IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Strategi Pendidikan akhlak di Musholla Ihya Ulumuddin di Desa Sungai Rasau Kecamatan Bumi Makmur Kabupaten Tanah Laut
Pendidikan akhlak merupakan aspek penting dalam membentuk
kepribadian dan karakter umat Islam. Musholla Ihya Ulumuddin di Desa Sungai
Rasau berperan sebagai lembaga pendidikan nonformal yang membina akhlak
jamaah melalui kegiatan majelis taklim. Pembinaan tersebut dilakukan dengan
strategi keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, serta dialog yang disesuaikan
dengan kondisi jamaah. Strategi pendidikan akhlak yang tepat diperlukan agar
nilai-nilai moral dapat dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh
karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji strategi pendidikan akhlak di
Musholla Ihya Ulumuddin.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pendidikan akhlak
dan mengetahaui respons jamaah di Musholla Ulumuddin Desa Sungai Rasau
Kecamatan Bumi Makmur Kabupaten Tanah Laut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Subjek penelitian meliputi guru majelis taklim, jamaah,
dan pengurus musholla. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles
dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan akhlak di
Musholla Ihya Ulumuddin meliputi keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat,
serta diskusi dan dialog. Strategi tersebut disampaikan secara sederhana,
kontekstual, dan sesuai dengan kondisi jamaah sehingga mudah dipahami dan
diamalkan. Respons jamaah terhadap pembinaan akhlak sangat positif. Jamaah
menunjukkan perubahan perilaku yang lebih baik, seperti meningkatnya kesadaran
beribadah, sikap sopan dalam pergaulan, serta kepedulian sosial. Hal ini
membuktikan bahwa strategi pendidikan akhlak yang diterapkan efektif dalam
membina akhlak jamaa
Peran Guru BK dalam Kematangan Karier Siswa Kelas 12 di SmanMAN Banua Kalsel Bilingual Boarding School
Masa SMA adalah periode kritis transisi menuju kedewasaan, di
mana siswa kelas 12 sering menghadapi kebingungan dan kecemasan dalam
menentukan pilihan karier atau studi lanjutan. Hal ini menuntut adanya
peran signifikan dari Guru Bimbingan dan Konseling (BK) untuk
memfasilitasi pencapaian kematangan karier siswa. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran konkret Guru BK, serta
mengidentifikasi
faktor-faktor
pendukung dan penghambat yang
memengaruhi upaya tersebut di SMAN BANUA KALSEL BILINGUAL
BOARDING SCHOOL.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis
penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian dilakukan di SMAN
BANUA KALSEL BILINGUAL BOARDING SCHOOL. Data dikumpulkan
melalui teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap
Guru BK dan siswa kelas 12 sebagai subjek penelitian. Analisis data
dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil studi menunjukkan bahwa Guru BK memegang peran penting
dalam proses kematangan karier siswa. Peran yang dijalankan meliputi
pemberian wawasan karier yang luas, sosialisasi program studi perguruan
tinggi, membantu identifikasi minat dan bakat siswa, serta pengembangan
keterampilan esensial. Namun, efektivitas layanan ini terkendala oleh
beberapa faktor penghambat, termasuk adanya stigma Guru BK sebagai
"polisi sekolah," rasio siswa yang besar sehingga layanan individual
menjadi terbatas, kurangnya ketersediaan ruang konseling yang memadai,
serta minimnya keterlibatan dan dukungan aktif dari pihak orang tua dalam
proses bimbingan karier siswa
Penerapan Kedisiplinan Pada Sholat Subuh Berjamaah Di Panti Asuhan Anak Yatim/Piatu Putri Asri Jalan Tol. Basirih Km. 10.
Penelitian ini dilatar belakangi dengan banyaknya anak panti yang kurang
mengerti dalam pendidikan agama Islam dan bagi anak panti diutamakan untuk
belajar tatacara sholat dan membaca al-qur‟an serta belajar ber akhlak. Dengan itu
diajarkanlah dasar-dasar pendidikan agama Islam di Panti Asuhan Anaka Yatim-
Piatu Putri Asri agar dapat membantu para anak-anak pantinya untuk belajar
dasar-dasar pendidikan agama Islam.
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui gambaran kedisiplinan pada
anak panti asuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan
kedisiplinan pada sholat subuh berjamaah di panti asuhan anak yatim-piatu putri
asri dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kedisiplinan pada sholat
subuh berjamaah di Panti Asuhan Anak Yatim-Piatu Putri Asri, panti asuhan yang
di teliti pada penelitian ini adalah Panti Asuhan Anak Yatim-Piatu Putri Asri Jalan
Tol Basirih Km. 10..
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan deskriptif kualitatif, subjek penelitian yaitu Pengasuh Panti dan
anak panti. Objek penelitiannya adalah Penerapan Kedisplinan Pada Sholat Subuh
Berjamaah di Panti Asuhan Anak Yatim-Piatu Putri Asri Jalan Tol Basirih Km.
10. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.
Adapun teknik pengolahan data yang digunakan yaitu koleksi data, editing, dan
interpretasi data sedangkan analisis data menggunkan analisis kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kedisiplinan salat Subuh
berjamaah di Panti Asuhan Putri Asri dilakukan melalui pembiasaan yang
konsisten, pendekatan edukatif oleh pengasuh, serta pemberlakuan aturan dan
sanksi secara bertahap. Anak-anak dibimbing untuk bangun tepat waktu,
mengikuti jadwal ibadah, dan menerima peringatan atau tindakan langsung jika
terjadi pelanggaran. Faktor yang memengaruhi kedisiplinan ini meliputi peran
aktif pengasuh sebagai teladan dan pembina, dukungan sarana seperti mushola
dan fasilitas ibadah yang memadai, serta lingkungan panti yang religius dan
terstruktur. Ketiga faktor tersebut saling mendukung dalam membentuk
kesadaran, tanggung jawab, dan keteraturan anak-anak dalam melaksanakan
ibadah secara disipli
Analisis Anatomi Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 7 Banjarmasin dan SMA Islam Sabilal Muhtadin
Kurikulum pendidikan agama Islam dan budi pekerti merupakan
pembelajaran yang wajib ada pada sekolah-sekolah di Indonesia, baik sekolah
negeri maupun swasta. Hal ini sesuai dengan UUD sistem pendidikan nasional yang
menegaskan pentingnya pendidikan agama untuk membentuk karakter dan akhlak
mulia peserta didik. Maka dari itu penting seorang pendidik untuk mengembangkan
kurikulum PAI-BP dengan sebaik mungkin, dimulai dari persiapan, pelaksanaan
dan evaluasi pembelajaran, semua itu tidak terkecuali ditemukannya tantangan
yang dihadapi ketika mengembangkan kurikulum PAI-BP.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis anatomi kurikulum PAI-BP dari
segi Tujuan, Isi/materi, Strategi Pembelajaran, dan Evaluasi Pembelajaran di
SMAN 7 Banjarmasin dan SMA Islam Sabilal Muhtadin. Jenis penelitian ini adalah
penelitian dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan metode analisis isi
(Content Analysis). Subjek penelitian ini adalah guru pendidikan Agama Islam dan
budi pekerti, kepala sekolah/waka kurikulum, dan dokumen-dokumen yang
berkaitan dengan kurikulum PAI-BP. Data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis anatomi kurikulum PAI-BP di
SMA Negeri 7 Banjarmasin dan SMA Islam Sabilal Muhtadin dari segi tujuan, isi
materi, strategi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran yaitu pada SMA Negeri 7
Banjarmasin tujuan kurikulum PAI-BP hanya berpedoman dan merujuk pada
kurikulum nasional yaitu kurikulum merdeka, sedangkan pada SMA Islam Sabilal
Muhtadin tujuan kurikulum tidak hanya merujuk pada kurikulum nasional tetapi
juga ada dari kurikulum sekolah itu sendiri seperti mengintegrasikan visi keislaman
secara mendalam, dengan penekanan pada pengamalan ajaran Islam secara
komprenhensif dan pembinaan karakter Islami. Untuk isi isi materi pembelajaran
PAI-BP bahwa terdapat kesamaan yaitu mengacu pada buku PAI-BP tingkat SMA
yang tersusun secara sistematis. Namun terdapat tambahan pembelajaran keislaman
pada SMA Islam Sabilal Muhtadin seperti adanya pembelajaran tahsin tahfidz dan
tamyiz, dan Bahasa Arab, karena sekolah ini berbasis Islam. Adapun untuk strategi
pembelajaran yang digunakan kedua sekolah tersebut jika dilihat dari Modul
Ajar/RPP terdapat kesamaan dalam menggunakan strategi dan metode
pembelajaran, namun perbedaan terjadi ketika pelaksanaan kurikulum. Dan
evaluasi pembelajaran kedua sekolah sama-sama mentikberatkan pada aspek sikap,
pengetahuan dan keterampilan, dengan evaluasi formatif dan sumatif, dan
menggunakan instrumen lisan, tulisan dan praktik
Konsep Humanisme Dalam Video ‘Enam Pemuka Agama Jadi Satu di Lebaran’ Analisis Teori Gabriel Marcel
Berawal dari kebutuhan akan ruang dialog lintas iman di Indonesia yang
tidak hanya bersifat formal, tetapi mampu menampilkan perjumpaan antarmanusia
secara autentik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai humanisme
dalam video “Enam Pemuka Agama Jadi Satu di Lebaran” melalui perspektif
humanisme eksistensial Gabriel Marcel. Metode yang digunakan adalah analisis
kualitatif dengan pendekatan konten, melalui pengumpulan data berupa transkrip
dialog tujuh scene utama dalam video. Analisis dilakukan dengan menerapkan tiga
konsep utama Marcel seperti eksistensi autentik, kehadiran, dan kesetiaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep humanisme yang tampil dalam
video tersebut dapat dirumuskan sebagai humanisme eksistensial-religius. Para
pemuka agama tidak menempatkan manusia dalam kerangka fungsi, identitas, atau
kepemilikan, melainkan sebagai pribadi yang memiliki martabat dan harus diakui
keberadaannya. Relasi antarpribadi yang terbangun melalui sikap saling
mendengar, menerima, dan menghargai memperlihatkan praktik kehadiran yang
aktif dan partisipatif. Selain itu, ajakan untuk berdoa bersama pada scene penutup
menunjukkan kesetiaan eksistensial terhadap relasi kemanusiaan yang melahirkan
pengharapan kolektif, bukan sebagai optimisme dangkal, melainkan sebagai
orientasi hidup bersama.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep humanisme dalam video “Enam
Pemuka Agama Jadi Satu di Lebaran”, ketika dianalisis menggunakan teori Gabriel
Marcel, tampil sebagai konfigurasi nilai yang menekankan keberadaan manusia
sebagai pribadi, relasi sebagai jalan menuju pemahaman, dan pengharapan sebagai
orientasi hidup bersama. Humanisme yang muncul bukan sekadar nilai moral yang
diucapkan, melainkan realitas eksistensial yang dihayati, sehingga relevan bagi
penguatan dialog lintas iman dan pembangunan etika sosial dalam masyarakat
Indonesia yang plura
“Analisis Film Miracle In Cell No. 7 Dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam (PAI)
Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk
keimanan, akhlak, dan karakter peserta didik. Namun, pembelajaran PAI kerap menghadapi
tantangan berupa rendahnya minat belajar serta keterbatasan metode yang kontekstual dan
inovatif. Salah satu alternatif media pembelajaran yang relevan adalah film, karena mampu
menyampaikan nilai-nilai moral dan akhlak secara visual, emosional, dan reflektif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan pembelajaran, metode
pembelajaran, serta nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam film Miracle in
Cell No. 7 versi Indonesia dan relevansinya terhadap pembelajaran akhlak dalam \ud
Pendidikan Agama Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi
(content analysis). Sumber data primer berupa film Miracle in Cell No. 7, sedangkan data
sekunder diperoleh dari literatur, buku, dan jurnal yang relevan dengan PAI dan pendidikan
karakter. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi tekstual dan dokumentasi,
sedangkan analisis data menggunakan model Krippendorff yang meliputi tahap unitizing,
sampling, coding, reducing, inferring, dan narrating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
film Miracle in Cell No. 7 memuat pendekatan pembelajaran afektif yang menekankan
pengolahan emosi dan empati, metode pembelajaran keteladanan melalui perilaku tokoh,
serta nilai-nilai pendidikan karakter seperti kasih sayang, kesabaran, kejujuran, keadilan,
tolong-menolong, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat
dengan pembelajaran akhlak dalam Pendidikan Agama Islam dan dapat diimplementasikan
sebagai media pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Miracle in Cell No. 7 berpotensi menjadi
media alternatif pembelajaran PAI dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik
secara efektif. This study confirms that film-based learning can enrich Islamic education
by integrating emotional engagement with moral reflection. Hasil penelitian ini diharapkan
dapat memberikan kontribusi praktis bagi guru PAI dalam mengembangkan pembelajaran
yang lebih humanis, inklusif, dan relevan dengan realitas kehidupan peserta didi
Gambaran Resiliensi Ibu Single Parent dengan Anak Berkebutuhan Khusus di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara
Pernikahan merupakan fase kehidupan yang diharapkan mampu
membentuk keluarga yang harmonis. Namun ketika npasangan dikaruniai anak
dengan berkebutuhan khusus, kondisi tersebut dapat memicu tekanan dan konflik
dalam rumah tangga yang dalam beberapa kasus berujung pada perceraian.
Situasi ini menempatkan ibu pada peran sebagai single parent dengan tanggung
jawab ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh anak. Tumpukan beban
fisik dan emosional yang dialami berpotensi menimbulkan stres berkepanjangan.
Meski demikian, sebagian ibu mampu bertahan, bangkit dan memnyesuaikan diri
melalui kemampuan resiliensi dalam menghadapi berbagai tekanan hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses resiliensi ibu single parent
dengan anak berkebutuhan khusus serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
Penelitian
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Teknik analisis data yang digunakan adalah studi deskriptif
dengan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi.
Penelitian ini dilakukan di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan
subjek dua orang ibu single parent dan dua orang informan. Penelitian ini
menggunakan tiga metode triangulasi sebagai uji keabsahan data, yaitu triangulasi
metode, triangulasi sumber, dan triangulasi teori.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu single parent dengan anak
berkebutuhan khusus di Kota Amuntai memiliki kemampuan resiliensi dan
strategi yang berbeda dalam menghadapi tantangan hidup. Subjek F menunjukkan
resiliensi melalui pengendalian emosi, optimisme, empati, serta keyakinan diri
dalam mengatasi kesulitan ekonomi, sedangkan subjek M menampilkan resiliensi
yang berlandaskan nilai spiritual, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalani
perannya sebagai orang tua. Resiliensi kedua subjek terbentuk melalui aspek
regulasi emosi, kontrol impuls, optimisme, empati, self-efficacy, dan pencapaian,
serta dipengaruhi oleh faktor dukungan sosial, dukungan keluarga, usia, dan
keterbukaan diri yang berperan penting dalam membantu mereka beradaptasi dan
bertahan menghadapi berbagai tekanan
Korelasi Pemanfaatan Mutimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) dengan Minat Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran IPAS di SDN 1 Barabai Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan
multimedia pembelajaran interaktif (MPI) dengan minat belajar peserta didik pada
mata pelajaran IPAS di SDN 1 Barabai Timur. Serta mendeskripsikan pemanfaatan
multimedia pembelajaran interaktif (MPI) di SDN 1 Barabai Timur dan
mendeskripsikan minat belajar peserta didik dalam pemanfaatan multimedia
pembelajaran interaktif (MPI) di SDN 1 Barabai Timur.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI B ditambah dengan informan
guru kelas IV B dan Staff TU dengan teknik pengumpulan data berupa angket,
observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan multimedia
pembelajaran interaktif berada pada kategori baik, ditandai dengan keaktifan siswa
dalam mengikuti pembelajaran. Minat belajar peserta didik juga menunjukkan hasil
yang tinggi, ditunjukkan oleh peningkatan antusiasme, perhatian, dan keterlibatan
siswa dalam proses belajar. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson
menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pemanfaatan
multimedia pembelajaran interaktif dengan minat belajar siswa, dengan nilai
koefisien korelasi sebesar 0,598, yang menunjukkan hubungan yang sedang.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemanfaatan multimedia
pembelajaran interaktif memiliki pengaruh positif terhadap minat belajar peserta
didik. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan multimedia interaktif dapat menjadi
strategi untuk meningkatkan minat dan kualitas pembelajaran IPAS di tingkat
sekolah dasar
Pengaruh Penggunaan Pendekatan STEAM pada Materi Kesetimbangan Kimia terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Peserta Didik Kelas XI MIPA MAN 3 Banjar
Pembelajaran kimia merupakan pembelajaran yang memerlukan
keterampilan dalam menyelesaikan masalah. Dalam proses pembelajaran kimia
dibutuhkan penalaran dan ide-ide kreatif peserta didik. Berdasarkan hasil
observasi yang dilakukan di MAN 3 Banjar, peserta didik hanya menjadi
pendengar dan terfokus pada informasi yang diperoleh pada buku teks yang
membuat otak mereka kurang terasah untuk berpikir dalam memperoleh
pengetahuan kimia secara kreatif dan mandiri. Salah satu pendekatan yang mampu
mengasah keterampilan berpikir kreatif peserta didik adalah pendekatan STEAM
(science, technology, engineering, art and mathematics). Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan STEAM pada materi
kesetimbangan kimia terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik.
Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperiment design dengan
desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian yaitu peserta didik
kelas XI MIPA MAN 3 Banjar dengan 2 kelas sebagai sampel yaitu XI MIPA 1
sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Teknik
pengumpulan data melalui instrumen tes yang berupa essay, observasi dan
dokumentasi. Hasil validasi tes kemampuan berpikir kreatif yaitu 84,5% dan hasil
uji reliabilitas Cronbach‟s Alpha yaitu 0,904 sehingga soal dikatakan reliabel.
Selanjutnya dilakukan uji prasyarat berupa uji normalitas, uji homogenitas dan uji
hipotesis menggunakan uji Independent Sample T-Test.
Hasil analisis uji hipotesis diperoleh nilai Sig. (2-tailed) yaitu 0,002 <
0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Disimpulkan bahwa pendekatan STEAM
memberikan pengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta
didik pada materi kesetimbangan kimia kelas XI MIPA MAN 3 Banjar. Implikasi
dari penelitian ini yaitu pendekatan STEAM dapat memberikan pengaruh yang
positif terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik karena secara aktif
peserta didik belajar mencari dan menemukan konsep yang sedang dipelajari
secara mandiri