IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengembangan LKPD Berbasis STEM pada Pembelajaran Tematik Tema Ekosistem Kelas V SD/MI
Menginvestasikan dana untuk penelitian dan pengembangan adalah
pendekatan yang bagus untuk meningkatkan sumber daya manusia. Maksud dari
pengembangan ini yaitu untuk mengembangkan suatu produk baru atau
menyempurnakan produk yang telah ada. Produk yang bisa dikembangkan salah
satunya adalah LKPD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan
LKPD berbasis STEM pada pembelajaran tematik tema ekosistem di kelas V dan
untuk mengetahui kevalidan LKPD berbasis STEM pada pembelajaran tematik
tema ekosistem di kelas V.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research),
dengan pendeketan penelitian Research and Development atau yang sering disebut
dengan R&D. Model yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 4D. Subjek pertama
dalam penelitian ini yaitu validator, yang terdiri dari 4 ahli diantaranya: ahli materi,
ahli media, ahli bahasa, dan satu wali kelas V. Subjek kedua yaitu peserta didik
kelas V MIN 4 Banjar. Objek penelitian ini yaitu pembuatan LKPD berbasis STEM
pada pembelajaran tematik tema ekosistem. Teknik pengumpulan data pada
penelitian ini yaitu data uji validasi dan data uji keterbacaan pada lembar tersebut
didapat dari uji perorangan. Dalam penelitian ini untuk menarik kesimpulan
menggunakan analisis deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang pertama pengembangan
LKPD berbasis STEM dari segi materi: jelas, akurat, melibatkan contoh dan kasus
dalam lingkungan sekitar yang berbasis STEM. Dari segi desain: tampilan cover
menarik, lengkap dan gambar yang disajikan sesuai dengan materi. Dari segi
bahasa: lugas, mudah dipahami, dan sesuai dengan kaidah bahasa. Selanjutnya hasil
kevalidan LKPD berbasis STEM pada pembelajaran tematik tema ekosistem kelas
V yang divalidasi oleh 4 orang ahli dan dengan melakukan uji keterbacaan yang
dilakukan oleh 3 orang peserta didik, diantaranya: ahli materi 89,57%, ahli media
97,91%, ahli bahasa 80%, ahli pengguna atau guru 97,87% dan uji keterbacaan
93,7%. Berdasarkan hasil skor kevalidan para ahli bahwa LKPD berbasis STEM
valid dan layak untuk digunaka
Implementasi Metode Protaba dalam Pembelajaran Tahfidz Qur’an di PAUD IT Nurul Fikri Banjarbaru
Pembelajaran Tahfiz Qur`an sejak dini berkembang di lembaga –lembaga
PAUD. Maka dari itu tidak lain untuk mengajarkannya di perlukan metode. Salah
satu metode dalam pembelajaran Tahfiz Qur`an yaitu metode protaba. Metode
protaba juga sangat menekankan adanya peran pendidik yang benar-benar aktif agar
nantinya terwujud proses pembelajaran yang dikehendaki sebagaimana maksud
dari pembelajaran itu sendiri.
Tujuan penelitian ini adalah:
1) Untuk mengetahui implementasi metode protaba dalam pembelajaran Tahfidz
Qur’an di PAUD IT Nurul Fikri Banjarbaru 2) Untuk mengetahui faktor-faktor
pendukung dan penghambat Tahfidz Qur’an di PAUD IT Nurul Fikri Banjarbaru.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif alat penggali
subjek dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek
dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, anak PAUD IT Nurul Fikri
Banjarbaru
Hasil penelitian yaitu: 1) Metode protaba ini secara umum sama dengan
metode yang lainnya yakni membaca Al-Qur’an dengan tartil. Namun secara
khusus metode protaba ini memiliki kelebihan tersendiri, yakni dalam proses
pembelajarannya yang menggunakan media audio dan visual yaitu mendengarkan
dan melihat, dalam pembelajarannya anak-anak merasa tidak bosan karena
pembelajarannya menggunakan media televisi, anak-anak dapat melihat video
surah-surah yang ditampilkan oleh ustadzah. 2) Faktor-faktor pendukung
Implementasi Metode Protaba dalam Pembelajaran Tahfidz Qur’an di PAUD IT
Nurul Fikri Banjarbaru,yaitu faktor guru memiliki kualifikasi pendidikan yang
sesuai dengan bidang yang diajarkannya dan faktor lingkungan sekolah dengan
mayoritas guru-guru yang disiplin dalam mempersiapkan proses pembelajaran,
faktor sarana dan prasarana di sekolah lengkap dan masih dalanm keadaan baik,
sedangkan faktor penghambat guru, lingkungan, sarana dan prasarana apabila tidak
maju dalam mengembangkan proses pembelajaran
تطوير وسيلة تعلم السمعية البصرية الشفهية في تعليم المفردات لدى الطلبة الصف السابع في المدرسة الثانوية الإسلامية "Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Audio untuk Penguasaan Kosa Kata pada Siswa Kelas VII di Sekolah Madrasah Tsanawiyah"
Pengembangan media pembelajaran berbasis audio visual didasari adanya
masalah keterbatasan media dan rendahnya minat belajar peserta didik dalam
proses pembelajaran terutama dalam mempelajari kosa kata bahasa arab yang
merupakan salah satu dasar dalam mempelajari bahasa arab, sehingga
menyebabkan peserta didik kurang aktif dalam memperhatikan pelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis
audio visual yang valid dan efektif. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian
pengembangan (Research and Developmment) yang mengacu pada model
pengembangan 4-D atau model Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap
define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan
disseminate (penyebaran), Dengan teknik pengumpulan data berupa observasi,
wawancara, serta angket. Analisis data dilakukan untuk menjelaskan atau
menunjukan pencapaian terhadap kriteria kevalidan dan keefektifan terhadap
produk yang dikembangkan yaitu media Pembelajaran berbasis audio visual. Data
yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan deskriptif. Berdasarkan
uji coba kevalidan media pembelajaran berbasis audio visual yang dikembangkan
berada pada kategori valid dengan angka 93,7% dari 1 ahli media dan 84,3% dari
2 ahli materi, Sedangkan untuk uji coba keefektivan dilakukan pada kelompok
kecil. Responden memberikan 78% respon positif terhadap media pembelajaran
yang dikembangkan. Hal ini menandakan bahwa media pembelajaran yang
dikembangkan keefektifan untuk digunakan dalam proses pembelajaran
The Analysis of English Teachers in Designing the Teaching Module in the Merdeka Curriculum
This study aims to determine the application of the Merdeka curriculum applied by teachers
to be in accordance with the concept of Merdeka curriculum released by The Ministry of
Education, Culture, Research, and Technology, 2022 and what problems teachers find in
implementing the Merdeka curriculum. This research method uses a qualitative approach
with a descriptive method. Data is obtained through documentation in the form of teaching
modules and then processed through data condensation, data display, and conclusion
drawing and verification. Participants in this study were English teacher units and teaching
modules at SMK Negeri 4 Banjarmasin. Based on the objectives of the study, the findings
were divided into two points. First, teachers apply Merdeka curriculum with the application
of Pancasila student profiles and the application of project-based learning, but here teachers
still do not apply ESP (English specific purpose) in every learning activity
Budidaya Ikan Keramba Sungai Barito dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga Desa Kalanis Kecamatan Dusun Hilir Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah (Tinjauan dalam Perspektif Ekonomi Islam)
Budidaya ikan dalam keramba dewasa ini mulai tumbuh dan berkembang,
dan itu jualah yang berlaku di Desa Kalanis Buntok. Secara praktis dan sederhana
penempatan ikan tersebut ditampung dalam wadah yang layak dan strategis.
Adapun tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui, tata cara
pembudiyaannya, tantangan dan peluang dalam pelaksanaannya serta peninjauan
dalam sudut pandang ekonomi Islam perihal kegiatannya.
Kemudian untuk jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan
dengan pendekatan kualitatif, sedangkan untuk substansi pembahasan dalam kajian
adalah studi kasus terhadap aktifitas Budidaya Ikan Keramba Sungai Barito dalam
Meningkatkan Pendapatan Keluarga yang dipandang melalui prespektif ekonomi
Islam. Adapun untuk informan dalam penelitian ini terdiri atas 3 orang, yaitu 2
petani ikan dan 1 orang RT setempat. Selanjutnya untuk metode yang digunakan
meliputi: observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Dari hasil observasi dan penganalisisan maka diperoleh simpulan bahwa 1)
Budidaya ikan yang ada di Desa Kalanis dilakukan dengan sesederhana mungkin
tanpa membuang banyak anggaran (modal), 2) Untuk tantangan yang dihadapi itu
terkait minimnya tempat penampungan sehingga standar bibit terminimalisirkan
dan selebihnya tantangan terbesar adalah limbah penampungan yang harus selalu
bersih, kemudian untuk peluang bisa jadi akan menambah pendapatan apabila
dikeola dengan baik, dan 3). Tinjauan ekonomi Islam bahwa dalam praktisasinya
tetaplah sejalan di bawah nilai-nilai Islam, yaitu diantaranya: prinsip ketaqwaan,
kejujuran, kearipan, kesucian, dan sebagainy
Hadiah Sebagai Objek Zakat dalam Tinjauan Hukum Positif dan Hukum Islam di Indonesia
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya zakat hadiah seiring dengan maraknya zakat profesi pada zaman sekarang. Sebagaimana yang kita ketahui hadiah adalah pemberian dari seseorang kepada seseorang lain karena kasih sayang,
prestasi ataupun bonus dari hasil kerja keras kita. Beberapa pendapat mengatakan bahwa zakat hadiah tidak memiliki nisab dan dikeluarkan ketika mendapatkan tanpa menunggu haul. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Undang-Undang ataupun dalil-dalil yang dapat menganalogikan hadiah sebagai objek zakat.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (Statue Approach) dan pendekatan
konseptual (Conseptual Approach). Pengumpulan data yang penulis lakukan melalui studi kepustakaan (library research), bahan hukum sekunder yang penulis gunakan meliputi, Al-Qur’an dan hadis, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, Fatwa DSN MUI No 3 Tahun 2003 Tentang Zakat Penghasilan dan Undang-Undang
No 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat. Adapun bahan hukum primer yaitu sumber hukum yang tidak berhubungan langsung dengan objek penelitian tetapi hanya sebagai pendukung.
Hasil penelitian menunjukkan dalam hukum positif, merujuk pada pasal 4 ayat 2 huruf h Undang-Undang No 23 Tahun 2011 Tentang pengelolaan zakat, maka zakat hadiah yang didapatkan dari tunjangan hari raya termasuk dalam harta yang wajib zakat karena dianalogikan dengan zakat mal yang berupa pendapatan dan
jasa, apabila hadiah tersebut telah mencapai nisab dan dimilikinya secara penuh. Dalam hukum Islam yang telah disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 267, hadis
yang diriwayatkan oleh At-Tarmuzi dan Ibn Majah, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah Bab III pasal 678 dan Fatwa DSN MUI No 3 Tahun 2003 Tentang Zakat Penghasilan, yang apabila hadiah tersebut didapatkan dengan cara yang halal, dapat
dimiliki, digunakan dan telah mencapai dengan nisab maka telah termasuk dalam syarat harta sebagai objek zakat, yang mana wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5
Implementasi Peraturan Bupati Kabupaten Pulang Pisau Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Terpadu
Keegiatan peembakaran hutan dan lahan teelah dilarang dan diatur dalam UU
Noe. 32 Tahun 2009 teentang Peerlindungan dan Peengeeloelaan Lingkungan Hidup (UU
PPLH). Undang-undang ini seecara eeksplisit meengatur bahwa seetiap oerang dilarang
meelakukan peembukaan lahan deengan cara meembakar. Pasal 69 ayat (1) huruf h
meenyatakan bahwa “Seetiap oerang dilarang meelakukan peerbuatan meelakukan
peembukaan lahan deengan cara meembakar”. Namun keeteentuan peembukaan
lahan ini dipeerboeleehkan deengan meempeerhatikan keearifan loekal di daeerah masing�masing. Keearifan loekal yang dimaksud disini yaitu meelakukan peembakaran lahan
deengan luas maksimal 2 heektar peer keepala untuk ditanami jeenis varieetas loekal dan
dikeelilingi oeleeh seekat bakar seebagai peenceegah peenjalaran api kee wilayah
seekeelilingnya. Dalam praktiknya, larangan membakar hutan sering kali mendukung
berbagai upaya konservasi dan keberlanjutan, seperti pengelolaan hutan yang
berkelanjutan, penegakan hukum, dan pendidikan masyarakat tentang pentingnya
melindungi hutan.Pencegahan kebakaran hutan sangat penting untuk melindungi
hutan, kehidupan manusia, dan lingkungan secara keseluruhan
Jeenis peeneelitian yang digunakan adalah peeneelitian lapangan beersifat
kualitatif deeskriptif yang meencoeba untuk meendapatkan peemahaman meengeenai
koempleeksitas yang ada dalam inteeraksi manusia dan seecara khusus untuk
meempeeroeleeh infoermasi meendalam meengeenai impleemeentasi PEeRBUP Noemoer 4
Tahun 2022 teentang peenceegahan keebakaran hutan dan lahan teerpadu di wilayah
Kabupateen Pulang Pisau.
Hasil penelitian mengenai Implementasi PERATURAN BUPATINomor 4
Tahun 2022 tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan terpadu di wilayah
Kabupateen Pulang Pisau, Implementasi PERATURAN BUPATINomor 4 Tahun
2022 tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan terpadu di wilayah
Kabupaten Pulang Pisau sudah dilaksanakan melalui larangan kepada masyarakat
untuk tidak membakar hutan dan lahan, juga bekerjasama dengan instansi lainnya
untuk mencegah kebarakan hutan dan lahan, namun belum ada sosialisasi secara
menyeluruh dan belum adanya solusi tentang larangan membakar hutan dan lahan
ini. Faktor kendala karena faktor cuaca yaitu musim kemarau yang panjang,
masyarakat yang tidak mau bekerjasama dalam mengurangi kebakaran lahan karena
kebiasaan dan kemauan yang ingin menambah lahan tanamnya dan kurangnya
koordinasi antara tim BPBD terutama dalam memberikan sosialisasi dan solusi
kepada masyarakat
Tinjauan Yuridis Besaran Nafkah ‘Iddah dan Mut’ah Pada Putusan Kasasi Nomor 468 K/Ag/2021 (Analisis Penerapan Metode Jurimetri)
Putusan Nomor 468 K/Ag/2021 yang diajukan oleh pihak istri (Pemohon
kasasi), Majelis Hakim Mahkamah Agung telah memutuskan perkaranya dengan
menolak permohonan Kasasi dan memperbaiki amar putusan di tingkat banding
mengenai besaran nafkah‘iddah dan mut’ah yang sebelumnya telah ditetapkan di
tingkat banding nafkah ‘iddah selama 3 (tiga) bulan Rp7.500,000.00 (tujuh juta
lima ratus ribu rupiah) dan Mut’ah sejumlah Rp20.000.000,00 (dua puluh juta
rupiah) menjadi nafkah ‘iddah selama 3 (tiga) bulan sejumlah Rp12.000.000,00
(dua belas juta rupiah) dan mut’ah sejumlahRp48.000.000,00 (empat puluh
delapan juta rupiah);
Perlindungan hak-hak perempuan pasca perceraian dapat diwujudkan
dengan penentuan biaya-biaya nafkah istri. Dalam kaidah hukum umumnya, nilai
nafkah atau biaya-biaya bagi istri pasca perceraian berdasar pada standar
kelayakan dan keadilan istri dengan melihat penghasilan bersih suami dengan
menggunakan metode jurimetri yang bertujuan untuk membangun pertimbangan
hukum yang didasarkan pada data yang dapat dipertanggungjawabkan yang tidak
hanya terfokus pada satu rumusan.
Metode jurimetri dalam menentukan besaran nafkah ‘iddah
menggunakan rumusan nafkah ‘iddah = biaya tha’am + biaya kiswah + biaya
maskan, sedangkan untuk menentukan besaran mut’ah menggunakan 2 alternatif
yaitu rumusan mut’ah = take home pay : (Jumlah individu dalam keluarga + 2) x
12 bulan atau menggunakan rumusan 15% x penghasilan yang dapat disisihkan
suami per bulan x lamanya suami istri tinggal bersama dalam satu rumah. Untuk
mengetahui penghasilan yang dapat disisihkan suami per bulan menggunakan
rumusan take home pay : (Jumlah individu dalam keluarga + 1).
Besaran nafkah’iddah dan mut’ah yang menggunakan rumusan tersebut
diatas lebih mendakati layak dan adil bagi kedua belah pihak karena
menggunakan hitungan secara rasionalitas. Oleh karenanya penggunaan jurimetri
dalam kasus ini hadir untuk membuat norma adil dan layak menjadi lebih konkrit
dan merupakan sebuah usaha nyata yang ingin mewujudkan dan memberikan hak
dengan layak dan seadil adilny
Penerapan Sikap Tasamuh pada Siswa di Madrasah Aliyah Wali Songo Banjarbaru
Pada penelitian berjudul penerapan sikap tasamuh pada siswa di Madrasah
Aliyah Wali Songo Banjarbaru. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya
sikap tasamuh bagi setiap orang terutama bagi seorang siswa karenanya perlu
diadakan penerapan sikap tasamuh pada siswa di tengah banyaknya kasus
pembulliyan dan kesalah pahaman dalam dunia pendidikan termasuk di Madrasah
Aliyah Wali Songo Banjarbaru yang dikarenakan adanya berbagai macam
perbedaan antar siswa.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan sikap tasamuh pada
siswa di Madrasah Aliyah Wali Songo Banjarbaru serta ingin mengetahui faktor
penghambat dan faktor pendukung proses penerapan sikap tasamuh pada siswa di
Madrasah Aliyah Wali Songo Banjarbaru.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research dengan
pendekatan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Madrasah Aliyah
Wali Songo Banjarbaru. Teknik pengumpulan data pada penelitian adalah
wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yaitu guru akidah akhlak dan
siswa kelas X Madrasah Aliyah Wali Songo Banjarbaru.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya penerapan sikap tasamuh
pada siswa di Madrasah Aliyah Wali Songo Banjarbaru, diantaranya melalui
kebijakan sekolah, pembiasaan dan keteladanan yang diberikan oleh dewan guru,
dan pemberian sanksi pada siswa yang melanggar peraturan. Hal tersebut dilakukan
agar dapat diterapkannya sikap tasamuh pada siswa
Dinamika MTQ dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Al-Qur’an di Kalimantan Selatan
Musabaqah Tilawatil Qur’an mempunyai peranan yang sangat besar dalam
perkembangan pendidikan Al-Qur’an pada kehidupan masyarakat muslim. MTQ
juga berfungsi sebagai syiar dakwah qur’ani dan motivasi bagi masyarakat untuk
berinteraksi dengan Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang
dinamika dan implikasi MTQ yang terselenggara selama puluhan tahun di
Kalimantan Selatan.
Penelitian ini merupakan studi lapangan (field research) dengan pendekatan
kualitatif melalui kajian historis, fenomenolgis dan sosiologis. Dalam
mengumpulkan data dari informan, peneliti menggunakan teknik observasi
partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan
berdasarkan model analisis data Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data
dilakukan dengan teknik perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan
triangulasi.
Hasil temuan dari penelitian ini yaitu: Secara historis embrio MTQ
dimulai tradisi mengaji masyarakat Kalimantan Selatan berupa haflah tilawatil
qur’an, batamat Al-Qur’an, dan magrib mengaji. Pemerintah melihat bahwa
potensi MTQ sebagai sarana pembentukan masyarakat qur’ani sangat efektif.
Sehingga akhirnya MTQ yang berakar dari masyarakat diadopsi oleh pemerintah.
Pada tahapan berikutnya MTQ mengalami perkembangan dari waktu ke waktu
dari segi kepesertaan, kemeriahan dan antusiasme masyarakat. Dinamika ini
terjadi karena pemerintah terlebih dahulu melihat kebutuhan masyarakat dalam
membaca, menghafal dan memahami Al-Qur’an untuk menambah cabang lomba
tersebut. Sehingga diharapkan Al-Qur’an benar-benar dapat menjadi bagian dari
kehidupan umat Islam yang semua itu diejawantahkan dalam kegiatan MTQ.
Implikasi MTQ terhadap Pendidikan Al-Qur’an dilihat dari empat aspek,
pertama: qari-qariah berprestasi yang berperan dalam mengajarkan dan membina
masyarakat. Kedua: munculnya organisasi perkumpulan qari-qariah tersebut yaitu:
Ikatan Pelajar Qiraatil Qur’an (IPQIR), Ikatan Qari-Qariah Muhammadiyah
(IQAMAH), Ikatan Qari-Qariah Nahdlatul Ulama (IQNU), Jam’iyyatul Qurra wal
Huffazah (JQH), Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Ikatan
Persaudaraan Qari-qariah Hafizh-hafizhah (IPQAH), Qurra Kalimantan Berkah
(QKB), Lembaga Pengajian dan Pengkajian Al-Qur’an (LPPQ). Ketiga:
munculnya lembaga pendidikan Al-Qur’an dapat dikatakan juga sebagai respon
terhadap MTQ adalah STIQ di Amuntai, Sekolah Tilawah Al-Qur’an di
Banjarmasin, Rumah Tahfizh Az-Zahra di Banjarmasin, Majelis Ta’lim Al-
vii
Qur’an Ummul Qurra di Kabupaten Banjar, Pondok Pesantren Sullamul Ulum di
Barito Kuala, Taman Pendidikan Seni Baca Al-Qur’an (TPSQ) Al-Busyra di
Batulicin, Rumah Qur’an Mahabbatut Tilawah di Kabupaten Banjar, Taman
Qur’an Lil Aulad (TQA) Al-Mumtaz di Pelaihari. Keberadaan organisasi dan
lembaga pendidikan di atas lebih memfokuskan pada pembelajaran tilawah, tartil
dan tahsin. Secara umum tujuannya adalah menyediakan sumber daya manusia
(SDM) kepesertaan pada MTQ, membaca, menghafal, memahami dan
mengamalkan nilai-nilai ajaran Al-Qur’an. Keempat: implikasi MTQ berkaitan
dengan tradisi estetik masyarakat Banjar, yaitu haflah tilawatil Qur’an, batamat
Qur’an, Suara Emas, Gema Al-Qur’an. Tradisi ini berkembang di masyarakat
Kalimantan Selatan yang di dalamnya mengajarkan nilai-nilai pendidikan.
Fenomena ini sejalan dengan teori tradisi kebudayaan Van Peursen dan resepsi
Estetik Navid Kermani. Membangun tradisi estetik Al-Qur’an yang dimaksudkan
dalam disertasi ini adalah menghidupkan nilai-nilai keindahan yang menjadi
bagian dari Al-Qur’an sebagai mukjizat pada masyarakat. Tradisi ini harus terus
dikembangkan dalam kerangka syiar Al-Qur’an di masyarakat. Masuknya tradisi
estetik yang bisa diterima masyarakat haruslah sesuai dengan kebutuhan umat
Isla