IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Bacaan Waqaf dan Ibtidā’ bagi Santri Kelompok Lansia di Ma'had Nurul Ikhlas Banjarmasin

    Get PDF
    Tanda waqaf merupakan salah satu tanda yang dijadikan petunjuk baik atau tidaknya berhenti pada suatu ayat karena menyangkut konteks arti ayat. Apakah maknanya masih berkaitan dengan kalimat sebelumnya atau tidak, apakah sudah pada kalimat sempurna atau masih belum sempurna. Dewasa ini telah menyadarkan bahwa penting dalam memahami dan menguasai cara membaca Al-Qur’an dalam hal berhenti dan memulai (waqaf dan ibitda’), sehingga kewajiban membaca Al�Qur’an menjadi lebih sempurna. Tidak hanya mendapatkan pahala membaca, tetapi juga enak di dengar, serta memiliki semangat, keyakinan, dan kenyamanan dalam membaca Al-Qur’an karena sesuai kemampuan masing-masing orang. Penelitian ini terfokus pada bacaan waqaf dan Ibtidā’ bagi Santri Ma'had Nurul Ikhlas Kelurahan Sungai Lulut Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), Sedangkan sifat penelitian ini adalah kualitatif, kemudian pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif analitis, yaitu melakukan analisis dan menyajikan fakta secara sistematik, dan objek dari penelitian ini adalah Santri Ma'had Nurul Ikhlas Kelurahan Sungai Lulut Banjarmasin. Hasil yang penulis temukan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama Pemahaman santri di Ma’had Nurul Ikhlas Kelurahan Sungai Lulut Banjarmasin terhadap Waqaf dan Ibtidā’ ialah masih banyak dari santri yang kurang memahami definisi waqaf dan ibtidā’, pentingnya, hukumnya, dan apa saja tanda�tandanya. Kedua Penerapan tanda waqaf dan ibtidā’ santri di Ma’had Nurul Ikhlas Kelurahan Sungai Lulut Banjarmasin dalam membaca Al-Qur’an, berdasarkan hasil dari tes yang telah dilakukan banyak dari santri yang kurang mampu dam menerapkan tanda waqaf dan ibtidā’di dalam membaca Al-Qur’an. Diantaranya karena faktor-faktor yang melatar belakangi kesalahan santri terhadap bacaan waqaf dan ibtidā’ di dalam Al-Qur’an yang mempengaruhi pemahaman dan pengetahuan santri di Ma’had Nurul Ikhlas Kelurahan Sungai Lulut Banjarmasin terhadap kaidah-kaidah ilmu tajwid terutama tanda-tanda waqaf dan ibtidā’ di dalam membaca Al-Qur’an yang meliputi faktor usia santri yang beragam sehingga umur yang beranjak lansia membuat fokus berkuran

    Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menghadapi Problematika Motivasi Belajar Siswa dengan Layanan Konseling Individual di MAN 3 Banjar

    Get PDF
    Penyebab problematika siswa MAN 3 Banjar memiliki masalah motivasi belajar, meliputi lingkungan keluarga yang kurang mendukung, pergaulan yang tidak kondusif, tekanan akademis yang berlebihan, dan kurang ,minat terhap pembelajaran. Strategi yang digunakan Guru BK MAN 3 Banjar adalah konseling individual. Faktor keberhasilan strategi guru bimbingan dan konseling dapat disesuaikan dengan asesmen awal dan memilih metode konseling yang sesuai dengan kebutuhan. Faktor pendukung keberhasilan guru bk dalam proses layanan adalah dengan siswa mau terbuka dan berpartisipasi dalam proses layanan, faktor penghambat dipengaruhi oleh siswa yang kurang terbuka dan keraguan pada diri siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah 1 orang Guru BK dan 3 orang siswi MAN 3 Banjar. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa Siswa di MAN 3 Banjar mengalami masalah motivasi belajar karena lingkungan keluarga, pergaulan, tekanan akademis, kurangnya minat, dan masalah pribadi. Guru bimbingan dan konseling melakukan layanan konseling individual. Tingkat keberhasilan yang dilakukan guru bk cukup berhasil. Keberhasilan konseling didukung oleh siswa yang terbuka dan dukungan orang tua, namun terhambat oleh siswa yang kurang terbuka dan kurangnya dukungan

    Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Guru di MTsN 1 Banjarmasin

    Get PDF
    Latarbelakang Rendahnya kinerja guru dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, diantaranya ketidakdisplinan perilaku guru dan rendahnya kesejahteraan. Hal ini dikarenakan banyak guru-guru yang tidak hanya fokus pada satu profesi saja. Alasan seorang guru mencari pekerjaan sampingan ialah minimnya gaji guru sehingga seorang guru memutuskan untuk mencari mata pencarian lain guna mencukupi kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Guru di MTsN 1 Banjarmasin. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Guru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain korelasional. Desain ini di gunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa memanipulasinya. Sampel penelitian ini memilih 27 guru secara acak atau berdasarkan kriteria tertentu untuk mewakili populasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki peran penting dalam mempengaruhi motivasi dan kinerja guru di MTsN 1 Kota Banjarmasin. Budaya organisasi di sekolah ini dinilai positif oleh mayoritas guru, dengan elemen-elemen seperti keterlibatan karyawan, konsistensi nilai, kemampuan beradaptasi, dan misi yang jelas menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Penelitian menunjukkan hubungan yang kuat antara budaya organisasi dan kinerja guru, dengan nilai korelasi sebesar 0,890. Analisis regresi linier sederhana memperlihatkan bahwa budaya organisasi menyumbang 79,2% terhadap kinerja guru, sedangkan 20,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Selain itu, uji hipotesis menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas kinerja guru, dengan nilai t hitung 9,754 lebih besar dari t tabel 2,059. Sebanyak 70,4% guru sangat setuju bahwa budaya organisasi di MTsN 1 Banjarmasin mendukung kinerja mereka, meskipun ada elemen budaya negatif yang diakui sebagian kecil guru, dampaknya tidak signifikan terhadap kinerja. Secara keseluruhan, budaya organisasi di sekolah ini dikategorikan sebagai "Budaya Kinerja" (Performance Culture) yang mendorong peningkatan motivasi dan kinerja guru

    القدرة على اللغة العربية لطلبة الصف الثامن من مدرسة الكوثر المتوسطة الإسلامية بتناه بومبو / Kemampuan Dalam Berbahasa Arab Untuk Siswa Kelas Delapan di Madrasah Tsanawiyah Al Kautsar Di Tanah Bumbu

    Get PDF
    Dari evaluasi pendidikan adalah masalah penilaian pengajaran dan pembelajaran. Dan dalam kesempatan penelitan peneliti ingin mengetahui penilaian kemampuan siswa kelas delapan Madrasah Tsanawiyah Al-Kautsar di Tanah Bumbu dalam berbahasa Arab. Permasalahan penelitian ini adalah: bagaimana kemampuan siswa kelas delapan Madrasah Tsanawiyah Al-Kautsar di Tanah Bumbu dalam berbahasa Arab. Dan bagaimana nilai dari peneliti dan bagaimana nilai dari guru bahasa Arab?. Peneliti melakukan peneltian lapangan, menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menganalisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Dan pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Berdasarkan hasil penilaian nilai ketrampilan bahasa Arab 75,9 yang berarti rata-rata kemampuan dalam berbahasa Arab siswa kelas delapan Madrasah Tsanawiyah Al Kautsar di Tanah Bumbu dalam nilai yang bagus. Berdasarkan hasil peneliti yaitu 8% sangat baik, 50% baik sekali, 14% baik dan 26% kurang dan 2% kurang sekali. Berdasarkan nilai tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kemahiran kemampuan siswa kelas delapan Madrasah Tsanawiyah Al-Kautsar di Tanah Bumbu dalam berbahasa Arab pada kategori bai

    Program Pencegahan Bullying pada Anak Usia Dini di PAUD Terpadu Karakter Tunas Bangsa Banjarbaru

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena perilaku bullying yang mana sampai saat ini masih belum maksimal penanganannya. Pada era globalisasi, bullying telah menjadi salah satu permasalahan yang membara. Bullying di sekolah telah menjadi isu utama yang memerlukan perhatian yang serius dari pihak sekolah. Jika bullying tidak cepat untuk ditangani maka akan adanya dampak serius yang akan dialami oleh korban maupun pelaku bullying itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pencegahan bullying pada anak usia dini di PAUD Terpadu Karakter Tunas Bangsa Banjarbaru, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu kepala PAUD, Guru kelas B1 dan B2. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Serta teknik keabsahan data dengan menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa PAUD Terpadu Karakter Tunas Bangsa Banjarbaru menggunakan kurikulum BKBK (Berbasis Kompetensi dan Berpilar Karakter). Sebelum melaksanakan pembelajaran guru terlebih dahulu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Program pencegahan bullying pada anak usia dini yang diterapkan di PAUD ini yaitu pembelajaran pendidikan karakter dengan mengajarkan 10 pilar karakter. Metode yang digunakan dalam pembelajaran pendidikan karakter ini ada knowing, feeling, dan acting. Evaluasi pembelajaran menggunakan teknik penilaian ceklis dan catatan anekdot. Sedangkan Indikator yang dinilai dalam perkembangan anak ketika menggunakan program pencegahan bullying ini yaitu dengan indikator karakter. Adapun Faktor pendukung dalam berjalannya program adalah adanya pembelajaran pendidikan karakter dan adanya kerjasama antara sekolah dan orang tua. Sedangkan faktor penghambat dalam berjalannya program adalah kurangnya pemahaman anak dan kurangnya pengawasan dari orang tua

    Pelaksanaan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar dalam Kegiatan Pelibatan Masyarakat

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan perpustakaan berbasis inklusi sosial Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar dalam kegiatan pelibatan masyarakat. Kegiatan perpustakaan pada umumnya adalah menghimpun, mengelola, kemudian menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas. Kebutuhan masyarakat akan informasi tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Bahkan dalam banyak hal sering dikatakan bahwa informasi sebagai sumber daya (resource), sebagai komoditas (commodity), sebagai kekuatan dalam masyarakat (constitutive force in society). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan perpustakaan berbasis inklusi sosial Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar dalam kegiatan Pelibatan Masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dilakukan analisis data dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perpustakaan berbasis inklusi sosial Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar dalam kegiatan pelibatan masyarakat yaitu dengan cara mempromosikannya lewat sosial media, dan menginformasikannya ke sekolah dan desa waktu melakukan kunjungan bimbingan perpustakaan jika ada kegiatan pelibatan masyarakat yang ingin dilaksanakan. Tujuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar membuat kegiatan berkaitan dengan inklusi sosial yaitu memberikan penjelasan kepada masyarakat kegunaan perpustakaan inklusi sosial serta memperkenalkan dan mensosialisasikan manfaat perpustakaan inklusi sosial kepada masyarakat

    Implementasi Etika Profesi Pustakawan di Dinas Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Barito Kuala

    Get PDF
    Profesi pustakawan diperpustakaan oleh para pustakawan tidak luput dengan etika dalam menjalankannya. Seperti yang kita ketahui seorang pustakawan erat kaitannya dengan etika, disana pustakawan menjalankan tugasnya dengan baik, seperti melayani pemustaka yang berbagai macam karakter ada yang sombong, pemarah, bahkan cerewet. Pustakawan harus selalu bersikap ramah terhadap pemustaka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetaui implementasi etika profesi Pustakawan di Dinas Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini menetapkan sebagai partisipan yaitu, pustakawan di Dinas Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Barito Kuala, dengan mengamati perilaku pustakawan dalam melayani pemustaka setelah itu melakukan wawancara untuk menggali sebuah tindakan yang dilakukan. Pada penelitian ini menggunakan tekhnik pengumpulan data diantaranya metode observasi, wsawancara, dan dokumentas. Adapun penganalisisan data menggunakan tiga tahapan yaitu jumlah pustakawan, cara melayani dan penarikan kesimpulan, kemudian diuji dengan keabsahan data menggunakan dua metode yaitu trianggulasi dan menggunakan bahan referensi. Hasil dari penelitian tersebut, para pustakawan hadir di Dinas Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Barito Kuala, Pustakawan dalam menjalankan tanggung jawabnya sudah sesuai dengan nilai Kode Etik IPII seperti, hubungan pustakawan dengan pemustaka, hubungan pustakawan dengan masyarakat, hubungan pustakawan dengan rekan sejawat dan etika professional

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇