IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Penerapan Strategi Pembelajaran Listening Teams pada Pembelajaran Fiqih Materi Shalat Berjamaah di MTs Pondok Pesantren Al-Istiqamah Pekapuran Raya Banjarmasin
Penelitian ini di latar belakangi karena peneliti menemukan di dalam
pembelajaran fiqih, khususnya mengenai shalat berjamaah yang memiliki peran
penting dalam pembentukan karakter dan spiritualitas siswa. Namun di
pembelajaran sering kali siswa mengalami kesulitan dalam memahami tata cara dan
makna shalat berjamaah. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk
meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa adalah strategi pembelajaran
listening teams. Strategi ini mendorong kolaborasi dan diskusi di antara siswa, yang
memungkinkan mereka untuk saling berbagi informasi dan memperdalam
pemahaman materi.
Penelitian ini yang bertujuan untuk meneliti bagaimana penerapan strategi
pembelajaran listening teams pada pembelajaran fiqih materi shalat berjamaah dan
bagaimana respons siswa terhadap strategi pembelajaran listening teams pada
pembelajaran fiqih materi shalat berjamaah di MTs Pondok Pesantren Al-Istiqamah
Pekapuran Raya Banjarmasin.
Adapun jenis penelitian ini yaitu field research atau penelitian lapangan dan
menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperlukan berupa data pokok yang
didapatkan dari subjek pertama utama yaitu guru mata pelajaran fiqih dan siswa
kelas VII di MTs Pondok Pesantren Al-Istiqamah Pekapuran Raya Banjarmasin.
Dalam mengumpulkan data penelitian ini menggunakan teknik observasi,
wawancara dan dokumentasi. Setelah dikumpulkan, data akan diolah melalui
tahapan reduksi, display, dan penarikan kesimpulan.
Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut bahwa penerapan strategi
pembelajaran listening teams efektif dalam meningkatkan pemahaman dan
keterlibatan siswa dalam pembelajaran fiqih. Siswa menjadi lebih aktif untuk
bertanya dan berdiskusi, terampil komunikasi dan kaloborasi serta meningkatnya
motivasi belajar siswa. Adapun respons siswa terhadap strategi pembelajaran
listening teams juga memberikan respons yang positif dalam meningkatkan
pemahaman materi, keterlibatan aktif, kolaborasi, kepercayaan diri, dan interaksi
sosial siswa serta pengamalannya dalam shalat berjamaah di kehidupan sehari-hari
Implementasi Strategi The Power Of Two dalam Pembelajaran Fiqih Materi Jual Beli kelas IX di Madrasah Tsanawiyah Al-Huda Banjarmasin
Pembelajaran Fiqih di madrasah seringkali menghadapi kendala rendahnya
partisipasi aktif siswa, khususnya dalam materi yang bersifat praktis seperti jual
beli. Banyak siswa menunjukkan sikap pasif, enggan berdiskusi, dan kurang
mampu menghubungkan materi dengan situasi nyata di kehidupan sehari-hari. Hal
ini berdampak pada kurang optimalnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai
hukum Islam yang aplikatif. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan
strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dan
mendorong mereka berpikir kritis serta bekerja sama dalam memahami materi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan
keunggulan strategi The Power Of Two dalam pembelajaran Fiqih materi jual beli
kelas IX di MTs Al-Huda Banjarmasin. Strategi ini merupakan bentuk
pembelajaran aktif yang menekankan kerja sama berpasangan, dengan tujuan
membangun interaksi, mendorong siswa bertukar gagasan, serta memperkuat
pemahaman melalui diskusi dua arah. Penelitian ini juga bertujuan
mengidentifikasi keunggulan strategi ini dalam menciptakan suasana belajar yang
lebih interaktif dan mendalam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Teknik pengumpulan data meliputi observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru Fiqih dan siswa kelas
IX. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi The Power Of Two
terlaksana dengan baik melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Strategi
ini mendorong siswa lebih aktif berdiskusi, saling menghargai pendapat, dan
fokus memahami materi. Suasana kelas menjadi lebih dinamis dan kolaboratif.
Meski terdapat hambatan seperti keterbatasan waktu dan kesiapan siswa, strategi
ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran
Fiqih
Model Bimbingan Keagamaan dalam Membina Akhlak Bagi Anak di Panti Asuhan Puteri Mu’awanah Kota Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model bimbingan keagamaan dalam
membina akhlak bagi anak di Panti Asuhan Puteri Mu‟awanah Kota Banjarmasin,
serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor penunjang dan penghambat dalam
pelaksanaannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran lembaga sosial
dalam memberikan pendidikan dan pembinaan akhlak kepada anak-anak yang tidak
lagi diasuh oleh orang tua, khususnya melalui pendekatan keagamaan yang sistematis
dan terarah.
Penelitian ini menggunakan jenis lapangan (field research) dengan pendekatan
deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah pengurus panti dan anak-anak asuh.
Sedangkan objek penelitian ini adalah Model Bimbingan Keagamaan dalam Membina
Akhlak Anak di Panti Asuhan Puteri Mu‟awanah Kota Banjarmasin dan Faktor
Penghambat dan Penunjang pelaksanaan bimbingan keagamaan dalam proses
pembinaan akhlak anak di Panti Asuhan Mu‟awanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bimbingan keagamaan yang
diterapkan di Panti Asuhan Puteri Mu‟awanah meliputi: Model Internalisasi
keagamaan, model keteladanan, model pembiasaan, dan model Nasehat. Didalamnya
terdapat beberapa bentuk kegiatan bimbingan keagamaan yang berupa, Bimbingan
Membaca & Menghafal al-qur‟an, Bimbingan Kajian Berupa Keagamaan, Pembinaan,
Akhlakul Karimah, Bimbingan Shalat lima waktu, Bimbingan Tadarus Al-Qur‟an,
Bimbingan Asmaul Husna, Bimbingan Shalat sunnah, Pemberian Nasehat dan
Hukuman. Faktor penunjang dalam pembinaan ini antara lain dukungan penuh dari
para pengasuh dan pengelola panti, jadwal kegiatan yang terstruktur dan konsisten,
kemauan anak untuk mengikuti kegiatan, dan sarana dan prasarana yang memadai
seperti aula, musholla, dan alat pembelajaran keagamaan. Adapun faktor penghambat
dalam pelaksanaan bimbingan keagamaan yaitu, kemalasan anak dalam mengikuti
kegiatan, anak susah diatur, anak yang kurang disiplin seperti suka menunda-nunda
waktu, dan keterbatasan tenaga pengasuh
Gaya Bahasa Dakwah Ustadz H. Arifurrahman Di Majelis Ta'lim Raudatus Sholihin Desa Budi Mufakat Kabupaten Kapuas
Penelitian ini dilatarbelakangi dari dakwah Ustadz H. Arifurrahman salah
satu ulama yang cukup terkemuka di kecamatan Bataguh kabupaten kapuas,
beliau melakukan dakwahnya di beberapa tempat dan salah satunya di majelis
raudatus sholihin. Dakwah yang beliau lakukan di majelis tersebut cukup ramai
didatangi masyarakat. Pada dasarnya hal ini tidak hanya dipengaruhi oleh materi
yang beliau sampaikan melainkan metode dan cara menyampaikan dakwah yang
diberikan kepada masyarakat. Sehingga hal yang sangat berpengaruh ialah gaya
bahasa yang digunakan oleh beliau dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah.
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan
bagaimana gaya bahasa dakwah ustadz H. Arifurrahman di majelis ta‟lim raudatus
sholihin desa budi mufakat kabupaten kapuas.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), penelitian
ini harus terjun langsung ke lapangan untuk menemukan data-data dan informasi
mengenai gaya bahasa dakwah ustadz H. Arifurrahman. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif yang mendeskripsikan secara mendalam
mengenai data-data yang telah diperoleh. Objek dalam penelitian ini adalah gaya
bahasa dakwah ustadz H. Arifurrahman di majelis ta‟lim raudatus sholihin desa
budi mufakat kabupaten kapuas. Pengumpulan data dalam penelitian ini diambil
dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul
selanjutnya di analisis melalui reduksi data, penyajian data (display data), dan
kesimpulan atau verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa dakwah yang digunakan
ustadz H. Arifurrahman di majelis ta‟lim raudatus sholihin desa budi mufakat
kabupaten kapuas ada tiga. Pertama, gaya bahasa berdasarkan pilihan kata, yakni
gaya bahasa resmi, tidak resmi dan percakapan. Kedua, gaya bahasa berdasarkan
nada, yakni gaya bahasa sederhana, mulia dan bertenaga, serta menengah. Ketiga,
gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat, yakni gaya bahasa paralelisme,
antitesis, dan repatisi. Gaya bahasa tersebut diguanakan beliau dalam setiap
dakwah yang beliau sampaikan meskipun secara menyeluruh tidak semua gaya
bahasa dakwah digunakan. Namun dengan gaya bahasa dan cara dakwah yang
beliau gunakan mampu memberikan kesan yang positif dengan apa yang beliau
sampaikan sehingga banyak masyarakat menyukai dakwah beliau dan berinisiatif
untuk semangat menghadiri dakwah belia
Implementasi Komik “5 Pesan Damai Lebih Dekat dengan Ajaran Nabi” Sebagai Media Literatur Anak
Komik merupakan salah satu media massa yang berbentuk visual gambar
yang akrab dengan masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan.
Diantara sekian banyak komik yang cocok untuk dijadikan literatur oleh anak
anak, salah satunya komik yang berjudul “5 Pesan Damai Lebih Dekat dengan
Ajaran Nabi”, yang ditulis oleh Vbi_Djenggotten dan diterbitkan oleh penerbit
Zahira pada tahun 2013. Fokus penelitian adalah implementasi komik “5 Pesan
Damai Lebih Dekat dengan Ajaran Nabi” sebagai media literatur anak. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui implementasi komik “5 Pesan Damai Lebih Dekat
dengan Ajaran Nabi” sebagai media literatur anak.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka. Metode penelitian kualitatif
sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada
kondisi yang alamiah. Dengan penelitian kualitatif, peneliti berusaha memahami
dan mengetahui Implementasi Komik “5 Pesan Damai Lebih Dekat dengan
Ajaran Nabi” Sebagai Media Literatur Anak. Penelitian ini menggunakan metode
analisis deskriptif teks cerita bergambar pada komik 5 Pesan Damai Lebih Dekat
dengan Ajaran Nabi. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan
analisis isi merupakan salah satu bentuk metode penelitian yang digunakan untuk
memperoleh keterangan dari isi komunikasi yang disampaikan dalam bentuk
lambang.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Komik "5 Pesan Damai Lebih
Dekat dengan Ajaran Nabi" karya vbi_djenggotten memberikan pesan yang
sangat mendalam tentang bagaimana nilai-nilai yang diajarkan oleh Nabi
Muhammad Saw. dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk
menciptakan dunia yang lebih damai dan harmonis. Kelima pesan utama dalam
komik tersebut adalah menghargai perbedaan dan toleransi, menjaga perdamaian
dalam berbicara, membangun persaudaraan dan solidaritas, menghindari
kekerasan dan intoleransi, serta menerapkan kejujuran dan keadilan, merupakan
dasar dari kehidupan sosial yang sehat dan penuh kedamaian. Implementasi
sebagai media literatur anak sangat relevan dalam mendukung pendidikan
karakter dan literasi anak. Komik ini memiliki keunggulan berupa visual yang
menarik, bahasa yang mudah dipahami anak-anak, dan pesan moral yang
universal, sehingga mampu menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai islami dan
perdamaian dengan cara yang menyenangkan
Penerapan Metode Role Playing Berbantuan Media Wayang pada Pembelajaran Seni Budaya dalam Penanaman Nilai Karakter Siswa Kelas IV di MIN 3 Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya pembelajaran Seni
Budaya di mana penggunaan metode kurang bervariasi oleh guru
menyebabkan peserta didik menjadi pasif dan merasa bosan. Dalam upaya
mengatasi hal ini, guru mencoba memberi warna baru dalam pembelajaran
yang mampu menarik perhatian peserta didik sehingga peserta didik aktif
juga antusias dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui
seperti apa penerapan metode role playing berbantuan media wayang pada
pembelajaran Seni Budaya dalam penanaman nilai karakter siswa kelas IV
di MIN 3 Banjarmasin serta mengetahui faktor apa yang mempengaruhi
penerapan metode role playing pada pembelajaran Seni Budaya dalam
penanaman nilai karakter siswa kelas IV di MIN 3 Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (flied
research) dengan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini peserta
didik yang berjumlah 30 orang dan guru. Objek penelitian yaitu penerapan
metode role playing pada pembelajaran Seni Budaya kelas IV di MIN 3
Banjarmasin dan faktor apa saja yang mempengaruhi penerapan metode
role playing pada pembelajaran Seni Budaya kelas IV di MIN 3
Banjarmasin. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode role
playing MIN 3 Banjarmasin mampu membuat peserta didik terlibat aktif
juga membuat suasana belajar menyenangkan serta membantu
menanamkan nilai karakter peserta didik. Guru menggunakan metode Role
Playing
ini untuk memahami 10 aspek yaitu merumuskan tujuan
pembelajaran, memilih peran, persiapan skrip, memberikan instruksi,
melakukan persiapan, bermain peran, observasi, diskusi dan refleksi,
evaluasi serta mengaplikasikan pembelajaran. Faktor yang mempengaruhi
meliputi internal dan eksternal. Faktor internal meliputi peran guru dan
minat siswa, sedangkan faktor eksternal yaitu media, lingkungan kondusif,
kondisi sosial dan budaya siswa, sarana prasarana, dan waktu
Eksistensi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu di Sekolah Berbasis Pesantren (Studi Kasus di SMA Darul Hijrah Putera Martapura dan SMA Muhammadiyah Boarding School Putera Banjarbaru)
Dunia pendidikan, khususnya Lembaga Pendidikan Pesantren saat ini
menghadapi beberapa tantangan. Tantangan tersebut adalah pesatnya
perkembangan dalam lingkungan pendidikan, persaingan antar lembaga pendidikan
serta dampak negatif dari globalisasi dan teknologi. Untuk mengatasi tantangan
tersebut diperlukan adanya Sekolah Berbasis Pesantren yang bermutu, karena
melalui lembaga pendidikan ini Pesantren dapat dapat menghadapi tantangan
globalisasi, berdaya saing dan dapat menjalankan peran utama dalam memberikan
pendidikan Islam yang berkualitas kepada masyarakat. Namun, Faktor kunci dalam
meningkatkan mutu sekolah adalah eksistensi kepemimpinan kepala sekolah yang
kuat.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan yang
diterapkan Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu Sekolah Berbasis Pesantren,
menemukan strategi peningkatan mutu yang dilakukan kepala sekolah dan
menemukan implikasi dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap peningkatan
mutu Sekolah Berbasis Pesantren.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan pendekatan kualitatif
dan desain studi kasus. Lokasi penelitian ada di dua Lembaga Pondok Pesantren
Modern, yaitu di SMA Darul Hijrah Putera Martapura dan SMA Muhammadiyah
Boarding School Putera Banjarbaru. Informan utama dalam penelitian ini yaitu
Kepala Sekolah. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi
dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Sekolah SMA Darul Hijrah
Putera Martapura dan SMA Muhammadiyah Boarding School Putera Banjarbaru
sama-sama menerapkan kepemimpinan yang profesional, kolaboratif dan
berorientasi pada peningkatan mutu berbasis nilai-nilai Islami dan Pesantren.
Dengan gaya kepemimpinan yang beragam, seperti situasional, transformasional,
demokratis, visioner, kharismatik dan servant leadership, keduanya mampu
menjalankan fungsi dan peran kepala sekolah secara efektif. Strategi peningkatan
mutu yang diterapkan mencakup integrasi kurikulum Nasional dan Pesantren,
penguatan SDM, pemanfaatan TIK, pengembangan kultur sekolah, pengelolaan
sarana prasarana, keuangan dan kemitraan serta pelaksanaan evaluasi secara
holistik dan berkelanjutan. Dampaknya, kedua sekolah berhasil menciptakan
lingkungan belajar yang religius, modern dan kompetitif, menghasilkan lulusan
yang cerdas, berkarakter dan siap menghadapi tantangan global
Tinjauan Filsafat Kebudayaan Cornelis Anthonie Van Peursen Terhadap Piduduk Dalam Pernikahan Adat Banjar di Desa Jelapat II Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala
Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan kebudayaan tradisi piduduk dalam pernikahan adat Banjar mengguakan tinjauan filsafat kebudayaan van Peursen yang ada di desa Jelapat II. Fokus kajian terletak pada bagaimana pandangan masyarakat desa Jelapat II terhadap piduduk dalam pernikahan adat Banjar dan bagaimana tinjauan filsafat kebudayaan van Peursen mengenai piduduk dalam pernikahan adat Banjar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini, dilakukan studi lapangan, wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data melibatkan proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah (1) Masyarakat Desa Jelapat II mengagap bahwa tradisi piduduk dalam pernikahan adat Banjar kebudayaan Banjar yang sudah diwariskan oleh nenek moyang dari zaman daluh hingga sekarang. Masyarakat meegaskan bahwa tradisi piduduk ini harus tetap dilaksanakan, karena tradisi ini sudah menjadi bagian warisan kebudayaan yang ada di Desa Jelapat II. Piduduk dipercayai masyarakat sebagai penangkal roh-roh jahat yang igin mengganggu pada saat acara pernikahan berlangsung. Selain itu, piduduk juga dianggap sebagai simbol rasa hormat kita kepada para leluhur. (2) Menurut Van Peursen, piduduk merupakan sebuah kebudayaan manusia. Dalam filsafat kebudayaan ini ada 3 tahap kebudayaan, yaitu mitis, ontologis dan fugsional. Pada tahap mitis, piduduk dianggap sebagai tradisi yang wajib dilaksanakan karena masyarakat mempercayai bahwa ada roh-roh jahat yang bisa mengganggu pada saat acara berlangsung. Pada tahap ini mausia belum bisa memahami secara rasional dan masih terkepung oleh kekuatan gaib. Adapun pada tahap ontologis, piduduk hanya dianggap sebagai tradisi kebudayaan Banjar yang memang sewajarnya dilaksanakan oleh masyarakat yang bersuku Banjar. Menurut van Peursen, pada tahap ini masyarakat berusaha memahami realitas secara rasional. Pada tahap terakhir yaitu fungsional, pada tahap ini manusia dengan lingkungan bersifat partisiatif dan masyarakat akan mencari makna suatu kebudayaan. Piduduk pada tahap ini memiliki fungsi sosial yang melibatkan masyarakat setempat untuk ikut andil dalam pelaksanaan pidudu
Integrasi Nilai Hukum Adat Banjar Dalam Mediasi Perceraian Studi di Pengadilan Agama (Banjarmasin, Banjarbaru, dan Martapura)
Penelitian ini membahas integrasi nilai hukum adat Banjar dalam praktik
mediasi perceraian di Pengadilan Agama, khususnya di wilayah Banjarmasin,
Banjarbaru, dan Martapura. Latar belakang penelitian ini berangkat dari progres
kenaikan angka tingkat keberhasilan mediasi perceraian di Pengadilan Agama serta
pentingnya pendekatan kultural dalam mendukung efektivitas penyelesaian
sengketa.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai mediasi perceraian
dalam penyelesaian sengketa di Pengadilan Agama, serta penelitian ini dapat
melihat integrasi nilai hukum adat Banjar didalam mediasi perceraian di Pengadilan
Agama. Penelitian ini berjenis penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif,
penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dan data dikumpulkan
melalui wawancara, observasi, serta studi dokumen literatur mengenai hukum adat
Banjar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai adat Banjar seperti “adat
badamai”, “baislah”, dan “barambangan” memiliki keselarasan dengan prinsip
prinsip mediasi peradilan, seperti nilai keislaman, nilai keadilan, nilai musyawarah,
dan nilai kerahasiaan. Nilai-nilai tersebut berperan penting dalam membentuk
keseimbangan hukum dalam masyarakat dan memperkuat pelaksanaan mediasi.
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai hukum adat
Banjar ke dalam proses mediasi perceraian di Pengadilan Agama tidak hanya
memperkuat legitimasi sosial mediasi, tetapi juga berpotensi mencapai makna
hukum seberanya yaitu perdamaian serta menjadi alternatif penyelesaian sengketa
yang konkre
Strategi Komunikasi Baznas Kota Banjarbaru dalam Meningkatkan Literasi Zakat di Kalangan Masyarakat Milenial Melalui Media Sosial
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi ibadah
sekaligus sosial, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara profesional dan
bertanggung jawab. BAZNAS Kota Banjarbaru memiliki peran penting dalam
meningkatkan literasi zakat di kalangan masyarakat milenial melalui media sosial.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang diterapkan
BAZNAS Kota Banjarbaru dalam meningkatkan literasi zakat, serta kendala yang
dihadapi dalam proses tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan beberapa
pegawai BAZNAS Kota Banjarbaru, observasi, serta dokumentasi. Teknik analisis
data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kota Banjarbaru menerapkan
strategi komunikasi berbasis media sosial melalui Instagram, Facebook, dan
website untuk menyebarluaskan informasi seputar zakat, serta menyajikan konten
edukatif dan informatif yang sesuai dengan karakteristik milenial. Selain itu,
lembaga ini juga melakukan pendekatan secara langsung melalui kunjungan ke
instansi, sekolah, dan forum masyarakat. Kendala yang dihadapi antara lain
kurangnya pemahaman zakat di kalangan milenial, keterbatasan sumber daya,
persaingan dengan konten hiburan di media sosial, hingga adanya skeptisisme
terhadap lembaga zakat. Meskipun demikian, BAZNAS Kota Banjarbaru terus
melakukan inovasi dan pengembangan program untuk meningkatkan partisipasi
masyarakat milenial dalam berzakat