IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
The Comparative Study of Quizizz Assessment Tool and Paper Based Test on Student Learning Outcomes in Mastering Degree of Comparison
This research was based on pre-observations made by researcher at SMKN
4 Banjarmasin, some students still did not understand the degree of comparison
material, and another problem is when the learning process students feel bored and
students are less active in the learning process because learning English is not an
easy thing especially studying grammar. The teacher then tried to innovate the
English language learning process by using Quizizz, for these reasons the
researcher wanted to compare student learning outcomes when using Quizizz and
paper based test.
This research was conducted in class X RPL(Rekayasa Perangkat Lunak)
at SMKN 4 Banjarmasin. The objectives of this research are (1) to determine
student learning outcomes using the paper based test on the degree of comparison
material (2) to determine student learning outcomes using the Quizizz assessment
tool on the degree of comparison material (3) to find out whether there is a
significant difference between the use of the paper based test and the Quizizz
assessment tool on student learning outcomes in mastering degree of comparison.
This research uses quantitative methods with an ex post facto type of research and
the design is causal-comparative. Then the data collection technique uses test and
documentation methods. The population in this study was 75 students, and all
students were sampled.
The research results show that (1) the learning outcomes of class X RPL 1
students who used paper-based test obtained an average score of 76.41 and were in
the sufficient category. (2) the learning outcomes of class X RPL 2 students who
used the Quizizz assessment tool obtained an average score of 78.32 and were in
the sufficient category. (3) there is no significant difference between the use of the
Quizizz assessment tool and the paper based on student learning outcomes in
mastering degree of comparison material. This is proven by the calculated t value
being smaller than the t table (-0.468 < 1.993) and the sig value. (2-tailed) the value
obtained is 0.641 which is greater than 0,0
Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Pelaksanaan Seni Kaligrafi di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Seni Lukis Kaligrafi AlBanjary
Pendidikan merupakan upaya untuk mengembangkan intelegensi dan
keterampilan seseorang baik jasmani maupun rohani. Pelaksanaan seni kaligrafi di
Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Seni Lukis Kaligrafi Al-Banjary merupakan
tempat untuk mengembangkan minat dan bakat dari segi keterampilan.
Keterkaitan erat antara pendidikan dan seni kaligrafi diharapkan dapat
memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana nilai-nilai pendidikan
Islam yang ada dalam pelaksanaan seni kaligrafi.
Tujuan penelitian meliputi: Untuk mendeskripsikan tentang proses
pelaksanaan seni kaligrafi dan nilai-nilai pendidikan Islam yang ada pada
pelaksanaan seni kaligrafi di Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Seni Lukis
Kaligrafi Al-Banjary.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian ini adalah pelatih, pengurus
dan mahasiswa yang menjadi anggota. Adapun objek penelitian nilai-nilai
pendidikan Islam dalam pelaksanaan seni kaligrafi di Unit Kegiatan Mahasiswa
Sanggar Seni Lukis Kaligrafi Al-Banjary. Metode pengumpulan data
menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknis analisis data
menggunakan deksriptif kualitatif model Miles Huberman yang meliputi: Reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Seni Lukis
Kaligrafi Al-Banjary memiliki peran dalam perencanaan dan pengorganisasian
pelatihan kaligrafi. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu. Proses
seni kaligrafi ada berbagai jenis, seperti intensif khat dasar, seni kaligrafi
dekorasi, hiasan mushaf, penulisan naskah dan kaligrafi kontemporer. Adapun
Nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam pelaksanaan seni kaligrafi di
Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Seni Lukis Kaligrafi Al-Banjary, yaitu: Nilai
aqidah yang meliputi beriman kepada kitab Al-Qur’an. Nilai ibadah yang berupa
menulis ayat-ayat Al-Qur’an yang secara tidak langsung melalui proses membaca
dan mempelajarinya. Nilai akhlak yang berupa adab dengan ayat-ayat Al-Qur’an,
hadits dan kutipan para ulama, disiplin, sabar, kerja keras, percaya diri dan kreatif.
Nilai sejarah yaitu melestarikan kesenian Islam dan nilai estetika yaitu keindaha
Implementasi Kurikulum di PAUD IT ANIC Kota Banjarbaru
Kurikulum berperan penting dalam proses pendidikan karena sebagai acuan
lembaga untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan sekolah yang telah dirancang.
Rumusan masalah penelitian ini adalah implementasi kurikulum di PAUD IT
ANIC Kota Banjarbaru yang melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan
komponen-komponen kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mendeskripsikan implementasi kurikulum di PAUD IT ANIC Kota Banjarbaru
yang di ajarkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari sesuai dengan
komponen-komponen pada kurikulum.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu kepala PAUD dan wali kelas KB,
TK A, dan TK B PAUD IT ANIC Kota Banjarbaru. Sedangkan objeknya adalah
implementasi kurikulum di PAUD IT ANIC Kota Banjarbaru. Teknik
pengumpulan data yang digunakan: wawancara, observasi serta dokumentasi.
Data dianalisis dengan teknik model Miles dan Huberman berupa pengumpulan
data, reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum di PAUD IT
ANIC Kota Banjarbaru: 1) komponen tujuan: meletakkan dasar kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri
untuk mengikuti pendidikan lebih lanjut. 2) Komponen isi/materi: terdiri dari
tema diriku ciptaan Allah, negaraku karunia Allah, lingkunganku islami, rekreasi
karunia Allah, alam semesta, tanaman, binatang dan profesi, dikaitkan dengan 5
aspek perkembangan dan materi keislaman (pengenalan huruf hijaiyah, hafalan
qur‟an juz 30, berakhlakul karimah, beramal sholeh), pengenalan bahasa asing
(bahasa Arab dan Inggris), dan materi wirausaha pada anak. 3) komponen proses:
bermain bebas di playground, circle morning, kegiatan transisi, english time,
tahfidz, kegiatan inti dan tadabur alam, kegiatan penutup makan siang, ganti baju,
story time dan tidur siang. Adapun kegiatan mingguan: senam pagi, praktek sholat
dhuha, kegiatan ekstrakurikuler dan praktek sedekah. 4) Komponen evaluasi:
asesmen formatif (saat pembelajaran berlangsung dengan teknik catatan anekdot
dan hasil karya), asesmen sumatif (untuk nilai raport), dan asesmen diagnostik
untuk mengidentifikasi sebelum proses pembelajaran dengan teknik ceklis
Pelaksanaan Ekstrakurikuler Bilingual ARE di MIN 8 Hulu Sungai Tengah
Bahasa asing berfungsi sebagai perantara dalam berkomunikasi dan
menerima ilmu pengetahuan. Al-Qur'an menekankan pentingnya interaksi antar
manusia dengan bahasa yang beragam. Kurikulum juga menegaskan pentingnya
pembelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah. Adanya
pembelajaran bahasa asing dapat ditambah dengan ekstrakurikuler. Salah satu
pelaksanaan jenis ekstrakurikuler adalah program Bilingual atau dua bahasa.
Program Bilingual seperti ekstrakurikuler Bilingual ARE di MIN 8 Hulu Sungai
Tengah menjadi wadah siswa untuk mengembangkan kemampuan dua bahasa.
Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan
ekstrakurikuler Bilingual ARE di MIN 8 Hulu Sungai Tengah serta faktor
pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan ekstrakurikuler Bilingual ARE di
MIN 8 Hulu Sungai Tengah.
Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan
kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, waka kesiswaan, 4 guru
pembimbing, dan 6 siswa kelas I-VI MIN 8 Hulu Sungai Tengah. Sedangkan
objek penelitiannya adalah pelaksanaan dan ekstrakurikuler Bilingual ARE.
Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik
analisis data yang digunakan yaitu data collection, data condensation, data
display, dan conclusion/verification. Keabsahan data melalui triangulasi sumber,
triangulasi teknik, dan triangulasi teori.
Pelaksanaan ekstrakurikuler Bilingual ARE di MIN 8 Hulu Sungai Tengah
meliputi: (1) Perencanaan dimulai dengan menetapkan tujuan, menentukan materi
ajar, memilih penggunaan strategi atau metode, dan merencanakan evaluasi. (2)
Pelaksanaan terdiri dari kegiatan klasikal dan kelas setoran yang memuat
pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. (3) Evaluasi yang dilakukan ada dua yaitu
evaluasi pembelajaran dan evaluasi program oleh kepala sekolah dan guru
pembimbing secara berkala. Faktor pendukung pelaksanaan ekstrakurikuler
Bilingual ARE di MIN 8 Hulu Sungai Tengah yaitu motivasi dari guru serta
motivasi dan semangat belajar siswa, fasilitas, sarana, dan prasarana, media
pembelajaran, peran kepala sekolah, dan guru pembimbing yang berkualitas serta
memiliki kompetensi profesional, pedagogic, dan sosial. Sedangkan, faktor
penghambatnya yaitu perbandingan jumlah siswa dan guru pembimbing tidak
seimbang, terbatasnya alokasi waktu, perbedaan karakteristik siswa, faktor
linguistik, dan kurangnya sikap disiplin siswa
Potensi Pasar Tradisional Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat (Studi Kasus Pasar Ahad Pal 7 di Kecamatan Kertak Hanyar)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana potensi pasar ahad
dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Untuk mengetahui bagaimana tinjauan
ekonomi Islam mengenai aktivitas jual beli pedagang di pasar Ahad Pal 7
Kecamatan Kertak Hanyar.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif
dengan pengumpulan data melaui wawancara dan observasi. Dalam penelitian ini
penulis memilih 15 orang informan yaitu 9 orang pedagang, 4 orang pembeli, 1
orang pengelola pasar dan 1 orang pengutip dana retribusi. Hasil yang diperoleh
dari penelitian ini yaitu pasar Ahad Pal 7 Kecamatan Kertak Hanyar berpotensi
dalam peningkatan ekonomi masyarakat adapun potensinya yaitu lapangan
pekerjaan, harga murah serta letak strategis baik tinjauan ekonomi Islam terhadap
aktivitas pedagang di Ahad Pal 7 Kecamatan Kertak Hanyar yaitu sudah baik
dilihat dari segi kehalalanya, tindakan para pedagang yang memelihara keutuhaan
persaudaraan, kejujuran terhadap kondisi barang yang dijual, serta persaingan yang
sehat diantara pedagang tidak melanggar syariat Islam, tetapi dari segi kebersihan
masih kurang terpelihar
IMPLEMENTASI MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT PADA MAN 1 HULU SUNGAI TENGAH
Manajemen hubungan masyarakat (humas) atau biasa disebut dengan public relations adalah “Fungsi manajemen yang mengidentifikasikan, menetapkan, dan memelihara hubungan saling menguntungkan antara organisasi dan segala lapisan masyarakat yang menentukan keberhasilan atau kegagalan public relations.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hubungan masyarakat dalam mengembangkan citra MAN 1 Hulu Sungai Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hubungan masyarakat dalam mengembangkan citra Madrasah Aliyah Negeri 1 Hulu Sungai Tengah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala madrasah, kepala humas dan wakil humas, guru, siswa, dan perwakilan orang tua siswa. Adapun teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses perencanaan humas yang dilaksanakan di MAN 1 Hulu Sungai Tengah direncanakan oleh pihak madrasah khususnya kepala humas beserta staf dilaksanakan setiap awal tahun ajaran baru. Hal yang biasa direncanakan oleh mereka yaitu program kerja, jadwal pelaksanaan program kerja, anggaran biaya, sasaran, teknik hubungan masyarakat, menetapkan tujuan program kerja, dan evaluasi. 2) Pelaksanaan program humas dalam hal ini sudah melakukan komunikasi yang baik antara warga madrasah, masyarakat, dan lembaga lainnya sehingga tercapainya tujuan program kerja humas 3) Adapun proses evaluasi humas dilaksanakan di dua waktu yaitu satu kali dalam sebulan dan satu kali di akhir semester. Namun, didalam pelaksanaannya mereka juga melaksanakan evaluasi setiap seminggu sekali
Pendapat Kepala Kantor Urusan Agama Di Kabupaten Banjar Terhadap Ditiadakannya Batas Usia Baligh Wali Nikah Dalam PMA No. 20 Tahun 2019
Penelitian ini dilatar belakangi dari sebuah kasus di KUA yang ingin
mendaftarkan pernikahannya dengan wali yang masih berusia 11 tahun 6 bulan
yang sudah mengaku baligh dan pihak keluarga menginginkan adik dari mempelai
perempuan menjadi wali untuk kakanya sebab sudah tidak ada lagi batasan usia
sebelumnya yang mengharuskan usia 19 tahun untuk menjadi wali nikah. Akan
tetapi di tolak kepala KUA tersebut.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan
pendekatan sosiologi hukum. Data yang digali dalam penelitian ini adalah data
primer dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Data kemudian
dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan adanya perbedaan pendapat dari kepala
KUA terhadap ditiadakannya batas usia baligh wali nikah dalam PMA Nomor 20
Tahun 2019. Pertama ada satu orang kepala KUA yang berpendapat kurang setuju
ditiadakannya batas usia baligh karena mengakibatkan tidak ada kepastian hukum
sehingga dalam menentukan wali nikah kepala KUA harus mempertimbangan dari
segi kedewasaan atau rusyd, dasar pendapat yaitu Q.S An-Nisa ayat 6 dan UU
Perkawinan Pasal 47. Kedua, ada enam orang kepala KUA yang berpendapat
sangat setuju ditiadakannya batas usia baligh karena syarat baligh sudah cukup bagi
kepala KUA dalam menentukan wali nikah dasar hukumnya dalam kitab Fathul
Barii jilid V mengenai tanda baligh yaitu mimpi basah. Ditiadakannya batas usia
baligh dalam PMA sudah sesuai dengan tujuan syariah (Maqashid Syariah) yaitu
kemaslahatan pada perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan dan harta.
Adapun prosedur yang dilakukan kepala KUA dalam menentukan baligh wali yaitu
: pemeriksaan administrasi, wawancara khusus, pemeriksaan kondisi fisik. Berbeda
dengan kebijakan KUA Sungai Tabuk yang mensyaratkan calon wali untuk
membuat surat pernyataan baligh yang sebagai bukti keakuratan Kepala KUA
dalam menentukan wali nika
Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal di SMPIT Insan Madani Kota Banjarmasin
Penjaminan mutu adalah istilah mutu yang digunakan sebagai kata lain
untuk semua bentuk kegiatan monitoring, evaluasi atau kebijakan (review) mutu.
Mutu pendidikan bisa dilihat dari kebijakan, sistem, dan sumber daya lembaga
pendidikan, yaitu kualitas kebijakan akan mempengaruhi kualitas pendidikan di
suatu negara, suatu daerah atau suatu yayasan/bisnis. Dalam konteks inilah di
SMPIT Insan Madani Kota Banjarmasin yang dijadikan peneliti sebagai tempat
penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi sistem penjaminan
mutu internal di SMPIT Insan Madani Banjarmasin dan standar mutu di SMPIT
Insan Madani Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan
pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Koordinator
Tim Penjaminan Mutu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, dan Wakil
Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini
adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementsi sistem penjaminan mutu
di SMPIT Insan Madani Kota Banjarmasin, terkait pemetaan mutu sudah sesuai
dengan dinas pendidikan dan kurikulum yang diterapkan JSIT yaitu kurikulum
kepondokan dan tahfidz, pembuatan rencana peningkatan mutu, pelaksanaan
pemenuhan mutu, monev proses pelaksanaan pemenuhan mutu dan penetapan
standar baru serta penyusunan strategi peningkatan mutu sudah dilaksanakan
dengan efektif. Standar mutu JSIT di SMPIT Insan Madani Banjarmasin terkait
standar pendidik dan tenaga kependidikan sudah sesuai dengan peraturan yang ada
di SIT yaitu sudah sesuai dengan bidangnya masing-masing namun untuk tenaga
kependidikan masih kurang, standar sarana dan prasarana belum sesuai dengan
standar karena masih ada beberapa ruangan yang kurang, dan untuk standar
pembiayaan, kurikulum, serta standar pengelolaan sudah sesuai dengan apa yang
diterapkan JSIT Indonesia
Pengaruh Metode Mind Mapping Berbantu Media Barang Bekas Terhadap Hasil Belajar SKI Siswa Kelas III MIN 19 HST
Latar belakang pada penelitian ini adalah terdapat fakta sebanyak 28,6%
peserta didik kelas III memperoleh hasil belajar di bawah KKM pada mata pelajaran
SKI materi mata pencaharian masyarakat Arab sebelum Islam. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui rata-rata hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan metode
mind mapping berbantu media barang bekas terhadap hasil belajar SKI siswa kelas
III MIN 19 HST.
Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan
kuantitatif dan merupakan jenis penelitian lapangan. Adapun desain penelitian ini
yaitu one group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah
21 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan wawancara.
Teknik analisis data yang digunakan yakni metode statistik dengan penghitungan
mean, standar deviasi, uji normalitas, uji reliabiltas serta uji T.
Berdasarkan nilai rata-rata sebelum menggunakan metode mind mapping
berbantu media barang bekas yaitu 60 menjadi nilai rata-rata sesudah menggunakan
metode mind mapping berbantu media barang bekas sebanyak 82,86 yang mana
terdapat peningkatan hasil belajar sebanyak 22,86 dan pada uji T hasil sig (2-tailed)
0,024 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan
hipotesis H0 ditolak dan hipotesis Ha diterima, yakni hipotesis Ha : Terdapat
pengaruh penggunaan metode mind mapping berbantu media barang bekas terhadap
hasil belajar SKI siswa kelas III MIN 19 HS
PENGARUH MEDIA POSTER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN HADITS DI KELAS 2 MIN 8 HULU SUNGAI TENGAH
Setiap mata pelajaran memerlukan media yang dapat membantu tenaga pendidik mengusahakan agar teori dapat diterima dengan baik oleh siswa. Salah satu mata pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah adalah Al-Qur’an Hadits yang memerlukan perhatian khusus dalam menentukan media yang dapat memberikan pemahaman kepada siswa sehingga mereka dapat menghafalkan ayat dan hadits dalam pembelajaran. Metode yang digunakan beragam salah satunya bisa digunakan adalah media poster. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits dengan menggunakan media poster di kelas 2 MIN 8 Hulu Sungai Tengah serta untuk mengetahui bagaimana pengaruh media poster terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits di kelas 2 MIN 8 Hulu Sungai Tengah.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Pre Experimental yang menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttet Design. Populasi Penelitian ini adalah 30 siswa kelas 2 B MIN 8 Hulu Sungai Tengah dengan sampel seluruh siswa kelas 2 B MIN 8 Hulu Sungai Tengah. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Teknik Sampling Jenuh karena populasi kurang dari 50.
Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Hasil belajar siswa pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits di Kelas 2 B MIN 8 Hulu Sungai Tengah dengan rata-rata 41.3 pada pretest dan 80 pada hasil posttest. 2) Media Poster berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits taraf signifikan 0,000 < 0,05 dengan hasil 70,2% media poster berpengaruh positif terhadap hasil belajar