IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengembangan Strategi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MAN 2 Kota Banjarmasin
Pengembangan strategi pembelajaran penting untuk dilakukan karena
kurikulum yang dipakai sekarang mengharuskan peserta didik itu aktif dan seorang
guru hanya menjadi fasilitator. Dengan adanya strategi pembelajaran maka
pembelajaran di kelas itu tidak monoton dan suasana jadi menyenangkan. Jika
peserta didik itu aktif maka pembelajaran akan lebih mudah terlaksana sedangkan
peserta didik yang bosan cenderung pembelajaran akan lebih sulit terlaksana dan
dipahami.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan
pengembangan strategi pembelajaran sejarah kebudayaan Islam, implementasi
pengembangan strategi pembelajaran sejarah kebudayaan Islam, dan evaluasi
pengembangan strategi pembelajaran sejarah kebudayaan Islam.
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Subjek
penelitian ini adalah wakamad kurikulum, wakamad sarana dan prasarana, guru
SKI, staf tata usaha, serta peserta didik kelas XII. Adapun objek dalam penelitian
ini adalah pengembangan strategi pembelajaran sejarah kebudayaan Islam Di MAN
2 Kota Banjarmasin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, perencanaan pengembangan
strategi pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di MAN 2 kota Banjarmasin
terlaksana dengan baik. Hal ini berdasarkan pada persiapan-persiapan yang telah
dilakukan guru SKI sebelum memulai pembelajaran, diantaranya membuat modul
ajar, memilih strategi pembelajaran, dan menggunakan fasilitas yang ada. Kedua,
implementasi pengembangan strategi pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di
MAN 2 kota Banjarmasin terlaksana dengan maksimal. Ada tiga tahapan dalam
kegiatan
pembelajaran yang dilakukan oleh guru diantaranya tahap
prainstruksional, instruksional, dan evaluasi dan tindak lanjut. Juga penggunaan dan
penggabungan strategi pembelajaran yang bermacam-macam. Ketiga, Evaluasi
pengembangan strategi pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di MAN 2 kota
Banjarmasin telah terlaksana dengan baik.Ada beberapa komponen yang dilakukan
oleh guru SKI sebagai evaluasi yaitu ulangan harian, ulangan tengah semester
(UTS), ulangan bulanan, tugas harian, dan ulangan akhir semester (UAS)
Pendapat Pegawai Dinas Pencatatan Sipil Kota Banjarmasin Tentang Urgensi Peraturan Surat Pertanggungjawaban Mutlak Bagi Pasangan Nikah Siri Dalam Pembuatan Akta Lahir Anak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat pegawai
Dinas Pencatatan Sipil Kota Banjarmasin tentang urgensi Permendagri
Nomor 9 Tahun 2017, yang mengatur penggunaan Surat Pernyataan
Tanggungjawab Mutlak (SPTJM) sebagai pengganti dokumen yang tidak
tercatat, termasuk untuk pengurusan akta kelahiran anak dari pasangan
nikah siri. Meskipun kebijakan ini memberikan solusi administratif,
penggunaannya menimbulkan ketidakpastian hukum karena bertentangan
dengan Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang
Perkawinan, yang mengharuskan pencatatan perkawinan untuk sah di mata
hukum. Ketidaksesuaian antara peraturan ini berpotensi mengabaikan
prinsip pencatatan perkawinan yang tercatat secara sah. Penelitian ini
bertujuan untuk menggali pandangan Pegawai Dinas Pencatatan Sipil
mengenai latar belakang dan urgensi Permendagri Nomor 9 Tahun 2017
terkait penggunaan SPTJM dalam konteks administrasi kependudukan.
Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan
pendekatan sosiologis untuk mengumpulkan dan menganalisis data.
Dilakukan di Kota Banjarmasin, penelitian ini melibatkan wawancara
terstruktur dengan lima pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil. Data primer diperoleh dari pendapat para pegawai tentang pentingnya
aturan SPTJM bagi pasangan nikah siri dalam pembuatan akta kelahiran
anak. Pengolahan data dilakukan melalui editing, kemudian dianalisis
secara deskriptif untuk mendapatkan kesimpulan yang komprehensif.
Kesimpulannya, pendapat pegawai Dinas Pencatatan Sipil Kota
Banjarmasin
menunjukkan
bahwa
lahirnya
peraturan
Surat
Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) didorong oleh kebutuhan untuk
mengatasi tantangan administratif yang dihadapi oleh pasangan nikah siri,
yang sering kali tidak memiliki dokumen formal seperti buku nikah atau
akta perkawinan. Urgensi SPTJM menuurut pendapat pegawai Dinas
Pencatatan Sipil Kota Banjarmasin adalah untuk memberikan pengakuan
hukum dan mempermudah pembuatan akta lahir anak dari pernikahan siri.
Namun, penggunaannya membawa implikasi kompleks, terutama terkait
hak wari
Pendanaan Pendidikan Pada Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Kalimantan Selatan (Studi Multi Situs Di SMPIT Ukuwah, SMPIT Robbani dan SMPIT Robbani)
Sekolah Islam Terpadu adalah lembaga pendidikan yang memadukan antara kurikulum
umum dengan kurikulum agama. Lembaga ini terus berkembang dan maju seiring
perkembangan masyarakat. Kemajuan dan perkembangannya tidak terlepas dari model
pendanaan. Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang menjadi ciri khas bahwa pendanaannya terkenal
mahal, namun juga bermutu dan berprestasi. Disertasi ini bertujuan untuk menganalisis: (1)
proses anggaran pendanaan pendidikan; (2) besaran anggaran pendanaan pendidikan; dan (3)
model pendanaan pendidikan pada SMPIT Ukhuwah Banjarmasin, SMPIT Nurul Fikri
Banjarmasin dan SMPIT Robbani Banjarbaru.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian pada SMPIT
Ukuwah, SMPIT Robbani dan SMPIT Robbani. Pengumpulan data dari informan, peneliti
menggunakan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi.
Analisis data dengan menggunakan tabel, gambar, dan grafik. Pengecekan keabsahan data
dilakukan dengan memperhatikan kriteria kredibilitas, transferabilitas, ketergantungan dan
konfirmabilitas.
Hasil penelitian ditemukan: Pertama, proses awal dan akhir anggaran pendanaan
pendidikan pada SMPIT Ukhuwah dan SMPIT Nurul Fikri sepenuhnya menjadi kewenangan
pengurus yayasan tanpa melibatkan kepala sekolah dan bendahara sekolah. Sedangkan proses
akhir pendanaan pendidikan pada SMPIT Ukhuwah dan SMPIT Nurul Fikri merupakan
laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran oleh kepala sekolah dan bendahara kepada
pengurus yayasan dan auditor internal. Adapun pertanggungjawaban yayasan Ukhuwah setiap
akhir tahun diaudit auditor internal dan auditor eksternal. Pihak yayasan Robbani pada proses
awal dan akhir pendanaan pendidikan telah melibatkan kepala sekolah dan bendahara sekolah
serta pengurus POMG. Sehingga proses pendanaan pendidikan pada SMPIT Robbani lebih
demokratis dibandingkan proses pendanaan pada SMPIT Ukhuwah dan SMPIT Nurul Fikri,
namun secara akuntabilitas yayasan Ukhuwah menggunakan jasa ukuntan tidak hanya internal,
tetapi juga eksternal. Berbeda dengan yayasan Nurul Fikri dan yayasan Robbani hanya audit
internal. SMPIT Nurul lebih sosialis dibanding SMPIT Ukhuwah dan SMPIT Robbani, karena
pernah menggratiskan dua peserta didik berstatus yatim piatu dan mendiskon 87,5 % uang
pembangunan kepada alumnus SDIT Nurul Fikri yang melanjutkan ke SMPIT Nurul Fikri.
Kedua, besaran anggaran pendanaan pendidikan SMPIT Ukhuwah lebih besar
dibandingkan SMPIT Robbani dan SMPIT Nurul Fikri, SMPIT Robbani lebih besar
dibandingkan SMPIT Nurul Fikri. Komponen input pendanaan SMPIT Ukhuwah dan SMPIT
Robbani lebih bervariasi dibandingkan SMPIT Nurul Fikri. Hal ini menandakan bahwa SMPIT
Ukhuwah dan SMPIT Robbani lebih kreatif dan agresif dalam proses pendanaan pendidikan.
Secara filosofis SMPIT Ukhuwah, SMPIT Nurul Fikri dan SMPIT Robbani lebih sejalan
dengan filsafat pragmatisme.
Ketiga, model pendanaan yang ditemukan adalah model BOS dan model privat cost serta
model usaha yayasan. Ketiga model pendanaan tersebut disederhana dengan istilah “model
kolaboratif belah ketupat” sesuai dengan regulasi tentang pendanaan pendidikan di Indonesi
Hukum Membuat Seni Rupa Action figure : Studi Komparatif Imam Munawi Dan Wahbah al-Zuhaili
Seiring perkembangan zaman seni rupa mengalami kemajuan yang pesat dari
seni lukis, seni patung hingga action figure yang termasuk seni dengan barang
produksi bernilai tinggi. Sehingga action figure di sini bisa disamakan dengan
patung. Dalam hal ini Permasalahan yang muncul dalam seni patung, seni lukis, dan
gambar muncul ketika subjeknya adalah makhluk hidup, seperti manusia dan hewan
karena adanya hadits yang melarang penciptaan gambar, baik gambar dua dimensi
maupun tiga dimensi. Dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat dikalangan para
ulama kontemporer. Penulis tertarik pada dua ulama yaitu Imam Munawi dan
Wahbah al-Zuhaili, yang mempunyai pandangan yang berbeda tentang hukum
membuat seni rupa action figure. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan
menganalisis pandangan kedua ulama terhadap hukum membuat seni rupa action
figure.
Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan yang
mengandalkan sumber-sumber literatur untuk memperoleh pemahaman hukum
normatif. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk melakukan
analisis perbandingan.
Peneliti menemukan bahwa kedua ulama tersebut memiliki perbedaan
pendapat tentang hukum membuat seni rupa action figure, namun sama-sama
mengharamkan membuat patung makhluk hidup yang menyerupai manusia atau
hewan secara realistis, karena berdasarkan ‘illat yang sama yaitu menyerupai
makhluk ciptaan Allah. Adapun pendapat Imam Munawi cenderung membolehkan
pembuatan patung atau action figure yang tidak memiliki bentuk nyata atau makhluk
fiktif yang tidak ada serupa dalam ciptaan Allah. Dengan syarat tidak ada niat
menyaingi atau menandingi ciptaan Allah atau tujuan yang mengarah pada
kemusyrikan. Sementara itu Wahbah al-Zuhaili lebih ketat dalam pandangannya,
melarang segala jenis pembuatan patung atau gambar berbayang dari makhluk hidup,
baik realistis maupun tidak, karena dengan alasan menutup jalan kemusyrikan (Sadd
al-dzarȃ’i). Namun dibolehkan pepohonan atau benda-benda lain yang dibuat oleh
manusia dan tidak bernyaw
Toleransi Beragama dalam Konten Log In pada Bulan Ramadan Tahun 2023 di Channel YouTube Deddy Corbuzier (Studi Analisis Wacana)
Toleransi dapat dipahami sebagai sikap terbuka, lapang dada, sukarela, dan
lembut dalam menerima perbedaan. Toleransi antar umat beragama tidak dapat
diabaikan dalam menjalani kehidupan karena Tuhan senantiasa mengingatkan kita
akan keragaman manusia, baik dilihat dari sisi agama, suku, warna kulit, adat
istiadat, dan lain sebagainya. Banyaknya tantangan mewujudkan toleransi seperti
sering terjadinya konflik yang berpotensi untuk memecah belah, saling klaim
kebenaran, berkembangnya tingkat kekerasan yang mengatasnamakan agama, dan
lainnya menjadikan realitas kehidupan beragama yang saling mencurigai, tidak
percaya, dan hidup dalam ketidakharmonisan.
Dalam penelitian ini peneliti akan menyajikan pemahaman tentang pesan
dan nilai toleransi beragama yang didapat dari konten podcast yang tayang selama
bulan Ramadan tahun 2023 milik salah satu channel YouTube. Nama dari konten
tersebut yaitu Log In. Selain masih belum ada penelitian yang meneliti konten ini,
konten ini juga dapat menambah ilmu khususnya tentang toleransi beragama. Hal
tersebut terlihat jelas dari para pembicara di dalam konten ini yang walaupun
mereka menganut agama berbeda, namun mereka tetap selaras dalam berdiskusi
dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tanpa menyinggung atau merendahkan yang
lain. Konten ini tidak hanya menjadi tontonan semata tetapi juga memiliki nilai
tuntunan pada masyarakat.
Adapun metode penelitian dalam skripsi ini menggunakan studi analisis
wacana model Teun A. Van Dijk untuk menganalisis konten video. Studi analisis
wacana dimaksudkan sebagai suatu analisis untuk mengurai maksud dan makna
tertentu. Pengungkapan itu dilakukan dengan menempatkan diri pada posisi
pembicara dengan penafsiran mengikuti struktur makna dari pembicara. Model
Teun A. Van Dijk mengelaborasi elemen-elemen wacana sehingga bisa
diaplikasikan secara praktis. Selain itu, untuk memudahkan peneliti mengetahui
pesan dan nilai toleransi beragama dari konten Log In. Sumber data primer
penelitian ini diperoleh dari sumber media yang berupa hasil pengamatan dialog
dalam konten Log In pada bulan Ramadan tahun 2023 di channel YouTube Deddy
Corbuzier. Sementara sumber data sekunder penelitian ini berupa buku mengenai
toleransi beragama, catatan, data yang telah ada, atau arsip baik yang
dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan.
Setelah dilakukan penelitian dan menganalisis data-data terkait, ditemukan
hasil bahwa konten Log In menyajikan banyak pesan-pesan positif tentang
perdamaian dan keberagaman. Di antara nilai toleransi beragama yang terlihat jelas
dalam konten Log In ini yaitu pentingnya rasa saling menghormati antar umat beragama, pentingnya sikap menghargai perbedaan keyakinan tanpa merendahkan
satu sama lain, serta pentingnya dialog antar agama sebagai sarana untuk
memahami dan mempererat hubungan antar umat beragama. Selain nilai toleransi,
konten Log In juga memperlihatkan adanya nilai empati dan keadilan dengan
memberikan kesempatan yang sama untuk berekspresi kepada semua pihak tanpa
diskriminasi. Selain itu, konten Log In juga memperlihatkan nilai keberanian
dengan lugas menyuarakan pesan perdamaian di tengah masyarakat majemuk yang
mungkin masih rentan terhadap konflik perpecahan. Nilai-nilai dalam konten Log
In diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi penontonnya untuk
lebih membuka pikiran, menghargai perbedaan, dan memperjuangkan perdamaian
dalam keberagaman
Gambaran Motivasi Kerja Karyawan PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) Banjarmasin
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, peran sumber daya
manusia (SDM) menjadi sangat penting bagi kesuksesan perusahaan, karena
karyawan merupakan aset utama dalam organisasi. Namun, masalah motivasi kerja
karyawan tetap menjadi tantangan yang sering ditemui, yang dapat mempengaruhi
kinerja dan produktivitas secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi
manajemen untuk menjaga dan mengetahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan
motivasi kerja karyawannya. Motivasi berkaitan dengan alasan yang mendorong
seseorang untuk berperilaku tertentu, yang dipengaruhi oleh faktor intrinsik
maupun ekstrinsik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan motivasi kerja
dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan di PT
PKSS Banjarmasin, merupakan sebuah perusahaan penyedia jasa dan tenaga kerja.
Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Subjek penelitian terdiri dari 5 karyawan, dengan karakteristik menunjukkan gejala
rendahnya motivasi kerja. Sedangkan, objek penelitian yaitu motivasi kerja
karyawan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan
dokumentasi. Kemudian, data tersebut dibandingkan untuk mengevaluasi
kesesuaian atau perbedaan yang muncul di antara ketiganya. Data dianalisis melalui
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan
keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber, yaitu dengan
memanfaatkan berbagai sumber data yang berbeda untuk memverifikasi temuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima subjek memiliki pandangan
berbeda terkait motivasi kerja. Pada aspek competence dua subjek merasakan
adanya kesempatan untuk pengembangan karier, sementara tiga lainnya tidak
menjadikan jabatan sebagai tujuan utama berada di perusahaan. Namun, mereka
sepakat bahwa pelatihan dan peningkatan keterampilan berperan penting dalam
meningkatkan semangat dan motivasi kerja serta rasa percaya diri dalam aktivitas
pekerjaan. Pada aspek relatedness, kelima subjek sepakat bahwa hubungan
interpersonal yang positif dan dukungan dari rekan kerja mempengaruhi motivasi
mereka. Di sisi lain, pada aspek autonomy, kemampuan untuk mengontrol perilaku
dan hubungan yang baik dengan rekan serta atasan juga berperan penting dalam
menciptakan kenyamanan di tempat kerja. Faktor eksternal seperti lingkungan kerja
dan kebutuhan hidup menjadi pendorong utama motivasi kerja, beberapa subjek
menyebutkan faktor tambahan seperti gaji, budaya organisasi, tuntutan sosial, dan
reward. Faktor internal, seperti keinginan untuk memajukan perusahaan dan
membantu orang lain, juga berperan dalam memotivasi karyawan. Secara
keseluruhan, faktor eksternal, terutama lingkungan kerja dan kebutuhan hidup,
menjadi faktor dominan yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan di
perusahaan in
الضمائر في اللغة العربية واللغة البنجرية في ترجمة القرآن الكريم باللغة البنجرية (دراسة تحليلية نقدية في سورة مريم) = Kata Ganti dalam Bahasa Arab dan Bahasa Banjar dalam Al-Qur’an Terjemah Bahasa Banjar (Studi Analisis Kritis pada Surah Maryam)
قدمت الباحثة رسالة الماجستير عن الضمائر في اللغة العربية واللغة البنجرية في ترجمة القرآن الكريم باللغة البنجرية (دراسة تحليلية نقدية في سورة مريم). أما المشكلة في هذه رسالة الماجستير هي كيف إعراب الضمائر في سورة مريم؟ كيف ترجمة الضمائر في سورة مريم عند ترجمة القرآن الكريم باللغة البنجرية من لجنة المترجمين بجامعة أنتساري الإسلامية الحكومية؟. وأما الهدف لإعراب الضمائر التي توجد في سورة مريم ولتحليل ترجمة الضمائر في سورة مريم عند ترجمة القرآن الكريم باللغة البنجرية من لجنة المترجمين بجامعة أنتساري الإسلامية الحكومية.
ومنهج البحث هو "البحث المكتبي" بتحليل المضمون بمنهج التحليلية النقدية لـ "Van Dijk". أما نتائج هذه رسالة الماجستير تدل أنّ هناك الضمير المتصل والمنفصل والمستتر وجوبا وجوازا في محل رفع فاعل ونائب الفاعل ومبتدأ واسم كان وتوكيد وفي محل نصب مفعول به واسم إنّ وفي محل خفض مضاف إليه ومجرور بحرف جر وعددها ٤٠٤ ضميرا. وفي هذه السورة تتضمن الضمائر المتنوعة وهي: ضمير المتكلم تترجم بـ"aku"، "ulun"، "kami"، و "kita" باللغة البنجرية و "Aku, -ku, Kami" باللغة الإندونيسية. وضمير المخاطب تترجم بـ"ikam"، و "pian" باللغة البنجرية و "Engkau, kamu" باللغة الإندونيسية. والضمير الغائب تترجم بـ"inya"، "sidin"، و "buhanya/bubuhannya" باللغة البنجرية و " Dia, -Nya, mereka" باللغة الإندونيسية. وبعض ترجمة باللغة البنجربة، تترجم ضمير المتكلم وحده بـ "aku" و "ulun" عند التكلم مع الإله، وتترجم الضمائر للغائب بـ "sidin" لإبراهيم عليه السلام، وتترجم ضمير الجمع للغائب بـ "buhannya" و "bubuhannya". وفي ترجمة الضمائر باللغة الإندونيسية، يستخدم ضمير المخاطب "Engkau" خاصا للتكلم أو التخاطب مع الإله. وفي بعض الآيات تترجم الضمائر بالمعنى المقصود
Pengaruh Persepsi Kemudahan, Kegunaan, dan Risiko Terhadap Penggunaan Mobile Banking Syariah pada Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin
Penelitian ini bersumber dari perkembangan kemajuan di bidang teknologi
yang dipadukan dengan perkembangan dunia perbankan. Perbankan syariah
mengeluarkan produk jasa berbentuk digital dengan nama mobile banking. Penulis
ingin mengkaji lebih dalam untuk mengetahui tingkat persepsi mahasiswa UIN
Antasari Banjarmasin dalam penggunaan mobile banking syariah, ditinjau dari
persepsi kemudahan, kegunaan dan risiko terhadap mobile banking.
Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif, dengan fokus
penelitian pada pengaruh secara simultan (F) dan parsial (t). Data dianalisis
meliputi uji instrumen, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji hipotesis,
dan uji koefisien determinasi (R2
). Populasi penelitian adalah semua mahasiswa
aktif UIN Antasari Banjarmasin yang menggunakan mobile banking syariah.
Sampel penelitian diambil secara proporsional sampling yang berjumlah 99
mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner, lalu dianalisis
menggunakan Program SPSS versi 25.
Hasil penelitian bahwa, faktor persepsi kemudahan, kegunaan dan risiko
berpengaruh secara simultan terhadap penggunaan mobile banking syariah pada
mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin (Fhitung > Ftabel / 78,701 > 2,70, sig. 0,000).
Faktor persepsi kegunaan dan risiko berpengaruh secara parsial terhadap
penggunaan mobile banking syariah pada mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin
(nilai thitung > ttabel). Faktor persepsi kemudahan tidak berpengaruh secara parsial
terhadap penggunaan mobile banking syariah pada mahasiswa UIN Antasari
Banjarmasin (nilai thitung < ttabel)
Manajemen Keuangan Pelaku UMKM di Kota Banjarbaru (Studi pada Nasabah Yang Melakukan Pembiayaan di Bank Syariah Indonesia)
Kemampuan UMKM dalam menciptakan lapangan kerja serta menyerap
tenaga kerja sangat membantu program pemerintah dalam mengurangi
kemiskinan. Namun adanya persaingan dunia usaha yang semakin kompetitif,
maka UMKM harus bersaing dengan unit usaha lain yang pengelolaannya lebih
baik, terutama dalam manajemen keuangannya. Dalam usaha yang dijalankan
pasti memerlukan dana, sehingga pelaku UMKM meminjam dana di bank. Oleh
karena itu, pelaku UMKM harus memanajemen keuangannya dengan baik agar
kredit pembiayaannya tidak macet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
manajemen keuangan pelaku UMKM di Kota Banjarbaru, dan kendala dalam
manajemen keuangan pelaku UMKM di kota Banjarbaru.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
memakai pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan hasil
wawancara dan dokumentasi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, pelaku usaha mikro kecil dan
menengah (UMKM) di kota Banjarbaru telah menerapkan perencanaan keuangan,
namun pelaksanaan dan pengendalian belum diterapkan dengan baik. Hal tersebut
dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai manajemen keuangan pada pelaku
usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Banjarbaru. Kedua, kendala
yang dihadapi oleh pelaku UMKM warung makan dan usaha pakaian jadi yaitu
kurangnya pengetahuan pelaku UMKM mengenai manajemen keuangan dan
manajemen keuangan syariah, sehingga beliau tidak melakukan pencatatan
pengeluaran dan pemasukan dari hasil usahanya