IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Analisis Modal dan Media Sosial Terhadap Keberhasilan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kecamatan Banjarmasin Tengah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran penting UMKM di Kecamatan
Banjarmasin Tengah sebagai penggerak perekonomian dan penopang kesejahteraan
masyarakat, karena tidak hanya menyediakan lapangan kerja tetapi juga menjadi
sumber pendapatan bagi banyak keluarga. Namun, di lapangan masih ditemukan
berbagai kendala yang menghambat keberhasilan usaha, seperti keterbatasan modal
yang membatasi kemampuan pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha,
berinovasi, serta meningkatkan kualitas produk. Selain itu, meskipun media sosial
memiliki potensi besar untuk memperluas jangkauan pemasaran, banyak pelaku
UMKM yang belum mampu memanfaatkannya secara optimal, sehingga sebagian
mengalami penurunan pendapatan dan kesulitan mempertahankan pelanggan di
tengah persaingan yang semakin ketat. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal dan penggunaan media sosial
terhadap keberhasilan UMKM di Kecamatan Banjarmasin Tengah, baik secara
parsial maupun simultan, sehingga dapat memberikan gambaran lebih
komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja dan keberlanjutan
usaha di wilayah tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Sampel terdiri dari 120 pelaku UMKM yang tersebar di
12 kelurahan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan
regresi linier berganda untuk menilai pengaruh modal dan media sosial terhadap
keberhasilan usaha, baik secara parsial maupun simultan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, modal berpengaruh
signifikan terhadap keberhasilan usaha dengan nilai thitung 1,738 > Ttabel 1,657,
sedangkan media sosial tidak signifikan dengan thitung 1,325 < Ttabel 1,657.
Secara simultan, modal dan media sosial bersama-sama berpengaruh signifikan
terhadap keberhasilan usaha, dengan Fhitung 4,367 > Ftabel 3,07 dan koefisien
determinasi (R²) sebesar 0,69. Hal ini menunjukkan bahwa 69% variasi
keberhasilan usaha dapat dijelaskan oleh kedua variabel, sementara sisanya
dipengaruhi oleh faktor lain seperti kualitas produk, lokasi usaha, pengalaman,
pelayanan, dan jaringan pelanggan
Pengaruh Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Bank Syariah Indonesia
Nilai perusahaan merupakan salah satu indikator penting yang
mencerminkan persepsi investor terhadap kinerja dan prospek suatu perusahaan.
Nilai perusahaan yang tinggi menunjukkan tingkat kepercayaan investor yang baik,
sehingga dapat meningkatkan daya tarik perusahaan di pasar modal. Oleh karena
itu, faktor-faktor yang memengaruhi nilai perusahaan perlu dianalisis secara
mendalam, khususnya faktor internal yang tercermin dalam kinerja keuangan
perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas dan
ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada PT Bank Syariah Indonesia
periode 2022–2025. Nilai perusahaan diukur menggunakan Price to Book Value
(PBV), profitabilitas diproksikan dengan Net Profit Margin (NPM), sedangkan
ukuran perusahaan diukur menggunakan total aset. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Data yang
digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan PT
Bank Syariah Indonesia selama periode penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan profitabilitas dan
ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara
parsial, profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan,
sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai
perusahaan. Hasil ini mengindikasikan bahwa peningkatan laba tidak selalu
direspons positif oleh pasar apabila tidak diikuti dengan pengelolaan perusahaan
yang optimal, sementara ukuran perusahaan yang besar memberikan sinyal
stabilitas dan kepercayaan bagi investor. Dengan demikian, informasi keuangan
perusahaan berperan sebagai sinyal bagi investor dalam menilai kinerja dan prospek
perusahaan yang tercermin dalam nilai perusahaa
Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga terhadap Pertumbuhan Aset Bank Syariah Indonesia
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fluktuasi inflasi dan perubahan
suku bunga acuan yang berpotensi memengaruhi kinerja dan pertumbuhan aset
perbankan syariah di Indonesia. Sebagai lembaga keuangan yang beroperasi tanpa
sistem bunga, Bank Syariah Indonesia (BSI) perlu menjaga stabilitas pertumbuhan
asetnya di tengah dinamika ekonomi nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap pertumbuhan
aset BSI selama periode 2021–2023.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis
regresi linier berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang
diperoleh dari laporan resmi Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS), dan
publikasi keuangan BSI. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi inflasi
dan suku bunga, sedangkan variabel dependen adalah pertumbuhan aset.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan,
inflasi dan suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan aset
Bank Syariah Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan aset BSI lebih
dipengaruhi oleh faktor internal seperti manajemen dana, strategi pembiayaan, dan
inovasi produk dibandingkan faktor makroekonomi. Dengan demikian, kestabilan
aset BSI mencerminkan ketahanan sistem keuangan syariah terhadap fluktuasi
ekonomi nasional
Analisis Penyaluran Dana Zakat Produktif, Penyaluran Dana Zakat Konsumtif dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Terhadap Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Selatan (Tahun 2017-2024)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi kemiskinan di Kalimantan
Selatan tahun 2017-2024 menunjukkan pola fluktuatif meskipun berbagai program
penanggulangan kemiskinan telah dijalankan. Salah satu instrumen yang dapat
mengurangi kemiskinan adalah penyaluran dana zakat produktif maupun zakat
konsumtif, serta perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui apakah penyaluran dana zakat produktif,
penyaluran dana zakat konsumtif, dan IPM berpengaruh secara simultan dan parsial
terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2017-2024.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi
linier berganda berbasis data sekunder. Pengujian data menggunakan software
Eviews12. Data penelitian diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan
Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan. Analisis data
dilakukan menggunakan model time series.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel penyaluran
dana zakat produktif, penyaluran dana zakat konsumtif, dan IPM memberikan
pengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Kalimantan Selatan tahun
2017-2024. Secara parsial variabel penyaluran dana zakat produktif, penyaluran
dana zakat konsumtif, dan IPM berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di
Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2017-2024
Pendapat Pejabat-Pejabat Pengadilan Agama Marabahan Terhadap Fenomena Perkawinan Siri Yang Permohona Dispensasinya Telah Ditolak Oleh Pengadilan Agama Marabahan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya perkawinan siri di
kabupaten barito kuala,khususnya di kalangan pasangan yang permohonan
dispensasinya telah ditolak oleh Pengadilan Agama Marabahan. Penolakan
dispensasi seringkali mendorong, terutama yang berusia dibawah batas
minimal perkawinan, untuk tetap melangsungkan Pernikahan secara siri
demi memenuhi tuntutan sosial dan budaya. Fenomena ini menimbulkan
berbagai persoalan hukum dan sosial. Kondisi tersebut membuat
pentingnya mengkaji bagaimana Pendapat Pejabat-Pejabat Pengadilan
Agama Marabahan, khususnya hakim dan panitera, dalam menyikapi
situasi tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan
menggunakan pendekatan sosiologis hukum. Subjek penelitian ini terdiri
atas pejabat Pengadilan Agama Marabahan, yaitu tiga orang hakim dan
dua orang panitera, sedangkan objek penelitiannya adalah pendapat
mereka mengenai fenomena perkawinan siri setelah penolakan dispensasi
kawin, data diperoleh melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan
observasi, kemudian di analisis dengan teknik reduksi data, penyajian data,
serta penarikan kesimpulan. Lokasi penelitian bertempat di Pengadilan
Agama Marabahan kelas II-B.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pejabat Pengadilan Agama
Marabahan pada prinsipnya menilai bahwa perkawinan siri pasca
penolakan dispensasi kawin merupakan tindakan yang tidak sejalan
dengan ketentuan hukum negara, meskipun secara agama pernikahan
tersebut dianggap sah. Para pejabat menegaskan bahwa penolakan
dispensasi diberikan melalui pertimbangan mendalam demi melindungi
kepentingan terbaik anak, terutama dari aspek psikologis, kesehatan,
pendidikan, dan potensi kerentanan terhadap potensi kekerasan. Mereka
menilai bahwa tetap melakukan perkawinan siri setelah permohonan
ditolak hanya akan menimbulkan kerugian hukum bagi perempuan dan
anak seperti tidak adanya akta nikah dan hak nafka
Aktivitas Pertambangan Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif
Aktivitas pertambangan merupakan salah satu sektor strategis yang
berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional, namun di sisi lain
menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan hidup, sosial dan kesehatan
masyarakat. Di Indonesia, hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat dijamin
secara konstitusional serta diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan.
Pada saat yang sama, sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam,
pandangan hukum Islam memiliki peran penting dalam membentuk etika dan
tanggung jawab moral terhadap pengelolaan sumber daya alam. Kenyataannya,
praktik pertambangan kerap menunjukkan ketimpangan antara tujuan ekonomi dan
kewajiban perlindungan lingkungan, baik akibat lemahnya pengawasan,
pelanggaran AMDAL, maupun eksploitasi berlebihan yang bertentangan dengan
prinsip keadilan dan keberlanjutan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan
pendekatan perundang-undangan, konseptual dan komparatif. Bahan hukum yang
digunakan meliputi peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup dan
pertambangan, fatwa lembaga keagamaan, serta literatur hukum Islam dan hukum
positif. Analisis dilakukan dengan membandingkan prinsip, norma dan mekanisme
perlindungan lingkungan dalam hukum Islam dan hukum positif Indonesia terhadap
dampak aktivitas pertambangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam memandang aktivitas
pertambangan sebagai bagian dari muamalah yang dasarnya dibolehkan, sepanjang
tidak menimbulkan kerusakan, menjaga kemaslahatan umum dan sejalan dengan
prinsip maqashid syariah. Sementara itu hukum positif telah menyediakan regulasi
yang cukup komprehensif melalui kewajiban AMDAL, reklamasi, pascatambang,
serta sanksi administratif, perdata dan pidana. Namun, terdapat kesenjangan dalam
implementasi dan penegakan hukum. Secara komparatif, kedua sistem hukum
memiliki titik temu dalam prinsip perlindungan dan pencegahan kerusakan, namun
berbeda dalam dasar normatif dan pendekatan sanksi. Oleh karena itu, integrasi
nilai etika hukum Islam dengan sistem hukum positif diperlakukan untuk
memperkuat perlindungan lingkungan hidup dalam kegiatan pertambangan secara
berkelanjuta
Strategi Komunikasi Pengurus Masjid Dalam Meningkatan Partisipasi Jemaah Dalam Kegiatan Keagamaan di Masjid Agung Al Anwar Kota Marabahan
Masjid Agung Al-Anwar sebagai pusat ibadah dan dakwah Islam di Kota
Marabahan menghadapi tantangan dalam mempertahankan partisipasi jemaah pada
kegiatan keagamaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan strategi komunikasi
yang efektif untuk meningkatkan partisipasi jemaah dalam kegiatan keagamaan di
Masjid Agung Al-Anwar Kota Marabahan.
Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali pemahaman mendalam
tentang strategi komunikasi yang diterapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara mendalam dengan pengurus masjid dan jemaah, observasi langsung
terhadap kegiatan keagamaan, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan
metode kualitatif untuk mengidentifikasi pola-pola utama dalam strategi
komunikasi dan partisipasi jemaah. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi
sumber, teknik, dan waktu guna memastikan kredibilitas penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan partisipasi jemaah dalam kegiatan
keagamaan selain ibadah rutin masih belum optimal. Strategi komunikasi yang
diterapkan masih bersifat konvensional dengan dominasi komunikasi lisan dan
pendekatan interpersonal, yang efektif untuk jemaah namun kurang menjangkau
jemaah lebih luas. Kegiatan rutin seperti pengajian, dzikir, salat hajat, dan maulid
habsyi telah berjalan konsisten, namun tingkat kehadiran terbatas karena minimnya
inovasi program dan pemanfaatan media komunikasi modern. Strategi komunikasi
yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan mereka. Diperlukan
pengembangan strategi komunikasi yang lebih kreatif, partisipatif, dan adaptif
terhadap perubahan sosial, termasuk pemanfaatan media digital dalam perencanaan
serta pelaksanaan kegiatan keagamaa
Pengetahuan Masyarakat Tentang Zakat Perkebunan Cengkeh Dan Tanggapan Ulama/Tokoh Masyarakat Di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabpaten Kotabaru
Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya pengetahuan masyarakat sehingga
tidak adanya implementasi zakat perkebunan cengkeh Di Kecamatan Pulau Laut
Kepulauan, sedangkan potensi zakat perkebunan cengkeh sangat besar dalam
memperkuat perekonomian daerah, ketika dikelola dengan baik, melihat hasil dari
perkebunan cengkeh di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan cukup tinggi. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang zakat
perkebunan cengkeh dan tanggapan ulama/tokoh masyarakat melihat masyarakat
yang tidak mengeluarkan zakat perkebunan cengkeh.
penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
metode lapangan, Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi,
Wawancara, dan Dokumentasi, Analisis data dilakukan menggunakan model
interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan, sehingga proses pengolahan data menjadi sistematis dan
terstruktur. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menerapkan triangulasi,
meliputi: triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu, agar data yang
diperoleh dapat dipertanggung jawabkan dan terpercaya.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kurangnya pengetahuan masyarakat
di kecamatan Pulau Laut Kepulauan karna kurangnya informasi tentang zakat
tersebut, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat tentang zakat, terkhusus di zakat
perkebunan cengkeh, dan masi kentalnya budaya nene moyang mereka, sehingga
kebanyakan masyarakat mengelurkan zakatnya mengikuti nene moyang mereka
dengan mengadakan acara selamatan/syukuran setelah selesai panen, kemudian
tanggapan ulama/tokoh masyarakat menunjukkan adanya kesadaran akan kekeliruan
praktek zakat di kalangan masyarakat, tetapi tingkat partisipasinya masi kurang
dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait zakat perkebunan cengke
Hukum Wanita Berwudhu Ketika Haid (Studi Komparatif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i)
Penelitian ini membahas pandangan Mazhab Syafi’i dan Mazhab
Hanafi mengenai wudhu bagi perempuan yang sedang mengalami haid.
Wudhu merupakan salah satu syarat sah ibadah tertentu dalam Islam,
sementara haid termasuk keadaan yang menyebabkan hadas besar.
Perbedaan penafsiran ulama fiqh terhadap dalil Al-Qur’an dan hadis
melahirkan variasi pandangan hukum terkait boleh atau tidaknya wudhu
dilakukan oleh perempuan haid serta implikasi hukumnya terhadap
aktivitas ibadah dan non-ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dan membandingkan pendapat Mazhab Syafi’i dan Mazhab
Hanafi mengenai kedudukan wudhu dalam kondisi haid, serta dasar
istinbath hukum yang digunakan oleh masing-masing mazhab.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif
dengan pendekatan komparatif, menggunakan sumber primer berupa
kitab-kitab fiqh klasik dari kedua mazhab serta sumber sekunder berupa
literatur pendukung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Syafi’i memandang
wudhu bagi perempuan haid tidak berpengaruh terhadap pengangkatan
hadas besar, namun tetap bernilai ibadah dalam konteks dzikir atau
membaca Al-Qur’an menurut pendapat tertentu. Sementara itu, Mazhab
Hanafi memiliki pendekatan yang lebih longgar dalam memaknai fungsi
wudhu bagi perempuan haid dalam aktivitas non-shalat. Perbedaan ini
mencerminkan kekayaan khazanah fiqh Islam dalam merespons persoalan
ibadah perempuan
Pelayanan Prima Ibadah Umrah di Kantor Perwakilan PT. Kamilah Berkat Guru Banjarmasin Tahun 2024
PT. Kamilah Berkat Guru merupakan lembaga yang bergerak dibidang
jasa khususnya di bagian biro perjalanan haji dan umrah. Travel ini memiliki
tagline yang menarik yaitu ”Harga Minimal, Layanan Maksimal Asli Banua Asli
ASWAJA”. PT. Kamilah Berkat Guru berkomitmen menjadi penyelenggara haji
dan umrah yang menyediakan pelayanan berkualitas, harga yang terjangkau, dan
mengikuti ibadah sesuai Ahlusunnah Wal Jamaah (ASWAJA).
Fokus permasalahan pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pelayanan prima melalui faktor A6 yakni kemampuan (Ability), sikap (Attitude),
penampilan (Appearance), perhatian (Attention), tindakan (Action), tanggung
jawab (Accounttability) di Kantor Perwakilan PT. Kamilah Berkat Guru
Banjarmasin dan faktor pendukung serta penghambat dalam memberikan
pelayanan prima terhadap jemaah umrah. Penelitian ini menggunakan penelitian
lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Bapak
Fakhrie Hanief (pimpinan kantor), Bapak Ahmad Muhadits, Bapak Muhammad
Rizky Ramadhani, Ibu Nurnajwa (karyawan) serta jemaah umrah tahun 2024 Ibu
Esa dan Ibu Hj. Faridah. Teknik pengumpulan data yaitu teknik wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan pengumpulan
data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan
pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini bahwa pihak Kantor Perwakilan PT. Kamilah Berkat
Guru berusaha melakukan pelayanan prima melalui faktor A6 terhadap pelayanan
administrasi, bimbingan manasik, dan transportasi ketika keberangkatan. Jemaah
yang datang ke kantor disambut dengan baik seperti mengucapkan salam dan
dibukakan pintu. Pada pelayanan administrasi, karyawan melayani dengan
menunjukkan sikap 5S (senyum, salam, sopan, santun, dan sapa) dan berusaha
membuat jemaah nyaman ketika berada dalam kantor. Pelayanan bimbingan
diberikan dengan baik melalui pemilihan pembimbing yang berpengalaman,
menguasai ilmu tentang umrah, dan sesuai visi misi perusahaan. Pihak travel
memberikan pelayanan transportasi dengan maskapai yang berkualitas dan
nyaman untuk jemaah. Faktor pendukung dalam pelayanan yaitu tidak ada
pungutan liar diluar harga paket ibadah sedangkan faktor penghambat adalah
keterlambatan koper jemaah menjelang keberangkata