IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Peran Humas dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan di RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser

    Get PDF
    Humas memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai kegiatan untuk mengetahui bahwa komunikasi dengan para konsumen (pengguna) memiliki hubungan baik untuk meningkatkan citra rumah sakit. Sehingga humas dan rumah sakit dapat membenahi diri agar bisa memberikan yang terbaik bagi para konsumen. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran humas dalam meningkatkan mutu pelayanan di RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala unit humas, wakil kepala unit humas, dan anggota humas RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah peran humas RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitan menunjukkan bahwa humas di RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser telah menjalankan perannya dengan baik yang meliputi communicator, relationship builder, back up management, dan good image maker. Communicator humas dapat dipahami dari komunikasi yang dibangun oleh humas kepada pasien yang berobat di rumah sakit sehingga dapat diketahui kekurangan pelayanan yang diberikan. Relationship builder humas dapat dipahami dari adanya kerja sama yang dilakukan humas dengan pemerintah daerah dan perusahaan. Back up management dapat dipahami dari adanya kontribusi humas dalam menjalankan program rumah sakit yaitu sebagai penyebar informasi atas program yang dijalankan tersebut sehingga masyarakat dapat mengetahuinya. Good image maker dapat dipahami dari adanya upaya humas untuk menyebarkan informasi positif kepada masyarakat mengenai pelayanan atau hal lainnya yang berkenaaan dengan rumah sakit. Dengan berjalannya keempat peram humas tersebut maka mutu pelayanan di RSUD Panglima Sebaya meningkat

    Strategi Bauran Pemasaran Produk Umrah PT. Gulzar Wisata Tanah Laut Tahun 2022

    Get PDF
    Peningkatan signifikan jumlah biro perjalanan haji dan umrah, baik di kota besar maupun pedesaan, menandakan bahwa sektor bisnis ini sangat menguntungkan bagi para pengusaha. Mengingat ketatnya persaingan antarperusahaan, setiap biro perjalanan berlomba-lomba memperluas pangsa pasar demi meningkatkan penjualan dan menjaring lebih banyak konsumen atau jemaah. Oleh karena itu, setiap perusahaan travel diwajibkan menerapkan strategi yang efektif. Salah satunya PT. Gulzar Wisata Tanah Laut yang dapat menarik minat banyak konsumen sebagai biro perjalanan umroh berkat keunggulan produk yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran bagaimana strategi bauran. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitataif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu Direktur Utama beserta karyawan atau staf PT. Gulzar Wisata Tanah Laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran, PT. Gulzar Wisata Tanah Laut menawarkan berbagai jenis produk umrah yang telah disesuaikan dengan harga, memenuhi keinginan serta kebutuhan calon jamaah. Lokasi PT. Gulzar Wisata dinilai strategis dan mudah dijangkau. Upaya promosi yang dilakukan mencakup penggunaan media cetak seperti brosur dan papan iklan, serta promosi secara daring. Selain itu, PT. Gulzar Wisata juga gencar melakukan promosi melalui penjualan perorangan. Dalam hal pelayanan, PT. Gulzar Wisata Tanah Laut senantiasa berusaha memberikan yang terbaik, terbukti dari tingkat kepuasan jamaah yang tinggi. Hal ini juga didukung oleh bukti fisik yang terdapat di kantor PT. Gulzar Wisata Tanah Laut yang sudah terbilang cukup lengka

    Evaluasi Program Penguatan Moderasi Beragama Sebagai Implementasi Kebijakan Kementrian Agama Terhadap Mahasiswa Pada Ma’had Kampus Uin Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Moderasi beragama merupakan topik yang akan selalu dibahas kapapun dikarenakan urgensinya. Pada mulanya moderasi merupakan sifat alamiah bangsa Indonesia. Namun dengan munculnya kasus intoleran di beberapa daerah di Indoensia maka moderasi bergama ini harus dilaksanakan dalam skala kebijakan agar dapat menjamah berbagai macam kalangan serta diajarkan dan dipatuhi khalayak. Salah satu kebijakannya kementrian agama adalah membangun rumah moderasi di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Kementrian Agama juga memberikan instruksi agar PTKI untuk menyelenggarakan ma’had. Karena ma’had adalah pintu pertama bagi mahasiswa baru maka sangat pas jika pada ma’had ini disisipi materi yang berkaitan dengan moderasi beragama yang pastinya mengandung nilai – nilai wasathiyyah. Jenis penelitian ini ialah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian diambil di ma’had al-Jami’ah asrama 4 dengan tahap yang berbeda – beda pada angkatan 2023 - 2024. Data yang digali tentang evaluasi konteks, input, proses, dan produk pada ma’had al-Jami;ah. Sumber data dalam penelitian ini yaitu pengelola ma’had, pengajar, murobbi, musyrif, dan mahasiswa, catatan dokumen atau arsip. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumenter. Teknik pengecekan keabsahan data di antaranya meningkatakan ketekunan dan triangulasi (sumber dan teknik

    Strategi Program Siaran Radio Republik Indonesia (RRI) Banjarmasin dalam Meningkatkan Minat Dengar Generasi Z

    Get PDF
    Transformasi digital mengubah pola konsumsi media Generasi Z (lahir 1997-2012) yang lebih memilih konten fleksibel, interaktif, dan visual dibanding format tradisional seperti radio. RRI Banjarmasin menghadapi tantangan dalam meningkatkan minat dengar Generasi Z yang 99% aktif menggunakan internet dan platform digital seperti Instagram dan TikTok. Kesenjangan ini menuntut strategi komunikasi yang adaptif untuk menjembatani gap antara format siaran tradisional dengan preferensi audiens muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan dalam program siaran keagamaan RRI Banjarmasin dalam meningkatkan minat dengar Generasi Z, mengidentifikasi hambatan dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi strategi pada program siaran keagamaan RRI Banjarmasin, dan menjelaskan respons audiens Generasi Z terhadap program tersebut dalam hal minat mendengarkan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Radio Republik Indonesia (RRI) Banjarmasin dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data secara langsung dari sumber utama guna memahami secara mendalam strategi siaran keagamaan, tantangan yang dihadapi, serta respons Generasi Z dalam hal minat mendengarkan program siaran keagamaan RRI Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan dalam program siaran keagamaan RRI Banjarmasin dilakukan melalui pemilihan pesan yang kontekstual dan edukatif, penentuan media penyiaran yang sesuai, serta pemilihan komunikator yang menyesuaikan dengan karakteristik Generasi Z. Dari sisi manajemen program, tahapan yang dilakukan meliputi perencanaan isi siaran, pelaksanaan, dan evaluasi program berdasarkan laporan dan diskusi tim redaksi. Hambatan yang dihadapi mencakup keterbatasan sumber daya manusia penyiar, keterbatasan dalam penyesuaian waktu dan segmentasi audiens, gangguan teknis seperti cuaca yang memengaruhi transmisi siaran, serta pemanfaatan media digital yang masih memerlukan optimalisasi dalam menjangkau Generasi Z. Respons Generasi Z terhadap siaran keagamaan cenderung selektif; mereka menunjukkan ketertarikan pada konten yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan disampaikan melalui pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami

    Problematika Pengasuhan Anak dalam Keluarga Poligami Satu Atap : Studi Kasus di Kecamatan Selat Kuala Kapuas

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pasangan poligami satu atap, dimana istri-istri dan anak-anak dari masing-masing istri tinggal dalam satu rumah yang sama. Kehidupan dalam rumah tangga poligami satu atap memunculkan sejumlah dinamika sosial, emosional, dan psikologis yang tidak dapat dihindari, yang berpengaruh pada pola pengasuhan anak dalam rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pola pengasuhan anak dalam keluarga poligami satu atap, apa saja problematika yang muncul dari pengasuhan anak dalam keluarga poligami satu atap, apa dampak dari pengasuhan anak dalam keluarga poligami satu atap, dan mengetahui bagaimana strategi orang tua dalam mengelola pengasuhan agar tetap harmonis. Jenis penilitian ini adalah jenis penelitian hukum empiris, subjek penelitian ini ada 2 kasus pasangan suami istri yang berpoligami satu atap di Kecamatan Selat Kuala Kapuas.Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi.Analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dalam rumah tangga poligami satu atap sering menghadapi ketengangan emosional, contohnya seorang ibu merasa cemburu ketika melihat suaminya lebih sering bermain dan memberikan perhatian pada anak dan istri lain. Selain itu, ditemukan bahwa komunikasi antar anggota keluarga, serta peran ibu dan ayah dalam pengasuhan, komunikasi terbuka antar anggota keluarga memungkinkan setiap istri dan anak menyampaikan perasaan tanpa takut dihakimi. Contohnya ayah berperan sebagai penengah yang adil dan aktif membangun keharmonisan, sementara ibu berperan menjaga kestabilan emosional anak dan mendorong hubungan positif antar saudara tiri. Ketika ayah dan ibu menjalankan peran pengasuhan secara seimbang dan terbuka, masalah kecemburuan serta konflik dapat diredam, menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat

    Hukum Memainkan Alat Musik Duff di dalam Mesjid Perspektif Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi musik merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia dan dalam konteks Islam, bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai dakwah dan spiritual. Rebana atau duff merupakan alat musik tradisional yang sering digunakan dalam kegiatan keagamaan di Indonesia, termasuk di dalam mesjid. Namun, praktik memainkan alat musik di dalam mesjid masih menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan ulama. Hal ini menarik untuk dikaji lebih lanjut dari sudut pandang dua mazhab besar, yakni Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali, yang memiliki pendekatan berbeda terhadap hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dalil-dalil yang dikemukakan tentang hukum memainkan alat musik duff di dalam mesjid menurut Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali serta metode istinbath hukum yang digunakan oleh masing masing mazhab dalam menetapkan hukumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Analisis dilakukan secara normatif dan komparatif, dengan mengacu pada bahan hukum primer seperti kitab-kitab fikih Mazhab Syafi’i dan Hanbali, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal, dan literatur pendukung lainnya. Teknik analisis data bersifat deskriptif analitis guna memperoleh pemahaman mendalam dan menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Syafi’i cenderung membolehkan penggunaan duff dalam konteks tertentu seperti pernikahan dan hari raya, serta memakruhkan dalam konteks ibadah rutin di mesjid. Sementara Mazhab Hanbali lebih membatasi, menolak segala bentuk inovasi yang tidak memiliki dasar kuat dari nash. Meski berbeda, keduanya sepakat bahwa penggunaan duff harus tetap menjaga kesucian mesjid dan tidak mengganggu kekhusyukan ibadah

    Praktik Pembagian Harta Waris Beda Agama Masyarakat di Kelurahan Alalak Tengah Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh pembagian harta warisan dalam satu keluarga (studi kasus) yang memiliki perbedaan agama antara pewaris dan ahli warisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik penyelesaian harta warisan keluarga yang beda agama serta faktor apa saja yang melatar belakangi terjadinya pembagian waris beda agama tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris (field research) atau penelitian lapangan yang bersifat studi kasus dengan pendekatan sosiologi hukum. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan empat orang responden dan empat orang informan, yang terdiri dari ahli waris yang menjadi subjek utama dan pihak yang mengetahui proses pewarisan. Data diolah dengan menyatukan data, kemudian memilah data, dan terakhir menyimpulkan data. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil dan analisis penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun hukum Islam secara tegas melarang pewarisan antar beda agama, praktik pembagian harta dalam keluarga ini dilakukan melalui musyawarah. Anak tertua memiliki hak penuh untuk memimpin proses pembagian yang berjalan damai dan adil. Rumah warisan diberikan kepada saudari yang paling membutuhkan, sedangkan hasil penjualan tanah dibagi rata kepada ahli waris lainnya. Keluarga ini lebih mengutamakan kesepakatan dan keadilan dari pada mengikuti hukum waris Islam. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa praktik penyelesaian harta warisan keluarga yang beda agama dilakukan secara kekeluargaan dan musyawarah tanpa mempermasalahkan perbedaan agama antar para ahli warisnya. Faktor yang melatar belakangi terjadinya pembagian waris beda agama ialah karena para ahli waris menerapkan prinsip sama rata dan keadilan yang didasarkan pada nilai kekeluargaan dan toleransi beragama yang tinggi, kondisi sosial ekonomi, serta menjaga keharmonisan dengan tidak memandang agama yang dianut merek

    Upaya-Upaya Mediator Hakim dalam Pencapaian Keberhasilan Mediasi di Pengadilan Agama Kandangan

    Get PDF
    Di Indonesia mediasi diintegrasikan ke dalam sistem peradilan, tak terkecuali di Pengadilan Agama Kandangan. Perkara yang di mediasi tahun 2021 sebanyak 60 perkara, 80% diantaranya tidak berhasil. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan mediasi masih tergolong rendah, padahal Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan menghendaki dengan berjalannya mediasi dengan baik, secara tidak langsung akan berdampak pada berkurangnya penumpukan perkara, sehingga hakim bisa lebih leluasa untuk menghasilkan putusan yang berkualitas, dan mampu mewujudkan asas peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan. Selain itu juga memberikan akses keadilan yang lebih luas. Penelitian ini bersifat empiris, pendekatan yang digunakan yuridis empiris . Subjek penelitian yaitu tiga orang mediator hakim dan objek penelitian adalah upaya-upaya dalam pencapaian keberhasilan mediasi dan hambatan yang dihadapi. Data diperoleh dengan melakukan wawancara dan dokumentasi, diolah dengan editing dan classifying. Kemudian di analisis dengan deskriptif analitis. Hasil penelitian ini adalah upaya yang dilakukan: 1) Membangun kepercayaan, dilakukan dengan meyakinkan para pihak bahwa mediator adalah pihak netral yang tidak memiliki kewenangan memutus yang akan membantu penyelesaian masalah yang dihadapi, menjamin kerahasiaan informasi dan melepaskan atribut kehakiman dalam diri mediator.2) Menciptakan suasana yang kondusif, sangat penting dilakukan karena dengan suasana yang aman dan nyaman akan memudahkan jalannya mediasi dengan menerapkan aturan yang jelas, dan menjaga emosi para pihak tetap stabil dan terjaga.3) Mengidentifikasi masalah, dalam hal ini mediator berupaya dengan memberikan kesempatan kepada para pihak untuk menyampaikan permasalahan dan usulan perdamaian, mediator menggali akar permasalahan agar lebih mudah untuk merumuskan solusi.4) Membantu para pihak menemukan solusi, mediator mendorong para pihak menyampaikan keinginannya, namun jika tidak berhasil maka mediator memberikan tawaran-tawaran solusi, namun kesepakatan akhirnya tetap menjadi kewenangan penuh para pihak.5) Melakukan kaukus, jika dipandang perlu kaukus dapat dilakukan dengan mempertimbangkan hidden interest tidak dapat didapatkan jika dilakukan dengan duduk bersama. Pertimbangan lainnya adalah jika kondusifitas tidak terjaga maka kaukus menjadi solusi. Namun upaya tersebut dihadapkan dengan faktor penghambat, yaitu: 1) Para pihak tidak kooperatif, 2) Masalah yang sudah tidak teratasi, 3) Kurangnya kesadaran para pihak 4)Campur tangan pihak ketiga, 5) Kendala bahasa dan 6) Ruang mediasi

    Pandangan Ulama Kota Banjarmasin Terhadap Fenomena Childfree

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa pasangan memilih untuk hidup tanpa anak karena sejumlah alasan tertentu yang disebut dengan childfree. Bahkan di masa sekarang ini banyak selebritis yang terang-terangan ingin melakukan childfree. Melihat hal ini penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan ulama kota Banjarmasin beserta dasar hukumnya terkait fenomena childfree. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif analitik. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang ulama kota Banjarmasin dan objek dalam penelitian ini adalah pandangan ulama terhadap fenomena childfree, Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pandangan tiga ulama kota Banjarmasin terhadap fenomena childfree yang ada di kota Banjarmasin satu ulama memperbolehkan saja untuk tidak memiliki seorang anak ulama ini menyoroti hak setiap pasangan dan menghormati pilihan mereka sebagai salah satu opsi yang diperbolehkan. Kemudian dua ulama lainnya tidak memperbolehkan untuk tidak memiliki anak. Para ulama menekankan bahwa memiliki seorang anak sebagai anjuran agama. Kemudian dua ulama menganggap childfree menyalahi kodrat manusia dan berdasarkan tujuan perkawinan itu sendiri yang meliputi membangun rumah tangga yang Sakinah mawaddah dan Rahmah serta memiliki keturunan. Dasar hukum pandangan tiga ulama kota Banjarmasin satu ulama berpandangan bahwa diperbolehkan tidak memiliki anak hal ini berdasarkan tidak adanya dalil dalam aL-Qur’an yang melarangnya, hanya saja tidak sesuai dengan anjuran dalam islam untuk memiliki keturunan. Kemudian dua ulama lainnya menganggap bahwa tidak menunda untuk memiliki anak itu makruh dan tidak ingin memiliki anak sama sekali itu haram hukumnya berdasarkan aL-Qur’an dan hadis-hadis Nabi yang menganjurkan untuk memiliki anak

    Hukum Pemakaman Lintas Agama di Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan menurut Hukum Positif dan Hukum Islam

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi Indonesia sebagai negara Pancasila yang menjamin kebebasan beragama sebagaimana diatur dalam Pasal 29 UUD 1945, serta melibatkan agama dalam berbagai aspek kehidupan tanpa menganut prinsip negara sekuler. Meskipun demikian, polemik kerap muncul ketika hukum positif, seperti Peraturan Wali Kota Banjarbaru Nomor 25 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Pemakaman, berseberangan dengan hukum Islam, khususnya pandangan mazhab Syafi’i. Kebijakan pemakaman lintas agama di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Banjarbaru mencerminkan kerukunan antarumat beragama, namun dinilai bertentangan dengan hukum Islam yang melarang pemakaman lintas agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hukum pemakaman lintas agama dalam perspektif hukum positif dan hukum Islam, serta melakukan perbandingan antara keduanya. Metode yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan normatif-sosiologis. Objek kajiannya adalah ketentuan hukum dalam Perwali Banjarbaru Nomor 25 Tahun 2023 dan empat kitab fikih mazhab Syafi’i. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, dan dianalisis dengan pendekatan perbandingan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perwali Banjarbaru mengatur pemakaman lintas agama secara inklusif tanpa diskriminasi, selaras dengan prinsip moderasi beragama dan nilai-nilai Pancasila. Sebagai hukum positif, regulasi ini menjamin keadilan, toleransi, dan kepastian hukum dalam masyarakat yang plural. Sebaliknya, menurut mazhab Syafi’i, pemakaman lintas agama tidak diperbolehkan kecuali dalam keadaan darurat, berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadis, dan fikih. Studi perbandingan ini menyimpulkan bahwa hukum positif lebih mengakomodasi keberagaman masyarakat melalui kebijakan blok agama di TPU sebagai bentuk keseimbangan antara toleransi dan moderasi beragama

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇