IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Perbandingan Pembelajaran Tahsîn dan Tahfîzh Al-Qur’an pada Sekolah Dasar Islam Terpadu Ukhuwah dan Al-Firdaus Banjarmasin
Pembelajaran Tahsîn dan Tahfîzh Al Qur’an merupakan suatu keharusan
bagi setiap peserta didik untuk mempelajari dan mengamalkan sehingga itu menjadi
pedoman dalam hidupnya. Maka dari itu sekolah berbasis Islam menghadirkan
materi pembelajaran Al Qur'an dengan konsep tahsîn dan tahfîzh yang bertujuan
untuk menghafal dan memperbaiki tata cara membaca Al Qur'an.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran Tahsîn dan
Tahfîzh Al Qur’an di SDIT Ukhuwah, menganalisis pembelajaran Tahsîn dan
Tahfîzh Al Qur’an di SDIT Al-Firdaus, menganalisis perbandingan pembelajaran
Tahsîn dan Tahfîzh Al Qur’an di SDIT Ukhuwah dan Al-Firdaus Banjarmasin. Jenis
penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah
Guru Qur’an, Koordinator Qur’an serta dokumen yang berkaitan dengan
pembelajaran Tahsîn dan Tahfîzh Al Qur’an. Data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan pada pembelajaran Tahsîn dan Tahfîzh Al
Qur’an di SDIT Ukhuwah bertujuan membekali peserta didik dengan kemampuan
membaca dan menghafal Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid. Target hafalan juz 29 dan
30 dengan panduan buku Ummi jilid 1–6 serta penerapan Metode Ummi dalam
pembelajaran. Evaluasi melalui evaluasi harian, evaluasi kenaikan jilid, dan
evaluasi akhir semester. Pada Pembelajaran Tahsîn dan Tahfîzh Al-Qur’an di SDIT
Al-Firdaus bertujuan membekali peserta didik dengan kemampuan membaca dan
menghafal Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid. Menggunakan materi Tahsîn buku
Maisura jilid 1–3 yang dilanjutkan dengan tadarus serta materi Nazhom, Tajwid,
dan Arab Melayu, dengan Metode Maisura sebagai pendekatan pembelajaran.
Target hafalan ditetapkan hingga 10 juz dengan standar minimal 2–3 juz, sesuai
kemampuan peserta didik. Evaluasi dilaksanakan melalui evaluasi harian, kenaikan
jilid, dan evaluasi semester. Pada pembelajaran Tahsîn dan Tahfîzh Al-Qur’an di
SDIT Ukhuwah dan SDIT Al-Firdaus memiliki tujuan yang sama. Perbedaan
terletak pada target hafalan, materi, metode, serta alokasi waktu pembelajaran, di
mana SDIT Al-Firdaus target hafalan dan waktu pembelajaran yang lebih. Kedua
sekolah sama-sama menghadapi kendala keterbatasan waktu, variasi kemampuan
peserta didik, serta evaluasi yang cenderung singkat. Oleh karena itu, diperlukan
pengelolaan waktu dan sistem evaluasi yang lebih komprehensif agar
perkembangan kemampuan peserta didik dapat terpantau secara optimal
Hukum Jima’ Setelah Membatalkan Puasa di Siang Ramadhan Menurut Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali
Ulama fikih membagi hal-hal yang membatalkan puasa menjadi dua,
yaitu: yang mewajibkan qada dan yang mewajibkan qada disertai kafarat. Adapun
jenis kedua ini jumhur menyepakati adalah karena jima’ di siang hari
(Ramadhan). Mazhab Syafi’i dan mazhab Hanbali memiliki pandangan yang
berbeda ketika jima’ dilakukan setelah membatalkan puasanya. Mazhab Syafi’i
menganggap jima’ tersebut tidak mewajibkan kafarat, sementara mazhab Hanbali
menyatakan wajib kafarat karena sama saja dengan yang melakukannya ketika
masih berpuasa.
Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian hukum normatif dengan sifat deskriptif serta pendekatan komparatif,
yang fokusnya terhadap kajian keislaman dengan menelaah buku-buku, terutama
kitab-kitab fikih guna sebagai bahan analisis.
Penelitian ini menghasilkan bahwa mazhab Syafi’i berpendapat tidak
wajib bagi jima’ setelah membatalkan puasa di siang Ramadhan untuk membayar
kafarat dengan memahami nash menggunakan mafhum mukhȃlafah karena yang
disebutkan secara eksplisit di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah
mengenai kafarat diwajibkan perbuatan jima’ sebagai pembatalan puasa, maka
dengan itu, diterapkan asas bebas tanggungan dari mazhab Syafi’i dan menilai
pembatalan dengan hal lain sebelumnya menjadi mani’ dari kewajiban tersebut.
Berlainan dengan mazhab Hanbali yang berpendapat kewajiban kafarat itu tetap
ada meskipun dilakukan setelah membatalkan puasanya terlebih dahulu dengan
hal yang lain, dalam hal ini mazhab Hanbali berpandangan dengan proses ta’lil
‘illat kemudian melakukan qiyas aula’ bahwa jima’ itu merusak kehormatan
bulan Ramadhan yang semestinya lebih dikuatkan untuk diwajibkan membayar
kafarat. Kemudian mazhab Hanbali juga menerapkan kaidah sadd al-Dzariah agar
menutup celah untuk disiasatkan sehingga terhindar dari kewajiban
Studi Terhadap Dampak Poligami di Kota Banjarmasin
Poligami merupakan praktik perkawinan yang secara normatif diakui
dalam hukum Islam dan secara terbatas dilegalkan dalam hukum positif Indonesia
melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Meskipun
demikian, pelaksanaannya di tengah masyarakat kerap menimbulkan persoalan
yuridis dan sosiologis, khususnya terkait perlindungan hak-hak istri dan anak serta
pemenuhan prinsip keadilan dalam rumah tangga. Undang-undang Perkawinan
menganut asas monogami, namun memberikan pengecualian terhadap poligami
dengan persyaratan yang ketat. Berdasarkan hasil penelitian, praktik poligami
menunjukkan adanya kesenjangan antara norma hukum yang berlaku dan realitas
sosial yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tinjauan
yuridis dan sosiologi terhadap latar belakang serta dampak praktik poligami di
kota Banjarmasin guna menilai kesesuaiannya dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan dan nilai keadilan sosial.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif
analitis dengan menggunakan pendekatan yuridis dan sosiologi hukum. Lokasi
penelitian dilakukan di kota Banjarmasin dengan subjek penelitian meliputi
pelaku poligami, istri yang dipoligami, serta pihak-pihak terkait. Data diperoleh
melalui wawancara mendalam dengan informan. Teknik pengolahan data
penelitian dilakukan secara kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian, praktik poligami di Kota Banjarmasin
dilatarbelakangi oleh faktor biologis, ekonomi, sosial, dan pemahaman keagamaan
yang cenderung tekstual, serta dalam banyak kasus tidak melalui prosedur hukum
sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Secara yuridis,
ditemukan bahwa sejumlah praktik poligami tidak memenuhi syarat kumulatif dan
alternatif, khususnya terkait persetujuan istri dan jaminan keadilan, sehingga
berimplikasi pada lemahnya perlindungan hukum bagi istri dan anak. Sedangkan
dampak hukum yang terjadi adalah dilaksanakannya pengesahan pernikahan yakni
isbat nikah di Pengadilan Agama untuk keperluan akta kelahiran anak dan
administrasi sekolah, terjadinya ketimpangan pembagian nafkah dikarenakan
dominasi istri kedua yang menyebabkan suami tidak memenuhi kewajibannya
terhadap istri-istri yang lain dan pertimbangan untuk pembagian harta terkait
penetapan ahli waris yang sah. Dari perspektif sosiologi hukum, praktik poligami
menimbulkan dampak berupa konflik rumah tangga, ketidakadilan nafkah lahir
dan batin, tekanan psikologis terhadap istri dan anak, serta terganggunya relasi
sosial dalam keluarga dan lingkungan masyarakat
Inovasi Manajemen Pengembangan Karakter Santri (Studi Kasus pada Asrama Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Kabupaten Banjar)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi manajemen
pengembangan karakter santri di Asrama Pondok Pesantren Manba’ul Ulum
Kabupaten Banjar. Fokus penelitian meliputi empat aspek utama, yaitu: (1)
perencanaan inovasi pembinaan karakter santri; (2) pengorganisasian manajemen
pengembangan karakter santri lingkungan asrama; (3) implementasi program
pembinaan karakter berbasis inovasi; dan (4) monitoring serta evaluasi yang
diterapkan dalam memastikan keberlanjutan program. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis
menggunakan model analisis Miles & Huberman yang meliputi reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan dilakukan secara
berlapis dan partisipatif, dimulai dari perumusan program kerja oleh Organisasi
Santri Manba’ul Ulum (OSMU), kemudian dikonsultasikan kepada ustadz
pembina, dan akhirnya disahkan melalui musyawarah bersama pengasuh pondok.
Pada aspek pengorganisasian, pengembangan karakter santri dijalankan melalui
struktur manajerial yang sistematis, terdiri dari pengasuh, ustadz pembina,
pengurus OSMU, ketua maskan, hingga ketua kamar. Implementasi inovasi
dilakukan melalui berbagai strategi, seperti pemanfaatan media sosial sebagai
sarana pendidikan, variasi kegiatan asrama (hafalan, ta’lim, ibadah berjamaah,
motivasi, dan sanksi edukatif), serta sistem perolingan kamar setiap tiga bulan
sebagai upaya membangun adaptasi, kedisiplinan, dan solidaritas santri. Adapun
monitoring dan evaluasi dilakukan secara rutin melalui rapat mingguan OSMU,
rapat bulanan bersama ustadz pembina, taujih dua mingguan, serta evaluasi harian
di tingkat kamar
فعالية استخدام وسيلة قطعة القصة (Strip Story) في تعليم مهارة القراءة لطلبة الصف العاشر بالمدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية ٣ بنجرماسين = Effektivitas Penggunaan Media Strip Story dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca bagi Siswa Kelas X diMadrasah Aliyah Negeri 3 Kota Banjarmasin
Pembelajaran bahasa Arab, khususnya keterampilan membaca (maharah qira'ah),
masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya pemahaman peserta didik
terhadap teks berbahasa Arab dan kurang optimalnya penggunaan media
pembelajaran yang menarik, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar
siswa. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran untuk meningkatkan
minat dan kemampuan membaca siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
efektivitas penggunaan media strip story dalam pembelajaran bahasa Arab pada
maharah qira'ah siswa kelas X MAN 3 Kota Banjarmasin. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental jenis non-
equivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas
X-F sebagai kelas eksperimen dan kelas X-G sebagai kelas kontrol. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui tes maharah qira'ah dalam bentuk pretest dan
posttest, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan
uji t (independent samples t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-
rata posttest maharah qira'ah siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan
kelas kontrol, dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa penggunaan media strip story efektif dan berpengaruh
signifikan dalam meningkatkan kemampuan maharah qira'ah siswa kelas X MAN
3 Kota Banjarmasin
Pengaruh Ketakwaan Tehadap Kesehatan Mental Mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam proses tumbuh kembang
manusia, khususnya bagi mahasiswa yang sedang di masa transisi remaja ke
dewasa awal. Data WHO dan Kementerian Kesehatan RI menunjukkan tingginya
prevalensi gangguan mental pada kelompok usia tersebut, sehingga isu kesehatan
mental semakin relevan untuk dikaji. Dalam perspektif Islam kesehatan mental erat
kaitannya dengan kesehatan rohani yang dipengaruhi oleh ketakwaan, yang
tercermin dalam keyakinan, praktik ibadah, pengalaman spiritual dan perilaku
sehari-hari. Ketakwaan diyakini mampu membantu individu menghadapi tekanan
hidup. Namun, kajian empiris mengenai pengaruh ketakwaan terhadap kesehatan
mental mahasiswa masih terbatas, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengkaji
pengaruh tersebut pada mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam UIN Antasari
Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik
pengumpulan data berupa kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Analisis data
dilakukan dengan uji statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas dan analisis
regresi linier sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ketakwaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kesehatan mental mahasiswa. Berdasarkan uji regresi linier sederhana, diperoleh
persamaan regresi Y = 9,604 + 0,677X yang artinya semakin tinggi ketakwaan
mahasiswa, semakin baik kesehatan mentalnya. Selain itu, nilai R square sebesar
0,458 mengindikasikan bahwa ketakwaan mempengaruhi kesehatan mental sebesar
45,8%, sedangkan 54,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini
استراتيجيات تعليم اللغة العربية لطلبة ذوي الاحتياجات الخاصة للمدرسة الشاملة في مدرسة محمدية التاسعة الابتدائية ببنجرماسين = Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Untuk Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Inklusi Pada SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin
Pembelajaran Bahasa Arab di sekolah inklusi menuntut strategi khusus karena adanya perbedaan karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Guru dituntut untuk menerapkan pembelajaran yang adaptif agar proses belajar dapat berlangsung efektif dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pembelajaran Bahasa Arab bagi siswa ABK, mengidentifikasi strategi pembelajaran yang diterapkan guru, serta mengkaji upaya dan kendala sekolah dalam memfasilitasi pembelajaran Bahasa Arab di SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan hingga Desember 2025. Subjek penelitian terdiri atas guru Bahasa Arab, guru pendamping khusus (GPK), pihak sekolah, serta siswa ABK dengan karakteristik autis ringan, kesulitan belajar spesifik (SLD), ADHD, autism spectrum disorder (ASD), dan slow learner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pembelajaran Bahasa Arab bagi siswa ABK sangat beragam dan tidak dapat disamaratakan. Strategi pembelajaran yang dominan diterapkan adalah model Direct Instruction, yang dipadukan dengan Cooperative Learning sederhana bagi siswa dengan ADHD serta pendekatan berjenjang (Tiered Instruction) bagi siswa dengan kesulitan belajar spesifik dan slow learner. Upaya sekolah meliputi penugasan GPK, kolaborasi antar guru, penyesuaian evaluasi, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif. Namun demikian, pembelajaran masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi guru, belum tersedianya modul adaptif, dan keterbatasan media pembelajara
Praktik Jual Beli Potas Untuk Menangkap Ikan di Desa Manarap Baru Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar
Perdagangan itu terdapat dimana saja salah satunya di desa Manarap Baru
yang berada di Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Di desa ini terdapat
toko yang menjual bahan potas. Potas tersebut oleh sebagian pembeli di gunakan
untuk menangkap ikan. Penggunaan potas untuk menangkap ikan telah melanggar
hukum sebagaimana tercantum Pasal 84 ayat 1 dan atau Pasal 86 ayat 1 UU RI
Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan juncto Pasal 100B UU RI Nomor 45
Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 2009 tentang
Perikanan. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktek jual
beli potas untuk menangkap ikan dan untuk mengetahui bagaimana perspektif
hukum ekonomi syariah terhadap praktek jual beli potas untuk menangkap ikan di
Desa Manarap Baru Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar.
Jenis penelitian ini ialah penelitian hukum empiris, dengan menggunakan
pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik pengumpulan
data wawancara dan dokumen. Data yang dikumpulkan berkaitan dengan praktik
jual beli potas untuk menangkap ikan di Desa Manarap Baru Kecamatan
Kertak Hanyar Kabupaten Banjar kemudian dianalisis secara deskriptif
kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan dapat disimpulkan praktik jual beli potas
di Desa Manarap Baru Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar
berlangsung dalam dua bentuk, yaitu secara terbuka dan tersembunyi. Hukum
ekonomi syariah terhadap praktik jual beli potas untuk menangkap ikan di Desa
Manarap Baru Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar jual beli potas
memiliki dua hukum, yaitu jika ibu MJ menjual potas sebagai pemenuhan
kebutuhan pertanian maka hukumnya halal. Sedangkan, seperti yang dilakukan
bapak IQ, bapak BD, bapak MD, dan bapak AD jika potas tersebut digunakan
sebagai alat menangkap ikan objek akad digunakan untuk kemaksiatan dan
bertentangan dengan maqashid syariah (menjaga jiwa, harta, dan lingkungan) maka hukum jual beli potas tersebut haram. Hal tersebut dikarenakan merusak lingkungan,
membahayakan, dan melanggar prinsip keadilan serta keberlanjutan
Pengalaman Muslimah dalam Mengikuti Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah Perempuan di Desa Hinas Kanan Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Penyelenggaraan jenazah merupakan kewajiban fardu kifayah yang harus
dilaksanakan oleh umat Islam, termasuk dalam pengurusan jenazah perempuan
yang secara ideal dilakukan oleh sesama perempuan. Namun, pada kenyataannya,
tidak semua muslimah memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kesiapan untuk
terlibat langsung dalam pengurusan jenazah. Kondisi ini juga ditemukan di Desa
Hinas Kanan, Kecamatan Hantakan, sehingga diperlukan upaya peningkatan
pemahaman dan keterampilan melalui pelatihan penyelenggaraan jenazah
perempuan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengalaman keagamaan
muslimah selama mengikuti pelatihan penyelenggaraan jenazah perempuan, dan
kesiapan muslimah setelah mengikuti pelatihan, khususnya terkait penyelenggaraan
jenazah perempuan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas
muslimah peserta pelatihan serta tokoh agama setempat. Analisis data dilakukan
melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman keagamaan muslimah
selama mengikuti pelatihan mencakup pengalaman emosional, pengalaman belajar
keagamaan, pengalaman praktik, serta perubahan sikap dan cara pandang terhadap
penyelenggaraan jenazah perempuan. Pelatihan ini menumbuhkan kesadaran
bahwa pengurusan jenazah bukan sekadar tradisi sosial, melainkan bagian dari
ibadah dan tanggung jawab keagamaan. Adapun kesiapan muslimah setelah
mengikuti pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan motivasi
untuk terlibat, meskipun secara umum kesiapan praktik masih memerlukan
penguatan, terutama dalam aspek mental, keberanian, dan pembiasaan. Dengan
demikian, pelatihan penyelenggaraan jenazah perempuan berperan penting dalam
membentuk pengalaman keagamaan dan kesiapan muslimah, serta perlu
dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat pelaksanaan fardu kifayah di
masyaraka
Evektivitas Konseling Individual Dengan Teknik Behavioral Contract Untuk Mengurangi Prokrastinasi Siswa Kelas Vii Di Mtsn 1 Banjarmasin
Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda penyelesaian tugas
yang berdampak negatif terhadap kedisiplinan dan hasil belajar siswa. Salah satu
upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui
layanan konseling individual dengan teknik Behavioral Contract. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling individual dengan teknik
Behavioral Contract dalam menurunkan prokrastinasi akademik siswa kelas VII
MTsN 1 Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
eksperimen one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 11 siswa kelas
VII yang memiliki tingkat prokrastinasi akademik tinggi berdasarkan hasil pretest.
Data dikumpulkan melalui angket prokrastinasi akademik yang diberikan sebelum
dan sesudah pelaksanaan layanan konseling individual. Analisis data dilakukan
menggunakan uji Paired Sample t-Test dan perhitungan N-Gain.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat prokrastinasi
akademik siswa setelah diberikan layanan konseling individual dengan teknik
Behavioral Contract. Uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi
0,000 < 0,05, yang menandakan terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest
dan posttest. Nilai N-Gain sebesar 0,52 berada pada kategori efektivitas sedang.
Berdasarkan hasil tersebut, layanan konseling individual dengan teknik Behavioral
Contract efektif dalam mengurangi prokrastinasi akademik siswa dan disarankan
untuk diterapkan dalam layanan bimbingan dan konseling di sekola