IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Analisis Terhadap Pesan Dakwah dalam Buku 100 Karomah & Kemuliaan Abah Guru Sekumpul Sebagai Pemacu Nilai-Nilai Spiritual Masyarakat
Dakwah merupakan sarana penyampaian pesan dan nilai islami. Pesatnya perkembangan teknologi juga membuat kemudahan dan akses bagi para da’i untuk menyampaikan dakwahnya, baik melalui kajian secara langsung maupun melalui media sosial. Namun, pesan dakwah tidak hanya dapat disampaikan melalui pembahasan kajian Al-Quran dan Hadist. Pesan dakwah juga dapat disampaikan melalui pembelajaran menggunakan kisah-kisah teladan yang sarat akan makna dari para ulama’. Penyampaian pesan dakwah melalui kisah-kisah tersebut bisanyanya dapat dijumpai dalam buku biografi maupun buku yang berisi keistimewaan tokoh-tokoh islam. Penyampaian pesan dakwah yang dapat dilakukan melalui berbagai cara tersebut tentunya bertujuan untuk mengajak dan menjadi pemacu nilai-nilai spiritual khalayak ramai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pesan dakwah yang ada dalam buku “100 Karomah & Kemuliaan Abah Guru Sekumpul”, serta dampaknya dalam menjadi pemacu nilai-nilai spiritual di masyarakat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang diambil dalam penelitian ini mengacu pada hasil wawancara pada informan yang mengamati dan mendukung karomah abah guru sekumpul. Selain itu, peneliti juga melakukan analisa tekstual pada buku “100 Karomah & Kemuliaan Abah Guru Sekumpul” dengan menggunakan analisis wacana kritis yang dicetuskan oleh Teun A. Van Dijk.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam buku “100 Karomah & Kemuliaan Abah Guru Sekumpul” memiliki nilai-nilai keislaman yang besar, selain itu buku tersebut juga dapat menjadi pemacu nilai-nilai spriritual pembaca dan masyarakat dikarenakan pesan akidah serta akhlak yang terkandung dalam buku tersebut
Strategi Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Perilaku Asertif Peserta Didik di SMK Bina Banua Banjarmasin
Kemampuan peserta didik dalam berprilaku asertif sangat ditentukan oleh
situasi sosial dimana individu melakukan komunikasi. Perilaku aserif merupakan
perilaku yang perlu di pelajari dan dikembangkan dalam diri seseorang dengan bantuan
pemberian dukungan sosial yang memadai. Rendahnya perilaku asertif peserta didik
akan menimbulkan konflik intrapersonal maupun interpersonal. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui strategi guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan perilaku
asertif peserta didik serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat guru
bimbingan dan konseling dalam meningkatkan perilaku asertif peserta didik di SMK
Bina Banua Banjarmasin.
Penelitian ini berjenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan
kualitatif deskriptif. Penelitian ini berlokasi di SMK Bina Banua Banjarmasin dengan
subyek 1 orang guru Bimbingan dan Konseling (BK) dan 6 peserta didik. Objek dalam
penelitian ini yaitu strategi guru BK dalam meningkatkan perilaku asertif peserta didik
di SMK Bina Banua Banjarmasin. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan
yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di SMK Bina
Banua Banjarmasin diperoleh simpulan bahwa pelaksanaan strategi layanan bimbingan
dan konseling terlebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan, penyusunan rencana kerja,
pelaksanaan kegiatan (layanan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, dan
konseling individual), dan penilaian kegiatan. Faktor pendukung yaitu dukungan
Kepala sekolah, kerjasama dengan wali kelas dan guru mata pelajaran, Sedangkan
faktor penghambat yaitu kurangnya tenaga pendidik, keterbatasan waktu, dan peserta
didik sulit terbuka saat layana
Pesan Dakwah dalam Film Merindu Cahaya De Amstel Karya Hadrah Daeng Ratu Analisis dalam Film (Analisis Semiotik Charles Sanders Pierce)
Penyampaian pesan dakwah melalui film telah menjadi medium yang kuat
untuk menyebarkan nilai-nilai Islam kepada audiens secara global. Film Merindu
Cahaya De Amstel menjadi sarana yang efektif untuk mempromosikan pemahaman
dan toleransi antaragama, serta merangsang refleksi dalam merangkul nilai-nilai
kehidupan yang universal. Cerita yang disajikan pada film Merindu Cahaya de
Amstel ini diadaptasi dari kisah nyata seorang perempuan Belanda yang memilih
jalan untuk memeluk agama Islam, kisah tersebut ditulis oleh seorang novelis asal
Indonesia bernama Arumi E yang telah menulis kisah perjalanan Khadija
Veenhoven dalam novel dengan judul yang sama. Dengan demikian penulis tertarik
untuk meneliti pesan dakwah tersirat dalam film merindu cahaya de Amstel yang
telah ditayangkan pada tanggal 20 Januari 2022. Penulis akan meneliti lebih lanjut
terkait representasi pesan dakwah yang terkandung dalam film ini, dilanjutkan
dengan menganalisis serta menguraikan makna pesan pada dialog dengan tinjauan
analisis wacana, dan memfokuskan dengan memberikan gambaran pesan dakwah
yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW.
Untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam penelitian, penulis
menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan
dan bersifat deskriptif. Sumber data primer yang digunakan yaitu memanfaatkan
aplikasi streaming video MAXStream dengan melakukan pengamatan film
Merindu Cahaya de Amstel berupa pengambilan gambar adegan dan dialog.
Sumber data sekunder yaitu didukung dengan muatan berupa informasi melalui
buku, jurnal penelitian, skripsi terdahulu, thesis, dan artikel onine.
Metode pengumpulan data menggunakan observasi non partisipan yaitu
pengamatan yang dilakukan secara tidak langsung sebab penelitian ini memerlukan
film sebagai media penelitian, dan dokumentasi dengan mengambil adegan film
dengan cara pengambilan gambar layar (screenshot). Teknik analisis penulis
menggunakan jenis pendekatan representasi Stuart Hall dan menganilisis makna
pesan melalui dialog ditinjau dengan menggunakan analisis wacana.
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa representasi pesan dakwah,
penulis hanya menemukan 2 jenis pendekatan pada representasi yaitu pendekatan
reflektif dan pendekatan intensional
Kualitas Bacaan Al-Qur’an Oleh Kalangan Orang Dewasa: Studi Program Tahfidz di Griya Al-Qur’an Banjarmasin
Penelitia ini dilatarbelakangi dengan adanya kegiatan program Al-Qur’an
semakin merbak di kalangan masyarakat di era sekarang termasuk di kalangan
dewasa. Kalangan dewasa di hadapkan dengan kondisi-kondisi yang dapat
menghambat kegiatan belajar membaca Al-Qur’an, seperti kesibukan pribadi,
menurunnya daya ingat dan pendengaran, serta keterlambatan dalam belajar
membaca Al-Qur’an. Griya Al-Qur’an Banjarmasin merupakan salah satu
lembaga yang menyediakan tempat dan program tahsin di kalangan dewasa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program pelaksanan kegiatan
tahsin bacaan dan kualitas bacaan oleh kalangan orang dewasa di Griya Al-Qur’an
Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reaserch) dengan
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang menggunakan
objek dan metode penelitian alamiah yang bertujuan untuk menggambarkan
fenomena secara detail dan sistematis sehingga lebih mudah difahami. Teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, metode tes dan perekaman.
Adapun subjek penelitian adalah orang dewasa di Griya Al-Qur’an yang sudah
belajar selama satu atau dua tahun lebih di Griya Al-Qur’an.
Hasil temuan peneliti menunjukkan (1) Pelaksanaan program tahfizh di
Griya Al-Qur’an Banjaramsin dilakukan sebanyak 30 kali pertemuan dalam satu
semester, setiap Kamis dan Jum’at dilaksanakan dengan baik. Siswa diberikan
opsi untuk menghadiri 2 dari 10 sesi yang tersedia setiap minggunya. Dari 10
responden, 4 orang memiliki kualitas bacaan yang lancar dan fasih, 4 orang
memiliki kualitas cukup lancar, dan 2 orang memiliki kualitas bacaan belum
lancar
Peran Arsiparis dalam Mengelola Arsip Sekolah di MAN 1 Hulu Sungai Selatan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh peran arsiparis dalam mengelola arsip
sekolah. Arsip adalah kumpulan dokumen dalam bentuk cetakan atau pola apa pun yang
mempunyai nilai kegunaan, baik secara tunggal maupun berkelompok, yang disimpan
secara sistematis sehingga bila diperlukan dapat ditemukan kembali dengan mudah, cepat
dan tepat. Arsiparis seorang profesional yang bertanggung jawab dalam mengelola
arsip-arsip yang penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran
arsiparis dalam mengelola arsip sekolah dan mengetahui kendala yang dihadapi
dalam pengeloaan arsip sekolah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dengan menjadikan kepala sekolah,
guru dan petugas arsiparis sebagai responden dalam memperoleh data. Analisis
data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran arsiparis dalam mengelola
arsip sekolah di MAN 1 Hulu Sungai Selatan yaitu pertama menata arsip, kedua
memberi kode pada tiap berkas, ketiga menyusun berkas pada tempat
penyimpanan arsip. namun kurang dalam segi penyimpanan arsip karena arsip
hanya disimpan dalam bentuk tulisan atau kertas tidak dengan soft file. Kemudian
terdapat beberapa kendala pada proses pengarsipan yaitu pertama cara pengelolaan
arsip yang masih kurang efektif. Kedua arsiparis yang mengelola arsip dan
kearsipan kurang menguasai teknologi dibidang computer ketiga, sarana prasarana
dalam penyimpanan arsip masih kurang memadai
Upaya Meningkatkan Keunggulan Produk Dalam Bersaing Pada BMT UGT Nusantara Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin ketatnya persaingan bisnis pada
lembaga keuangan karena hadirnya pesaing-pesaing yang banyak jumlahnya
dengan beragam startegi bisnisnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui upaya meningaktkan keunggulan
produk dalam menghadapi persaingan produk Pada BMT UGT Nusantara
Banjarmasin.
Analisa data pada penelitian ini bersifat kualitatif , penelitian kualitatif
ditunjukkan untuk memamaparkan dan menggambarkan serta memetakan fakta�fakta berdasarkan cara pandang atau kerangka berfikir tertentu.
Penelitian ini menghasilkan temuan- temuan sebagai berikut Upaya
meningkatkan keunggulan produk dalam bersaing yang diterapkan BMT UGT
Nusantara Banjarmasin dalam meningkatkan jumlah nasabah adalah sebagai
berikut:Melakukan sosialisasi dan promosi, dan jemput bola, strategi jemput bola
dilakukan dengan cara marketing langsung mendatangi rumah atau tempat usaha
anggota melalui anggota-anggota yang sudah pernah menyimpan, pertama orang
yang sudah kenal dengan BMT UGT Nusantara Banjarmasin, jadi dalam hal
simpanan dan pembiayaan memantauya lebih mudah kemudian memperluas
jaringan dengan cara periklanan sebar brosur ketempat-tempat yang strategis dan
ramai di kunjung
Exploring Intercultural Sensitivity Among UIN Antasari Banjarmasin Students
Intercultural sensitivity plays an important role in the sustainability of
intercultural communication. Communication ability is the ultimate goal of
language learning, so the aspects that support the success of this goal are very
important. So far, students have gained cultural knowledge through Cross Cultural
Understanding (CCU) classes, without direct cultural experience. Therefore,
through this study, it aims to show how students' intercultural sensitivity after
attending CCU classes.
This research uses descriptive qualitative method in presenting the data. The
theory of cultural prejudice by Barnlurd was used as elements in compiling the
interview text to find out students' intercultural sensitivity. Data on students'
intercultural sensitivity was obtained from in-depth interviews involving 15
students who have attended CCU classes.
The results of this study show that students still have a negative assessment
of cultural elements. In addition, students also have a tendency to compare the
culture of the target language and also their own culture. The tendency to compare
is both positive and negative. This shows that after acquiring knowledge about the
culture of the target language, there are still negative judgments
Upaya Madrasah dalam Mengatasi Kesulitan membaca Al-Qur'an Siswa di MTs Babussalam Banjarmasin
Pengamalan Q.S. Al-Mulk dan Q.S. Al-Sajdah sebagai bacaan keselamatan diri oleh masyarakat desa Sungai Pinang Nagara (Studi Living Qur’an)
Penelitian ini mengemukakan tentang pengamalan Q.S. al-Mulk dan
Q.S. al-Sajdah sebagai bacaan keselamatan diri oleh masyarakat desa Sungai
Pinang Nagara (Studi Living Qur’an) dengan melihat dan mengamati kenyataan di
lapangan bahwa masyarakat menjadi aktif mengamalkan dan mengikuti kegiatan
keagamaan salah satunya pengamalan kedua surah ini sebagai bacaan keselamatan
diri, pengamalan ini dilakukan masyarakat dengan cara membaca kedua surah
tersebut secara berurutan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengatahui
bagaimana proses pengamalan dan pemaknaan dari Q.S. al-Mulk dan Q.S. al�Sajdah sebagai keselamatan diri oleh masyarakat desa Sungai Pinang Nagara.
Penelitian ini ialah termasuk jenis penelitian lapangan, yang menjadi
objek penelitian yaitu Q.S. al-Mulk dan Q.S. al-Sajdah sebagai bacaan
keselamatan diri oleh masyarakat desa Sungai Pinang Nagara yang meliputi
makna, kandungan, keutamaan Q.S. al-Mulk dan Q.S. al-Sajdah, lalu yang
menjadi subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Sungai Pinang
Nagara yang selalu mengamalkan amalan ini setiap harinya di rumah atau di
tempat ibadah. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah
observasi, wawancara.
Adapun hasil dari penelitian ini adalah pengamalan ini yang dikerjakan
masyarakat sebagai keselamatan bagi diri dengan cara membacanya, dibaca di
waktu magrib sebelum salat isya dan membacanya di rumah masing-masing
jarang dilakukan secara berjamaah karena ini merupakan amalan individu.
Kemudian masyarakat juga memandang serta memaknai Q.S. al-Mulk dan Q.S.
al-Sajdah ialah dua surah yang dipasangkan ini sebagai sarana ikhtiar yang bisa
mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti musibah, kecelakaan,
penyakit, kejahatan orang yang licik yang bisa menimpa diri masyarakat dalam
mengahadapi dan menjalani hidup
Hubungan Self Awareness dan Locus of Control dengan Kematangan Karir Siswa SMA Negeri 1 Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau
Kematangan karir merupakan keberhasilan dan kesiapan seseorang untuk
mengemban tugas-tugas yang terorganisir yang ada dalam tahapan perkembangan
karirnya. Dalam menentukan keputusan karir ini pada dasarnya tidak terlepas dari
pribadi diri seseorang. Maka dari itu seseorang yang ingin mencapai kematangan
karir harus mampu mengenali kemampuan diri, kelebihan serta kekurangan, bakat
dan potensi yang dimiliki. Kemampuan seseorang yang dapat mengenali diri
sendiri tersebut dinamakan self awareness. Selain itu, locus of control juga dapat
memiliki hubungan ketika seseorang memilih keputusan karir nya. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat hubungan self awareness dan locus of control dengan
kematangan karir siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Pandih Batu.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan
pendekatan korelasional. Metode sampel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah non probability sampling dan teknik sampel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode pengambilan purposive sampling, dengan total
populasi sebanyak 116 siswa serta total sampel sebanyak 89 siswa.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tingkat self
awareness siswa berada di tingkat sedang dengan nilai persentase sebesar 80,9%
(2) tingkat locus of control berada di tingkat sedang dengan nilai persentase
sebesar 78,7% (3) tingkat kematangan karir siswa berada di tingkat sedang dengan
nilai persentase sebesar 70,8% (4) terdapat hubungan secara parsial antara self
awareness dan kematangan karir siswa dengan nilai korelasi sebesar 0,486 (5)
hubungan secara parsial antara locus of control dengan kematangan karir siswa
berada di tingkat sangat lemah dengan nilai korelasi 0,108 (6) ada hubungan
simultan antara self awareness dan locus of control dengan kematangan karir
berada di tingkat sedang dengan nilai korelasi 0,508 dan nilai signifikansi sebesar
0,000 < 0,05 serta kontribusi kedua variabel bebas tersebut dengan kematangan
karir sebesar 25,8% yang kemudian sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang
tidak dibahas dalam penelitian in