IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Analisis Dakwah Ustadzah Nur Zahra dalam Memberikan Motivasi Keagamaan di Majelis Taklim Bidh’atul Mustafa Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dakwah yang dilakukan oleh Ustadzah Nur
Zahra efektif dalam meningkatkan motivasi keagamaan jama'ah, dengan
memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai makna hidup, kesabaran
dalam menghadapi cobaan, serta pentingnya memperkuat hubungan dengan Allah.
Penggunaan bahasa yang mudah dipahami, serta suasana yang nyaman dan penuh
kasih sayang, menjadi faktor utama dalam keberhasilan dakwah tersebut. Oleh
karena itu, dapat disimpulkan bahwa pendekatan dakwah yang lembut dan penuh
kasih sayang sangat berpengaruh dalam meningkatkan motivasi keagamaan dan
memperdalam pemahaman Islam di kalangan jama'ah Majelis Taklim Bidh'atul
Mustafa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan
dakwah Ustadzah Nur Zahra dalam memberikan motivasi keagamaan di Majelis
Taklim Bidh’atul Mustafa dan apa saja faktor pendukung keberhasilan Ustadzah
Nur Zahra dalam memberikan motivasi keagamaan di Majelis Bidh’atul Mustafa
Banjarmasin.
Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan
kualitatif deskriptif. Peneliti melakukan wawancara kepada Ustadzah Nur Zahra,
panitia dan jamaah di Majelis Bidh’atul Mustafa Banjarmasin. Peneliti juga
melakukan observasi dan dokumentasi untuk menggali data yang terkait dengan
analisis dakwah Ustadzah Nur Zahra dalam memberikan motivasi keagamaan di
Majelis Bidh’atul Mustafa Banjarmasin.
Hasil penelitian ini yaitu metode dakwah Ustadzah Nur Zahra dalam memberikan
motivasi keagamaan di majelis ini terdiri dari empat metode utama. Keempat
metode dakwah bil-hal (dakwah dengan perbuatan), dakwah bil qishah (dakwah
melalui cerita atau kisah), mau'izhah (nasehat yang disampaikan dengan lemah
lembut), dan tanya jawab. Jenis motivasi ada lima yaitu kebutuhan fisiologis,
kebutuhan keamanan, kebutuhan dimiliki dan cinta, kebutuhan harga diri dan
kebutuhan aktualisasi diri. Adapun faktor-faktor yang mendukung keberhasilan
dakwah Ustadzah Nur Zahra dalam menyampaikan motivasi keagamaan di majelis
tersebut terbagi menjadi dua yaitu faktor internal (Kemampuan Komunikasi yang
Baik, Keikhlasan dalam Dakwah, Kedalaman Pemahaman Agama) dan faktor
eksternal (Dukungan lingkungan, Keterlibatan Jamaah, Sarana dan Prasarana, dan
Penghargaan)
Bimbingan Keagamaan dalam Meningkatkan Solidaritas Remaja Desa Tanah Habang Kiri Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh bimbingan keagamaan pada remaja
desa Tanah Habang Kiri yang melaksanakan kegiatan bimbingan untuk
terbentuknya remaja yang memiliki soidaritas yang tinggi, agamis dan memiliki
kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Peran remaja di tengah masyarakat
sangatlah penting untuk membentuk karakter manusia manusia berakhlakul
karimah dimasa yang akan datang. Rumusan masalah: bagaimana bentuk
bimbingan keagamaan dalam meningkatkan solidaritas remaja di desa Tanah
Habang Kiri, dan apa saja faktor penunjnagn dan penghambat bimbingan
keagamaan pada remaja. Tujuan dari penelian ini adalah untuk mengetahui bentuk
bimbingan serta apa saja faktor penunjnag dan penghambat dalam bimbingan
keagamaan pada remaja desa Tanah Habang Kiri.
Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian lapangan. Pada
penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini
adalah ustaz yang memberikan bimbingan dan remaja yang terbimbing. Objek
dari penelitian ini adalah bimbingan keagamaan pada remaja dalam meningkat
solidaritas di desaTanah Habang Kiri. Teknik dalam mengumpulkan data yang
digunakan adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk
menganalisis data peneliti menggunakan model analisis interaktif Miles and
Huberman yaitu dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian an
penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bentuk bimbingan
keagamaan dalam meningkatkan solidaritas remaja di desa Tanah Habang Kiri
diantaranya majlis ta’limyang dilaksnakan pada setiap malam kamis di musholla
desa, pembacaan burdah pada malam jum’at di rumah-rumah warga, kegiatan
tahunan dalam rangka peringatan hari besar islam. faktor penunjang dalam
kegiatan yaitu semangat belajar dari remaja, dukungan dari orang tua, dukungan
mayarakat serta sarana dan prasarana. Faktor penghambat diantaranya adalah
adanya kegiatan diluar bimbingan keagamaan, cuaca, dan dana untuk kegiatan
Pendistribusian Gas LPG 3 kg Pada Pangkalan di Kelurahan Surgi Mufti Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam
Pangkalan berperan penting dalam distribusi LPG 3 kg untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat. Namun, distribusi menghadapi tantangan seperti
kelangkaan dan perbedaan harga dengan HET, sehingga menimbulkan keresahan
bagi masyarakat yang bergantung pada LPG untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam
Islam, distribusi yang adil dan merata penting untuk mencegah ketimpangan
ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendistribusian LPG 3 kg dan
tinjauan etika bisnis Islam terhadap pangkalan di Kelurahan Surgi Mufti
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 14 pengelola
pangkalan LPG 3 kg di Kelurahan Surgi Mufti. Untuk mendapatkan data yang
diperlukan, maka peneliti melakukan wawancara mendalam kepada pengelola
pangkalan, kemudian data yang diperoleh diolah dengan teknik editing, deskripsi
dan di analisis untuk mendapatkan kesimpulan.
Hasil penelitian ini Pertama, pangkalan mendistribusikan LPG 3 kg melalui
dua saluran, langsung ke masyarakat, dan tidak langsung yaitu melalui pengecer,
hal ini meyebabkan harga di konsumen akhir lebih tinggi dari HET. Selain itu, perlu
koordinasi yang baik antar pihak yang terkait dalam rantai distribusi untuk menjaga
kelancaran distribusi dan tepat sasaran. Kedua, pangkalan belum sepenuhnya
menerapkan prinsip etika bisnis Islam, ditandai dengan masih ada yang menjual di
atas HET karena biaya operasional dan tidak membuat laporan penjualan
sebagaimana mestiny
Identifikasi Permasalahan Siswa Dari Keluarga Broken Home Di SMP Negeri 23 Banjarmasin
Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik,
baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang
secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial,
kemampuan belajar, dan perencanaan karier. Skripsi ini bertujuan untuk
mengetahui masalah masalah yang dialami oleh siswa, mengetahui dampak yang
terjadi serta perkembangan siswa dari keluarga broken home di SMP Negeri 23
Banjarmasin.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
deskriptif kualitatif, subjek penelitian ini yaitu 12 siswa dari keluarga broken home
peneliti mencari dan mengidentifikasi permasalahan siswa. Teknik pengumpulan
data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis
data ada reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Masalah masalah yang dialami siswa dari keluarga broken home tidak
sedikit menyebutkan bahwa merasakan kesepian, kurangnya perhatian dari orang
tua, masalah ekonomi dan perasaan yang emosional dan sensitif terhadap keluarga
yang utuh dan lengkap. Dampak negatif yang dialami siswa dari keluarga broken
home juga ada seperti trauma, stress dan kurang termotivasi dalam belajar, dan
kurang bergaul dengan teman. Walaupun begitu mereka tetap bisa menangani nya
karena dukungan dari orang yang mengasuh di rumah dan guru serta teman selalu
mendukung dan memberikan motivasi tanpa membeda bedakan dengan siswa yang
lainy
Efektivitas Metode Question Student Have Terhadap Interpretasi Peta Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV di Mi Siti Mariam Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi karena permasalahan yang terjadi dalam
interpretasi peta, yaitu rendahnya nilai pembelajaran materi peta dan
komponennya, siswa kesulitan membedakan antar komponen dan seringkali segan
untuk mengajukan pertanyaan mengenai hal yang belum dipahami. Metode yang
digunakan oleh guru dalam pengajaran seringkali menggunakan metode ceramah
dan tidak bervariasi sehingga siswa menjadi pasif dalam pembelajaran. Maka dari
itu, perlu adanya metode yang dapat meningkatkan keaktifan siswa. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode question student
have terhadap interpretasi peta siswa pada mata pelajaran IPAS Kelas IV A di Mi
Siti Mariam Banjarmasin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan
metode eksperimen jenis pre-eksperimen. Sampel dalam penelitian ini sebanyak
18 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik
pengumpulan data menggunakan instrumen tes, observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis statistik
deskriptif dan inferensial. Pengujian hipotesis menggunakan uji wilcoxon dan uji
N-Gain dengan bantuan SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan interpretasi peta siswa
sesudah menggunakan metode question student have terhadap interpretasi peta
siswa pada mata pelajaran IPAS Kelas IV A di Mi Siti berada pada kategori
“Baik” dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 83,33. Nilai tersebut
menunjukkan peningkatan dari sebelum menggunakan metode question student
have yaitu sebesar 39,44 dengan kategori “Perlu Bimbingan”. Hasil uji wilcoxon
memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 yang artinya terdapat perbedaan
signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan metode question student
have. Adapun hasil uji N-Gain tingkat efektivitasnya berada pada kategori
“Tinggi” dengan perolehan nilai 0,721. Berdasarkan hasil tersebut dapat
disimpulkan bahwa metode question student have efektif dalam meningkatkan
kemampuan interpretasi peta siswa kelas IV A MI Siti Mariam Banjarmasi
Fenomena Childfree Di Masyarakat Dalam Tinjauan Maqashid Syariah Dan Hak Asasi Manusia
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena Childfree yang sekarang ini
mulai muncul di Indonesia, fenomena Childfree ini masih dianggap tidak biasa oleh
masyarakat dan sempat menjadi topik pembicaraan hangat. Pilihan hidup untuk
Childfree terkadang sering mendapat stigma negatif dari masyarakat, khususnya di
negara berkembang seperti Indonesia ini. Hal ini tidak lepas dipengaruhi oleh
norma-norma sosial dan agama yang melekat dalam kehidupan masyarakat kita ini.
Mayoritas masyarakat Indonesia memandang pernikahan sebagai salah satu cara
untuk melanjutkan penerus keluarga. Oleh karena itu konsep menikah tanpa
keinginan memiliki keturunan atau Childfree dianggap agak menyimpang dari
norma sosial yang berlaku pada umumnya di negara ini. Oleh sebab itu penulis ingin
meneliti lebih lanjut mengeanai fenomena Childfree dari sudut pandang Maqashid
Syariah dan Hak Asasi Manusia.
Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif. Jenis penelitian
yang digunakan untuk menulis skripsi ini adalah penelitian kepustakaan (library
research). Maka dari itu sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal
dari bahan-bahan tertulis yang mempunyai relevansi dengan permasalahan
penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
analisis (analitycal approach).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya jika kita lihat dari sudut
pandang Maqashid Syariah dapat disimpulkan bahwa keputusan untuk menikah
tanpa anak atau childfree itu tidak selaras dengan Maqashid Syariah sebab
bertentangan dengan salah satu tujuan atau maqashid dari perkawinan itu sendiri
yakni memiliki atau menjaga keturunan (hifẓ an-nasl). Rasulullah Saw sangat
menyukai umatnya yang menikah dan bangga apabila umatnya memperbanyak
keturunan. Sedangkan menurut pandangan Hak Asasi Manusia hal ini
diperbolehkan untuk diikuti. Prinsip-prinsip hak asasi manusia menyatakan bahwa
setiap orang berhak atas kesetaraan, tanpa memandang latar belakang kehidupan
mereka. Jika kita lihat persamaan antar keduanya ini maka dalam konteks Maqashid
Syariah, meskipun ada penekanan pada keturunan, Islam juga memberikan ruang
bagi individu untuk membuat keputusan dalam batasan syariat. Jadi, ada
fleksibilitas dalam hal ini. Sedangkan HAM lebih menjunjung hak individu untuk
memilih gaya hidup mereka sendiri, termasuk keputusan mengenai memiliki anak
atau tidak, tanpa campur tangan atau diskriminasi dari pihak lai
Pengembagan Handout Berbasis Contextual Teaching And Learning (CTL) pada Materi Sistem Periodik Unsur Kelas X MA Irtiqaiyah Banjarmasin
Salah satu masalah dalam pembelajaran kimia adalah keterbatasan bahan ajar
dan metode pembelajaran yang monoton. Hasil wawancara dengan guru kimia
menyatakan bahwa bahan ajar masih menggunakan buku paket yang dibagikan
Kemdikbud. Akibatnya, peserta didik menjadi jenuh dan kurang tertarik untuk
membaca kembali materi yang telah dipelajari, dan pengajaran yang terlalu
terfokus pada ceramah atau latihan tertulis tanpa adanya variasi dalam metode
pembelajaran. Berdasarkan kondisi tersebut pengembangan handout berbasis
CTL diharapkan sebagai solusi untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik
dalam proses pembelajaran, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan
kemampuan komunikasi peserta didik dengan menggunakan konteks dan situasi
kehidupan sehari-hari peserta didik akan merasa lebih terlibat dan tertarik dalam
materi pembelajaran. Tujuan penelitian (1) mengetahui validitas handout berbasis
CTL dan (2) mengetahui respon guru dan peserta didik terhadap kepraktisan
handout berbasis CTL pada materi sistem periodik unsur kelas X MA Irtiqaiyah
Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development
(R&D) dengan model pengembangan Analysis, Design, Development,
Implementaion, and Evaluation (ADDIE). Data diperoleh berupa data kualitatif
dan data kuantitatif yang didapatkan dari hasil instrumen penelitian berupa lembar
penilaian validitas yang diisi oleh ahli materi dan ahli media selaku validator, dan
lembar angket kepraktisan yang diisi oleh 1 orang guru kimia dan 13 orang peserta
didik kelas X MA Irtiqaiyah Banjarmasin. Teknik pengumpulan data yang
digunakan yaitu: (1) wawancara, (2) angket, dan (3) dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) validitas handout oleh ahli materi
memperoleh rata-rata persentase 87%, dengan kriteria "sangat layak", sedangkan
validitas oleh ahli media memperoleh rata-rata persentase 95%, juga dengan
kriteria "sangat layak"; (2) uji kepraktisan menunjukkan bahwa respon guru
mendapatkan rata-rata persentase 92%, dengan kriteria "sangat praktis", dan
respon peserta didik memperoleh rata-rata persentase 89%, dengan kriteria
"sangat praktis". Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa handout
berbasis CTL yang dikembangkan memiliki validitas dan kepraktisan yang sangat
baik, sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran kimia
Nilai Moral Dalam Film ‘‘Budi Pekerti’’ Karya Wregas Bhanuteja Perspektif Etika Pragmatisme William James
Moralitas adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia dalam
bertindak dan mengambil keputusan. Dalam konteks kehidupan modern, media
khususnya film, memiliki pengaruh dalam membentuk sikap, pandangan, dan nilai
masyarakat. Film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media
menyampaikan nilai-nilai, termasuk nilai moral, baik melalui narasi, karakter,
maupun alur cerita. Penelitian ini mengkaji nilai moral dalam film ‘‘Budi Pekerti,’’
film ini menggambarkan situasi sosial yang akrab dalam kehidupan sehari-hari,
seperti tekanan sosial, pengaruh media sosial, konflik keluarga, serta hubungan
guru dan murid.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan nilai moral dalam film
‘‘Budi Pekerti,’’ serta memahami nilai moral tersebut melalui konsep-konsep etika
pragmatisme, seperti konsekuensi praktis, belief atau keyakinan, kehendak bebas
dan klaim moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif-analitik.
Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat lima nilai moral dalam film
‘‘Budi Pekerti’’ di antaranya, yaitu: tanggung jawab (4 adegan dialog),
menegakkan keadilan (2 adegan dialog), kejujuran (1 adegan dialog), solidaritas (1
adegan dialog), serta menghormati dan menjaga privasi individu (3 adegan dialog).
Para tokoh dalam film, membuat keputusan dan melakukan tindakan berdasarkan
keyakinan yang terbentuk dari pengalaman, kemudian juga memiliki kehendak
bebas untuk bertindak tanpa terikat pada aturan tertentu. Mereka juga memilih
keputusan yang dianggap paling bermanfaat dan mengklaim keputusan mereka
benar berdasarkan konsekuensinya. Nilai moral dalam film ‘‘Budi Pekerti’’ sejalan
dengan etika pragmatisme William James, di mana keputusan dan tindakan
didasarkan pada pengalaman, keyakinan, dan kehendak bebas yang mengutamakan
hasil yang bermanfaat. Namun, ada juga nilai moral yang tidak menghasilkan
manfaat dan menimbulkan konflik, seperti yang ada pada nilai moral kejujuran dan
menegakkan keadilan. Meskipun demikian, keputusan dan tindakan para tokoh
telah didasari oleh keyakinan, kehendak bebas dan klaim moral akan sesuatu yang
baik dalam etika pragmatism
Hukum Salat Istisqa Menurut Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafii
Salat istisqa merupakan salah satu bentuk ibadah dalam Islam yang
dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di saat
kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan salat istisqa di
kalangan Muslim, serta dampaknya terhadap kesadaran masyarakat dalam
menghadapi krisis air. Penulis tertarik kepada dua mazhab besar yaitu Mazhab
Hanafi dan Mazhab Syafii yang mempunyai pandangan berbeda terkait Hukum
Salat Istisqa pada Ketika mengalami kekeringan air. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui, mengkaji dan menganalisis pandangan dan metode istinbath kedua
mazhab pada permasalahan ini.
Penelitian ini masuk ke dalam kategori penelitian Hukum Normatif yang
mengandalkan sumber-sumber kepustakaan untuk mendapatkan pemahaman
hukum normatif. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk melakukan
analisis perbandingan.
Hasil penelitian ini mendapati bahwa kedua mazhab ini memiliki
pandangan yang berbeda tentang Hukum Salat Istisqa meskipun sama-sama
memakai dalil hadis yang sahih, Mazhab Hanafi berpendapat bahwa salat istisqa
hukumnya boleh hadis yang di pakai dari Syarik bin Abdullah namun, ada
perbedaan pendapat pada mazhab ini yang mengatakan bahwa salat istisqa
hukumnya sunah. Kemudian, pendapat dari Mazhab Syafii yaitu sunah berdasarkan
dalil hadis dari Abbad bin Tamim dari pamanny
Gambaran Kemandirian Anak Autis Melalui Program Bina Diri Di Sekolah Dasar Islam Al Madani Kota Banjarbaru
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kemandirian
anak autis melalui program bina diri, yang dirancang untuk membantu mereka
menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri. Sekolah Dasar Islam Al Madani
Kota Banjarbaru, sebagai sekolah inklusi, telah menerapkan program ini dengan
pendekatan terstruktur yang melibatkan Guru Pendamping Khusus (GPK).
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan program bina diri serta
menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan
lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis
dokumen. Subjek penelitian adalah tiga anak autis yang aktif mengikuti program
bina diri. Data tambahan diperoleh dari wawancara dengan orang tua dan GPK,
serta pengamatan langsung terhadap pelaksanaan program.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bina diri di sekolah ini
berhasil meningkatkan kemandirian anak autis dalam aspek seperti berpakaian,
makan sendiri, dan menjaga kebersihan diri. Keberhasilan program dipengaruhi
oleh tiga faktor utama: 1. Faktor biologis, yang meliputi kondisi fisik dan
kemampuan sensorik anak; 2. Faktor psikologis, seperti rasa percaya diri dan
motivasi anak; dan 3. Faktor sosial, yang mencakup dukungan dari keluarga, guru,
dan lingkungan sekolah. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya
konsistensi antara pelaksanaan program di sekolah dan di rumah, yang
memengaruhi efektivitas hasil pembelajaran anak