IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengaruh Self-Efficacy dan Independent Learning terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa pada Materi Limit Fungsi Trigonometri Kelas XII SMAN 1 Sungai Loban
Self-efficacy merupakan keyakinan serta kepercayaan diri terhadap
kemampuan yang dimiliki individu untuk dapat mengatasi suatu permasalahan.
Independent learning berkaitan dengan kesadaran, kemauan, perilaku, berpikir
dan bertanggung jawab dengan inisiatif dirinya sendiri, bukan karena paksaan
orang lain. Salah satu kemampuan matematis yang harus dimiliki oleh siswa yaitu
kemampuan pemahaman konsep, dimana siswa tidak hanya mengetahui, tetapi
mampu untuk menyampaikan kembali apa yang sudah di dapatkan dalam bentuk
yang mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh
self-efficacy terhadap kemampuan pemahaman konsep, (2) Pengaruh independent
learning terhadap kemampuan pemahaman konsep (3) Self-efficacy dan
independent learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman
konsep matematika siswa pada materi limit fungsi trigonometri.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dengan metode asosiatif
kausal dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 34 siswa sebagai sampel.
Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga terpilih siswa
kelas XII-7. Teknik pengumpulan data dengan angket, tes, dan dokumentasi.
Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji asumsi klasik, yang
terdiri dari uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas dan uji
heteroskedestisitas, serta uji hipotesis menggunakan analisis linear sederhana dan
analisis linear berganda dengan menggunakan bantuan SPSS versi 25.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa self-efficacy, independent
learning dan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas XII-7
berada pada kategori sedang. Hasil analisis data menunjukkan: (1) Terdapat
pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan pemahaman konsep (2) Terdapat
pengaruh independent learning terhadap kemampuan pemahaman konsep (3)
Terdapat pengaruh self-efficacy dan independent learning terhadap kemampuan
pemahaman konsep matematika siswa kelas XII-7 pada materi limit fungsi
trigonometri di SMAN 1 Sungai Loban
Motivasi Orangtua Menyekolahkan Anak pada Madrasah Diniyah Awaliyah Berbasis Kitab Kuning di Kabupaten Banjar
Pendidikan dasar merupakan pendidikan pertama yang mengawali jenjang
pendidikan berikutnya. Pendidikan dasar ibarat pondasi yang menjadi tumpuan
pada sebuah bangunan. Kokoh atau tidak bangunan diatasnya tergantung dari
sekuat apa pondasi tersebut dibangun. Begitupun dalam pendidikan, pengajaran
awal yang didapat akan mempengaruhi pengetahuan dan pengalaman pada jenjang
pendidikan berikutnya. Sehingga penting untuk orangtua yang adalah orang paling
berhak dan bertanggung jawab pada pemberian pendidikan yang sungguhsungguh yaitu salah satunya pemilihan lembaga pendidikan untuk anak mereka.
Penelitian ini berupaya untuk menggali data tentang motivasi orangtua
menyekolahkan anak pada Madrasah Diniyah Awaliyah berbasis kitab kuning di
Kabupaten Banjar dengan fokus dan sub-bab fokus motivasi ekstrinsik (regulasi:
eksternal, introjeksi, identifikasi, integrasi) dan motivasi intrinsik. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field
research). Lokasi penelitian bertempat di Kabupaten Banjar. Subjek penelitian
ialah orangtua yang menyekolahkan anaknya pada Madrasah Diniyah Awaliyah
berbasis kitab kuning di Kabupaten Banjar yaitu orangtua murid dari Madrasah
Darul Ma’rifah, Madrasah Islamiyah Darussalamah Bangun Jaya, dan Madrasah
Muro’atus Shibyan yang anaknya terdaftar dan aktif sebagai peserta didik di
Madrasah Diniyah yang bersangkutan.
Hasil penelitan menunjukkan bahwa motivasi orangtua menyekolahkan
anak pada Madrasah Diniyah Awaliyah berbasis Kitab Kuning di Kabupaten
Banjar telah sampai pada tingkatan Motivasi Intrinsik dengan adanya ketertarikan,
kesenangan dan kepuasan yang dirasakan para orangtua. Namun, motivasi
intrinsik tersebut belum bisa sepenuhnya lepas dari keterlibatan atau peran
motivasi ekstrinsik seperti ketersediaan fasilitas pendukung, kualitas Madrasah
Diniyah, lingkungan yang mendukung dan lain sebagainya. Adapun pada
tingkatan motivasi ektrinsik, motivasi orangtua yang menyekolahkan anaknya
pada Madrasah Diniyah Awaliyah berbasis Kitab Kuning ditemukan dari adanya:
1) Regulasi Eksternal, dimana sebagian kecil mendapat pengaruh dari
penghargaan dan secara umum disebabkan adanya kebiasaan keluarga maupun
lingkungan sekitar untuk menyekolahkan anak pada Madrasah Diniyah Awaliyah
berbasis Kitab Kuning, 2) Regulasi Introjeksi: berupa pemenuhan ego yang
terintrojeksi dari adanya kebiasaan atau tradisi menyekolahkan anak di Madrasah Diniyah yang berbasis Kitab Kuning, namun pada orangtua murid Madrasah
Darul Ma’rifah polanya lebih otonom dibanding orangtua murid pada Madrasah
Diniyah lain, 3) Regulasi Identifikasi; berupa penilaian secara sadar tentang
keputusan yang diambil dimana rata-rata orangtua memang memilih pendidikan
diniyah sesuai dengan tujuan pendidikan dan kebutuhan pendidikan yang mereka
harapkan untuk anak-anak mereka yaitu ilmu pengetahuan dasar untuk
melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya, 4) Regulasi Integrasi; dimana
orangtua memiliki berbagai tujuan pendidikan yang sesuai dengan visi-misi
Madrasah Diniyah ybs. yaitu pendidikan dasar kaidah bahasa arab (nahwusharaf), fiqih ibadah, dan pembiasaan Akhlakul Karimah di kehidupan sehari-hari,
yang mana melalui Madrasah Diniyah Awaliyah berbasis Kitab Kuning tujuan
pendidikan tersebut telah mengarah pada hasil pendidikan yang diharapkan
Identitas Budaya dan Etnisitas pada Dua Pondok Pesantren di Kabupaten Kutai Kartanegara (Tradisi dan Modernisasi)
Pondok pesantren memiliki kesinambungan bersama masyarakat dalam
dimensi sosiokultural yaitu kehidupan sosial yang normatif dalam konteks budaya
yang lebih luas. Budaya pesantren merefleksikan adanya legitimasi intelektualitas
melalui wawasan teologis yang terus-menerus mencari relevansinya dalam
kehidupan nyata di masyarakat. Tantangan yang perlu ditelaah berkaitan identitas
pesantren dan budayanya dengan etnisitas masyarakat.
Disertasi ini bertujuan untuk menjelaskan: 1) Identitas budaya pada PPKP
Ribathul Khail Tenggarong dan PP Al Islami Al Arsyadi Samboja yaitu wujud,
unsur-unsur, maupun nilai-nilai budaya yang terdapat di dalamnya, 2) pengaruh
etnisitas masyarakat terhadap budaya pesantren, 3) hubungan identitas budaya dan
etnisitas terhadap prospek kelembagaan pesantren di masa depan. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multikasus. Pengumpulan data
dilakukan melalui informan, teknik observasi partisipan, wawancara tidak
terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan model
interaktif Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui
triangulasi, ketekunan pengamatan, dan perpanjangan keikutsertaan dan waktu
penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan pada PPKP Ribathul Khail Tenggarong dan
PP Al Islami Al Arsyadi Samboja: Pertama, Identitas budaya pesantren
mengalami adaptasi terhadap perubahan sosial dan modernitas. Identitas budaya
pesantren terkonstruksi dari elemen fundamental (lima unsur pokok pesantren),
pandangan hidup kiai, ketaatan santri, kehidupan komunal, dan pendalaman ilmu
agama, dengan atribut budaya lokal (Kutai dan Banjar) yang mengalami proses
adaptasi terhadap perubahan sosial dan modernitas dengan mengintegrasikan
sistem pendidikannya, keduanya membangun jaringan sosial dan memanfaatkan
pengaruhnya sehingga membentuk karakter dan orientasi pada kedua pesantren.
Kedua, Etnisitas pada kedua pesantren bergerak secara simultan membentuk
ikatan modal sosial (bonding social capital) sekaligus menjadi jembatan modal
sosial (bridging social capital), ini membuktikan bahwa etnisitas yang eksklusif
dapat bergerak secara inklusif dengan lingkungan eksternal karena adanya
jaringan sosial yang memungkinkan terjadinya koordinasi dan komunikasi.
Ketiga, Identitas budaya dan etnisitas pada kedua pesantren membentuk identitas
kelembagaan dalam identitas proyek (project identity) oleh aktor sosial yang
prospeknya untuk menarik komunitas, berkontribusi pada pelestarian budaya, dan
menjaga relevansinya di tengah modernisasi
Penerapan Manajemen Risiko Asuransi pada Produk Fulnadi (Studi di PT.Takaful Cabang Makassar)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh besarnya kemungkinan terjadi suatu
risiko yang ada pada produk Fulnadi di PT Takaul Keluarga cabang Makassar
karena Produk Fulnadi merupakan produk asuransi pendidikan berbasis syariah
yang memberikan perlindungan dana pendidikan anak hingga jenjang perguruan
tinggi. Dalam industri asuransi syariah, pengelolaan risiko menjadi hal krusial
untuk menjaga keberlangsungan perusahaan dan kepercayaan peserta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan
manajemen risiko yang dilakukan PT Takaful Keluarga Cabang Makassar pada
produk Fulnadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif, dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam
terhadap manajer regional, business support, dan underwriter, serta dua orang
nasabah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko
dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu identifikasi risiko, pengukuran dan
evaluasi risiko, serta pengendalian dan pengalihan risiko. Risiko utama yang
dihadapi perusahaan adalah penghentian kontribusi oleh peserta dan kurangnya
pemahaman peserta terhadap isi polis. Untuk mengatasi risiko tersebut, perusahaan
melakukan edukasi intensif sejak awal, penerapan SOP penanganan keluhan, serta
menjaga koordinasi antar divisi. Strategi pemulihan risiko dilakukan dengan
memperketat proses seleksi peserta, meningkatkan transparansi, serta mempercepat
proses klaim
Literasi Masyarakat Desa Sidorejo Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala Tentang Asuransi Syariah
Asuransi syariah di indonesia sudah mulai berkembang di daerah-daerah
di Indonesia. namun perusahaan asuransi kebanyakan hanya tertuju pada
masyarakat perkotaan karena masyarakat kota lebih mengetahui dan sadar akan
asuransi, sehingga wilayah pedesaan masyarakat nya banyak yang masih belum
mengetahui mengenai asuransi syariah. seperti halnya di Desa Sidorejo
Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala, masyarakat di sana memiliki literasi
yang rendah mengenai asuransi syariah karena kurangnya pengetahuan dan
informasi mengenai asuransi syariah. tujuan dari penelitian ini adalah peneliti
ingin mengetahui bagaimana pengetahuan masyarakat Desa Sidorejo Kecamatan
Tamban Kabupaten Barito Kuala Tentang Asuransi Syariah dan untuk mengetahui
apa saja hambatan dari kurangnya literasi masyarakat Desa Sidorejo Kecamatan
Tamban Kabupaten Barito Kuala Tentang Asuransi Syariah.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan pendekataan
kualitatif. Untuk memperoleh data, penulis melakukan wawancara mendalam,
observasi dan dokumentasi kemudian diolah melalui proses reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi masyarakat Desa Sidorejo
Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala tentang Asuransi Syariah masih
tergolong rendah, hal ini karena hanya sedikit dari masyarakat disana yang
mengetahui tentang asuransi syariah. sementara hambatan yang mempengaruhi
rendahn ya literasi masyarakat terhadap asuransi syariah diantaranya minimnya
informasi mengenai asuransi syariah, kurangnya pengetahuan masyarakat
mengenai asuransi syariah, minat dan kondisi geografis
Perspektif Mahasiswa Konsentrasi Akidah Akhlak Terhadap Kebiasaan Menggunakan Bahasa Toxic di Kalangan Mahasiswa FTK UIN Antasari Banjarmasin
Fenomena penggunaan bahasa toxic di kalangan mahasiswa Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Antasari Banjarmasin merupakan persoalan
yang cukup memprihatinkan, mengingat lingkungan akademik seharusnya
menjadi ruang yang menjunjung tinggi kesantunan, etika, dan akhlak mulia.
Terlebih lagi, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan keguruan yang telah memperoleh
bekal pengetahuan yang nantinya akan menjadi seoarang pendidik diharapkan
mampu menjadi teladan dalam menjaga tutur kata serta menampilkan komunikasi
yang santun sesuai dengan nilai-nilai Islami.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif mahasiswa
konsentrasi Akidah Akhlak terhadap kebiasaan menggunakan bahasa toxic,
menganalisis faktor-faktor penyebab, serta merumuskan upaya yang dapat
dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Adapun Subjek dalam penelitian ini adalah 14 mahasiswa Pendidikan
Agama Islam konsentrasi Akidah Akhlak di FTK UIN Antasari Banjarmasin, 7
angkatan 2022 dan 7 angkatan 2023.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa
sebagian besar mahasiswa konsentrasi Akidah Akhlak memandang penggunaan
bahasa toxic sebagai kebiasaan yang muncul dari interaksi sosial sehari-hari,
meskipun mereka menyadari bahwa hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai
akhlak Islam. Faktor internal yang memengaruhi antara lain pengalaman masa
kecil, dan lemahnya kontrol diri. Sementara itu, faktor eksternal meliputi
lingkungan keluarga, pertemanan, pengaruh media sosial serta game online,
menjadi penyebab utama kebiasaan tersebut. Upaya yang dilakukan antara lain
dengan melatih kontrol diri, seperti memberikan sanksi pada diri sendiri saat
mengucapkan kata toxic, mengganti ucapan toxic dengan kalimat positif atau
ungkapan religius, menjaga lingkungan pergaulan yang lebih sehat serta menegur
teman dengan bijak dan upaya kolektif melalui kerja sama dekanat dengan
organisasi
mahasiswa, misalnya menyebarkan pesan edukatif lewat
poster atau spandu
Eksistensi Hijab Cosplayer di Banjarmasin: Analisis Soren Kierkegaard
Fenomena hijab cosplay atau hijab cosplayer (hicos) di Banjarmasin muncul
sebagai bentuk akulturasi budaya populer Jepang dengan identitas muslimah. Dalam
perkembangan globalisasi, budaya Jepang seperti anime, manga, dan cosplay semakin
diminati generasi muda, termasuk kalangan muslimah yang ingin tetap
mengekspresikan diri tanpa meninggalkan aturan berpakaian sesuai syariat. Hal ini
melahirkan sebuah dinamika menarik tentang kebebasan berekspresi, identitas religius,
serta penerimaan sosial di masyarakat. Meski demikian, sebagian masyarakat menilai
cosplay sebagai budaya asing yang kurang sesuai dengan nilai Islam dan budaya,
sementara para hijab cosplayer berusaha tetap mempertahankan identitas religius
melalui hijab dan nilai moral yang ada dimasyarakat. Bagi para hijab cosplayer,
keputusan untuk tetap berhijab dalam cosplay merupakan bentuk negosiasi identitas
sekaligus wujud kebebasan yang otentik. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui eksistensi hijab cosplayer di Banjarmasin serta menganalisis bagaimana
mereka menempatkan diri dalam tahapan eksistensi menurut Kierkegaard.
Penelitian ini berfokus pada eksistensi hijab cosplayer di Banjarmasin dengan
menggunakan teori eksistensi Soren Kierkegaard, khususnya pada tahap estetis, etis,
dan religius. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan
pendekatan kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif,
wawancara mendalam dengan para hijab cosplayer, serta dokumentasi kegiatan
cosplay di Banjarmasin. Untuk menjamin validitas data digunakan teknik triangulasi
sumber, metode, dan waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hijab cosplayer di Banjarmasin
menjadikan cosplay sebagai sarana mengekspresikan diri, meningkatkan kreativitas,
serta memperluas jejaring sosial. Menurut analisis Soren Kierkegard, para cosplayer
melewati 3 tahap, yaitu estetis yang menganggap kegiatan menjadi cosplayer sebagai
hiburan dan memenuhi kepuasan pribadi. Kemudian pada tahap etis para cosplayer
berupaya menyesuaikan kostum dengan nilai moral yang berlaku di masyarakat serta
menghindari hal-hal yang dianggap melanggar norma. Adapun pada tahap religius para
cosplayer menjadikan aktivitas ini selaras dengan nilai spiritual dan ajaran agama,
misalnya dengan menjaga konsistensi berhijab, dan tetap melaksanakan kewajiban
agama
Penggunaan Gamifikasi dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMP Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang masih dominan menggunakan
metode konvensional. Untuk itu, diterapkan inovasi pembelajaran berbasis
gamifikasi guna menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan gamifikasi dalam
menumbuhkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI serta faktor
pendukung dan penghambat penggunaan gamifikasi dalam menumbuhkan motivasi
belajar siswa pada mata pelajaran PAI.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data meliputi: observasi,
wanwancara, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di SMP Islam Terpadu
Ukhuwah Banjarmasin dengan subjek guru PAI dan siswa kelas VIII. Objek
penelitian mencakup penggunaan gamifikasi dalam menumbuhkan motivasi belajar
siswa serta faktor pendukung dan penghambat penggunaan gamifikasi dalam
menumbuhkan motivasi belajar siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamifikasi berbasis Quizizz
digunakan karena mudah diterapkan oleh guru dan sudah mencakup elemen
permainan seperti poin, papan peringkat, penghargaan, dan tantangan. Penggunaan
Gamifikasi berbasis Quizizz yang tepat mampu menumbuhkan motivasi belajar
siswa pada pembelajaran PAI. Siswa memberikan respon positif karena merasa
pembelajaran menggunakan gamifikasi berbasis Quizizz itu lebih seru, menantang,
dan mudah dipahami. Adapun faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, sarana
teknologi, dan kreativitas guru, sedangkan penghambatnya berupa keterbatasan
waktu dan kendala teknis. Secara keseluruhan, gamifikasi berbasis Quizizz dapat
menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PA
Penanaman Nilai-Nilai Akhlak di Lingkungan Keluarga Guru MTS Al-Azhar Kabupaten Barito Kuala
Penanaman nilai-nilai akhlak adalah suatu proses mendidik, membimbing,
dan membiasakan seseorang baik anak maupun peserta didik untuk memahami,
menghayati, dan mengamalkan perilaku yang baik sesuai norma moral dan ajaran
agama dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini tidak hanya berupa penyampaian
teori tentang akhlak, tetapi juga melibatkan keteladanan, pembiasaan, pengarahan,
serta pembentukan lingkungan yang mendukung sehingga nilai-nilai akhlak
tersebut dapat tertanam kuat dalam diri seseorang.
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Penanaman Nilai-Nilai Akhlak di
Lingkungan Keluarga Guru MTs Al Azhar Barito Kuala Kalimantan Selatan. Serta
meneliti Faktor pendukung dan penghambat metode menanamkan nilai-nilai
akhlak yang dilakukan orang tua yang berprofesi sebagai guru di Mts Al Azhar
Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan.
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research), dengan jenis
penelitian kualitatif. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua yang berprofesi sebagai
guru dan mengajar di Mts Al Azhar dan anak dari orang tua yang berprofesi sebagai
guru. Sedangkan objek penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai akhlak di
lingkungan keluarga guru MTs Al Azhar Kabupaten Barito Kuala Teknik analisis
data, teknik pengolahan data, redukasi data, penyajian data, penarik kesimpulan,
analisis data, teknik validasi dan keabsahan data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, peran sebagai guru tidak dianggap
sebagai beban tambahan yang menghambat proses pendidikan akhlak dalam
keluarga. Mereka memandang akhlak sebagai bentuk keteladanan dalam kehidupan
sehari-hari serta menekankan pentingnya komunikasi dan empati sebagai dasar dari
pembentukan akhlak anak. Berikut metode-metode yang digunakan orang tua
dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada anak-anak mereka yaitu: metode
keteladanan, pembiasaan, pemberi nasihat, dan metode hukum. Hal tersebut
memiliki faktor pendukung yaitu: Gadget (Sosial Media), dan lingkungan
masyarakat. Adapun faktor penghambatnya: penolakan dari anak, gadget (social
media), dan lingkungan masyarakat
Manajemen Layanan Transportasi Sekolah (Studi Kasus SD Qur’ani Al-Mumtaz Gunung Raja Kabupaten Tanah Laut)
Layanan transportasi antar-jemput sekolah merupakan bagian dari
dukungan manajemen pendidikan dalam menciptakan akses pendidikan yang aman,
tertib, dan efisien bagi peserta didik. SD Qur’ani Al-Mumtaz Gunung Raja
Kabupaten Tanah Laut merupakan salah satu sekolah swasta yang menerapkan
sistem layanan transportasi berbasis kendaraan pribadi dengan jumlah pengguna
yang terus meningkat setiap tahunnya, sehingga diperlukan pengelolaan yang
terstruktur dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan
menganalisis pengelolaan layanan transportasi antar-jemput siswa yang meliputi
pengelolaan biaya, sumber daya manusia, serta sarana prasarana.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara
mendalam, serta dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian diuji
keabsahannya melalui teknik triangulasi sumber dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan layanan transportasi
antar-jemput siswa di SD Qur’ani Al-Mumtaz telah menerapkan prinsip-prinsip
manajemen pendidikan, meskipun belum sepenuhnya terdokumentasi dalam
kebijakan formal. Pertama, pengelolaan biaya dilakukan secara transparan melalui
skema pembayaran langsung orang tua kepada pengemudi dengan kontribusi
tertentu kepada yayasan, sehingga mendukung keberlanjutan operasional layanan.
Kedua, pengelolaan SDM telah berjalan melalui pembagian tugas antara yayasan,
kepala sekolah, koordinator driver, dan pengemudi dengan menerapkan fungsi
perencanaan, koordinasi, dan pengawasan meskipun belum memiliki struktur
formal tertulis. Ketiga, pengelolaan sarana, prasarana, dan keselamatan telah
memperhatikan legalitas kendaraaan, penetapan rute, serta prosedur keselamatan
berkendara yang berdampak pada ketepatan waktu, rasa aman peserta didik, dan
pembentukan disiplin siswa. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa
pengelolaan layanan transportasi antar-jemput di SD Qur’ani Al-Mumtaz telah
berjalan efektif dan sejalan dengan prinsip manajemen pendidikan Islam seperti
efisiensi, amanah, musyawarah, dan tanggung jawab. Namun, penelitian ini juga
mengidentifikasi perlunya penguatan berupa penyusunan pedoman operasi formal
dan standardisasi keselamatan untuk peningkatan layanan yang lebih sistematis dan
berkelanjutan