IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Tradisi Pembacaan Zikir Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Al-Ma’tsûrât (Studi Living Qur’an di Pusat Latihan Dakwah Hikmah Sarawak)
Penelitian ini membahas tentang fenomena Al-Qur'an yang hidup di tengah
masyarakat, dikenal sebagai Qur'an in Every Life, seperti yang terjadi di Pusat
Latihan Dakwah. Salah satu tradisi yang menjadi fokus penelitian ini adalah praktik
pembacaan zikir Al-Ma’tsûrât yang diikuti oleh santri dan pengajar di Pusat Latihan
Dakwah setiap hari. Fokus utama penelitian mencakup tiga aspek. Pertama,
bagaimana praktik pembacaan zikir Al-Ma’tsûrât di Pusat Latihan Dakwah. Kedua,
apa dasar pelaksanaan pembacaan zikir ayat-ayat Al-Qur'an dalam Al-Ma’tsûrât.
Terakhir, bagaimana pengajar dan santri di Pusat Latihan Dakwah memaknai tradisi
pembacaan zikir Al-Ma’tsûrât. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan
pemahaman yang lebih dalam tentang pelaksanaan dan makna dari tradisi zikir AlMa’tsûrât di lingkungan Pusat Latihan Dakwah.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) menggunakan
pendekatan kualitatif diskriptif. Teknik pengumpulan data yang diterapkan
melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam proses analisis data,
digunakan satu jenis teori resepsi, yaitu teori resepsi fungsional. Dalam konteks
penelitian ini, teori resepsi fungsional digunakan untuk memahami bagaimana
individu, seperti pengajar dan santri di Pusat Latihan Dakwah, secara aktif terlibat
dalam memberikan makna pada ayat-ayat Al-Qur'an yang dijalankan dalam praktik
pembacaan zikir Al-Ma’tsûrât. Pendekatan ini mengakui bahwa makna tidak hanya
terletak dalam teks itu sendiri, tetapi juga dipengaruhi oleh pengalaman, nilai, dan
latar belakang budaya pembaca.
Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa praktik pembacaan zikir
Al-Ma’tsûrât di Pusat Latihan Dakwah, yang dilakukan secara bersama-sama setiap
hari setelah shalat Subuh dan Asar, memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi
santri dan pengajar. Beberapa manfaat yang ditemukan melibatkan efek penenang
hati, memberikan kemudahan dalam berbagai urusan kehidupan, dan mengurangi
rasa takut terhadap selain Allah SWT. Manfaat tersebut dapat dirasakan oleh para
santri dan pengajar secara kelembagaan. Penting untuk dicatat bahwa manfaat
tersebut dapat dirasakan jika ketika pembacaan zikir dilakukan dengan khusyuk,
dengan menghayati setiap ayat yang dibaca dan doa yang dipanjatkan. Meskipun
demikian, temuan penelitian juga mencatat bahwa ada santri yang belum merasakan
manfaat dari kegiatan zikir, disebabkan oleh variasi dalam tingkat pemahaman dan
pelaksanaan individu terhadap kegiatan tersebut
Dampak Penggunaan Online Shop Terhadap Kesejahteraan Pelaku Usaha Home Made Aya’s Bakery Gambut
Penelitian ini dilatar belakangi minimnya lapangan pekerjaan dengan gaji
yang sesuai yang ada di Indonesia saat ini, membuat persaingan pekerjaan
semakin ketat dan berfikir menambah pemasukan untuk memperoleh pendapatan,
khususnya di kota Banjarmasin. Maka diperlukan inovasi dengan berjualan
melalui online shop sebagai pekerjaan.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) yang
bersifat wawancara terpusat. Di samping itu dilakukan pula observasi dan
dokumentasi. Hasilnya diolah melaui teknik reduksi data, display data dan
verifikasi. Yang menjadi subyek penelitian adalah pemilik Aya’s Bakery dan yang
menjadi objek adalah dampak penggunaan online shop Aya’s Bakery dan
dampaknya terhadap kesejahteraan pelaku usaha.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan: pertama, usaha online
shop Aya’s Bakery dilaksanakan dengan cara memproduksi mandiri dirumah
dengan skala rumahan atau home made kemudian memasarkan dan menjualnya
melalui media sosial instagram dan WhatsApp. Jenis-jenis produk yang
dipasarkan meliputi bolu gulung dan kue dengan berbagai varian rasa. Usaha
tersebut telah berkembang dalam 5 tahun terakhir dengan memanfaatkan media
sosial sebagai pemasaran utama.;kedua, usaha online shop Aya’s Bakery tesebut
berdampak positif terhadap tingkat kesejahteraan pelaku usaha karena dapat
menaikkan taraf kehidupan pemilik usaha Aya’s Bakery
Praktik Pernikahan Tidak Tercatat di Kecamatan Tapin Tengah
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tapin Tengah yang dilatarbelakangi
sebagian masyarakat masih memilih untuk dinikahkan dengan naib. Masyarakat
setempat sering menyebutnya dengan naib atau orang yang menikahkan. Hal
tersebut diyakini bahwa naib merupakan orang yang paham akan ilmu agama serta
dipercaya jika dinikahkan dengan naib akan mendapat keberkahan dalam hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik pernikahan
tidak tercatat yang dilaksanakan di Kecamatan Tapin Tengah dan untuk mengetahui
faktor-faktor penyebab terjadinya praktik pernikahan tidak tercatat di Kecamatan
Tapin Tengah. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini ialah
penelitian hukum empiris. Sehingga untuk memperoleh data di Kecamatan Tapin
Tengah, dilakukan penelitian kepada 3 naib dan beberapa orang yang terlibat dalam
pernikahan yang dilaksanakan, dengan teknik pengambilan data melingkupi
wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian yang didapat yaitu pada praktik pernikahan yang dilakukan
oleh naib terkait rukun dan syarat dalam pernikahan tidak tercatat sama halnya
dengan pernikahan pada umumnya. Faktor-faktor yang melingkupi pernikahan
tidak tercatat di Kecamatan Tapin Tengah yaitu: faktor biologis, faktor ekonomi,
faktor sosial dan faktor agama. Dari faktor tersebut ada beberapa dampak negatif
seperti apabila terjadi perceraian diantara keduanya, maka akan sulit sekali untuk
meminta hak dan tanggung jawab kepada suami karena sebuah pernikahan yang
keabsahannya dipertanyakan dan administrasi pernikahan tidak terdaftar di KUA,
anak yang lahir tidak memiliki hubungan perdata dengan ayahnya karena anak
tersebut berstatus sebagai anak diluar pernikahan, dan rentannya kekerasan dalam
rumah tangga
Penguasaan Terhadap Harta Bersama Oleh Mantan Suami Pasca Perceraian di Desa Banua Kepayang Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan terhadap harta
bersama yang dikuasai oleh mantan suami di Desa Banua Kepayang Kecamatan
Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Dalam hal ini ketika
terjadi sebuah perceraian maka mengenai harta bersama dikuasai oleh pihak
mantan suami. Seharusnya berdasarkan Kompilasi Hukum Islam Pasal 97
menyebutkan bahwa “Janda atau duda cerai berhak seperdua dari harta bersama
sepanjang tidak ditentukan lain dalam perjanjian perkawinan.”
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris dengan
pendekatan deskriptif kualitatif dan pendekatan sosiologi hukum. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Data yang digali mengenai
gambaran penguasaan harta bersama dan alasan yang melatarbelakangi
penguasaan harta bersama oleh mantan suami pasca perceraian. Sumber data yaitu
informan dengan tiga mantan keluarga. Teknik pengolahan data melalui editing,
kategorisasi, deskripsi, dan matrikasi. Data dianalisis menggunakan teknik
deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan harta bersama dilakukan
oleh mantan suami dengan gambaran harta bersama pada masing-masing kasus
berbeda-beda. Pada kasus pertama harta bersama dikuasai seluruhnya oleh mantan
suami. Pada kasus kedua dan kasus ketiga harta bersama dikuasai hanya sebagian
oleh mantan suami. dengan menjual harta bersama tersebut tanpa membagikannya
kepada mantan istri. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi penguasaan
harta bersama. Pertama, adanya surat perjanjian yang bertandatangan diatas
materai. Kedua, berdasarkan pemahaman mantan suami bahwa mantan suami
merasa lebih berkontribusi dalam menghasilkan harta bersama, adanya nafkah
sehari-hari selama masih menjadi suami istri, nafkah iddah, dan nafkah mut‟ah,
selain itu dikarenakan mantan istri pernah selingkuh dengan laki-laki lain ketika
masih bersatus suami dan istri. Adapun menurut mantan istri dikarenakan adanya
ambisi untuk memenuhi semua keinginan mantan suami seperti membeli mobil
baru, sepeda motor baru, membangun rumah dengan istri baru, dan lain-lain
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Akhlak Al Karimah Peserta Didik di SLB C Negeri Pembina Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat
dan pemerintah untuk membentuk manusia yang beriman, berakhlak mulia dan
berilmu. Era modernisasi menimbulkan perilaku yang menyimpang sehingga
pentingnya mengajarkan mengenai akhlak mulia bagi generasi muda. Setiap anak
berhak mendapatkan hak dalam pendidikan akhlak termasuk anak berkebutuhan
khusus baik dari keluarga, sekolah maupun masyarakat. Anak tunagrahita termasuk
anak berkebutuhan khusus, sehingga dalam upaya membina akhlakul karimah
memerlukan upaya khusus pula. Dalam lingkungan sekolah inilah guru berperan
penting dalam mendidiknya agar mereka dapat berperilaku baik dalam kehidupan
sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan upaya guru pendidikan
agama Islam dan kepala sekolah di SLB C Negeri Pembina Tingkat Provinsi
Kalimantan serta faktor pendukung dan penghambatnya.
Untuk mendeskripsikan upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam
membina akhlak al karimah terhadap peserta didik tunagrahita di SLB C Negeri
Pembina Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Untuk mendeskripsikan faktor
pendukung dan penghambat dalam membina akhlak al karimah oleh guru
pendidikan agama Islam terhadap peserta didik tunagrahita di SLB C Negeri
Pembina Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) dengan
menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah
upaya guru pendidikan agama Islam dan kepala sekolah di SLB C Negeri Pembina
Tingkat Provinsi Kalimantan. Sedangkan objek penelitian ialah upaya guru
pendidikan agama Islam dalam membina akhlakul karimah anak tunagrahita dan
faktor pendukung serta penghambatnya.
Hasil penelitian ini adalah upaya guru pendidikan agama Islam dan kepala
sekolah di SLB C Negeri Pembina Tingkat Provinsi Kalimantan dengan
memberikan nasihat, hadiah dan hukuman bagi peserta didik yang melanggar
aturan. Adapun faktor pendukungnya adalah sarana dan prasarana yang baik dan
memadai sedangkan faktor penghambatnya adalah IQ atau kecerdasan peserta didik
sehingga menjadi tugas seorang guru untuk mendidik dan membina peserta didi
Pendapat Ulama Kota Banjarmasin Mengenai Muruah Sebagai Kriteria Adil Dalam Saksi Nikah
Syaikh Zainuddin Al-Malibari menerangkan beberapa hal yang bisa
menggugurkan muruah yaitu seperti makan dan minum di pasar dan berjalan didalam
pasar dalam keadaan terbuka kepala atau badannya bagi selain orang yang bekerja
dipasar, mencumbu perempuaan yang halal (Istri) didepan orang banyak atau banyak
membuat tertawa orang-orang atau bermain catur atau menari.
Hal inilah yang menjadi permasalahan yang ingin diangkat oleh penulis dimana
muruah sebagai kriteria adil dalam saksi nikah yang tertulis dikitab-kitab klasik terasa
sangat sulit di zaman sekarang. Ditambah lagi penilaian atau kriteria muruah tersebut
itu berbeda-beda disetiap tempat, daerah atau wilayah masing-masing, dan sangat
bergantung pada urf wilayah setempat. Oleh karena itu penulis mencoba untuk
meneliti pendapat atau perspektif ulama di wilayah Kota Banjarmasin mengenai
kriteria muruah di zaman sekarang di mana kefasikan atau kemaksiatan merajalela.
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui persepsi ulama Kota
Banjarmasin mengenai kriteria adil dan muruah dalam saksi nikah. (2) Untuk
mengetahui dasar landasan hukum bagi ulama Banjarmasin mengenai kriteria adil dan
muruah dalam saksi nikah. (3) Untuk mengetahui persepsi ulama Banjarmasin dalam
menyikapi sulitnya mencari saksi adil dan muruah.
Kemudian penelitian ini menggunakan metode hukum empiris yang berarti
penulis langsung ke lapangan untuk mencari dan mengumpulkan data yang sesuai
dengan masalah yang diteliti. Maka dari itu, data yang dimuat menggunakan proses
wawancara terhadap responden di kota Banjarmasin, dan dokumentasi yang digunakan
sebagai bukti bahwa penulis benar dalam memberikan data pada skripsi ini.
Berdasarkan data hasil wawancara yang telah penulis paparkan dan telah
penulis lakukan analisa atasnya, maka dapat disimpulkan bahwa Ada yang berpendapat
mensyaratkan dan adapula yang tidak mensyaratkan. (1) Bertaklid kepada mazhab
Hanafi yang tidak mensyaratkan kriteria saksi adil dan muruah dalam saksi nikah. (2)
Mengikuti pendapat yang lebih ringan yaitu memberi patokan dalam saksi nikah adil
dan muruah tersebut kembali kepada urf setempat. (3) Dicari dalam suatu
perkampungan tersebut yang kefasikan dan ketidakadilan lebih rendah
Positive Thinking dalam Q.S. Al-Baqarah/2: 216 dan Implementasinya dalam Memaknai Hidup (Studi Tafsir Al-Mishbâh Karya M. Quraish Shihab)
Setiap manusia selalu dihadapkan pada persoalan hidup, mulai dari
persoalan dengan diri sendiri, keluarga, teman, lingkungan kerja, maupun
lingkungan masyarakat, yang menimbulkan sebuah perubahan-perubahan hidup
dan sebagian darinya menghasilkan sebuah keputusan yang tidak sesuai dengan
harapan. Sehingga berdampak pada ketidaktepatan dalam memaknai sebuah
peristiwa yang terjadi dalam hidupnya, dan menimbulkan prasangka-prasangka
yang tidak baik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami makna
positive thinking yang terdapat pada Q.S. Al-Baqarah/2: 216 menurut Quraish
Shihab dalam Tafsir Al-Mishbâh, serta implementasinya dalam memaknai sebuah
kehidupan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan
kualitatif, serta dengan menggunakan analisis isi (content analisis) sebagai teknik
analisis data.
Berdasarkan penelitian ini, dapat diketahui bahwa, pada penafsiran M.
Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbâh mengenai Q.S. Al-Baqarah/2: 216, beliau
tidak menjelaskan secara langsung makna dari Positive thinking (husnu al-zhan),
bahkan kata positive thinking itu sendiri tidak terdapat pada penafsiran beliau
tersebut. Akan tetapi, bagaimana kemudian positive thinking itu tercermin dalam
kehidupan, justru terdapat pada penafsiran beliau pada ayat ini. Yaitu dari
pernyataan beliau yang menganjurkan untuk senantiasa menanamkan sikap
tawakal, yakni berserah diri kepada Allah swt, serta senantiasa hidup seimbang,
yaitu selalu optimis ketika ditimpa kesedihan dan tidak larut dalam kegembiraan
ketika diberi kenikmataan hidup yang menjadikannya lupa diri.
Kemudian bagaimana implementasi positive thinking dalam memaknai
hidup pada Tafsir Al-Mishbâh dapat dipahami dari pernyataan beliau yang
menganjurkan untuk senantiasa menanamkan sikap tawakal, yaitu berserah diri
kepada Allah swt, serta senantiasa hidup seimbang, yakni selalu optimis ketika
ditimpa kesedihan dan tidak larut dalam kegembiraan ketika diberi kenikmataan
hidup yang menjadikannya lupa diri. Bukti seseorang ber-positive thinking dalam
penafsiran tersebut yaitu dengan adanya sikap optimisme dan sabar ketika dalam
keadaan yang tidak disenangi, bersyukur ketika dalam keadaan yang disenangi
sehingga tidak menjadikannya lupa diri, serta tawakal berserah diri kepada Allah
dari semua usaha yang dilakukan dan yakin bahwa semua yang terjadi merupakan
atas kehendak Allah dan ketetapan yang terbaik untuk hamba-Nya
Peran Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Banjarmasin dalam Pengawasan Peredaran Produk Makanan Kemasan yang Tidak Mencantumkan Tanggal Kadaluwarsa
Penelitian ini di latar belakangi karena seiring dengan perkembangan dunia
bisnis terlebih bisnis makanan kemasan salah satunya di Kota Banjarmasin,
banyak dari pelaku usaha yang tidak mencamtumkan tanggal kadaluwarsa di
produk makanan kemasan yang ia jual. Pencantuman tanggal kadaluwarsa
menjadi penting dalam Islam karena ini menyangkut kesehatan dan keselamatan
bagi masyarakat yang mengonsumsi makanan tersebut. Lalu memunculkan
pertanyaan bagaimana peran Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) sebagai
lembaga yang memiliki wewenang terhadap pengawasan peredaran produk
makanan kemasan yang tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa. Untuk dapat
menjawab hal tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai Pengawas Obat dan
Makanan (BBPOM) Kota Banjarmasin dalam pengawasan peredaran produk
makanan kemasan yang tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa.
Metode penelitian yang digunakan adalah hukum empiris dengan pendekatan
sisio-legal. Lokasi penelitian ini adalah di Kota Banjarmasin. Adapun teknik
pengumpulan data yaitu wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan untuk
teknik pengolahan data menggunakan teknik koleksi data, reduksi data, penyajian
data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Untuk menganalisis data yaitu
menggunakan deskriptif analisis.
Adapun hasil temuan dari penelitian ini antara lain yaitu, 1). Balai Besar
Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kota Banjarmasin memiliki peran
pengawasan yaitu, Pre Market (pengawasan sebelum beredar) dan Post Market
(pengawasan selama beredar), 2). Kendala dalam pelaksanaan peran Balai Besar
Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) karena keterbatasan Sumber Daya
Manusia (SDM) pegawai dan wilayah pengawasan yang sangat luas. Untuk
pelaku usaha masih banyak yang tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa
karena kurangnya informasi, modal yang minim, produk yang mereka jual habis
sebelum masa kadaluwarsa dan kualitas tinta yang digunakan mudah hilang
PENDAPAT ULAMA MENGENAI PENERIMAAN UJRAH DARI HASIL SEWA MENYEWA RUKO DENGAN BANK KONVENSIONAL DI KOTA BANJARMASIN
Terdapat sewa menyewa ruko oleh bank konvensional, bank konvensional
kegiatan usahanya berdasarkan bunga. Sebagian ulama berpendapat bunga sama
dengan riba, lalu muncul pertanyaan bagaimana hukum dari penerimaan ujrah sewa
menyewa ruko itu. Agar dapat menjawab pertanyaan tersebut maka dilakukan
penelitian dengan menanyakan pendapat ulama mengenai penerimaan ujrah dari
hasil sewa menyewa ruko dengan bank konvensional.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dan
menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan
teknik wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian diolah dan
dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini adalah pertama, Palral ulalmal telalh bersepalkalt balhwa ribal paldal bungal yalng diberikaln dallalm kegialtaln peminjalmaln ualng altalu paldal balnk
konvensionalll hukum ribanyal aldallalh halralm. …Hali oralng-oralng yalng berimaln,
jalngalnlalh kalmu memalkaln ribal dengaln berlipalt galndal daln bertalkwallalh kalmu
kepaldal Alllalh, supalyal kalmu mendalpalt keberuntungaln," (Alli Imron alyalt 130).
Kedua terdapat 3 pendapat ulama mengenai penerimaan ujrah dari hasil sewa
menyewa ruko dengan bank konvensional yakni 1) Dilarang dengan alasan
keterlibatan tolong menolong kepada bank konvensional; 2) Diperbolehkan dengan
alasan rukun dan syaratnya terpenuhi tidak ada masalah menyewakan maupun
menerima uang dari hasil sewaan ruko kepada bank konvensional tersebut dan
sebelum menyewakan ada perjanjian dan itu ridho sama ridho dan sepakat dalam
perjanjian itu bahwa sewa sekian terus setuju dan itu tidak jadi masalah; 3)
Dihindari dengan alasan sebagian hartanya ada yang halal sebagian ada yang haram
atau dari orang yang ada kemungkinan punya harta dari dua jalur yaitu halal dan
haram. Sehingga tidak dapat mengetahui uang sewa itu apakah hasil dari
menghutangkan dengan meminta bunga atau dari usaha lain lalu diserahkan ke
penyewa. Ketiga, dasar hukum pendapat ulama yakni 1) dilarang berdasarkan Q.S.
Al-Maidah/5 [2], 2) diperbolehkan berdasarkan Q.S. An-Nisa/4 [29], 3) dihindari
berdasarkan H.R. Abu Daud dan Baihaqi
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN DIGITAL MARKETING DALAM MEMPERTAHANKAN USAHA ROTI BAKAR PASTRY TWINS DI BANJARMASIN
Penelitian ini bertolak dari pemanfaatan digital marketing yang efektif untuk
mempertahankan dan mengembangkan usaha roti bakar pastry twins. Dengan
pendekatan yang cerdik dan kreatif, dapat memanfaatkan keuntungan-keuntungan
ini untuk menjadikan roti bakar pastry twins sukses bahkan mampu bertahan di
lokasi yang kurang strategis.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan karena memerlukan data yang digali
secara langsung dari sumber datanya. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif
kualitatif dan data yang dikumpulkan berasal dari wawancara dan dokumendokumen yang mendukung temuan penelitian. Data diolah dengan menggunakan
teknik editing dan deskripsi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Pemanfaatan digital marketing
dalam mempertahankan usaha roti bakar pastry twins di Banjarmasin, yaitu sangat
menguntungkan dan efektif untuk membuat usaha roti bakar pastry twins mampu
bertahan hingga 4 tahun bahkan berkembang walaupun lokasinya kurang strategis
tidak ditempat padat umum. Kendala yang dihadapi usaha Roti Bakar Pastry
Twins Banjarmasin dengan mengimplementasikan digital marketing.
Keterbatasan sumber daya, baik dalam hal anggaran maupun personel. Kendala
ini bisa membuat sulit untuk mengelola kampanye digital marketing secara
efektif