IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Analisis Putusan Perkara Cerai Talak Qabl Al- Dukhul Tanpa Ikrar Talak (Putusan Nomor 651/Pdt.G/2023/PA.Plh)

    Get PDF
    Penelitian ini di latarbelakangi dengan adanya putusan Pengadilan Agama Pelaihari Nomor 651/Pdt.G/2023/PA.Plh mengenai cerai talak qabl al-dukhul. Dalam amar putusan tersebut menyatakan bahwa Majelis Hakim mengabulkan permohonan Pemohon dengan menjatuhkan talak ba’in shughra Pemohon terhadap Termohon. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pertimbangan dan dasar hukum Majelis Hakim sehingga menjatuhkan talak ba’in shughra tanpa adanya pengucapan ikrar talak oleh suami terhadap istri dalam putusan tersebut. Hal ini membuat penulis tertarik ingin meneliti apakah hal tersebut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan aturan yang mengatur tentang permohonan cerai talak qabl al-dukhul. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif. Penelitian hukum normatif merupakan studi dokumen, yakni menggunakan sumber bahan hukum berupa keputusan pengadilan dengan pendekatan yang dilakukan dalam tulisan ini yaitu pendekatan perundang�undangan (statute approach). Pendekatan ini dilakukan dengan menelaah peraturan perundang-undangan dan aturan yang terkait dengan isu hukum yang sedang diteliti. Seperti Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, Peraturan Pemerintah nomor 9 tahun 1975 dan Kompilasi Hukum Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam putusan perkara Nomor 651/Pdt.G/2023/PA.Plh, Majelis Hakim dalam pertimbangannya menerima Permohonan Pemohon dengan menjatuhkan talak ba’in shughra Pemohon terhadap Termohon. Hal ini tidak sesuai dengan peraturan yang terdapat dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 117,129, 131 dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 pada pasal 14-19 tentang Pelaksanaan Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, yang mengatur tata cara perceraian mengenai cerai talak. Dari ketentuan yang terdapat dalam pasal tersebut seharusnya Majelis Hakim hanya memberikan izin kepada Pemohon untuk mengucapkan ikrar talak terhadap Termohon. Proses persidangan permohonan cerai talak qabl al-dukhul tetap sama seperti permohonan cerai talak pada umumnya, yang membedakan hanya akibat hukum seperti pengembalian separo dari mahar yang telah di berikan suami(Pemohon) kepada istri (Termohon) dan tidak adanya masa iddah bagi istri yang ditalak qabl al – dukhu

    Penerapan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Pemakaman (Dampak dan Implementasi)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya pemakaman yang tidak teratur dan tidak memenuhi standar kesehatan menjadi permasalahan yang harus segera diatasi. Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pemakaman di Kota Banjarmasin merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, tetapi belum diketahui sejauh mana dampak dan implementasi dari peraturan tersebut. Metode penelitian ini adalah penelitian hukum empiris (field research) yang menggunakan pendekatan sosiologi hukum dan menghasilkan data deskriptif serta berlokasi di Kota Banjarmasin. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian diolah dengan teknik editing, klasifikasi, deskripsi, matrikasi. Selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengacu pada landasan teori. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis memaparkan temuan yang sudah dianalisis, Penerapan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2014 tentang pemakaman menunjukkan bahwa upaya pemerintah Kota Banjarmasin dalam mengatur dan mengelola pemakaman telah berjalan dengan baik. Beberapa aspek�aspek penting dari peraturan ini, seperti pengaturan kebijakan pemakaman, pengelolaan lahan pemakaman, dan penegakan norma etika pemakaman sudah mulai diterapkan. Hal ini membantu menciptakan proses pemakaman yang lebih teratur dan sesuai dengan aturan norma yang berlaku. Akan tetapi, masih ada tantangan yang dihadapi dalam penerapan peraturan ini. Salah satu kendala utamanya adalah belum adanya izin untuk pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) maupun Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU). Keterbatasan lahan untuk pemakaman menjadi masalah yang signifikan, mengingat pertumbuhan populasi yang terus meningkat di Banjarmasin. Tanpa adanya tambahan lahan pemakaman yang resmi, upaya pemerintah untuk mengimplementasikan peraturan ini secara menyeluruh akan terhambat. Mengenai dampak Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2014 tentang pemakaman di Kota Banjarmasin menunjukkan bahwa regulasi ini memiliki pengaruh positif yang signifikan. Dampak dan Implementasi Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2014 tentang pemakaman telah membawa dampak dan implementasi positif yang nyata bagi masyarakat Kota Banjarmasin. Dengan meningkatnya kesadaran, keteraturan dalam pemakaman, dan keberlanjutan lahan pemakaman, diharapkan pengelolaan pemakaman dapat terus ditingkatkan. Melalui sosialisasi yang baik, penetapan lokasi yang tepat, dan pemeliharaan yang teratur, peraturan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkunga

    Manajemen Kurikulum Tahfiz Al-Qur’an pada Pondok Tahfizh Al-Qur’an Darul Hijrah 3 Martapura

    Get PDF
    Manajemen kurikulum yang terstruktur dengan baik menjadi tantangan bagi banyak pondok pesantren, termasuk Pondok Tahfizh Al-Qur'an Darul Hijrah 3 Martapura. Sebagai lembaga yang bertujuan mencetak penghafal Al-Qur'an 30 juz dalam enam tahun, pondok ini menghadapi kendala berupa belum adanya pedoman baku dalam pengelolaan kurikulum tahfiz. Keteraturan pengelolaan yang masih perlu ditingkatkan menghambat optimalisasi program. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi manajemen kurikulum tahfiz di pondok tersebut, mencakup aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan/evaluasi, serta mengidentifikasi solusi praktis untuk meningkatkan efektivitas program. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik triangulasi melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi guna memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum belum optimal karena belum tersedianya draf kurikulum sebagai panduan utama, meskipun telah didukung oleh Standar Operasional Prosedur (SOP) dan evaluasi berkala. Pengorganisasian berjalan cukup baik melalui kolaborasi antarbagian, namun ketiadaan Surat Keputusan (SK) bagi muhafiz halaqah memengaruhi kejelasan tanggung jawab. Pelaksanaan kurikulum dinilai efektif dengan metode ziadah, murojaah, dan tes hafalan bil ghoib, tetapi pemerataan hasil antar kelas masih perlu perhatian. Evaluasi dilakukan secara rutin melalui rapat, pencatatan progres dalam buku mutaba’ah, dan pelibatan wali santri, meskipun belum adanya pelatihan formal bagi muhafiz menjadi aspek yang perlu ditingkatkan untuk mendukung keberlanjutan program

    Analisis Putusan No. 456/Pdt.G/2023/PA.Rbg Tentang Pemberian Nafkah ‘Iddah Dan Mut’ah Kepada Mantan Istri Yang Dinyatakan Nusyuz

    Get PDF
    Putusan Pengadilan Agama No. 456/Pdt.G/2023/PA.Rbg memutuskan istri tetap mendapatkan nafkah ‘iddah dan mut’ah padahal dia sebelumnya telah ditetapkan sebagai istri yang nusyuz karena dia melakukan perselingkuhan dengan pria lain. Ini berbeda dengan aturan yang terdapat dalam Pasal 149 huruf (b) Kompilasi Hukum Islam yang disebutkan bahwa: “Perkawinan yang putus karena talak, maka bekas suami wajib memberikan nafkah, maskan dan kiswah selama dalam masa iddah kecuali bekas istri telah dijatuhi talak ba’in atau nusyuz dan dalam keadaan tidak hamil”. Pasal 152 KHI juga menyebutkan bahwa “mantan istri berhak mendapatkan nafkah ‘iddah dari mantan suaminya selama istri tidak berbuat nusyuz”. Hal itu dikuatkan oleh SEMA No. 3 Tahun 2018: “Mengakomodir Perma Nomor 3 Tahun 2017 tentang pedoman mengadili perkara perempuan berhadapan dengan hukum, maka isteri dalam perkara cerai gugat dapat diberikan mut’ah dan nafkah iddah sepanjang tidak terbukti nusyuz.” Penelitian ini adalah jenis penelitian campuran (mix method) yaitu penelitian hukum normatif dan penelitian empiris. Penulis menggunakan pendekatan fikih dan yuridis normatif dalam kategori analisis perundang\ud undangan. Dilakukan dengan cara menggambarkan atau menjabarkan amar putusan (dictum). Kemudian dijabarkan substansi dari pertimbangan hakim dalam putusan (ratio decidendi) yang sudah inkracht. Serta dilakukan wawancara sebagai tambahan. Dengan berlandaskan pada berbagai peraturan perundang undangan yang lebih tinggi, pemikiran filosofis yang terkait serta pandangan pandangan sosiologis yang sesuai dengan topik yang dibahas. Pemberian nafkah ‘iddah dan mut’ah adalah untuk menjamin hak-hak wanita pasca perceraian. Majelis hakim menetapkan istri yang nusyuz berdaasarkan KHI pasal 84, karena dia memenuhi kriteria yang ada. Adapun mengenai pemberian nafkah iddah hakim tidak sesuai dengan KHI pasal 149 dan 152 serta SEMA No 3 Tahun 2018 karena jika sesuai dengan peraturan yang ada maka istri yang nusyuz tidak bisa mendapatkan nafkah ‘iddah. Namun hakim memberikannya berdasarkan kerelaan suaminya yang terungkap di persidangan. Mengenai pemberian mut’ah hakim sudah sesuai dengan KHI karena istri tersebut sudah qabla dukhul, jadi patut untuk diberikan nafkah mut’ah. Menurut beberapa hakim dikatakan bahwa hakim tidak bisa memberikan nafkah ‘iddah kepada istri yang nusyuz, kecuali terdapat kerelaan dari suami atau terdapat kesepakatan dan hakim dapat melakukan hal tersebut melalui hak ex officio hakim. Hal tersebut sesuai dengan teori mashlahah mursalah. Dari sisi lain, dampak sosial ekonomi dari putusan ini juga lebih baik bagi pihak istr

    Sikap Hakim Pengadilan Agama Banjarmasin Terkait Kewarisan Anak Hasil Nikah Siri

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya permasalahan kewarisan anak hasil nikah siri, dimana hukum Islam dan Hukum Positif mempunyai penjelaskan yang berbeda mengenai nikah siri sehingga kewarisan yang menjadi dampak dari akibat pernikahan siri tersebut juga memberikan kejelasan yang berbeda, maka dari itu peneliti memerlukan pendapat Hakim dalam menyikapi hal ini untuk memberikan suatu kejelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap Hakim Pengadilan Agama Banjarmasin terkait kewarisan anak hasil nikah siri dan dasar hukum yang dijadikan landasan hakim dalam memberikan pendapat. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dan menggunakan pendekatan hukum konseptual. Subjek pada penelitian ini adalah Hakim yang aktif di Pengadilan Agama Banjarmasin. Sedangkan objek pada penelitian ini sikap hakim beserta dasar hukum yang digunakan untuk dijadikan landasan hakim tentang kewarisan anak hasil nikah siri. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik interview atau wawancara, dan yang terakhir melakukan dokumentasi. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan editing, klasifikasi, deskripsi, dan matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hakim Pengadilan Agama Banjarmasin memberikan sikap terkait kewarisan anak hasil nikah siri, dengan menyatakan bahwa anak hasil nikah siri berhak mendapatkan waris dari orang tuanya (ayah), setelah mendapatkan itsbat nikah dari orang tuanya serta ditetapkan oleh majelis hakim mengenai hak warisnya. Namun mengenai solusi yang dapat ditempuh apabila tidak ada/tanpa adanya itsbat nikah dari orang tuanya para hakim selaku informan memiliki sikap yang berbeda. Dua dari empat orang hakim memberikan sikap tidak ada solusi selain dari itsbat nikah orang tuanya apabila anak hasil nikah siri ingin mendapatkan warisan dengan berdasarkan Pasal 42-43 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dan dua orang hakim lainnya menyatakan sikap bahwa ada solusi yang dapat ditempuh agar anak hasil nikah siri mendapat warisan dari orang tuanya, dengan melalui wasiat wajibah serta dengan berdamai diluar pengadilan (Islah) apabila terjadi sengketa antar ahli waris, dengan berdasarkan kepada SEMA NO. 3 Tahun 2023 serta Al-Qur’an Surah al Hujurat ayat 1

    Pola Setoran Hafalan Al-Qur’an dalam Program Tahfiz Al-Qur’an di Ma’had Tahfiz Tun Abdul Rahman Ya’kub, Petra Jaya, Kuching, Sarawak

    Get PDF
    Pola setoran hafalan Al-Qur’an adalah sebuah sistem yang teratur rapi dalam menjadi seorang hâfîzh hasil dari bertahun lamanya pondok tahfiz yang sudah wujud di Malaysia. Sistem lama dari pondok tahfiz diperbaharui sistemnya menjadi sebuah sistem yang lebih efisen dan efektif kepada pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola setoran hafalan baru dan pola setoran mûrâjâ’âh dalam program tahfiz Al-Qur’an di Ma’had Tahfiz Tun Abdul Rahman Ya’kub, Petra Jaya, Kuching, Sarawak. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kemudian penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan fungsi sebagai penggambaran yang nyata di lapangan. Sedangkan Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Alasan saya memilih ma’had ini adalah karena ia merupakan satu-satunya sekolah tahfiz modern yang menggabungkan pelajara tahfiz dengan pendidikan akademik secara seimbang. Keistimewaan ini memberikan peluang kepada para pelajar untuk menguasai ilmu agama melalui penghafalan Al-Qur’an da sekaligus memperoleh pendidikan akademik yang berkualitas. Pendekatan holistik ini memastikan para pelajar tidak hanya berhasil dalam bidang agama, tetapi juga mempunyai pengetahuan dan kemahiran yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dunia modern. Dengan adanya kombinasi kedua aspek ini, Ma’had ini memberi asas yang kokoh untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Hasil penelitian, Pola setoran hafalan baru ditentukan berdasarkan waktu dimana jadwal harian disusun oleh setiap guru tahfiz untuk memastikan kelancaran proses menghafal. Metode setoran ini meliputi setoran individu langsung kepada guru, setoran kelompok, serta pendekatan bertahap dengan mengulang hafalan sebelumnya sebelum menambah ayat baru. Target setoran hafalan baru bervariasi, dimulai dari 5 baris hingga mencapai 13 baris sehingga satu halaman dalam setiap sesi setoran, sesuai kemampuan dan kemajuan masing-masing pelajar. Sementara itu, pola setoran mûrâjâ’âh dijadwalkan setiap hari, baik sebelum maupun setelah setoran hafalan baru, untuk menjaga agar hafalan tetap kuat. Metode setoran mûrâjâ’âh dilakukan secara individu, berpasangan, dalam kelompok kecil, hingga mûrâjâ’âh bersama di hadapan guru untuk memastikan akurasi hafalan. Target mûrâjâ’âh disesuaikan dengan tingkat hafalan pelajar, mulai 3 hingga 5 surah, kemudian juz 1 dan 2, serta peningkatan ayat dari hari ke hari sehingga mencapai satu juz penuh secara bertahap sesuai perkembangan pelaja

    Kontribusi Perasaan Kesepian terhadap Problematic Internet Use pada Mahasiswa Tahun Pertama UIN Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang, terutama penggunaan internet. Penggunaan internet dapat memberikan manfaat dan juga dampak buruk, terutama pada mahasiswa tahun pertama yang rentan mengalami kesepian akibat transisi ke lingkungan baru. Meskipun internet dapat membantu mengatasi rasa kesepian, penggunaan yang berlebihan berpotensi menyebabkan Problematic Internet Use (PIU). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi perasaan kesepian terhadap problematic internet use pada mahasiswa tahun pertama UIN Antasari Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana. Skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu UCLA Loneliness versi 3 yang dikembangkan oleh Russel dan GPIUS2 (Generalized Problematic Internet Use Scale 2) yang dikembangkan oleh Caplan. Penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 295 orang dengan jumlah populasi sebesar 1.832 orang. Subjek pada penelitian ini adalah para mahasiswa tahun pertama UIN Antasari Banjarmasin. Uji analisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil yang diperoleh dalam penilitian ini yaitu: 1) Tingkat kesepian pada pada mahasiswa tahun pertama UIN Antasari Banjarmasin mayoritas berada pada kategori sedang sebesar 70% sebanyak 207 orang. 2) Tingkat problematic internet use pada mahasiswa tahun pertama UIN Antasari Banjarmasin mayoritas berada pada kategori sedang sebesar 78% sebanyak 229 orang. 3) Berdasarkan hasil uji hipotesis nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat kontribusi perasaan kesepian terhadap problematic internet use. Adapun kontribusi kesepian sebesar 25,1% terhadap problematic internet use, sedangkan selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain selain variabel kesepian sebesar 74,9%

    Peranan Transformasi Teknologi Blockchain dalam Mencegah dan Mendeteksi Fraud Keuangan sebagai Revolusi Sistem Anti Fraud

    Get PDF
    Teknologi blockchain memiliki potensi besar dalam mencegah dan mendeteksi penipuan keuangan dengan meningkatkan keamanan, transparansi, dan efisiensi. Penelitian ini mengkaji bagaimana blockchain dapat digunakan untuk memitigasi risiko penipuan dan meningkatkan akurasi laporan keuangan. Mekanisme blockchain dalam pencegahan penipuan mencakup penyimpanan data terdesentralisasi, transparansi, ketertelusuran, keamanan, dan ketidakberubahan, serta penerapan smart contracts. Namun, penerapan blockchain menghadapi tantangan seperti skalabilitas, pengembangan kerangka hukum, integrasi dengan teknologi yang ada, dan biaya operasional. Selain itu, hambatan seperti kurangnya pemahaman tentang blockchain, risiko serangan 51%, dan kompleksitas integrasinya dengan sistem keuangan yang sudah ada perlu diatasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi systematic literature review (SLR), mengikuti protokol PRISMA untuk memastikan seleksi literatur yang terstruktur dan transparan. Hasil penelitian ini memberikan gambaran umum, sintesis, dan perbandingan terhadap penelitian sebelumnya mengenai penerapan blockchain dalam mencegah penipuan keuanga

    Strategi Bersaing Toko Sepatwo Lawas Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bersaing yang diterapkan oleh toko sepatu lawas di Banjarmasin dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar sepatu. Persaingan yang semakin meningkat, baik dari toko sepatu baru maupun toko daring, mengharuskan toko sepatu lawas untuk memiliki strategi yang tepat agar tetap dapat bertahan dan berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa toko sepatu lawas di Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik dan manajer toko, serta observasi langsung di lapangan. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui metode wawancara. Penelitian ini dilakukan di Sepatwo Lawas , yang berlokasi di .Jl. Belitung Darat No.16, Belitung Sel., Kec. Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70116. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sepatwo Lawass menerapkan lima aspek strategi bersaing dari Michael Porter dengan menjaga persaingan secara sehat, meyakini bahwa setiap usaha memiliki rezekinya sendiri, dan terus berupaya menjadi pilihan utama bagi pelanggan sepatu lokal, serta berhasil bertahan selama lima tahun meskipun terdampak pandemi, dengan menyesuaikan diri dengan perubahan tren dan tetap menjaga daya saing meski ada banyak pesaing baru

    Strategi Kepala Sekolah dalam Implementasi Budaya Mutu (Studi Multi Situs di SDIT Al-Firdaus Banjarmasin dan SDIT Ukhuwah Banjarmasin)

    Get PDF
    Implementasi budaya mutu di sekolah-sekolah dasar Islam terpadu dipengaruhi oleh peran kepala sekolah dalam mengintegrasikan manajemen strategis dengan nilai-nilai budaya mutu. Diharapkan bahwa pelatihan dan pembinaan kepala sekolah, serta kolaborasi yang terbuka antara seluruh anggota sekolah, akan memperkuat penerapan budaya mutu dan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. David Hunger dan Wheelen mengatakan bahwa manajemen strategik mencakup empat elemen utama, yaitu: pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi, evaluasi dan pengendalian. Manajemen strategis tidak terlepas dari perencanaan strategis yang merupakan hal sangat vital dalam mengelola lembaga untuk mencapai keberhasilan tujuan lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengamatan lingkungan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kepala sekolah dalam implementasi budaya mutu di SDIT Al-Firdaus Banjarmasin dan SDIT Ukhuwah Banjarmasin. Jenis dan pendekatan penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian Multi Situs. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan kedua kepala sekolah melakukan analisis lingkungan yang mendalam, mencakup faktor internal dan eksternal, untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam mencapai tujuan budaya mutu. Meskipun pendekatan yang diterapkan berbeda, SDIT Al-Firdaus lebih fokus pada pengelolaan SDM dan keterlibatan orang tua, sementara SDIT Ukhuwah menekankan pada motivasi internal dan kolaborasi eksternal. Kedua sekolah mengutamakan evaluasi berkala untuk menilai efektivitas strategi yang diterapkan, melibatkan umpan balik dari siswa, orang tua, dan guru. Pelaksanaan budaya mutu di kedua sekolah melibatkan pengembangan karakter siswa, penguatan kualitas pengajaran, serta pembinaan berkelanjutan bagi guru. Evaluasi yang terencana dan transparan menunjukkan komitmen kedua sekolah dalam perbaikan berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung budaya mutu yang berkelanjutan dan sesuai dengan visi dan misi masing-masing

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇