IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Pengembangan LKPD Berbasis STEM pada Pembelajaran Tematik Tema Ekosistem Kelas V SD/MI

    Get PDF
    Menginvestasikan dana untuk penelitian dan pengembangan adalah pendekatan yang bagus untuk meningkatkan sumber daya manusia. Maksud dari pengembangan ini yaitu untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada. Produk yang bisa dikembangkan salah satunya adalah LKPD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan LKPD berbasis STEM pada pembelajaran tematik tema ekosistem di kelas V dan untuk mengetahui kevalidan LKPD berbasis STEM pada pembelajaran tematik tema ekosistem di kelas V. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), dengan pendeketan penelitian Research and Development atau yang sering disebut dengan R&D. Model yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 4D. Subjek pertama dalam penelitian ini yaitu validator, yang terdiri dari 4 ahli diantaranya: ahli materi, ahli media, ahli bahasa, dan satu wali kelas V. Subjek kedua yaitu peserta didik kelas V MIN 4 Banjar. Objek penelitian ini yaitu pembuatan LKPD berbasis STEM pada pembelajaran tematik tema ekosistem. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu data uji validasi dan data uji keterbacaan pada lembar tersebut didapat dari uji perorangan. Dalam penelitian ini untuk menarik kesimpulan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang pertama pengembangan LKPD berbasis STEM dari segi materi: jelas, akurat, melibatkan contoh dan kasus dalam lingkungan sekitar yang berbasis STEM. Dari segi desain: tampilan cover menarik, lengkap dan gambar yang disajikan sesuai dengan materi. Dari segi bahasa: lugas, mudah dipahami, dan sesuai dengan kaidah bahasa. Selanjutnya hasil kevalidan LKPD berbasis STEM pada pembelajaran tematik tema ekosistem kelas V yang divalidasi oleh 4 orang ahli dan dengan melakukan uji keterbacaan yang dilakukan oleh 3 orang peserta didik, diantaranya: ahli materi 89,57%, ahli media 97,91%, ahli bahasa 80%, ahli pengguna atau guru 97,87% dan uji keterbacaan 93,7%. Berdasarkan hasil skor kevalidan para ahli bahwa LKPD berbasis STEM valid dan layak untuk digunaka

    Implementasi Metode Protaba dalam Pembelajaran Tahfidz Qur’an di PAUD IT Nurul Fikri Banjarbaru

    Get PDF
    Pembelajaran Tahfiz Qur`an sejak dini berkembang di lembaga –lembaga PAUD. Maka dari itu tidak lain untuk mengajarkannya di perlukan metode. Salah satu metode dalam pembelajaran Tahfiz Qur`an yaitu metode protaba. Metode protaba juga sangat menekankan adanya peran pendidik yang benar-benar aktif agar nantinya terwujud proses pembelajaran yang dikehendaki sebagaimana maksud dari pembelajaran itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui implementasi metode protaba dalam pembelajaran Tahfidz Qur’an di PAUD IT Nurul Fikri Banjarbaru 2) Untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat Tahfidz Qur’an di PAUD IT Nurul Fikri Banjarbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif alat penggali subjek dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, anak PAUD IT Nurul Fikri Banjarbaru Hasil penelitian yaitu: 1) Metode protaba ini secara umum sama dengan metode yang lainnya yakni membaca Al-Qur’an dengan tartil. Namun secara khusus metode protaba ini memiliki kelebihan tersendiri, yakni dalam proses pembelajarannya yang menggunakan media audio dan visual yaitu mendengarkan dan melihat, dalam pembelajarannya anak-anak merasa tidak bosan karena pembelajarannya menggunakan media televisi, anak-anak dapat melihat video surah-surah yang ditampilkan oleh ustadzah. 2) Faktor-faktor pendukung Implementasi Metode Protaba dalam Pembelajaran Tahfidz Qur’an di PAUD IT Nurul Fikri Banjarbaru,yaitu faktor guru memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan bidang yang diajarkannya dan faktor lingkungan sekolah dengan mayoritas guru-guru yang disiplin dalam mempersiapkan proses pembelajaran, faktor sarana dan prasarana di sekolah lengkap dan masih dalanm keadaan baik, sedangkan faktor penghambat guru, lingkungan, sarana dan prasarana apabila tidak maju dalam mengembangkan proses pembelajaran

    تطوير ‌وسيلة ‌تعلم ‌السمعية ‌البصرية ‌الشفهية ‌في ‌تعليم ‌المفردات‌ لدى ‌الطلبة ‌الصف ‌السابع ‌في ‌المدرسة ‌الثانوية ‌الإسلامية "Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Audio untuk Penguasaan Kosa Kata pada Siswa Kelas VII di Sekolah Madrasah Tsanawiyah"

    Get PDF
    Pengembangan media pembelajaran berbasis audio visual didasari adanya masalah keterbatasan media dan rendahnya minat belajar peserta didik dalam proses pembelajaran terutama dalam mempelajari kosa kata bahasa arab yang merupakan salah satu dasar dalam mempelajari bahasa arab, sehingga menyebabkan peserta didik kurang aktif dalam memperhatikan pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis audio visual yang valid dan efektif. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Developmment) yang mengacu pada model pengembangan 4-D atau model Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran), Dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta angket. Analisis data dilakukan untuk menjelaskan atau menunjukan pencapaian terhadap kriteria kevalidan dan keefektifan terhadap produk yang dikembangkan yaitu media Pembelajaran berbasis audio visual. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan deskriptif. Berdasarkan uji coba kevalidan media pembelajaran berbasis audio visual yang dikembangkan berada pada kategori valid dengan angka 93,7% dari 1 ahli media dan 84,3% dari 2 ahli materi, Sedangkan untuk uji coba keefektivan dilakukan pada kelompok kecil. Responden memberikan 78% respon positif terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Hal ini menandakan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan keefektifan untuk digunakan dalam proses pembelajaran

    The Analysis of English Teachers in Designing the Teaching Module in the Merdeka Curriculum

    Get PDF
    This study aims to determine the application of the Merdeka curriculum applied by teachers to be in accordance with the concept of Merdeka curriculum released by The Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, 2022 and what problems teachers find in implementing the Merdeka curriculum. This research method uses a qualitative approach with a descriptive method. Data is obtained through documentation in the form of teaching modules and then processed through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Participants in this study were English teacher units and teaching modules at SMK Negeri 4 Banjarmasin. Based on the objectives of the study, the findings were divided into two points. First, teachers apply Merdeka curriculum with the application of Pancasila student profiles and the application of project-based learning, but here teachers still do not apply ESP (English specific purpose) in every learning activity

    Budidaya Ikan Keramba Sungai Barito dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga Desa Kalanis Kecamatan Dusun Hilir Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah (Tinjauan dalam Perspektif Ekonomi Islam)

    Get PDF
    Budidaya ikan dalam keramba dewasa ini mulai tumbuh dan berkembang, dan itu jualah yang berlaku di Desa Kalanis Buntok. Secara praktis dan sederhana penempatan ikan tersebut ditampung dalam wadah yang layak dan strategis. Adapun tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui, tata cara pembudiyaannya, tantangan dan peluang dalam pelaksanaannya serta peninjauan dalam sudut pandang ekonomi Islam perihal kegiatannya. Kemudian untuk jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, sedangkan untuk substansi pembahasan dalam kajian adalah studi kasus terhadap aktifitas Budidaya Ikan Keramba Sungai Barito dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga yang dipandang melalui prespektif ekonomi Islam. Adapun untuk informan dalam penelitian ini terdiri atas 3 orang, yaitu 2 petani ikan dan 1 orang RT setempat. Selanjutnya untuk metode yang digunakan meliputi: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil observasi dan penganalisisan maka diperoleh simpulan bahwa 1) Budidaya ikan yang ada di Desa Kalanis dilakukan dengan sesederhana mungkin tanpa membuang banyak anggaran (modal), 2) Untuk tantangan yang dihadapi itu terkait minimnya tempat penampungan sehingga standar bibit terminimalisirkan dan selebihnya tantangan terbesar adalah limbah penampungan yang harus selalu bersih, kemudian untuk peluang bisa jadi akan menambah pendapatan apabila dikeola dengan baik, dan 3). Tinjauan ekonomi Islam bahwa dalam praktisasinya tetaplah sejalan di bawah nilai-nilai Islam, yaitu diantaranya: prinsip ketaqwaan, kejujuran, kearipan, kesucian, dan sebagainy

    Hadiah Sebagai Objek Zakat dalam Tinjauan Hukum Positif dan Hukum Islam di Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya zakat hadiah seiring dengan maraknya zakat profesi pada zaman sekarang. Sebagaimana yang kita ketahui hadiah adalah pemberian dari seseorang kepada seseorang lain karena kasih sayang, prestasi ataupun bonus dari hasil kerja keras kita. Beberapa pendapat mengatakan bahwa zakat hadiah tidak memiliki nisab dan dikeluarkan ketika mendapatkan tanpa menunggu haul. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Undang-Undang ataupun dalil-dalil yang dapat menganalogikan hadiah sebagai objek zakat.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (Statue Approach) dan pendekatan konseptual (Conseptual Approach). Pengumpulan data yang penulis lakukan melalui studi kepustakaan (library research), bahan hukum sekunder yang penulis gunakan meliputi, Al-Qur’an dan hadis, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, Fatwa DSN MUI No 3 Tahun 2003 Tentang Zakat Penghasilan dan Undang-Undang No 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat. Adapun bahan hukum primer yaitu sumber hukum yang tidak berhubungan langsung dengan objek penelitian tetapi hanya sebagai pendukung. Hasil penelitian menunjukkan dalam hukum positif, merujuk pada pasal 4 ayat 2 huruf h Undang-Undang No 23 Tahun 2011 Tentang pengelolaan zakat, maka zakat hadiah yang didapatkan dari tunjangan hari raya termasuk dalam harta yang wajib zakat karena dianalogikan dengan zakat mal yang berupa pendapatan dan jasa, apabila hadiah tersebut telah mencapai nisab dan dimilikinya secara penuh. Dalam hukum Islam yang telah disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 267, hadis yang diriwayatkan oleh At-Tarmuzi dan Ibn Majah, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah Bab III pasal 678 dan Fatwa DSN MUI No 3 Tahun 2003 Tentang Zakat Penghasilan, yang apabila hadiah tersebut didapatkan dengan cara yang halal, dapat dimiliki, digunakan dan telah mencapai dengan nisab maka telah termasuk dalam syarat harta sebagai objek zakat, yang mana wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5

    Implementasi Peraturan Bupati Kabupaten Pulang Pisau Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Terpadu

    Get PDF
    Keegiatan peembakaran hutan dan lahan teelah dilarang dan diatur dalam UU Noe. 32 Tahun 2009 teentang Peerlindungan dan Peengeeloelaan Lingkungan Hidup (UU PPLH). Undang-undang ini seecara eeksplisit meengatur bahwa seetiap oerang dilarang meelakukan peembukaan lahan deengan cara meembakar. Pasal 69 ayat (1) huruf h meenyatakan bahwa “Seetiap oerang dilarang meelakukan peerbuatan meelakukan peembukaan lahan deengan cara meembakar”. Namun keeteentuan peembukaan lahan ini dipeerboeleehkan deengan meempeerhatikan keearifan loekal di daeerah masing�masing. Keearifan loekal yang dimaksud disini yaitu meelakukan peembakaran lahan deengan luas maksimal 2 heektar peer keepala untuk ditanami jeenis varieetas loekal dan dikeelilingi oeleeh seekat bakar seebagai peenceegah peenjalaran api kee wilayah seekeelilingnya. Dalam praktiknya, larangan membakar hutan sering kali mendukung berbagai upaya konservasi dan keberlanjutan, seperti pengelolaan hutan yang berkelanjutan, penegakan hukum, dan pendidikan masyarakat tentang pentingnya melindungi hutan.Pencegahan kebakaran hutan sangat penting untuk melindungi hutan, kehidupan manusia, dan lingkungan secara keseluruhan Jeenis peeneelitian yang digunakan adalah peeneelitian lapangan beersifat kualitatif deeskriptif yang meencoeba untuk meendapatkan peemahaman meengeenai koempleeksitas yang ada dalam inteeraksi manusia dan seecara khusus untuk meempeeroeleeh infoermasi meendalam meengeenai impleemeentasi PEeRBUP Noemoer 4 Tahun 2022 teentang peenceegahan keebakaran hutan dan lahan teerpadu di wilayah Kabupateen Pulang Pisau. Hasil penelitian mengenai Implementasi PERATURAN BUPATINomor 4 Tahun 2022 tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan terpadu di wilayah Kabupateen Pulang Pisau, Implementasi PERATURAN BUPATINomor 4 Tahun 2022 tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan terpadu di wilayah Kabupaten Pulang Pisau sudah dilaksanakan melalui larangan kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan, juga bekerjasama dengan instansi lainnya untuk mencegah kebarakan hutan dan lahan, namun belum ada sosialisasi secara menyeluruh dan belum adanya solusi tentang larangan membakar hutan dan lahan ini. Faktor kendala karena faktor cuaca yaitu musim kemarau yang panjang, masyarakat yang tidak mau bekerjasama dalam mengurangi kebakaran lahan karena kebiasaan dan kemauan yang ingin menambah lahan tanamnya dan kurangnya koordinasi antara tim BPBD terutama dalam memberikan sosialisasi dan solusi kepada masyarakat

    Tinjauan Yuridis Besaran Nafkah ‘Iddah dan Mut’ah Pada Putusan Kasasi Nomor 468 K/Ag/2021 (Analisis Penerapan Metode Jurimetri)

    Get PDF
    Putusan Nomor 468 K/Ag/2021 yang diajukan oleh pihak istri (Pemohon kasasi), Majelis Hakim Mahkamah Agung telah memutuskan perkaranya dengan menolak permohonan Kasasi dan memperbaiki amar putusan di tingkat banding mengenai besaran nafkah‘iddah dan mut’ah yang sebelumnya telah ditetapkan di tingkat banding nafkah ‘iddah selama 3 (tiga) bulan Rp7.500,000.00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) dan Mut’ah sejumlah Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) menjadi nafkah ‘iddah selama 3 (tiga) bulan sejumlah Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) dan mut’ah sejumlahRp48.000.000,00 (empat puluh delapan juta rupiah); Perlindungan hak-hak perempuan pasca perceraian dapat diwujudkan dengan penentuan biaya-biaya nafkah istri. Dalam kaidah hukum umumnya, nilai nafkah atau biaya-biaya bagi istri pasca perceraian berdasar pada standar kelayakan dan keadilan istri dengan melihat penghasilan bersih suami dengan menggunakan metode jurimetri yang bertujuan untuk membangun pertimbangan hukum yang didasarkan pada data yang dapat dipertanggungjawabkan yang tidak hanya terfokus pada satu rumusan. Metode jurimetri dalam menentukan besaran nafkah ‘iddah menggunakan rumusan nafkah ‘iddah = biaya tha’am + biaya kiswah + biaya maskan, sedangkan untuk menentukan besaran mut’ah menggunakan 2 alternatif yaitu rumusan mut’ah = take home pay : (Jumlah individu dalam keluarga + 2) x 12 bulan atau menggunakan rumusan 15% x penghasilan yang dapat disisihkan suami per bulan x lamanya suami istri tinggal bersama dalam satu rumah. Untuk mengetahui penghasilan yang dapat disisihkan suami per bulan menggunakan rumusan take home pay : (Jumlah individu dalam keluarga + 1). Besaran nafkah’iddah dan mut’ah yang menggunakan rumusan tersebut diatas lebih mendakati layak dan adil bagi kedua belah pihak karena menggunakan hitungan secara rasionalitas. Oleh karenanya penggunaan jurimetri dalam kasus ini hadir untuk membuat norma adil dan layak menjadi lebih konkrit dan merupakan sebuah usaha nyata yang ingin mewujudkan dan memberikan hak dengan layak dan seadil adilny

    Penerapan Sikap Tasamuh pada Siswa di Madrasah Aliyah Wali Songo Banjarbaru

    Get PDF
    Pada penelitian berjudul penerapan sikap tasamuh pada siswa di Madrasah Aliyah Wali Songo Banjarbaru. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya sikap tasamuh bagi setiap orang terutama bagi seorang siswa karenanya perlu diadakan penerapan sikap tasamuh pada siswa di tengah banyaknya kasus pembulliyan dan kesalah pahaman dalam dunia pendidikan termasuk di Madrasah Aliyah Wali Songo Banjarbaru yang dikarenakan adanya berbagai macam perbedaan antar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan sikap tasamuh pada siswa di Madrasah Aliyah Wali Songo Banjarbaru serta ingin mengetahui faktor penghambat dan faktor pendukung proses penerapan sikap tasamuh pada siswa di Madrasah Aliyah Wali Songo Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research dengan pendekatan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Madrasah Aliyah Wali Songo Banjarbaru. Teknik pengumpulan data pada penelitian adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yaitu guru akidah akhlak dan siswa kelas X Madrasah Aliyah Wali Songo Banjarbaru. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya penerapan sikap tasamuh pada siswa di Madrasah Aliyah Wali Songo Banjarbaru, diantaranya melalui kebijakan sekolah, pembiasaan dan keteladanan yang diberikan oleh dewan guru, dan pemberian sanksi pada siswa yang melanggar peraturan. Hal tersebut dilakukan agar dapat diterapkannya sikap tasamuh pada siswa

    Dinamika MTQ dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Al-Qur’an di Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Musabaqah Tilawatil Qur’an mempunyai peranan yang sangat besar dalam perkembangan pendidikan Al-Qur’an pada kehidupan masyarakat muslim. MTQ juga berfungsi sebagai syiar dakwah qur’ani dan motivasi bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang dinamika dan implikasi MTQ yang terselenggara selama puluhan tahun di Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan studi lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif melalui kajian historis, fenomenolgis dan sosiologis. Dalam mengumpulkan data dari informan, peneliti menggunakan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan model analisis data Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil temuan dari penelitian ini yaitu: Secara historis embrio MTQ dimulai tradisi mengaji masyarakat Kalimantan Selatan berupa haflah tilawatil qur’an, batamat Al-Qur’an, dan magrib mengaji. Pemerintah melihat bahwa potensi MTQ sebagai sarana pembentukan masyarakat qur’ani sangat efektif. Sehingga akhirnya MTQ yang berakar dari masyarakat diadopsi oleh pemerintah. Pada tahapan berikutnya MTQ mengalami perkembangan dari waktu ke waktu dari segi kepesertaan, kemeriahan dan antusiasme masyarakat. Dinamika ini terjadi karena pemerintah terlebih dahulu melihat kebutuhan masyarakat dalam membaca, menghafal dan memahami Al-Qur’an untuk menambah cabang lomba tersebut. Sehingga diharapkan Al-Qur’an benar-benar dapat menjadi bagian dari kehidupan umat Islam yang semua itu diejawantahkan dalam kegiatan MTQ. Implikasi MTQ terhadap Pendidikan Al-Qur’an dilihat dari empat aspek, pertama: qari-qariah berprestasi yang berperan dalam mengajarkan dan membina masyarakat. Kedua: munculnya organisasi perkumpulan qari-qariah tersebut yaitu: Ikatan Pelajar Qiraatil Qur’an (IPQIR), Ikatan Qari-Qariah Muhammadiyah (IQAMAH), Ikatan Qari-Qariah Nahdlatul Ulama (IQNU), Jam’iyyatul Qurra wal Huffazah (JQH), Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Ikatan Persaudaraan Qari-qariah Hafizh-hafizhah (IPQAH), Qurra Kalimantan Berkah (QKB), Lembaga Pengajian dan Pengkajian Al-Qur’an (LPPQ). Ketiga: munculnya lembaga pendidikan Al-Qur’an dapat dikatakan juga sebagai respon terhadap MTQ adalah STIQ di Amuntai, Sekolah Tilawah Al-Qur’an di Banjarmasin, Rumah Tahfizh Az-Zahra di Banjarmasin, Majelis Ta’lim Al- vii Qur’an Ummul Qurra di Kabupaten Banjar, Pondok Pesantren Sullamul Ulum di Barito Kuala, Taman Pendidikan Seni Baca Al-Qur’an (TPSQ) Al-Busyra di Batulicin, Rumah Qur’an Mahabbatut Tilawah di Kabupaten Banjar, Taman Qur’an Lil Aulad (TQA) Al-Mumtaz di Pelaihari. Keberadaan organisasi dan lembaga pendidikan di atas lebih memfokuskan pada pembelajaran tilawah, tartil dan tahsin. Secara umum tujuannya adalah menyediakan sumber daya manusia (SDM) kepesertaan pada MTQ, membaca, menghafal, memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Al-Qur’an. Keempat: implikasi MTQ berkaitan dengan tradisi estetik masyarakat Banjar, yaitu haflah tilawatil Qur’an, batamat Qur’an, Suara Emas, Gema Al-Qur’an. Tradisi ini berkembang di masyarakat Kalimantan Selatan yang di dalamnya mengajarkan nilai-nilai pendidikan. Fenomena ini sejalan dengan teori tradisi kebudayaan Van Peursen dan resepsi Estetik Navid Kermani. Membangun tradisi estetik Al-Qur’an yang dimaksudkan dalam disertasi ini adalah menghidupkan nilai-nilai keindahan yang menjadi bagian dari Al-Qur’an sebagai mukjizat pada masyarakat. Tradisi ini harus terus dikembangkan dalam kerangka syiar Al-Qur’an di masyarakat. Masuknya tradisi estetik yang bisa diterima masyarakat haruslah sesuai dengan kebutuhan umat Isla

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇