IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Konsep Nusyūz dalam Al-Qur’an Perspektif Tradisionalis dan Modernis

    Get PDF
    Nusyûz menjadi suatu konsep yang selalu dibahas dan menjadi pertentangan dikalangan pemikir Islam. Karena terdapat perbedaan antara pandangan tradisional yang menekankan aspek kesesuaian pada teks, dan modernis yang menekankan kesesuaiannya dengan konteks historis dan konteks kekinian. Akhirnya terdapat beberapa pandangan yang mendikotomi dalam konteks nusyûz. Untuk memberikan perspektif yang seimbang antara pemahaman tradisionalis dan modernis terhadap konteks nusyûz maka penelitian ini akan mengulas tentang a) bagaimana konsep Nusyūz dalam Al-Qur’an perspektif ulama Tradisionalis b) bagaimana konsep Nusyûz dalam Al-Qur’an perspektif Modernis. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian kepustakaan (library research). Kajian ini juga merupakan hasil penelaahan, mencermati, dan mendalami berbagai macam buku-buku yang telah dikumpulkan dengan fokus permasalahan yang dikaji serta informasi yang nyata dan faktual. Dengan analisis isi sebagai teknik dalam menganalisis data maka penulis berupaya untuk mengetahui konsep nusyûz dari pandangan dua sisi, yakni sisi tradisional dan sisi modernis, sebagai perbandingan dan analisis terhadap dua konteks dalam pemahaman yang dianggap sebagai berlawanan. Hasilnya, nusyûz bagi tradisionalis dipahami sebagai tidakan durhaka istri terhadap suami atau sikap tidak bertanggung jawab suami terhadap istri. Dengan langkah yang digunakan adalah berdasar dari apa yang diuraikan dalam teks aslinya, seperti memberikan nasehat, memisah tempat tidur dan memukul, hanya saja pukulan bagi Quraish Shihab dan Hasbi ash-Shiddiqy dipahami sekadar cara untuk menunjukkan ketegasan seorang suami untuk mendidik istrinya, bukan untuk menyakiti. Sedangkan Amina Wadud dan Abdullah Saeed menterjemahkan makna Al-Qur’an berdasarkan cara baru yang disebut kontekstual dan hermeneutik. Amina Wadud memaknai nusyûz sebagai ketidakharmonisan rumah tangga, bukan bentuk pendurhakaan kepada suami sebagaimana dimaknai oleh ulama klasik. Sementara Abdullah Saeed hanya membahas mengenai dharaba sebagai penyelesaian konteks nusyûz. Baik Wadud dan Saeed tidak menjadikan dharaba dalam artian memukul sebagai langkah untuk menyelesaikan permasalahan nusyûz

    Kemampuan Guru dalam Pengimplementasian Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IV di SDN Segumbang Kabupaten Tanah Bumbu

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi karena Kurikulum Merdeka merupakan pengembangan dari Kurikulum 2013 yang menekankan fleksibilitas, kemandirian, dan kreativitas dalam pembelajaran. Kurikulum ini memberi kebebasan kepada guru untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan berpusat pada peserta didik. Namun, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada proses pelaksanaan di lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang kemampuan guru serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IV Di SDN Segumbang Kabupaten Tanah Bumbu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan menggunakan pendekatan desktiptif kualitatif. Subjek dan objek dari penelitian ini terdiri dari: kepala sekolah, bidang kurikulum sekolah serta wali kelas IV SDN Segumbang Kabupaten Tanah Bumbu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, masih kurang maksimal hal ini dikarenakan terdapat guru yang tidak bisa membuat Modul Ajar. Kemudian dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, masih belum optimal karena sebagian besar guru belum sepenuhnya memahami konsep dan penerapannya, akibat minimnya pelatihan dan masih terdapat guru yang masih menggunakan paradigma lama seperti metode ceramah. Faktor pendukung dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka diantaranya perencanaan Kurikulum, guru atau pendidik dan kepala sekolah. Sedangkan faktor penghambat diantaranya sarana dan prasarana, guru atau pendidik, serta kepala sekolah

    Pengaruh Bauran Promosi terhadap Keputusan Pembelian Paket Umrah pada PT Ma’ali Wisata Banjarmasin Tahun 2024

    Get PDF
    Tingginya minat masyarakat Indonesia untuk beribadah umrah memberikan dorongan terhadap perkembangan biro perjalanan umrah. Hingga Februari 2025, tercatat 3.010 travel telah terdaftar sebagai PPIU. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengusaha untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas biro mereka. Untuk bersaing, PT Ma’ali Wisata telah menerapkan bauran promosi yang berdampak pada peningkatan jumlah jemaah tiap tahunnya. Namun, belum diketahui apakah kenaikan ini murni akibat promosi atau faktor lain. Karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian paket umrah di PT Ma’ali Wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari bauran promosi terhadap keputusan pembelian paket umrah pada PT Ma’ali Wisata Banjarmasin tahun 2024, serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian paket umrah pada PT Ma’ali Wisata Banjarmasin tahun 2024. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian mencakup seluruh jemaah umrah yang menggunakan layanan PT Ma’ali Wisata pada tahun 2024, yaitu sebanyak 4.281 orang. Sampel yang diambil berjumlah 98 responden, ditentukan menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan melalui pengujian instrumen, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis dengan bantuan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara bauran promosi terhadap keputusan pembelian paket umrah pada PT Ma’ali Wisata Banjarmasin tahun 2024. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji T yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti kurang dari 0,05 dan nilai T hitung sebesar 4,984 yang berarti lebih dari T tabel 1,985. Hasil tersebut memberikan penjelasan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Bauran promosi memiliki pengaruh sebesar 20,6% terhadap keputusan pembelian, sedangkan 79,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Hasil tersebut dapat dilihat pada koefisien determinasi (R2) sebesar 0,206 atau 20,6%. Indikator personal selling (penjualan personal) merupakan indikator yang paling memengaruhi keputusan pembelian, dengan nilai rata-rata per indikator tertinggi sebesar 3,64

    Pelayanan Administrasi Bpjs Kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin Bagi Pasien Lanjut Usia (Lansia)

    Get PDF
    Pelayanan administrasi BPJS Kesehatan berperan penting dalam menjamin akses layanan kesehatan yang merata, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia). Data BPS tahun 2023 menunjukkan bahwa lansia di Indonesia mencapai lebih dari 10% dari total penduduk, sehingga memerlukan perhatian khusus. Namun, kelompok ini sering menghadapi kendala fisik, keterbatasan pemahaman prosedur, serta hambatan teknologi (Fitri, 2021; Simamora, 2023). Penelitian ini bertujuan menganalisis pelayanan administrasi BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin serta mengidentifikasi kendala dan solusi akses layanan bagi lansia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara kepada satu petugas administrasi dan lima pasien lansia peserta BPJS. Data diperoleh dari wawancara semi-terstruktur dan dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan administrasi tergolong baik, terutama dalam proses pendaftaran dan penerbitan SEP bagi lansia. Namun, kendala masih dijumpai, seperti kurangnya pendamping, keterbatasan pemahaman prosedur, serta rendahnya literasi digital yang menghambat penggunaan aplikasi Mobile JKN, dan disarankan adanya peningkatan fasilitas lansia, penempatan petugas pendamping, serta edukasi teknologi. Pelayanan yang ramah lansia penting untuk mewujudkan aksesibilitas, keadilan, dan kualitas layanan sesuai nilai-nilai Islam

    Analisis Nalar Mitis dalam Penafsiran al-Thabarî terhadap Al-Qur’an Surah al-Isrâ Ayat 1

    Get PDF
    Latar belakang keilmuan dan cara berpikir para mufassir memiliki peranan penting dalam membentuk corak penafsiran Al-Qur’an. Salah satu pola pikir yang menonjol dalam tafsir klasik adalah nalar mitis, yaitu kecenderungan untuk menerima kisah-kisah yang luar biasa, simbolik, dan bersifat supranatural sebagai kebenaran yang tidak selalu menuntut pembuktian rasional atau ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana nalar mitis hadir dalam penafsiran Abû Ja’far Muẖammad ibn Jarîr al-Thabarî terhadap Surah al-Isrâ ayat 1, yang mengisahkan perjalanan malam Nabi Muhammad SAW. dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Kajian difokuskan pada eksplorasi narasi-narasi mitos yang terdapat dalam Tafsîr al-Thabarî, serta bagaimana penafsir merespons riwayat-riwayat isrâ’îliyyât dan unsur-unsur ghaib dalam menjelaskan kandungan ayat tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis isi. Dalam kerangka teoritis, kajian ini memanfaatkan teori mitos dari Mircea Eliade, teori strukturalisme dari Claude Lévi-Strauss, serta hermeneutika filosofis dari Hans-Georg Gadamer sebagai pisau analisis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tafsîr al-Thabarî terhadap ayat ini dipenuhi dengan unsur unsur mitos, baik yang berasal dari riwayat-riwayat Islam maupun yang bercorak isrâ’îliyyât. Keberadaan unsur-unsur ini tidak hanya memperlihatkan kecenderungan intelektual mufassir dalam memahami peristiwa Isrâ Mi’râj secara simbolik dan spiritual, namun juga menunjukkan bahwa mitos dalam tradisi tafsir berperan sebagai medium komunikasi makna keagamaan yang mampu diterima oleh masyarakat pada masa tersebut. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya memahami latar belakang intelektual dan kultural mufassir dalam menelaah teks-teks tafsir klasik

    Efektivitas Penyaluran Dana Zakat Melalui Program Z-Mart pada Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Zakat adalah pilar Islam yang penting untuk keadilan sosial ekonomi. Di Kalimantan Selatan, meskipun potensi zakat triliunan rupiah dengan mayoritas Muslim, realisasi pengumpulan BAZNAS (Rp 8,3 Miliar di 2022; Rp 10,1 Miliar di 2023) masih jauh dari potensi, mengindikasikan pengelolaan zakat belum optimal dalam pengentasan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penyaluran dana zakat melalui Program Z-Mart BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, sebuah inisiatif zakat produktif untuk UMKM warung kelontong mustahik, guna meningkatkan pendapatan dan kemandirian. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif, penelitian lapangan ini melibatkan informan kunci dari BAZNAS (Bapak Septian Hadi) dan sembilan mustahik Z-Mart. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, dianalisis dengan model Miles dan Huberman berdasarkan indikator pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Hasil menunjukkan Program Z-Mart efektif dalam ketepatan sasaran dan memberikan peningkatan pendapatan awal bagi mustahik. Namun, efektivitas belum optimal dalam menciptakan kemandirian dan keberlanjutan usaha bagi mayoritas mustahik. Tantangan utama meliputi variasi pemahaman mustahik, ketidaksesuaian barang modal, dan penggunaan modal untuk kebutuhan sehari-hari. Hanya satu dari sembilan mustahik yang usahanya berkembang baik, delapan lainnya mengalami penyusutan modal signifikan, sehingga persediaan barang menipis

    Pola Pembinaan Tahfidz Al-Qur'an dalam Meningkatkan Hafalan Siswa di MAN 3 Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Al-Qur‟an adalah kitab suci yang terjaga keasliannya, salah satunya melalui keberadaan para penghafal (huffaz). Menghafal al-Qur‟an menjadi amalan yang mulia, namun memerlukan proses pembinaan yang tepat dan berkelanjutan. MAN 3 Kabupaten Banjar merupakan salah satu madrasah yang memiliki program ekstrakurikuler tahfidz. Meskipun telah menorehkan prestasi di bidang tersebut, ditemukan kendala seperti kurangnya konsistensi siswa dan jadwal yang berbenturan, sehingga proses hafalan tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pembinaan tahfidz serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat peningkatan hafalan siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari satu orang pembina dan sembilan siswa peserta ekstrakurikuler tahfidz. Dari hasil penelitian yang diperoleh bahwa pola pembinaan tahfidz di MAN 3 Kabupaten Banjar terdiri dari pola halaqah dengan cara bimbingan, reward dan punishment, serta pembiasaan. Pola tersebut diterapkan melalui metode tahsin tilawah, talaqqi, dan sima‟i. Adapun faktor pendukung pembinaan tahfidz meliputi kompetensi ustadzah, motivasi dan minat siswa, lingkungan sekolah yang kondusif, fasilitas penunjang, serta pengelolaan waktu yang efektif. Sementara itu, faktor penghambatnya antara lain adalah keterbatasan waktu, bentroknya jadwal kegiatan

    Studi Deskriptif Tentang Penggunaan Telepon Pintar dan Implikasinya Terhadap Prestasi Akademik Siswa Kelas 3 dan 4 MIS Darul Ulum Teluk Tiram Darat Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Penggunaan perkembangan teknologi yang pesat telah menjadikan telepon pintar sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Siswa sekolah dasar, yang seharusnya masih berada dalam tahap belajar melalui bimbingan langsung, kini semakin akrab dengan penggunaan telepon pintar. Penggunaan telepon pintar secara bebas tanpa pengawasan dikhawatirkan dapat membawa dampak negatif terhadap kebiasaan belajar dan capaian akademik siswa. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji bagaimana pola penggunaan telepon pintar oleh siswa sekolah dasar dan sejauh mana hal tersebut mempengaruhi prestasi belajar mereka di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan telepon pintar oleh siswa kelas 3 dan 4 di MIS Darul Ulum Teluk Tiram Darat Kota Banjarmasin, serta implikasi penggunaannya terhadap prestasi akademik siswa. Fokus utama dalam penelitian ini adalah melihat hubungan antara frekuensi dan tujuan penggunaan telepon pintar dengan nilai Penilaian Akhir Semester (PAS) pada semester ganjil siswa, berdasarkan pengalaman dan pengamatan guru serta perwakilan orang tua. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui angket kepada 44 siswa, wawancara dengan guru wali kelas 3 dan 4, serta perwakilan satu orang tua siswa yang bersedia memberikan keterangan. Data juga diperkuat dengan dokumentasi nilai PAS. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan verifikasi silang dari ketiga sumber tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan telepon pintar yang berlebihan dan untuk hiburan seperti menonton video dan bermain game berimplikasi dengan nilai akademik yang rendah. Sebaliknya, siswa yang menggunakannya untuk belajar dengan durasi terbatas cenderung memiliki prestasi yang lebih baik. Penggunaan telepon pintar perlu didampingi secara aktif oleh guru dan orang tua agar tidak mengganggu capaian akademik sisw

    Teachers And Songs: Motives and Experiences

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan guru bahasa Inggris yang menggunakan lagu secara terus-meneurs dalam pengajaran berdasarkan pengalaman pribadi mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan narrative inquiry. Dua orang guru bahasa Inggris dari dua sekolah menengah pertama berbeda di Banjarmasin dipilih sebagai partisipan melalui teknik purposive sampling berbasis kriteria. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan didukung dengan observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para guru memiliki motivasi intrinsik untuk terus menggunakan lagu sebagai media dalam pengajaran. Motivasi tersebut berasal dari rasa senang dalam mengajar, peningkatan kepercayaan diri, serta menyadari peningkatan minat belajar dan kemampuan bahasa Inggris siswa mereka. Selain itu, penggunaan lagu juga dianggap sederhana dan praktis karena tidak memerlukan pelatihan khusus serta minim hambatan teknis. Berdasarkan temuan ini, peneliti merekomendasikan agar guru mencoba lebih sering menerapkan penggunaan lagu dalam kelas untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan menarik minat dalam pembelajaran baik bagi guru maupun siswa

    Extrovert and Introvert on Speaking Skill Proficiency: A Causal – Comparative Study

    Get PDF
    Penelitian ini menyelidiki hubungan antara tipe kepribadian ekstrovert dan introvert dengan kemampuan berbicara mahasiswa. Penelitian ini difokuskan pada mahasiswa semester empat Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Desain kuantitatif kausal-komparatif diterapkan, melibatkan 42 peserta yang dipilih secara purposif yang dikelompokkan ke dalam kategori ekstrovert dan introvert berdasarkan kuesioner kepribadian yang telah divalidasi. Tes keterampilan berbicara digunakan untuk menilai lima aspek: kelancaran, pengucapan, tata bahasa, kosakata, dan pemahaman. Temuan menunjukkan bahwa siswa ekstrovert umumnya memiliki performa yang lebih baik dalam kelancaran dan interaksi, sementara siswa introvert cenderung lebih akurat dan bijaksana dalam memberikan tanggapan. Namun, analisis statistik menggunakan independent samples t-test menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kemahiran keterampilan berbicara secara keseluruhan antara kedua tipe kepribadian tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa kepribadian saja mungkin bukan merupakan faktor utama yang mempengaruhi pengembangan keterampilan berbicara. Unsur-unsur lain seperti motivasi, strategi pembelajaran, dan lingkungan kelas mungkin memainkan peran yang lebih penting. Penelitian ini merekomendasikan agar para pendidik menerapkan strategi pengajaran inklusif yang mendukung kedua tipe kepribadian, mempromosikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan membangun kepercayaan diri

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇