IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Analisis Minat Mahasiswa Memilih Prodi Piaud Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Di Uin Antasari Banjarmasin
Mahasiswa sebagai penerus untuk melanjutkan pendidikan di suatu perguruan tinggi yang diinginkan tentunya memiliki minat di dalam dirinya dalam menentukan pilihan pendidikan yang bisa meningkatkan prestasinya, maka dari itu perlu untuk memikirkan dan mempertimbangkan dengan baik. Kurangnya peran guru laki-laki di PAUD menyebabkan dampak negatif terhadap anak-anak khususnya anak laki-laki berpotensi kurang terlayani sesuai dengan kodratnya contohnya pembelajaran terlalu femenim. Anak laki-laki biasanya lebih menyukai pembelajaran fisik motorik seperti bermain bola, suka bermain diluar ruangan, suka bergerak dan lebih berenergic. Kurangnya tenaga guru laki-laki kemungkinan dapat menyebabkan hilangnya ciri-ciri kelakian terhadap dunia anak laki-laki.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menganalisis. Landasan teori digunakan sebagai fokus penelitian untuk menganalisa studi kasus. Studi kasus merupakan meneliti kasus secara mendalam untuk lebih mengkaji latar belakang, keadaan dan interaksi yang terjadi bisa didalam peristiiwa, kegiatan, dan suatu kelompok. Studi kasus berbasis tingkat satuan dalam penjelasan suatu masalah, kejadian atau situasi tertentu kemudian mencari jalan alternatif atau solusi untuk memecahkan topik dalam permasalahan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat alasan mahasiswa memilih prodi pendidikan islam anak usia dini fakultas tarbiyah dan keguruan di UIN Antasari Banjarmasin yaitu minat seseorang dalam kecenderungan membeli produk (Minat transaksional), merupakan perilaku seseorang untuk merekomendasikan produk kepada orang lain (Minat refrensial), menggambarkan perilaku seseorang terhadap produk yang dipilih (Minat prefrensial), perilaku seseorang yang mencari informasin mengenai produk yang diminatinya (Minat eksploratif). Adapaun faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih prodi pendidikan islam anak usia dini di fakultas tarbiyah dan keguruan di UIN Antasari Banjarmasin meliputi cita-cita menjadi guru PAUD, kesempatan bekerja, keluarga yang berprofesi guru dan latar belakang pendidikan memberikan dorongan mahasiswa dalam memilih jurusan PIAUD. Sedangkan faktor teman sejawat tidak terlalu memberikan pengaruh dalam minat mahasiswa memilih program pendidikan islam anak usia dini fakultas tarbiyah dan keguruan di UIN Antasari Banjarmasin
Pemahaman Ayat-ayat Sabar dan Syukur dalam Pengajian Kitab Hidâyah al-Sâlikîn Perspektif K.H. Ahmad Zuhdiannor
Ayat-ayat Al-Qur’an merupakan petunjuk dan pedoman utama bagi seluruh
umat manusia, terkhusus ditujukan untuk seluruh umat Islam. Di antara ayat-ayat
Al-Qur’an ada yang menjelaskan tentang cara mengelola hati atau batin agar
menjadi tenang, tentram dan damai dalam menghadapi lika-liku kehidupan di
dunia. Tuan Guru K.H. Ahmad Zuhdiannor atau yang lebih sering dipanggil dengan
sebutan Guru Zuhdi merupakan salah satu ulama yang masyhur di Kota
Banjarmasin yang sering membawakan topik-topik tasawuf di dalam pengajiannya,
dan yang paling sering dibahas oleh beliau adalah sabar dan syukur. Urgensi dan
daya tarik permasalahan dari penelitian ini adalah ayat-ayat sabar dan syukur yang
diuraikan Guru Zuhdi dalam pengajian Kitab Hidâyah al-Sâlikîn terdapat petunjuk,
pelajaran dan relevansi yang sangat penting di dalamnya terhadap permasalahan
yang dialami masyarakat yang berusaha menghadapi realita kehidupan yang
dipenuhi dengan bencana, musibah dan cobaan. Meskipun Guru Zuhdi sudah wafat,
penelitian yang mengkaji pengajian Kitab Hidâyah al-Sâlikîn bab sabar dan syukur
oleh Guru Zuhdi yang dimuat dalam sebuah channel Youtube bernama Retna lisa
sangat menarik untuk di teliti. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk
menemukan dan mendeskripsikan klasifikasi ayat-ayat sabar dan syukur dalam
pengajian Kitab Hidâyah al-Sâlikîn perspektif K.H. Ahmad Zuhdiannor dan
mengetahui pemahaman ayat-ayat sabar dan untuk mengetahui syukur dalam
Pengajian Kitab Hidâyah al-Sâlikîn perspektif K.H. Ahmad Zuhdiannor ditinjau
menggunakan metodologi tafsir Al-Qur’an.
Metode penelitian ini masuk ke dalam jenis penelitian pustaka (library
research) dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat 8 ayat yang membahas
sabar dan syukur dalam Kitab Hidâyah al-Sâlikîn dan 31 ayat didapat dari
pemahaman Guru Zuhdi. Pemahaman Guru Zuhdi dari segi sumbernya termasuk
ke dalam tafsîr bi al-ma’tsûr, dari segi keluasannya masuk ke dalam ijmâlî dan
tahlîlî, dari segi langkahnya masuk ke dalam maudhû’i dan dari segi coraknya
adalah corak umum yang terdiri dari teologi, fiqh, sufi dan adabî ijtimâ’î
Profil Kehidupan Rumah Tangga Pernikahan pada Usia Dewasa Madya (Studi Kasus di Kota Banjarmasin)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya temuan awal bahwa orientasi
untuk melangsungkan pernikahan tidak hanya sekedar untuk mendapatkan
keturunan, terutama bagi pasangan yang menikah di usia dewasa madya. Penelitian
ini berupaya untuk mengetahui bagaimana profil kehidupan rumah tangga serta
orientasi tujuan hidup pasangan yang menikah pada usia dewasa madya. Penelitian
ini bertujuan untuk menggambarkan profil kehidupan rumah tangga pernikahan dan
orientasi tujuan hidup pasangan yang menikah pada usia dewasa madya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris sehingga peneliti terjun
langsung ke lapangan (field research) dan berupaya mendeskripsikan berbagai
fenomena pernikahan pada usia dewasa madya di Kota Banjarmasin, yakni di
Kecamatan Banjarmasin Utara dan Kecamatan Banjarmasin Barat. Penelitian digali
dengan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data dilakukan melalui beberapa
teknik atau kombinasi dari wawancara (interview) dengan lima pasangan yang salah
satu atau keduanya berusia dewasa madya ketika melangsungkan pernikahan serta
observasi atau pengamatan terhadap kediaman dan respon informan terhadap kasus
yang sedang diteliti.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang bagi
individu pasangan yang memutuskan untuk menikah ketika berusia dewasa madya.
Terdapat dua kasus di Kecamatan Banjarmasin Utara dan tiga kasus di Kecamatan
Banjarmasin Barat. Peneliti menemukan bahwa terdapat perbedaan profil kehidupan
rumah tangga pasangan yang meliputi lima segi yakni identitas informan, usia
menikah, status pernikahan, pendidikan dan pekerjaan. Orientasi tujuan hidup
pasangan usia dewasa madya meliputi enam aspek yakni aspek keuangan atau
finansial, aspek kesehatan dan kesejahteraan, aspek merasakan ketentraman dan
kebersamaan, aspek mendapatkan status perkawinan, aspek persiapan untuk masa
pensiun dan aspek membangun keluarga besar yang bahagia. Keharmonisan
pasangan yang menikah di usia tersebut akan terjalin dengan baik dengan adanya
pemahaman yang baik terhadap hak dan kewajiban suami isteri serta kesamaan
pandangan terhadap orientasi atau tujuan dari pernikaha
Upaya Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Raudhatusysyubban Sungai Lulut Kabupaten Banjar
Guru sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan, dalam
menjalankan tugasnya perlu memiliki keterampilan dalam mengajar sebagaimana
ia harus mendidik, memberikan edukasi, maupun memberikan motivasi belajar
kepada siswa. Upaya guru untuk meningkat motivasi belajar siswa merupakan suatu
hal yang wajib dikuasai oleh guru, ia harus mampu memegang kendali keadaan
didalam diri siswa agar mereka mempunyai semangat dan motivasi dalam belajar.
Hal ini pula yang sangat diperlukan oleh siswa, dengan adanya semangat dan
motivasi untuk belajar maka berdampak baik terhadap prestasi belajarnya di
sekolah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan
oleh guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah
akhlak dan motivasi yang muncul setelah dilakukan upaya tersebut oleh guru di
Madrasah Aliyah Raudhatusysyubban.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dan metode yang
digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data berdasarkan observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Objek penelitian yaitu upaya guru dalam
meningkatkan motivasi belajar siswa di Madrasah Aliyah Raudhatusysyubban dan
motivasi yang muncul setelah dilakukan upaya tersebut. Subjek penelitian yaitu
guru akidah akhlak di Madrasah Aliyah Raudhatusysyubban.
Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Upaya guru dalam meningkatkan
motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak, meliputi: a) Guru akidah
akhlak telah melakukan tugasnya untuk memotivasi siswa belajar dikelas. b) Pujian
dan hukuman yang diberikan guru bertujuan meningkatkan motivasi belajar siswa
dan mendisiplinkan siswa. c) Reward diberikan sebagai ucapan terima kasih agar
siswa menjadi lebih bersemangat dalam belajar. d) Membuat kompetisi di kelas
akan menjadikan siswa lebih fokus dan termotivasi untuk tampil lebih baik daripada
teman lainnya. e) Sarana dan prasarana mendukung terjadinya pembelajaran
dengan baik. f) Mengurangi paksaan belajar di jam tertentu oleh guru. 2) Upaya
yang muncul setelah dilakukan upaya tersebut oleh guru, meliputi: a) Prestasi
belajar siswa dan minat belajarnya perlahan menjadi lebih baik seiring dengan
berjalannya waktu. b) Nilai diatas rata-rata dan penetahuan didapatkan oleh siswa
karena memperhatikan dan termotivasi dalam belajarnya. c) Perubahan sikap dapat
dilihat dari kurangnya siswa meminta ijin ke toilet saat pelajaran berlangsung, siswa
juga semakin aktif dalam pelajaran didalam kelas
Kontribusi Pola Asuh Demokratis dan Kematangan Emosi terhadap Strategi Coping pada Mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin yang sedang Menyelesaikan Skripsi
Dalam proses penyelesaian skripsi, mahasiswa seringkali menemukan
berbagai kendala dalam menyelesaikan skripsi. Ketika berhadapan dengan
permasalahan dalam menyelesaikan skripsi, mahasiswa akan mencoba mengatasi
permasalahannya dengan pilihan strategi coping yang sesuai dengan kondisi
mereka. Pemilihan strategi coping tidak lepas dari peran pola asuh yang selama ini
diberikan oleh orang tua. Pola asuh yang diyakini terbaik adalah pola asuh
demokratis. Selain itu, peran kematangan emosi individu turut menentukan cara
individu yang dalam hal ini mahasiswa untuk mengatasi berbagai kendala dalam
penyelesaian skripsi. Kematangan emosi berkaitan dengan karakteristik
kepribadian yang termasuk dalam faktor internal individu dalam memilih strategi
coping.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pola asuh demokratis,
tingkat kematangan emosi, tingkat strategi coping, kontribusi pola asuh demokratis
terhadap strategi coping, kontribusi kematangan emosi terhadap strategi coping dan
kontribusi pola asuh demokratis dan kematangan emosi terhadap strategi coping.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian
korelasi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2019 UIN Antasari
Banjarmasin dengan sampel sebanyak 94 mahasiswa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) tingkat pola asuh demokratis
yang dimiliki mahasiswa adalah 19 mahasiswa dengan tingkat tinggi, 60 mahasiswa
dengan tingkat sedang dan 15 mahasiswa dalam tingkat rendah. 2) Tingkat
kematangan emosi yang dimiliki mahasiswa adalah 15 mahasiswa dengan tingkat
tinggi, 70 mahasiswa dengan tingkat sedang dan 9 mahasiswa dengan tingkat
rendah. 3) Tingkat strategi coping yang dimiliki mahasiswa adalah 18 mahasiswa
dengan tingkat tinggi, 67 mahasiswa dengan tingkat sedang dan 9 mahasiswa
dengan tingkat rendah. 4) Terdapat kontribusi positif antara pola asuh demokratis
dengan strategi coping dengan nilai sebesar 2.554 dan nilai signifikansi 0,012
dengan nilai sumbangan sebesar 15%. 5) Terdapat kontribusi positif pada
kematangan emosi terhadap strategi coping dengan nilai sebesar 5.581 dan nilai
signifikansi 0,000 dengan nilai sumbangan sebesar 32,1%. 6) Kemudian terdapat
kontribusi positif pada pola asuh demokratis dan kematangan emosi secara
bersama-sama terhadap strategi coping dengan nilai simultan sebesar 26.345 dan
nilai signifikansi 0,000. Dengan sumbangan sebesar 36,7% menunjukkan semakin
tinggi pola asuh demokratis dan kematangan emosi maka semakin efektif strategi
coping yang dipilih dalam menyelesaikan skrips
Korelasi Kata Rahmân dan Rahîm dalam Al-Qur’an Perspektif M. Quraish Shihab (Tafsir Al-Mishbah),
Beberapa ulama banyak berbeda-beda pendapat dalam menafsirkan
mengenai korelasi antara kata rahmân dan rahîm. Ada yang memahami kata
rahmân sebagai sifat Allah Swt. yang mencurahkan rahmat-Nya yang sementara di
dunia ini, sedangkan rahîm adalah rahmat-Nya yang bersifat kekal. Rahmat-Nya
yang di dunia, yaitu meliputi seluruh makhluk tanpa kecuali dan tanpa membedakan
antara mukmin dan kafir. Sedangkan yang dimaksud dengan rahmat yang kekal
adalah rahmat-Nya di akhirat yang hanya akan dinikmati oleh makhluk-makhluk
yang mengabdi kepada-Nya saja.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk ayat yang
berkorelasi antara kata rahmân dan rahîm yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan
untuk mengetahui penafsiran menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah
mengenai korelasi antara kata rahmân dan rahîm di dalam Al-Qur’an.
Jenis penelitian ini adalah library research atau penelitian kepustakaan.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berkarakteristik
kepustakaan. Data penelitian ini, yaitu ayat-ayat Al-Qur’an yang terdiri dari 6 buah
ayat. Teknik pengumpulan data yaitu dengan mencari sumber data dengan
mengunjungi perpustakaan atau mencari di internet. Analisis data menggunakan
deskriptif analitis.
Berdasarkan hasil temuan penelitian, yaitu ayat yang berkorelasi Q.S. al�Fatihah/1: 1 dan 3, Q.S. an-Naml/27: 30, Q.S. Fussilat/41: 2, Q.S. al-Baqarah/2:
163, dan Q.S. al-Hasyr/59: 22. Sedangkan menurut penafsiran M. Quraish Shihab
mengenai korelasi antara kata rahmân dan rahîm dalam bukunya mengatakan yaitu
kedua kata tersebut berasal dari akar kata yang sama yaitu rahmat. Curahan rahmat
Allah Swt. secara aktual dilukiskan dengan kata rahmân, sedangkan sifat yang
dimiliki-Nya dilukiskan dengan kata rahî
Studi Kasus Uang Jujuran Atas Hasil Peminjaman Bank pada Masyarakat Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya praktik jujuran masyarakat di
Kecamatan Kusan Hilir menetapkan dalam jumlah nominal yang tinggi, karena
belum tercukupinya permintaan nominal tersebut sehingga menyebabkan pihak
calon mempelai lak-laki berhutang pada bank untuk memenuhinya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui praktik pemanfaatan uang jujuran atas hasil
peminjaman bank dan dampak dari uang jujuran atas hasil peminjaman bank pada
masyarakat Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan
sosiologi hukum. Dengan subjek penelitian tersebut yaitu para pihak yang terlibat
atau yang mengetahui mengenai praktik tersebut. Pengumpulan data melalui
wawancara (open ended question). Selanjutnya data diolah dalam bentuk editing
dan matriks. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini diketahui bahwa antara mahar dan jujuran adalah dua
hal yang berbeda. Jujuran adalah sebuah tradisi, akan tetapi dalam penentuannya
masyarakat mematok nominal yang tinggi. Sehingga karena tidak tercukupinya
nominal yang diminta menyebabkan pihak calon suami meminjam uang pada bank
sebagai alternatif tercepat. Dalam praktik pemanfaatnya sebagian besar
menggunakannya untuk kemewahan acara walimatul ‘ursy, dan ada juga yang
menggunakannya untuk modal hidup setelah pernikahan. Dampak dari uang
jujuran atas hasil meminjam pada bank ini lebih banyak kemudharatannya, seperti
tekanan untuk memenuhi nominal yang tinggi, rasa penyesalan setelah meminjam,
ketidak jujuran atas asal usul uang jujuran tersebut, hingga konflik setelah
pernikahan karena harus terbebani oleh hutang. Hal ini tampak sebagai hambatan
dalam pernikahan yang seharusnya menerapkan prinsip raf’ al-taysir
(mengutamakan kemudahan) dalam segala urusan terlebih lagi dalam pernikahan.
Sehingga kebiasaan ini tergolong ‘urf fasid dan maslahah mulghah karena
bertentangan dengan prinsip syariat Islam
Kiprah Guru Ibnu Rusydi dalam Pembinaan Seni Tilawah Al-Qur’an di Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Membaca Al-Qur’an merupakan suatu ibadah yang sangat dianjurkan.
Membaca Al-Qur’an akan bernilai ibadah apabila dalam membacanya sesuai
dengan kaidah atau tuntunan ilmu tajwid yang benar. Selain harus mengusai tajwid,
Rasulallah saw juga memerintahkan ketika membaca Al-Qur’an untuk
membaguskan suara sesuai dengan kaidah irama (seni tilawah). Dalam pelaksanaan
pembelajaran seni tilawah Al-Qur’an, tentunya membutuhkan bimbingan khusus
dari seorang guru yang memiliki keahlian di bidangnya, misalnya berpengalaman
dan berprestasi. Di Kalimantan Selatan, tepatnya di Kecamatan Barabai Kabupaten
Hulu Sungai Tengah terdapat salah satu pengajar yang secara khusus melakukan
pembinaan seni tilawah Al-Qur’an, beliau adalah Guru Ibnu Rusydi. Guru Ibnu
Rusydi telah melakukan pembinaan seni tilawah selama 17 tahun.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui kiprah Guru Ibnu
Rusydi dalam pembinaan seni tilawah Al-Qur’an di Kecamatan Barabai Kabupaten
Hulu Sungai Tengah, (2) Untuk mengetahui Metode dan Teknik yang digunakan
Guru Ibnu Rusydi dalam pembinaan seni tilawah Al-Qur’an di Kecamatan Barabai
Kabupaten Hulu Sungai Tengah, (3) Untuk mengetahui implikasi Guru Ibnu Rusydi
dalam pembinaan seni tilawah Al-Qur’an di Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu
Sungai Tengah.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan jenis
penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan living
Qur’an yaitu pendekatan penelitian terhadap fenomena Al-Qur’an yang hidup di
tengah-tengah masyarakat. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian, kiprah Guru Ibnu Rusydi dalam pembinaan
seni tilawah Al-Qur’an berlangsung di kediaman beliau pribadi, di MAN 2 Hulu
Sungai Tengah, MTsN 2 Hulu Sungai Tengah, MTs Diniyah Barabai, Masjid Jami
Pamangkih, Masjid Agung Riyadusshalihin dan Mushola Pemerintah Daerah
Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Adapun metode yang digunakan guru Ibnu Rusydi
dalam membina seni tilawah Al-Qur’an adalah metode amstal yaitu memberikan
contoh kepada murid, kemudian murid mengikutinya. Tahapan yang dilakukan
guru Ibnu Rusydi dalam melakukan pembinaan seni tilawah adalah 3 T (tahsin,
tausyih, dan tilawah). Implikasi pembinaan seni tilawah Al-Qur’an yang dilakukan
guru Ibnu Rusydi membawa dampak yang sangat baik bagi orang banyak, terutama
bagi murid-murid beliau dan masyarakat sekita
Evaluasi Program Pojok Baca terhadap Kemampuan Literasi Siswa di Kelas 4 SD Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin
Penelitian ini dilatar belakangi karena rendahnya minat untuk membaca
pada pojok baca pada jam-jam kosong bahkan jika dilihat dalam update
peminjaman buku mingguan semakin menurun. Adapun tujuan penelitian ini yaitu
untuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas suatu program kegiatan dan
membuat rancangan keputusan tentang program pojok baca melalui model
evaluasi CIPP yang meliputi evaluasi pada Context, Input, Process dan Product.
Jenis penelitian yang digunakan dalam evaluasi program ini adalah
menggunakan model CIPP (Contex, Input, Process, and Product) yang
dikembangkan oleh Stufflebeam dengan pendekatan metode kualitatif. Adapun
teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, studi dokumentasi,
dan observasi. Sedangkan informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yaitu
kepala sekolah, petugas perpustakaan, wali kelas, siswa, dan orang tua siswa.
Analisis data yang dilakukan yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data,
dan verifikasi (penarikan kesimpulan).
Hasil dari penelitian ini yaitu 1) context, pelaksanaan program pojok baca
yang dilakukan mempunyai landasan hukum program yang kuat, latar belakang
yang jelas, tujuan program yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah serta
jalinan kerjasama dengan pihak terkait. 2) Input, sarana dan prasarana pendukung
program pojok baca dapat disimpulkan bahwa sarana prasarana pendukung
program pojok baca memang belum sepenuhnya sesuai standar. 3) Process,
pelaksanaan program pojok baca telah merangkai kegiatan pojok baca seperti
pada jam-jam istirahat dan juga pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. 4)
Product, program pojok baca ini dikatakan berhasil dengan melihat kemampuan
membaca siswa yang bai
Kontribusi Perilaku Konsumen terhadap Pengambilan Keputusan Pembelian di UMKM Kedailumer Banjarmasin
Pertumbuhan kondisi pemasaran yang sangat pesat membuat produsen harus
membuktikan kualitas produknya kepada konsumen agar konsumen memilih
produknya, hal ini merupakan salah satu starategi dalam pemasaran dalam bidang
industri makanan dan minuman. Kedailumer merupakan salah satu usaha mikro kecil
menengah (UMKM) yang bergerak pada bidang kuliner yang menjual makanan
berbahan pokok ketan dan dipasarkan kepada masyarakat dengan berbagai varian
topping antara lain : coklat, keju, oreo, tiramisu, matcha/greentea, buah mangga,
durian, dan lengkeng. Usaha ini sudah ada sejak tahun 2020. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui kontribusi pada perilaku konsumen dalam mengambil
keputusan pembelian di Kedailumer Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif.
Pelnggunaan relgresi linie l lr seldelrhana digunakan untuk melngevaluasi pe l lngaruh
variabel satu te l rhadap variabe l l lainnya. Data dikumpulkan melalui kuesioner
penelitian yang melibatkan 68 responden. Aspek pada variabel perilaku konsumen
ada 4 yakni : 1) Budaya, 2) Sosial, 3) Pribadi, dan 4) Psikologis. Kemudian aspek
pada keputusan pembelian ada 5 yakni : 1) Pengenalan Masalah, 2) Pencarian
Informasi, 3) Evaluasi Alternatif, 4) Keputusan Pembelian, dan 5) Perilaku Pasca
Pembelian.
Hasil penelitian yang diperoleh yakni : 1) Tingkat Perilaku Konsumen di
UMKM Kedailumer Banjarmasin dengan kategori tinggi sebanyak 40 orang atau
58,8%, kategori sedang sebanyak 28 orang atau 41,2%, 2) Tingkat Keputusan
Pembelian di UMKM Kedailumer Banjarmasin dengan kategori tinggi sebanyak 46
orang atau 67,6%, kategori sedang sebanyak 22 orang atau 31,2%, 3) Terdapat
kontribusi perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian konsumen di UMKM
Kedailumer Banjarmasin dengan hasil uji regresi linear sederhana yang memiliki nilai
sig. 0,011< 0,05 atau lebih kecil dari 0,05 sehingga Hipotesis Alternatif (Ha) diterim