IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja dalam Penguatan Sikap Peduli Sosial Peserta Didik Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena dalam kehidupan sosial di dunia pendidikan. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kalimantan Selatan pada tahun 2024 mencatat adanya 204 kasus kekerasan di Banjarmasin. Kekerasan tersebut tercatat sebanyak 63 kasus seksual, 85 kasus psikis, dan 48 kasus fisik. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif tipe deskriptif. Dengan pendekatan penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data menggunakan pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan simpulan. Subjek penelitian ini adalah Informan kunci yaitu pembina dan pelatih PMR, Informan utama yaitu Wakamad bidang kurikulum dan anggota PMR, serta Informan pendukung yaitu guru akidah akhlak dan Kepala Madrasah. Berdasarkan hasil penelitian, dalam penguatan sikap peduli sosial peserta didik di MAN 3 Banjarmasin meliputi, keteladanan pada kegiatan donor darah. Makna terlihat dari jiwa sukarelawan yang tinggi, dan peduli sosial kepada makhluk hidup. Aksi sosial dilaksanakan PMR bekerjasama dengan OSIM, yaitu memberikan roti dan air mineral kepada masyarakat di jalan yang membutuhkan seperti tukang becak. Aksi sosial mencerminkan jiwa ikhlas, bertanggung jawab dan kerjasama. Kegiatan evaluasi korban di MAN 3 sering terjadi, contohnya saat ada teman yang pingsan. Keteladanan terlihat adanya sikap peduli sosial yang tinggi, tanggap, kemanusiaan yang mendalam, tanggung jawab dan empati. Adapun kegiatan menjaga ketertiban sekolah, pembiasaan dari pertolongan pertama yaitu tumbuhnya tanggung jawab dan empati. Begitu juga praktek simpul dan tandu, pembiasaan nilai-nilai kepedulian, kerjasama, dan tanggung jawab sosial. Jika kegiatan ini dibiasakan akan terbentuk budaya tanggung bencana yang berakan kuat, sikap rela berkorban, dan berani. Pelaksanaan kegiatan PMR dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung, seperti ketersediaan sarana prasarana, pembina berpengalaman, dukungan institusional, serta motivasi peserta didik. Namun, kendala berupa keterbatasan dana, waktu, cuaca, dan kurangnya minat sebagian peserta didik menjadi tantangan yang perlu diatas

    Pengaruh Customer Experience dan Service Recovery Terhadap Corporate Image (Studi pada Nasabah Bank Syariah Indonesia Banjarmasin)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena banyaknya keluhan nasabah terhadap layanan Bank Syariah Indonesia, masalah seperti gangguan sistem pada M-banking, pelayanan petugas, hingga lambatnya respon keluhan. Maka penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Customer Experience dan Service Recovery terhadap Corporate Image (Studi Pada Nasabah Bank Syariah Indonesia Banjarmasin). Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik non-probability sampling. Adapun sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang menggunakan kriteria dalam pengambilan sampel nya. Sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 97 responden dari seluruh populasi. Teknik Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui, adapun teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa: (1) Customer Experience berpengaruh signifikan terhadap Corporate image. Hal tersebut dibuktikan pada Uji Parsial (Uji T) sebesar 6,963 > 1,985 serta Sig, 0,00 < 0,05; (2) Service Recovery berpengaruh signifikan terhadap Corporate Image. Hal tersebut dibuktikan pada Uji Parsial (Uji T) sebesar 8,664 > 1,985 serta Sig, 0,00 < 0,05. Adapun hasil pengujian simultan menujukkan bahwa variabel Customer Experience dan Service Recovery berpengaruh terhadap Corporate Imag

    Evaluasi Program Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Serumpun di Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut

    Get PDF
    Minimnya akses terhadap pendidikan keagamaan formal bagi masyarakat usia dewasa di wilayah Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, menjadi latar belakang perlunya pengembangan program alternatif berbasis pendidikan nonformal. Kondisi ini melahirkan inisiatif untuk menyelenggarakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Serumpun. Program ini bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan agama yang dapat meningkatkan pemahaman dan praktik keagamaan warga belajar, khususnya mereka yang tidak memiliki kesempatan mengikuti pendidikan formal. Namun, efektivitas program ini sejauh ini belum banyak dikaji secara mendalam, sehingga diperlukan evaluasi yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembelajaran PAI di PKBM Serumpun dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, serta studi dokumentasi yang melibatkan tutor, warga belajar, dan pengelola program. Data dianalisis secara tematik untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai relevansi, pelaksanaan, serta hasil yang dicapai dari program tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada aspek konteks, program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan spiritual dan meningkatkan kesadaran keagamaan warga belajar. Pembelajaran PAI menjadi wadah penting bagi mereka untuk memperdalam ajaran Islam dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.Pada aspek input, ditemukan bahwa tutor memiliki latar belakang pendidikan agama dan kompetensi pedagogis yang memadai. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan sarana prasarana pembelajaran, minimnya bahan ajar berbasis digital, serta waktu belajar yang terbatas karena keterikatan aktivitas warga belajar di luar PKBM. dari aspek proses, metode pembelajaran yang diterapkan cukup variatif dan sesuai dengan konteks, seperti ceramah, diskusi kelompok, praktik ibadah, dan refleksi keagamaan. Suasana belajar yang diciptakan tergolong inklusif dan partisipatif. Meski demikian, kehadiran warga belajar yang tidak konsisten serta keterbatasan media pembelajaran menjadi hambatan dalam mencapai efektivitas maksimal. sedangkan pada aspek produk, ditemukan adanya peningkatan pengetahuan, sikap religius, dan keterampilan keagamaan pada sebagian besar warga belajar. Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya merata karena dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang pendidikan, usia, dan tingkat keaktifan masing-masing peserta

    Pembentukan Budaya Islam pada Peserta Didik di SMP Negeri 23 Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan bentuk pembentukan budaya Islam pada peserta didik di SMP Negeri 23 Banjarmasin. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya Pendidikan budaya Islam yang berbasis nilai-nilai Islam dalam membentuk pribadi peserta didik yang berakhlak mulia. Budaya Islam bukanlah bawaan lahir semata, melainkan hasil dari proses pendidikan dan pembiasaan yang berkelanjutan, terutama dalam lingkungan sekolah yang memiliki peran strategis sebagai institusi formal dalam mendidik generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap Waka kurikulum, Waka kesiswaan, guru agama, serta peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Islam di sekolah yang diterapkan seperti sholat zuhur berjamaah, kebiasaan bersalaman, dan membaca Al-Qur’an memiliki kontribusi signifikan dalam pembentukan budaya Islami peserta didik. Budaya Islam yang terbentuk mencakup disiplin, saling menghargai, dan ketaatan dalam menjalankan nilai-nilai keIslaman. Pembiasaan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah tidak hanya menciptakan iklim religius tetapi juga membentuk kepribadian peserta didik yang berakhlak mulia. Dengan demikian, budaya Islam s memiliki peran penting dalam menginternalisasi nilai-nilai Islam secara efektif dalam kehidupan sehari-hari peserta didik

    Penerapan Manajemen Masjid Pada Masjid At-Taqwa Banjarbaru

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen masjid pada Masjid At-Taqwa Banjarbaru dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu idarah (manajemen administratif), imarah (pemakmuran masjid), dan ri’ayah (pemeliharaan fisik). Latar belakang dari penelitian ini adalah melihat dari media sosial yang aktif dengan kegiatan yang dilaksanakan di Masjid At-Taqwa Banjarbaru. Alasan memilih tempat tersebut adalah karena aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan rutin keagamaan dan sosial meskipun bangunan masjid masih dalam tahap pembangunan. Selain itu, aktif media sosial sebagai update yang di Masjid At-Taqwa Banjarbaru. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan manajemen masjid pada bidang idarah, imarah, dan ri’ayah di Masjid At-Taqwa Banjarbaru dan apakah ada hambatan dan upaya dari para pengurus Masjid At Taqwa Banjarbaru dalam menerapkan manajemen masjid tersebut Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yang sumber data didapat melalui Observasi, wawancara dan Dokumentasi. Subjek pada penelitian ini ialah orang-orang yang berkaitan langsung dengan judul penelitian yakni Pengurus/Pengelola Masjid At-Taqwa Banjarbaru yang menerapkan manajemen masjid. Adapun objek penelitian ini yakni penerapan manajemen Masjid At-Taqwa Banjarbaru Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan manajemen Masjid At-Taqwa Banjarbaru dalam bidang idarah, imarah, dan ri’ayah menunjukkan efektivitas yang cukup baik melalui sistem pengelolaan yang terstruktur dan partisipatif. Kendati menghadapi sejumlah hambatan, seperti keterbatasan koordinasi, kurangnya regenerasi pengurus, serta kendala dalam pemeliharaan fasilitas, pengurus masjid mampu merespons secara adaptif melalui pelibatan generasi muda, optimalisasi teknologi komunikasi, dan pendekatan kolaboratif berbasis semangat gotong royong. Upaya-upaya tersebut mencerminkan komitmen dalam mewujudkan masjid yang makmur dan berdaya guna bagi masyarakat

    Kualitas Bacaan Pengajar Al-Qur’an di TPA Nahdlatul Ummah Desa Panyiuran Kabupaten Hulu Sungai Utara

    Get PDF
    Pendidikan Al-Qur’an sejak dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter Muslim yang berakhlak mulia. Dalam hal ini, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) menjadi lembaga nonformal yang berkontribusi dengan mengajarkan bacaan Al-Qur’an secara benar sesuai dengan kaidah tajwid. Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan standar kualifikasi pengajar Al-Qur’an. Namun, di daerah pedesaan seperti TPA Nahdlatul Ummah di Desa Panyiuran, Kabupaten Hulu Sungai Utara keterbatasan tenaga pengajar berkualifikasi membuat penerapan standar tersebut belum optimal. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengevaluasi kualitas bacaan para pengajar Al-Qur’an di TPA Nahdlatul Ummah, khususnya dalam hal pengucapan huruf dan penerapan hukum tajwid, guna mengetahui sejauh mana kompetensi mereka dalam membaca Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas bacaan pengajar Al-Qur’an di TPA Nahdlatul Ummah Desa Panyiuran Kabupaten Hulu Sungai Utara, dengan melakukan tes bacaan serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kemampuan pengajar serta faktor yang mempengaruhi kualitas bacaan Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bertujuan untuk memperoleh data valid secara langsung dari TPA Nahdlatul Ummah Desa Panyiuran. Data yang dikumpulkan akan dianalisis secara mendalam sehingga hasil penelitian dapat disajikan dengan akurat, memudahkan peneliti dalam memahami, menginterpretasi, dan menyimpulkan temuan yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas bacaan para pengajar di TPA Nahdlatul Ummah belum merata. Sebagian besar pengajar masih memerlukan perbaikan, terutama dalam aspek penerapan hukum tajwid dan makhârijul hurûf, meskipun terdapat beberapa yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas bacaan ini meliputi penguasaan ilmu tajwid, kebiasaan berlatih, pengalaman dalam mengajar, pendidikan terakhir, serta usia dan kemampuan memori

    Pengembangan Modul Ajar Berbantuan Artificial Intelligence pada Materi Kalkulus Integral

    Get PDF
    Salah satu mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi ialah kalkulus integral. Data dari tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa lebih dari 60% mahasiswa tingkat awal tidak berhasil menyelesaikan mata kuliah ini dengan optimal. Solusi yang peneliti berikan untuk mengatasi permasalahan tersebut misalnya dengan menggunakan modul pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan modul ajar kalkulus integral berbantuan Artificial Intelligence pada mahasiswa UIN Antasari jurusan pendidikan matematika yang telah mengambil mata kuliah kalkulus integral, kualitas kelayakan produk menurut para ahli pada bahan ajar kalkulus integral berbantuan Artificial Intelligence pada mahasiswa UIN Antasari jurusan pendidikan matematika yang telah mengambil mata kuliah kalkulus integral, respon mahasiswa UIN Antasari jurusan pendidikan matematika yang telah mengambil mata kuliah kalkulus integral terhadap bahan ajar kalkulus integral berbantuan Artificial Intelligence pada mahasiswa yang telah dikembangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Prosedur pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin jurusan pendidikan matematika yang telah mengambil mata kuliah kalkulus integral. Objek dalam penelitian ini adalah pengembangan modul ajar kalkulus integral berbantuan Artificial Intelligence. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi: observasi, wawancara, dan kuesioner atau angket. Data dianalisis melalui 2 tahap, yaitu validasi ahli dan uji kelayakan modul melalui angket respon mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan bahwa penelitian dan pengembangan ini telah menghasilkan bahan ajar kalkulus integral berbantuan Artificial Intelligence melalui tiga tahapan dari pengembangan 4D yaitu define, design, and development. Kualitas kelayakan bahan ajar yang telah dibuat melalui uji validasi dari para ahli mendapatkan skor 4,39 dengan kategori “sangat baik/sangat layak”. Respon mahasiswa mengenai bahan ajar mendapatkan skor 3,44 dengan kategori “sangat baik/sangat laya

    Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Edmodo dan Tanpa Menggunakan Edmodo pada Materi Program Linear Kelas XI MAN 2 Hulu Sungai Selatan Tahun Pelajaran 2020/2021

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa setelah menggunakan edmodo, mengetahui hasil belajar matematika siswa tanpa menggunakan edmodo, dan apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa menggunakan edmodo dengan tanpa menggunakan edmodo pada materi program linear kelas XI MAN 2 Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini adalah penelitian lapangan, menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3 MAN 2 Hulu Sungai Selatan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian dipilih kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol yang menggunakan edmodo dan XI IPA 3 tanpa menggunakan edmodo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Hasil belajar siswa dengan pembelajaran menggunakan edmodo terdapat 14 siswa atau 70% kualifikasi baik sampai istimewa dan 6 siswa atau 30% termasuk kualifikasi cukup sampai amat kurang, 2) Hasil belajar siswa dengan pembelajaran tanpa menggunakan edmodo terdapat 13 siswa atau 65% kualifikasi baik sampai istimewa dan 7 siswa atau 35% termasuk kualifikasi cukup sampai amat kurang, 3) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar dengan menggunakan edmodo dan tanpa menggunakan edmodo pada materi program linear kelas XI MAN 2 Hulu Sungai Selatan Tahun Pelajaran 2020/2021

    Bimbingan Fiqih Ibadah di Majelis Taklim Al-Hidayah Desa Buas-Buas Hilir Kecamatan Candi Laras Utara Kabupaten Tapin

    Get PDF
    Fiqih ibadah, yaitu ilmu yang membahas hukum-hukum syariat dalam pelaksanaan ibadah, sangat diperlukan agar seseorang dapat menjalankan ibadah dengan benar dan sesuai ajaran Islam. Oleh karena itu, bimbingan fiqih ibadah menjadi kegiatan yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang tata cara beribadah, khususnya melalui wadah majelis taklim yang bersifat nonformal namun menjangkau langsung kehidupan keagamaan di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bimbingan fiqih ibadah di Majelis Taklim al-Hidayah Desa Buas-Buas Hilir Kecamatan Candi Laras Utara Kabupaten Tapin dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya dalam kegiatan tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini yaitu bimbingan fiqih ibadah serta faktor pendukung dan penghambat bimbingan fiqih ibadah di Majelis Taklim al-Hidayah. Subjek penelitian yaitu 1 orang penceramah dan 3 orang jamaah. Data didapat melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu pelaksanaan bimbingan fiqih ibadah di Majelis Taklim al-Hidayah menggunakan metode bil hikmah, bil mujadalah, dan bil mauidzah hasanah. Faktor pendukung bimbingan fiqih ibadah di Majelis Taklim Al-Hidayah yaitu antusias masyarakat, penceramah yang kompeten, sarana dan prasarana, dukungan dari tokoh agama dan masyarakat, waktu dan lokasi, serta kerja sama bersama Kantor Urusan Agama (KUA). Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya inovasi dan adaptasi teknologi, kendala cuaca, gangguan teknis seperti pemadaman listrik, tidak adanya regenerasi penceramah, dan terbatasnya pendanaan

    Peran Orang Tua dalam Bimbingan Kemandirian Anak di Desa Sungai Gampa Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara lembaga formal dan keluarga, dengan orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam membentuk karakter anak, termasuk kemandirian dalam belajar. Kemandirian belajar sangat penting bagi anak usia sekolah dasar karena menunjang keberhasilan akademik dan pembentukan karakter. Namun, fenomena yang ditemukan di Desa Sungai Gampa, Kecamatan Banjarmasin Utara, menunjukkan bahwa masih banyak anak yang bergantung pada orang tua atau guru dalam proses belajar. Kondisi ini mencerminkan rendahnya kemandirian anak dan minimnya keterlibatan orang tua dalam bimbingan belajar di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk peran orang tua dalam membimbing kemandirian belajar anak, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peran tersebut, serta mengidentifikasi strategi yang digunakan orang tua dalam membentuk kemandirian belajar anak di Desa Sungai Gampa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap orang tua, anak, dan tokoh masyarakat. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua di Desa Sungai Gampa menjalankan berbagai bentuk peran dalam membimbing kemandirian belajar anak, seperti memberikan motivasi, menyediakan waktu mendampingi belajar. Faktor yang mempengaruhi peran tersebut meliputi tingkat pendidikan orang tua, kondisi ekonomi, waktu luang, pemahaman terhadap pentingnya pendidikan, serta budaya lokal yang berkembang di masyarakat. Strategi yang diterapkan orang tua mencakup metode nasehat, pembiasaan, pemberian tanggung jawab bertahap, serta pola asuh demokratis yang mendorong anak mengambil keputusan sendiri dalam belajar. Kendala yang dihadapi antara lain adalah keterbatasan waktu karena pekerjaan, kurangnya pengetahuan orang tua tentang metode pembelajaran, dan rendahnya motivasi belajar anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam membentuk kemandirian belajar anak di tingkat sekolah dasar. Semakin tinggi keterlibatan dan kualitas bimbingan orang tua, semakin besar peluang anak untuk berkembang menjadi individu yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kegiatan belajar. Oleh karena itu, kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat perlu terus ditingkatkan untuk memperkuat kemandirian belajar anak secara menyeluru

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇