IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Peran Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan Pilkada Kalsel 2020 pada Masa Covid 19 (Studi Kasus di Kota Banjarmasin)
Bacaan Waqaf dan Ibtidā’ bagi Santri Kelompok Lansia di Ma'had Nurul Ikhlas Banjarmasin
Tanda waqaf merupakan salah satu tanda yang dijadikan petunjuk baik atau
tidaknya berhenti pada suatu ayat karena menyangkut konteks arti ayat. Apakah
maknanya masih berkaitan dengan kalimat sebelumnya atau tidak, apakah sudah
pada kalimat sempurna atau masih belum sempurna. Dewasa ini telah menyadarkan
bahwa penting dalam memahami dan menguasai cara membaca Al-Qur’an dalam
hal berhenti dan memulai (waqaf dan ibitda’), sehingga kewajiban membaca Al�Qur’an menjadi lebih sempurna. Tidak hanya mendapatkan pahala membaca, tetapi
juga enak di dengar, serta memiliki semangat, keyakinan, dan kenyamanan dalam
membaca Al-Qur’an karena sesuai kemampuan masing-masing orang. Penelitian
ini terfokus pada bacaan waqaf dan Ibtidā’ bagi Santri Ma'had Nurul Ikhlas
Kelurahan Sungai Lulut Banjarmasin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), Sedangkan
sifat penelitian ini adalah kualitatif, kemudian pendekatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan deskriptif analitis, yaitu melakukan analisis dan
menyajikan fakta secara sistematik, dan objek dari penelitian ini adalah Santri
Ma'had Nurul Ikhlas Kelurahan Sungai Lulut Banjarmasin.
Hasil yang penulis temukan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
Pertama Pemahaman santri di Ma’had Nurul Ikhlas Kelurahan Sungai Lulut
Banjarmasin terhadap Waqaf dan Ibtidā’ ialah masih banyak dari santri yang kurang
memahami definisi waqaf dan ibtidā’, pentingnya, hukumnya, dan apa saja tanda�tandanya. Kedua Penerapan tanda waqaf dan ibtidā’ santri di Ma’had Nurul Ikhlas
Kelurahan Sungai Lulut Banjarmasin dalam membaca Al-Qur’an, berdasarkan hasil
dari tes yang telah dilakukan banyak dari santri yang kurang mampu dam
menerapkan tanda waqaf dan ibtidā’di dalam membaca Al-Qur’an. Diantaranya
karena faktor-faktor yang melatar belakangi kesalahan santri terhadap bacaan
waqaf dan ibtidā’ di dalam Al-Qur’an yang mempengaruhi pemahaman dan
pengetahuan santri di Ma’had Nurul Ikhlas Kelurahan Sungai Lulut Banjarmasin
terhadap kaidah-kaidah ilmu tajwid terutama tanda-tanda waqaf dan ibtidā’ di
dalam membaca Al-Qur’an yang meliputi faktor usia santri yang beragam sehingga
umur yang beranjak lansia membuat fokus berkuran
Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menghadapi Problematika Motivasi Belajar Siswa dengan Layanan Konseling Individual di MAN 3 Banjar
Penyebab problematika siswa MAN 3 Banjar memiliki masalah motivasi
belajar, meliputi lingkungan keluarga yang kurang mendukung, pergaulan yang
tidak kondusif, tekanan akademis yang berlebihan, dan kurang ,minat terhap
pembelajaran. Strategi yang digunakan Guru BK MAN 3 Banjar adalah konseling
individual. Faktor keberhasilan strategi guru bimbingan dan konseling dapat
disesuaikan dengan asesmen awal dan memilih metode konseling yang sesuai
dengan kebutuhan. Faktor pendukung keberhasilan guru bk dalam proses layanan
adalah dengan siswa mau terbuka dan berpartisipasi dalam proses layanan, faktor
penghambat dipengaruhi oleh siswa yang kurang terbuka dan keraguan pada diri
siswa.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan
kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Adapun
yang menjadi subjek penelitian adalah 1 orang Guru BK dan 3 orang siswi MAN
3 Banjar.
Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa Siswa di MAN 3 Banjar mengalami
masalah motivasi belajar karena lingkungan keluarga, pergaulan, tekanan
akademis, kurangnya minat, dan masalah pribadi. Guru bimbingan dan konseling
melakukan layanan konseling individual. Tingkat keberhasilan yang dilakukan
guru bk cukup berhasil. Keberhasilan konseling didukung oleh siswa yang terbuka
dan dukungan orang tua, namun terhambat oleh siswa yang kurang terbuka dan
kurangnya dukungan
Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Guru di MTsN 1 Banjarmasin
Latarbelakang Rendahnya kinerja guru dapat diakibatkan oleh berbagai
faktor, diantaranya ketidakdisplinan perilaku guru dan rendahnya kesejahteraan.
Hal ini dikarenakan banyak guru-guru yang tidak hanya fokus pada satu profesi
saja. Alasan seorang guru mencari pekerjaan sampingan ialah minimnya gaji guru
sehingga seorang guru memutuskan untuk mencari mata pencarian lain guna
mencukupi kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh
Budaya Organisasi terhadap Kinerja Guru di MTsN 1 Banjarmasin. Berdasarkan
hasil penelitian, ditemukan bahwa Budaya Organisasi berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Kinerja Guru.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain korelasional. Desain ini
di gunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur hubungan antara dua variabel
atau lebih tanpa memanipulasinya. Sampel penelitian ini memilih 27 guru secara
acak atau berdasarkan kriteria tertentu untuk mewakili populasi.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa budaya
organisasi memiliki peran penting dalam mempengaruhi motivasi dan kinerja guru
di MTsN 1 Kota Banjarmasin. Budaya organisasi di sekolah ini dinilai positif oleh
mayoritas guru, dengan elemen-elemen seperti keterlibatan karyawan, konsistensi
nilai, kemampuan beradaptasi, dan misi yang jelas menciptakan lingkungan kerja
yang kondusif. Penelitian menunjukkan hubungan yang kuat antara budaya
organisasi dan kinerja guru, dengan nilai korelasi sebesar 0,890. Analisis regresi
linier sederhana memperlihatkan bahwa budaya organisasi menyumbang 79,2%
terhadap kinerja guru, sedangkan 20,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak
diteliti dalam penelitian ini. Selain itu, uji hipotesis menunjukkan bahwa budaya
organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas kinerja guru, dengan
nilai t hitung 9,754 lebih besar dari t tabel 2,059. Sebanyak 70,4% guru sangat
setuju bahwa budaya organisasi di MTsN 1 Banjarmasin mendukung kinerja
mereka, meskipun ada elemen budaya negatif yang diakui sebagian kecil guru,
dampaknya tidak signifikan terhadap kinerja. Secara keseluruhan, budaya
organisasi di sekolah ini dikategorikan sebagai "Budaya Kinerja" (Performance
Culture) yang mendorong peningkatan motivasi dan kinerja guru
القدرة على اللغة العربية لطلبة الصف الثامن من مدرسة الكوثر المتوسطة الإسلامية بتناه بومبو / Kemampuan Dalam Berbahasa Arab Untuk Siswa Kelas Delapan di Madrasah Tsanawiyah Al Kautsar Di Tanah Bumbu
Dari evaluasi pendidikan adalah masalah penilaian pengajaran dan
pembelajaran. Dan dalam kesempatan penelitan peneliti ingin mengetahui penilaian
kemampuan siswa kelas delapan Madrasah Tsanawiyah Al-Kautsar di Tanah Bumbu
dalam berbahasa Arab.
Permasalahan penelitian ini adalah: bagaimana kemampuan siswa kelas
delapan Madrasah Tsanawiyah Al-Kautsar di Tanah Bumbu dalam berbahasa Arab.
Dan bagaimana nilai dari peneliti dan bagaimana nilai dari guru bahasa Arab?.
Peneliti melakukan peneltian lapangan, menggunakan metode deskriptif kualitatif dan
menganalisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi.
Dan pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi
dan angket.
Berdasarkan hasil penilaian nilai ketrampilan bahasa Arab 75,9 yang berarti
rata-rata kemampuan dalam berbahasa Arab siswa kelas delapan Madrasah
Tsanawiyah Al Kautsar di Tanah Bumbu dalam nilai yang bagus. Berdasarkan hasil
peneliti yaitu 8% sangat baik, 50% baik sekali, 14% baik dan 26% kurang dan 2%
kurang sekali. Berdasarkan nilai tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tingkat
kemahiran kemampuan siswa kelas delapan Madrasah Tsanawiyah Al-Kautsar di
Tanah Bumbu dalam berbahasa Arab pada kategori bai
Program Pencegahan Bullying pada Anak Usia Dini di PAUD Terpadu Karakter Tunas Bangsa Banjarbaru
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena perilaku bullying yang mana
sampai saat ini masih belum maksimal penanganannya. Pada era globalisasi,
bullying telah menjadi salah satu permasalahan yang membara. Bullying di
sekolah telah menjadi isu utama yang memerlukan perhatian yang serius dari
pihak sekolah. Jika bullying tidak cepat untuk ditangani maka akan adanya
dampak serius yang akan dialami oleh korban maupun pelaku bullying itu sendiri.
Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi program pencegahan bullying pada anak usia dini di PAUD Terpadu
Karakter Tunas Bangsa Banjarbaru, serta faktor pendukung dan penghambat
dalam pelaksanaan program tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif
dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu kepala PAUD,
Guru kelas B1 dan B2. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Serta teknik keabsahan
data dengan menggunakan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukan bahwa PAUD Terpadu Karakter Tunas Bangsa
Banjarbaru menggunakan kurikulum BKBK (Berbasis Kompetensi dan Berpilar
Karakter). Sebelum melaksanakan pembelajaran guru terlebih dahulu membuat
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Program pencegahan bullying pada
anak usia dini yang diterapkan di PAUD ini yaitu pembelajaran pendidikan
karakter dengan mengajarkan 10 pilar karakter. Metode yang digunakan dalam
pembelajaran pendidikan karakter ini ada knowing, feeling, dan acting. Evaluasi
pembelajaran menggunakan teknik penilaian ceklis dan catatan anekdot.
Sedangkan Indikator yang dinilai dalam perkembangan anak ketika menggunakan
program pencegahan bullying ini yaitu dengan indikator karakter. Adapun Faktor
pendukung dalam berjalannya program adalah adanya pembelajaran pendidikan
karakter dan adanya kerjasama antara sekolah dan orang tua. Sedangkan faktor
penghambat dalam berjalannya program adalah kurangnya pemahaman anak dan
kurangnya pengawasan dari orang tua
Pelaksanaan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar dalam Kegiatan Pelibatan Masyarakat
Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan perpustakaan berbasis inklusi sosial Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar dalam kegiatan pelibatan masyarakat.
Kegiatan perpustakaan pada umumnya adalah menghimpun, mengelola, kemudian
menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas. Kebutuhan masyarakat akan informasi
tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Bahkan dalam banyak hal sering
dikatakan bahwa informasi sebagai sumber daya (resource), sebagai komoditas (commodity),
sebagai kekuatan dalam masyarakat (constitutive force in society). Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui pelaksanaan perpustakaan berbasis inklusi sosial Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Kabupaten Banjar dalam kegiatan Pelibatan Masyarakat.
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah melakukan observasi,
wawancara, dan dokumentasi kemudian dilakukan analisis data dengan tahapan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perpustakaan berbasis inklusi sosial
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar dalam kegiatan pelibatan masyarakat yaitu
dengan cara mempromosikannya lewat sosial media, dan menginformasikannya ke sekolah dan
desa waktu melakukan kunjungan bimbingan perpustakaan jika ada kegiatan pelibatan
masyarakat yang ingin dilaksanakan. Tujuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten
Banjar membuat kegiatan berkaitan dengan inklusi sosial yaitu memberikan penjelasan kepada
masyarakat kegunaan perpustakaan inklusi sosial serta memperkenalkan dan mensosialisasikan
manfaat perpustakaan inklusi sosial kepada masyarakat
Korespondensi Artikel Potret Pelaksanaan Suhbatul Ustadzi dan Tuluz Zamani dalam Perkuliahan Bahasa Arab Daring
Korespondensi Artikel: Ilmu Sabuku, A Local Tarekat Practiced For Centuries By The Banjar Society, Southern Kalimantan
Implementasi Etika Profesi Pustakawan di Dinas Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Barito Kuala
Profesi pustakawan diperpustakaan oleh para pustakawan tidak luput dengan etika
dalam menjalankannya. Seperti yang kita ketahui seorang pustakawan erat kaitannya
dengan etika, disana pustakawan menjalankan tugasnya dengan baik, seperti melayani
pemustaka yang berbagai macam karakter ada yang sombong, pemarah, bahkan cerewet.
Pustakawan harus selalu bersikap ramah terhadap pemustaka.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetaui implementasi etika profesi
Pustakawan di Dinas Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Barito Kuala.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Subjek pada penelitian ini menetapkan sebagai partisipan yaitu, pustakawan di Dinas
Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Barito Kuala, dengan mengamati perilaku
pustakawan dalam melayani pemustaka setelah itu melakukan wawancara untuk
menggali sebuah tindakan yang dilakukan. Pada penelitian ini menggunakan tekhnik
pengumpulan data diantaranya metode observasi, wsawancara, dan dokumentas. Adapun
penganalisisan data menggunakan tiga tahapan yaitu jumlah pustakawan, cara melayani
dan penarikan kesimpulan, kemudian diuji dengan keabsahan data menggunakan dua
metode yaitu trianggulasi dan menggunakan bahan referensi.
Hasil dari penelitian tersebut, para pustakawan hadir di Dinas Perpustakaan
Umum Daerah Kabupaten Barito Kuala, Pustakawan dalam menjalankan tanggung
jawabnya sudah sesuai dengan nilai Kode Etik IPII seperti, hubungan pustakawan dengan
pemustaka, hubungan pustakawan dengan masyarakat, hubungan pustakawan dengan
rekan sejawat dan etika professional