IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Objek Jaminan Fidusia Yang Difidusiakan Ulang Tanpa Izin Kreditur (Analisis Hukum Positif dan Hukum Islam)
Jaminan fidusia dilaksanakan dengan cara penyerahan hak kepemilikan
suatu benda yang bergerak maupun yang tidak bergerak dari debitur kepada kreditur
atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa barang tetap berada pada pemilik
benda. Kecurangan yang dilakukan pihak debitur sering dilakukan di kalangan
masyarakat guna mencukupi kebutuhannya. Pasal 17 UUJF menyebutkan larangan
fidusia ulang, namun pada Pasal 23 dan 28 UUJF terdapat celah terjadinya fidusia
ulang. Dalam penelitian ini, fokusnya adalah membahas akibat hukum dan
penyelesaian permasalahan ini dari sudut pandang Hukum Positif dan Hukum
Islam.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan
pendekatan deskriptif analisis, dalam hal ini penulis menyiapkan sumber-sumber
yang diambil dari buku primer dan sekunder yang mendukung untuk menjawab
permasalahan dalam konteks masalah terkait pada penelitian ini.
Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 42
Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia masih ada beberapa Pasal yang tidak jelas
mengenai larangan fidusia ulang serta masih terdapat beberapa Pasal yang
memperbolehkan melakukan perjanjian lebih dari satu perjanjian. Akibat hukum
dari permasalahan ini adalah ganti rugi, batalnya perjanjian yang sudah disepakati,
peralihan resiko dan membayar sanksi. Dalam Hukum Positif penyelesaian
perselisihan ini dapat dilakukan melalui jalur litigasi, non-litigasi, dan parate
eksekusi. Sedangkan dalam Hukum Islam penyelesaian perselisihan ini dapat
dilakukan dengan cara perdamaian (shulhu), tahkim, qadha, dan Fatwa MUI Nomor
68/DSN-MUI/III/2008 Tentang Rahn Tasjily menyatakan bahwa untuk
penyelesaian perselisihan ini dapat dilakukan melalui badan arbitrase syariah atau
Pengadilan Agama. Penulis berpendapat bahwa untuk penyelesaian perselisihan ini
bisa dilakukan melalui jalur litigasi dengan perihal gugatan wanprestasi, namun
sebaiknya dilakukan dengan jalur non-litigasi yaitu dengan mengganti barang yang
sama dan senilai harganya seperti barang yang sudah dijaminkan kepada kreditur
yang baru guna mengembalikan iktikad baik dari perjanjian yang sempat batal
karena pihak debitur melakukan kecurangan kepada kreditur yang lama
Pertimbangan Hakim dalam Mengabulkan Atau Menolak Gugatan Ketika Menerapkan Asas Mempersulit Perceraian di Pengadilan Agama Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pertimbangan hakim dalam
mengabulkan atau menolak gugatan perceraian di Pengadilan Agama Banjarmasin
dengan menerapkan asas mempersulit perceraian. Latar belakang penelitian ini
berfokus pada tingginya angka perceraian di Kalimantan Selatan, khususnya di
Banjarmasin, dan pentingnya pemahaman tentang dasar pertimbangan hakim dalam
konteks hukum keluarga Islam di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
hukum empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan tiga
hakim di Pengadilan Agama Banjarmasin. Analisis data dilakukan secara deskriptif
kualitatif untuk mendapatkan gambaran mendalam mengenai pertimbangan hakim
dalam kasus perceraian.
Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa pertimbangan hakim dalam
mengabulkan atau menolak gugatan ketika menerapkan asas mempersulit
perceraian di Pengadilan Agama banjarmasin. Pertama PERMA Nomor 1 Tahun
2016, SEMA Nomor 4 Tahun 2014, SEMA Nomor 3 Tahun 2018, SEMA Nomor
1 Tahun 2022 dan SEMA Nomor 3 Tahun 2023. Alasan dari pertimbangan hakim
dalam mengabulkan atau menolak gugatan ketika menerapkan asas mempersulit
perceraian di Pengadilan Agama Banjarmasin adalah mengenai maslahat kedua
belah pihak dan kepentingan terbaik bagi anak. Perceraian dianggap memutuskan
lembaga perkawinan, mengharamkan yang halal, dan memberikan dampak luas
khususnya kepada anak
Praktik Jual Beli Lateks Cair di Desa Mampari Kecamatan Batumandi
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya praktik jual beli lateks cair di Desa
Mampari Kecamatan Batumandi yang dilakukan oleh petani karet dan penjual
karet tidak sesuai dengan hukum Islam. Praktik tersebut yakni adanya
penambahan partikel lain kedalam lateks cair yang menyebabkan kerugian
maupun keluhan jika terus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana gambaran praktik jual beli lateks cair serta faktor yang
melatarbelakangi terhadap praktik jual beli di Desa Mampari Kecamatan
Batumandi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan
pendekatan sosiologis hukum. Lokasi penelitian ini berada di Desa Mampari
Kecamatan Batumandi. Adapun teknik pengumpulan data yaitu observasi,
wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis data yaitu menggunakan
metode deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini adalah adanya campuran dengan partikel lain selain
lateks, percampuran yang sering terjadi berupa pembuatan sisa dari kulit pohon
karet (sangkarap) dan percampuran tersebut sering tidak diketahui oleh pembeli
(Tengkulak). Berkaitan dengan faktor yang yang melatarbelakangi pada praktik
jual beli lateks ini dikerenakan petani kebanyakan tidak memiliki kebun sendiri
atau milik orang lain, sehingga merasa kurang dengan hasil perolehan yang ia
terima, belum lagi harga lateks yang selalu menurun, maka akan sulit untuk
mengatur keuangan untuk kebutuhan mereka. Rekomendasi penelitian ini untuk
penjual dan pembeli lateks
Pengaruh Media Kancing Bermuatan Terhadap Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat pada Siswa Kelas IV di SDN Tabunganen Muara 2 Kabupaten Barito Kuala
Penelitian ini mengemukakan tentang pengaruh media kancing bermuatan
terhadap pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat pada
siswa kelas IV di SDN Tabunganen Muara 2 Kabupaten Barito Kuala. Penelitian
ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman siswa pada materi penjumlahan
dan pengurangan bilangan bulat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh media kancing bermuatan terhadap pemahaman konsep penjumlahan dan
pengurangan bilangan bulat pada siswa kelas IV di SDN Tabunganen Muara 2
Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar siswa
yang masih di bawah KKM.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian dalam penelitan ini adalah
Pre-Eksperimental Design dengan jenis One-Group Pretest-Postest Design.
Penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok dengan memberikan perlakuan
setelah pre-test. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SDN
Tabunganen Muara 2 yang berjumlah 16 orang. Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini adalah tes berbentuk pilihan ganda, dan dokumentasi. Teknik Analisis
data dilakukan berupa hasil post-test yaitu rata-rata, standar deviasi, varians, uji
normalitas, uji t, dan uji wilcoxom.
Pemahaman konsep siswa sebelum menggunakan media kancing bermuatan
memiliki nilai rata-rata 58.75 dengan kualifikasi cukup, sedangkan sesudah
menggunakan media memiliki nilai rata-rata 69.38 dengan kualifikasi baik.
Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan uji t (pairet sampel t test),
diketahui nilai signifikansinya adalah 0.101 > 0.05 maka H₀ (tidak terdapat
pengaruh) diterima dan Hₐ (terdapat pengaruh) ditolak. Jadi, dapat disimpulkan
bahwa pembelajaran menggunakan media kancing bermuatan tidak memberi
pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman konsep penjumlahan dan
pengurangan bilangat bulat pada siswa kelas IV di SDN Tabunganen Muara 2
Kabupaten Barito Kual
Ambiguitas Marital Rape dalam Perundang-Undangan di Indonesia
Perkosaan dalam perkawinan (marital rape) yang khususnya
dilakukan seorang suami terhadap istri, menjadi salah satu bentuk
perkembangan kriminalitas, sebab terdapat unsur-unsur kekerasan dalam
pemaksaan hubungan seksual. Di Indonesia, Undang-Undang Nomor 23
Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
menjadi salah satu payung hukum atas permasalahan ini. Namun, melihat
pada Pasal 8 peraturan tersebut tidak memiliki penjabaran atau penjelasan
lebih rinci sehingga didapatinya ketidakjelasan atau keambiguan dalam
penentuan dan perlindungan hukum terhadap tindakan pemerkosaan dalam
perkawinan. Hal ini mencakup definisi yang kurang jelas dan batasan yang
tidak memadai yang dalam hal ini dapat memengaruhi pengertian,
penegakan, dan keadilan terkait dengan kasus tersebut. Ketaksaan
semacam itu dapat memberikan celah hukum yang mempersulit
penanganan dan perlindungan korban marital rape. Hal ini bertolak
belakang dengan tujuan hadirnya sebuah peraturan berdasarkan asas
kepastian hukum.
Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan
memanfaatkan ketentuan peraturan perundang-undangan serta bahan
hukum lainnya berupa kepustakaan seperti halnya buku-buku, karya
ilmiah, dan laporan penelitian. Penemuan hukum dalam penelitian ini
adalah dengan metode penafsiran, yang mana menjelaskan makna rumusan
norma-norma hukum agar dapat dipahami oleh subjek pembacanya.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengertian marital rape
dalam UU PKDRT masih bersifat ambigu atau multitafsir. Karena
perkosaan dalam perkawinan tidak dikategorikan sebagai perkosaan
berdasarkan KUHP, seorang istri tidak dapat mengajukan pengaduan
terhadap suaminya atas dasar perkosaan. Bahkan jika memungkinkan,
kasus seperti ini akan diperlakukan dan diproses sebagai penganiyaan,
bukan pemerkosaan. Oleh karena itu, kasus marital rape di masyarakat
hanya dapat dituntut berdasarkan Pasal 351, 354, dan 356 KUH
Pemahaman Tentang Ihdad di Kalangan Wanita Pedagang (Studi Kasus Pasar Los Batu Kandangan)
Penelitian ini dilatarbelakangi dari adanya kasus pedagang wanita di Pasar
Los Batu Kandangan yang tidak menjalankan ihdad ketika suaminya meninggal
dunia. Di sisi lain mereka mengetahui dengan jelas aturan ihdad tetapi tidak
menjalankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dn faktor
yang memengaruhi pemahaman ihdad wanita pedagang Pasar Los Batu
Kandangan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan
sosiologis hukum. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan 6
orang informan dari dua kasus yang terjadi. Data dianalisis menggunakan teknik
deskriptif kualitatif.
Penelitian ini menunjukkan keseluruhan informan memahami secara baik
tentang ‘iddah dan tidak dengan ihdad. Rata-rata mereka kembali beraktivitas
seminggu setelah suami meninggal dunia serta berpenampilan seperti biasa di pasar.
Alasan mereka adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan berdagang juga harus
memperhatikan penampilan agar menarik pembali. Ada beberapa faktor yang
melatarbelakangi pemahaman wanita pedagang di Pasar Los Batu Kandangan
tentang ihdad. Pertama, faktor pendidikan para informan yang paling tinggi adalah
SLTP sehingga memengaruhi mereka dalam mendapatkan informasi tentang ihdad.
Kedua, faktor pemahaman pribadi yang hanya mementingkan ‘iddah empat bulan
sepuluh hari. Ketiga, faktor kebiasaan wanita pedagang di Pasar Los Batu
Kandangan yang kembali beraktivitas seminggu setelah suami meninggal dunia dan
hanya mementingkan ‘iddah
Manajemen Pengkaderan Qari Qariah dan Hafiz Hafizah di Rumah Al-Qur'an Alwi Al Bahwi Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar
Al-Qur’an merupakan salah satu sumber hukum Islam yang paling utama,
oleh karena itu sudah seharusnya seluruh umat muslim agar mempelajari serta
mengamalkannya sebagai pedoman dalam kehidupan. Rumah Al-Qur’an Alwi Al
Bahri adalah lembaga yang bergerak dalam kegiatan pembelajaran dan pembinaan
Al-Qur’an, dengan adanya tempat ini maka sangat memudahkan bagi masyarakat
sekitar untuk belajar Al-Qur’an khususnya generasi muda yang ingin belajar
mulai dari mengenal huruf hijaiyah sampai bisa menghafal dan seni dalam
membaca, dengan harapan akan menumbuhkan kader qari qariah dan hafiz
hafizah yang berprestasi dan berakhlak. Oleh karena itu penelitian ini membahas
mengenai pengkaderan qari qariah dan hafiz hafizah di Rumah Al-Qur’an Alwi Al
Bahri dengan mengetahui bagaimana proses manajemen, mengetahui hasil yang
dicapai serta faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan pengkaderan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan
pendekatan kualitatif, subjeknya adalah pengajar tahfiz dan tilawah, objeknya
yaitu manajemen pengkaderan qari qariah dan hafiz hafizah di Rumah Al-Qur’an
Alwi al Bahri. Teknik pengumpulan data yaitu dengan melakukan observasi,
wawancara dan dokumentasi. Kemudian pada analisis data menggunakan reduksi
data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pengkaderan qari
qariah dan hafiz hafizah di Rumah Al-Qur’an Alwi Al Bahri melalui beberapa
tahapan, Pertama, mulai dari perencanaan terhadap pelaksanaan kegiatan,
membuat kebijakan, menentukan dan membagi tugas sesuai dengan keahlian pada
bidang masing-masing pengajar. Kedua, melaksanakan kegiatan inti pengkaderan
terhadap qari qariah yaitu dengan tahap perkenalan, pembentukan,
pengelompokan potensi kader. Ketiga, menentukan kader yang berpotensi dan
layak terjun ke masyarakat sebagai qari qariah dan hafiz hafizah yang berprestasi
dan berakhlak. Keempat, pengawasan atau evaluasi bertujuan untuk mengetahui
sejauh mana hasil yang telah dicapai sepanjang kegiatan pengkaderan. Penelitian
ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang Manajemen Pengkaderan Qari Qariah dan Hafiz hafizah di Rumah al-Qur’an Alwi Al Bahri
serta memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik pengkaderan di lembaga
serupa
Praktik Jual Beli Padi dengan Sistem Harga Berjalan dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Sungai Tuan Ilir Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar)
Jual beli padi di Desa Sungai Tuan Ilir pada umumnya sama dengan jual
beli padi yang terjadi pada kebanyakan desa lainnya. Akan tetapi ada sedikit
perbedaan, yaitu menggunakan sistem harga berjalan. Harga Berjalan ialah
menyimpan padi kepada pembeli dalam bentuk hutang yangg mana harga tidak
ditetapkan saat transaksi berlangsung, tetapi pengambilan uang saat harga
tertinggi pasaran padi. Menyimpan pada penelitian ini ada yang menitipkan padi
di gudang pembeli dan ada yang melakukan transaksi jual beli antara penjual dan
pembeli. Dalam transaksi jual beli antara petani dan pembeli padi tersebut
akadnya tidak jelas. Harga dan waktu pembayaran tidak ditentukan ketika akad.
Ketika musim panen selesai, penjual menemui pembeli padi untuk menyimpan
hasil panen mereka. Misal pada bulan September petani menjual padi beberapa 1
belek (22 liter) kepada pembeli, pada saat itu harga 1 belek padi sedang murah
yaitu Rp.50.000/beleknya, karena sedang murah pihak petani tidak mengambil
uang penjualannya. Ketika bulan Januari harga padi sedang tinggi yaitu
Rp.80.000/beleknya maka pada saat itu petani meminta uang penjualan padinya ke
pembeli padi.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (fiel d reasearch)
yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan di Desa Sungai Tuan Ilir Kecamatan
Astambul. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data
primer yaitu sumber data yang diperoleh langsung dari penjual dan pembeli.
Sumber data sekunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari
pambakal dan tokoh masyarakat. Metode pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan dokumentasi, sedangkan
teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Dalam perspektif hukum
islam transaksi jual beli padi dengan sistem harga berjalan di desa Sungai Tuan
Ilir hukumnya boleh (mubah) jika antara penjual dan pembeli adanya kerelaan
dalam transaksi seperti pada kasus III dan kasus IV. Transaksi jual padi dengan
sistem harga berjalan haram jika terdapat unsur riba di dalamnya seperti pada
kasus I. Bahwasanya ketidakjelasan harga padi dan waktu pembayaran pada saat
praktik jual beli mengakibatkan transaksi menjadi terlarang karena ada unsur
gharar (ketidakjelasan) didalamnya seperti pada kasus II dan kasus V yang
berakibat kerugian pada penjual
تطبيق نموذج (تعليم النشط والمبتكر والإبدعي والفعال والممتع ) في تعليم اللغة العربية في الفصل السابع المدرسة المتوسطة الإسلامية دار العلوم لونتار كوتابارو / Penerapan Model PAIKEM dalam pembelajaran Bahasa Arab di kelasn VII MTS darul Ulum Lontar
Kemampuan belajar bahasa arab siswa di MTS Darul Ulum Lontar masih
sangat rendah karna siwa belum mampu mengucapkan dan memahami makna
mufrodat dengan baik. Hal ini di sebabkan latar belakang sekolah siswa
sebelumnya, kemudian juga guru tidak menggunakan model pembelajaran saat
proses belajar mengajar. Sehingga siswa bosan, kemudian sulit memahami dan
mengurangi minat siswa.Oleh karena itu, peneliti ingin menggunakan penerapan
model PAIKEM dalam pembelajaran bahasa arab di kelas VII MTS Darul Ulum
Lontar kotabaru untuk mengetahui pengaruh penerapan model PAIKEM terhadap
hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan
pendekatan penelitian eksperimen, dan desain penelitiannya menggunakan dua
kelompok dan dua kali pengujian. Populasi dari penelitian ini adalah semua siswa
kelas VII, dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII A berjumlah 20 dan
siswa kelas VII B berjumlah 20, kelas VII A sebagai kelompok eksperimen dan
siswa kelas B sebagai kelompok control.Kemudian berdasarkan penyajian data
dan analisisnya, penerapan model PAIKEM efektif di gunakan dalam
pembelajaran bahasa arab, terbukti dengan nilai rata-rata siswa kelas eksprimen
79,50 dan kelas kontrol 63,50. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa nilai
0.002 < 0.05 dan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa
kelas eksperimen yang menggunakan Model PAIKEM sehingga Ha
diterima dan
Ho
ditola
Dampak Objek Wisata Religi Terhadap Pendapatan dan Peluang Usaha Pedagang di Sekitar Makam Habib Basirih Kota Banjarmasin
Penelitian ini dilatar belakangi dari dampak objek wisata religi terhadap
pedagang sekitar baik secara ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan sekitar,
yang mana dengan melihat banyaknya peziarah yang berdatangan ke Kubah
Basirih dan Pedagang sekitar Kubah Basirih yang menjalankan usaha sebagai
bagian untuk memfasilitasi para peziarah. Peneliti memilih judul ini karena
melihat banyaknya pengunjung yang berdatangan dari berbagai wilayah, yang
menjadi peluang bagi pedagang untuk meningkatkan pendapatan dengan
memanfaatkan situasi untuk membuka usaha di sekitar Kubah Basirih. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui dampak objek wisata religi terhadap pendapatan
dan peluang usaha pedagang di sekitar Kubah Basirih Kota Banjarmasin.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan penelitian lapangan
(field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik
pengumpulan data wawancara kepada pedagang yang membuka usaha disekitaran
Kubah Basirih dan kelompok sadar wisata Kubah Basirih Kota Banjarmasin.
Selanjutnya analisis data induktif metode yang menekankan pada pengamatan
dahulu, lalu menarik simpulan berdasarkan pengamatan tersebut yang berarti data
yang dikumpulkan berupa kata-kata bukan angka.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dampak objek wisata religi
terhadap pendapatan pendagang sekitar dapat terlihat dari bertambahnya nilai
ekonomi kebutuhan bagi mereka yang terlibat aktif berjualan, bahkan disamping
itu juga tanpa disadari dampak objek tersebut dapat membentuk hubungan
jejaring sosial seperti sosial media yang bisa dilakukan terus-menerus secara
berkelanjutan. Selanjutnya dampak dari objek wisata religi tersebut terhadap
peluang usaha dengan adanya kegiatan di Kubah Basirih telah menciptakan
peluang usaha bagi pedagang, yaitu pedagang sekitar yang mempunyai kemauan merasa terbantukan sehingga termotivasi untuk menjalankan usaha, yaitu dengan
berdagang