IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Hukum Puasa Bagi Ibu Hamil dan Menyusui Menurut Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i
Puasa merupakan bentuk kepatuhan kepada Allah Yang Maha Kuasa. Seorang
mukmin akan memperoleh pahala yang sangat besar karena ibadah puasa dilakukan
semata-mata untuk Allah, dan kemurahan-Nya tidak terbatas. Para ulama fiqih sepakat
bahwa puasa Ramadhan wajib bagi seluruh kaum Muslim. Mereka juga sependapat
bahwa kewajiban itu berlaku bagi setiap muslim yang telah baligh, berakal sehat,
berada dalam keadaan suci (tidak haid atau nifas), bermukim (tidak sedang bepergian).
Terkait ibu hamil dan menyusui, para fuqaha berbeda pendapat mengenai kewajiban
yang harus ditunaikan: ada yang mewajibkan qadha sekaligus fidyah, ada yang hanya
mewajibkan qadha, dan ada pula yang menilai fidyah saja sudah mencukupi.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian
hukum normatif. Penelitian hukum normatif tidak mengenal penelitian lapangan (field
reseacrh) karena yang diteliti adalah bahan-bahan hukum sehingga dapat dikatakan
sebagai berbasis perpustakaan (library based), fokus pada membaca (focusing on
reading), analisis primer (analysis of the primary) dan bahan sekunder (secondary
materdial).
Berdasarkan hasil penelitian dalam hukum puasa bagi ibu hamil dan menyusui.
Menurut Mazhab Maliki, Ibu Hamil jika berbuka puasa karena khawatir atas janinnya
maka hal itu sama juga dengan khawatir atas diri Ibu itu sendiri, oleh karena itu dia
dianggap seperti orang sakit juga, maka diwajibkan Qadha. Apabila orang Menyusui
jika dia berbuka maka dia dianggap tidak termasuk orang sakit, maka diwajibkan qadha
dan fidyah. Sedangkan menurut Mazhab Syafi’i jika khawatir terhadap anaknya maka
wajib qadha dan membayar fidyah.apabila khawatir dengan diri sendiri atau diri sendiri
maupun anaknya wajib qadha saja. Persamaan dari kedua Mazhab mengambil dalil
surah Al Baqarah ayat 184, dan ketentuan jika tidak puasa wajib qadha saja atau wajib
qadha dan fidyah. Perbedaan dalam Mazhab tersebut terletak pada status ibu (Mazhab
Maliki) dan kekhawatiran seorang ibu (Mazhab Syafi’i
تعليم اللغة العربية في معهد منبع العلوم الإسلامي للبنات منطقة بنجر = Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Manba’ul ‘Ulum Puteri Kabupaten Banjar
Pembelajaran Bahasa Arab merupakan salah satu unsur penting dalam
pendidikan pesantren, karena berfungsi sebagai sarana untuk memahami sumber
sumber ajaran Islam serta sebagai alat komunikasi akademik dan keseharian
santriwati. Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Puteri
Kabupaten Banjar merupakan lembaga pendidikan Islam yang menjadikan Bahasa
Arab sebagai bagian penting dalam sistem pendidikannya, baik melalui
pembelajaran di dalam kelas maupun melalui program pendukung berupa
lingkungan berbahasa.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran Bahasa Arab
di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Puteri Kabupaten Banjar,
yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, serta
menjelaskan peran program bahasa sebagai faktor pendukung keberhasilan
pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi dengan sumber data berupa ustadzah pengajar Bahasa Arab, pengurus
bagian bahasa, serta sejumlah santriwati Madrasah Aliyah. Analisis data dilakukan
melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan
teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan dan keakuratan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Arab di
Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Puteri telah dilaksanakan
secara terstruktur sesuai dengan kebijakan dan kurikulum yang berlaku.
Perencanaan pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum Merdeka dan KTSP,
pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode yang bervariasi dan kontekstual,
serta evaluasi dilakukan secara berkelanjutan. Program bahasa berperan sebagai
pendukung dalam membiasakan santriwati menggunakan Bahasa Arab dalam
kehidupan sehari-har
فعالية نموذج التعليمية CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) في مهارة الكتابة العربية لدى طالبات الصف الحادي عشر في معهد دار العلم ببنجربارو = Efektivitas Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) Terhadap Keterampilan Menulis Pada Siswa Kelas XI MA Darul Ilmi Banjarbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran
menggunakan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting,
Extending) serta menguji efektivitasnya terhadap keterampilan menulis siswa kelas
XI MA Darul Ilmi Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari
dua kelas, yaitu kelas XI F sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan
pembelajaran dengan model CORE dan kelas XI G sebagai kelas kontrol yang
mendapatkan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data meliputi
observasi, tes keterampilan menulis, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan
melalui analisis deskriptif dan uji inferensial menggunakan uji-t.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model CORE
mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar, khususnya dalam
kegiatan menghubungkan pengetahuan awal, mengorganisasikan ide, melakukan
refleksi, dan mengembangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Hasil posttest juga
memperlihatkan bahwa nilai rata-rata keterampilan menulis siswa kelas eksperimen
lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Uji-t menunjukkan nilai signifikansi <
0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara
kedua kelompok. Dengan demikian, model pembelajaran CORE terbukti efektif
dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas XI MA Darul Ilmi
Banjarbar
Pengaruh Penggunaan Booklet CERMAT Terhadap Kemampuan Bernalar Kritis dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Al-Istiqomah, Pengambangan Banjarmasin
Pendidikan memiliki peran strategis dalam mentransfer ilmu pengetahuan,
nilai, dan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya, sekaligus membentuk
karakter dan akhlak peserta didik. Dalam konteks pendidikan Islam, pembelajaran
Akidah Akhlak menjadi aspek penting karena bertujuan menanamkan keyakinan
yang kuat serta membentuk perilaku moral yang sesuai dengan ajaran agama.
Namun, di era modern yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan
globalisasi, pembelajaran Akidah Akhlak menghadapi tantangan dalam
menanamkan nilai-nilai tersebut secara efektif. Oleh karena itu, diperlukan inovasi
media pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan dan kemampuan
berpikir kritis siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan booklet
CERMAT terhadap kemampuan bernalar kritis siswa dalam pembelajaran Akidah
Akhlak di MTs Al-Istiqomah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan desain pre and post test one group without control. Penelitian ini bertempat
di MTs Al-Istiqomah, Pengambangan Banjarmasin. Instrumen yang digunakan
berupa kuesioner untuk mengukur kemampuan bernalar kritis siswa sebelum dan
sesudah pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji
statistik.
Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa nilai P-value sebesar 0,002
(<0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan penggunaan booklet
CERMAT terhadap peningkatan kemampuan bernalar kritis siswa. Temuan ini
menunjukkan bahwa booklet CERMAT sebagai media pembelajaran inovatif
mampu memberikan stimulus positif, mendorong siswa untuk menganalisis,
mengevaluasi, serta mengaitkan materi Akidah Akhlak dengan kehidupan seharihari.
Dengan
demikian,
dapat
disimpulkan
bahwa
penggunaan
booklet
CERMAT
berpengaruh
signifikan
dalam
meningkatkan
kemampuan
bernalar
kritis
siswa
pada
pembelajaran
Akidah
Akhlak.
Media
pembelajaran
yang
menarik,
sistematis,
dan
kontekstual
memiliki
potensi
besar
untuk
meningkatkan
kualitas
pembelajaran
serta
membantu
pencapaian
tujuan
pendidikan
yang
lebih
efektif
dan
bermakna
Batasan Masa Haid dalam Perspektif Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
Wanita ketika menginjak usia baligh akan menglami berbagai jenis
pendarahan. Haid, istihadah dan nifas adalah 3 jenis darah kewanitaan yang
memiliki konsekuesi hukum yang berbeda seperti larangan salat dan puasa.
Namun masalah utama muncul pada transisi darah antara haid dan istihadah.
Penentuan darah ini sangat krusial, karena sedikit pergeseran waktu dapat
mengubah kewajiban seorang muslimah dari kewajiban seperti salat menjadi
larangan.
Penelitian ini mengkaji perbedaan pendapat ulama mengenai batasan masa
haid yang berimplikasi pada ibadah salat dan puasa. Fokus utama studi ini adalah
komparasi pemikiran Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dan Syekh
Muhammad bin Shalih al-Utsaimin. Menggunakan metode studi pustaka (library
research) dengan pendekatan komparatif, penelitian ini bertujuan menganalisis
metodologi, persamaan, serta dampak praktis dari pandangan kedua tokoh
tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pendekatan yang kontras Syekh
Muhammad Arsyad al-Banjari (Mazhab Syafi'i) menetapkan batasan definitif
(minimal 24 jam dan maksimal 15 hari) berdasarkan metode Istiqra’. Sebaliknya,
Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (mengikuti tarjih Ibnu Taimiyyah)
berpandangan lebih fleksibel dengan menyandarkan status haid pada keberadaan
darah (illah) tanpa batasan waktu baku. Meskipun keduanya sepakat bahwa puasa
yang ditinggalkan wajib di qadha, perbedaan metodologi ini berdampak
signifikan pada kasus anomali siklus. Bagi Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari,
darah yang keluar kurang dari 24 jam dianggap istihadah (tetap wajib salat),
sedangkan menurut Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin in tetap dihukumi
haid. Perbandingan ini menawarkan alternatif hukum yang responsif terhadap
dinamika biologis perempuan Muslimah
Eksplorasi Konsep Matematika pada Klenteng Soetji Nurani Kota Banjarmasin
Klenteng Soetji Nurani yang berada di Kota Banjarmasin adalah salah satu
tempat ibadah bagi umat Tri Dharma yang memiliki makna penting dari sejarah,
spiritualitas,
serta
budaya bagi masyarakat Tionghoa. Bangunan ini
mengintegrasikan gaya arsitektur tradisional Tionghoa dengan simbol-simbol
filosofis yang sangat bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji
berbagai konsep matematika, terutama yang berkaitan dengan geometri dan simetri,
yang terdapat pada struktur bangunan klenteng melalui pendekatan
etnomatematika.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi
yang dilakukan langsung di lokasi Klenteng Soetji Nurani. Informan dalam
penelitian mencakup pengurus klenteng dan para pengunjung. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta
dokumentasi visual. Data dianalisis secara deskriptif melalui pendekatan interaktif
dan divalidasi menggunakan teknik triangulasi.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa bangunan Klenteng Soetji Nurani
menyimpan berbagai konsep matematika yang tercermin pada bentuk atap
bertingkat (seperti prisma) ornamen naga dan kilin yang mengandung prinsip
simetri, pola mozaik pada lantai berbentuk lingkaran dan persegi, serta penataan
altar yang merepresentasikan konsep keteraturan dan kesebangunan. Selain itu,
unsur simbolik dan filosofis yang terdapat dalam berbagai bentuk tersebut
memperkaya nilai budaya dan spiritual dari klenteng. Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan pengetahuan serta pengalaman dalam
mengembangkan pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal dan
memperkuat keterkaitan antara ilmu pengetahuan, budaya, dan spiritualitas dalam
kerangka multikultural
Pengaruh Pengalaman Merek Terhadap Loyalitas Mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Penelitian tentang pengalaman merek telah banyak dilakukan. Namun,
penelitian secara khusus tentang pengaruh pengalaman merek terhadap loyalitas,
khususnya kalangan mahasiswa dalam konteks Perguruan Tinggi Islam masih
relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui
pengaruh pengalaman merek terhadap loyalitas mahasiswa Universitas Islam
Negeri Antasari Banjarmasin.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif.
Penetapan sampel menggunakan teknik convenience sampling dan snowball
sampling. Pengumpukan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner secara
daring melalui pesan WhatsApp dan meminta bantuan orang lain dalam pencarian
kontak responden. Penulis juga menemui responden secara langsung dengan
membagikan tautan kuesioner melalui kode QR. Teknik analisis data yang
digunakan yaitu analisis PLS-SEM dengan bantuan software SmartPLS 4.0.9.9.
Populasi penelitian ini adalah mahasiswa S-1 Universitas Islam Negeri
Antasari Banjarmasin yang berjumlah 11.030 orang. Responden penelitian
berjumlah 415 orang, terdiri atas 181 laki-laki dan 234 perempuan. Jumlah
responden penelitian ini sudah memenuhi batas minimal sampel menurut analisis
Gpower yaitu 88 responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman merek berpengaruh positif
dan signifikan terhadap loyalitas. Hal ini mengindikasi bahwa pengalaman yang
baik secara sensasi, afektif, perilaku, dan intelektual mampu meningkatkan
keterikatan mahasiswa terhadap universitas. Dengan kata lain, semakin positif
pengalaman yang diperoleh mahasiswa maka semakin kuat pula keterikatan mereka
terhadap institusi.
Simpulan dari penelitian ini adalah pengalaman merek berperan penting
dalam membentuk loyalitas mahasiswa. Rekomendasi penelitian ini adalah agar
universitas secara berkelanjutan mengelola dan meningkatkan pengalaman merek
melalui strategi branding yang fokus pada kenyamanan, kepercayaan, dan kepuasan
mahasiswa. Dengan demikian, loyalitas mahasiswa dapat terbentuk lebih kuat dan
berkelanjuta
Pengembangan Buku Saku Etnobotani Pisang Talas Endemik Kalimantan Selatan sebagai Sumber Belajar Biologi
Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia
dengan alam sekitarnya, khususnya mengenai pemanfaatan tumbuhan oleh suatu
etnis di daerah tertentu. Penelitian ini difokuskan pada kajian etnobotani pisang
talas yang terdapat di Desa Tabunganen Kecil, Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Lokasi tersebut dipilih karena sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai
petani dan banyak dijumpai pohon pisang talas di daerah tersebut. Tujuan penelitian
adalah untuk mendeskripsikan kajian etnobotani pisang talas endemik Kalimantan
Selatan sebagai sumber belajar biologi serta mendeskripsikan validitas
pengembangan buku saku etnobotani pisang talas endemik Kalimantan Selatan
sebagai sumber belajar biologi.
Jenis penelitian merupakan EDR yang mencakup tiga tahapan, yaitu
pendahuluan, pengembangan prototipe, dan penilaian. Penelitian dibatasi hanya
sampai tahap pengembangan karena menyesuaikan tujuan penelitian serta
keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga. Pendekatan yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive
sampling serta snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif
kualitatif dan kuantitatif untuk menghasilkan Buku Saku yang divalidasi
menggunakan evaluasi formatif Tessmer (1993) terbatas pada uji expert review.
Hasil kajian etnobotani menunjukkan bahwa pisang talas memiliki
karakteristik morfologi khas serta dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan bahan
pangan khas Banjar yang bernilai ekonomi. Validitas buku saku berdasarkan
penilaian tiga validator memperoleh rata-rata sebesar 84,71% (valid) dengan
kriteria valid. Dengan demikian, buku saku etnobotani pisang talas dinyatakan valid
dan layak digunakan sebagai sumber belajar biologi dengan revisi keci
Pemahaman Produk Halal dalam Membentuk Gaya Hidup Generasi Z di Desa Sungai Danau
Konsumsi produk halal di kalangan masyarakat Muslim semakin
berkembang, namun pemahaman terhadap produk halal tidak selalu sejalan dengan
ketentuan regulatif yang berlaku. Di kalangan Generasi Z, khususnya di wilayah
pedesaan seperti Desa Sungai Danau, kehalalan produk umumnya dipahami secara
sederhana berdasarkan keyakinan agama dan kebiasaan sosial. Kondisi ini
menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pemahaman produk halal
Generasi Z telah mencakup aspek normatif dan regulatif, serta bagaimana
pemahaman tersebut memengaruhi gaya hidup konsumsi mereka.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pemahaman produk
halal Generasi Z di Desa Sungai Danau, serta mengetahui implementasi
pemahaman tersebut dalam gaya hidup konsumsi sehari-hari. Metode penelitian
yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan
kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap sepuluh
informan Generasi Z di Desa Sungai Danau.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman produk halal Generasi Z
lebih dominan bersumber dari aspek normatif, yang mencakup nilai keagamaan
sebagai landasan keyakinan halal haram serta norma sosial yang memengaruhi
praktik konsumsi sehari-hari. Sementara itu, pemahaman regulatif seperti sertifikasi
halal dan label halal resmi belum menjadi perhatian utama. Selain itu, gaya hidup
halal Generasi Z dalam konsumsi lebih mengikuti kebiasaan lingkungan
dibandingkan pemeriksaan label halal secara formal. Kesimpulan penelitian ini
menunjukkan bahwa gaya hidup halal Generasi Z di Desa Sungai Danau lebih
dipengaruhi oleh nilai keagamaan dan norma sosial dibandingkan pemahaman
terhadap regulasi halal
Efektivitas Konseling Individual dengan Teknik Self Management untuk Meningkatkan Akhlak Terpuji Siswa di MAN 4 Banjar
Konseling individual merupakan layanan bimbingan dan konseling yang
bertujuan membantu siswa mengatasi permasalahan secara tatap muka antara
konselor dan siswa. Akhlak terpuji adalah seseorang yang melakukan perbuatan bai
katas dasar kemauannya sendiri dan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Salah
satu teknik yang dapat diterapkan dalam konseling individual adalah teknik self
management, yaitu teknik yang menekankan kemampuan siswa dalam mengelola,
mengontrol, dan mengarahkan perilaku dirinya sendiri secara sadar. Teknik ini
dapat membantu siswa dalam membentuk dan meningkatkan akhlak terpuji, seperti
sikap disiplin, tanggung jawab, dan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi akhlak terpuji siswa sebelum dan
sesudah diberikan layanan konseling individual dengan teknik self management,
serta untuk mengetahui keefektifan layanan tersebut dalam meningkatkan akhlak
terpuji siswa.
Penelitian ini merupakan eksperimen kuantitatif dengan desain Single
Subject Research (SSR). Subjek dalam penelitian ini yaitu Guru Bimbingan dan
Konseling dan Siswa di MAN 4 Banjar. Metode pengumpulan data melalui
ddokumentasi, observasi, dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi self management dalam
layanan konseling individual terbukti efektif dalam membantu siswa, hasil
penelitian menunjukkan adanya perubahan positif yang konsisten pada setiap fase
pengamatan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif