IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Analisis Hukum Islam Terhadap Sterilisasi Kucing dalam Perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’I

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya minat masyarakat dalam memelihara kucing, yang berdampak pada lonjakan populasi dan berbagai masalah lingkungan, seperti penelantaran dan penyebaran penyakit. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah sterilisasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i mengenai sterilisasi kucing dalam hukum Islam. Metode penelitian yang diterapkan dalam skripsi ini adalah penelitian hukum normatif. Pendekataannya menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang bersifat perbandingan. Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini mencakup bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian ini terdapat persamaan pandangan antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i yang menunjukkan bahwa kedua mazhab memperbolehkan sterilisasi jika didasari alasan kesehatan, kesejahteraan hewan, dan pengendalian populasi, meskipun terdapat perbedaan dalam rincian argumentas

    Upaya Bawaslu Kabupaten Kotabaru dalam Menanggulangi Ujaran Kebencian pada Pelaksanaan Pemilu Tahun 2024

    Get PDF
    Latar belakang masalah ini bertolak dari selama pelaksanaan pemilu, banyak dinamika sosial, politik, dan budaya yang muncul. Salah satu tantangan besar yang sering muncul dalam pemilu adalah munculnya ujaran kebencian (hate speech) yang dapat mengancam integritas pemilu dan stabilitas sosial. Ujaran kebencian ini seringkali dipicu oleh ketegangan politik, perbedaan ideologi, dan ketidaksetujuan dalam pilihan politik.. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui upaya Bawaslu Kabupaten Kotabaru dalam menanggulangi ujaran kebencian pada pelaksanaan Pemilu Tahun 2024 dan pandangan Islam mengenai ujaran kebencian. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Metode penelitian menggunakan wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, Penanganan ujaran kebencian yang digunakan oleh Bawaslu Kabupaten Kotabaru sebagai upaya tindak lanjut pelanggaran pemilu yang dikategorikan sebagai jenis pelanggaran tindak pidana pemilu yaitu Bawaslu hanya memproses pada tahapan penerimaan laporan hingga pembahasan. Tahap selanjutnya mengenai penyelidikan mendalam sampai pengambilan keputusan akan diserahkan kepada pihak Kepolisian dan Kejaksaan. Menurut pandangan Islam ujaran kebencian sangat dilarang untuk dilakukan oleh individu/kelompok manapun. Islam telah melarang kepada kita semua merendahkan atau meremehkan orang lain baik dengan cara menghina, mencaci maki mencibir orang lain dengan hinaan yang menyakitkan. Islam juga melarang seseorang untuk memanggil sesamanya dengan panggilan yang tidak baik yang bisa menimbulkan sakit hati. Maka apabila seorang muslim merasa tersakiti karena di hina orang lain, jangan pernah menyakiti orang lain dengan cara menghina dan merendahkannya karena sama halnya dengan menyakiti diri sendir

    Persaingan Usaha Pedagang Sembako dalam Perspektif Etika Bisnis Syariah di Pasar Tradisional Basirih Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul "Persaingan Usaha Pedagang Sembako dalam Perspektif Etika Bisnis Syariah di Pasar Tradisional Basirih Kota Banjarmasin". Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dinamika persaingan usaha di kalangan pedagang sembako dan menganalisisnya melalui lensa etika bisnis syariah. Dalam konteks globalisasi yang semakin pesat, persaingan di dunia bisnis mengalami peningkatan yang signifikan, yang mendorong pelaku usaha untuk menerapkan praktik bisnis yang sesuai dengan syariat Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 5 pedagang sembako dan 3 pembeli, yang dipilih secara purposive untuk mendapatkan informasi yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, yang memungkinkan peneliti untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai praktik persaingan usaha di pasar tradisional. Teknik analisis data yaitu dengan reduksi data, kemudian penyajian data, dan terakhir penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persaingan usaha di pasar tradisional Basirih meliputi beberapa aspek penting, yaitu produk, harga, tempat, dan pelayanan. Para pedagang sembako berusaha untuk menawarkan produk berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif, serta memberikan pelayanan yang ramah dan jujur kepada pelanggan. Selain itu, penerapan etika bisnis syariah menjadi faktor kunci dalam menjalankan usaha yang berkelanjutan dan berkah. Prinsip-prinsip etika bisnis syariah, seperti siddiq (kejujuran), amanah (kepercayaan), tabligh (penyampaian), dan fathanah (kecerdasan), diintegrasikan dalam praktik sehari-hari para pedagang, yang tidak hanya meningkatkan kepercayaan pelanggan tetapi juga menciptakan lingkungan bisnis yang lebih sehat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam bagi pedagang dan akademisi mengenai pentingnya etika dalam persaingan usaha. Dengan demikian, diharapkan praktik bisnis yang lebih baik dapat terwujud, sejalan dengan ajaran Islam, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyaraka

    Manajemen Mutu Terpadu pada Sekolah dan Madrasah Unggul di Kabupaten Banjar (Studi Multi Kasus di SMP Darul Hijrah Putri dan MTsN 6 Banjar)

    Get PDF
    Manajemen merupakan suatu ilmu dan seni untuk mengelola sumberdaya melalui sebuah kegiatan yang dikerjakan sekelompok orang atau individual agar nantinya dapat mencapai tujuan yang diinginkan organisasi atau instansi itu sendiri. Mutu adalah mutu adalah derajat/tingkat karakteristik yang melekat pada produk yang mencukupi persyaratan atau keinginan.dan sedangkan Manajemen mutu pendidikan yaitu ilmu dan seni untuk mengelola sumberdaya melalui sebuah kegiatan yang dikerjakan untuk memperoleh derajat keunggulan suatu produk atau hasil kerja baik yang dapat dilihat maupun yang tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan. Manajemen mutu pendidikan merupakan hal yang penting untuk diterapkan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen mutu pendidikan, sekolah dan institusi pendidikan dapat mencapai tujuannya untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Manajemen Mutu Terpadu di SMP Darul Hijrah Putri Dan MTsN 6 Banjar. Jenis dan pendekatan penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian Multi Kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Implementasi Manajemen Mutu Terpadu (MMT) di SMP Darul Hijrah Putri dan MTsN 6 Banjar menunjukkan bahwa kedua lembaga ini memiliki komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas pendidikan, meskipun dengan pendekatan dan fokus yang disesuaikan dengan identitas masing-masing. Tantangannya meliputi keterbatasan anggaran untuk inovasi besar dan menjaga konsistensi pemahaman MMT di semua lini. Kedua lembaga sama-sama menunjukkan bahwa MMT adalah kerangka kerja adaptif yang efektif. Meskipun ada perbedaan dalam sumber daya, regulasi, dan fokus, prinsip dasar MMT seperti perbaikan berkelanjutan, fokus pada pemangku kepentingan, dan keterlibatan semua pihak tetap menjadi inti keberhasilan mereka

    Inovasi Manajemen Pemasaran Pendidikan Sekolah Dasar Alam (Studi Multikasus di SD Alam Banjarbaru, SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru dan SD Alam Muhammadiyah Martapura, Kalimantan Selatan)

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis inovasi manajemen pemasaran di SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru, SD Alam Banjarbaru, dan SD Alam Muhammadiyah Martapura melalui metode kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian mencakup strategi segmentasi, penentuan target, positioning, penerapan bauran pemasaran (7P), serta hambatan, tantangan, dan peluang. Hasilnya menunjukkan perbedaan yang jelas antar sekolah. SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru mengalami stagnasi peserta didik karena segmentasi dan target pasar yang tidak terarah, sedangkan SD Alam Banjarbaru mengalami penurunan peserta didik akibat perubahan identitas yang tidak konsisten. Sebaliknya, SD Alam Muhammadiyah Martapura berhasil menetapkan segmentasi pada keluarga muda menengah ke atas dengan target dan positioning yang konsisten. Dalam 7P, dua sekolah pertama minim inovasi promosi dan digital marketing, sementara Martapura telah menerapkan strategi pemasaran terintegrasi, media sosial profesional, dan program sekolah yang konsisten. Hambatan utama di Banjarbaru adalah minim inovasi promosi, branding tidak stabil, dan lemahnya komunikasi pemasaran, sedangkan di Martapura relatif minim hambatan dan memiliki peluang besar memperluas jejaring kerja sama. Perbedaan ini menegaskan pentingnya segmentasi jelas, konsistensi branding, dan strategi pemasaran terintegrasi bagi keberhasilan sekolah

    Pengaruh Tradisi Ziarah Kubur di Makam KH. Zuhdiannor terhadap Masyarakat Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Ziarah kubur adalah salah satu tradisi bagi umat Islam. Ziarah kubur artinya mendatangi atau menziarahi kubur seseorang, baik kubur keramat atau para Waliyullah, Ulama, yang telah meninggal dunia dengan tujuan untuk mendoakan ahli kubur. Makam KH. Zuhdiannor yang terletak di Banjarmasin Utara merupakan salah satu tempat ziarah yang sering dikunjungi masyarakat. Fenomena ziarah ini bukan hanya berpengaruh bagi peziarah, akan tetapi berpengaruh juga terhadap masyarakat sekitar. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat sejauh mana pengaruh ziarah bagi masyarakat, baik dari segi keagamaan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Serta bagaimana respon masyarakat terhadap peziarah yang berkunjung ke makam KH. Zuhdiannor. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan (field research) menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan Antropologi. Subjek penelitian ini adalah masyarakat sekitar makam KH. Zuhdiannor, sedangkan objek penelitian ini adalah pengaruh dan respon masyarakat dengan adanya tradisi ziarah kubur. Dalam teknik pengumpulan data, yaitu dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian, dalam proses analisis data melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut; Pertama, pengaruh dari segi keagamaan sebelum dan setelah wafat KH. Zuhdiannor, masyarakat masih merasakan kegiatan rutin keagamaan yang diadakan di sekitar makam dan Masjid Jami. Seperti pembacaan maulid di makam setiap malam sabtu dan pengajian di Masjid Jami. Kedua, dari segi ekonomi masyarakat menjadi bertumbuh dengan adanya peziarah yang datang, ini membantu para pedagang yang berjualan disekitar makam dan sekitar Masjid Jami. Ketiga, dari segi sosial dengan adanya makam KH. Zuhdiannor masyarakat saling berinteraksi atau kerjasama satu sama lain dengan adanya acara-acara rutin maupun acara besar seperti haul yang diadakan setahun sekali. Dari aspek lain, dengan adanya peziarah yang berkunjung ke makam, dan hadir mengikuti kegiatan-kegiatan rutin maupun acara besar seperti haul, masyarakat bersyukur dan menyambut serta melayani dengan baik, peziarah yang datang diharapkan tempat yang menjadi kediaman makam Ulama KH. Zuhdiannor menjadi keberkahan bagi masyarakat sekita

    Gerakan Perlawanan Ibnu Hadjar Tahun 1950-1963 (Studi Kritis Hukum Positif dan Siyasah Syar’iyyah)

    Get PDF
    Penelitian ini menemukan bahwa gerakan perlawanan yang dipimpin Ibnu Hadjar di Kalimantan Selatan merupakan konfrontasi langsung terhadap otoritas negara, meskipun dilandasi semangat keislaman dan tuntutan keadilan. Gerakan ini mencerminkan kegagalan komunikasi dan representasi antara pemerintah pusat dan daerah pada masa transisi konsolidasi nasional, sehingga menjadi pelajaran penting tentang perlunya keadilan distributif, kebijakan inklusif, dan responsivitas pemerintah. Fokus penelitian ini membahas Ibnu Hadjar melakukan gerakan perlawanan terhadap pemerintah dan konstruksi hukum positif Indonesia dan siyāsah syar‘iyyah dalam menanggapi gerakan perlawanan Ibnu Hadjar, khususnya melalui putusan Mahmilub. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan tiga pendekatan, yakni pendekatan historis, pendekatan konseptual, serta pendekatan filosofis. Penggalian data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan perlawanan Ibnu Hadjar di Kalimantan Selatan merupakan bentuk konfrontasi langsung terhadap otoritas negara, meskipun dibingkai dengan semangat keislaman dan tuntutan keadilan. Kehadiran gerakan ini mencerminkan adanya kegagalan komunikasi dan representasi antara pemerintah pusat dan daerah pada masa transisi menuju konsolidasi nasional. Peristiwa ini menjadi pelajaran sejarah tentang pentingnya keadilan distributif, kebijakan yang inklusif, serta responsivitas pemerintah untuk menjaga persatuan dan integrasi bangsa. Kedua, Dalam kerangka hukum positif Indonesia, tindakan Ibnu Hadjar dikualifikasikan sebagai pemberontakan bersenjata terhadap negara sehingga Mahmilub menjatuhkan vonis pidana mati berdasarkan ketentuan Pasal-Pasal KUHP. Namun, putusan tersebut menimbulkan perdebatan serius karena dinilai tidak sepenuhnya memenuhi standar pembuktian yang komprehensif dan cenderung mengabaikan konteks sosial-politik yang menjadi akar lahirnya perlawanan. Pendekatan yang semata-mata menekankan stabilitas negara justru berpotensi melahirkan ketidakadilan baru bagi kelompok yang merasa dipinggirkan. Dalam perspektif siyāsah syar‘iyyah, gerakan Ibnu Hadjar lebih tepat dipahami sebagai bughāt, di mana syariat mengajarkan agar upaya rekonsiliasi, dialog, dan pencegahan pertumpahan darah diutamakan sebelum penindakan represif dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa putusan Mahmilub lebih merefleksikan pendekatan represif negara dibandingkan pendekatan keadilan substantif dan kemaslahatan umum yang menjadi tujuan utama syariat Isla

    Analisis Perjanjian-Perjanjian dalam Pelaksanaan Akad Murabahah untuk Pembiayaan Kepemilikan Properti

    Get PDF
    Akad murabahah banyak digunakan oleh bank syariah, termasuk untuk pembiayaan kepemilikan properti. Namun, di beberapa bank syariah di Banjarmasin ditemukan perbedaan isi dan jumlah pasal dalam akad, serta ketidaksesuaian dengan dokumen hukum lain seperti Akta Jual Beli (AJB), Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT), dan Hak Tanggungan (HT). Beberapa akad juga tidak memuat klausul penting seperti jaminan, force majeure, dan penyelesaian sengketa. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan dan kedudukan hukum antar perjanjian dalam pelaksanaan akad murabahah untuk pembiayaan kepemilikan Properti oleh bank syariah di Banjarmasin berdasarkan prinsip Hukum Ekonimi Syariah. Penelitian dilakukan pada tiga bank syariah: Bank Kalimantan Selatan Syariah, Bank Rakyat Indonesia Syariah, dan Bank Syariah Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah pertama, menganalisis kedudukan dan hubungan hukum antar perjanjian dalam akad murabahah pembiayaan Properti oleh bank syariah berdasarkan Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Positif, kedua merumuskan rekonstruksi perjanjian dalam akad murabahah agar sesuai dengan prinsip Hukum Ekonomi Syariah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-empiris dan analisis kualitatif-deskriptif dengan dokumentasi perjanjian dan wawancara. Data dianalisis secara filosofis dengan membandingkan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dan kedudukan hukum yang tidak seragam antar perjanjian dalam pelaksanaan akad murabahah, khususnya perbedaan klausul cidera janji, force majeure, dan penyelesaian sengketa yang mengakibatkan lemahnya kepastian hukum bagi nasabah. Ketidakkonsistenan dalam penggunaan Akta Jual Beli (AJB) PPAT juga mempengaruhi kedudukan hukum nasabah dalam pembuktian hak kepemilikan. Selain itu, penggunaan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) yang masih berbasis konvensional berpotensi bertentangan dengan prinsip syariah. Novelty penelitian ini berupa rekomendasi klausul ideal yang sesuai Maqashid syariah dan usulan agar Dewan Syariah Nasional (DSN) menerbitkan fatwa yang mewajibkan penggunaan AJB untuk memperkuat hubungan dan kedudukan hukum nasabah. Penelitian juga mengusulkan penggunaan perjanjian hawalah al-haqq sebagai alternatif penyelesaian bagi pembiayaan murabahah yang bermasalah untuk menghindari praktik riba, terutama pada masa belum adanya lembaga jaminan khusus untuk akad-akad syariah. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya pembentukan lembaga jaminan khusus untuk akad-akad syariah di masa depan guna memperkuat perlindungan hukum bagi nasabah

    Praktik Pengobatan Menggunakan Ayat-Ayat Al-Qur’an Oleh Guru Zainur di Desa Kalibaru Kabupaten Hulu Sungai Tengah

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji praktik pengobatan dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an yang dilakukan oleh Guru Zainur di Desa Kalibaru, Kecamatan Batu Benawa, Kab. Hulu Sungai Tengah. Adapun rumusan masalah penelitian ini yaitu: Bagaimana praktik pengobatan dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an yang dilakukan oleh Guru Zainur, dari mana sumber keilmuan pengobatan tersebut didapatkan, dan bagaimana dampak yang dirasakan oleh pasien setelah menjalani pengobatan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari tahu bagaimana praktik pengobatan dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an yang dilakukan oleh Guru Zainur, menelusuri sumber keilmuan yang beliau miliki, serta mengkaji dampak yang dirasakan oleh pasien setelah melakukan pengobatan tersebut baik dari aspek fisik, psikis, maupun spiritual. Adapun jenis dari penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang berbentuk kajian living qur’an. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Zainur mengklasifikasikan ayat ayat Al-Qur'an sesuai dengan jenis penyakit yang diderita oleh pasien, mencakup gangguan jin, ilmu hitam, penyakit hati, fisik, psikis, kronis, spiritual berat, anak anak yang sulit tidur, penguatan doa dalam rumah tangga, hingga memohon kemudahan dan petunjuk. Ayat-ayat yang beliau gunakan pada jenis penyakit ini yaitu: QS. Al-Baqarah/2: 2, 102, 186, 255, dan 286, QS. Al-Jinn/72: 1-5, QS. Al A‘rāf/7: 117-122 dan 199-200, QS.Yūnus/10: 81-82, QS. Ṭā Hā/20: 25-28 dan 69, QS. Asy-Syu‘arā’/26: 80, QS. Al-Isrā’/17: 82, QS. Fuṣṣilat/41: 44, QS. Ar-Ra’d/13: 28, QS. Maryam/19: 1-15, QS. Āli ‘Imrān/3: 37 dan 38, QS. Al-Furqān/25: 74, QS. Az-Zumar/39: 53, QS. Al-Ḥasyr/59: 21-24, QS. Al-Mu’minūn/23: 115-118, QS. Al-Falaq/113: 1-5, QS. An-Nās/114: 1-6, serta QS. Al-Kahf/18: 10. Guru Zainur memahami ayat-ayat tersebut berdasarkan pada unsur keilmuan, spiritualitas, dan pengalaman praktik. Sumber keilmuan pengobatan diperoleh melalui proses belajar dari para guru beliau, yaitu alm. Guru Nuzhan dan KH. Marhasan, Guru Abdurrazaq, serta KH. Murjani (Guru Andang). Dampak yang dirasakan oleh pasien setelah pengobatan ini sangat beragam tergantung dari jenis penyakit yang diderita, kondisi awal pasien ketika datang untuk berobat, banyaknya gangguan, serta seberapa kuat keyakinan pasien untuk sembuh dari penyakit yang dihadapinya

    Analisis Putusan Pengadilan Terhadap Kasus Ujaran Kebencian di Indonesia dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif

    Get PDF
    Ujaran kebencian telah menjadi tantangan signifikan di Indonesia, sebuah negara yang menjunjung tinggi norma hukum dan prinsip equality before the law. Fenomena ini, yang seringkali diperparah oleh penggunaan media sosial, tidak hanya merusak keharmonisan dan persatuan masyarakat yang beragam, tetapi juga menimbulkan ketegangan sosial dan konflik. Putusan pengadilan dalam kasus ujaran kebencian menjadi krusial sebagai instrumen penegakan hukum dan pembentukan norma sosial, yang mencerminkan interaksi kompleks antara aspek sosiologis, antropologis, dan yuridis. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis bagaimana hukum, khususnya dalam perspektif Islam, diterapkan dalam menangani kasus-kasus ini, serta bagaimana putusan tersebut berkontribusi pada pemulihan nilai-nilai toleransi dan pembangunan masyarakat yang inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif, yang berfokus pada analisis dan pemahaman hukum berdasarkan norma-norma yang berlaku, baik tertulis maupun tidak tertulis. Bahan hukum primer yang digunakan meliputi putusan pengadilan terkait kasus ujaran kebencian, seperti Perkara Nomor 370/Pid.Sus/2018/PN.Jkt.Sel (Dhani Ahmad Prasetyo), Nomor 58/Pid.Sus/2019/PT.DKI (Dhani Ahmad Prasetyo), Nomor 1537/Pid.B/2016/PN.Jkt Utr (Ir. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok), Nomor 117/PID/2017/PT.DKI.JKT (Ir. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok), Nomor 11 PK/PID/2018 (Ir. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok), Nomor 1003/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Sel (Muhammad Yahya Waloni), Nomor 828/Pid.Sus/2020/PN Dps (I Gede Aryastina alias Jerinx), Nomor 866/Pid.Sus/2020/PN Stb (Fery Syahputra alias Fery Kiting). Bahan hukum sekunder mencakup literatur hukum seperti buku, artikel, dan jurnal yang membahas teori hukum dan analisis kasus, sementara bahan hukum tersier berupa ensiklopedia hukum digunakan untuk informasi tambahan. Data dianalisis dengan membandingkan putusan pengadilan dengan literatur hukum dan ensiklopedia untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika ujaran kebencian di Indonesia sangat kompleks, melibatkan aspek yuridis, sosiologis, dan antropologis. Secara yuridis, tantangan muncul dari penafsiran dan penerapan pasal-pasal seperti UU ITE dan KUHP, serta pembuktian niat dan legal standing pelapor, seperti yang terlihat dalam kasus Ahmad Dhani, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Jerinx, dan Fery Syahputra. Sosiologis, kasus-kasus ini menyoroti polarisasi masyarakat, peran media sosial dalam penyebaran informasi, dan dampak pada kohesi sosial serta kepercayaan terhadap institusi. Antropologis, problematika berkaitan dengan interpretasi simbol, diksi, dan nilai-nilai budaya yang memengaruhi konflik. Dalam perspektif hukum Islam, ujaran kebencian dikategorikan sebagai jarimah ta'ziriyah, yang sanksinya ditentukan oleh ulil amri berdasarkan kemaslahatan umum (maslahah ‘ammah), dengan tujuan pencegahan (zajr), perbaikan (islah), dan perlindungan masyarakat (maqasid syariah). Putusan pengadilan, meskipun tidak secara langsung mengadopsi fiqih jinayah, menunjukkan keselarasan filosofis dengan konsep ta'zir dalam menjaga keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan sosial. Oleh karena itu, pengembangan kebijakan hukum restoratif sangat penting untuk menangani ujaran kebencian secara lebih efektif, dengan mengedepankan dialog, toleransi, dan pemulihan hubungan sosial

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇