IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Bimbingan Belajar Membaca Al-Qur’an pada lansia di Majelis Taklim Syamsul Hidayah Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwasanya bimbingan belajar membaca al-Qur’an pada lansia ini sangatlah bermanfaat dan berperan penting untuk meningkatkan kualitas bacaan para lansia. Berkaitan dengan latar belakang masalah, peneliti memfokuskan masalah tersebut pada pembahasan tentang bagaimana pelaksanaan bimbingan belajar membaca al-Qur'an pada lansia di Majelis Taklim Syamsul Hidayah Banjarmasin juga terkait kendala dalam pelaksanaan bimbingan belajar membaca al-Qur’an pada lansia di Majelis Taklim Syamsul Hidayah Banjarmasin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan belajar membaca al-Qur’an pada lansia di Majelis Taklim Syamsul Hidayah Banjarmasin serta mengetahui kendala dalam bimbingan belajar membaca al-Qur’an pada lansia di Majelis Taklim Syamsul Hidayah Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan jenis pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian yakni ustazah sebagai pembimbing dan para lansia yang berada di majelis taklim Syamsul Hidayah Banjarmasin. Hasil dari penelitian ini yaitu bimbingan belajar membaca al-Qur’an pada lansia di Majelis Taklim Syamsul Hidayah mempunyai beberapa tahapan dalam melaksanakan bimbingan. Yaitu tahap awal (pengenalan makhorijul huruf menggunakan metode Iqro) dan tahap inti (Lansia sudah berada di Al-Qur’an). Untuk tahap pelaksanaannya sebelum membaca al-Qur’an, setiap lansia membaca lafadz istighfar dulu untuk meminta ampun kepada Allah SWT, selanjutnya proses membaca Iqro dan al-Qur’an, dan tahap terakhir yaitu ditutup dengan membaca shadaqallahul adzim, lafadz hamdalah dan membaca doa kafaratul majelis. Sedangkan untuk kendala dalam pelaksanaan bimbingan ada dari kendala lansia yaitu kendala perhatian, memori, fungsi kognitif, kemampuan berbicara, pemrosesan visuospasial dan kemunduran fisik. Kendala yang kedua yaitu kendala dari pembimbing, yang sering sakit-sakitan, kendala yang ketiga dari fasilitas yang kurang memadai dan kendala yang terakhir yaitu kendala dalam waktu dan alokasi materi

    Dampak Disorganisasi Orang Tua Terhadap Pandangan Anak Dalam Pernikahan (Studi Kasus Di Kota Banjarmasin)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketidak terorganisirnya suatu keluarga yang mengacu pada keadaan dimana struktur, fungsi, dan dinamika keluarga tidak berjalan sesuai dengan norma atau harapan pada sebuah pernikahan, sehingga terjadilah disorganisasi pada keluarga seperti perceraian, ketidak stabilan emosional serta finansial dan ketidak hadiran salah satu orang tua, yang menimbulkan dampak terhadap pandangan anak dalam pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang terjadinya disorganisasi orang tua dan dampak serta pandangan anak dalam pernikahan akibat terjadinya disorganisasi pada orang tuanya. Jenis penelitian ini adalah hukum empiris dan menggunakan pendekatan sosiologis. Subjek pada penelitian ini adalah lima orang anak dan orang tua. Objek penelitian ini adalah gambaran disorganisasi orang tua serta pandangan anak dalam pernikahan. sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yang didapatkan dari hasil wawancara dan data sekunder yang berasal dari buku, jurnal, artikel dan sumber data lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disorganisasi orang tua dapat menimbulkan dampak kepada anak dan menyebabkan anak memiliki pandangan yang berbeda terhadap pernikahan. Dampak yang terjadi adalah anak memiliki beban yang berlebih, tidak dapat melanjutkan pendidikannya, tidak mendapatkan kasih sayang yang layak dari orang tuanya. Sedangkan pandangan anak terhadap pernikahan memiliki pandangan yang berbeda, seperti timbulnya rasa takut untuk menikah, selectif dalam memilih pasangan, menunda pernikahan karena ingin menstabilkan kondisi disorganisasi orang tuany

    Representasi Pemahaman Ayat-Ayat Al Qur’an dalam Animasi Nussa dan Rara

    Get PDF
    Animasi Nussa dan Rara adalah animasi Islami asli hasil buatan Indonesia, yang mana didalamnya terdapat banyak sekali ajaran-ajaran Islam dan ilmu lainnya yang bisa dipraktekkan dalam kehidupam sehari-hari. Dalam animasi ini, banyak sekali dijelaskan pemahaman tentang ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist Rasulullah. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam bagaimana metode penyampaian dan metode pemahaman ayat-ayat Al Qur’an dalam animasi Nussa dan Rara serta bagaimana korelasi ayat-ayat Al Qur’an tersebut dengan tafsir-tafsir dan judul episodenya. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kemudian penelitian ini menggunakan metode interpretatif deskriptif dengan tujuan untuk memahami makna dari peristiwa atau fenomena sosial yang terjadi dalam animasi Nussa dan Rara. Adapun teknik pengumpulan data ini dengan menggunakan metode pengumpulan data (dokumentasi) dan metode analisis serta analisis semiotika untuk memudahkan menemukan tanda tanda pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an dalam animasi Nussa dan Rara. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode penyampaian ayat-ayat Al Qur’an dalam animasi Nussa dan Rara yaitu hanya menyampaikan terjemahannya saja dengan menyebutkan nama surah dan nomor ayatnya tanpa melantunkan ayat Al-Qur’annya. Adapun metode pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an yang digunakan dalam animasi Nussa dan Rara adalah secara tekstual yaitu sesuai dengan terjemah ayat Al-Qur’an yang disampaikan pada umumnya dan ringkas sebagaimana tafsir Ijmali. Selanjutnya peneliti melakukan analisis dengan Tafsir Jalalain sebagai kitab tafsir yang sifatnya juga Ijmali serta analisis korelasi yang menggunakan metode Muqaran (Komparatif) dengan kitab Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah. Sehingga setelah dianalisis pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an yang terdapat dalam animasi Nussa dan Rara ternyata memiliki kesesuaian dengan tafsir-tafsir dan intisari ayat Al-Qur’annya juga masih sejalan dengan judul episodeny

    Peran Guru Akidah Akhlak Terhadap Kecerdasan Emosional Peserta Didik Kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Sinar Islam

    Get PDF
    Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Guru Akidah Akhlak dalam meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik kelas V di MI Sinar Islam serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik kelas V di MI Sinar Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian ini guru Akidah Akhlak kelas V dan siswa kelas V di MI Sinar Islam. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, guru Akidah Akhlak sangat berperan penting dalam meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik kelas V dengan berperan sebagai pendidik, fasilitator, motivator, teladan dan evaluator bagi peserta didik kelas V. Peran yang di lakukan guru Akidah Akhlak dalam meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik meliputi aspek memahami emosi peserta didik, dapat mengolah emosi peserta didik, membimbing peserta didik, memberikan motivasi dan mengevaluasi kecerdasan emosional peserta didik kelas V. Serta faktor pendukung dalam meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Sinar Islam adalah guru dan orang tua, dan faktor penghambat dalam meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Sinar Islam adalah pertemanan

    Konsep Pakaian dalam Al-Qurˋan (Interpretasi Kata “Libâs” Pendekatan Ma'nâ Cum Maghzâ)

    Get PDF
    Pada era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan pesat di berbagai aspek kehidupan, termasuk teknologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, terjadi transformasi dalam gaya berpakaian yang dapat dilihat dari munculnya berbagai tren. Dalam konteks Islam, pakaian (libâs) telah diatur dalam al-Qurˋan sebagai sumber hukum utama yang bersifat dinamis, mutlak, dan benar, dengan fungsi sebagai penutup aurat dan identitas. al-Qurˋan sendiri memiliki beberapa term yang berkaitan dengan pakaian, seperti tsiyâb, sarâbîl, zînah, jalâbîb, khumûr, dan rîsyân, namun penelitian ini akan berfokus pada term libâs dengan menggunakan pendekatan ma'nâ cum maghzâ Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji konsep pakaian dalam al-Qurˋan melalui interpretasi kata "libâs" menggunakan pendekatan ma'nâ cum maghzâ dan mengungkap makna historis, signifikansi fenomenal historis, dan signifikansi fenomenal dinamis dari kata "libâs" dalam surah al-A'raf ayat 26. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang menganalisis sumber-sumber primer berupa al-Qurˋan dan sumber sekunder berupa kitab-kitab tafsir, buku, artikel, dan karya ilmiah lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata "libâs" mengalami perubahan makna yang signifikan dari masa pra-Islam hingga turunnya al-Qurˋan. Pada masa pra-Islam, "libâs" hanya dimaknai sebagai pakaian lahiriah, namun setelah turunnya al-Qur'an, maknanya berkembang mencakup dimensi spiritual seperti amal salih, iman, dan ketakwaan. Analisis historis mengungkapkan bahwa ayat ini turun sebagai respons terhadap praktik tawaf telanjang yang dilakukan masyarakat Arab jâhiliyyah di sekitar Ka'bah. Signifikansi fenomenal historis ayat ini menunjukkan bahwa Allah Swt hendak membimbing manusia menuju peradaban yang lebih bermoral, khususnya dalam hal berpakaian. Sementara itu, signifikansi fenomenal dinamisnya mengungkap empat pesan utama tentang fungsi pakaian: menghindari rasa malu dengan menutup aurat, sebagai perhiasan, melindungi diri, dan sebagai identitas. Lebih jauh, penelitian ini menemukan bahwa ayat tersebut mengandung dua pesan transformatif penting: pertama, transformasi budaya dan peradaban dalam berpakaian dari masa jâhiliyyah menuju masyarakat yang bermoral, dan kedua, pentingnya menjaga martabat dan identitas melalui cara berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama

    Pengaruh Growth Mindset terhadap Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja pada Fresh Graduate di Universitas Islam Negeri Antasari (UIN) Banjarmasin

    Get PDF
    Kecemasan menghadapi dunia kerja seringkali muncul akibat ketidakpastian dan konflik batin yang dirasakan individu. Sebagian orang memandang tantangan kerja sebagai peluang, namun yang lain merasa takut menghadapi dunia kerja, bahkan menunjukkan reaksi fisik seperti jantung berdebar atau tangan berkeringat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat growth mindset, tingkat kecemasan menghadapi dunia kerja, dan pengaruh growth mindset terhadap kecemasan menghadapi dunia kerja pada fresh graduate UIN Antasari Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional untuk menganalisis pengaruh growth mindset terhadap kecemasan menghadapi dunia kerja pada fresh graduate UIN Antasari Banjarmasin. Populasi penelitian adalah seluruh wisudawan sarjana ke-78 dan ke-79 UIN Antasari Banjarmasin dengan total 1.591 orang. Sampel penelitian ditentukan menggunakan tabel Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh 286 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling berdasarkan kriteria: fresh graduate berusia 20–25 tahun, belum bekerja, sedang mencari pekerjaan, dan bersedia menjadi responden. Adapun aspek growth mindset yang dikembangkan oleh Carol Dweck yaitu intelegensi bakat dan karakter dapat dikembangkan, tantangan kesulitan dan kegagalan penting untuk pengembangan diri, usaha dan kerja keras memberikan kontribusi pada kesuksesan, kritik dan masukan orang lain feedback keberhasilan. Aspek kecemasan menghadapi dunia kerja berupa reaksi fisik, pemikiran, perilaku dan suasana hati. Hasil penelitian ini, diketahui 1) Tingkat growth mindset fresh graduate berada pada kategori tinggi sebanyak 204 responden, 82 responden berada pada kategori sedang. 2) Tingkat kecemasan menghadapi dunia kerja pada fresh graduate sebanyak 52 responden berada pada kategori tinggi, 218 responden berada pada kategori sedang, dan 16 responden berada pada kategori rendah. 3) Terdapat korelasi yang signifikan antara variabel growth mindset dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada fresh graduate UIN Antasari Banjarmasin dengan nilai sebesar ,010 > r tabel. Hasil koefisien determinasi diketahui R square sebesar 0,007 atau sama dengan 0,7%. Maka kesimpulannya variabel growth mindset terhadap kecemasan menghadapi dunia kerja sebesar 0,7% dan sisanya sebesar 99,3% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor penyebab lain

    Elemen Ornamen Khas Banjar pada Mushaf Al-Qur’an dengan Terjemahannya Bahasa Banjar

    Get PDF
    Ciri khas karya-karya Al-Qur’an yang diterjemahkan kedalam bahasa daerah selain dapat terlihat melalui bahasanya, dapat pula dilihat dari sentuhan ornamen-ornamen yang merepresentasikan budaya lokal tersebut. Muatan kesenian lokal biasa dijumpai pada iluminasi ornamen mushaf-mushaf terjemahan tidak terkecuali yang ada pada Mushaf Al-Qur’an dengan Terjemahannya Bahasa Banjar keluaran edisi 2020. Hubungan dekat antara Masyarakat Banjar dengan agama Islam dapat terlihat dari bagaimana mereka menuangkan pesan-pesan tersirat melalui ragam seni ornamen yang mereka buat. Penelitian ini merupakan kajian kualitatif yang membahas persoalan seperti: Pertama, Ornamen khas Banjar apa saja yang digunakan pada iluminasi sesuai klasifikasi berdasarkan jenis di mana mereka ditemukan dan digunakan; Kedua, Menelaah makna-makna yang tersembunyi dari simbol-simbol yang digunakan pada ornamen tersebut melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce dan terakhir; Ketiga, melakukan analisis mengenai relevansi dari makna-makna yang ditemukan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dari rumusan-rumusan masalah yang ingin dicari jawabannya, ditemukan bahwasanya: Pertama, ditemukan paling tidak sepuluh ornamen dengan dua klasifikasi dari ornamen pada Rumah Adat Banjar dan klasifikasinya yang merupakan ornamen pada motif Kain Sasirangan, yang Kedua, dapat dibuktikan bahwasanya ornamen-ornamen sebagai representasi simbolis benda-benda yang ada disekitar mereka memiliki kandungan makna di dialamnya, hal ini sesuai dengan apa yang dimukakan dari teori segitiga makna Semiotika Charles Sanders Peirce; dan terakhir yang Ketiga, ditemukan relevansi yang sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung pada Al-Qur’an dalam makna makna yang terkandung pada ornamen-ornamen tersebut dan ditemukan pula ornamen yang secara langsung mengambil pemaknaannya dari potongan ayat Al Qur’an. Dengan demikian penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana hubungan antara masyarakat suku Banjar khususnya di periode di mana ornamen-ornamen tersebut berada dalam kehidupan mereka dengan ajaran agama Islam tidak hanya melalui fakta bahwasanya Al-Qur’an memiliki terjemahan ke Bahasa Banjar, akan tetapi juga bisa dilihat dari kandungan makna ornamen ornamen khas Banja

    Analisis SWOT Bimbingan Pemantapan Manasik Haji di UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin Tahun 2024

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi karena waktu kegiatan bimbingan pemantapan manasik haji yang cukup singkat. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi untuk penentuan strategi agar waktu yang digunakan lebih efektif dalam menyampaikan materi. Penelitian ini dilakukan dengan Analisis SWOT bimbingan pemantapan manasik haji di UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin Tahun 2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bimbingan manasik haji dan analisis SWOT bimbingan pemantapan manasik haji di UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjeknya adalah Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, pembimbing ibadah, dan 15 jemaah haji dan objeknya adalah Analisis SWOT pada mutawif, metode, sarana dan prasarana dalam bimbingan pemantapan manasik haji. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumenter. Hasil penelitian menunjukan bahwa bimbingan pemantapan manasik haji yang dilakukan saat kegiatan pemantapan manasik haji berjalan dengan baik. Adapun hasil analisis SWOT melalui objek penelitian menemukan kekuatan yang ada pada aspek Strengths dan Weaknesses yaitu, mutawif yang ada sangat berkompeten, metode yang digunakan mudah dipahami, serta sarana dan prasarana yang cukup lengkap. Kelemahan yang terdapat pada kegiatan pemantapan manasik haji adalah tidak adanya pergantian mutawif dalam menyampaikan materi, waktu pemantapan manasik haji yang singkat, dan tidak adanya pemantapan manasik haji pada lansia. Hasil lain yang ditemukan peneliti adalah mengenai strategi Strengths Opportunities yang digunakan untuk memeprtahankan kerjasama tim agar hubungan dengan stakeholder berjalan baik, serta memperbanyak narasumber untuk mengisi podcast. Strategi kedua yaitu Weakness-Opportunities yang digunakan untuk mengadakan pelatihan sertifikasi pembimbing manasik haji dengan pihak terkait dan mengadakan pelatihan untuk mengaktifkan kembali ruang podcast. Ketiga, strategi Strengths-Threats gunakan keunggulan manasik yang ada dengan media pembelajaran menarik. Terakhir, strategi Weakness- Threats mengadakan mansik secara darin

    Korelasi Strategi Pembelajaran Picture And Picture Dengan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran SKI Kelas VIII Di MTs Ibtidaussalam Anjir Pasar

    Get PDF
    Pembelajaran tidak terlepas dari peran guru dalam menentukan pembelajaran yang baik. Pembelajaran yang baik harus sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat membantu peserta didik dalam belajar. Strategi pembelajaran menjadi salah satu faktor yang secara signifikan mempengaruhi hasil belajar. Salah satu penyebab minat belajar peserta didik rendah adalah strategi yang dipakai kurang tepat, maka guru harus menggunakan strategi yang tepat dalam mengajarkan materi pembelajaran agar pembelajaran efektif dan efisien. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi pembelajaran Picture and Picture ini Pada Mata Pelajaran SKI Kelas VIII di MTs Ibtidaussalam Anjir Pasar, Untuk mengetahui bagaimana hasil belajar peserta didik dari pembelajaran Picture and Picture ini Pada Mata Pelajaran SKI Kelas VIII di MTs Ibtidaussalam Anjir Pasar, Untuk mengetahui apakah ada korelasi antara Strategi Pembelajaran Picture and Picture dengan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran SKI Kelas VIII di MTs Ibtidaussalam Anjir Pasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional dengan melakukan uji korelasi dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kuantitatif yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data yang dapat diukur secara statistik, sehingga memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan yang lebih objektif dan generalisasi dari hasil penelitian Hasil dari penelitian ini adalah nilai korelasi yang didapat Rhitung 0, 999 > Rtabel 0,997, yang berarti ada korelasi penggunaan strategi pembelajaran Picture and Picture dengan hasil belajar peserta didik kelas VIII di MTs Ibtidaussala

    Pendapat Kepala KUA dan Penghulu Kota Banjarbaru tentang Tes HIV/AIDS Sebagai Persyaratan Nikah

    Get PDF
    Perkawinan merupakan sunnatullah dan kehendak dari setiap manusia, dalam menjalankan sebuah pernikahan tentunya terdapat rukun dan syarat yang harus dipenuhi agar pernikahan tersebut dapat dikatakan sah. Tujuan pernikahan diantaranya ialah untuk mendapat keturunan dan menjadi keluarga sakinah, agar tujuan tersebut tercapai salah satunya yaitu aspek kesehatan. Kemudian bagaimana hukum perkawinan yang dilaksanakan orang yang menderita penyakit HIV/AIDS yang mungkin akan membahayakan bagi kelangsungan perkawinan, pasangan, maupun keturunan selanjutnya. Penelitian ini berfokus pada pendapat kepala KUA dan penghulu Kota Banjarbaru tentang tes HIV/AIDS sebagai syarat nikah. Jenis penelitian yang digunakan adalah empiris/field research dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi dengan Kepala KUA dan Penghulu di Kota Banjarbaru. Analisis data dilakukan melalui proses editing, klasifikasi, dan kesimpulan, serta analisis deskriptif kualitatif. Dalam hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pendapat tentang tes HIV/AIDS sebagai persyaratan nikah. 4 dari 5 KUA dan Penghulu di Kota Banjarbaru sebagai informan setuju dengan adanya tes bebas HIV/AIDS sebagai tambahan persyaratan nikah, sedangkan 1 informan lainnya tidak setuju dengan adanya tes bebas HIV/AIDS sebagai tambahan persyaratan nikah. hal yang mendasari 4 informan setuju dengan penambahan syarat ini dikarenakan berdasarkan kemashlahatan masyarakat agar terhindar dan mengurangi penyakit tersebut, sedangkan 1 informan yang kurang setuju dikarenakan mengkhawatirkan adanya tambahan beban administratif bagi masyarakat karena adanya penambahan persyaratan nikah

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇