IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Persepsi Orang Tua Tentang Menghafal Al-Qur’an Untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

    Get PDF
    Menghafal Al-Qur’an bukanlah pekerjaan yang mudah. Orang tua perlu terlibat dalam membimbing dan memotivasi anak menghafal Al-Qur’an di rumah, agar hafalan anak meningkat dan kuat. Orang tua mempunyai peran yang sangat penting dalam mengatasi setiap tantangan anak. Peran dan dukungan orang tua tersebut memang merupakan tanggung jawab orang tua atas anak yang dilahirkan sebagai amanah dan karunia dari Allah SWT. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui peran dan persepsi orang tua tentang menghafal Al-Qur’an untuk anak berkebutuhan khusus,apa persepsi semangat orang tua anak berkebutuhan khusus untuk menghafal Al�Qur’an, motivasi orang tua untuk mengantarkan anaknya menjadi hafiz Al-Qur’an dan cara orang tua memberikan motivasi kepada anak berkebutuhan khusus untuk meghafal Al-Qur’an. Metode penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) menelitit tentang bagaimana persepsi orang tua tentang menghafal al-Qur’an utuk anak berkebutuhan khusus di rumah maupun di sekolahanya yang berlokasikan di rumah dan di sekolah anak berkebutuhan khusus disekolah dasar Islam Creative Banjarbaru . Dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa menurut orang tua anak berkebutuhan khusu tidak hanya anak-anak yang pada umumnya saja dapat menghafal Al-Qur’an, tetapi anak-anak berkebutuhan khusus pun bisa menhafal Al-Qur’an, selagi orang tua atau anaknya berkeyakinan dan berkemauan tinggi bahwa anak (ABK) bisa melakukannya meskipun prosesnya lebih lambat dan lama dengan anak-anak yang pada umumnya

    Manajemen Pengembangan Profesionalisme Guru (Studi Multi Kasus Di SMA Global Islamic Boarding School Kabupaten Barito Kuala Dan SMAN Banua Kalsel Bilingual Boarding School Kabupaten Banjar)

    Get PDF
    Guru sebagai pendidik yang profesional dituntut untuk selalu mempertahankan dan mengembangkan keprofesionalannya yaitu melalui kegiatan pengembangan profesionalisme guru. Namun dalam prosesnya, upaya pengembangan diri guru masih belum membuahkan hasil. Melihat pentingnya pengembangan profesionalisme guru tersebut, maka perlu kiranya pengelolaan yang tepat dalam pengembangan profesionalisme guru, agar guru dapat meningkatkan kompetensi, kinerja, dan keprofesionalannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen pengembangan profesionalisme guru di SMA Global Islamic Boarding School Kabupaten Barito Kuala dan SMAN Banua Kalsel Bilingual Boarding School Kabupaten Banjar. Fokus penelitian ini adalah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan pengembangan profesionalisme guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dalam konsep studi multi kasus. Objek penelitian ini adalah manajemen penegmbangan profesionalisme guru di SMA Global Islamic Boarding School Kabupaten Barito Kuala dan SMAN Banua Kalsel Bilingual Boarding School Kabupaten Banjar, dengan subjek penelitian adalah Kepala Sekolah dan Guru. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan dengan cara mereduksi data, menyajikan data hingga pada tahap kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Perencanaan pengembangan profesionalisme guru pada SMA Global Islamic Boarding School Barito Kuala mengacu pada kebijakan pendidikan yang telah ditetapkan. Pengorganisasian dilakukan melalui proses: membuat struktur organisasi, pembagian tugas dan menetapkan wewenang. Pelaksanaan diimplementasikan dalam beberapa bentuk kegiatan yaitu internal dan eksternal. Pengawasan dilakukan melalui tahap: Standar pengawasan, mengukur pelaksanaan pekerjaan, melaksanakan perbaikan bila dalam pelaksanaanya terjadi penyimpangan dan perlu ada perbaikan. Perencanaan program pengembangan profesionalisme guru pada SMAN Banua Kalsel mengacu pada visi misi dan tujuan sekolah. Pengorganisasian dilakukan melalui proses: membuat struktur organisasi, pembagian tugas dan menetapkan wewenang. Pelaksanaan diimplementasikan dalam beberapa bentuk kegiatan yaitu internal dan eksternal. Pengawasan dilakukan melalui tahap: Standar pengawasan, mengukur pelaksanaan pekerjaan, melaksanakan perbaikan bila dalam pelaksanaanya terjadi penyimpangan dan perlu ada perbaika

    Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Moderasi Beragama di SMA Kabupaten Paser

    Get PDF
    Salah satu corak pendidikan yang mewarnai penyelenggaraan pendidikan di Indonesia adalah “Moderasi Beragama”. Pendidikan ini sangat penting diterapkan untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya konflik di beberapa daerah. Moderasi Beragama merupakan sikap “peduli” dan mau mengerti (difference), atau “politics of recognition” politik pengakuan terhadap orang-orang dari kelompok minoritas. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan, menganalisis, dan mengkaji 1) Konsep dan Tujuan PAI dalam moderasi beragama. 2) Praktik PAI dalam membangun moderasi beragama. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara khusus (purposive sampling), serta didukung dengan observasi dan penelusuran dokumen yang terkait. Disertasi ini merupakan studi fenomenologi dengan pendekatan multikulturalisme dan menggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Kesimpulan dari penelitian ini antara lain: 1) Konsep dan tujuan Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun moderasi beragama menekankan pentingnya integrasi antara pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan multikultural dalam proses pembelajaran. Baik melalui kurikulum merdeka, Kurikulum 2013, maupun Kurikulum JSIT, keduanya mengupayakan pembentukan karakter siswa yang toleran, menghargai keragaman budaya, dan memiliki kesiapan untuk berinteraksi dalam masyarakat yang beragam secara agama dan etnis. Mereka berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, harmonis, dan penuh toleransi, yang menghasilkan siswa yang memiliki sikap positif terhadap keragaman budaya dan agama masing�masing. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan Agama Islam yang mengintegrasikan pendekatan multikultural dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam membangun moderasi beragama untuk membentuk masyarakat yang lebih harmonis, damai, dan inklusif. 2) Praktik PAI menerapkan pendekatan multikultural yang dicontohkan oleh warga sekolah dan pendekatan pemberian suri tauladan oleh guru kepada siswa. Adapun penggunaan metode PAI dalam pembelajaran yaitu diskusi, tanya jawab, ceramah, study case, serta pemanfaatan teknologi berbasis ICT dalam pembelajaran PAI. Adapun diluar pembelajaran yakni mengedepankan saling bekerjasama, menghormati perbedaan, dan meningkatkan/mempererat persaudaraan. Pendekatan dan metode ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, harmonis, dan penuh toleransi di sekolah

    Perda Kota Banjarmasin Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penjualan Minuman Beralkohol Tinjauan Maqashid Syari’ah

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan masyarakat dan Kota Banjarmasin yang dikenal agamis yang taat menjalankan ajaran agama Islam, terlebih sejarah panjang agama Islam hadir sejak awal mula Kesultanan Banjar selama hampir 500 tahun lalu. Namun, salah satu Perda muncul berupa Perda Kota Banjarmasin Nomor 10 Tahun 2017. Penjualan minuman beralkohol hanya terbatas pengawasan dan pengendalian, bukan pelarangan secara total sehingga masih memperbolehkan penjualan minuman beralkohol secara terbatas yang tampaknya kurang sesuai dengan gambaran religiositas masyarakat Banjar tersebut. Penelitian ini berjenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundangan-undangan dan konseptual. Sumber hukum primer yang digunakan ialah Perda Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penjualan Minuman Beralkohol. Bahan hukum diperoleh melalui studi pustaka, sedangkan analisis bahan hukum tersebut melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perda tersebut lahir sebagai produk hukum turunan dari peraturan perundang-undangan di atasnya. Sebagai produk turunan, maka Perda ini tidak boleh bertentangan dengan aturan-aturan yang ada di atasnya. Walaupun Perda tersebut tampak kurang sesuai dengan kondisi sosiologis masyarakat muslim yang mendominasi Kota Banjarmasin yang diharamkan oleh agamanya meminum alkohol, berapa pun umurnya, tetap saja Perda tersebut lolos dan diberlakukan. Secara filosofis, Perda tersebut berupaya mewujudkan cita-cita kesusilaan yang tidak bisa menerima jika minuman beralkohol dijual bebas tanpa batasan apa pun. Maqashid syari’ah menuntut standar yang lebih tinggi dalam hal minuman berupa khamar, yaitu pelarangan total. Demi memelihara agama dan akal, seorang muslim tidak diperkenankan meminum-minuman beralkohol, berapa pun umurnya. Namun, disebabkan Indonesia mengadopsi syariat Islam secara total sebagai hukum negara, maka tidak mengherankan jika ada Perda yang bertentangan dengan syariat Isla

    Analisis Kritis Pemikiran Syekh Syauqi ‘Allam Tentang Kehalalan Bunga Bank

    Get PDF
    Salah satu permasalahan ekonomi Islam yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan adalah terkait bunga bank. Kontroversi ini berkutat pada penafsiran apakah riba yang dimaksud dalam al-Qur’an dan Hadis itu sama dengan bunga bank atau tidak. Dalam hal ini, mayoritas ulama kontemporer menyamakan bunga bank dengan riba. Namun, ada satu tokoh yang namanya cukup jarang disebut ketika terjadi perdebatan mengenai bunga bank, bahkan mungkin tidak pernah. Tokoh yang dimaksud adalah Syekh Syauqi ‘Allam, Mufti Agung Mesir saat ini, yang berpendapat bahwa bunga bank hukumnya halal. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana sebenarnya pemikiran Syekh Syauqi ‘Allam mengenai bunga bank hingga beliau menghalalkannya serta bagaimana metode istinbath hukum yang beliau gunakan dalam merumuskan hukum tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif (legal research),tepatnya penelitian hukum Islam normatif dengan pendekatan istinbath hukum. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kitab Fatwa wa Ahkam al-Mu`malat al-Maliyah Min waqi` Fatawa darul Ifta Al-Mishriyah dan Fatwa Darul Ifta Mesir No. 7836 Tanggal 18 Mei 2023. Analisis diawali dengan menerjemahkan kedua data primer kemudian menguraikan secara teratur pemikiran Syekh Syauqi ‘Allam mengenai bunga bank, mulai dari asumsi dasar pemikiran beliau, sumber/dalil yang digunakan, argumentasi yang dikemukakan, hingga metode istinbath hukum yang ditempuh. Semua aspek tersebut kemudian dielaborasi dengan teori-teori yang relevan untuk melihat keunggulan dan kekurangan pemikiran beliau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Syekh Syauqi ‘Allam terkait kehalalan bunga bank dapat dibagi menjadi dua, yaitu bunga simpanan dan bunga pinjaman. Syekh Syauqi ‘Allam menetapkan bunga (simpanan) bank halal karena menganggapnya sebagai keuntungan yang diperoleh dari akad mudharabah. Menurut beliau, tidak masalah dalam akad mudharabah menetapkan jumlah keuntungan di awal dalam bentuk persentase (bunga bank), selama penetapan tersebut dilakukan atas dasar studi dan analisis ekonomi yang mampu menghilangkan unsur ketidakpastian dan ketidaktahuan dalam mudharabah. Selain itu, bunga bank juga mengandung unsur mashlahat di dalamnya baik bagi nasabah, bank, maupun pemerintah. Kemudian, Syekh Syauqi ‘Allam menetapkan bunga (pinjaman) bank halal karena menganggapnya sebagai keuntungan yang diperoleh dari investasi (mudharabah/musyarakah) dan margin dari murabahah. Ini berlaku bagi pinjaman produktif. Sedangkan pada pinjaman konsumtif untuk individu, bunga bank juga bukan merupakan riba karena; 1) riba hanya berlaku pada emas dan perak, bukan uang kertas (fulus), dan 2) bank posisinya sebagai badan hukum yang mewakili negara, dan tidak ada riba dalam hubungan antara negara dengan warganya. Dalam konteks negara Mesir pemikiran Syekh Syauqi ‘Allam ini mungkin sudah cukup tepat, namun kurang relevan jika diterapkan di negara lain karena argumen-argumen yang dikemukakan masih sangat bisa diperdebatkan, Metode istinbath yang digunakan Syekh Syauqi ‘Allam dalam menetapkan kehalalan bunga bank adalah metode ta’lili dan metode istishlahi. Adapun sumber/dalil hukum yang digunakan Syekh Syauqi ‘Allam meliputi al-Qur’an, hadis, kitab fikih, kaidah fikih, fatwa ulama, qiyas, istihsan, dan mashlahah mursalah. Selain itu, Syekh Syauqi ‘Allam juga menggunakan hukum positif Mesir seperti Undang-Undang Perbankan Mesir Nomor 88 Tahun 2003 dan Undang-Undang Bank Sentral dan Sistem Perbankan Nomor 194 Tahun 202

    Pengaruh Sertifikat Bank Indonesia Syariah Terhadap Pembiayaan pada Bank Syariah di Indonesia (Periode 2019 -2022)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepemilikan sertifikat Bank Indonesia Syariah terhadap jumlah pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah di Indonesia. Penyaluran pembiayaan oleh bank syariah dalam melakukan investasi juga dipengaruhi oleh suku bunga sertifikat bank Indonesia syariah (SBIS) yang dapat dimanfaatkan oleh bank syariah untuk mengatasi bila terjadi kelebihan pada tingkat likuiditas. Metode analisis regresi linear sederhana digunakan untuk menganalisis data dari bank syariah yang beroperasi di Indonesia selama periode 2019 hingga 2022. Variabel independen utama adalah kepemilikan sertifikat Bank Indonesia Syariah, sedangkan pembiayaan bank syariah dijadikan variabel dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemilikan sertifikat Bank Indonesia Syariah tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembiayaan bank syariah di Indonesia selama periode yang diteliti. Nilai R-squared sebesar 0.097 menunjukkan bahwa SBIS hanya mampu menjelaskan 9.7% dari variasi dalam pembiayaan bank syariah. Mengingat tingginya nilai variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model (90.3%), ada indikasi kuat bahwa banyak faktor lain yang mempengaruhi pembiayaan pada bank syariah di Indonesi

    Menunda Qadha Puasa Sampai Memasuki Ramadhan Berikutnya (Studi Komparatif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi mengenai menunda qadha puasa sampai memasuki ramadhan berikutnya menurut mazhab Hanafi dan mazhab Syafi’i. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan mazhab Hanafi dan mazhab Syafi’i tentang menunda qadha puasa sampai memasuki ramadhan berikutnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research yaitu metode penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan primer, bahan Pustaka atau bahan sekunder lainnya, dengan pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan komparatif (perbandingan). Hasil penelitian menunjukan bahwa menurut mazhab Hanafi tentang menunda qadha puasa sampai tiba ramadhan berikutnya baik itu karena uzur maupun tidak ada uzur tanpa ada kewajiban membayar fidyah dan hanya qadha puasanya saja, dengan alasan mereka mengqiyaskan ibadah puasa dengan ibadah-ibadah yang lain. Dan dan dalil yang digunakan mazhab Hanafi tentang menunda qadha puasa Ramadhan terdapat dalam al-Qur’an surat al- baqarah ayat 184. Sedangkan menurut mazhab Syafi’i tentang menunda qadha puasa sampai memasuki ramadhan beriktunya tanpa ada uzur maka wajib baginya disamping qadha puasa yaitu membayar fidyah ini adalah mengqiyaskan seseorang yang mempunyai kewajiban qadha dan dia tidak sanggup membayarnya. Dan dalil yang digunakan mazhab syafi’i tentang menunda qadha puasa ramadhan tanpa uzur terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 184, hadis yang di riwayatkan aisyah, dan juga hadis yang diriwayatkan abu hurairah

    Problematika Pencatatan Nikah Ulang di KUA Kecamatan Gambut

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari adanya beberapa kasus pernikahan siri yang ingin mencatatkan pernikahan di KUA Kecamatan Gambut. Diketahui status pernikahan di KTP calon mempelai adalah “kawin”, sehingga menjadikan KUA menolak mencatatkan pernikahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui problematika dan upaya KUA Kecamatan Gambut dalam mengatasi pencatatan nikah siri. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan 2 orang informan yaitu pihak pihak KUA Kecamatan Gambut. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Penelitian ini menunjukkan problematika pencatatan nikah siri di KUA Kecamatan Gambut adalah mengenai status perkawinan yang ada di KTP pasangan tertulis “kawin”. Status ini menjadi penghalang bagi pasangan untuk dapat menikah di KUA karena KTP dengan status “kawin” secara otentik adalah bukti bahwa seseorang masih terikat pernikahan dengan orang lain. Hanya saja, faktanya pasangan tersebut tidak memiliki bukti pernikahan berupa buku nikah. Upaya KUA Kecamatan Gambut dalam mengatasi problematika pencatatan nikah siri adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dua alternatif yang bisa ditempuh. Pertama, merubah status di KTP seperti semula yakni “belum kawin” bagi status sebelumnya perjaka atau perawan, atau “cerai hidup” dan “cerai mati” bagi status sebelumnya bercerai atau ditinggal mati oleh pasangan. Kedua, KUA dapat mencatatkan pernikahan dengan status KTP tertulis “kawin” tetapi atas hasil penetapan isbat nikah yang dikabulka

    Pengaruh Peran Ayah terhadap Kecerdasan Emosi pada Siswa MAN I

    Get PDF
    Peran ayah yang sebenarnya memang tidak banyak orang mengetahui namun dampak dari hilangnya peran ayah dalam membina kecerdasan emosi terhadap anak sangat memberikan dampak signifikan. Kecerdasan emosi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan terhadap frustasi, mengendalikan dorongan hati, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir baik saat anak berada di lingkungan keluarga maupun sekolah.Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Untuk mengetahui tingkat pengaruh peran ayah terhadap kecerdasan emosi pada anak remaja di MAN 1 Tanah Laut, 2) Untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosi pada anak remaja di MAN 1 Tanah Laut, 3) Untuk mengetahui pengaruh peran ayah terhadap kecerdasan emosi pada anak remaja di MAN 1 Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data utama kuesioner, sampel penelitian ini berjumlah 69 siswa kelas X dan XI MN 1 Tanah Laut dan dianalisis menggunakan rumus regresi linier sederhana dan di lakukan uji validitas dan reliabiltas instrumen penelitian dan juga digunakan uji asumsi klasik sebelum dilakukan uji hipotesis. Hasil penelitian didapat bahwa: 1) Peran ayah pada anak remaja di MAN 1 Tanah Laut mendapatkan nilai tertinggi 71 dan nilai terendah 41 sehingga di dapat kategori rendah sebanyak 17,39% sedang 56,52% dan tinggi 26,09%. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat peran ayah rata-rata berada pada kategori sedang karena memiliki persentase paling tinggi diantara ketiga kategori tersebut. 2) Kecerdasan emosi pada anak remaja di MAN 1 Tanah Laut memiliki nilai tertinggi 39 dan terendah 12 sehingga untuk kategori rendah sebanyak 14,49%, sedang 65,22% dan tinggi 20,29%. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan siswa rata-rata berada pada kategori sedang karena memiliki persentase paling tinggi diantara ketiga kategori tersebut, 3) Pengaruh peran ayah terhadap kecerdasan emosi pada anak remaja di MAN 1 Tanah Laut mendapatkan nilai sig p value <0,05 di mana Ha diterima dan H0 ditolak, artinya terdapat pengaruh peran ayah terhadap kecerdasan emosi pada anak remaja di MAN 1 Tanah Lau

    KONSEP NUBUWWAH IBN ‘ARABI DI ANTARA WACANA AKTIVISME DAN ILHÂD DALAM ISLAM

    Get PDF
    Restu Aulad Al’Fattaah: 220211010006, Konsep Nubuwwah Ibn ‘Arabi Di Antara Wacana Aktivisme dan Ilhâd Dalam Islam, di bawah bimbingan Prof. Dr. Mujiburrahman, MA dan Dr. Muhammad Iqbal, M. SI, Tesis, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Antasari, Banjarmasin, 2024. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau secara kritis akan pelbagai kritik dari wacana aktivisme dan ilhâd dalam Islam melalui wacana kenabian Ibn ‘Arabi. Wacana aktivisme di sini akan diwakili oleh pemikiran Muhammad Iqbal (1877-1938 M) dan Fazlur Rahman (1919-1988 M). Sedangkan wacana ilhâd akan diwakili oleh pemikiran Ibn al-Rawandi (827-911 M) dan Abu Bakr Muhammad bin Zakaria al-Razi (865-925 M) yang dikutip melalui hasil kajian Abdurrahman Badawi. Beberapa temuan dari penelitian ini adalah Ibn ‘Arabi memahami kenabian sebagai maqâm, sehingga peran dan tugas kenabian melalui para pewaris Nabi yang disebut dengan wali akan terus eksis dan relevan hingga akhir zaman. Kemudian kritik Iqbal dan Rahman juga nampak tidak tepat sasaran, karena tidak ditemukan ajaran Ibn ‘Arabi melalui konsep kenabian ini yang mengajarkan pemahaman yang konservatif dan mengajarkan gaya hidup pasif. Bahkan, konsep kenabian Ibn ‘Arabi terasa lebih bijaksana karena menuntut tugas dan peran aktif umat Islam, khususnya bagi para wali melalui tugas kenabian berdasarkan tingkatannya, tidak seperti Iqbal yang menyatakan tuntutan kepada seluruh lapisan umat Islam agar bersikap kreatif dan turut berperan aktif dalam memberikan perubahan positif di era modern. Kemudian tinjauan atas pemikiran ateis Islam adalah bahwa Ibn ‘Arabi justru menyeru secara tidak langsung agar memadukan antara potensi akal dan bimbingan wahyu kenabian sebagai sumber pengetahuan dan sebagai pedoman dalam menentukan prinsip moral. Ibn ‘Arabi juga menyatakan akibat buruk dari perilaku yang berusaha meninggalkan bimbingan wahyu, yaitu hilangnya fungsi dan peran akal dalam membimbing manusia untuk menentukan aturan moral dalam kehidupannya, dan fenomena ini akan terjadi di akhir zaman kelak ketika kewalian telah ditutup dan tidak ada lagi wali yang lahir di tengah umat manusia

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇