IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Bimbingan Belajar Membaca Al-Qur’an pada lansia di Majelis Taklim Syamsul Hidayah Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwasanya bimbingan
belajar membaca al-Qur’an pada lansia ini sangatlah bermanfaat dan berperan
penting untuk meningkatkan kualitas bacaan para lansia. Berkaitan dengan latar
belakang masalah, peneliti memfokuskan masalah tersebut pada pembahasan
tentang bagaimana pelaksanaan bimbingan belajar membaca al-Qur'an pada lansia
di Majelis Taklim Syamsul Hidayah Banjarmasin juga terkait kendala dalam
pelaksanaan bimbingan belajar membaca al-Qur’an pada lansia di Majelis Taklim
Syamsul Hidayah Banjarmasin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pelaksanaan bimbingan belajar membaca al-Qur’an pada lansia di Majelis Taklim
Syamsul Hidayah Banjarmasin serta mengetahui kendala dalam bimbingan belajar
membaca al-Qur’an pada lansia di Majelis Taklim Syamsul Hidayah Banjarmasin.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
lapangan (Field Research) dengan jenis pendekatan penelitian kualitatif yang
bersifat deskriptif. Subjek penelitian yakni ustazah sebagai pembimbing dan para
lansia yang berada di majelis taklim Syamsul Hidayah Banjarmasin.
Hasil dari penelitian ini yaitu bimbingan belajar membaca al-Qur’an pada
lansia di Majelis Taklim Syamsul Hidayah mempunyai beberapa tahapan dalam
melaksanakan bimbingan. Yaitu tahap awal (pengenalan makhorijul huruf
menggunakan metode Iqro) dan tahap inti (Lansia sudah berada di Al-Qur’an).
Untuk tahap pelaksanaannya sebelum membaca al-Qur’an, setiap lansia membaca
lafadz istighfar dulu untuk meminta ampun kepada Allah SWT, selanjutnya proses
membaca Iqro dan al-Qur’an, dan tahap terakhir yaitu ditutup dengan membaca
shadaqallahul adzim, lafadz hamdalah dan membaca doa kafaratul majelis.
Sedangkan untuk kendala dalam pelaksanaan bimbingan ada dari kendala lansia
yaitu kendala perhatian, memori, fungsi kognitif, kemampuan berbicara,
pemrosesan visuospasial dan kemunduran fisik. Kendala yang kedua yaitu kendala
dari pembimbing, yang sering sakit-sakitan, kendala yang ketiga dari fasilitas yang
kurang memadai dan kendala yang terakhir yaitu kendala dalam waktu dan alokasi
materi
Dampak Disorganisasi Orang Tua Terhadap Pandangan Anak Dalam Pernikahan (Studi Kasus Di Kota Banjarmasin)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketidak terorganisirnya suatu keluarga
yang mengacu pada keadaan dimana struktur, fungsi, dan dinamika keluarga tidak
berjalan sesuai dengan norma atau harapan pada sebuah pernikahan, sehingga
terjadilah disorganisasi pada keluarga seperti perceraian, ketidak stabilan
emosional serta finansial dan ketidak hadiran salah satu orang tua, yang
menimbulkan dampak terhadap pandangan anak dalam pernikahan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang terjadinya
disorganisasi orang tua dan dampak serta pandangan anak dalam pernikahan akibat
terjadinya disorganisasi pada orang tuanya.
Jenis penelitian ini adalah hukum empiris dan menggunakan pendekatan
sosiologis. Subjek pada penelitian ini adalah lima orang anak dan orang tua. Objek
penelitian ini adalah gambaran disorganisasi orang tua serta pandangan anak dalam
pernikahan. sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yang
didapatkan dari hasil wawancara dan data sekunder yang berasal dari buku, jurnal,
artikel dan sumber data lainnya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disorganisasi orang tua dapat
menimbulkan dampak kepada anak dan menyebabkan anak memiliki pandangan
yang berbeda terhadap pernikahan. Dampak yang terjadi adalah anak memiliki
beban yang berlebih, tidak dapat melanjutkan pendidikannya, tidak mendapatkan
kasih sayang yang layak dari orang tuanya. Sedangkan pandangan anak terhadap
pernikahan memiliki pandangan yang berbeda, seperti timbulnya rasa takut untuk
menikah, selectif dalam memilih pasangan, menunda pernikahan karena ingin
menstabilkan kondisi disorganisasi orang tuany
Representasi Pemahaman Ayat-Ayat Al Qur’an dalam Animasi Nussa dan Rara
Animasi Nussa dan Rara adalah animasi Islami asli hasil buatan Indonesia,
yang mana didalamnya terdapat banyak sekali ajaran-ajaran Islam dan ilmu
lainnya yang bisa dipraktekkan dalam kehidupam sehari-hari. Dalam animasi ini,
banyak sekali dijelaskan pemahaman tentang ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist
Rasulullah. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih
dalam bagaimana metode penyampaian dan metode pemahaman ayat-ayat Al
Qur’an dalam animasi Nussa dan Rara serta bagaimana korelasi ayat-ayat Al
Qur’an tersebut dengan tafsir-tafsir dan judul episodenya. Penelitian ini
merupakan penelitian pustaka (library research), dengan menggunakan
pendekatan kualitatif. Kemudian penelitian ini menggunakan metode interpretatif
deskriptif dengan tujuan untuk memahami makna dari peristiwa atau fenomena
sosial yang terjadi dalam animasi Nussa dan Rara. Adapun teknik pengumpulan
data ini dengan menggunakan metode pengumpulan data (dokumentasi) dan
metode analisis serta analisis semiotika untuk memudahkan menemukan tanda
tanda pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an dalam animasi Nussa dan Rara.
Hasil analisis menunjukkan bahwa metode penyampaian ayat-ayat Al
Qur’an dalam animasi Nussa dan Rara yaitu hanya menyampaikan terjemahannya
saja dengan menyebutkan nama surah dan nomor ayatnya tanpa melantunkan ayat
Al-Qur’annya. Adapun metode pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an yang digunakan
dalam animasi Nussa dan Rara adalah secara tekstual yaitu sesuai dengan
terjemah ayat Al-Qur’an yang disampaikan pada umumnya dan ringkas
sebagaimana tafsir Ijmali. Selanjutnya peneliti melakukan analisis dengan Tafsir
Jalalain sebagai kitab tafsir yang sifatnya juga Ijmali serta analisis korelasi yang
menggunakan metode Muqaran (Komparatif) dengan kitab Tafsir Ibnu Katsir,
Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah. Sehingga setelah dianalisis pemahaman
ayat-ayat Al-Qur’an yang terdapat dalam animasi Nussa dan Rara ternyata
memiliki kesesuaian dengan tafsir-tafsir dan intisari ayat Al-Qur’annya juga
masih sejalan dengan judul episodeny
Peran Guru Akidah Akhlak Terhadap Kecerdasan Emosional Peserta Didik Kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Sinar Islam
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Guru Akidah Akhlak
dalam meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik kelas V di MI Sinar
Islam serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan
kecerdasan emosional peserta didik kelas V di MI Sinar Islam.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
kualitatif. Adapun subjek penelitian ini guru Akidah Akhlak kelas V dan siswa
kelas V di MI Sinar Islam. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa,
guru Akidah Akhlak sangat berperan penting dalam meningkatkan kecerdasan
emosional peserta didik kelas V dengan berperan sebagai pendidik, fasilitator,
motivator, teladan dan evaluator bagi peserta didik kelas V. Peran yang di lakukan
guru Akidah Akhlak dalam meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik
meliputi aspek memahami emosi peserta didik, dapat mengolah emosi peserta
didik, membimbing peserta didik, memberikan motivasi dan mengevaluasi
kecerdasan emosional peserta didik kelas V. Serta faktor pendukung dalam
meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik kelas V di Madrasah Ibtidaiyah
Sinar Islam adalah guru dan orang tua, dan faktor penghambat dalam
meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik kelas V di Madrasah Ibtidaiyah
Sinar Islam adalah pertemanan
Konsep Pakaian dalam Al-Qurˋan (Interpretasi Kata “Libâs” Pendekatan Ma'nâ Cum Maghzâ)
Pada era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan pesat di berbagai
aspek kehidupan, termasuk teknologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, terjadi
transformasi dalam gaya berpakaian yang dapat dilihat dari munculnya berbagai
tren. Dalam konteks Islam, pakaian (libâs) telah diatur dalam al-Qurˋan sebagai
sumber hukum utama yang bersifat dinamis, mutlak, dan benar, dengan fungsi
sebagai penutup aurat dan identitas. al-Qurˋan sendiri memiliki beberapa term yang
berkaitan dengan pakaian, seperti tsiyâb, sarâbîl, zînah, jalâbîb, khumûr, dan
rîsyân, namun penelitian ini akan berfokus pada term libâs dengan menggunakan
pendekatan ma'nâ cum maghzâ
Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji konsep pakaian dalam al-Qurˋan
melalui interpretasi kata "libâs" menggunakan pendekatan ma'nâ cum maghzâ dan
mengungkap makna historis, signifikansi fenomenal historis, dan signifikansi
fenomenal dinamis dari kata "libâs" dalam surah al-A'raf ayat 26.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian
kepustakaan (library research) yang menganalisis sumber-sumber primer berupa
al-Qurˋan dan sumber sekunder berupa kitab-kitab tafsir, buku, artikel, dan karya
ilmiah lainnya yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata "libâs" mengalami perubahan
makna yang signifikan dari masa pra-Islam hingga turunnya al-Qurˋan. Pada masa
pra-Islam, "libâs" hanya dimaknai sebagai pakaian lahiriah, namun setelah
turunnya al-Qur'an, maknanya berkembang mencakup dimensi spiritual seperti
amal salih, iman, dan ketakwaan. Analisis historis mengungkapkan bahwa ayat ini
turun sebagai respons terhadap praktik tawaf telanjang yang dilakukan masyarakat
Arab jâhiliyyah di sekitar Ka'bah. Signifikansi fenomenal historis ayat ini
menunjukkan bahwa Allah Swt hendak membimbing manusia menuju peradaban
yang lebih bermoral, khususnya dalam hal berpakaian. Sementara itu, signifikansi
fenomenal dinamisnya mengungkap empat pesan utama tentang fungsi pakaian:
menghindari rasa malu dengan menutup aurat, sebagai perhiasan, melindungi diri,
dan sebagai identitas. Lebih jauh, penelitian ini menemukan bahwa ayat tersebut
mengandung dua pesan transformatif penting: pertama, transformasi budaya dan
peradaban dalam berpakaian dari masa jâhiliyyah menuju masyarakat yang bermoral, dan kedua, pentingnya menjaga martabat dan identitas melalui cara
berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama
Pengaruh Growth Mindset terhadap Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja pada Fresh Graduate di Universitas Islam Negeri Antasari (UIN) Banjarmasin
Kecemasan menghadapi dunia kerja seringkali muncul akibat ketidakpastian
dan konflik batin yang dirasakan individu. Sebagian orang memandang tantangan
kerja sebagai peluang, namun yang lain merasa takut menghadapi dunia kerja,
bahkan menunjukkan reaksi fisik seperti jantung berdebar atau tangan berkeringat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat growth mindset, tingkat
kecemasan menghadapi dunia kerja, dan pengaruh growth mindset terhadap
kecemasan menghadapi dunia kerja pada fresh graduate UIN Antasari
Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional
untuk menganalisis pengaruh growth mindset terhadap kecemasan menghadapi
dunia kerja pada fresh graduate UIN Antasari Banjarmasin. Populasi penelitian
adalah seluruh wisudawan sarjana ke-78 dan ke-79 UIN Antasari Banjarmasin
dengan total 1.591 orang. Sampel penelitian ditentukan menggunakan tabel Isaac
dan Michael dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh 286 responden.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling
berdasarkan kriteria: fresh graduate berusia 20–25 tahun, belum bekerja, sedang
mencari pekerjaan, dan bersedia menjadi responden. Adapun aspek growth
mindset yang dikembangkan oleh Carol Dweck yaitu intelegensi bakat dan
karakter dapat dikembangkan, tantangan kesulitan dan kegagalan penting untuk
pengembangan diri, usaha dan kerja keras memberikan kontribusi pada
kesuksesan, kritik dan masukan orang lain feedback keberhasilan. Aspek
kecemasan menghadapi dunia kerja berupa reaksi fisik, pemikiran, perilaku dan
suasana hati.
Hasil penelitian ini, diketahui 1) Tingkat growth mindset fresh graduate berada
pada kategori tinggi sebanyak 204 responden, 82 responden berada pada kategori
sedang. 2) Tingkat kecemasan menghadapi dunia kerja pada fresh graduate
sebanyak 52 responden berada pada kategori tinggi, 218 responden berada pada
kategori sedang, dan 16 responden berada pada kategori rendah. 3) Terdapat
korelasi yang signifikan antara variabel growth mindset dengan kecemasan
menghadapi dunia kerja pada fresh graduate UIN Antasari Banjarmasin dengan
nilai sebesar ,010 > r tabel. Hasil koefisien determinasi diketahui R square sebesar
0,007 atau sama dengan 0,7%. Maka kesimpulannya variabel growth mindset
terhadap kecemasan menghadapi dunia kerja sebesar 0,7% dan sisanya sebesar
99,3% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor penyebab lain
Elemen Ornamen Khas Banjar pada Mushaf Al-Qur’an dengan Terjemahannya Bahasa Banjar
Ciri khas karya-karya Al-Qur’an yang diterjemahkan kedalam bahasa
daerah selain dapat terlihat melalui bahasanya, dapat pula dilihat dari sentuhan
ornamen-ornamen yang merepresentasikan budaya lokal tersebut. Muatan kesenian
lokal biasa dijumpai pada iluminasi ornamen mushaf-mushaf terjemahan tidak
terkecuali yang ada pada Mushaf Al-Qur’an dengan Terjemahannya Bahasa Banjar
keluaran edisi 2020. Hubungan dekat antara Masyarakat Banjar dengan agama
Islam dapat terlihat dari bagaimana mereka menuangkan pesan-pesan tersirat
melalui ragam seni ornamen yang mereka buat. Penelitian ini merupakan kajian
kualitatif yang membahas persoalan seperti: Pertama, Ornamen khas Banjar apa
saja yang digunakan pada iluminasi sesuai klasifikasi berdasarkan jenis di mana
mereka ditemukan dan digunakan; Kedua, Menelaah makna-makna yang
tersembunyi dari simbol-simbol yang digunakan pada ornamen tersebut melalui
pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce dan terakhir; Ketiga, melakukan
analisis mengenai relevansi dari makna-makna yang ditemukan dengan nilai-nilai
yang terkandung di dalam Al-Qur’an.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dari rumusan-rumusan masalah
yang ingin dicari jawabannya, ditemukan bahwasanya: Pertama, ditemukan paling
tidak sepuluh ornamen dengan dua klasifikasi dari ornamen pada Rumah Adat
Banjar dan klasifikasinya yang merupakan ornamen pada motif Kain Sasirangan,
yang Kedua, dapat dibuktikan bahwasanya ornamen-ornamen sebagai representasi
simbolis benda-benda yang ada disekitar mereka memiliki kandungan makna di
dialamnya, hal ini sesuai dengan apa yang dimukakan dari teori segitiga makna
Semiotika Charles Sanders Peirce; dan terakhir yang Ketiga, ditemukan relevansi
yang sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung pada Al-Qur’an dalam makna
makna yang terkandung pada ornamen-ornamen tersebut dan ditemukan pula
ornamen yang secara langsung mengambil pemaknaannya dari potongan ayat Al
Qur’an. Dengan demikian penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai
bagaimana hubungan antara masyarakat suku Banjar khususnya di periode di mana
ornamen-ornamen tersebut berada dalam kehidupan mereka dengan ajaran agama
Islam tidak hanya melalui fakta bahwasanya Al-Qur’an memiliki terjemahan ke
Bahasa Banjar, akan tetapi juga bisa dilihat dari kandungan makna ornamen
ornamen khas Banja
Analisis SWOT Bimbingan Pemantapan Manasik Haji di UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin Tahun 2024
Penelitian ini dilatar belakangi karena waktu kegiatan bimbingan
pemantapan manasik haji yang cukup singkat. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi
untuk penentuan strategi agar waktu yang digunakan lebih efektif dalam
menyampaikan materi. Penelitian ini dilakukan dengan Analisis SWOT bimbingan
pemantapan manasik haji di UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin Tahun
2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bimbingan manasik haji dan analisis
SWOT bimbingan pemantapan manasik haji di UPT Asrama Haji Embarkasi
Banjarmasin.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan
subjeknya adalah Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, pembimbing
ibadah, dan 15 jemaah haji dan objeknya adalah Analisis SWOT pada mutawif,
metode, sarana dan prasarana dalam bimbingan pemantapan manasik haji. Adapun
teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan
dokumenter.
Hasil penelitian menunjukan bahwa bimbingan pemantapan manasik haji
yang dilakukan saat kegiatan pemantapan manasik haji berjalan dengan baik.
Adapun hasil analisis SWOT melalui objek penelitian menemukan kekuatan yang
ada pada aspek Strengths dan Weaknesses yaitu, mutawif yang ada sangat
berkompeten, metode yang digunakan mudah dipahami, serta sarana dan prasarana
yang cukup lengkap. Kelemahan yang terdapat pada kegiatan pemantapan manasik
haji adalah tidak adanya pergantian mutawif dalam menyampaikan materi, waktu
pemantapan manasik haji yang singkat, dan tidak adanya pemantapan manasik haji
pada lansia. Hasil lain yang ditemukan peneliti adalah mengenai strategi Strengths
Opportunities yang digunakan untuk memeprtahankan kerjasama tim agar
hubungan dengan stakeholder berjalan baik, serta memperbanyak narasumber
untuk mengisi podcast. Strategi kedua yaitu Weakness-Opportunities yang
digunakan untuk mengadakan pelatihan sertifikasi pembimbing manasik haji
dengan pihak terkait dan mengadakan pelatihan untuk mengaktifkan kembali ruang
podcast. Ketiga, strategi Strengths-Threats gunakan keunggulan manasik yang ada
dengan media pembelajaran menarik. Terakhir, strategi Weakness- Threats
mengadakan mansik secara darin
Korelasi Strategi Pembelajaran Picture And Picture Dengan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran SKI Kelas VIII Di MTs Ibtidaussalam Anjir Pasar
Pembelajaran tidak terlepas dari peran guru dalam menentukan
pembelajaran yang baik. Pembelajaran yang baik harus sesuai dengan kebutuhan,
sehingga dapat membantu peserta didik dalam belajar. Strategi pembelajaran
menjadi salah satu faktor yang secara signifikan mempengaruhi hasil belajar. Salah
satu penyebab minat belajar peserta didik rendah adalah strategi yang dipakai
kurang tepat, maka guru harus menggunakan strategi yang tepat dalam mengajarkan
materi pembelajaran agar pembelajaran efektif dan efisien.
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi
pembelajaran Picture and Picture ini Pada Mata Pelajaran SKI Kelas VIII di MTs
Ibtidaussalam Anjir Pasar, Untuk mengetahui bagaimana hasil belajar peserta didik
dari pembelajaran Picture and Picture ini Pada Mata Pelajaran SKI Kelas VIII di
MTs Ibtidaussalam Anjir Pasar, Untuk mengetahui apakah ada korelasi antara
Strategi Pembelajaran Picture and Picture dengan Hasil Belajar Peserta Didik Pada
Mata Pelajaran SKI Kelas VIII di MTs Ibtidaussalam Anjir Pasar.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional dengan melakukan
uji korelasi dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
penelitian kuantitatif yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data yang dapat
diukur secara statistik, sehingga memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan
yang lebih objektif dan generalisasi dari hasil penelitian
Hasil dari penelitian ini adalah nilai korelasi yang didapat Rhitung 0, 999 >
Rtabel 0,997, yang berarti ada korelasi penggunaan strategi pembelajaran Picture
and Picture dengan hasil belajar peserta didik kelas VIII di MTs Ibtidaussala
Pendapat Kepala KUA dan Penghulu Kota Banjarbaru tentang Tes HIV/AIDS Sebagai Persyaratan Nikah
Perkawinan merupakan sunnatullah dan kehendak dari setiap manusia,
dalam menjalankan sebuah pernikahan tentunya terdapat rukun dan syarat yang harus
dipenuhi agar pernikahan tersebut dapat dikatakan sah. Tujuan pernikahan diantaranya
ialah untuk mendapat keturunan dan menjadi keluarga sakinah, agar tujuan
tersebut tercapai salah satunya yaitu aspek kesehatan. Kemudian bagaimana
hukum perkawinan yang dilaksanakan orang yang menderita penyakit HIV/AIDS
yang mungkin akan membahayakan bagi kelangsungan perkawinan, pasangan,
maupun keturunan selanjutnya. Penelitian ini berfokus pada pendapat kepala
KUA dan penghulu Kota Banjarbaru tentang tes HIV/AIDS sebagai syarat nikah.
Jenis penelitian yang digunakan adalah empiris/field research dengan
pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan
dokumentasi dengan Kepala KUA dan Penghulu di Kota Banjarbaru. Analisis data
dilakukan melalui proses editing, klasifikasi, dan kesimpulan, serta analisis
deskriptif kualitatif.
Dalam hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pendapat
tentang tes HIV/AIDS sebagai persyaratan nikah. 4 dari 5 KUA dan Penghulu di
Kota Banjarbaru sebagai informan setuju dengan adanya tes bebas HIV/AIDS
sebagai tambahan persyaratan nikah, sedangkan 1 informan lainnya tidak setuju
dengan adanya tes bebas HIV/AIDS sebagai tambahan persyaratan nikah. hal
yang mendasari 4 informan setuju dengan penambahan syarat ini dikarenakan
berdasarkan kemashlahatan masyarakat agar terhindar dan mengurangi penyakit
tersebut, sedangkan 1 informan yang kurang setuju dikarenakan mengkhawatirkan
adanya tambahan beban administratif bagi masyarakat karena adanya penambahan
persyaratan nikah