IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kecanduan Game Online Terhadap Motivasi Menghafal Al-Qur’an Pada Siswa Kelas X Di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin
Perkembangan teknologi di era globalisasi menuntut siswa untuk beradaptasi
dengan tuntutan pembelajaran yang semakin digital dan aktif. Namun, tekanan akademik
kerap menimbulkan stres, sehingga banyak siswa menggunakan game online sebagai
sarana hiburan dan pelarian. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi
kecanduan yang dapat mengganggu aktivitas belajar, termasuk motivasi menghafal Al
Qur’an. Siswa kelas X yang berada pada masa transisi remaja, sangat rentan terhadap
pengaruh lingkungan seperti kebiasaan bermain game online yang dapat berdampak
terhadap motivasi belajar dan perkembangan spiritual mereka. Dengan demikian,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecanduan game online siswa, tingkat
motivasi menghafal Al-Qur’an siswa, dan pengaruh kecanduan game online terhadap
motivasi menghafal Al-Qur'an pada siswa kelas X di Madrasah Aliyah Negeri 3
Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode
survei. Sampel penelitian berjumlah 137 responden dengan teknik purposive sampling dan
quota sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecanduan game online siswa secara
umum berada pada kategori rendah sebesar 49,6%, dilihat dari dominasi dimensi conflict
(konflik) sebesar 52,6% dan problems (masalah) sebesar 46,0% pada kategori rendah.
Namun, terdapat aspek kecanduan game online yang menonjol yaitu pada dimensi relapse
(kambuh kembali) sebesar 37,2% berada pada kategori tinggi. Sementara itu, tingkat
motivasi menghafal Al-Qur'an siswa secara umum berada pada kategori tinggi sebesar
36,5%, didominasi dimensi curiosity (rasa ingin tahu) sebesar 46,7% dan reward (hadiah)
sebesar 38,7%. Analisis regresi linear sederhana mengungkapkan adanya pengaruh positif
dan signifikan antara kecanduan game online terhadap motivasi menghafal Al-Qur’an
dengan persamaan regresi Y = 59,055 + 0,154X dan tingkat signifikansi p = 0,000. Uji-t
menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya Ha diterima dan H0 ditolak.
Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,107 artinya variabel
kecanduan game online berpengaruh sebesar 10,7% terhadap motivasi menghafal Al
Qur’an pada siswa kelas X di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasi
Representasi Busana Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin Sebagai Identitas Muslim Generasi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena globalisasi dan digitalisasi yang mengubah cara pandang terhadap busana, dari sekadar kebutuhan fungsional menjadi media ekspresi identitas, termasuk identitas keislaman. Generasi Z, yang tumbuh dalam lingkungan teknologi, menunjukkan kecenderungan berinovasi dalam gaya hidup, termasuk berpakaian. Bagi mahasiswa Muslim, khususnya di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin, busana tidak hanya berfungsi menutup tubuh, tetapi juga menjadi representasi nilai religius, sosial, dan budaya. Permasalahan dalam penelitian ini mencakup bagaimana representasi busana mahasiswa sebagai identitas Muslim generasi Z, makna busana yang berusaha disampaikan, serta kesesuaiannya dengan syariat Islam dan kode etik kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, yaitu enam mahasiswa aktif angkatan 2024 dari berbagai jurusan. Analisis data dilakukan dengan teori semiotika Roland Barthes, yang mencakup tiga tahap makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Muslim yang terbentuk adalah Muslim yang modern, Muslim yang taat dan konsisten, dan Muslim yang situasional. Sedangkan makna busana mahasiswa adalah busana sebagai identitas diri, negosiasi aturan, dan identitas generasi Z. Kemudian banyak ditemukan ketidaksesuaian busana mahasiswa terhadap syariat dan kode etik kampus. Kesimpulannya, busana mahasiswa merepresentasikan identitas Muslim generasi Z secara tidak tetap dan terus berubah, dipengaruhi oleh agama, budaya, media, serta perkembangan zaman. Makna yang berusaha disampaikan juga berkaitan dengan karakteristik busana generasi Z. Meski demikian, masih ditemukan ketidaksesuaian antara tren busana yang dikenakan dengan aturan kampus dan prinsip syar’i
Pendapat Ulama Kontemporer Tentang Konsep Keadilan Saksi Sebagai Syarat Keabsahan Akad Nikah
Dalam praktik akad nikah masa kini, keberadaan saksi sering kali hanya
dianggap sebagai formalitas, tanpa mempertimbangkan syarat keadilan
sebagaimana ditetapkan dalam hukum Islam. Padahal, keadilan saksi memiliki
peran penting dalam menjamin keabsahan dan legitimasi pernikahan. Ulama
kontemporer seperti Yusuf al-Qardhawi, Wahbah Az-Zuhaili, dan Muhammad
Abu Zahrah menafsirkan ulang konsep keadilan saksi secara lebih kontekstual,
menyesuaikannya dengan realitas sosial umat Islam modern. Penelitian ini
bertujuan untuk untuk mengetahui pendapat ulama kontemporer mengenai konsep
keadilan saksi sebagai syarat keabsahan akad nikah serta ntuk mengetahui pendapat
ulama kontemporer mengenai konsep keadilan saksi sebagai syarat keabsahan akad
nikah ditinjau dari perspektif maqashid syari’ah.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan
konseptual, yang bertumpu pada kajian kepustakaan terhadap karya-karya ulama
kontemporer seperti Yusuf al-Qardhawi, Wahbah Az-Zuhaili, dan Muhammad
Abu Zahrah. Data dikumpulkan melalui studi literatur terhadap bahan hukum
primer, sekunder, dan tersier, kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif
kualitatif untuk menafsirkan konsep keadilan saksi dalam akad nikah, dengan
menggunakan kerangka teori Maqāṣid al-syarī‘ah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama kontemporer seperti Wahbah Az
Zuhaili, Yusuf al-Qardhawi, dan Muhammad Abu Zahrah memaknai keadilan
saksi secara kontekstual dan realistis, yaitu berdasarkan integritas sosial yang
tampak lahiriah, tanpa menuntut kesempurnaan moral. Pendekatan ini selaras
dengan Maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dalam menjaga agama, keturunan, dan
kehormatan, sehingga keadilan saksi diposisikan sebagai instrumen kemaslahatan
dan perlindungan keabsahan pernikahan, bukan sebagai hambatan formil terhadap
pelaksanaan akad nika
eran Guru Rumpun Mata Pelajaran PAI Dalam Membina Kepribadian Peserta Didik Di MTs Al-Azhar Kec. Alalak Kab. Barito Kuala
Pendidikan Agama Islam PAI memiliki peran sentral dalam membentuk kepribadian peserta didik agar menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Di lingkungan MTs Al-Azhar Kec. Alalak Kab. Barito Koala, pembinaan kepribadian peserta didik menjadi perhatian utama, mengingat tantangan moral dan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, dalam konteks ini guru rumpun mata pelajaran PAI memiliki tanggung jawab strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman melalui pembelajaran dan keteladanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam bagaimana peran guru rumpun mata pelajaran PAI dalam membina kepribadian peserta didik di MTs Al-Azhar. Selain itu, tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktorfaktor pendukung dan penghambat dalam proses pembinaan kepribadian yang dilakukan oleh para guru tersebut. Pembinaan ini penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam aspek kognitif, tetapi juga dalam aspek afektif dan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan field research (penelitian lapangan), data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru-guru rumpun mata pelajaran PAI, kepala madrasah. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran menyeluruh terkait pembinaan kepribadian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru rumpun mata pelajaran PAI berperan aktif dalam membina kepribadian peserta didik melalui keteladanan, pemberian nasehat, pembiasaan kegiatan keagamaan, penerapan hukuman yang bersifat mendidik, Kegiatan rutin di sekolah seperti salat duha, tadarus Al-Qur’an, dan peringatan hari besar Islam menjadi sarana efektif pembentukan karakter. Faktor pendukungnya meliputi lingkungan sekolah yang religius dan komitmen guru sementara hambatannya antara lain keterbatasan waktu, latar belakang keluarga, dan pengaruh media sosia
Strategi Fundraising Zakat Profesi di Badan Amil Zakat Nasional Kota Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi fundraising zakat profesi
yang diterapkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjarmasin
selama periode 2021–2023. Zakat profesi merupakan zakat atas penghasilan dari
profesi tertentu yang potensial untuk menjadi sumber penting dalam mendukung
kesejahteraan sosial. Namun, tantangan seperti minimnya pemahaman masyarakat,
kurangnya sosialisasi, dan persaingan antar lembaga amil zakat menghambat
optimalisasi penghimpunannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dengan metode analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities,
Threats) untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman
dalam strategi yang digunakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara dengan staf BAZNAS dan muzakki, serta dokumentasi dari laporan
keuangan dan kegiatan lembaga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kota Banjarmasin telah
menerapkan beberapa strategi efektif seperti pemanfaatan teknologi digital (QRIS,
aplikasi zakat), edukasi dan sosialisasi melalui media sosial dan ceramah, serta
kemitraan dengan instansi pemerintah dan swasta. Keunggulan utama BAZNAS
adalah statusnya sebagai lembaga resmi, dukungan infrastruktur digital, dan
kepercayaan publik. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber
daya, rendahnya kesadaran masyarakat, dan persaingan dari lembaga lain. Analisis
SWOT menghasilkan sejumlah strategi alternatif untuk meningkatkan efektivitas
fundraising zakat profesi di masa mendatang. Penelitian ini memberikan kontribusi
praktis bagi BAZNAS dalam merumuskan strategi yang lebih tepat sasaran serta
memperkuat pengelolaan zakat profesi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi
umat
Etnomatematika pada Rumah Adat Bubungan Tinggi di Tarangan Kabupaten Balangan
Kurangnya pemanfaatan budaya lokal dalam pembelajaran matematika,
khususnya melalui pendekatan etnomatematika. Rumah adat Bubungan Tinggi
yang terdapat di Tarangan, Kabupaten Balangan, merupakan salah satu bentuk
budaya yang memuat unsur-unsur matematika, baik dari bentuk bangunan
maupun nilai filosofisnya. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana
mengidentifikasi dan mengintegrasikan konsep-konsep matematika yang
terkandung dalam rumah adat tersebut agar dapat dijadikan sebagai media
pembelajaran yang kontekstual dan bermakna bagi siswa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan
pendekatan etnografi. Penelitian ini dilakukan di Desa Tarangan, Kecamatan
Paringin Selatan, Kabupaten Balangan dengan informan Bapak Hamidhan, yang
berperan sebagai pemilik dan juru pelihara rumah adat Banjar tersebut. Objek
penelitian ini adalah Rumah adat Bubungan Tinggi di Tarangan, Kabupaten
Balangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi,
yang kemudian dianalisis secara kualitatif dan diverifikasi keabsahannya dengan
menggunakan triangulasi metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah adat Bubungan Tinggi di
Kabupaten Balangan mengandung berbagai konsep matematika, seperti bilangan
ganjil, bangun datar dan ruang, garis, sudut, kesebangunan, kekongruenan,
transformasi refleksi, serta konsep Pythagoras dan barisan aritmatika. Temuan ini
membuktikan bahwa rumah adat tersebut dapat dijadikan sebagai media
pembelajaran berbasis etnomatematika yang kontekstual dan bermakn
Pengembangan Buku Saku Pengaruh Ekstrak Daun Pepaya untuk Pengendalian Larva Nyamuk
Penggunaan insektisida kimia untuk membasmi larva nyamuk berdampak
negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan
alternatif alami yang aman dan ramah lingkungan. Salah satunya adalah ekstrak
daun pepaya (Carica papaya L.) yang diketahui mengandung senyawa aktif seperti
alkaloid yang bersifat toksik terhadap larva nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efektivitas ekstrak daun pepaya dalam membunuh larva nyamuk dan
mengembangkan buku saku sebagai media edukatif yang praktis.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif
melalui metode Educational Design Research (EDR) yang dalam penelitian ini
hanya dilakukan hingga tahapan analisis, desain, dan evaluasi. Data diperoleh
dengan cara observasi lapangan, eksperimen, dan dokumentasi. Eksperimen
dilakukan di laboratorium dengan konsentrasi ekstrak 25% dan 50% terhadap larva
nyamuk, data dan pengembangan buku saku melalui proses validasi oleh ahli
materi, media, dan bahasa melalui kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya efektif untuk
pengendalian larva nyamuk. Pada konsentrasi 50% mampu membunuh semua larva
dalam waktu 2 jam, sedangkan konsentrasi 25% membutuhkan waktu 12 jam,
sementara melalui analisis SPSS diketahui bahwa ekstrak daun pepaya dengan
konsentrasi 50% dan 25% mampu membunuh semua larva nyamuk. Sementara,
validasi buku saku menghasilkan skor validitas 76,04% cukup valid dan layak
digunakan sebagai media informasi. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun
pepaya efektif sebagai larvasida alami dan buku saku yang dikembangkan dapat
digunakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengendalian
larva nyamuk secara ekologis
Penerapan Prinsip-Prinsip Syariah dalam Budaya Kerja Karyawan pada BMT UGT Nusantara Cabang Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi dalam era globalisasi, sumber daya manusia memegang peranan krusial dalam menentukan keberhasilan suatu organisasi. Perusahaan termasuk lembaga keuangan syariah tidak hanya membutuhkan karyawan yang kompeten, namun juga yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan spritual, terutama dalam konteks budaya kerja Islami.
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip-prinsip syariah dalam budaya kerja karyawan pada BMT UGT Nusantara cabang Banjarmasin dan mengetahui bagaimana dampaknya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Data yang dikumpulkan melalui hasil wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif yakni mendeskripsikan data yang diperoleh melalui sumber data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip syariah telah diterapkan dalam budaya kerja karyawan, meliputi prinsip kesatuan, keseimbangan, kehendak bebas, tanggung jawab, dan kebenaran. Penerapan prinsip-prinsip syariah ini tercermin dalam kegiatan operasional BMT, seperti kegiatan religius rutin, penyediaan sarana ibadah, etika pelayanan seperti perhatian terhadap kenyamanan karyawan dan nasabah, kebebasan menyampaikan pendapat, dan transparansi dalam bertransaksi serta kebijakan internal yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang pentingnya penerapan prinsip-prinsip syariah dalam budaya kerja karyawan di lembaga keuangan syariah
English Learning Methods Used By Barista At Naya Coffee Shop Rantau
The use of English in the workplace is increasingly crucial, especially in service sectors such as coffee shops, which serve customers from diverse cultural and linguistic backgrounds. Baristas, as the spearhead of service, are not only required to be proficient in preparing coffee but also to be able to communicate effectively, including in English. However, baristas often learn English spontaneously and informally, rather than through formal education. This phenomenon is interesting to further study to understand how they learn the language in a real-world work context.
This study aims to uncover the methods baristas use at Naya Coffee Shop to learn English and the difficulties they encounter during this process. A descriptive qualitative approach was used in this study, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis draws on language learning theories such as the Audiolingual Method, Communicative Language Teaching (CLT), Content and Language Integrated Learning (CLIL), Immersion, and the concept of English for Specific Purposes (ESP) relevant to the barista profession.
The results indicate that baristas tend to rely on hands-on learning methods, such as CLT and Immersion, as they align with communication needs in the workplace. Formal methods such as Grammar-Translation and Blended Learning were not used due to their lack of relevance in their work context. The main obstacles baristas face in learning English include limited vocabulary, low self-confidence, and the pressure of serving foreign customers. These findings emphasize the importance of a work-based, hands-on, and practical language learning approach to support English language development in professional settings
Strategi Komunikasi Radio Republik Indonesia Programa 2 Banjarmasin Dalam Mengelola Program Siaran Keagamaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kebutuhan generasi
muda terhadap informasi keagamaan di era digital. Radio Republik Indonesia
(RRI) Programa 2 Banjarmasin bersama Fakultas Ushuluddin dan Humaniora
UIN Antasari Banjarmasin menyelenggarakan program siaran keagamaan
sebagai bentuk dakwah dan edukasi yang ditujukan kepada anak muda. Program
ini hadir melalui media radio konvensional maupun digital, serta didukung oleh
interaksi melalui media sosial. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan program
menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu narasumber yang
sebagian besar adalah dosen, gangguan teknis dalam proses siaran, hingga
kurang optimalnya publikasi dan koordinasi antar tim. Permasalahan ini
menunjukkan pentingnya penerapan strategi komunikasi yang efektif dalam
mengelola siaran agar mampu menjangkau audiens secara maksimal.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi
komunikasi yang diterapkan oleh RRI Programa 2 Banjarmasin dalam
mengelola program siaran keagamaan, serta untuk mengidentifikasi berbagai
faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan program tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Informasi dikumpulkan dari berbagai pihak yang terlibat langsung dalam
program, seperti penyiar, penanggung jawab program, host dari kalangan
mahasiswa, serta pendengar setia RRI Pro 2 Banjarmasin. Penelitian dilakukan
langsung di lokasi RRI Banjarmasin dan Fakultas Ushuluddin UIN Antasari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang
digunakan mencakup tujuh unsur utama, yaitu tujuan komunikasi, audiens,
pesan, alat komunikasi, saluran komunikasi, sumber daya, dan tenggat waktu.
Program ini menyasar anak muda usia 12–25 tahun, dengan tema siaran yang
aktual, disampaikan melalui berbagai media seperti radio FM, aplikasi RRI
Digital, dan media sosial (Instagram Live dan YouTube). Kerja sama antar
lembaga, ketersediaan peralatan siaran, serta dukungan dari mahasiswa menjadi
faktor pendukung utama. Sementara itu, keterbatasan waktu narasumber,
kendala teknis, dan kurangnya koordinasi dalam publikasi menjadi hambatan
yang perlu diatasi. Penelitian ini memberikan gambaran nyata tentang
pentingnya strategi komunikasi yang matang dan kolaboratif dalam
keberhasilan sebuah program siaran, khususnya yang bernuansa keagamaan di
ruang publik digital saat in