IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Analisis Miskonsepsi Pada Materi Eksponen di Kelas X MAN 2 Hulu Sungai Tengah Tahun Ajaran 2023/2024
Matematika terdiri atas konsep-konsep yang tersusun secara
sistematis dari tingkat paling dasar hingga paling kompleks. Oleh sebab
itu, pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika sangat penting,
karena konsep yang satu dengan yang lain saling berkaitan. Kemampuan
siswa dalam memahami konsep juga sangat mempengaruhi proses belajar
mengajarnya. Salah satu kendala dalam menanamkan konsep matematika
adalah tidak semua siswa bisa memahami konsep dengan bagus, sering
sekali pemahaman konsep siswa menyimpang dari konsep para ilmuan
(miskonsepsi). Miskonsepsi bisa terjadi diberbagai tingkat pendidikan baik
dari sekolah dasar hingga sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis jenis dan penyebab miskonsepsi pada materi eksponen
di kelas X MAN 2 Hulu Sungai Tengah.
Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif
dengan jenis penelitian deskriptif. Pemilihan subjek berdasarkan siswa
berkemampuan tinggi, kemampuan sedang, dan kemampuan rendah.
Pengkategorian ini berdasarkan nilai ulangan matematika siswa. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara, dan dokumentasi.
Tahapan analisis data menurut Milles dan Humberman yaitu reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk uji keabsahan
data menggunakan triangulasi teknik.
Hasil analisis miskonsepsi di kelas X MAN 2 Hulu Sungai Tengah
pada materi eksponen menujukkan bahwa jenis miskonsepsi siswa
berkemampuan tinggi mengalami miskonsepsi jenis kesalahan aturan,
siswa berkemampuan sedang mengalami miskonsepsi jenis tanda, dan
pengartian huruf, siswa berkemampuan rendah mengalami miskonsepsi
jenis generalisasi, tanda, kesalahan aturan, dan pengartian huruf. Penyebab
miskonsepsi yang terjadi pada materi eksponen adalah pemikiran intuisi
yang salah, reasoning tidak lengkap, dan kemampuan dan minat belajar
siswa yang renda
Minat Baca Buku Fiksi dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas 4 di MIN 3 Kota Banjarmasin
Rendahnya minat baca di Indonesia dan beberapa penelitian yang sudah
ada membuat peneliti merasa perlu untuk menggali lebih dalam apakah benar
adanya. Hadirnya sebuah pojok baca yang berisikan buku fiksi dengan jenis novel,
cerpen, dongeng, dan komik ternyata menjadi sebuah cara untuk meningkatkan
minat membaca siswa. Pojok baca ini dihadirkan oleh guru wali kelas 4A yang
menugaskan siswa untuk mengumpulkan satu buku cerita untuk mengisi pojok
tersebut. Siswa dibebaskan membaca buku kapan saja, selama tidak mengganggu
kegiatan belajar ataupun yang lainnya. Hadirya pojok baca dikelas 4A membuat
peneliti merasa tertarik untuk mengetahui minat baca buku fiksi siswa. Tingginya
minat baca siswa dapat membantu perkembangan kemampuan berpikir siswa,
terlebih sesuai dengan jenis buku bacaan yang dibaca siswa. Buku fiksi dapat
meningkatkan kemampuan berpikir siswa karena dapat membantu siswa untuk
bermain dengan pikirannya ketika membaca.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat baca fiksi,
kemampuan berpikir kreatif, dan jenis buku fiksi yang diminati siswa. Jenis
penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yang berjenis penelitian non eskperimen
yang tergolong mudah. Penelitian ini mendeskripsikan data kuantitatif yang
didapatkan dengan keadaan subjek dari suatu objek. Subjek penelitian ini adalah
semua siswa kelas 4A yang berjumlah 26 siswa. Objek penelitian ini adalah minat
baca buku fiksi, kemampuan berpikir kreatif, dan jenis buku yang diminati siswa.
Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, dan teknik analisis
data menggunakan observasi langsung dan wawancara langsung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat membaca buku fiksi siswa
kelas 4A tergolong cukup tinggal dengan total skor akhir 67,69% yang mana
memberikan hasil adanya pojok baca dapat menumbuhkan minat membaca buku
fiksi Kemampuan berpikir kreatif siswa mendapatkan total skor akhir 70,86%
yang mana juga tergolong cukup tinggi seperti minat baca buku fiksi siswa.
Dengan demikian minat membaca buku fiksi dengan kemampuan berpikir kreatif
siswa ternyata dapat berhubungan. Dan jenis buku fiksi yang siswa minati
mendapatkan hasil skor yang tertinggi yaitu buku fiksi jenis komik, dengan
jumlah skor 18 siswa. Tingginya hasil skor minat membaca buku fiksi jenis komik
dikarenakan siswa lebih tertarik dengan jenis buku fiksi yang tidak hanya
memiliki bacaan saja, tetapi juga gambar-gambar yang membuat siswa dapat ikut
membayangkan alur cerit
Hukum Meminum Urine Unta yang Bercampur dengan Air Susu Unta Sebagai Medikasi (Studi Komparatif Mazhab Hanafi dan Mazhab Hanbali)
Najis merupakan sesuatu yang bersifat kotor, jorok, dan bau. Dalam
Islam najis terbagi menjadi tiga yaitu najis berat, najis sedang, dan najis ringan.
Adapun hukum penggunaan barang najis hal ini ulama berbeda-beda dalam
menghukuminya. Terutama pandangan ulama terhadap kenajisan yang terdapat di
urine unta maupun kotorannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Mazhab Hanafi dan
Mazhab Hanbali tentang hukum meminum urine unta yang bercampur dengan air
susu unta sebagai medikasi dan untuk mengetahui perbandingan istinbat hukum
meminum urine unta yang bercampur dengan air susu unta sebagai medikasi
menurut Mazhab Hanafi dan Mazhab Hanbali.
Metode penelitian yang diterapkan dalam skripsi ini adalah penelitian
hukum normatif. Penelitian normatif, yang juga dikenal sebagai penelitian
perpustakaan, bertujuan untuk mengumpulkan data dari sumber-sumber
kepustakaan yang terkait dengan masalah yang sedang diselidiki. Pendekatannya
menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang bersifat perbandingan. Bahan
hukum yang digunakan dalam penelitian ini mencakup bahan hukum primer,
sekunder, dan tersier.
Hasil penelitian ini terdapat perbedaan pandangan dan istinbat hukum
antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Hanbali. Dalam Mazhab Hanafi menganggap
air seni unta termasuk najis yang mutlak. Jika dikonsumsi sebagai pengobatan
hukumnya haram. Sementara berbeda dalam pandangan Mazhab Hanbali air seni
adalah suatu hal yang suci dan hal ini boleh digunakan untuk kepentingan
medikasi
Status Hukum Anak Perempuan dari Perkawinan Poligami Bersaudara (Studi Kasus Desa Sumber Baru Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar).
Poligami bersaudara atau mengumpulkan dua perempuan bersaudara dalam
satu masa perkawinan disepakati haram hukumnya menurut hukum positif dan
hukum Islam. Poligami ini tidak memenuhi syarat-syarat dan rukun yang diatur
oleh Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam sehingga wajib
batal demi hukum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai status
hukum anak perempuan dari perkawinan sang ayah yang berpoligami dengan
saudara perempuan istrinya menurut tinjauan hukum positif dan hukum islam dan
untuk mengetahui siapa wali nikah yang sah bagi anak perempuan tersebut.
Penelitian ini penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan studi
kasus, penelitian lapangan yang berlokasi di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten
Banjar, adapun sifat penelitian ini adalah kualitatif yang menghasilkan data
deskriptif analitis.
Berdasarkan metode yang digunakan diperoleh hasil penelitian sebagai
berikut: pertama, kedudukan anak perempuan dari perkawinan poligami bersaudara
menurut hukum positif dan Islam merupakan anak sah, Kedua, wali nikah yang sah
bagi anak perempuan yang lahir dari perkawinan poligami bersaudara adalah
ayahnya dan wali hakim apabila ayahnya telah meninggal dunia
Aspek-Aspek Pendidikan tentang Taqdimul Khobar ‘alal Mubtada’ dalam Surah At-Taubah
Taqdimul khobar alal mubtada berbeda dengan mubtada dan khobar yang banyak
ditemukan pada tarkib jumlah. Dan dari perkara inilah muncul ide untuk mengkaji
penelitian kajian pustaka (Library Research) dengan pendekatan kualitatif atau kajian
mendalam tentang buku buku yang terkait dengan penelitian dan pendekatan Nahwu
khususnya tentang Taqdimul Khobar ‘Alal Mubtada, Qamus, serta beberapa kitab tafsir.
Dan adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengenalkan orang-orang tentang ilmu
nahwu khususnya Taqdimul Khobar ‘Alal Mubtada bahwasanya setiap bentuk mubtada
khobar itu bermacam-macam dengan tanda khusus. Yaitu untuk memudahkan orang�orang dalam menyusun kalimat bahasa arab dengan benar dan untuk mengajarkan aspek�aspek pendidikan didalam surah ar-Taubah. Adapun berdasarkan hasil penelitian bahwa
ada 9 Taqdimul Khobar ‘Alal Mubtada yang terdapat pada 8 ayat di dalam surah At�Taubah. Dan dua macam bentuk Mubtada’ Mu’akhar yaitu nakirah dan ma’rifah yang
mana ada yang dihukumi wajib didahulukan dan juga hanya boleh didahulukan. Serta
aspek pendidikan yang ada di dalam surah at-Taubah ada 2 yaitu materi pendidikan dan
interaksi pendidikan antara pelajar dan guru. Diantaranya adalah ketaatan kepada guru
dan penghargaannya, mendengarkan pelajaran dengan seksama, pencegahan dan
peringatan terhadap perundungan (bullying), pemberian hukuman, dan ikrar siswa
Hubungan Dukungan Sosial Teman dengan Resiliensi Mahasiswa Perantau yang Sedang Mengerjakan Skripsi Program Studi Psikologi Islam UIN Antasari Banjarmasin
Kemampuan resiliensi yang baik sangat dibutuhkan oleh
mahasiswa perantau yang sedang mengerjakan skripsi dalam menghadapi
berbagai permasalahan yang ditemui saat proses pengerjaan skripsi.
Dengan resiliensi yang baik, individu dapat menghadapi suatu tantangan
maupun tekanan. Kemampuan resiliensi yang baik ini tidak lepas dari
faktor internal maupun eksternal, seperti dukungan sosial.
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui tingkat dukungan
sosial teman sebaya dan tingkat resiliensi pada mahasiswa perantau yang
sedang mengerjakan skripsi program studi Psikologi Islam UIN Antasari
Banjarmasin, serta untuk mengetahui hubungan antar kedua variabel
tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode
pendekatan korelasional yaitu analisis korelasi product moment dari
pearson. Populasi dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 160 orang
mahasiswa dengan sampel 101 orang mahasiswa Psikologi Islam angkatan
2018-2019 Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari
Banjarmasin.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah 1) Tingkat dukungan
sosial teman sebaya pada kategori tinggi sebesar 99,0% atau 100 orang
mahasiswa. 2) Tingkat resiliensi mahasiswa pada kategori tinggi sebesar
100,0% atau 101 orang mahasiswa. 3) Berdasarkan uji hipotesis
menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan
sosial teman sebaya dan resiliensi pada mahasiswa perantau yang sedang
mengerjakan skripsi program studi Psikologi Islam UIN Antasari
Banjarmasin. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi rhitung antara
variabel dukungan sosial dan resiliensi sebesar 0,651, sedangkan rtabel
sebesar 0,329, rhitung > rtabel (0,651 > 0,329). Hal ini menunjukkan bahwa
adanya hubungan yang kuat antara dukungan sosial teman sebaya dan
resiliensi serta menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang
didapatkan maka semakin tinggi pula resiliensi yang dimiliki. Sebaliknya,
semakin rendah dukungan sosial yang didapatkan maka akan semakin
rendah pula resiliensi yang dimilik
Model Kepemimpinan Kepala Desa Binjai Punggal Kecamatan Halong Kabupaten Balangan dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
Penelitian ini dilatarbelakangi dari kepemimpinan Kepala Desa Binjai
Punggal yang kurang sesuai dalam menyelenggarakan pemerintahan desa.
Kekurangan tersebut terdapat pada ketimpangan sosial, pembangunan fasilitas
umum seperti infrastruktur jalan dan juga pemberdayaan masyarakat desa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model kepemimpinan kepala desa
dalam menyelenggarakan pemerintahan serta implikasi dari model kepemimpinan
tersebut terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Desa Binjai Punggal
Kecamatan Halong.
Jenis pada penelitian ini ialah penelitian hukum empiris dengan
pendekatan sosiologi hukum. Subjek penelitian ialah informan dengan objek
model kepemimpinan serta implikasi dari model kepemimpinan terhadap
penyelenggaraan pemerintahan. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah
wawancara. Selanjutnya data yang didapat kemudian dianalisis dengan teknik
deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kepemimpinan kepala desa
binjai punggal kecamatan halong kabupaten balangan dalam penyelenggaraan
pemerintahan desa adalah demokratis, delegatif dan populis. Model
kepemimpinan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Implikasi dari model kepemimpinan demokratis dan populis dari Kepala Desa
tentu menjadi hal yang sangat baik dalam hal penyelenggaraan pemerintahan.
Adapun model kepemimpinan delegatif memiliki dampak diantaranya
pembangunan yang lamban, pelayanan yang sulit, hingga pemberdayaan
masyarakat yang kurang
Tingkat Impulsive Buying Belanja Online pada Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin
Kebutuhan hidup manusia terus mengalami peningkatan seiring waktu.
Semakin banyaknya masyarakat di bumi, maka semakin banyak pula kebutuhan
baru yang terus-menerus muncul. Salah satu kegiatan yang paling banyak dilakukan
dalam memenuhi kebutuhan tersebut ialah dengan berbelanja. Semakin hari,
semakin banyak inovasi dalam berbelanja dengan mudah yaitu dengan belanja
online. Dengan menggunakan jaringan internet, masyarakat sudah dapat mengakses
dengan mudah melalui alat komunikasi seperti smartphone, tablet, dan laptop untuk
membuka aplikasi belanja online.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat tingkatan impulsive buying
pada mahasiswa UIN Antasari dan juga melihat tingkatan impulsive buying
berdasarkan jenis kelamin dan fakultas. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif
dengan jenis deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data
berupa skala likert yang dianalisis melalui program komputer Statictical Packages
for Social Science (SPSS) Release 25.0 for window. Populasi dalam penelitian ini
adalah mahasiswa UIN angkatan 2022/2023. Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini dengan cara non-probability dengan jenis purposive sampling.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: 1) tingkat impulsive buying dengan
kategori sedang adalah kategori yang paling dominan yaitu sebanyak 64%, kategori
rendah sebanyak 15%, sedangkan kategori tinggi sebanyak 21%. 2) Hasil analisis
rata-rata berdasarkan jenis kelamin, kategori laki-laki dengan total skor rata-rata
42,96 dan kategori perempuan dengan total skor rata-rata 47,03. 3) Hasil analisis
berdasarkan fakultas diketahui responden dari Fakultas Syariah dengan rata-rata
48,09 dengan 46 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan rata-rata 43,56
dengan 132 orang, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi dengan rata-rata 47,70
dengan 40 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan rata-rata 48,24 dengan 38
orang, dan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora dengan rata-rata 45,98 dengan 41
oran
Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama oleh Guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri Kabupaten Tapin
Kompleksitas keberagaman di Indonesia, yang merupakan negara
multikultural terbesar di dunia dengan keberagaman budaya, bahasa, ras, etnis,
pulau, suku, dan agama. Keberagaman ini seharusnya menjadi kekayaan bangsa,
tetapi menghadapi tantangan seperti intoleransi, pemahaman yang keliru terhadap
nilai-nilai agama, dan tindakan radikalisme yang dapat mengancam persatuan dan
kerukunan. Faktor-faktor seperti pelarangan mengenakan jilbab di beberapa daerah,
penekanan pemakaian buku-buku Pendidikan Agama Islam (PAI), serta pandangan
pro dan kontra terhadap moderasi beragama menciptakan lingkungan di mana
perbedaan agama dan budaya dapat memicu konflik. Oleh karena itu, perlu
dipahami dan diterapkan secara efektif nilai-nilai moderasi beragama, seperti anti
kekerasan, cinta tanah air, kepeloporan, dan toleransi, khususnya oleh Guru
Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri Kabupaten Tapin, untuk menciptakan
atmosfer pembelajaran yang harmonis dan menghormati keberagaman.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang
dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis penelitian
deskriptif. Penelitian ini berusaha menggali dan mendeskripsikan data tentang
penerapan nilai-nilai moderasi beragama oleh Guru Pendidikan Agama Islam di
sekolah SMA Kabupaten Tapin.
Hasil penelitian menunjukkan Guru Pendidikan Agama Islam di Kabupaten
Tapin memiliki pengetahuan mengenai pengertian moderasi beragama; aspek
literasi moderasi beragama guru-guru menunjukkan variasi, sebagian belum
membaca referensi serta penerapan nilai-nilai moderasi beragama oleh guru
Pendidikan Agama Islam mengenai upaya pencegahan kekerasan di lingkungan
sekolah dengan penyediaan pusat konseling dan sosialisasi anti kekerasan; aspek
cinta tanah air melalui eksplorasi pada upacara bendera dan pengajaran sejarah
Islam secara holistik; aspek toleransi, sekolah membangun lingkungan yang
menghargai keragaman melalui persaudaraan; aspek kepeloporan melalui
keteladanan sebagai model kepemimpinan; aspek integrasi materi Pendidikan
Agama Islam dengan beberapa guru telah mengintegrasikan moderasi beragama
dalam pembelajaran melalui teknolog
Upaya Guru Kelas Memberikan Bimbingan Pribadi Siswa dari Keluarga Broken Home di MIS Nurul Ulum Desa Liang Naga Kabupaten Barito Utara
Upaya guru dalam melaksanakan memberikan bimbingan kepada siswa
sangatlah penting, yaitu untuk membimbing agar tidak nakal, tidak melawan dan
durhaka kepada orang tua dan selalu semangat bersekolah. Guru kelas juga
menyebutkan bahwa salah satu penyebab penurunan prestasi belajar dan kenakalan
seorang anak adalah disebabkan oleh perceraian dari orang tuanya, kurangnya
perhatian maupun kasih sayang serta kurangnya didikan dari orang tua dirumah.
Penelitian ini berjutuan untuk mengetahui upaya guru kelas memberikan bimbingan
pribadi siswa dari keluarga broken home di MIS Nurul Ulum Desa Liang Naga
Kabupaten Barito Utara dan faktor penghambatnya.
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan
(field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah
2 orang guru kelas I, II, IV, V dan VI, yang di dalam kelas tersebut terdapat siswa
yang memiliki keluarga broken home. Objek penelitian ini adalah upaya guru kelas
memberikan bimbingan pribadi siswa dari keluarga broken home dan faktor
penghambatnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,
wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah analisis data kualitatif.
Hasil penelitian ini diperoleh pelaksanaan bahwa upaya guru kelas
memberikan bimbingan pribadi terdiri dari beberapa tahap seperti identifikasi,
diagnosis, prognosis, pelaksanaan dan evaluasi. Sebelum memulai pelaksanakan
guru kelas melakukan observasi dengan melihat langsung perubahan tingkah laku
siswa, setelah itu guru menetapkan masalah dan menentukan langkah-langkah yang
akan digunakan. Proses pelaksanakan dengan memberikan bimbingan pribadi.
Evaluasi yang guru lakukan adalah dengan melihat perubahan tingkah laku dan
hasil belajar siswa. Guru kelas I, II dan VI melakukan home visit. Faktor-faktor
penghambat upaya guru kelas memberikan bimbingan pribadi yaitu kurangnya
keterbukaan siswa kepada guru tentang masalah pribadinya, siswa kurang PD dan
malu, kurangnya kerjasama dengan orang tua, Lingkungan tempat tinggal dan
kondisi rumah yang kurang kondusif dan sarana prasarana berupa kelas khusus
bimbingan dan konseling yang tidak disediakan pihak sekolah. Kesimpulan dari
penelitian bahwa dengan memberikan bimbingan pribadi kepada siswa yang
memiliki keluarga broken home yaitu berupa perubahan perilaku siswa, meningkat
hasil belajar siswa, membaca dan berhitung siswa juga meningkat , hubungannya
dengan teman sebaya menjadi lebih bai