IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengaruh Promosi dan Religiusitas Terhadap Minat Memilih Bank Syariah Pada Masyarakat Desa Berangas Tengah Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala
Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa sebagian masyarakat banyak
yang belum mengetahui perbankan syariah disebabkan kurangnya
sosialisasi yang dilakukan terhadap sistem ekonomi syariah dan jarang
membaca berita. Maka dari itu tidak banyak masyarakat yang menggunakan
bank syariah karena menurut mereka bank syariah itu sama saja dengan
bank konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan
promosi dan religiusitas terhadap minat memilih bank syariah dikalangan
masyarakat desa Berangas Tengah Kecamatan Alalak Kabupaten Barito
Kuala.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
mengumpulkan data melalui kuesioner (angket) kepada 97 responden secara
acak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi dan religiusitas
memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap minat memilih bank
syariah. Promosi dan religiusitas secara simultan masyarakat dengan nilai
Fhitung sebesar 28,271 > Ftabel 3,09 dan pengaruh promosi terhadap minat
memilih bank syariah secara parsial dengan nilai thitung 3,775 > ttabel 1,985
dan adapun untuk pengaruh religiusitas terhadap minat masyarakat memilih
bank syariah secara parsial dengan nilai thitung 0,721 < ttabel 1,98
Pembelajaran Materi Khilafiah (Studi Komparatif Pada Pondok Pesantren Nurul Jannah Banjarmasin, Darul Hijrah Putera Martapura, Dan Waratsatul Fuqaha Banjarbaru)
Kesempurnaan Islam sebagai agama yang memberikan arahan kepada
setiap penganutnya melalui landasan yang tidak hanya berasal dari ushûl namun
juga furû’ melahirkan perbedaan di kalangan ulama dalam penentuan hukum Islam
yang kemudian dikenal dengan khilafiah. Hadirnya khilafiah memunculkan
argumentasi tentang pentingnya mempelajarinya terkhusus dalam lingkup
Pendidikan Agama Islam seperti tercegahnya seseorang dari sifat fanatisme
terhadap tokoh atau aliran serta membentuk karakter toleran terhadap perbedaan.
Menilai betapa pentingnya mempelajari khilafiah, pondok pesantren sebagai garda
terdepan dalam pengajaran tentang Islam seyogianya memasukkan pembelajaran
khilafiah dalam kurikulum, namun fakta lapangan mayoritas pondok pesantren
dalam pembelajarannya cenderung berfokus kepada satu mazhab hingga akhirnya
peneliti mendapati ada tiga pondok pesantren yang dalam pembelajarannya juga
memuat tentang khilafiah, yakni Pondok Pesantren Nurul Jannah Banjarmasin,
Darul Hijrah Putera Martapura, dan Waratsatul Fuqaha Banjarbaru.
Penelitian ini berupaya mengeksplorasi dan menganalisis pembelajaran
khilafiah pada Pondok Pesantren Nurul Jannah Banjarmasin, Darul Hijrah Putera
Martapura, Dan Waratsatul Fuqaha Banjarbaru yang mana memuat tentang proses
pembelajarannya serta persepsi para santri yang belajar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik dan termasuk
jenis penelitian lapangan (field research). Subjek dalam penelitian ini adalah
pengajar khilafiah dan santri Pondok Pesantren Nurul Jannah Banjarmasin, Darul
Hijrah Putera Martapura, dan Waratsatul Fuqaha Banjarbaru. Pengumpulan data
yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian analisis
data menggunakan data reduction, data display, dan conclusion
drawing/verification.
Hasil penelitian menunjukkan: 1) Proses pembelajaran khilafiah di Pondok
Pesantren Nurul Jannah Banjarmasin menggunakan kitab Rawâi’u al-Bayân, Tafsîr
Âyât al-Ahkâm min al-Qur’ân karya Muhammad ’Alî al-Shâbûnî dengan metode
ceramah, tanya jawab, sorogan, wetonan, menggunakan pengeras suara sebagai
fasilitas penunjang pembelajaran, reward dan punismant sederhana, dan hanya
menggunakan evaluasi formatif. Pondok Pesantren Darul Hijrah Putera Martapura
menggunakan kitab Bidâyah al-Mujtahid Wa Nihâyah al-Muqtashid karya Ibn
Rusyd dengan metode ceramah, tanya jawab, sorogan, wetonan, cerita dan skema
pembelajaran serta menggunakan Bahasa Arab dan Indonesia, fasilitas penunjang
berupa papan tulis dan spidol,reward dan punisment yang mendidik seperti menulis
xvi
kosa kata Bahasa Arab, serta evaluasi formatif dan sumatif. Pondok Pesantren
Waratsatul Fuqaha Banjarbaru menggunakan Kitab Ibânah al-Ahkâm Syarh Bulûgh
al-Marâm karya Hasan Sulaimân al-Nûri dan ‘Alawi ‘Abbâs al-Mâliki dengan
metode ceramah, tanya jawab, sorogan, wetonan, tidak menggunakan media atau
fasilitas penunjang pembelajaran, ada reward sederhana dan tidak ada punisment,
serta evaluasi formatif dan sumatif, 2) Persepsi santri mengenai khilafiah dan proses
pembelajarannya pada Pondok Pesantren Nurul Jannah Banjarmasin, Darul Hijrah
Putera Martapura, maupun pada Waratsatul Fuqaha Banjarbaru memiliki
kemiripan. Persepsi para santri sebelum mengenal khilafiah mengarah kepada
persepsi negatif dari merasa bingung, berdiam diri, hingga kepada tingkat
menyalahkan. Sedangkan dalam proses pembelajarannya, persepsi yang muncul
terkesan baik dan para santri merasa cukup dengan apa yang telah dipelajari hingga
hasil akhir dari pembelajaran tersebut membuahkan sebuah persepsi positif dalam
memandang khilafiah atau perbedaa
Analisis Penerapan Prinsip Check and Balances di Tingkat Desa Dalam Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala
Desa diberikan kewenangan secara penuh oleh Peraturan perundang�undangan untuk mengelola wilayahnya sendiri. Namun, kasus korupsi di tingkat
desa marak terjadi di Indonesia. Mayoritas dilakukan oleh pejabat-pejabat lembaga
desa. Kerugian yang dihasilkan dari perbuatan tersebut diantaranya adalah
terlambatnya pembangunan desa untuk kesejahteraan masyarakat desa. Salah satu
upaya yang dilakukan sebagai pencegahan tindak pidana korupsi di tingkat desa
adalah penerapan prinsip check and balances.
Dengan penelitian yang menggunakan metode Penelitian Hukum empiris
yang meneliti beberapa desa di kecamatan Wanaraya sebagai sampel penelitian.
penelitian ini berfokus pada lembaga-lembaga desa yaitu Kepala desa dan BPD
sebagai pelaksana dari pengelolaan sumber daya desa. Kedua lembaga tersebut
yang menjalankan prinsip check and balances
Hasil penelitian yang akan dijelaskan dalam skripsi ini menujukkan bahwa
penerepan prinsip check and balances dijalankan di tingkat desa di kecamatan
Wanaraya dimulai dari proses perencanan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban.
Namun hasil dari penerapan prinsip tersebut dipengaruhi oleh kualitas sumber daya
manusia (SDM) dari pejabat-pejabat desa di kecamatan Wanaraya. Selain itu juga
dipengaruhi oleh faktor-faktor yang membuat penerapan prinsip tersebut tidak
berjalan dengan maksimal. Sehingga perlu dukungan dari pihak Pemerintah
Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala
Problematika Rumah Tangga Ketika Istri Yang Mencari Nafkah Diluar Rumah (Studi Kasus di Desa Mandingin Kec. Barabai)
Penelitian ini bertolak dari hukum Islam bahwa setiap suami seharusnya
menjadi pemimpin dalam rumah tangga karena itu suami harus bekerja agar bisa
memberi nafkah untuk keluarganya. Secara garis besar, persoalan siapa yang
bertanggung jawab memenuhi nafkah keluarga sudah dipahami, yaitu suami.
Sedangkan kewajiban utama seorang istri adalah mengurus rumah tangga,
mendidik anak, menjaga harta suami, menyelesaikan pekerjaan rumah yang tak
kalah beratnya dari pekerjaan suami untuk mencari nafkah. Konsep Mubadalah
(kesetaraan gender) yang mana suami mengerjakan peran istri dan istri
mengerjakan peran suami dalam rumah tangga mereka sekarang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Problematika rumah
tangga ketika istri yang mencari nafkah dan apa saja dampak bagi rumah tangga
ketika istri yang mencari nafkah. Sedangkan metode yang digunakakan adalah
penelitian lapangan, yaitu memaparkan dan menggambarkan keadaan serta
fenomena yang lebih jelas mengenai situasi yang terjadi di desa Mandingin. Karena
itu untuk memperoleh data yang diperlukan penulis melakukan wawancara dengan
informan yang beradi di desa Mandingin, kecamatan Barabai.
Problematika rumah tangga bagi istri yang mencari nafkah yang dihadapi
kedua pasanga ini ketika suaminya tidak bekerja adalah suami tidak memberi
nafkah kepada istri dan anaknya, kondisi keuangan didalam keluarga tidak setabil,
terjadinya pertengkaran antara keduanya, kurangnya keharmonisan rumah tangga.
Didalam kasus I dan II memiliki kesamaan namun ada sedikit perbedaan yaitu di
kasus I suami gengsi jika harus bekerja dengan orang lain, sedangkan kasus II suami
tidak bekerja karena merasa cukup penghasilan sang istri untuk keluarga dan
dampak bagi rumah tangga ketika istri yang mencri nafkah bisa terjadinya
penyesuaian terhadap peran dalam pekerjaan rumah tangga. Seperti istri harus
bekerja untuk mencari kebutuhan rumah tangga, kurang terpenuhinya kebutuhan
rumah tangga, adu pendapat saling menyalahkan, jadi omongan orang dan hampir
bercerai
Peran Guru Kelas dalam Mencegah Tindakan Perundungan pada Siswa Kelas 5 di Sekolah Dasar Negeri Kebun Bunga 5 Banjarmasin
Latar belakang dari penelitian ini adalah karena adanya informasi yang
peneliti terima dari masyarakat bahwa ada terjadi peristiwa bullying di SD Negeri
Kebun Bunga 5 Banjarmasin oleh siswa kepada siswa yang lain. Setting penelitian di
sini sangat menarik karena lokasi sekolah ini berada di komplek asrama polisi yang
notabenenya banyak anak-anak anggota polisi yang sekolah di sana. Landasan teori
mengacu pada teori Olweos dengan langkah-langkah meliputi: (1) Pengumpulan data,
(2) Pelibatan guru, staf sekolah, siswa, dan orang tua dalam menyusun kebijakan
sekolah yang jelas dan konsisten terkait dengan bullying, (3) Pendidikan dan
pelatihan, (4) Pengawasan dan pengawasan, (5) Intervensi terhadap pelaku bullying,
(6) Dukungan untuk korban bullying, (7) Partisipasi orang tua.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan
pendekatan kualitatif. Objek dari penelitian ini adalah peran guru kelas dalam
mencegah tindakan perundungan pada siswa kelas 5 di SDN Kebun Bunga 5
Banjarmasin, dengan subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, dan wali kelas 5.
Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi.
Setelah itu melakukan analisis data dengan cara mereduksi data, menyajikan data,
hingga sampai pada tahap kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Pengumpulan data oleh wali kelas
untuk menilai sejauh mana bullying belum terlaksana sepenuhnya. (2) Pelibatan wali
kelas, guru, staf sekolah, siswa, dan orang tua dalam penyusunan kebijakan sekolah
juga belum terlaksana, (3) Implementasi pelatihan tentang bullying juga belum
terlaksana, (4)Peningkatan pengawasan di area-area sekolah yang rawan terhadap
perilaku bullying juga masih belum terlaksana secara menyeluruh,(5)
Pengintervensian wali kelas dan guru terhadap pelaku bullying juga masih belum
terlaksana secara komprehensi
Education Financing Management in Madrasah Ibtidaiyah (Multisite Study in MIS Ahlusunnah Wal Jama'ah, MIS Shiratul Jannah, MIS Darul Ulum, South Barito Regency, Central Kalimantan)
Financing management is the most important activity in implementing
education. Limited incoming funds require every stakeholder in every madrasah
to carry out financial management activities for education financing. Whether it's
preparation, bookkeeping, or even auditing the budget in order to achieve the
desired goals.
The focus of this research is the budgeting process, accounting process
and auditing process at MIS Ahlusunnah Wal Jama'ah, MIS Shiratul Jannah, MIS
Darul Ulum, South Barito Regency, Central Kalimantan. Meanwhile, the aim of
the research is to describe the budgeting process, accounting process and
auditing process at MIS Ahlusunnah Wal Jama'ah, MIS Shiratul Jannah, MIS
Darul Ulum, South Barito Regency, Central Kalimantan.
This type of research is field research with a qualitative approach. The
subjects of this research were the madrasa head and madrasa treasurer. The
object of the research is education financing management at MIS Ahlusunnah Wal
Jama'ah, MIS Shiratul Jannah, MIS Darul Ulum, South Barito Regency, Central
Kalimantan. Data collection techniques include observation, interviews and
documentation.
The results of this research show: (1) budgeting for these three madrasas
is by identifying needs by stakeholders. Identify the source, namely BOS funds.
Then, it is stated in the Madrasah Budget Activity Plan and then ratified, (2) the
accounting for these three madrasas is in the form of receipts, every fund received
is recorded and then recapitulated by the treasurer, and in accordance with the
acceptance and bookkeeping procedures. Expenditures are recorded in the cash
book and then summarized and contain records of expenditure according to type
of expenditure, and expenditure allocation for routine and non-routine costs. 3)
Auditing at these three madrasahs includes internal (madrasah heads) and
external (Barsel Regency Ministry of Religion) audits with examination of
evidence of detailed income and expenditure, carried out at least once a semester
(BOS fund accountability repor
Hubungan Motivasi Kerja dengan Disiplin Kerja pada Karyawan PT. Pelindo Daya Sejahtera Banjarmasin
Sumber daya manusia sangat penting untuk kemajuan industri, ilmu
pengetahuan, dan pengembangan. Oleh karena itu, diperlukan sumber daya
manusia yang kompeten, mempunyai semangat dan disiplin yang tinggi dalam
menjalankan peran dan fungsinya, baik untuk kepentingan pribadi maupun tujuan
organisasi, di era modern dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat. Setiap
karyawan tentu memiliki motivasi yang berbeda dalam menjalankan pekerjaannya
untuk mencapai tujuan perusahaan. Motivasi tersebut dapat menjadi pendorong
utama bagi karyawan dalam melaksanakan tugas-tugas mereka. Terdapat
hubungan yang sangat erat antara motivasi kerja dan disiplin. Salah satu
komponen yang sangat penting dalam mencapai tujuan perusahaan adalah
kedisiplinan. Kurangnya disiplin kerja dapat menghambat pertumbuhan
organisasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan
jenis penelitian korelasional. Populasi untuk penelitian ini mencakup semua
karyawan di PT. Pelindo Daya Sejahtera Banjarmasin yang berjumlah 579
karyawan dan sampel dari penelitian ini sebanyak 85 orang karyawan, teknik
pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan jenis
simple random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala
motivasi kerja dan disiplin kerja.
Hasil penelitian ini, yaitu: (1) Tingkat motivasi kerja karyawan berada
pada kategori tinggi dengan persentase 72,9% dan 27,1% berada pada kategori
sedang. (2) Tingkat disiplin kerja karyawan berada pada kategori tinggi dengan
persentase 94,1% dan 5,9% berada pada kategori sedang. (3) Terdapat hubungan
antara variabel motivasi kerja (X) dengan variabel disiplin kerja (Y) pada
karyawan PT. Pelindo Daya Sejahtera Banjarmasin dengan nilai signifikan 0,000
< 0,05 dan nilai Adjusted R Square sebesar 0,244 yang artinya variabel motivasi
kerja memberikan sumbangsih sebesar 24% terhadap variabel disiplin kerj
Analisis Penetapan Kabul Perkara Dispensasi Kawin bagi Anak di Bawah Umur Tahun 2023 Pada Pengadilan Agama Batulicin
Penelitian ini tentang 10 penetapan perkara sebagai sample dari ratusan
perkara permohonan dispensasi kawin yang dikabulkan oleh hakim Pengadilan
Agama Batulicin pada tahun 2023. Dalam penjelasan umum revisi Undang-undang
RI nomor 16 Perkawinan yang telah diundangkan pada tanggal 15 Oktober 2019
disebutkan bahwa menaikkan usia minimal kawin bagi wanita bertujuan untuk
mengantisipasi terjadinya perkawinan pada usia anak. Tetapi dalam praktiknya,
kurang lebih empat tahun sejak perubahan ketentuan batas minimal usia kawin bagi
wanita dari 16 tahun menjadi 19 tahun, ternyata belum berhasil menekan
perkawinan usia dini. Itu ditandai dengan permohonan perkara dispensasi kawin
pada Pengadilan Agama Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu malah meningkat
tajam, bahkan mayoritas dari permohonan dispensasi tersebut dikabulkan oleh
hakim Pengadilan Agama. Oleh karena itu, perlu analisis lebih mendalam terkait
dasar hukum hakim mengabulkan banyaknya perkara dispensasi nikah di saat
undang-undang yang berfungsi untuk mengantisipasi perkawinan usia anak telah
disahkan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dasar hukum
hakim Pengadilan Agama Batulicin terhadap penetapan kabul perkara permohonan
dispensasi kawin bawah umur tahun 2023. Mengetahui bagaimana pertimbangan
hakim Pengadilan Agama Batulicin terhadap penetapan kabul perkara permohonan
dispensasi kawin bawah umur tahun 2023 dalam perspektif tujuan Hukum Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian normatif. Ia menggunakan pendekatan
perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan analitis (analytical
approach).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dasar hukum hakim Pengadilan
Agama Batulicin dalam memutuskan perkara dispensasi kawin di antaranya adalah
Undang-Undang nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan atas UndangUndang 1
tahun 1974 tentang perkawinan, Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 tahun 2019
tentang pedoman mengadili Dispensasi Kawin, dan kaidah fikih yang berkaitan.
Pertimbangan hukum hakim Pengadilan Agama di Kalimantan Selatan dalam
mengadili perkara dispensasi kawin tidak terlepas dari pandangan mereka terhadap
kondisi sosiologis, fisiologis dan geografis masyarakat sekitar mereka. peraturan
batas usia minimal pernikahan berkesesuaian dengan lima komponen tujuan
Hukum Islam, tetapi ketika hakim memutuskan untuk mengabulkan perkara
dispensasi kawin tidak dapat dianggap melanggar tujuan Hukum Islam, sebab
dalam pertimbangannya, ia menilai bahwa lebih banyak kemaslahatan yang muncul
ketika ia menerima permohonan tersebut daripada ia menolaknya
Penguatan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti bagi Siswa Muslim Minoritas (Studi Kasus di SMP Negeri 2 Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong)
Keberadaan siswa yang beragama Islam di lingkungan yang banyak non
muslim menjadikan tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan, khususnya
dimana siswa tersebut menuntut ilmu. Sebagai ummat muslim sudah seharusnya
untuk meningkatkan kekuatan iman dan menambah pengetahuannya tentang
agama Islam, salah satunya para siswa musim yang sedang menjalani pendidikan.
Hal ini menjadi catatan penting bagi sekolah dan guru untuk memberikan
penguatan agama Islam melalui pelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam
pembelajaran agar menjadikan para siswa sebagai pribadi yang taat kepada sang
pencipta dan menjadi seseorang yang berbudi pekerti luhur.
Penelitian ini berusaha untuk menggali data tentang penguatan Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti bagi Siswa Muslim Minoritas di SMP Negeri 2
Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong, dengan melihat pembelajaran di
kelas dengan berbagai sistem di dalamnya serta bentuk upaya penguatan
pendidikan agama Islam dan budi pekeri yang dilakukan oleh sekolah dan guru iu
sendiri.
Penelitian ini bejenis penelitian lapangan (field research) dengan
menggunakan metode penelitian qualitative method dengan lokasi penelitian yaitu
SMP Negeri 2 Tanta, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong dengan subjek utama
penelitian yaitu siswa-siswi dan guru PAI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti bagi Muslim Minoritas di SMP Negeri 2 Tanta dilakukan di
mushalla dan terpisah dengan siswa non muslim. Pembelajaran Pendidikan
Agama Islam dengan menggunakan kurikulum 2013 dengan materi semua
komponen pembelajaran (Akidah Akhlak, Alquran Hadits, Fiqih dan Sejarah
Kebudayaan Islam) yang sudah dijadikan satu rumpun, metodenya menggunakan
ceramah, tanya jawab dan praktik dengan model pembelajaran Contexual
Learning. Adapun upaya penguatan Pendidikan Agama Islam bagi muslim
minoritas di SMP Negeri 2 Tanta dilakukan melalui beberapa kegiatan keagamaan
seperti pembiasaan shalat berjamaah, kegiatan membaca Alquran, peringatan hari
besar agama Islam khususnya Maulid Nabi Muhammad Saw dan Isra Mi’raj,
kegiatan keagamaan di bulan Ramadhan atau pesanten kilat, ekstrakurikuler dan
halal bi halal sekaligus silaturahmi orang tua. Kegiatan tersebut dimaksudkan
untuk memberikan pengetahuan kepada setiap siswa muslim sekaligus sebagai
bentuk penguatan pendidikan serta menjadikan mereka sebagai pribadi muslim
yang diharapkan oleh bangsa, negara dan agam
Dinamika Pernikahan Dini: Implikasi Sosial Budaya Dalam Perspektif Fikih Munakahat (Studi Pada Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara)
Kabupaten Hulu Sungai Utara menjadi salah satu dari tiga Kabupaten yang
angka pernikahan dininya tinggi di Provinsi Kalimantan Selatan, hal ini
dibuktikan dengan data permohonan dispensai nikah yang ada di Pengadilan
Agama. Penelitian ini mengkaji dinamika pernikahan dini di Kabupaten Hulu
Sungai Utara dari perspektif fikih munakahat dan implikasinya terhadap social
budaya. Penelitian ini berfokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi praktik
pernikahan dini, serta implikasi sosial dan budaya yang timbul dari fenomena
tersebut. Pendekatan fikih munakahat digunakan untuk menganalisa kesesuaian
praktik ini dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami
bagaimana dinamika pernikahan dini perspektif fikih munakahat pada Kabupaten
Hulu Sungai Utara dan implikasinya terhadap sosial budaya.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan
pendekatan sosiologi hukum. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data
menggunakan: Reduksi data, Penyajian data, dan Verifikasi data. Teknik
keabsahan data menggunakan Triangulasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pernikahan dini bisa terjadi karena
faktor eksternal semisal ekonomi, pendidikan, orang tua, dan media massa faktor
internal berupa adat, budaya local, dan Broken Home. Dan dalam perspektif Islam
bahwa syarat pernikahan adalah baligh, pernikahan dini yang terjadi di
masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara pada umumnya dikarenakan
kekhawatiran masyarakat akan terjadinya pelanggaran norma agama. Namun,
meskipun begitu hal ini ternyata berimplikasi dengan munculnya permasalahan
baru yaitu perceraian din