IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Strategi Membaca Bersama pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Siswa Kelas 1 MI TPI Keramat Banjarmasin
Pendidikan adalah usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, mulai dari
anak-anak hingga usia dewasa wajib mengenyam pendidikan yang dicanangkan
pemerintah yaitu wajib 12 tahun. Di MI TPI Keramat Banjarmasin merupakan salah
satu tempat untuk menggali dan mengembangkan potensi dirinya lewat metode
pengajaran atau memperoleh latihan membaca dengan baik khususnya membaca
permulaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi membaca bersama dan
faktor dalam strategi membaca bersama pada mata pelajaran bahasa Indonesia
dalam meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelas 1 MI TPI Keramat
Banjarmasin.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.
Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan wali kelas 1 MI TPI
Keramat Banjarmasin dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan adalah
strategi interaktif, proses membaca dengan cara setiap pagi hari waktu sekolah
siswa dibiasakan untuk membaca buku yang ada dan dilakukan secara bersama
sama untuk melancarkan membaca siswa dengan berulang-ulang setalah itu siswa
menulis bacaan yang telah dibaca. Namun terdapat kendala utama dalam proses
membaca bersama yaitu banyak siswa yang masih belum mengenal huruf dengan
baik
Analisis Pendapat Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i Tentang Jenis Hukuman Bagi Pelaku Liwath
Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan,
termasuk manusia yang diciptakan berpasangan antara pria dan wanita. Akan tetapi,
banyak manusia yang menyimpang dari fitrahnya, salah satunya ialah
penyelewengan dalam hubungan seksual yang dilakukan oleh sesama jenis atau
biasa disebut dengan istilah liwâth. Dalam hukum Islam liwâth dikategorikan
sebagai perbuatan keji yang dilarang. Namun, para ulama berbeda pendapat
mengenai jenis hukuman yang diberikan kepada pelaku liwâth. Oleh karena itu,
dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk mengetahui bagaimana jenis hukuman
bagi pelaku liwâth, khususnya dari perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library
research) dengan pendekatan normatif-komparatif. Sumber utama yang digunakan
adalah kitab-kitab fiqih dari kedua mazhab, seperti Al-Umm karya Imam Syafi’I
dan Fath al-Qadir karya Imam Kamal al-Din al-Syirasi al-Hanafi. Analisis
dilakukan dengan membandingkan dalil, metode Istinbâṭ hukum, serta
pertimbangan dalam penentuan hukuman oleh kedua mazhab.
Hasil
penelitian
menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi tidak
mengkategorikan liwâth sebagai zina dan lebih cenderung menyerahkan hukuman
kepada penguasa dengan sistem ta’zir. Sementara itu, Mazhab Syafi’I
mengategorikan liwâth sebagai zina, sehingga hukumannya adalah rajam bagi yang
sudah menikah (muhshan) dan cambuk 100 kali bagi yang belum menikah (ghairu
muhshan). Perbedaan pandangan antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i
didasarkan pada metode Istinbâṭ yang berbeda. Mazhab Hanafi menggunakan
metode Istinbâṭ yang menekankan pada analisis lafadz nash dan perbedaan
pendapat di antara sahabat. Sedangkan Mazhab Syafi’i lebih mengedepankan
pendekatan tekstual berdasarkan hadis-hadis yang secara eksplisit menyebutkan
hukuman bagi pelaku liwâth. Perbedaan pandangan dan pendekatan ini menunjukan
keragaman pemikiran dalam menyelesaikan masalah terkait hukum Islam
Persepsi Produsen Kerupuk Terhadap Sertifikasi Halal Self Declare di Desa Bamban Utara
Sertifikasi halal telah menjadi kebutuhan penting di Indonesia, khususnya
untuk makanan dan minuman, mengingat mayoritas penduduknya beragama Islam.
Pemerintah telah memperkenalkan skema self declare untuk mempermudah pelaku
usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mendapatkan sertifikasi halal
tanpa biaya besar. Desa Bamban Utara terkenal sebagai pusat industri kerupuk
berbahan baku ubi kayu, dipilih sebagai lokasi penelitian. Meski kebijakan
sertifikasi halal self declare telah diterapkan, masih banyak produsen di Desa
Bamban Utara yang kurang menyadari kemudahannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi produsen kerupuk dan
faktor yang mempengaruhinya terhadap sertifikasi halal jalur self declare di Desa
Bamban Utara. Jenis penelitian ini termasuk penelitian hukum empiris dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah wawancara dan studi dokumentasi, yang dilakukan kepada 10 (sepuluh)
produsen kerupuk di Desa Bamban Utara, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu
Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi produsen kerupuk di desa
bamban utara terhadap sertifikasi halal self declare terbagi menjadi lima yaitu, 1)
self declare dianggap membantu namun prosesnya menyulitkan; 2) self declare
dianggap bermanfaat namun produsen khawatir terhadap potensi biaya; 3) self
declare dianggap penting tetapi produsen sudah memiliki sertifikat halal melalui
jalur reguler; 4) self declare dianggap bermanfaat tetapi produsen tidak mengerti
prosedur, cara mendapatkan pendamping halal dan kekurangan syarat administratif;
5) self declare dianggap cukup penting. Adapun faktor yang mempengaruhinya
terbagi menjadi tiga diantaranya, 1) personal effect; 2) cultural effect; 3) physical
effect
Penyelesaian Perselisihan atas Pembatalan Sewa pada Kamar Guest House Syariah 2 Banjarmasin
Penelitian ini berjudul "Penyelesaian Perselisihan atas Pembatalan Sewa pada
Kamar Guest House Syariah 2 Banjarmasin". Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya perselisihan dalam pembatalan
sewa kamar di Guest House Syariah 2 Banjarmasin, menganalisis mekanisme
penyelesaian perselisihan yang diterapkan, serta mengevaluasi kesesuaian
mekanisme tersebut dengan prinsip-prinsip syariah dan hukum perjanjian yang
berlaku di Indonesia.Penelitian ini menerapkan pendekatan yuridis empiris dengan
metode kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara dengan pengelola Guest
House Syariah 2 Banjarmasin, tamu yang mengalami perselisihan pembatalan
sewa, serta pakar hukum ekonomi syariah. Studi dokumentasi juga dilakukan untuk
memperkaya hasil penelitian.
Hasil penelitian mengungkap bahwa perselisihan dalam pembatalan sewa
kamar dipicu oleh: (1) ketidakjelasan klausul pembatalan, (2) perbedaan
interpretasi force majeure, dan (3) denda pembatalan yang dianggap tidak
proporsional. Penyelesaian perselisihan dilakukan melalui musyawarah, mediasi,
dan dalam beberapa kasus melalui Badan Arbitrase Syariah Nasional.Evaluasi
menunjukkan bahwa praktik penyelesaian umumnya sesuai dengan prinsip syariah,
seperti keadilan ('adl) dan musyawarah (syura), meskipun transparansi dan
dokumentasi masih perlu ditingkatkan. Kesimpulan penelitian menekankan
pentingnya perbaikan perjanjian sewa dengan klausul pembatalan yang lebih jelas
serta standardisasi prosedur penyelesaian yang transparan dan selaras dengan
prinsip syariah.
Penelitian ini merekomendasikan penyusunan SOP penyelesaian perselisihan
untuk bisnis akomodasi berbasis syariah serta peningkatan pemahaman muamalah
bagi pengelola dan edukasi konsumen mengenai hak serta kewajiban dalam
perjanjian sew
Pengaruh Pola Asuh Demokratis Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Banjarmasin
Kepercayaan diri menjadi hal penting bagi siswa di sekolah, khususnya
siswa kelas VIII yang memasuki fase remaja, di mana pada fase ini banyak terjadi
pergolakan. Kepercayaan diri dibutuhkan siswa agar mampu mengoptimalkan
kemampuan yang dimilikinya. Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang
menerapkan kebebasan berekspresi tetapi tetap memberi batasan yang tegas dan
jelas. Pola asuh demokratis akan membentuk kepercayaan diri individu yang akan
mempengaruhi kepercayaan dirinya di sekolah.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola asuh demokratis di SMP
Negeri 10 Banjarmasin, kepercayaan diri di SMPN 10 Banjarmasin dan pengaruh
pola asuh demokratis terhadap kepercayaan diri siswa SMP Negeri 10 Banjarmasin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif
dengan menggunakan metode korelasi. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 10
Banjarmasin dengan subjek penelitian peserta didik kelas VIII yang terdiri dari 44
responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji
validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji
linearitas, uji regresi sederhana, dan uji koefisien determinasi.
Pola asuh Demokratis orang tua siswa di SMP Negeri 10 Banjarmasin
berada pada katagori sedang. Tingkat kepercayaan diri siswa SMP Negeri 10
Banjarmasin berada pada katagori sedang. Hasil yang diperoleh berdasarkan hasil
regresi linear sederhana adalah t-hitung (3.234) > t-tabel (1,682) dan nilai
signifikansi 0,002 < 0,05. Di temukan sebesar 11,1% bahwa pola asuh demokratis
mempengaruhi kepercayaan diri siswa di SMP Negeri 10 Banjarmasin. Hal ini
menunjukkan adanya pengaruh pola asuh demokratis orang tua terhadap
kepercayaan diri siswa. Sesuai dengan taraf signifikansi di bawah 5 %
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Kegiatan Mengajar Guru di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Kuala Kapuas
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam mengenai
implementasi kurikulum merdeka dalam kegiatan mengajar guru di SMA
Muhammadiyah Kuala Kapuas, serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang
dihadapi selama proses pelaksanaannya. Kurikulum merdeka merupakan salah satu
kebijakan pendidikan nasional yang dirancang untuk memberi keleluasaan kepada guru
dalam menyusun pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik serta
konteks lokal sekolah.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan
metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah para guru yang terlibat
langsung dalam pelaksanaan kurikulum merdeka, sedangkan informan tambahan
mencakup kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan sejumlah siswa
sebagai penerima manfaat langsung dari pelaksanaan kurikulum ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kurikulum merdeka di SMA
Muhammadiyah Kuala Kapuas telah menunjukkan progres yang cukup positif. Guru
memperoleh kebebasan dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang
dianggap sesuai, menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta mulai
mengintegrasikan model pembelajaran berbasis proyek dan nilai-nilai yang terdapat
dalam profil pelajar pancasila ke dalam kegiatan pembelajaran. Namun demikian,
dalam proses implementasinya, masih terdapat sejumlah hambatan yang dihadapi,
seperti masih kurangnya pemahaman dan penguasaan guru terhadap konsep-konsep
baru dalam kurikulum ini, ketidaksiapan siswa yang belum merata dalam mengikuti
pembelajaran yang lebih aktif dan mandiri, dan terbatasnya ketersediaan sarana dan
prasarana yang memadai.
Untuk mengatasi tantangan ini, pihak sekolah terus melakukan berbagai upaya,
seperti pendampingan intensif pada guru, penyelenggaraan pelatihan yang relevan,
serta peningkatan dan pengadaan fasilitas belajar mengajar guna mendukung
efektivitas implementasi kurikulum merdeka secara menyeluruh. Dengan demikian,
diharapkan penerapan kurikulum ini dapat berjalan secara optimal dan memberikan
dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah
Persepsi Guru Terhadap Pendidikan Seks Bagi Siswa di MIS Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin
Pada anak jenjang Madrasah Ibtidaiyah pendidikan seks masih sering dianggap
tabu untuk dikenalkan, padahal pada masa ini anak mulai mengalami perubahan fisik
dan emosional yang penting untuk dirinya pahami. Selain orangtua, guru juga memiliki
peran penting dalam pengenalan pendidikan seks di sekolah. Disamping itu juga
pendidikan seks yang dikenalkan sejak dini diharapkan dapat mengurangi tingkat
pelecehan seksual pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi
guru terhadap pendidikan seks bagi siswa di MIS Muhammadiyah 3 Al Furqan
Banjarmasin.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek
penelitian ini adalah guru mata pelajaran Fiqih, IPA dan Wali kelas dengan objek
penelitian yaitu persepsi guru terhadap pendidikan seks bagi siswa di MIS
Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin. Teknik pengumpulan data berupa observasi,
wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian
ini menggunakan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif karena
mencakup seluruh komponen sikap yaitu kognitif, afektif, dan konatif. Strategi yang
digunakan guru untuk mengenalkan pendidikan seks pada jenjang MI yaitu dengan cara
memilih kata-kata yang santun, penyampaian sederhana untuk menghindari rasa
penasaran siswa yang berlebihan dan mengaitkan pendidikan seks dengan materi
pembelajaran dikelas seperti fiqih dan IPA. Tantangan yang dihadapi guru dalam
menyampaikan pendidikan seks di sekolah adalah kesulitan dalam memilih kata dan
penyampaian materi yang harus disesuaikan dengan tingkat pemahaman serta usia
anak, kurangnya dukungan dari orang tua yang menganggap pendidikan seks pada
jenjang MI adalah tabu, dan tantangan dalam mengaitkan materi pendidikan seks
dengan pelajaran tanpa menghilangkan nilai moral dan agama. Dengan demikian,
pendidikan seks dapat diberikan secara efektif sebagai bentuk perlindungan dan
pembentukan karakter sisw
Evaluasi Program Takhashshush Tah̠ fîzh Al-Qur’ân Metode SSMT (Sabaq, Sabqî, Manzil, Talaqqî) Di SMP IT Nurul Fikri Banjarmasin (Analisis Model CIPP)
Program takhashshush Tah̠ fîzh Al-Qur’ân merupakan salah satu program
utama di SMP IT Nurul Fikri Banjarmasin yang berfokus pada kegiatan menghafal
Al-Qur’ân di luar pembelajaran umum/KBM. Sebagai program unggulan tentunya
lembaga akan sangat memperhatikan terkait keberhasilan atau pencapaian program
takhashshush Tah̠ fîzh Al-Qur’ân ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
program takhashshush Tah̠ fîzh Al-Qur’ân yang telah terlaksana di SMP IT Nurul
Fikri Banjarmasin dengan menggunakan metode SSMT (Sabaq, Sabqî, Manzil,
Talaqqî) dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process,
Product).
Metode SSMT yang mempunyai 4 bagian kegiatan inti yaitu Sabaq (kegiatan
menghafal Al-Qur’ân/hafalan baru), Sabqî (Kegiatan mengulangi hafalan baru yang
telah setorkan selama 3 hari terakhir), Manzil (kegiatan mengulangi hafalan lama
yang telah lulus uji sebanyak 5 halaman/hari) dan Talaqqî (proses menghafal Al
Qur’ân dengan cara mendengarkan) diterapkan dalam rangka meningkatkan
kualitas hafalan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Evaluasi CIPP dilakukan dengan menganalisis context (tujuan, visi dan misi,
administrasi dan manajemen program), input (sumber daya manusia, sarana dan
prasarana, kurikulum program), Process (implementasi metode SSMT) dan
Product (hasil akhir berupa capaian tahsin dan hafalan).
Hasil penelitian ini berdasarkan analisis dan evaluasi dari keempat aspek
evaluasi CIPP, yaitu context dan input menunjukkan bahwa program takhashshush
Tah̠ fîzh Al-Qur’ân layak untuk diteruskan. Persiapan administrasi, kualitas sumber
daya dan beberapa fasilitas penunjang tersedia dengan baik. Sementara pada aspek
process dan product mendapatkan beberapa kendala yang disebabkan oleh
beberapa faktor seperti penyediaan ruang belajar, keterbatasan jumlah tenaga
pendidik dan tingginya target capaian yang tidak diiringi dengan kemampuan
peserta didik sehingga beberapa target utama program takhashshush tidak tercapai
dengan maksimal. Hasil evaluasi ini memberikan beberapa rekomendasi pada
beberapa aspek yaitu manajemen waktu, penyediaan ruang kelas dan pemenuhan
tenaga pendidik agar program berjalan dengan lebih optimal serta menetapkan
standar kriteria khusus bagi peserta didik yang diterima sebagai peserta program
takhashshush Tah̠ fîzh Al-Qur’ân di SMP IT Nurul Fikri Banjarmasi
Pengenalan kewirausahaan Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Market Day di PAUD Terpadu Candra Utama Banjarbaru
Pengenalan kewirausahaan pada anak usia dini melibatkan usaha untuk
mengajarkan sikap proaktif, kreatif, memiliki daya dan kemampuan mencipta,
berkarya, bersahaja, serta berusaha meningkatkan pendapatan melalui kegiatan
usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perencanaan
pengenalan kewirausahan sejak usia dini melalui kegiatan Market Day pada
kelompok B dan Untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan pengenalaan
kewirausahan sejak usia dini melalui kegiatan Market Day pada kelompok B juga
Untuk menganalisis bagaimana evaluasi pengenalan kewirausahan sejak usia dini
melaluai kegiatan Market Day pada kelompok B.
Jenis penelitian di gunakan adalah kualitatif dalam bentuk studi kasus,
dengan subjek pada kelompok B, guru, orang tua murid dan kepala sekolah
sedangkan objek nya penelitian ini adalah pengenalan kewirausahaan melalui
kegiatan Market Day di kelompok B. Teknik pengumpulan data yaitu observasi,
wawancara, dokumentasi, menggunakan teknik analisis data yaitu kondensasi data,
pengajian data, penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian yang dilakukan kegiatan Market Day direncanakan bersama
sekolah dan orang tua, dengan informasi jelas tentang jadwal, tujuan, dan peran
orang tua. Mereka membantu menyiapkan barang dan membimbing anak dalam
sikap serta komunikasi. Anak terlibat langsung saat kegiatan, seperti menata,
menawarkan, dan bertransaksi, yang meningkatkan keberanian, komunikasi, dan
kemandirian. Guru menciptakan suasana nyaman dan membimbing anak
memahami jual beli dengan cara menyenangkan. Evaluasi menunjukkan kegiatan
ini berdampak positif, anak lebih percaya diri dan aktif bersosialisasi. Orang tua
memberi respon positif dan menyarankan variasi produk serta pelibatan anak dalam
pembuatan sebagai masukan kegiatan berikutnya
Student-Teachers Teaching Practice Challenges During Amaliyah Tadris Program at Islamic Boarding School
This study explores the real-life challenges faced by final-year high school
students participating in the Amaliyah Tadris program at an Islamic boarding
school, particularly when teaching English. Using a qualitative narrative inquiry
approach, the researcher interviewed eight student-teachers from Darul Hijrah
Islamic Boarding School for Female. These in-depth interviews captured their
teaching experiences, the difficulties they encountered, and the strategies they used
to overcome them. The findings reveal that many student-teachers struggled with
nervousness, limited teaching experience, classroom management issues, and time
constraints in preparing I’dad (Preparation Book). In addition, they faced external
obstacles such as unmotivated students, poor classroom conditions, and difficulties
in helping students with pronunciation and vocabulary. Despite these challenges,
the participants demonstrated resilience by preparing independently, using visual
aids and engaging activities, adapting their communication styles, and seeking
support from mentor teachers. This research highlights the need for stronger
guidance, better training, and emotional readiness for student-teachers before
entering real classrooms. It also offers practical insights for improving teacher
preparation programs, especially within Islamic boarding schools. The study
emphasizes the importance of supporting young educators not only pedagogically,
but also emotionally and psychologically, to help them grow into confident and
capable future teachers