IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Persepsi Hakim Pengadilan Agama Martapura tentang Keabsahan Ikrar Talak yang Diucapkan oleh Kuasa Hukum Perempuan
Penelitian ini dilatarbelakangi karena pada dasarnya kekuasaan dalam
menjatuhkan talak adalah ada di tangan suami, tetapi memungkinkan bagi suami
untuk menjatuhkan talak melalui orang lain yang bertindak atas nama suami. Talak
itu sendiri merupakan sesuatu yang diperbolehkan untuk diwakilkan jika telah
memenuhi syarat. Dalam praktiknya terdapat hakim yang berpendapat bahwa
tidaklah absah kuasa hukum perempuan yang mengucapkan ikrar talak. Sehingga
penulis di sini akan menganalisis keabsahan terhadap ikrar talak yang diucapkan
oleh kuasa hukum perempuan dalam perspektif hakim Pengadilan Agama
Martapura.
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui persepsi, alasan, dan dasar
hukum yang digunakan Hakim Pengadilan Agama Martapura tentang keabsahan
ikrar talak yang ducapkan oleh kuasa hukum perempuan.
Penelitian ini empiris. Dengan pendekatan penelitian deskriptif
kualitatif. Subjek penelitian ini Hakim Pengadilan Agama Martapura sebanyak
enam orang. Objeknya yaitu persepsi, alasan dan dasar hukum yang digunakan
Hakim Pengadilan Agama Martapura tentang keabsahan ikrar talak yang
diucapkan oleh kuasa hukum perempuan. Data yang digali yaitu identitas
informan, persepsi, alasan dan dasar hukum yang digunakan. Data tersebut digali
dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data diolah melalui
proses editing, deskripsi dan matriks. Kemudian data dianalisi dengan hukum
Islam dan hukum positif.
Hasil penelitian menunjukkan ada dua versi persepsi tentang keabsahan
ikrar talak yang diucapkan oleh kuasa hukum perempuan. Pertama, tidak absah
seorang kuasa hukum perempuan menjadi prinsipal untuk berikrar talak dihadapan
persidangan dengan alasan berdasarkan pada tafsiran Hadits dalam Kitab Al-Bajuri
Juz II Halaman 145 dan dilandasi seorang laki-laki yang berakad untuk
membangun hubungan perkawinan, maka ketika bercerai seorang laki-laki pula
yang berhak memutus tali perkawinan tersebut. Kedua, absah seorang kuasa
hukum perempuan menjadi prinsipal untuk berikrar talak dihadapan persidangan
dengan alasan berdasarkan pada Pasal 70 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 jo
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 jo Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009
Tentang Peradilan Agama yang dikaitkan dengan kaidah ushuliyyah dan
berdasarkan pada Pasal 1798 Kitab Undang-Undang Hukum Perdat
Analisa Keadilan Tentang Pembatalan Perkawinan Perempuan yang Tidak Perawan
Banyak pendapat dikalangan masyarakat jika seorang perempuan disebut
perawan saat berhubungan badan untuk pertama kalinya akan ada pendarahan.
Sehingga pandangan seperti ini menjadi sebuah stigma dalam pernikahan bahwa
ketika seorang perempuan tidak dapat membuktikan adanya darah perawan ketika
berhubungan pertama kalinya. Akibatnya perempuan atau istri tersebut dapat
dipandang sudah tidak perawan atau tidak menjaga kehormatan dirinya sehingga
sangat mungkin untuk digugat pembatalan pernikahan, seperti kasus yang terjadi
dalam putusan Pengadilan Agama Nomor 1573/Pdt.G/2021AA.BMS. Kajian ini
ditujukan untuk melihat apakah adil pembatalan perkawinan terhadap seorang
perempuan karena tidak perawan perspektif yuridis dan gender.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan
perundang-undangan dan pendekatan analitis. Teknik pengumpulan bahan hukum
yang digunakan adalah studi dokumenter. Adapun metode analisis bahan hukum
dalam penelitian tesis ini menggunakan analisis kualitatif.
Penelitian ini menunjukan pembatalan perkawinan dengan alasan ketidak
perawanan dapat dilakukan berdasarkan pada pasal 27 ayat (2) Undang-Undang
Perkawinan dan Pasal 72 ayat (2) Kompilasi Hukum. Pembatalan perkawinan yang
adil untuk dilakukan adalah karena salah sangka dengan unsur kesengajaan atau
penipuan dan tidak adil apabila karena salah sangka tanpa unsur kesengajaan.
Menurut hukum islam pembatalan perkawinan dengan alasan tidak perawannya
perempuan dapat dilakukan, jika saat ditanya perempuan tersebut tidak berterus
terang atau berbohong tentang keperawanannya dan laki-laki tidak rela dan ridha
akan hal tersebut. pembatalan perkawinan dilakukan dalam rangka memelihara jiwa
(hifdz al-nafs) agar terhindarnya laki-laki dari menzalimi perempuan, begitu juga
sebaliknya bagi perempuan.
Pembatalan perkawinan terhadap seorang perempuan yang tidak perawan
merupakan bias gender dan sebuah ketidakadilan gender. Budaya patriarki
memberi pengaruh yang kuat sehingga perempuan tidak ditempatkan setara dengan
laki-laki dan dalam kedudukan subordinat. Aturan yang dijadikan sebagai dasar
untuk menimbulkan alasan-alasan pembatalan pernikahan seperti penipuan dan
salah sangka dalam pernikahan, cenderung berpihak kepada laki-laki. Hal ini
mencerminkan pembatalan perkawinan pada perempuan tidak memenuhi asas
equality before the la
Pola Interaksi Murid dan Guru Menurut Syekh Al-Zarnuji dalam Kitab Ta'lîm Al-Muta'alim
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan interaksi antara murid dan guru,
sumber belajar dan lingkungan belajar. Interaksi menjadi point penting dalam
proses pembelajaran. Interaksi antara murid dan guru juga sangat diperlukan untuk
menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu dari ahli
pendidikan Islam yaitu Syekh Al-Zarnuji juga membahas mengenai konsep belajar
mengajar, yang pendapat tersebut beliu tuangkan dalam sebuah kitab berjudul
Ta'lîm Al-Muta'alim. Dari konsep belajar mengajar yang disampaikan oleh Syekh
Al-Zarnuji inilah yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti tentang macam�macam pola interaksi murid dan guru.
Dalam penelitian ini akan membahas tentang macam-macam pola interaksi
antara murid dengan guru dan macam-macam pola interaksi murid dengan guru
menurut Syekh Al-Zarnuji dalam kitab Ta'lîm Al-Muta'alim.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kepustakaan dan
data yang digali adalah pola interaksi guru dan murid yang data premiernya adalah
kitab Ta'lîm Al-Muta'alim. Sedangkan data sekundernya adalah data yang berkaitan
dengan latar belakang kehidupan, pendidikan, dan karya Syeikh Al-Zarnuji.
Hasil dari penelitian ini yaitu interaksi merupakan hubungan timbal balik
antara peserta didik dan pendidik. Dalam kegiatan belajar dan mengajar interaksi
harus dilakukan dengan sadar demi mampu meraih tujuan dari pembelajaran.
Peserta didik dapat diartikan sebagai seorang penuntut ilmu, orang yang sedang
melakukan pencarian ilmu, sedangkan guru Syekh Al-Zarnuji menyebutkan bahwa
guru haruslah memiliki tiga kriteria seorang guru, yaitu orang yang alim, memiliki
sifat wara’ dan lebih tua atau dewasa. Macam-macam pola interaksi yang
dikemukakan oleh Syekh Al-Zarnuji adalah pola pola peserta-pelajar, pola guru-murid, murid guru dan pola guru-murid-murid
Implementasi Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin pada Pembelajaran Akidah Akhlak kelas VII di MTsN 2 Banjarmasin
Pelaksanan kurikulum merdeka yang ditetapkan oleh pemerintah di dalam
kurikulum merdeka terdapat 2 macam yaitu profil pelajar pancasila dan profil
pelajar rahmatan lil. Hal ini menarik untuk penelili untuk melakukan penelitian di
madrasah tsanawiyah negeri 2 kota banjarmasin.
Tujuan dari penelitian ini yaitu mendiskripsiskan bagaimana implementasi
profil pelajar rahmatan lil alamin pada pembelajaran akidah akhlak dan apa saja
faktor pendukung dan penghambat saat melaksanakan profil pelajar rahmatan lil
alamin pada pembelajaran akidah akhlak pada kelas VII di madrasah tsanawiyah
negeri 2 banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah
siswa dan guru sedangkan objek penelitian yaitu implementasi profil pelajar
rahmatan lil alamin serta faktor pendukung dan penghambat.Teknik pengumpulan
data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan
data yang digunakan yaitu koleksi data, editing dan interpretasi data, sedangkan
analisis data menggunakan analisis kualitatif.
Hasil penelitian mneunjukkan bahwa implementasi profil pelajar rahmatan lil
alamin pada pembelajaran akidah akhlak kelas VII di mts 2 banjarmasinYaitu
dengan membuat rencana modul ajar oleh guru dan persiapan lainnya selain itu
dalam pelaksanaannya guru diminta lebih kretif dan inovatif dalam pembelajaran
Faktor pendukung meliputi : kepala madrasah dan sarana prasaran. Faktor
penghambatnya : kurang mahirnya dalam penggunaan media dan kurangnya
pengetahuan guru dalam memhami kurikulum merdek
Strategi Petani Karet dalam Menghadapi Fluktuasi Harga Karet (Studi di Desa Mangunang Seberang Kecamatan Haruyan)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakstabilan harga karet yang menjadi masalah serius bagi petani karet di Desa Mangunang Seberang, Kecamatan Haruyan, Kalimantan Selatan. Fluktuasi harga yang tidak stabil dan rendahnya daya tawar petani menyebabkan tantangan ekonomi yang signifikan bagi rumah
tangga petani karet. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) dengan pendekatan kualitatif deskrifitif. Informan terdiri atas petani karet dan tengkulak
di Desa Mangunang Seberang. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data yakni wawancara dan dokumentasi. Dengan teknik analisis data menggunakan analisis strategi bertahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga karet di Desa Mangunang Seberang, Kecamatan Haruyan banyak mengalami penurunan dalam 10 tahun terakhir. Dalam menghadapi fluktuasi harga karet, para petani karet di Desa Mangunang Seberang menerapkan berbagai strategi dalam menghadapi fluktuasi harga karet yang tidak stabil. Strategi yang diterapkan terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu strategi aktif, pasif, dan jaringan. Strategi aktif mencakup memperbaiki kualitas produksi, menerapkan sistem tumpang sari, diversifikasi usaha dan diversifikasi tanaman. Strategi pasif melibatkan upaya
menghemat pengeluaran, memanfaatkan sumber daya alam sekitar, menyimpan hasil produksi. Sementara itu, strategi jaringan melibatkan kerja sama dengan sesama petani karet, serta meminjam uang atau menggadaikan tanah (asset) kepada rekan dan sanak saudar
Isbat Nikah Pasangan di bawah Umur Yang Didahului dengan Pernikahan Siri (Analisis Putusan Nomor 63/Pdt.P/2023/PA.Plk)
Penelitian ini dilatar belakangi adanya putusan Hakim Pengadilan Agama Palangkaraya Nomor: 63/Pdt.P/2023/PA.Plk tentang pengesahan pernikahan pasangan di bawah umur yang didahului dengan pernikahan siri yang menyatakan bahwa permohonan para Pemohon dapat diterima. Karena hal tersebut dianggap telah memenuhi rukun dan syarat perkawinan secara agama, sedangkan Pemohon II pada saat pernikahan berlangsung masih berada di bawah umur yang ditetapkan Undang-Undang yaitu 19 tahun. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pertimbangan dan dasar hukum Majelis Hakim Pengadilan Agama Palangkaraya dalam memutuskan perkara tersebut. Jenis penelitian yaitu hukum normatif dengan meneliti dokumen hukum
yakni Putusan Nomor: 63/Pdt.P/2023/PA.Plk. Pendekatan Undang-undang (Statute Approach) dan pendekatan kasus (Case Approach) yang mengacu pada norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kajian
kepustakaan, dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, buku-buku, tulisan�tulisan, jurnal dan artikel yang berkaitan dengan judul skripsi ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Majelis Hakim menyatakan permohonan para Pemohon dapat diterima dengan alasan perkawinan yang dilangsungkan oleh para Pemohon memenuhi rukun dan syarat secara agama dan dapat diterima permohonannya, walaupun pada dasarnya pernikahan bagi para pemohon ini dilakukan pada saat mempelai wanita berada di bawah umur dan tidak diajukanya akan tetapi dipertimbangan majelis hakim mempertimbangkan kemaslahatan pemohon dan anak pemohon yang memerlukan kepastian hukum yaitu berupa pengakuan sahnya perkawinan mereka untuk dapat mendapatkan akta nikah dan akta kelahiran bagi anak pemohon yang dapat dipergunakan di kemudian hari. Hal ini juga didasari dengan diperbolehkanya hakim dalam membuat sebuah penemuan hukum agar terciptanya rasa keadilan di masyarakat, dan juga perlu di garis bawahi bahwasanya putusan ini bukan menjadi sebuah celah bagi masyarakat untuk dapat mengakali sebuah undang-undang khususnya tentang batas minimal umur perkawinan, akan tetapi putusan ini bisa menjadi sebuah pelajaran bagi masyarakat betapa pentingnya mendapatkan kepastian hukum berupa administrasi kenegaraan khususnya di bidang perkawinan, yang juga sudah diberikan oleh
pemerintah untuk melakukan dispensasi perkawinan apabila belum mencukupi batas usia minimal perkawinan agar dapat dilakukan dan tidak memilih melakukan pernikahan sir
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Variasi Produk dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Masyarakat Banjarmasin di Crystal Bakery
Peran Mediasi Ulama dalam Penyelesaian Konflik Penguasaan Harta Warisan (Studi Kasus pada Masyarakat Desa Telaga Bamban Kec. Amuntai Utara)
Penelitian ini dilatar belakangi adanya konflik penguasaan harta warisan yang
terjadi pada masyarakat Desa Telaga Bamban Kecamatan Amuntai Utara. Dalam
kasus ini terjadi penguasaan harta warisan yang menimbulkan konflik sehingga
melibatkan ulama dalam membantu penyelesaian harta warisan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini, Apa saja konflik yang terjadi dalam
pembagian warisan di Desa Telaga Bamban Kecamatan Amuntai Utara dengan tujuan
agar diketahui apa saja konflik yang terjadi dalam pembagian warisan dalam di desa
telaga bamban kecamatan Amuntai utara dan untuk mengetahui solusi yang diberikan
oleh ulama dalam menyelesaikan konflik warisan tersebut. Penelitian ini merupakan
penelitian hukum empiris atau penelitian hukum sosiologis, yang dilakukan dengan
cara melihat fenomena berlakunya hukum dimasyarakat, dalam hal ini hukum waris.
Penelitian dilakukan secara sistematis dengan menggali data yang dilapangan secara
langsung, yaitu tentang Peran Mediasi Ulama Dalam Penyelesaian Konflik
Penguasaan Harta Warisan (Studi Kasus Pada Masyarakat Desa Telaga Bamban
Kecamatan Amuntai Utara).
Berdasarkan hasil temuan yang diproleh bahwa konflik penguasaan harta
warisan di Desa Telaga Bamban konflik harta warisan yang ada dalam kehidupan
sosial, dikarenakan adanya rasa tidak bersyukur dalam menguasai harta warisan,
walaupun zaman sudah makin berkembang rasa sifat manusia angkuh sehingga
menimbulkan konflik dan perselisihan bahkan cekcok karena minimnya pemahaman
yang berdasarkan Al-Qur’an maupun hadis sebagai pegangan hidu
The Implementation of Vlog Model Project-based Learning In Improving Students Speaking Ability at SMKN 1 Seruyan Tengah
This research aims to analyze how the PjBL vlog model is implemented in
improving students' speaking ability. Apart from that, this research aims to
analyze the challenges faced by students to improve their speaking skills through
vlog projects. This research uses qualitative descriptive. Data was taken at SMKN
1 Seruyan Tengah. Data was collected using observation sheets and interview
guides and analyzed using qualitative research, namely: data reduction, data
display and drawing conclusion/verification. The research results show that in
implementing project based learning there are six steps, namely: 1) Start with the
essential questions, 2) Design a plan for a project, 3) Create a schedule, 4)
Monitor the students and the progress of the project, 5) Assess the outcome, and
6) Evaluate. In making a video there are several steps, namely: 1) composing a
script, 2) recording the vlog, and 3) Editing. Apart from that, there are five
challenges faced by students to improve their speaking skills in vlogs, as follows:
1) lack of self-confidence and limited vocabulary, 2) difficulty in finding
appropriate words and grammatical errors, 3) difficulty in pronouncing words, 4)
problems with video editing and inadequate gadget quality, and 5) nervousness