IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Usaha Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin dalam Mendapatkan Pengetahuan Ilmu Pra Nikah.

    Get PDF
    Latar belakang pada penelitian ini adalah mahasiswa sudah memasuki usia dewasa dimana mereka mempunyai hasrat untuk mencari pasangan hidup dan ingin melakukan pernikahan akan tetapi sebelum melakukan pernikahan tentunya mereka harus mempersiapkan bekal ilmu agar mereka siap melakukan pernikahan agar membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan usaha mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin dalam mendapatkan pengetahuan ilmu pra nikah serta faktor pendukung dan penghambat usaha mahasiswa tersebut. Jenis penelitian ini adalah termasuk penelitian lapangan dan pendekatannya bersifat deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini, berupa informan: Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam yang sudah menikah angkatan 2017 berjumlah 2 orang dan angkatan 2018 berjumlah 1 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan selama penelitian adalah wawancara dan dokumentasi. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah usaha mahasiswa dalam mendapatkan pengetahuan ilmu pranikah serta faktor pendukung dan penghambat usaha dalam mendapatkan pengetahuan ilmu pra nikah. Teknik pengolahan data dan analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini pemahaman mahasiswa mengenai pendidikan pra nikah merupakan ilmu seputar pernikahan untuk mewujudkan pernikahan yang sakinah ma waddah wa rahmah, urgensi pendidikan pra nikah sangat penting untuk dipelajari, materi pendidikan pra nikah meliputi meliputi pendidikan munakahat dan kesiapan menikah: intelektual, kesehatan, mental, emosional dan finansial. Usaha mahasiswa mendapatkan pengetahuan ilmu pra nikah adalah usaha tersebut bisa melewati lembaga formal seiring menjadi mahasiswa perguruan tinggi di UIN Antasari Banjarmasin Jurusan Pendidikan Agama Islam Konsentrasi Fiqih, sedangkan lembaga non formal mengikuti bimbingan pra nikah oleh BP4 di KUA, membaca buku-buku yang berkaitan dengan ilmu pra nikah, mengikuti seminar pra nikah, mengikuti majelis ta’lim, dan menonton konten video ustadz dan ustadzah yang mengkaji ilmu pra nikah dan edukasi kesehatan reproduksi dan seks dari dokter, dan informal dengan bertanya kepada teman yang sudah menikah. Faktor pendukung adalah mudahnya mengakses ilmu pra nikah dengan sosial media, lingkungan yang memadai berupa adanya majelis ta’lim dan perpustakaan dan faktor penghambatnya adalah kesibukan perkuliahan, majelis ta’lim jarang membahas ilmu pra nikah dan finansial untuk mengikuti seminar pra nika

    Strategi Regulasi Emosi pada Ibu yang Memiliki Anak Gangguan Jiwa di Desa Tatah Pemangkih Tengah Kabupten Banjar

    Get PDF
    Banyak orangtua yang risau dan stres menghadapi anaknya yang mengalami gangguan jiwa. Orangtua seperti mendapat suatu tekanan psikologis sehingga mengakibatkan stres dan depresi. Pada kasus gangguan jiwa, ibu yang memiliki anak gangguan jiwa tentu memiliki emosi yang kurang stabil karena faktor usia dan lingkungan yang kurang mendukung sehingga diperlukan strategi regulasi emosi pada ibu yang memiliki anak dengan gangguan jiwa. Strategi regulasi emosi terbagi menjadi dua yaitu cognitive reappraisal dan expressieve suppression. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi regulasi emosi pada ibu yang memiliki anak gangguan jiwa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan datanya dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini ada 2 orang subjek yaitu ibu yang memiliki anak gangguan jiwa Berdasarkan data yang telah terkumpul melalui observasi dan wawancara dan setelah data tersebut dianalisa, maka dapat dilihat sebagai berikut (1) Strategi regulasi emosi pada subjek 1 dan 2 sama-sama memiliki regulasi emosi yang negatif, hal ini ditunjukan dengan adanya perilaku subjek yang kurang memperhatikan dan sering meninggalkan anaknya saat anak tersebut menangis, berteriak, dan mengamuk. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi regulasi emosi pada subjek 1 yaitu berupa faktor umur dan pola asuh. Sedangkan berdasarkan subjek 2 faktor yang mempengaruhi regulasi emosi yaitu berdasarkan faktor lingkungan dan pengalaman. Maka dapat disimpulan bahwa ibu yang memiliki anak gangguan jiwa merasakan emosi yang negatif namun ibu belum paham dengan strategi regulasi emosi tersebut sehingga ibu tidak mampu merubah emosi negatif menjadi emosi positi

    Pengaruh Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan pada PT Panen Embun Kemakmuran Nusa Indah Kecematan Bati-Bati

    Get PDF
    Pembangunan sebuah perusahan penting untuk memperhatikan adanya sumber daya manusia yang mampu berdistribusi dan kerja sama dalam proses kemajuan perusahaan tersebut. iklim organisasi merupakan segala hal yang mempengaruhi isi dalam lingkungan kerja. Pengelolaan yang baik dan juga profesional adalah sesuatu yang sangat penting dalam pertumbuhan perusahaan di dalam nya, karena iklim organisasi mampu menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan dan mampu membangun eksitensi dari perusahaan. Sehingga menghasilkan kinerja karyawan yang berkualitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan metode regresi dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variabel iklim organisasi terhadap kinerja karyawan PT. Panen Embun Kemakmuran Nusa Indah Kecematan Bati-Bati. Populasi penelitian merupakan seluruh karyawan dengan jumlah 119 karyawan, dan sampel yang digunakan 55 karyawan berdasarkan rumus solvin dengan margin eror 10%. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikansi dan positif antara iklim organisasi terhadap kinerja karyawan di PT Panen Embun Kemakmuran Kec. Bati-Bati. Besar pengaruh antara iklim organisasi terhadap kinerja karyawan adalah sebesar 54,5%

    Peran Kepala Desa dalam Pembangunan (Studi Kasus di Desa Megasari Kecamatan Pulaulaut Utara Kabupaten Kotabaru)

    Get PDF
    Peran Kepala Desa dalam membangun sebuah desa sangatlah penting Kepala desa bertanggung jawab untuk mengelola dan memastikan dana desa digunakan secara efektif demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya. Penelitian ini berfokus membahas peran kepala desa dalam pembangunan di Desa Megasari, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru. Desa ini memiliki tantangan pembangunan antara lain, adanya masalah prostitusi, banyaknya kasus KDRT dan kenakalan remaja. Selain itu, masyarakat desa nya terdiri dari beragam pemeluk agama, dari Islam, Kristen, Hindu hingga Katholik sehingga jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan ketegangan antar umat beragama. Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Peneliti mengumpulkan data dengan cara melakukan observasi di lapangan dan mewawancarai Kepala Desa Megasari dan tiga orang pembantunya. Peneliti juga mendokumentasikan data-data dari kantor desa. Total waktu penelitian sekitar dua bulan. Semua data yang terkumpul dikelompokkan dan ditampilkan dalam analisis deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa Kepala Desa Megasari berhasil menangani banyak dari masalah sosial di wilayahnya. Prostitusi telah hilang dari bumi Megasari. Kasus-kasus KDRT di kalangan warga desa ini nyaris tak terdengar lagi. Kenakalan remaja dapat ditekan secara drastis dengan melibatkan aparat keamanan. Masyarakat desa yang multi agama menjadi akrab dibawah kepemimpinan kepala desa yang menganggarkan dana rehap rumah ibadah dan memanfaatkan dana desa untuk pembinaan kesemua agama salah satunya untuk mempromosikan sikap saling menghargai antar umat beragama. Di atas semua itu, pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan (paving block), peningkatan dam milik desa, meningkatkan fasilitas kantor, juga mendapat porsi perhatian yang cukup

    Studi Kasus Tradisi Uang Panai dalam Perkawinan Adat Suku Bugis di Kota Tenggarong (Perspektif Hukum Adat dan Hukum Islam)

    Get PDF
    Most people in the town of Tenggarong who belong to the Bugis often interpreted arrow money as mahar. Giving the arrow money in the wedding of the Bugis community is considered an nevitable obligation, because without the arrows money, the wedding can not be held. However, nowadays, many prospective bride families are demanding a very high sum of arrow money on the part of the prosecuting male bridegroom, so that it is sometimes difficult to fulfil and becomes a significant financial burden for the prospecting male bride.Therefore, this study aims to 1) To describe the practice of the tradition of arrow money in the Bugis community in the city of Tenggarong. 2) To explain the traditions of arrows money in Islamic law. This research uses the type of empirical law research with an anthropological approach to law. Data collection techniques in this study use Observation, Interview, and Documentation. Data analysis techniques use: Data Reduction, Data Presentation, and Data Verification. Data Validation techniques use Data Triangulation. The results of the research show that: 1) The traditional practice of arrow money in the Bugis tribe in the town of Tenggarong stems from the king's desire to protect his daughter and become a form of honor to the woman for the purpose of happiness of the family. The arrow money, important in the customs of the Bugis, symbolizes a man's ability to make his family happy. The change in the execution of the arrow, mainly through the bargaining pattern and nominal reductions, reflected in the ethnic influence and Islamic values in Tenggarong City, reflecting a response to the increasingly heterogeneous social and cultural conditions among the Bugis tribe. 2) The tradition of arrow money in Islamic law states that there are no special provisions that regulate arrow cash in Islam. The law is considered unlawful or enforceable because there is no sign that explicitly prohibits. Customs like this in Islamic law are called al-a'dah as sahihah or often referred to as urf shahih, namely customs that are good, correct and can be used as legal considerations. The existence of arrow money goes back to the local traditions and customs of the Bugis tribe in the town of Tenggarong. Therefore, the arrow should not be the main factor in determining the legality of marriage. It is more important for men and women to have a common agreement, and to make marriage easier and less difficult for me

    Adab Menghafal Al-Qur’an Mahasiswa Program Khusus Ulama (PKU) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Adab mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia. Banyak sekali ilmuwan Muslim yang mencurahkan pemikiran dalam karya-karya besarnya yang membahas mengenai adab, di antaranya kitab yang ditulis oleh Imam Nawawi yaitu al-Tibyân fî Adâbi Hamalah al-Qur’ân, yang merupakan sebuah kitab membahas seputar adab-adab dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Ini harusnya menjadi perhatian khusus bagi seorang penuntut ilmu. Indonesia khususnya di perguruan-perguruan tinggi Islam yang mentargetkan mahasiswanya lulus dengan memiliki hafalan di bidang Al-Qur’an, salah satunya terdapat di Universitas Islam Negeri Antasari yang berlokasi di Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan. Memiliki mahasiswa-mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Program Khusus, seperti pada Fakultas Ushuluddin dan Humaniora dengan lingkup sebutan Mahasiswa Program Khusus Ulama (PKU). Peneliti berusaha menemukan jawaban terkait bagaimana pemahaman Mahasiswa Program Khusus Ulama (PKU) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin terhadap adab dalam menghafal Al-Qur’an, apa saja adab-adab dalam menghafal Al-Qur’an dan bagaimana pengaruh adab tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang langsung turun ke lokasi penelitian. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah dilakukan penelitian, maka dapat diketahui bahwa pemahaman Mahasiswa Program Khusus Ulama (PKU) terhadap adab menghafal Al-Qur’an ialah suatu perbuatan atau tingkah laku, tata cara dalam suatu proses pendidikan (menghafal) yang menggiring kepada hal baik dalam berinteraksi khususnya terhadap Al-Qur’an. Adab tersebut diyakini memberikan pengaruh terhadap kelancaran, kemudahan dan kekuatan dalam menghafal. Di antara adabnya yaitu memiliki niat/motivasi/tujuan lurus, berupaya menjaga Al-Qur’an dengan manajemen waktu yang baik dan sesuai untuk menghafal dan mengulang hafalan, kemampuan dasar yang baik dalam membaca Al-Qur’an, memiliki guru pembimbing bersama lingkungan tempat yang mendukung, memposisikan diri dalam keadaan yang baik seperti bersuci, menghadap kiblat serta fokus/khusyu’, berusaha mengamalkan kandungan dari ayat-ayat yang dihafalkan, tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai mata pencaharian, senatiasa melakukan penjernihan batin, dan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat atau sifat tercel

    Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pegadaian Syariah Cabang Kebun Bunga Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu fenomena dimana dalam suatu perusahaan sumber daya manusia yang terdiri dari pemimpin dan karyawan merupakan suatu permasalahan dan penentu yang cukup penting bagi perusahaan. Selain itu pemimpin melalui penerapannya memiliki pengaruh yang sangat besar bagi perusahaan yang dipimpinnya karena gaya kepemimpinannya dan cara memotivasi bawahannya akan mempengaruhi kualitas kinerja yang dihasilkan oleh karyawannya. Dalam hal ini peneliti menguji Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pegadaian Syariah Cabang Kebun Bunga Banjarmasin. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini adalah penelitian lapangan (field research) menggunakan metode penelitian pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 30 responden, metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan menyebarkan kuesioner atau angket ke masing-masing karyawan yang ada di ruang lingkup Pegadaian Syariah Cabang Kebun Bunga Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Adanya pengaruh simultan pada variabel Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pegadaian Syariah Cabang Kebun Bunga Banjarmasin. Hasil ini dapat dilihat dari nilai F hitungnya 28.560 > 3.35 dan pada nilai signifikansi 0.000 < 0.05. (2) Adanya pengaruh parsial pada masing masing variabel bebas terhadap Kinerja Karyawan Pegadaian Syariah Cabang Kebun Bunga Banjarmasin. Hal ini dapat dilihat dari Variabel X1 terhadap Y nilai T hitungnya 6.674 > 2.052 dan pada nilai signnifikansi 0.000 < 0.05. Kemudian pada Variabel X2 terhadap Y nilai T hitungnya 6.605 > 2.052 dan pada nilai signifikansi 0.000 < 0.0

    Problematika Program Tahfidz Takhassus di Madrasah Tsanawiyah Nurul Ulum Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Program tahfidz takhassus merupakan program khusus yang dibentuk dengan tujuan untuk membimbing peserta didik dalam menghafal al-Qur'an secara intensif dan mendalam dengan target hafal 10-15 juz dalam kurun waktu 3 tahun. Program takhassus identik dengan pengajaran ilmu keislaman yang biasanya dilaksanakan di lingkungan pondok pesantren akan menghadapi tantangan yang berbeda ketika diterapkan di madrasah yang tidak memiliki latar belakang pondok pesantren. Oleh karena itu, muncul berbagai permasalahan yang memerlukan penyesuaian dan perbaikan lebih lanjut agar program dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan problematika yang dihadapi di dalam pelaksanaan program tahfidz takhassus serta mendeskripsikan solusi untuk mengatasi problematika program tahfidz takhassus di Madrasah Tsanawiyah Nurul Ulum Kota Banjarmasin. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif menggunakan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian 4 orang peserta didik dan 1 orang guru program tahfidz takhassus. Sedangkan objek penelitian ini adalah problematika program tahfidz takhassus di Madrasah Tsanawiyah Nurul Ulum Kota Banjarmasin. Temuan penelitian menunjukkan bahwa problematika dalam program tahfidz takhassus diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu problem yang bersumber dari peserta didik (internal) dan problem yang bersumber dari luar peserta didik (eksternal). Adapun solusi untuk mengatasi problematika program tahfidz takhassus di Madrasah Tsanawiyah Nurul Ulum Kota Banjarmasin juga terbagi menjadi solusi untuk problem dari faktor internal dan faktor eksternal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak terkait dalam meningkatkan kualitas program tahfidz takhassus di Madrasah Tsanawiyah Nurul Ulum Kota Banjarmasi

    , Pembacaan Ayat-Ayat Al-Qur’an Dalam Hizib Ulul Albab Di Langgar Al-Jadid Sungai Miai

    Get PDF
    Hizib Ulul Albab adalah amalan tartitul Qur'an dini hari, penyusun Hizib ini adalah Abdulloh Kharisudin Aqib. Penyusunan Hizib ini adalah sebagai upaya untuk menggabungkan sekaligus antara mengamalkan perintah Allah, Hizb juga merupakan sebuah amalan yang berisi doa-doa maśurat (yang merupakan peninggalan dari Nabi) dan doa-doa mustajab yang dibaca menurut waktu tertentu. Hizb diamalkan untuk menghadapi bahaya besar atau untuk menghancurkan musuh yang mengancam dan dibaca dengan cara (kaifiyah) tertentu. Masalah yang akan penulis teliti adalah bagaimana praktik Hizib ulul Albab di Langgar Al-Jadid Sungai Miai dan Apa motivasi pembacaan ayat-ayat al-Qur’an dalam hizib ulul albab kepada jama’ah Langgar Sungai miai. Analisis data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif lapangan, di mana analisis disajikan dalam bentuk uraian berdasarkan data yang tersedia yang didapat dari obeservasi, wawancara dan diskusi. Penulis memberikan penjelasan lebih lanjut dengan menggunakan literatur-literatur yang relevan terkait dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pembacaan Ulul Albab di Langgar Al-Jadid memiliki sejarah yang panjang dan berakar dalam tradisi keagamaan komunitas tersebut. Praktik ini dimulai sejak pendirian Langgar Al�Jadid, seiring berjalannya waktu, kegiatan pembacaan Ulul Albab di Langgar Al�Jadid telah melibatkan generasi muda dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas keagamaan komunitas tersebut. Dengan melaksanakan Hizb Ulul Albab secara rutin, Langgar Al-Jadid mengajarkan pentingnya menjaga dan memperkaya ibadah dalam kehidupan masyarakat. Ayat-ayat Al-Qur'an dalam Hizib ulul Albab mengandung makna dan pesan yang mendalam, mengingatkan jamaah akan pentingnya menjaga akhlak yang baik dan melaksanakan perintah Allah. Selain itu, pembacaan Hizib ulul Albab memberikan dorongan motivasi kepada jamaah untuk terus belajar dan memahami ayat-ayat Al-Qur'an dengan lebih mendalam. pembacaan Hizib ulul Albab di Langgar Al-Jadid Sungai Miai, jamaah merasakan kehadiran Allah dalam setiap langkah kehidupan mereka. Mereka menjadikan Al�Qur'an sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari, dengan meningkatkan kecintaan dan kekaguman terhadap kitab suci yang penuh hikma

    Pernikahan di bawah tangan Melalui Guru Agama di desa Pulau Nyiur kecamatan Karang Intan

    Get PDF
    Peraturan perundang-undangan perkawinan yang ada sejatinya adalah untuk mendukung peraturan mengenai pernikahan yang terdapat di dalam fiqih maupun dalam Alquran dan hadis. Tolak ukur sahnya suatu perkawinan menurut agama juga menjadi tolak ukur sahnya perkawinan menurut Undang-Undang. Hal ini seperti yang tercantum di dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, menyatakan bahwa, ”Perkawinan dianggap sah apabila dilaksanakan menurut masing-masing Agama.” Artinya bahwa pernikahan dilaksanakan menurut pelaksanaan agamanya masing-masing. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan sosiologi hukum dengan lokasi penelitian yang bertempat di Desa Pulau Nyiur Kec. Karang Intan Kab. Banjar Prov. Kalimantan Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari wawancara bersama 11 informan yang terdiri dari 4 Pasangan suami istri, 1 orang berstatus cerai yang pernah melakukan pernikahan di bawah tangan serta 2 orang guru agama. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian diolah melalui proses editing, deskripsi, klasifikasi, dan matrikasi. Selanjutnya dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Pernikahan di bawah tangan melalui guru agama di desa Pulau Nyiur kecamatan karang intan adalah pernikahan yang sah menurut agama islam, hanya saja pernikahan tersebut tidak dicatat di pencatatan pernikahan. Jadi, pernikahan yang terjadi di desa Pulau Nyiur kecamatan karang intan bukanlah pernikahan siri, karena pernikahannya sah, di publikasikan, serta semuanya memenuhi rukun dan syarat pernikahan menurut pernikahan agama islam. Faktor yang melatarbelakangi terjadinya pernikahan di bawah tangan melalui guru agama di desa Pulau Nyiur kecamatan karang intan ini adalah karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang hukum, rendahnya pendidikan mereka, dan kurangnya sosialisasi tentang pentingnya pencatatan pernikahan, serta jarak dari desa ke KUA yang cukup jauh dan memakan waktu. Adapun dampak yang terjadi, banyak anak yang tidak memiliki akta kelahiran, dan pasangan yang tidak memiliki akta pernikahan seperti pasangan yang menikah dan tercata

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇