IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Implementasi Pasal 38 Poin M Peraturan Daerah Nomor 07 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Kepala Desa
Produk hukum tentang pemilihan kepala desa di Kabupaten Paser yakni
Peraturan Daerah Nomor 07 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Kepala Desa.
peraturan ini mengatur bahwa setiap kepala desa wajib memenuhi persyaratan
yakni bersedia bertempat tinggal di desa dimana dia menjabat terhitung sejak
dilantik. Di dalam Peraturan Daerah ini juga menyebutkan kepala desa dapat
diberhentikan karena tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai kepala desa. dalam
mekanisme pemberhentian ini Badan Permusyawaratan Desa mengusulkan
kepada bupati melalui camat.
Di desa Pulau Rantau terdapat asumsi bahwa kepala desa selama menjabat,
kepala desa yang terpilih tidak bertempat tinggal menetap dengan rumah
permanen di Desa Pulau Rantau sebagaimana diatur di dalam Peraturan Daerah
Nomor 07 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Kepala Desa. Hal ini sudah terjadi
sejak lama sebelumnya kepala desa yang menjabat selama 2 periode dengan
selang waktu 12 tahun juga tidak bertempat tinggal di desa selama menjabat.
Badan Permusyawaratan Desa selaku lembaga legislatif di tingkat desa juga tidak
melakukan musyawarah usul pemberhentian kepala desa sebagaimana Peraturan
Daerah Kebupaten Paser Nomor 07 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Kepala Desa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Pasal 38 Poin M
Peraturan Daerah Kabupaten Paser Nomor 07 Tahun 2016 Tentang Pemilihan
Kepala Desa. Dan mengetahui dampak dari permasalahan Pasal 38 Poin M
Peraturan Daerah Kabupaten Paser Nomor 07 Tahun 2016 Tentang Kepala Desa
Di Desa Pulau Rantau.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan
sosiologi hukum, peneliti melakukan observasi dan wawancara dengan 3 orang
Badan Permusyawaratan Desa dan 10 orang masyarakat Desa Pulau Rantau.
Penelitian ini menemukan bahwa implementasi Pasal 38 Poin M Peraturan
Daerah Kabupaten Paser Nomor 07 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Kepala Desa
studi kasus pemilihan kepala desa Pulau Rantau ini belum terlaksana, terlihat dari
kepala desa yang tidak bertempat tinggal sebagaimana diatur di dalam peraturan
daerah. selain itu terdapat kendala seperti komunikasi yaitu kurangnya sosialisasi
peraturan tersebut, sumber daya yaitu penegakan hukum yang dilakukan dalam
penegakan peraturan daerah ini. penelitian ini menemukan bahwa dampak
permasalahan dari Peraturan Daerah Kabupaten Paser berupa kendala administrasi
dan hubungan antara kepala desa dengan masyarakat yang tidak dekat dan hanya
berinteraksi jika ada hal penting saja dikarenakan rumah kepala desa yang jau
Pengaruh Pendekatan Saintifik terhadap Motivasi Belajar IPAS pada Siswa Kelas V di MIN 5 Banjarmasin
Rendahnya motivasi belajar siswa merupakan permasalahan kompleks yang
memiliki dampak negatif pada hasil belajar siswa. Faktor-faktor seperti kurangnya
minat terhadap materi pelajaran, kurangnya dukungan sosial, dan kurangnya rasa
relevansi dengan kehidupan sehari-hari dapat menyebabkan penurunan motivasi
belajar siswa. Oleh karena itu, penting bagi pendidik dan pihak terkait untuk
memahami faktor-faktor tersebut dan mencari solusi yang sesuai guna
meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pendekatan saintifik pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan
Sosial (IPAS) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Banjarmasin terhadap motivasi
belajar siswa.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif metode eksperimen dengan
desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini
sebanyak 17 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling.
Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif
dan inferensial. Pengujian hipotesis menggunakan analisis uji Wilcoxon dengan
bantuan SPSS 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar IPAS siswa setelah
diterapkan pendekatan saintifik berada pada kategori “Sangat Tinggi” dengan skor
rata-rata 56,59 dengan skor maksimal 68. Motivasi belajar siswa meningkat secara
signifikan setelah diberikan treatment tersebut, yang terlihat dari peningkatan skor
rata-rata dari 28,94 sebelum treatment. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon,
perbandingan nilai pretest dan posttest menunjukkan hasil 0,000 < 0,05, yang
menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pendekatan saintifik terhadap
motivasi belajar siswa
Program Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus di PAUD Inklusi Idaman Banjarbaru
Program intervensi adalah rencana upaya yang dilakukan secara menerus
untuk anak berkebutuhan khusus dengan tujuan untuk mengubah hambatan pada
anak berkebutuhan khusus dan juga meningkatkan perkembangan anak
berkebutuhan khusus. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program intervemsi anak berkebutuhan
khusus di PAUD inklusi Banjarbaru, dan juga faktor pendukung dan penghambat.
Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan suatu jenis penelitian
studi kasus. Subjek penelitian yaitu Guru kelas A1 dan kelas A2, Koordinator
guru endamping khusus dan Guru pendamping khusus kelas A1 dan Kelas A2 ,
dan anak berkebutuhan khusus dari kelas A1 dan A2. Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik
analisis data seperti reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Serta
teknik keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil pada penelitian pada
perencanaan yang mana sejak TK negeri Idaman ditetapkan sebagai sekolah
Piloting inklusi di tahun 2013 syarat masuk TK Negeri Idaman adalah
menyerahkan hasil asesmen. Anak teridentifikasi memiliki hambatan maka
membuat rancangan pembelajaran di ruang sumber sesuai hasil asesmen awal dan
kebutuhan anak, program intervensi yang jalankan merupakan PAUD Inklusi
sekolah dengan kegiatan sesuai dengan kebutuhan anak dan memiliki kurukulum
yang dimodifikasi dengan kurikulum yang di dalam kelas. Pada pelaksanaan
program intervensi anak berkebutuhan khusus setiap minggu tiga kali yang mana
peneliti meneliti anak di kelas A1 dan A2 yaitu dengan jadwal di hari selasa. Pada
evaluasi berupa hasil catatan guru pendamping khusus perkembangan anak setelah
diintervensi di ruang sumber dengan ceklis. Faktor pendukung nya adalah
kerjasama dengan para ahli psikolog, sarana yang lengkap dari pemerintah,
sekolah inklusi yang masih aktif dan keterlibatan orang tua yang baik. dan faktor
penghambatnya adalah kurangnya waktu dalam pelaksanaan, kurangnya guru
pendamping khusus dan ruangan yang belum memadai
Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Dalam Transaksi Pinjaman Online Pada Aplikasi Indodana Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Dan Perspektif Hukum Ekonomi Syariah
Pinjaman online adalah pelaksanaan layanan jasa keuangan yang merupakan
tempat bertemunya bagi pemberi dan penerima pinjaman untuk melaksanakan
perjanjian pinjam meminjam untuk melaksanakan dengan menggunakan sistem
elektronik yaitu dengan jaringan internet. Dalam penelitian ini, fokusnya adalah pada
Perlindungan Hukum terhadap konsumen pada aplikasi Indodana berdasarkan
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan
Perspektif Hukum Ekonomi Syariah.
Penelitian ini menerapkan penelitian hukum normatif yang menganalisis
hukum sebagai objek penelitiannya. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan
(library research), dan analisisnya bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan
pendekatan deduktif berdasarkan konsep atau teori yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlindungan hukum bagi konsumen
dalam transaksi pinjaman online pada aplikasi Indodana dijamin oleh negara
berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
dengan pengawasan OJK terhadap aplikasi Indodana. Langkah yang dilakukan
pemerintah adalah memastikan penyelenggaranya bepedoman pada Pasal 29 POJK
Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis
Teknologi Informasi yaitu dengan prinsip transparansi, perlakuan adil, keandalan,
kerahasiaan dan keamanan data, serta penyelesaian sengketa secara sederhana, cepat
dan biaya terjangkau. Adapun menurut perspektif Hukum Ekonomi Syariah dengan
berdasarkan Fatwa DSN-MUI Nomor 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan
Pembiayaan berbasis Teknologi Informasi berdasarkan Prinsip Syariah dan
Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah sudah dijelaskan bahwa seseorang yang
memberikan hutang tidak boleh mengambil manfaat atas yang dihutangi dan bila ada
sengketa maka penyelesaian sengketa dilakukan melalui Lembaga penyelesaian
sengketa berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlak
Upaya Guru Menciptakan Keaktifan Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Tematik di Kelas IV SDN Palampitan Hilir HSU
Pendidikan adalah suatu hal dasar yang dibutuhkan manusia sejak lahir
hingga akhir hayat dan perannya sangat penting bagi manusia. Pelaksanaan
pendidikan membutuhkan upaya guru, proses berjalanya pembelajaran, dan
keaktifan belajar peserta didik. Keaktifan belajar merupakan salah satu hal yang
penting dalam pembelajaran. Keaktifan belajar menjadi pendorong dalam diri
peserta didik agar memiliki keinginan yang kuat mengikuti setiap proses
pembelajaran hingga mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Demi
terciptanya situasi yang memungkinkan peserta didik belajar maka guru dapat
melakukan upaya guna menciptakan keaktifan belajar peserta didik.
Tujuan penelitian adalah pertama untuk mendeskripsikan upaya guru
menciptakan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran tematik. Guru
yang mampu menciptakan suasana belajar akan membuat peserta didik lebih
tertarik untuk belajar dan merasa senang dalam belajar. Kedua tujuan penelitian
ini adalah untuk mendeskripsikan keaktifan peserta didik pada pembelajaran
tematik. Peserta didik yang aktif terlihat saat dirinya ikut andil dalam
mengerjakan tugas yang diberikan guru.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research)
dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SDN
Palampitan Hilir HSU. Sumber data penelitian ini adalah guru dan peserta didik
kelas IV. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik
wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian mengenai Upaya Guru Menciptakan Keaktifan Belajar
Peserta Didik pada Pembelajaran Tematik di Kelas IV SDN Palampitan Hilir
yaitu ditemukan bahwa upaya guru dalam menciptakan keaktifan peserta didik
pada pembelajaran tematik bisa melalui pembuatan RPP (Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran),
menggunakan metode bervariasi, penggunaan media
pembelajaran, pemberian motivasi, dan meningkatkan kompetensi diri. Sedangkan
keaktifan peserta didik pada pembelajaran tematik dapat diketahui melalui
beberapa komponen yang menjadi indikator tercapainya keaktifan yaitu bertanya
kepada guru jika ada yang belum jelas, menjawab pertanyaan yang diajukan guru,
bekerjasama dengan anggota kelompok dalam mengerjakan tugas kelompok, dan
mencatat materi pelajaran
Penanaman Nilai-Nilai Akidah di Kalangan Keluarga Nelayan di Desa Teluk Tamiang Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar Kabupaten Kotabaru
Penanaman nilai-nilai akidah sejak dini di dalam keluarga merupakan
salah pondasi penting dalam kehidupan keberagamaan anak. Karena akidah yang
sudah tertanam sejak usia dini akan berguna kelak ketika anak sudah dewasa.
Hidupnya akan lebih terarah. Skripsi ini mengemukakan tentang penanaman nilainilai
akidah di yang diberikan 12 orangtua di kalangan keluarga nelayan di desa
Teluk tamiang kecamatan pulau laut tanjung selayar kabupaten Kotabaru terhadap
anaknya, dengan rumusan masalah; penanaman nilai-nilai akidah di kalangan
keluarga nelayan di desa Teluk tamiang kecamatan pulau laut tanjung selayar
kabupaten Kotabaru dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan penanaman nilai-nilai akidah
di kalangan keluarga nelayan di desa Takisung kabupaten Tanah Laut dan faktorfaktor
yang mempengaruhinya Subjek dalam penelitian ini adalah 12 orangtua
dari keluarga di kalangan keluarga nelayan yang mempunyai anak dibawah usia
10 tahun. Sedangkan yang menjadi objek dari penelitian ini adalah pelaksanaan
penanaman nilai-nilai akidah yang dilakukan orangtua tersebut kepada anaknya
serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penggalian data di lapangan dilakukan
dengan wawancara, observasi dan dokumenter.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Ada beberapa aspek dalam
menanamkan nilai-nilai akidah kepada anak diantara lain; mengajarkan kalimat
tauhid, mengenalkan dan menanamkan cinta kepada Allah Swt., mengenalkan dan
menanamkan cinta kepada Rasulullah Saw. Menjelaskan Tentang Nikmat Allah,
dan Mengajarkan Anak Teguh Pada Akidah.Adapun penanaman nilai-nilai akidah
yang ditanamkan okeh orang tua nelayan di desa teluk tamiang kecamatan pulau
laut tanjung selayar kabupten kotabaru yaitu, Mengenalkan kalimat tauhid, dengan
cara mengazankan anak ketika dilahirkan, mengenalkan huruf-huruf hijaiyah,
membacakan sholawat-sholawat, melafalkan ayat-ayat Alquran disaat anak masih
didalam kandungan dan ketika sudah dilahirkanKeteladanan orangtua,
Mengenalkan dan menanamkan cinta kepada Allah, yaitu dengan cara
mengucapkan Basmallah berdoa ketika mau makan, mengenalkan nama-nama
Allah, asmaul husna, sifat-sifat Allah, mengajarkan sholat dan membiasakan
mengucapkan salam ketika masuk dan keluar rumah. Lingkungan tempat tinggal
Menanamkan cinta kepada Rasulullah, dengan cara menceritakan kisah-kisah
keteladanan Nabi dan Rasulullah, akhlak dan prilaku Rasul serta tentang
perjalanan Rasulullah, dan memasukkan kesekolah TPA
Persepsi Masyarakat Terhadap Zakat Kelapa Sawit Di Desa Bulurejo Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu
Zakat maal merupakan kewajiban bagi umat muslim ketika memiliki
penghasilan yang telah mencapai ketentuan wajib zakat, kemudian disalurkan
kepada mustahik atau orang-orang yang berhak menerima zakat. Salah satu bentuk
dari penghasilan tersebut adalah perkebunan kelapa sawit yang banyak
dibudidayakan oleh masyarakat. Dalam praktiknya, Masyarakat Desa Bulurejo
Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu kebanyakan dari mereka telah
melaksanakan pembayaran zakat kelapa sawit namun tanpa didasari dengan
pengetahuan mengenai ketentuan dalam berzakat sehingga mereka menunaikan
zakat kelapa sawit tidak menyesuaikan dengan perintah Al-Quran, Hadits dan
peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian
hukum empiris (sosiologis) dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif
dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Persepsi Masyarakat Desa Bulurejo
Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu mengatakan bahwa zakat maal itu
wajib ditunaikan bagi orang yang mempunyai harta atau penghasilan lebih untuk
mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Dalam prakteknyan mereka telah
melaksanakan kewajiban membayar zakat kelapa sawit, sehingga kesadaran
Masyarakat Desa Bulurejo Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu cukup
tinggi tanpa adanya paksaaan dari pihak manapun, namun yang sangat disayangkan
kebanyakan dari mereka menunaikan zakat kelapa sawit tersebut tidak sesuai aturan
yang telah ditetapkan oleh pemerintah, akan tetapi sesuai dengan kehendak mereka
saja. 2) Sistem pelakasanaan zakat kelapa sawit oleh Masyarakat Desa Bulurejo
mereka menggunakan dua cara yaitu ada yang menunaikannya dengan cara
memberikan zakat tersebut langsung kepada mustahik yang mereka ketahui, ada
juga yang menunaikannya dengan cara menyerahkannya kepada panitia amil zakat
di masjid sekaligus dengan pembayaran zakat fitra
MANAJEMEN PONDOK TAHFIDZUL QUR’AN AL HARAMAIN BANJARMASIN DALAM MENGHAFAL AL-QUR’AN
Penelitian ini dilatarbelakangi karena melihat banyaknya fenomena yang
terjadi di kalangan para penghafal Al-Qur’an yang hanya memprioritaskan
kuantitas tanpa memperhatikan kualitas bacaan. Berhasilnya Pondok Tahfidzul
Qur’an Al Haramain mampu menciptakan hafidz/hafidzah yang menghayati Al�Qur’an dengan bacaan yang tepat dan lancar, jumlah santri yang terus meningkat
dari tahun ke tahun dan melahirkan santri yang berprestasi. Dalam hal ini
manajemen yang efektif sangat diperlukan untuk mengelola Pondok Tahfidzul
Qur’an Al Haramain.
Fokus masalah penelitian ini adalah bagaimana manajemen Pondok
Tahfidzul Qur’an Al Haramain Banjarmasin dalam menghafal Al-Qur’an
mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam
menghafal al-quran, serta apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen
Pondok Tahfidzul Qur’an Al Haramain.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan jenis
penelitian lapangan (Fied Research), Teknik pengumpulan data hasil penelitian ini
dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.
H asil penelitian ini dapat mengungkapkan bahwa Pondok Tahfidzul Qur’an
Al Haramain menerapkan manajemen sesuai dengan fungsi utama, yaitu
perencanaan ditunjukkan adanya strategi khusus melalui rapat kerja yang
dilaksanakan perbulan, pengorganisasian adanya susunan struktur organisasi sesuai
dengan kemampuan dan keahlian dibidang masing-masing, pelaksanaan adanya
kegiatan yang dilakukan secara rutin sesuai jadwal dan adanya sebuah pemberian
motivasi dan nasehat baik untuk pengajar/ustadz maupun para santri, pengawasan
dan evaluasi ditunjukkan dengan adanya pemantauan yang konsisten dilakukan
untuk mereview dan mengatasi masalah faktor-faktor yang mempengaruhi proses
manajemen Pondok Tahfidzul Qur’an Al Haramain dalam menghafa
تسميع القرآن جلسة واحدة في معهد والي سونجو الإسلامي للبنات بجوكير جومبانج / Tasmi’ al-Qur’an Sekali Duduk di Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang
Tasmi al-Qur’an adalah salah satu dari sekian banyak fenomena pada umat
islam dalam rangka menghidupkan atau menghadirkan al-Qur’an dalam
kehidupan sehari-hari dengan cara membacanya, mendengarkannya dan
mengkhatamkannya. Tasmi’ al-Qur’an ini bisa dilakukan di kalangan masyarakat,
tempat-tempat ibadah, Majelis Ta’lim dan Pondok-pondok Pesantren berbasis
tahfizh. Pada zaman sekarang berbagai upaya yang dilakukan pondok pesantren
berbasis tahfizh untuk mencetak santri-santri yang mempunyai kualitas hafalan
yang mutqin. Tasmi’ al-Qur’an ini merupakan salah satu cara untuk mengulang
hafalan al-Qur’an dengan cara memperdengarkan hafalannya kepada penyimak
dan akan segera dibenarkan apabila terdapat kesalahan baik dari segi hafalan,
tajwid dan fashohah.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dan penelitian ini
termasuk dalam jenis penelitian lapangan (Field Research). Penelitian ini
disajikan dalam bentuk analisis deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui motif,
pelaksanaan dan tujuan Tasmi’ al-Qur’an Sekali Duduk di Pondok Pesantren Putri
Walisongo Cukir Jombang. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah
observasi, wawancara dan dokumentasi. Data-data yang diperoleh kemudian
dianalisis menggunakan teori yang relevan dengan penelitian.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
motif yang melatarbelakangi adanya pelaksanaan Tasmi’ al-Qur’an Sekali Duduk
di Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang karena kesulitan santri untuk
melancarkan hafalan dan memanajemen waktu. Dinamakan dengan pelaksanaan
Tasmi’ al-Qur’an Sekali Duduk karena pelaksanaannya dilakukan dalam satu
waktu tanpa beristirahat. Pelaksanaan Tasmi’ al-Qur’an Sekali Duduk
dilaksanakan oleh santri yang telah menyelesaikan hafalan sebanyak 30 juz dan
mengikuti wisuda bil-ghaib. Tasmi’ al-Qur’an Sekali Duduk merupakan rangkaian
kegiatan dan syarat untuk mengikuti wisuda bil-ghaib. Teknis pelaksanaanya para
wisudawati wajib mentasmi’kan hafalan sebanyak 30 juz secara bil-ghaib dalam
waktu 14 jam. Pelaksanaan Tasmi’ al-Qur’an Sekali Duduk sangat banyak
memiliki banyak tujuan yang berdampak bagi wisudawati bil-ghaib
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Moral dalam Film Ayla The Daughter of War Karya Sutarada Can Ulkay
Adanya kemerosotan nilai moral disebabkan oleh beberapa hal
diantaranya adalah kemajuan di zaman sekarang yang semakin canggih, yang
mana akan berpengaruh terhadap nilai moral yang ada pada masyarakat.
mempelajari nilai moral juga bisa dari media cetak atau media elektronik yang
dapat menjadi sumber pembelajaran dalam menanamkan nilai moral pada
individu seperti series, ftv, dan film. Film adalah bentuk hiburan yang mampu
dengan mudah memikat perhatian. Film tidak hanya dilakukan untuk tujuan
hiburan semata, tetapi juga untuk menghantarkan pesan kepada masyakarat.
Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan nilai-nilai
pendidikan moral serta relevansinya terhadap pendidikan Islam di dalam film
yang peneliti kaji yakni film Ayla The Daughter of War karya sutradara Can
Ulkay.
Jenis penelitian ini adalah library research dengan pendekatan
kualitatif yang bersifat deskriptif menggunakan content analysis sebagai teknik
analisis data yang digunakan dengan model Ferdinand de Saussure yakni
model signifiant dan signifie. Subjek dalam penelitian ini adalah film Ayla The
Daughter of War. Adapun objek yang diteliti ialah nilai-nilai pendidikan moral
dalam film Ayla The Daughter of War.
Hasil penelitian dapat disimpulkan dalam film Ayla The Daughter of
War karya sutradara Can Ulkay memiliki nilai-nilai pendidikan moral yakni
nilai pendidikan moral yang terkait hubungan yang terkait hubungan dengan
tuhan yakni nilai religius meliputi syukur, berdoa, mengucapkan kalimat
thayyibah dan percaya, berharap hanya kepada Allah. Adapun nilai pendidikan
moral yang terkait hubungan dengan sesama yakni nilai gotong royong
meliputi simpati, peduli, dan memberi motivasi. Sedangkan nilai pendidikan
moral yang terkait hubungan dengan diri sendiri yakni nilai integritas meliputi
menepati janji, makan makanan sehat, dan menjaga kebersihan. Kemudian
relevansi nilai-nilai pendidikan moral dalam film Ayla The Daughter of War
terhadap pendidikan Islam adalah merujuk pada tujuan dari ajaran agama
Islam, yakni membentuk pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Allah
Swt, berakhlak mulia baik kepada Sang Pencipta, terhadap sesama, ataupun
kepada diri sendiri sehingga menimbulkan peradaban yang berakhlakul
karimah, berbudaya dan berada