IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengembangan Bahan Ajar untuk Meningkatkan Pembelajaran Mitigasi Bencana Kebakaran pada Anak Usia Dini di RA Samudera Raya Banjarmasin
Pengetahuan tentang mitigasi bencana sejak usia dini penting untuk
ditanamkan guna membentuk kesiapsiagaan anak terhadap situasi darurat,
khususnya bencana kebakaran. Kota Banjarmasin merupakan salah satu wilayah
yang memiliki frekuensi kebakaran tinggi, namun belum banyak lembaga PAUD
yang menerapkan kurikulum mitigasi bencana secara terstruktur. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa buku cerita bergambar yang
dapat meningkatkan pemahaman anak usia dini tentang mitigasi bencana
kebakaran di RA Samudera Raya Banjarmasin.
Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D)
dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation,
Evaluation). Subjek penelitian adalah anak-anak usia 5–6 tahun. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta
validasi ahli materi dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita
bergambar yang dikembangkan dinyatakan “sangat layak” oleh para validator,
baik dari segi isi, bahasa, ilustrasi, maupun pendekatan pembelajaran.
Dari hasil uji normalitas menggunakan spss 16 hasil akhir menunjukkan
bahwa buku cerita bergambar pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap
pemahaman belajar anak B2, dengan nilai Asmp. Sig (2-tailed) 0,001 atau dapat
juga disebut 0,001 < 0,05. Ini menunjukkan bahwa buku cerita bergambar dapat
dinyatakan efektif sebagai bahan ajar terhadap pemahaman anak di RA Samudera
Raya Banjarmasin dalam pendidikan mitigasi bencana kebakara
الأنشطة الداعمة لترقية مهارة الكلام في معهد دارالهجرة للبنات بمرتابورا = Kegiatan-Kegiatan Penunjang untuk Meningkatkan Maharah Kalam di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Martapura
Keterampilan berbicara merupakan salah satu dari empat keterampilan
berbahasa yang bersifat produktif dan memegang peranan penting dalam proses
komunikasi. Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab di pondok pesantren
modern, keterampilan ini menjadi fokus utama guna membentuk kemampuan
berkomunikasi secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan
mendeskripsikan kegiatan-kegiatan penunjang yang secara khusus mendukung
peningkatan keterampilan berbicara santriwati di Pondok Pesantren Darul Hijrah
Puteri Martapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data
dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 kegiatan kebahasaan yang ada,
terdapat 8 kegiatan yang secara langsung menunjang peningkatan keterampilan
berbicara, yaitu: pembagian kosakata, muhādatsah mingguan, muḥāḍarah,
murājaʿah, lomba pidato tiga bahasa, khuṭbatul wadāʿ, bīʾah lughawiyyah, dan ujian
lisan. Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin dan sistematis dengan
strategi yang disesuaikan berdasarkan tingkat kemampuan peserta didik. Temuan
ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan program pembelajaran
bahasa Arab yang lebih komunikatif dan aplikatif di lingkungan pesantre
An Analysis of FUVGIS as an EFL Teaching and Learning Media for Alpha Generation
Penelitian ini menganalisis fun english vocabulary and grammar in song
atau disingkat FUVGIS sebagai media pembelajaran untuk pembelajaran bahasa
inggris anak-anak generasi alfa, lagu-lagu FUVGIS diambil dari kanal YouTube
syarifah.irnina. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keselarasan tema
FUVGIS dengan minat dan konteks budaya Generasi Alfa dan untuk menganalisis
kosakata dan struktur tata bahasa dalam lagu-lagu FUVGIS. Dua pertanyaan
penelitian utama memandu studi ini: (1) Bagaimana tema dan topik lagu-lagu
FUVGIS selaras dengan minat dan konteks budaya Generasi Alfa? (2) Jenis
kosakata dan struktur tata bahasa apa saja yang biasa ditemukan dalam lagu-lagu
FUVGIS? Penelitian ini menggunakan metode analisis konten untuk menganalisis
data yang terdiri dari tema dan topik dan keselarannya dengan konteks budaya, jenis
kosakata dan struktur tata bahasa dari lagu yang dipilih. Data dikumpulkan melalui
transkripsi YouTube yang dianalisis secara teliti oleh peneliti guna menjamin
ketepatan. Data yang diidentifikasi kemudian dikategorikan dan dianalisis
mengenai fitur linguistik dan pedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
FUVGIS secara konseptual dirancang untuk mendekati dunia anak-anak Generasi
Alpha dengan menghadirkan konten yang interaktif, menyenangkan, serta relevan
dengan kehidupan sehari-hari mereka. Tema yang diangkat menyentuh aspek yang
dekat dengan kehidupan digital dan sosial mereka, memperkuat keterlibatan serta
pembelajaran kontekstual. Dari sisi linguistik, kosakata yang digunakan bersifat
sederhana dan fungsional, mencerminkan lingkungan sekitar anak-anak seperti
aktivitas pagi, sekolah, dan benda-benda umum. Struktur tata bahasanya pun
disusun secara mendasar, didominasi oleh bentuk simple present dan present
continuous tense, yang sesuai untuk memperkenalkan dan memperkuat pemahaman
bahasa pada tingkat awal. Penelitian ini menunjukkan bahwa FUVGIS dapat
menjadi sarana edukatif yang efektif untuk pembelajaran bahasa Inggris anak-anak
Generasi Alpha, dengan konten yang interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan
kehidupan sehari-hari mereka. Implikasi penelitian ini adalah FUVGIS dapat
digunakan sebagai alternatif media pembelajaran bahasa Inggris yang menarik dan
efektif untuk anak-ana
Efektivitas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan Desa Sungai Tabukan Hulu Sungai Utara
Penelitian ini mengkaji implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4
Tahun 2016 tentang Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di
Desa Sungai Tabukan, Hulu Sungai Utara. Latar belakang masalah ini adalah
masih banyaknya masyarakat setempat yang menggunakan jamban di sungai
untuk buang air besar, meskipun telah ada regulasi yang melarang praktik
tersebut, sehingga menghambat terwujudnya lingkungan yang sehat dan bersih.
Permasalahan utama penelitian ini adalah mengukur sejauh mana efektivitas perda
tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas perda BABS di Desa Sungai Tabukan
dan menguraikan kendala-kendala yang memengaruhi implementasinya.
Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Empiris dengan
pendekatan Kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan
dan wawancara mendalam dengan pihak pemerintah desa, puskesmas, serta
masyarakat setempat.
Hasil temuan dan analisis menunjukkan bahwa Perda Nomor 4 Tahun
2016 masih belum efektif sepenuhnya dalam mengubah perilaku masyarakat.
Analisis menunjukkan bahwa kendala utama berasal dari berbagai sisi: Pertama,
kuatnya kebiasaan turun-temurun dan faktor kepraktisan masyarakat dalam buang
air sembarangan di sungai, diperparah dengan minimnya pengetahuan dan
kesadaran mereka akan perda. Kedua, keterbatasan infrastruktur dan kondisi
geografis yang menantang, seperti banyaknya rumah di pinggir sungai yang sulit
dibangun WC standar, serta kondisi rawa. Ketiga, tingkat ekonomi masyarakat
yang rendah menghalangi kepemilikan WC layak dan keterbatasan kapasitas
PDAM memengaruhi ketersediaan air bersih. Keempat, implementasi dari sisi
pemerintah desa dan puskesmas masih menghadapi tantangan, termasuk lemahnya
penegakan sanksi dan belum optimalnya sosialisasi serta penyediaan solusi
alternatif yang komprehensi
Status Hubungan Suami Istri Pada Pernikahan Fasid Sebab Pemalsuan Wali (Perspektif Hakim Pengadilan Agama Banjarmasin)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pernikahan fasid akibat pemalsuan wali,
dan terdapat perbedaan pendapat pada hakim Pengadilan Agama Banjarmasin
mengenai status hubungan tersebut yang berdampak pada status hukum hubungan
suami istri dari pernikahan tersebut. Dalam konteks hukum Islam, wali merupakan
salah satu rukun nikah, dan ketiadaannya menyebabkan pernikahan menjadi tidak
sah. Hal ini menimbulkan implikasi serius, terutama dalam penentuan nasab, hak
waris, dan status sosial anak. Salah satu kasus konkret terjadi di Banjarmasin, di
mana wali nikah dipalsukan, lalu pernikahan difasakh setelah pasangan memiliki
anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status hubungan suami istri hasil
pernikahan fasid dari perspektif hakim Pengadilan Agama Banjarmasin.
Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan
pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan
lima hakim Pengadilan Agama Kota Banjarmasin sebagai informan kunci. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, kemudian dianalisis
secara deskriptif-kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat hakim sepakat pernikahan
tanpa wali adalah tidak sah dan termasuk kategori zina menurut KHI dan mazhab
Syafi’i, sehingga hubungan suami istri mereka tidak sah secara hukum dan satu
hakim menyatakan nikah mereka fasid serta hubungan suami istri mereka termasuk
wathi syubha
Pandangan Ulama (MUI) Kota Banjarmasin Mengenai Hukum Pengasuhan Cucu Oleh Orang Tua
Penelitian ini dilatar belakangi melihat dari permasalahan yang terjadi di
masyarakat khususnya di Kota Banjarmasin beragam argumentasi terhadap wanita
yang berkarir dalam konteks keluarga dan pendidikan anak. Mengenai anak yang
meminta orang tuanya membantu merawat cucu selama wanita karir tersebut
bekerja. Peneliti memahami secara lebih komprehensif bagaimana dampak
terhadap wanita yang berkarir karena bekerja menimbulkan banyak implikasi,
terkait hal-hal perkembangan anak tersebut.
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pandangan Ulama (MUI) di
Kota Banjarmasin mengenai hukum pengasuhan cucu oleh orang tua. Selain itu,
untuk mengetahui studi perbandingan hukum dari analisis landasan hukum
mengenai pengasuhan cucu oleh orang tua.
Penelitian ini merupakan penelitian jenis penelitian lapangan yang bersifat
yuridis empiris. Dengan Teknik analisis secara deskriptif kualitatif dan juga
menggunakan metode komparatif (perbandingan).
Hasil dari penelitian ini adalah, terdapat relevansi pandangan ulama (MUI)
di Kota Banjarmasin dalam menyatakan suatu pandangan boleh atau tidaknya
dalam masalah pengasuhan cucu oleh orang tua. Dan inilah yang mendorong
peneliti menelaah permasalahan guna menghindari kesalahan dalam menentukan
hukum terkait permasalahan ini. Dengan adanya perbedaan pandangan dan
landasan hukum sehingga muncul sebagian ulama yang menyatakan diperbolehkan
saja memberikan pengasuhan cucu terhadap orang tua, namun sebagian lainnya
tidak memperbolehkan sehingga menyatakan untuk melarang atau mengharamkan
Inovasi Guru dalam Penguatan Pendidikan Akhlak untuk Menghadapi Era Society 5.0 Peserta Didik di SMAN 5 Banjarmasin
Era society 5.0 ditandai dengan integrasi teknologi dengan kehidupan
sosial. Pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda
dengan tidak hanya memiliki kemampuan kognitif, tetapi juga karakter yang kuat.
Penelitian ini secara khusus menyoroti inovasi yang dilakukan oleh guru dalam
memperkuat pendidikan akhlak peserta didik sebagai landasan penting dalam
menghadapi tantangan zaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana inovasi guru dalam
penguatan pendidikan akhlak untuk menghadapi era society 5.0 peserta didik di
SMAN 5 Banjarmasin serta untuk mengetahui faktor yang mendukung dan
menghambat inovasi yang diterapkan guru dalam penguatan pendidikan akhlak
untuk menghadapi era society 5.0 peserta didik di SMAN 5 Banjarmasin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan peserta didik,
sedangkan objeknya adalah inovasi guru dalam penguatan pendidikan akhlak
untuk menghadapi era society 5.0 peserta didik di SMAN 5 Banjarmasin. Teknik
analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
kesimpulan atau verifikasi
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi guru dalam penguatan
pendidikan akhlak untuk menghadapi era society 5.0 peserta didik di SMAN 5
Banjarmasin dilakukan melalui pembelajaran PAI inovatif yang meliputi model
pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan Discovery
Learning, serta pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu,
guru PAI juga menerapkan metode penguatan pendidikan akhlak melalui
pembiasaan rutin, keteladanan, dan nasihat. Terdapat faktor yang mendukung dan
menghambat dalam inovasi guru menguatkan pendidikan akhlak untuk
menghadapi era society 5.0 peserta didik di SMAN 5 Banjarmasin. Faktor
pendukung tersebut meliputi kompetensi guru, motivasi dan kesadaran guru
kurikulum yang adaptif, fasilitas yang memadai, perkembangan teknologi, dan
dukungan sekolah. Adapun faktor penghambat dalam meliputi, kondisi peserta
didik dan keterbatasan wakt
Hubungan antara Psychological Meaning of Money dengan Kesehatan Mental pada Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin
Di era sekarang, masalah kesehatan mental cukup marak terjadi terutama
dikalangan mahasiswa. Hal ini telah dikatakan oleh WHO dalam WHO World
Mental Health International College Student Project yang melakukan penelitian di
19 perguruan tinggi di delapan negara, ditemukan bahwa sebanyak 35% mahasiswa
selama hidupnya mengalami setidaknya satu mental disorder DSM-IV. Adapun
penyebab dari terjadinya masalah kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh
berbagai faktor, seperti tugas akhir, pertemanan, organisasi, hubungan asmara,
keluarga, dan masalah keuangan. Disebutkan salah satu faktornya adalah masalah
keuangan yang pastinya dapat ketahui bahwa masalah keuangan ini sangat penting
dan relate bagi kehidupan sehari-hari, baik dari kalangan masyarakat maupun
mahasiswa. Bagaimana psychological meaning of money pada setiap individu,
tentunya dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka.
Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara
psychological meaning of money dengan kesehatan mental pada mahasiswa UIN
Antasari Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis
pendekatan korelasional. Adapun variabel dalam penelitian ini ada dua, yaitu
variabel bebas psychological meaning of money dan variabel terikat kesehatan
mental. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 500 orang mahasiswa UIN
Antasari Banjarmasin yang sesuai dengan kriteria. Adapun analisis data
menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) Versi 23.0 for
Windows.
Adapun hasil uji korelasi sebesar -0.058 dengan nilai signifikansi (p-value)
sebesar 0.195 yang artinya lebih besar dari > 0,05, maka variabel psychological
meaning of money dengan kesehatan mental tidak memiliki hubungan yang
signifikan. Sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Meskipun hal ini berbanding
terbalik dengan hipotesis awal, akan tetapi dapat menjadi temuan baru yang
berharga. Hal ini dapat terjadi karena sikap individu terhadap uang tidak selalu
berdampak langsung pada kesehatan mental tetapi bisa dipengaruhi oleh faktor
faktor lain. Selain itu, psychological meaning of money memang dapat
mempengaruhi kepuasan hidup seseorang, tetapi tidak secara langsung
mempengaruhi kesehatan mental tergantung pada setiap individunya. Berdasarkan
hal ini mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin secara umum mampu memberikan
makna yang positif dan mengelola kondisi psikologis mengenai uang dengan baik
Pendapat Ulama Kota Banjarmasin Terhadap Komisi Pada Program Tiktok Shop Affiliate
Kemajuan teknologi digital saat ini telah menghadirkan berbagai model bisnis baru,
salah satunya adalah sistem TikTok Shop Affiliate. Sistem ini memungkinkan
seseorang untuk memperoleh penghasilan dari komisi penjualan produk melalui
promosi yang dilakukan di media sosial TikTok. Dalam praktiknya, seorang
affiliate mempromosikan produk milik orang lain dan mendapatkan komisi jika
produk tersebut terjual melalui tautan yang dibagikannya. Fenomena ini menarik
untuk dikaji dari perspektif hukum Islam, terutama terkait keabsahan komisi yang
diperoleh dan jenis akad yang melandasinya. Dalam Islam, transaksi bisnis harus
dilandasi oleh prinsip keadilan, kejelasan akad, kehalalan barang, serta tidak
mengandung unsur penipuan, gharar, atau riba..
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendapat para ulama di
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin mengenai hukum komisi dalam
program TikTok Shop Affiliate, serta apa dasar hukum yang mereka gunakan dalam
menetapkan pandangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam
terhadap enam informan yang merupakan tokoh ulama dari berbagai komisi di
lingkungan MUI Kota Banjarmasin. Selain itu, penelitian ini juga dilengkapi
dengan studi kepustakaan untuk memperkuat analisis data lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dengan wawancara enam orang ulama yang
tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin, diperoleh
beragam pandangan mengenai hukum komisi dalam program TikTok Shop
Affiliate, ada 5 (lima) ulama yang membolehkan dan 1 (satu) ulama yang tidak
membolehkan. Dengan demikian, menurut mayoritas ulama profesi affiliate dalam
ekonomi digital dipandang Boleh secara hukum Islam apabila dijalankan secara
jujur, bertanggung jawab, dan sesuai dengan prinsip muamalah syariah. Dasar
hukum yang digunakan oleh para ulama terdiri dari Akad jualah, yaitu akad
pemberian imbalan atas keberhasilan menyelesaikan suatu pekerjaan. Fatwa DSN
MUI Nomor 62/DSN MUI/XII/200 Tentang Akad Ju’alah mengenai akad jualah
dalam transaksi ekonomi syariah. QS. Al-Mā’idah: 2. QS. Surah An-Nisa/4:29.
Maka Affiliate dianggap sah menerima komisi jika tidak melanggar ketentuan
syariat, seperti mempromosikan produk yang halal, tidak menipu konsumen, serta
menjalin kesepakatan yang jelas dengan pihak pemilik produ
Praktik Joki dalam Pendaftaran dan Pelatihan Kartu Prakerja di Desa Aluh Aluh Besar Kecamatan Aluh Aluh Kabupaten Banjar
Fenomena jasa joki dalam pendaftaran dan pelatihan Kartu Prakerja menjadi
bentuk realitas sosial baru yang muncul sebagai respons atas rendahnya literasi
digital masyarakat, termasuk di Desa Aluh Aluh Besar, Kecamatan Aluh Aluh,
Kabupaten Banjar. Praktik ini tetap terjadi meski sudah ada larangan yang jelas
pada Pasal 10 ayat (1) huruf a Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Nomor 17 Tahun 2022, yang menyatakan bahwa “pendaftaran Program Kartu
Prakerja harus dilakukan secara mandiri oleh calon penerima”. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik joki tersebut dilaksanakan dan
bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik ini berdasarkan akad
ijārah dan wakalah bil ujrah.
Penelitian ini di lakukan di Desa Aluh Aluh Besar, Kecamatan Aluh Aluh,
Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris
dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan
studi dokumentasi dengan pelaku joki dan pengguna jasa. Informan dalam
penelitian ini adalah seseorang berprofesi sebagai Joki pendaftaran Kartu Prakerja
dan orang yang menggunakan jasa tersebut, pada awalnya memiliki 10 informan
namun yang dapat di wawancara cuman 4 informan, dengan jumlah 2 orang Joki
dan 2 orang pengguna jasa Joki.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik joki dilakukan dengan sistem
upah 50% dari insentif, namun dilakukan tanpa adanya akad yang sah dan disertai
dengan penyembunyian informasi penting mengenai uang pada pelatihan
berikutnya sebesar 50 ribu. Dalam perspektif hukum ekonomi syariah, praktik ini
mengandung unsur ghisy dan tadlis, yaitu penipuan tersembunyi dan penyamaran
informasi yang menimbulkan ketidak jujuran dalam transaksi. Hal ini menjadikan
praktik tersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan
kejujuran dalam muamalah Islam. Praktik ini pada tinjuan hukum ekonomi syariah
masuk dalam akad ijārah dan wakalah bil ujrah yang di larang dan merupakan akad
yang tidak sah secara hukum ekonomi syariah