IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Instilling Constructivism Strategy in Teaching English: A Case Study of English Teacher in Teaching English
Penelitian
ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi
konstruktivisme diimplementasikan dalam pengajaran bahasa Inggris oleh guru
bahasa Inggris di SMAS PGRI 7 Banjarmasin, Madrasah Aliyah Darul Imad, dan
MAN 2 Banjarmasin dan apa saja manfaat yang diperoleh guru bahasa Inggris
ketika menerapkan strategi tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan pendekatan penelitian studi
kasus. Tiga guru bahasa Inggris yang bekerja di tiga sekolah tersebut
berpartisipasi dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan metode analisis data
seperti reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan dari Miles dan
Huberman (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa para guru menggunakan
berbagai model pembelajaran, seperti pembelajaran berbasis masalah,
pembelajaran berbasis tugas, dan bermain peran. Ada enam keuntungan ketika
menggunakan strategi ini. Pertama, mendorong siswa untuk memecahkan masalah
sendiri; kedua, menyediakan lingkungan belajar yang lebih nyaman; ketiga,
mendorong siswa untuk lebih aktif dan kreatif; keempat, mendorong pemikiran
kritis; kelima, memungkinkan siswa untuk secara bebas mengekspresikan ide-ide
mereka; dan keenam, membuat pembelajaran lebih bermakna. Oleh karena itu,
strategi pengajaran konstruktivis efektif dalam meningkatkan standar pengajaran
bahasa Inggris. Meskipun strategi ini menekankan pada partisipasi siswa di dalam
kelas sebagai pusat pembelajaran, strategi ini menawarkan panduan bagi para guru
bahasa Inggris yang menggunakannya. Namun, guru harus dapat memberikan
kelas yang menarik bagi siswa, bahkan bagi siswa yang kurang aktif sekalipun.
Untuk mendorong siswa yang pasif untuk berpartisipasi lebih aktif di kelas,
strategi ini bekerja dengan baik untuk pengajaran bahasa Inggri
Belajar Membaca Al-Qur’an Sebagai Bimbingan keagamaan untuk Lansia di Sungai Lulut Dalam Kabupaten Banjar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemikiran tentang pentingnya
pemberian bantuan kepada para lansia tentang tata cara mempelajari Al-Qur’an
dengan cara pemberian bimbingan secara langsung, bimbingan yang diberikan
diyakini dapat memberikan manfaat bagi para lansia dalam meningkatkan kualitas
pemahaman dan bacaan Al-Qur’an. Berkaitan dengan latar belakang, peneliti
memfokuskan pembahasan tersebut mengenai pelaksanaan bimbingan belajar
membaca Al-Qur’an untuk lansia, dan kendala yang dihadapi ketika pemberian
bimbingan belajar membaca Al-Qur’an untuk lansia. Tujuan dari penelitian ini
adalah mengetahui bimbingan belajar membaca Al-Qur’an untuk lansia sebagai
bimbingan keagamaan di Sungai Lulut Dalam dan mengetahui kendala yang
muncul ketika proses bimbingan membaca Al-Qur’an berlangsung.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
lapangan (Field Research) dengan jenis penelitian kualitatif yang bersifat subjektif.
Subjek penelitian ini yaitu pembimbing dan 6 orang lansia yang mengikuti
bimbingan membaca Al-Qur’an di Sungai Lulut Dalam Kabupaten Banjar
Hasil dari penelitian ini yaitu Belajar membaca AL-Qur’an sebagai
bimbingan keagamaan untuk lansia di Sungai Lulut Dalam Kabupaten Banjar
mempunyai beberapa tahapan dalam pelaksanaan bimbingan tersebut, yaitu
Pengenalan huruf hijaiyah dan makhorijul huruf yang benar. Metode talaqqi, sima’i
dan metode tadarus (Bersama-sama) adalah cara yang digunakan dalam pemberian
bimbingan belajar membaca Al-Qur’an. Kendala yang dihadapi mencakup 2 aspek:
1. Faktor internal dari lansia diantaranya: kurang fokus, kondisi fisik yang
melemah, waktu bimbingan, kemampuan berbicara, dan juga faktor ekonomi. 2.
Faktor eksternal dari pembimbing yaitu: Usia/Umur, waktu dan Lokasi bimbinga
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Karakter Santun, Tanggung Jawab Serta Mandiri Siswa Kelas VII di MTs Alhamid Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Peran Guru Pendidikan Agama
Islam dalam menanamkan karakter santun, tanggung jawab serta mandiri siswa
kelas VII serta untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat yang
dihadapi peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan karakter
santun, tanggung jawab serta mandiri siswa kelas VII di MTs Al-Hamid
Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah
Guru Pendidikan Agama Islam sebagai informan utama dan siswa sebagai
informan tambahan. Sedangkan objek penelitian ini adalah peran guru Pendidikan
Agama Islam dalam menanamkan karakter santun, tanggung jawab serta mandiri
siswa kelas VII di MTs Al-Hamid Banjarmasin. Teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam dalam
menanamkan karakter santun kepada siswa dengan memberi contoh untuk
bersikap santun, menyapa guru dan membiasakan diri untuk tersenyum, kemudian
menanamkan karakter tanggung jawab dengan memberikan pemahaman tugas
seperti tepat waktu dan peran guru dalam menanamkan karakter mandiri dengan
cara membiasakan siswa untuk belajar untuk dirinya sendiri. Adapun faktor
pendukung dalam menanamkan karakter siswa yaitu adalah guru yang profesional
sedangkan faktor penghambat dalam menanamkan karakter siswa adalah
lingkungan dan latar belakang siswa
Manajemen Strategis Kepala Man 3 Banjarmasin Dalam Peningkatan Prestasi Akademik Siswa
Peningkatan prestasi akademik siswa menjadi indikator utama keberhasilan
pendidikan di madrasah. Prestasi tersebut tidak hanya mencerminkan kemampuan
siswa, tetapi juga menggambarkan kualitas manajemen pendidikan. Kepala
madrasah memiliki peran strategis dalam menciptakan iklim belajar yang kondusif
dan efektif melalui perencanaan serta pengambilan keputusan yang tepat. Salah satu
pendekatan yang digunakan untuk mencapai hal tersebut adalah penerapan
manajemen strategis secara menyeluruh.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen
strategis oleh Kepala MAN 3 Banjarmasin dalam meningkatkan prestasi akademik
siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan
data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian mencakup
empat elemen utama manajemen strategis, yaitu pengamatan keadaan, perumusan
strategi, implementasi strategi, serta evaluasi dan supervisi.
Metode penelitian menggunakan penelitian lapangan untuk memahami
secara mendalam manajemen strategis Kepala MAN 3 Banjarmasin dalam
meningkatkan prestasi akademik siswa. Analisis data menggunakan model Miles
dan Huberman, meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian data, serta penarikan
kesimpulan. Untuk menjaga validitas data, digunakan teknik perpanjangan
pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategis yang diterapkan
oleh kepala madrasah menunjukkan arah positif dalam peningkatan prestasi
akademik siswa. Meski demikian, diperlukan penguatan pada aspek kelembagaan
dan administrasi, seperti pembentukan tim kerja, koordinasi antarbagian, serta
sistem dokumentasi yang lebih sistematis agar pelaksanaannya lebih optimal,
akurat, dan berkelanjuta
An Analysis of Speech Acts in Tutor’s Instructions and Feedback at UPB UIN Antasari Banjarmasin
This study investigates the types and application of speech acts in tutor’s
instructions and feedback during an English language class at the elementary level
at UPB UIN Antasari Banjarmasin. The research aims to answer two questions: (1)
What types of speech acts are used in the tutor’s instructions and feedback? and (2)
How does the tutor apply these speech acts in classroom interaction? A qualitative
case study design was employed, with data collected through classroom observation
and semi-structured interviews. The findings reveal that the tutor used four types of
speech acts as classified by Searle (1976): directives, representatives, expressives,
and commissives. Directive speech acts appeared most frequently, as they played a
vital role in providing clear instructions, managing classroom activities, and
guiding students through learning tasks. Representative speech acts were used to
explain new concepts, confirm student responses, and facilitate comprehension.
Expressive speech acts, such as praise and encouragement, contributed to creating
a positive and supportive learning environment. Commissive speech acts, although
used less frequently, helped to prepare students for upcoming activities or tasks. In
addition, the tutor strategically combined Bahasa Indonesia with simple English
expressions to ensure comprehension and reduce student anxiety. The use of the
first language (L1) served as a scaffolding tool, particularly useful for elementary
level learners who often rely on their native language to understand new material.
The semi-structured interview confirmed that the tutor intentionally employed this
strategy to enhance classroom interaction and foster student engagement. Overall,
the effective use of varied speech acts in instructions and feedback contributed to a
more engaging and supportive learning environment. This study highlights the
importance of speech act awareness for tutors, especially in beginner-level English
classes, where clear communication and positive interaction play a key role in
promoting student participation and language development
Pengembangan Video Animasi Materi Aritmatika Sosial di Kelas VII MTsN 10 Hulu Sungai Selatan Tahun Ajaran 2024/2025
Inovasi bahan ajar dapat menunjang terciptanya pembelajaran yang mandiri
dan kreatif untuk materi aritmatika sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari
namun membingungkan dan kurangnya media pembelajaran yang mampu
menyajikan materi secara visual dan kontekstual adalah salah satu penyebab
penelitian ini dilakukan. Media yang dikembangkan berupa video animasi yang
menggambarkan kehidupan sehari-hari dengan audio penjelasan.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media video animasi pada
materi aritmatika sosial dengan menilai kevalidan, kepraktisan dan keefektifan.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development)
yang menggunakan model ADDIE. Jenis data yang diperoleh yaitu data kualitatif
dan kuantitatif. Data kualitatif berupa wawancara, kritik dan saran terhadap produk
pengembangan, sedangkan data kuantitatif berupa skor yang diperoleh dari lembar
validasi yang diisi validator dan responden serta nilai pretest dan posttest peserta
didik.
Hasil penelitian dan pengembangan menghasilkan media video animasi
pada materi Aritmetika Sosial untuk kelas VII MTsN 10 Hulu Sungai Selatan
terbukti valid, praktis, dan efektif. Kualitas produk telah divalidasi oleh ahli materi
dan ahli media dengan kriteria “valid”. Kepraktisan dinilai guru dan peserta didik
pada uji coba kelompok kecil dan besar dengan kriteria “sangat praktis”. Media ini
juga efektif berdasarkan analisis hipotesis yang menunjukkan perbedaan signifikan
hasil belajar (nilai posttest). Sampel penelitian adalah kelas VII F dan VII G
Implementasi pembelajaran IPS Kelas V Berbasis Budaya lokal di Madratsah Ibtidaiyah Swasta Darul Huda
Pembelajaran IPS merupakan pembelajaran yang sangat penting
dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan keluarga, sekolah dan
masyarakat agar menjadikan generasi yang berkualitas, membentuk
kepribadian yang berkarakter, pembelajaran IPS bukan hanya tentang
interaksi manusia tetapi juga mengenai budaya agar bisa mengetahui apa saja
budaya yang melekat sampai sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan implementasi pembelajaran IPS Kelas V berbasis budaya
lokal di lingkungan sekolah dan mendeskripsikan faktor pendukung dan
penghambat dalam implementasi pembelajaran IPS Kelas V berbasis budaya
lokal di lingkungan sekolah MIS Darul Huda Barito Kuala.
Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif
kualitatif. Lokasi dari penelitian ini ialah MIS Darul Huda Barito Kuala.
Penelitian ini menggunakan sumber yang didapatkan dari informan yaitu guru
kelas dari kelas V. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis
data yang digunakan melalui reduksi data, penyajian, penyimpulan,
pengolahan, dan analisis data.
Hasil temuan penelitin ini bahwa implementasi pembelajaran IPS
berbasis budaya lokal kelas V di MIS Darul Huda Barito Kuala sudah cukup
baik, terlihat dengan adanya RPP yang dimodifikasi kemudian dikaitkan
langsung dengan budaya lokal Kalimantan Selatan. Selanjutnya dalam
pelaksanaan pembelajaran, siswa mengikuti pembelajaran dengan
bersemangat sebab adanya interaksi guru dan siswa dengan akrab. Selain itu,
guru menyuguhkan contoh gambar kebudayaan Kalimantan Selatan.
Sedangkan evaluasi pembelajaran, guru memberikan tugas sebagai bentuk
posttest dan tugas. Faktor pendukung dalam implementasi pembelajaran
adalah minat peserta didik untuk meningkatkan kreativitas yang dikaitkan
langsung dengan lingkungan sekitar. Metode dan strategi yang termuat di
dalam RPP sesuai dengan materi yang disampaikan, ditambah lagi dengan
penyediaan media ajar berupa gambar kebudayaan lokal. Faktor penghambat
adalah terdapat siswa yang tidak masuk kelas dan tidak memperhatikan saat
penyampaian pembelajaran dikelas
The Social Aspect Challenges in Learning EFL Using the Zone of Proximal Development Theory
This study examines social challenges in learning English as a Foreign
Language (EFL) through Vygotsky’s Zone of Proximal Development (ZPD). It
investigates which social issues students experience and how teachers address them.
Findings revealed that learners often feel anxiety when speaking, fear being judged,
hesitate to join group tasks, and feel uncomfortable expressing themselves in
English. Interestingly, higher-proficiency students were more prone to foreign
language anxiety due to greater expectations and performance pressure, while
lower-proficiency students were less engaged and more likely to withdraw. These
dynamics highlight the role of emotional safety and peer interaction in language
learning. Teachers helped mitigate these challenges using scaffolding techniques
such as simplifying instructions, modeling examples, incorporating humor, and
using physical demonstrations to reduce stress. Interactive group activities and
technology tools like Quizizz further supported engagement. The study concludes
that overcoming social challenges requires more than language instruction alone; it
demands an emotionally supportive environment aligned with ZPD principles.
Creating such an environment encourages participation, boosts motivation, and
improves comprehension. Recognizing students’ diverse social and emotional
experiences allows teachers to design learning experiences that nurture both
linguistic competence and psychological well-being. This holistic approach
contributes to a more meaningful and effective EFL learning process, where
students feel confident to experiment, collaborate, and grow in their language
abilities
Pengelolaan Arsip Dinamis dalam Kegiatan Operasional Administrasi Sekolah di SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin
Lembaga sekolah merupakan salah satu tempat penanaman nilai-nilai
keilmuan serta pertukaran pikiran secara berkelanjutan. Sekolah juga menjadi
tempat bergulirnya informasi secara langsung dari mulai informasi yang bersifat
umum hingga yang bersifat rahasia. Dalam hal ini salah satu faktor yang dapat
menunjang keberhasilan lembaga dalam mencapai tujuan yaitu ketertiban dalam
bidang administrasi. Suatu bidang administrasi yang ada di dalam sebuah kantor
antara lain kegiatan pengelolaan arsip. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mendapatkan data dan fakta yang konkrit mengenai pengelolaan arsip
dinamis dalam kegiatan operasional administrasi sekolah di SMK Muhammadiyah
3 Banjarmasin.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan
pendekatan studi etnografi. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah SMK
Muhammadiyah 3 Banjarmasin, Kepala Tata Usaha SMK Muhammadiyah 3
Banjarmasin, dan staf TU. Adapun Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data yang
digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Serta
teknik keabsahan data dalam penelitian ini yaitu ketekunan pengamat, triangulasi
dan mengadakan member check. Hasil penelitian ini adalah arsip dinamis yang
digunakan dalam mengelola administrasi sekolah di SMK Muhammadiyah 3
Banjarmasin mampu mengefisiensikan tugas-tugas pengarsipan di sekolah, serta
gaya kearsipan yang dibangun lebih efektif diberlakukan di sekolah SMK
Muhammadiyah 3 Banjarmasin
Potensi dan Kendala Program Makan Bergizi Gratis dalam Pengembangan UMKM (dalam Perspektif UMKM dan Instansi Pemerintah Daerah di Banjarmasin)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG),
kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM. Program ini dinilai
menguntungkan bagi vendor serta berpotensi mendorong pengembangan UMKM
lokal. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tata kelola, potensi, dan kendala, serta
menemukan solusi dalam menghadapi kendala program MBG dalam
pengembangan UMKM di Kota Banjarmasin dari perspektif pelaku UMKM dan
instansi pemerintah daerah.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kondisi di lapangan secara
menyeluruh. Subjek penelitian mencakup pelaku UMKM, Dinas Koperasi Usaha
Mikro dan Tenaga Kerja (DISKOPUMKER), Dinas Pendidikan, serta Badan
Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota
Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan 1) Program ini dikelola oleh Badan Gizi
Nasional dan didanai melalui APBN, akan tetapi masih terdapat permasalahan
koordinasi antarinstansi daerah. 2) Program ini berpotensi mendorong
pengembangan UMKM sebagai penyedia makanan melalui peningkatan
pendapatan, jumlah pelanggan, kualitas produk, dan kualitas SDM. 3) Kendala
utama dari UMKM dan pemerintah daerah, meliputi keterbatasan modal, fluktuasi
harga bahan baku, serta kendala regulasi dan anggaran pemerintah daerah. 4) Solusi
yang ditawarkan mencakup stabilisasi harga bahan baku, fasilitasi akses modal,
pembentukan struktur organisasi yang jelas, regulasi teknis, dan pelatihan SDM