3 wali kelas VI, dan 6 siswa kelas VI
MIN 8 Hulu Sungai Tengah. Objek penelitiannya adalah implementasi program
muhadharah beserta faktor pendukung dan penghambatnya, serta sikap sosial
pada kemampuan berpidato siswa. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data melalui triangulasi
sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.
Program Muhadharah di MIN 8 Hulu Sungai Tengah rutin dilaksanakan
setiap pagi Rabu pada pukul 07.15 – 07.40 WITA dan wajib diikuti oleh seluruh
siswa. Jenis kegiatan muhadharah yaitu MC, Qori’, pidato, dan penampilan bakat.
Kegiatan muhadharah dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an,
latihan pidato, pengumuman, penampilan bakat, dan penutup. Sikap sosial yang
muncul pada kemampuan berpidato siswa kelas VI yaitu tanggung jawab, percaya
diri, disiplin, santun, mandiri, dan kompetitif. Faktor pendukung implementasi
program muhadharah yaitu tanggung jawab siswa, adanya punishment, guru
pembimbing yang berkualitas, minat dan motivasi siswa, serta prestasi siswa.
Sedangkan, faktor penghambatnya adalah cuaca, terbatasnya waktu,
bertambahnya tugas bagi guru, penyampaian materi yang monoton, kecemasan
berkomunikasi siswa, dan kesulitan siswa dalam membuat teks pidato
An Analysis of the English Teaching Module and Its Implementation in the Merdeka Curriculum
A teaching module is written to guide teachers in carrying out learning in
the classroom. Writing and implementing a good teaching module can help
educators and students realize Merdeka Curriculum learning. The aim of this study
is to investigate the writing of the teaching module component and its
implementation by the English teacher in the Merdeka Curriculum. The researcher
applied a qualitative approach using a descriptive narrative research method. Data
was collected through document analysis, observation, and interviews. The findings
showed that the components of the teaching module by the English teacher of SMK
Muhammadiyah 3 Banjarmasin using the Merdeka Curriculum were module author
identity, initial competency, Pancasila Student Profile, facilities and infrastructure,
target students, learning model, learning objectives, learning method, assessment,
meaningful understanding, trigger questions, learning activities, reflections of
students, student worksheets, reading materials for educators and students, glossary,
and bibliography. In addition, the results of the implementation of the English
teaching module by the English teacher of SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin
using the Merdeka Curriculum, were: 1) first, the teacher implemented learning
objectives, meaningful understanding, trigger questions, facility and infrastructure,
learning model, and learning method suitable with the teaching module, 2) second,
the teacher implemented initial competency, Pancasila Students Profile, and
learning activities partly suitable with the teaching module, 3) third, the teacher
implemented enrichment and remedial, reflection of students and educators
unsuitable with the teaching module. The implementation of the English teaching
module by the English teacher of SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin using the
Merdeka Curriculum was partly suitable and met the Merdeka Curriculum learnin
Nilai-Nilai Karakter yang Terkandung dalam Ekstrakurikuler Seni Teater dan Memanah di SDTQ-Terpadu An-Najah Cindai Alus Martapura
Peranan Koperasi Syariah Tabalong Dalam Meningkatkan Tingkat Pendapatan UMKM di Kota Tanjung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi peranan koperasi
syariah dalam meningkatkan pendapatan UMKM dan untuk mengetahui faktor
penghambat dan pendukung koperasi syariah dalam meingkatkan pendapatan
UMKM. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) dengan
pendekatan deskriptif kualitatif, yang fokus pada deskripsi, penjelasan, dan
pemahaman mendalam tentang fenomena yang diteliti dengan menggunakan
teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Koperasi Syariah Tabalong memiliki
peranan penting dalam meningkatkan pendapatan UMKM di wilayahnya. Melalui
program seperti pemberian layanan pembiayaan, pendampingan dan pelatihan,
akses ke pasar, pengembangan produk, dan pemberdayaan komunitas, serta
memberikan dukungan yang komprehensif bagi UMKM. Program tersebut
membantu UMKM meningkatkan keterampilan, pengetahuan, akses pasar, dan
inovasi produk, yang pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan pendapatan
mereka. Faktor pendorong peranan koperasi seperti dukungan penuh dari
pemerintah daerah, partisipasi aktif masyarakat, kondisi lingkungan yang
kondusif, serta kerja sama dengan lembaga-lembaga terkait. Adapun beberapa
faktor penghambat seperti keterbatasan sumber daya finansial, perubahan
kebijakan pemerintah, persaingan dengan lembaga keuangan lain, dan kurangnya
kesadaran serta pemahaman masyarakat tentang koperasi syariah. Meskipun
demikian, upaya untuk mengatasi hambatan ini dilakukan melalui strategi
diversifikasi sumber pendanaan, advokasi kebijakan kepada pemerintah, dan
program-program penyuluhan dan sosialisas
An Analysis of Pre-service English Teachers’ Confidence in Teaching English
This study aims to analyze the factors that influence the low confidence of
pre-service English teachers and strategies to overcome their lack of confidence
when teaching English. The researcher used descriptive qualitative method with
two stages of data collection, the first was by distributing open-ended
questionnaires to map certain points adapted from previous researchers' theories,
second was by conducting online interviews to obtain more detailed explanation.
This research was conducted on students of English Education Department at the
Antasari State Islamic University, Banjarmasin. At the data collection stage,
researcher distributed open-ended questionnaires and conducted online interviews
with 8 pre-service English teachers who had carried out field teaching practice
(PPL II) in 2023. Based on the results found, there were three factors that
influenced self-confidence of pre-service English teachers; they are second
language acquisition, previous experience with diversity and language anxiety.
The strategy that pre-service English teachers use is linguistically responsive
teacher education and field experience. However, the strategies are not something
that can be implemented directly but through a long process. It is hoped with this
pre-service English teachers will become more aware of their responsibilities and
explore earlier what they need to prepare as future teacher candidates
Penerapan Komunikasi Interpersonal Pengasuh Terhadap Santri Dirumah Tahfidz Al-Haramain Pekapuran Raya Banjarmasin
Arah, Komunikasi Dua Arah, Tahfidz Al-Qur’an.
Al-Qur’an merupakan wahyu yang diturunkan Allah swt kepada Nabi
Muhammad saw melalui malaikat Jibril as, sebagai umat muslim kita harus
berpegang dan berpedoman kepada al-qur’an, banyak kebaikan dan pahala yang
didapatkan apabila seorang muslim mengamalkan dan berpedoman kepada
alqur’an, apalagi kita sebagai muslim bisa menghafalnya. Menghafal alquran Itulah
yang ditekankan dalam pembelajaran di rumah tahfidz al-haramain Pekapuran Raya
Banjarmasin ini.
Sedangkan fokus permasalahan pada penelitian ini adalah pada penerapan
komunikasi interpersonal dan bagaimana pola komunikasinya, Penerapan
komunikasi interpersonal merupakan salah satu jenis komunikasi yang memiliki
arti tersendiri, dalam penerapannya komunikasi interpersonal merupakan
pertukaran informasi dari satu orang dengan dua orang atau lebih, dalam penelitian
ini berfokus pada antara pengasuh/guru dan santri dirumah Tahfidz Al-Haramain
Pekapuran Raya Banjarmasin.
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif, yang mana teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi (pengamatan dan
pencatatan secara langsung) dan wawancara secara langsung maupun tidak
langsung, serta dokumentasi hasil penelitian, dan penarikan kesimpulan sesuai
permasalahan dan judul pada penelitian ini.
Hasil penelitian ini adalah rumah Tahfidz Al-Haramain Pekapuran Raya
Banjarmasin merupakan yayasan pendidikan berbasis pada pendidikan keagamaan
pada fokus pembelajaran keislaman dan menghafal alquran, berdiri sejak tanggal
26 maret 2014. Dan pada awalnya memiliki jumlah santri 22 orang dengan 3 orang
tenaga pengajar, dan sampai sekarang santri tahfidz sudah berjumlah kurang lebih
800 orang dan memiliki kurang lebih 40 tenaga pengajar.
Pada dasarnya pola komunikasi yang ada dan diterapkan antara
pegasuh/guru terhadap santri yaitu pola komunikasi dua arah pada sesi kegiatan
belajar mengajar seperti setor hafalan, pembelajaran tajwid dan jilid ummi, dan pola
komunikasi semua arah pada sesi pembelajaran ta’lim seperti ta’lim akhlak, ta’lim
fiqih dan pembacaan amalan-amalan harian. Sedangkan komunikasi interpersonal
yang diterapkan pengasuh/guru terhadap santri dirumah Tahfidz Al-Haramain
Pekapuran Raya Banjarmasin sudah diterapkan dan dijalankan dengan baik, dan
ada hambatan-hambatan yang terjadi pada penerapan komunikasi interpersonal
sebagaimana yang disimpulkan pada penelitian in
Implementasi Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an dalam Pembentukan Karakter Siswa di SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya, salah satu contoh belajar Al-Qur’an yaitu menghafalkannya. Melalui pembelajaran tahfizh diharapkan akan terbentuknya karakter pada siswa, pembentukan karakter ditanamkan pada siswa sejak dini, melalui contoh dan pembiasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan faktor yang dapat mendukung serta menghambat terlaksananya implementasi pembelajaran tahfizh Al-Qur’an dalam pembentukan karakter siswa di SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yaitu penelitian yang langsung turun ke lapangan untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Jenis pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data. Subjek dalam penelitian ini ialah dua orang pengajar dan dua puluh siswa pembelajaran tahfizh Al-Qur’an. Objek dalam penelitian adalah bagimana implementasi pembelajaran tahfizh Al-Qur’an dalam pembentukan karakter siswa di SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan beberapa langkah yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah bahwa guru pembelajaran tahfizh Al-Qur’an sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, memberikan contoh dan menanamkan kebiasaan yang baik kepada siswa sehingga karakter dapat terbentuk pada siswa. Faktor pendukung terlaksananya implementasi pembelajaran tahfizh yaitu guru dan sarana prasarana, adapun yang menjadi faktor penghambatnya yaitu siswa, waktu dan lingkungan. Hal ini dapat menjadi patokan guru untuk terus memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya
Pengaruh Psikologis dan Pribadi terhadap Perilaku Konsumen dalam Pembelian Bunga Artifisial di Toko Bunga H. Radiannor Kota Kuala Kapuas
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya daya beli
masyarakat terhadap terhadap pembelian bunga artifisial yang menandakan
adanya perubahan perilaku konsumen. Fenomena ini mendorong untuk
memahami pengaruh psikologis dan pribadi terhadap perilaku konsumen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikologis dan pribadi
terhadap perilaku konsumen dalam pembelian bunga artifisial di Toko Bunga H.
Radiannor Kota Kuala Kapuas.
Jenis penelitian ini ialah penelitian lapangan dengan pendekatan
kuantitatif. Dalam penelitian ini, data primer yang digunakan diperoleh dari
kuesioner. Penetapan jumlah sampel didasarkan atas menggunakan saran dari
Rescoe dalam buku Research Methods For Busines (1982:253) dengan
menerapkan teknik purposive sampling sehingga didapati sampel sejumlah 60
responden. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan
bantuan software Eviews 12.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa psikologis dan pribadi
berpengaruh secara simultan terhadap perilaku konsumen dalam pembelian bunga
artifisial di Toko Bunga H. Radiannor Kota Kuala Kapuas. Secara parsial,
psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konssumen,
sedangkan pribadi positif namun tidak signifikan terhadap perilaku konsume
Pembelajaran Thaharah Pada Santri Kelas I Muallimin di Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru
Penelitian ini mempunyai latar belakang ketika peneliti melihat salah satu santri yang
berwudhu (thaharah) dengan terburu-buru sehingga air tidak merata dan tidak mencapai
batas-batas wudhu. sedangkan pembelajaran thaharah yang memiliki kedudukan yang paling
utama dalam beribadah. Pentingnya pembelajaran thaharah agar santri dapat mensucikan diri
dengan baik dan benar.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran thaharah pada
santri kelas I Muallimin di Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru dan untuk
mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pembelajaran thaharah pada santri kelas
I Muallimin.
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif dan menggunakan metode deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah
ustadz pemegang mata pelajaran fikih dan santri, objek pada penelitian ini adalah proses
pembelajaran thaharah pada santri kelas I Muallimin di Pondok Pesantren Darul Ilmi
Banjarbaru dan faktor yang mempengaruhinya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini
menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data
dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan.
Hasil Temuan pembelajaran thaharah pada santri kelas I Muallimin di Pondok
Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru di ajarkan dipondok pesantren tersebut dengan pemberian
materi dengan cara di jelaskan dan diperaktekkan. Faktor pendukung yaitu lengkapnya
fasilitas sarana prasarana dilingkungan pondok pesantren dan dukungan program pondok
pesantren, ustadz dan musyrif. Adapun faktor penghambat yaitu santri itu sendir
Maximizing Fairy Tales Storytelling to Improve Teen’s English Listening Skills
This research aims to explore the use of fairy tales in improving English
listening skills in adolescents and the challenges students face. This research used the
case study method and was conducted at MTsN 3 Banjarmasin. Researcher observed
the learning process and interviewed an English teacher and six students from three
different classes. The research results show that the teacher succeeded in implementing
the fairy tale method effectively in the classroom. Students report that fairy tales make
the learning process more enjoyable and increase their participation. However, they
also face challenges such as difficulty understanding vocabulary, lack of focus, and
less interesting stories. Active engagement in storytelling sessions, such as asking
questions and discussing stories, has been shown to improve students' critical listening
and analytical skills. In conclusion, fairy tales can be used effectively as a learning
method to improve English listening skills in teenagers. The use of fairy tales not only
helps in developing listening skills, but also increases students' motivation and interest
in learnin