IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Penerapan Strategi Pembelajaran Listening Teams pada Pembelajaran Fiqih Materi Shalat Berjamaah di MTs Pondok Pesantren Al-Istiqamah Pekapuran Raya Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini di latar belakangi karena peneliti menemukan di dalam pembelajaran fiqih, khususnya mengenai shalat berjamaah yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan spiritualitas siswa. Namun di pembelajaran sering kali siswa mengalami kesulitan dalam memahami tata cara dan makna shalat berjamaah. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa adalah strategi pembelajaran listening teams. Strategi ini mendorong kolaborasi dan diskusi di antara siswa, yang memungkinkan mereka untuk saling berbagi informasi dan memperdalam pemahaman materi. Penelitian ini yang bertujuan untuk meneliti bagaimana penerapan strategi pembelajaran listening teams pada pembelajaran fiqih materi shalat berjamaah dan bagaimana respons siswa terhadap strategi pembelajaran listening teams pada pembelajaran fiqih materi shalat berjamaah di MTs Pondok Pesantren Al-Istiqamah Pekapuran Raya Banjarmasin. Adapun jenis penelitian ini yaitu field research atau penelitian lapangan dan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperlukan berupa data pokok yang didapatkan dari subjek pertama utama yaitu guru mata pelajaran fiqih dan siswa kelas VII di MTs Pondok Pesantren Al-Istiqamah Pekapuran Raya Banjarmasin. Dalam mengumpulkan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah dikumpulkan, data akan diolah melalui tahapan reduksi, display, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut bahwa penerapan strategi pembelajaran listening teams efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran fiqih. Siswa menjadi lebih aktif untuk bertanya dan berdiskusi, terampil komunikasi dan kaloborasi serta meningkatnya motivasi belajar siswa. Adapun respons siswa terhadap strategi pembelajaran listening teams juga memberikan respons yang positif dalam meningkatkan pemahaman materi, keterlibatan aktif, kolaborasi, kepercayaan diri, dan interaksi sosial siswa serta pengamalannya dalam shalat berjamaah di kehidupan sehari-hari

    Implementasi Strategi The Power Of Two dalam Pembelajaran Fiqih Materi Jual Beli kelas IX di Madrasah Tsanawiyah Al-Huda Banjarmasin

    Get PDF
    Pembelajaran Fiqih di madrasah seringkali menghadapi kendala rendahnya partisipasi aktif siswa, khususnya dalam materi yang bersifat praktis seperti jual beli. Banyak siswa menunjukkan sikap pasif, enggan berdiskusi, dan kurang mampu menghubungkan materi dengan situasi nyata di kehidupan sehari-hari. Hal ini berdampak pada kurang optimalnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai hukum Islam yang aplikatif. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dan mendorong mereka berpikir kritis serta bekerja sama dalam memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan keunggulan strategi The Power Of Two dalam pembelajaran Fiqih materi jual beli kelas IX di MTs Al-Huda Banjarmasin. Strategi ini merupakan bentuk pembelajaran aktif yang menekankan kerja sama berpasangan, dengan tujuan membangun interaksi, mendorong siswa bertukar gagasan, serta memperkuat pemahaman melalui diskusi dua arah. Penelitian ini juga bertujuan mengidentifikasi keunggulan strategi ini dalam menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru Fiqih dan siswa kelas IX. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi The Power Of Two terlaksana dengan baik melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Strategi ini mendorong siswa lebih aktif berdiskusi, saling menghargai pendapat, dan fokus memahami materi. Suasana kelas menjadi lebih dinamis dan kolaboratif. Meski terdapat hambatan seperti keterbatasan waktu dan kesiapan siswa, strategi ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Fiqih

    Model Bimbingan Keagamaan dalam Membina Akhlak Bagi Anak di Panti Asuhan Puteri Mu’awanah Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model bimbingan keagamaan dalam membina akhlak bagi anak di Panti Asuhan Puteri Mu‟awanah Kota Banjarmasin, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor penunjang dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran lembaga sosial dalam memberikan pendidikan dan pembinaan akhlak kepada anak-anak yang tidak lagi diasuh oleh orang tua, khususnya melalui pendekatan keagamaan yang sistematis dan terarah. Penelitian ini menggunakan jenis lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah pengurus panti dan anak-anak asuh. Sedangkan objek penelitian ini adalah Model Bimbingan Keagamaan dalam Membina Akhlak Anak di Panti Asuhan Puteri Mu‟awanah Kota Banjarmasin dan Faktor Penghambat dan Penunjang pelaksanaan bimbingan keagamaan dalam proses pembinaan akhlak anak di Panti Asuhan Mu‟awanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bimbingan keagamaan yang diterapkan di Panti Asuhan Puteri Mu‟awanah meliputi: Model Internalisasi keagamaan, model keteladanan, model pembiasaan, dan model Nasehat. Didalamnya terdapat beberapa bentuk kegiatan bimbingan keagamaan yang berupa, Bimbingan Membaca & Menghafal al-qur‟an, Bimbingan Kajian Berupa Keagamaan, Pembinaan, Akhlakul Karimah, Bimbingan Shalat lima waktu, Bimbingan Tadarus Al-Qur‟an, Bimbingan Asmaul Husna, Bimbingan Shalat sunnah, Pemberian Nasehat dan Hukuman. Faktor penunjang dalam pembinaan ini antara lain dukungan penuh dari para pengasuh dan pengelola panti, jadwal kegiatan yang terstruktur dan konsisten, kemauan anak untuk mengikuti kegiatan, dan sarana dan prasarana yang memadai seperti aula, musholla, dan alat pembelajaran keagamaan. Adapun faktor penghambat dalam pelaksanaan bimbingan keagamaan yaitu, kemalasan anak dalam mengikuti kegiatan, anak susah diatur, anak yang kurang disiplin seperti suka menunda-nunda waktu, dan keterbatasan tenaga pengasuh

    Gaya Bahasa Dakwah Ustadz H. Arifurrahman Di Majelis Ta'lim Raudatus Sholihin Desa Budi Mufakat Kabupaten Kapuas

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari dakwah Ustadz H. Arifurrahman salah satu ulama yang cukup terkemuka di kecamatan Bataguh kabupaten kapuas, beliau melakukan dakwahnya di beberapa tempat dan salah satunya di majelis raudatus sholihin. Dakwah yang beliau lakukan di majelis tersebut cukup ramai didatangi masyarakat. Pada dasarnya hal ini tidak hanya dipengaruhi oleh materi yang beliau sampaikan melainkan metode dan cara menyampaikan dakwah yang diberikan kepada masyarakat. Sehingga hal yang sangat berpengaruh ialah gaya bahasa yang digunakan oleh beliau dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana gaya bahasa dakwah ustadz H. Arifurrahman di majelis ta‟lim raudatus sholihin desa budi mufakat kabupaten kapuas. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), penelitian ini harus terjun langsung ke lapangan untuk menemukan data-data dan informasi mengenai gaya bahasa dakwah ustadz H. Arifurrahman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mendeskripsikan secara mendalam mengenai data-data yang telah diperoleh. Objek dalam penelitian ini adalah gaya bahasa dakwah ustadz H. Arifurrahman di majelis ta‟lim raudatus sholihin desa budi mufakat kabupaten kapuas. Pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul selanjutnya di analisis melalui reduksi data, penyajian data (display data), dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa dakwah yang digunakan ustadz H. Arifurrahman di majelis ta‟lim raudatus sholihin desa budi mufakat kabupaten kapuas ada tiga. Pertama, gaya bahasa berdasarkan pilihan kata, yakni gaya bahasa resmi, tidak resmi dan percakapan. Kedua, gaya bahasa berdasarkan nada, yakni gaya bahasa sederhana, mulia dan bertenaga, serta menengah. Ketiga, gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat, yakni gaya bahasa paralelisme, antitesis, dan repatisi. Gaya bahasa tersebut diguanakan beliau dalam setiap dakwah yang beliau sampaikan meskipun secara menyeluruh tidak semua gaya bahasa dakwah digunakan. Namun dengan gaya bahasa dan cara dakwah yang beliau gunakan mampu memberikan kesan yang positif dengan apa yang beliau sampaikan sehingga banyak masyarakat menyukai dakwah beliau dan berinisiatif untuk semangat menghadiri dakwah belia

    Implementasi Komik “5 Pesan Damai Lebih Dekat dengan Ajaran Nabi” Sebagai Media Literatur Anak

    Get PDF
    Komik merupakan salah satu media massa yang berbentuk visual gambar yang akrab dengan masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Diantara sekian banyak komik yang cocok untuk dijadikan literatur oleh anak anak, salah satunya komik yang berjudul “5 Pesan Damai Lebih Dekat dengan Ajaran Nabi”, yang ditulis oleh Vbi_Djenggotten dan diterbitkan oleh penerbit Zahira pada tahun 2013. Fokus penelitian adalah implementasi komik “5 Pesan Damai Lebih Dekat dengan Ajaran Nabi” sebagai media literatur anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi komik “5 Pesan Damai Lebih Dekat dengan Ajaran Nabi” sebagai media literatur anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka. Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah. Dengan penelitian kualitatif, peneliti berusaha memahami dan mengetahui Implementasi Komik “5 Pesan Damai Lebih Dekat dengan Ajaran Nabi” Sebagai Media Literatur Anak. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif teks cerita bergambar pada komik 5 Pesan Damai Lebih Dekat dengan Ajaran Nabi. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan analisis isi merupakan salah satu bentuk metode penelitian yang digunakan untuk memperoleh keterangan dari isi komunikasi yang disampaikan dalam bentuk lambang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Komik "5 Pesan Damai Lebih Dekat dengan Ajaran Nabi" karya vbi_djenggotten memberikan pesan yang sangat mendalam tentang bagaimana nilai-nilai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan dunia yang lebih damai dan harmonis. Kelima pesan utama dalam komik tersebut adalah menghargai perbedaan dan toleransi, menjaga perdamaian dalam berbicara, membangun persaudaraan dan solidaritas, menghindari kekerasan dan intoleransi, serta menerapkan kejujuran dan keadilan, merupakan dasar dari kehidupan sosial yang sehat dan penuh kedamaian. Implementasi sebagai media literatur anak sangat relevan dalam mendukung pendidikan karakter dan literasi anak. Komik ini memiliki keunggulan berupa visual yang menarik, bahasa yang mudah dipahami anak-anak, dan pesan moral yang universal, sehingga mampu menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai islami dan perdamaian dengan cara yang menyenangkan

    Penerapan Metode Role Playing Berbantuan Media Wayang pada Pembelajaran Seni Budaya dalam Penanaman Nilai Karakter Siswa Kelas IV di MIN 3 Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya pembelajaran Seni Budaya di mana penggunaan metode kurang bervariasi oleh guru menyebabkan peserta didik menjadi pasif dan merasa bosan. Dalam upaya mengatasi hal ini, guru mencoba memberi warna baru dalam pembelajaran yang mampu menarik perhatian peserta didik sehingga peserta didik aktif juga antusias dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui seperti apa penerapan metode role playing berbantuan media wayang pada pembelajaran Seni Budaya dalam penanaman nilai karakter siswa kelas IV di MIN 3 Banjarmasin serta mengetahui faktor apa yang mempengaruhi penerapan metode role playing pada pembelajaran Seni Budaya dalam penanaman nilai karakter siswa kelas IV di MIN 3 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (flied research) dengan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini peserta didik yang berjumlah 30 orang dan guru. Objek penelitian yaitu penerapan metode role playing pada pembelajaran Seni Budaya kelas IV di MIN 3 Banjarmasin dan faktor apa saja yang mempengaruhi penerapan metode role playing pada pembelajaran Seni Budaya kelas IV di MIN 3 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode role playing MIN 3 Banjarmasin mampu membuat peserta didik terlibat aktif juga membuat suasana belajar menyenangkan serta membantu menanamkan nilai karakter peserta didik. Guru menggunakan metode Role Playing ini untuk memahami 10 aspek yaitu merumuskan tujuan pembelajaran, memilih peran, persiapan skrip, memberikan instruksi, melakukan persiapan, bermain peran, observasi, diskusi dan refleksi, evaluasi serta mengaplikasikan pembelajaran. Faktor yang mempengaruhi meliputi internal dan eksternal. Faktor internal meliputi peran guru dan minat siswa, sedangkan faktor eksternal yaitu media, lingkungan kondusif, kondisi sosial dan budaya siswa, sarana prasarana, dan waktu

    Eksistensi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu di Sekolah Berbasis Pesantren (Studi Kasus di SMA Darul Hijrah Putera Martapura dan SMA Muhammadiyah Boarding School Putera Banjarbaru)

    Get PDF
    Dunia pendidikan, khususnya Lembaga Pendidikan Pesantren saat ini menghadapi beberapa tantangan. Tantangan tersebut adalah pesatnya perkembangan dalam lingkungan pendidikan, persaingan antar lembaga pendidikan serta dampak negatif dari globalisasi dan teknologi. Untuk mengatasi tantangan tersebut diperlukan adanya Sekolah Berbasis Pesantren yang bermutu, karena melalui lembaga pendidikan ini Pesantren dapat dapat menghadapi tantangan globalisasi, berdaya saing dan dapat menjalankan peran utama dalam memberikan pendidikan Islam yang berkualitas kepada masyarakat. Namun, Faktor kunci dalam meningkatkan mutu sekolah adalah eksistensi kepemimpinan kepala sekolah yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan yang diterapkan Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu Sekolah Berbasis Pesantren, menemukan strategi peningkatan mutu yang dilakukan kepala sekolah dan menemukan implikasi dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap peningkatan mutu Sekolah Berbasis Pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Lokasi penelitian ada di dua Lembaga Pondok Pesantren Modern, yaitu di SMA Darul Hijrah Putera Martapura dan SMA Muhammadiyah Boarding School Putera Banjarbaru. Informan utama dalam penelitian ini yaitu Kepala Sekolah. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Sekolah SMA Darul Hijrah Putera Martapura dan SMA Muhammadiyah Boarding School Putera Banjarbaru sama-sama menerapkan kepemimpinan yang profesional, kolaboratif dan berorientasi pada peningkatan mutu berbasis nilai-nilai Islami dan Pesantren. Dengan gaya kepemimpinan yang beragam, seperti situasional, transformasional, demokratis, visioner, kharismatik dan servant leadership, keduanya mampu menjalankan fungsi dan peran kepala sekolah secara efektif. Strategi peningkatan mutu yang diterapkan mencakup integrasi kurikulum Nasional dan Pesantren, penguatan SDM, pemanfaatan TIK, pengembangan kultur sekolah, pengelolaan sarana prasarana, keuangan dan kemitraan serta pelaksanaan evaluasi secara holistik dan berkelanjutan. Dampaknya, kedua sekolah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang religius, modern dan kompetitif, menghasilkan lulusan yang cerdas, berkarakter dan siap menghadapi tantangan global

    Tinjauan Filsafat Kebudayaan Cornelis Anthonie Van Peursen Terhadap Piduduk Dalam Pernikahan Adat Banjar di Desa Jelapat II Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan kebudayaan tradisi piduduk dalam pernikahan adat Banjar mengguakan tinjauan filsafat kebudayaan van Peursen yang ada di desa Jelapat II. Fokus kajian terletak pada bagaimana pandangan masyarakat desa Jelapat II terhadap piduduk dalam pernikahan adat Banjar dan bagaimana tinjauan filsafat kebudayaan van Peursen mengenai piduduk dalam pernikahan adat Banjar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini, dilakukan studi lapangan, wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data melibatkan proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) Masyarakat Desa Jelapat II mengagap bahwa tradisi piduduk dalam pernikahan adat Banjar kebudayaan Banjar yang sudah diwariskan oleh nenek moyang dari zaman daluh hingga sekarang. Masyarakat meegaskan bahwa tradisi piduduk ini harus tetap dilaksanakan, karena tradisi ini sudah menjadi bagian warisan kebudayaan yang ada di Desa Jelapat II. Piduduk dipercayai masyarakat sebagai penangkal roh-roh jahat yang igin mengganggu pada saat acara pernikahan berlangsung. Selain itu, piduduk juga dianggap sebagai simbol rasa hormat kita kepada para leluhur. (2) Menurut Van Peursen, piduduk merupakan sebuah kebudayaan manusia. Dalam filsafat kebudayaan ini ada 3 tahap kebudayaan, yaitu mitis, ontologis dan fugsional. Pada tahap mitis, piduduk dianggap sebagai tradisi yang wajib dilaksanakan karena masyarakat mempercayai bahwa ada roh-roh jahat yang bisa mengganggu pada saat acara berlangsung. Pada tahap ini mausia belum bisa memahami secara rasional dan masih terkepung oleh kekuatan gaib. Adapun pada tahap ontologis, piduduk hanya dianggap sebagai tradisi kebudayaan Banjar yang memang sewajarnya dilaksanakan oleh masyarakat yang bersuku Banjar. Menurut van Peursen, pada tahap ini masyarakat berusaha memahami realitas secara rasional. Pada tahap terakhir yaitu fungsional, pada tahap ini manusia dengan lingkungan bersifat partisiatif dan masyarakat akan mencari makna suatu kebudayaan. Piduduk pada tahap ini memiliki fungsi sosial yang melibatkan masyarakat setempat untuk ikut andil dalam pelaksanaan pidudu

    Integrasi Nilai Hukum Adat Banjar Dalam Mediasi Perceraian Studi di Pengadilan Agama (Banjarmasin, Banjarbaru, dan Martapura)

    Get PDF
    Penelitian ini membahas integrasi nilai hukum adat Banjar dalam praktik mediasi perceraian di Pengadilan Agama, khususnya di wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, dan Martapura. Latar belakang penelitian ini berangkat dari progres kenaikan angka tingkat keberhasilan mediasi perceraian di Pengadilan Agama serta pentingnya pendekatan kultural dalam mendukung efektivitas penyelesaian sengketa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai mediasi perceraian dalam penyelesaian sengketa di Pengadilan Agama, serta penelitian ini dapat melihat integrasi nilai hukum adat Banjar didalam mediasi perceraian di Pengadilan Agama. Penelitian ini berjenis penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif, penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta studi dokumen literatur mengenai hukum adat Banjar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai adat Banjar seperti “adat badamai”, “baislah”, dan “barambangan” memiliki keselarasan dengan prinsip prinsip mediasi peradilan, seperti nilai keislaman, nilai keadilan, nilai musyawarah, dan nilai kerahasiaan. Nilai-nilai tersebut berperan penting dalam membentuk keseimbangan hukum dalam masyarakat dan memperkuat pelaksanaan mediasi. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai hukum adat Banjar ke dalam proses mediasi perceraian di Pengadilan Agama tidak hanya memperkuat legitimasi sosial mediasi, tetapi juga berpotensi mencapai makna hukum seberanya yaitu perdamaian serta menjadi alternatif penyelesaian sengketa yang konkre

    Strategi Komunikasi Baznas Kota Banjarbaru dalam Meningkatkan Literasi Zakat di Kalangan Masyarakat Milenial Melalui Media Sosial

    Get PDF
    Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab. BAZNAS Kota Banjarbaru memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi zakat di kalangan masyarakat milenial melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang diterapkan BAZNAS Kota Banjarbaru dalam meningkatkan literasi zakat, serta kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan beberapa pegawai BAZNAS Kota Banjarbaru, observasi, serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kota Banjarbaru menerapkan strategi komunikasi berbasis media sosial melalui Instagram, Facebook, dan website untuk menyebarluaskan informasi seputar zakat, serta menyajikan konten edukatif dan informatif yang sesuai dengan karakteristik milenial. Selain itu, lembaga ini juga melakukan pendekatan secara langsung melalui kunjungan ke instansi, sekolah, dan forum masyarakat. Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya pemahaman zakat di kalangan milenial, keterbatasan sumber daya, persaingan dengan konten hiburan di media sosial, hingga adanya skeptisisme terhadap lembaga zakat. Meskipun demikian, BAZNAS Kota Banjarbaru terus melakukan inovasi dan pengembangan program untuk meningkatkan partisipasi masyarakat milenial dalam berzakat

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇