IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengaruh Nilai Spiritual, Teknologi, Kepuasan Pengguna, Keamanan Dan Privasi, Serta Lingkungan Sosial Terhadap Penggunaan Layanan Mobile banking (Studi Pada Penggunaan Bank Syariah Indonesia (BSI) Di Kalimantan Selatan
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh nilai spiritual,
teknologi, kepuasan pengguna, keamanan dan privasi, serta lingkungan sosial
terhadap penggunaan layanan mobile banking Bank Syariah Indonesia (BSI) di
Kalimantan Selatan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya
penggunaan mobile banking dalam mendukung aktivitas transaksi keuangan digital
yang mudah dan cepat, namun masih dihadapkan pada tantangan terkait
kepercayaan pengguna, faktor spiritual, serta pengaruh lingkungan sosial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei
melalui penyebaran kuesioner kepada 96 responden dari berbagai kabupaten dan
kota pengguna mobile banking Bank Syariah Indonesia (BSI) yang tersebar di
wilayah Kalimantan Selatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi
linear berganda dengan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis
menggunakan uji t dan uji F untuk melihat pengaruh parsial antar variabel
independen dan dependen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel teknologi dan kepuasan
pengguna berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan layanan mobile
banking. Sementara itu, nilai spiritual, keamanan dan privasi, serta lingkungan
sosial tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap penggunaan mobile
banking Bank Syariah Indonesia di Kalimantan Selatan. Namun, berdasarkan hasil
uji simultan, seluruh variabel independen secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap penggunaan layanan mobile banking. Temuan ini menunjukkan
bahwa kemudahan teknologi dan kepuasan pengguna menjadi faktor utama dalam
mendorong penggunaan mobile banking, sedangkan variabel lainnya tidak
berpengaruh secara individu terhadap penggunaan layanan mobile banking Bank
Syariah Indonesia (BSI) di Kalimantan Selata
Analisis Semiotika Roman Jakobson Terhadap Iklan Sirup Marjan Tahun 2018-2025 Spesial Ramadan di Media Sosial YouTube
Penelitian ini berfokus pada iklan sirup Marjan yang menjadi salah satu
topik penting dalam kajian komunikasi dan pemasaran. Bulan Ramadan merupakan
momen religius yang memiliki makna spiritual dan sosial penting bagi umat Islam,
sekaligus menjadi ruang strategis bagi industri periklanan dalam menyampaikan
pesan komersial melalui simbol-simbol keagamaan. Banyak iklan memanfaatkan
nilai kebersamaan, religiusitas, dan tradisi Ramadan untuk membangun kedekatan
emosional dengan audiens. Salah satu merek yang secara konsisten mengaitkan
produknya dengan bulan Ramadan adalah sirup Marjan, yang iklan-iklannya kerap
menampilkan narasi religius, simbol budaya, dan visual sinematik sehingga
membentuk persepsi bahwa produk tersebut merupakan bagian dari tradisi berbuka
puasa masyarakat Indonesia.Penulis pada penelitian ini menggunakan teori
semiotika Roman Jakobson untuk menganalisis iklan Sirup Marjan tahun 2018
2025 spesial Ramadan di media sosial YouTube.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik iklan sirup
Marjan spesial Ramadan tahun 2018–2025 di YouTube, serta menganalisis
bagaimana makna tanda dan pesan moral dikonstruksi menggunakan teori
semiotika Roman Jakobson. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
jenis penelitian kepustakaan (library research), yang berfokus pada tanda verbal,
visual, dan narasi dalam iklan sirup Marjan sebagai sumber utama kajian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, enam fungsi bahasa Jakobson
muncul dalam iklan, yaitu pertama, fungsi referensial untuk menegaskan latar
cerita, kedua, fungsi emotif untuk membangun ikatan emosi penonton, ketiga fungsi
konatif melalui ajakan yang halus, keempat, fungsi fatis untuk menjaga perhatian,
kelima, fungsi puitis melalui slogan yang mudah diingat, dan terakhir fungsi
metalingual lewat perpaduan bahasa nasional, daerah, dan Inggris sebagai penanda
identitas lokal dan keterbukaan global. Penelitian ini juga menemukan bahwa, iklan
sirup Marjan berhasil menyampaikan pesan moral seperti kesabaran, kebersamaan,
keberanian, memaafkan, dan kepedulian lingkungan, karena dikemas menyatu
dengan alur cerita yang menarik dan tidak memaksa. Dengan demikian, iklan sirup
Marjan tidak hanya menjual produk, tetapi juga memperkuat citra merek sebagai
bagian dari momen hangat berbuka puasa di bulan Ramada
Efektivitas Media Gambar dalam Pembelajaran IPA Materi Energi Panas dan Energi Bunyi Kelas IV di MI Nurul Iman Mekarsari
Pembelajaran guru cenderung menggunakan metode ceramah membuat peserta
didik tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran, sehingga berdampak pada rendahnya
nilai yang mereka capai. Guru perlu mempertimbangkan untuk pembelajaran dengan
media gambar untuk meningkatkan minat dan partisipasi peserta didik. Dengan demikian
peserta didik akan lebih termotivasi untuk beajar dan mencapai hasil yang lebih baik.
Penelitian ini secara diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan
metode pembelajaran yang lebih efektif melalui pemanfaatan media gambar dalam
pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan, khususnya
dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi
experimental design dengan jenis one group pretest-posttest design. Sampel yang
digunakan seluruh kelas IV MI Nurul Iman Mekarsari berjumlah 37 orang siswa. Teknik
pengumpulan data Kuesioner (Angket), tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data untuk
pengujian hipotesis menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest peserta didik sebesar
39,59, yang termasuk dalam kategori “Kurang” dengan persentase 43,2% dari total siswa.
Setelah penerapan media gambar, nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 53,24, yang
berada pada kategori “Cukup”. Hasil uji Wilcoxon diketahui bahwa penggunaan media
gambar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hasil pengujian tes statistik
diperoleh nilai signifikan 0,000. Karena nilai 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak Ha diterima.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam penggunaan media
gambar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPA materi energi panas dan energi
bunyi di kelas IV MI Nurul Iman Mekarsari
Analisis Implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Penyelenggaraan Perumahan Dan Kawasan Permukiman Dalam Penataan Kawasan Kumuh Di Kelurahan Kelayan Barat Kota Banjarmasin
Kota Banjarmasin menghadapi permasalahan kawasan permukiman
kumuh akibat urbanisasi dan kepadatan penduduk, khususnya di Kelurahan
Kelayan Barat, yang ditandai dengan keterbatasan infrastruktur, rendahnya
kualitas sanitasi, dan tingginya risiko bencana. Untuk mengatasi permasalahan
tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin menetapkan Peraturan Daerah Nomor 1
Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Namun, efektivitas implementasi peraturan daerah tersebut di tingkat kelurahan
masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
implementasi serta mengidentifikasi tantangan dalam pelaksanaan Peraturan
Daerah Kota Banjarmasin Nomor 1 Tahun 2023 di Kelurahan Kelayan Barat.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan
sosiologi hukum dan bersifat deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi
kepustakaan dan wawancara dengan aparat Dinas Perumahan dan Kawasan
Permukiman Kota Banjarmasin serta masyarakat Kelurahan Kelayan Barat,
kemudian dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi peraturan daerah
tersebut secara umum telah berjalan cukup baik melalui berbagai program
penataan kawasan kumuh, seperti perbaikan rumah tidak layak huni, peningkatan
infrastruktur lingkungan, dan penyediaan ruang terbuka publik. Namun demikian,
pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya,
kurang optimalnya komunikasi kebijakan, serta rendahnya partisipasi masyarakat.
Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan
sosialisasi kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat guna mendukung penataan
kawasan kumuh yang berkelanjuta
Upaya Hukum Pemilik Tanah yang Mengalami Perbedaan Pengukuran Tanah dalam Program Nasional Agraria (Studi Kasus di Desa Sarindai Kecamatan Kintap)
Pelaksanaan Program Nasional Agraria pada praktiknya masih menghadapi
berbagai persoalan, salah satunya perbedaan hasil pengukuran tanah dengan segel
awal yang dimiliki oleh pemilik tanah. Perbedaan tersebut menimbulkan
ketidakpastian hukum dan berdampak langsung pada hak kepemilikan tanah.
Dalam beberapa kasus, hasil pengukuran yang tidak sesuai menyebabkan luas tanah
berkurang, sehingga pemilik tanah mengalami kerugian materil. Kondisi ini
menunjukkan bahwa proses pengukuran tanah belum sepenuhnya berjalan sesuai
dengan prinsip kepastian dan perlindungan hukum.
Penelitian ini membahas langkah-langkah atau upaya hukum yang dilakukan
oleh pemilik tanah dalam menyelesaikan kasus perbedaan hasil pengukuran tanah
dalam program nasional agraria. Metode penelitian yang digunakan adalah
penelitian hukum empiris yang mengkaji bekerjanya hukum dalam masyarakat.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan data diperoleh melalui
wawancara langsung dengan pemilik tanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga pemilik tanah yang mengalami
perbedaan pengukuran, dari tiga pemilik tanah yang mengalami perbedaan hasil
pengukuran, hanya satu orang yang menempuh upaya non-litigasi dengan
menghubungi Badan Pertanahan Nasioanl, sementara dua pemilik tanah lainnya
tidak melakukan upaya penyelesaian. Temuan ini menunjukkan upaya hukum
pemilik tanah terhadap perbedaan hasil pengukuran tanah dalam Program Nasional
Agraria di Desa Sarindai, Kecamatan Kintap masih terbatas dan belum berjalan
optimal. Dalam perspektif Maqashid Syariah, khususnya prinsip penjagaan harta
(ḥifẓ al-māl), kondisi ini menunjukkan belum adanya respons hukum yang memadai
untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak atas tanah, karena
permasalahan perbedaan pengukuran tanah hanya disampaikan secara lisan tanpa
melalui prosedur resmi
Implementasi Pembelajaran Kontekstual pada Mata Pelajaran Fikih di Pondok Pesantren Modern Al-Furqan dan Insan Madani Banjarmasin
Fenomena perkembangan pendidikan Islam modern di Banjarmasin menunjukkan
perlunya adaptasi metode pengajaran fikih agar tidak hanya berorientasi pada aspek
teoretis, tetapi juga mampu membentuk karakter santri yang aplikatif dan relevan dengan
realitas kehidupan sehari-hari. Kondisi ini melatarbelakangi fokus penelitian pada
implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran
fikih di Pondok Pesantren Modern Al-Furqan dan Pondok Pesantren Insan Madani
Banjarmasin. Kedua pesantren ini berupaya keras menjembatani hukum syariat dengan
konteks sosial dan pengalaman pribadi santri, dengan tujuan utama meningkatkan
pemahaman bermakna dan internalisasi nilai-nilai keislaman.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pelaksanaan
pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran fikih, termasuk strategi, faktor pendukung,
serta berbagai hambatan yang dihadapi di kedua lokasi. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik
triangulasi data (observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi).
Subjek penelitian meliputi ustadz/ustadzah pengampu fikih, pimpinan pesantren, dan
santri tingkat menengah. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan
Huberman, mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CTL berjalan efektif dengan
kebutuhan pembelajaran santri. Guru secara kreatif mengaitkan materi fikih (seperti
thaharah dan muamalah) dengan pengalaman aktual santri melalui simulasi, praktik
langsung di masjid/pondok, dan penggunaan media modern (PowerPoint, video).
Pembelajaran ini didukung oleh faktor pendukung krusial: (1) Lingkungan pesantren
yang kondusif, berfungsi sebagai laboratorium praktik ibadah. (2) Dukungan kurikulum
dan sistem supervisi kelembagaan (khususnya di Insan Madani) yang menjadikan
kontekstualisasi sebagai standar penilaian guru. (3) Kreativitas dan kedekatan guru
generasi muda dengan santri. Namun demikian, pelaksanaan CTL masih menghadapi
faktor penghambat utama, yaitu: (1) Keterbatasan waktu pembelajaran dan beban kerja
guru yang padat. (2) Perbedaan kemampuan akademik santri yang beragam. (3)
Kurangnya pelatihan pedagogik khusus CTL dari lembaga. Meskipun menghadapi
kendala tersebut, pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman, keaktifan,
dan motivasi belajar santri, menjadikan fikih sebagai pedoman hidup yang aplikatif dan
membentuk karakter religius yang kua
Eksplorasi Komunikasi Visual Dan Narasi Dalam Animasi Dakwah Anak di Channel YouTube @Kisah_Islami
Perkembangan media digital mendorong dakwah Islam untuk beradaptasi
dengan bentuk dan karakter media baru, khususnya dalam menjangkau anak-anak
sebagai sasaran dakwah. Anak memiliki karakteristik yang lebih mudah menerima
pesan melalui tampilan visual yang menarik dan narasi yang sederhana. Channel
YouTube @KISAH_ISLAMI memanfaatkan animasi sebagai media dakwah anak
dengan menyajikan kisah-kisah Islami yang bersumber dari Al-Qur’an, hadits, dan
sejarah Islam. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada eksplorasi
komunikasi visual dan narasi yang digunakan dalam animasi dakwah anak di
Channel YouTube @KISAH_ISLAMI.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk komunikasi
visual dan narasi yang digunakan dalam animasi dakwah anak di Channel YouTube
@KISAH_ISLAMI serta memahami perannya dalam penyampaian pesan dakwah
kepada anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
penelitian deskriptif. Objek penelitian berupa konten video animasi dakwah anak
yang dianalisis melalui teknik dokumentasi dan observasi. Analisis data dilakukan
melalui proses kodifikasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan
keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi visual dalam animasi
dakwah anak disajikan melalui penggunaan warna cerah, karakter animasi yang
ramah anak, komposisi visual yang sederhana, serta gerak animasi yang
mendukung alur cerita. Dari sisi narasi, animasi disusun dengan alur cerita yang
runtut, bahasa yang sederhana, dan pesan dakwah yang disampaikan secara
persuasif tanpa bersifat menggurui. Perpaduan komunikasi visual dan narasi
tersebut
menjadikan animasi dakwah anak di Channel YouTube
@KISAH_ISLAMI sebagai media dakwah digital yang efektif dan sesuai dengan
karakteristik ana
Aktivitas Dakwah Ustadz Muhammad Ilyas Terhadap ibu-ibu arisan Desa Sungai Bangkal Kecamatan Sungai Tabuk
Penelitian ini di landasi pandangan bahwa Aktivitas Dakwah Ustadz
Muhammad Ilyas adalah bentuk aktivitas dakwah yang menarik sebab di
sampaikan oleh pendakwah kharismatik dikalangan masyarakat desa Sungai
Bangkal Kecamatan Sungai Tabuk dan dilaksanakan terhadap ibu-ibu sebagai
mad’u nya serta didukung dengan adanya sistem arisan dari ibu-ibu jamaah.
Aktivitas dakwah ini menjadi lebih menarik sebab tidak semua kegiatan arisan
ibu-ibu disandingkan dengan aktivitas dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui apa saja Aktivitas Dakwah Ustadz Muhammad Ilyas terhadap ibu-ibu
arisan Desa Sungai Bangkal Kecamatan Sungai Tabuk dan apa saja faktor
pendukung dan penghambat Aktivitas Dakwah Ustadz Muhammad Ilyas terhadap
ibu-ibu arisan Desa Sungai Bangkal Kecamatan Sungai Tabuk.
Penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian lapangan
terhadap Ustadz Muhammad Ilyas dan ibu-ibu arisan di Desa Sungai Bangkal
Kecamatan Sungai Bangkal. Dalam hal pengumpulan data, penelitian dilakukan
melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi.
Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa aktivitas dakwah yang
terlaksana yaitu ceramah agama, ijazah dan tuntunan amaliyah, ziarah makam
para wali, dan peringatan hari besar Islam. Adapun faktor pendukungnya ialah
Sosok Ustadz yang kharismatik, Cara penyampaian yang disukai Jamaah, Media
yang digunakan Ustadz Muhammad Ilyas, Sistem arisan ibu-ibu Desa Sungai
Bangkal. Sedangkan faktor penghambatnya yakni Jadwal yang padat, Adanya
kegiatan perayaan hari besar islam, Kesibukan masyarakat saat musim pane
Nikah Diraih Urang dalam Masyarakat Banjar (Studi Kasus di Kandangan dan Banjarmasin)
Penelitian ini membahas mengenai fenomena nikah diraih urang dalam masyarakat Banjar, yaitu praktik ketika pihak perempuan mengajukan permintaan menikah kepada laki-laki. Fenomena ini dianggap tidak lazim di beberapa wilayah dalam budaya Banjar yang memiliki sistem kekerabatan patrilineal atau bilateral, serta dipengaruhi oleh dominasi norma gender dan nilai keagamaan, sehingga dinilai tabu oleh sebagian masyarakat. Adapun alasan pemilihan dua titik lokasi (Kandangan dan Banjarmasin) dalam penelitian ini ialah praktik adat dan budaya yang masih hidup, perbedaan pengaruh dalam pemeliharaan budaya antara daerah hulu dan perkotaan serta pembanding dalam penelitian. Penelitian ini bertujuan mengetahui praktik nikah diraih urang dan menganalisisnya dari perspektif sosiologis, termasuk keterkaitannya dengan adat dan agama.
Penelitian ini merupakan penelitian empiris (field research) dengan pendekatan sosiologis dan antropologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik nikah diraih urang bukan merupakan praktik yang umum dalam masyarakat Banjar. Kasus-kasus yang ditemukan bervariasi dalam faktor penyebabnya, antara lain kualitas laki-laki yang diraih, kondisi ekonomi dan desakan usia perempuan. Secara sosiologis, tindakan perempuan melamar laki-laki dipandang melanggar norma kesopanan dan berpotensi menurunkan kehormatan keluarga dalam struktur sosial tertentu. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya ketegangan antara ajaran agama yang membolehkan praktik tersebut dengan norma sosial budaya yang memandangnya sebagai hal yang tidak lazim dan menciderai nilai-nilai kesopanan di masyarakat
Pesan Dakwah dalam Karya Kaligrafi Digital di Yayasan Annun Palangka Raya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan dakwah di era digital yang
menuntut pemanfaatan media visual sebagai sarana penyampaian pesan keislaman,
khususnya melalui karya kaligrafi digital. Kaligrafi digital tidak hanya berfungsi sebagai
karya estetis, tetapi juga sebagai media dakwah yang mengandung pesan akidah,
syariah, dan akhlak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan
menginterpretasikan pesan dakwah yang terkandung dalam elemen visual karya
kaligrafi digital di Yayasan Annun Palangka Raya dengan menggunakan pendekatan
semiotika Charles Sanders Peirce, yang memandang tanda melalui tiga unsur utama,
yaitu representamen, objek, dan interpretan. Metode penelitian yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengkaji makna tanda-tanda visual dalam karya
kaligrafi digital sebagai media dakwah visual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya-karya kaligrafi digital di Yayasan
Annun Palangka Raya mengandung pesan dakwah yang beragam dan mendalam. Pesan
akidah tercermin melalui tanda-tanda visual yang menegaskan keimanan kepada Allah
Swt, pesan syariah diwujudkan dalam simbol-simbol yang merepresentasikan praktik
ibadah dan ketaatan terhadap hukum Islam, sedangkan pesan akhlak ditegaskan melalui
representasi nilai-nilai moral seperti kesungguhan, kesabaran, dan tanggung jawab.
Melalui analisis semiotika Peirce, elemen visual dalam karya kaligrafi digital berfungsi
sebagai representamen yang merujuk pada objek ajaran Islam dan menghasilkan
interpretan berupa pemahaman pesan dakwah pada audiens. Perpaduan elemen visual
dengan ayat Al-Qur’an mampu memperkuat makna dakwah secara estetis dan
komunikatif, sehingga kaligrafi digital berpotensi menjadi media dakwah yang efektif
dan relevan bagi generasi muda