IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengaruh Metode Eksperimen Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Kelas V di MI TPI Keramat Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya permasalahan yang terjadi
dalam pembelajaran IPA, yaitu hasil belajar siswa yang rendah karena siswa
kesulitan dalam memahami materi. Metode pembelajaran yang kurang variatif,
keterbatasan sumber belajar dan kurangnya waktu dalam pembelajaran seringkali
siswa merasa bosan dan kurang aktif dalam pembelajaran IPA. Maka dari itu, perlu
adanya Metode Eskperimen yang dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran
IPA.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil belajar sebelum, sesudah dan
pengaruh penggunaan Metode Eksperimen Terhadap Hasil Belajar Mata pelajaran
IPA kelas V di MI TPI Keramat Banjarmasin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yaitu eksperimen,
Menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun desain penelitian yaitu pre
eksperimental design jenis one grup pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini
sebanyak 23 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling.
Teknik pengumpulan data menggunakan tes (pretest dan posttest), wawancara, dan
dokumentasi. Pengujian hipotesis menggunakan uji Paired Sample t-test atau
Wilcoxon dengan bantuan SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar mata pelajaran IPA siswa
kelas V sebelum menggunakan metode eksperimen berada pada kategori "Kurang"
dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 59,78. Hasil belajar mata pelajaran IPA
siswa kelas V sesudah menggunakan metode eksperimen termasuk kategori
”Sangat Mampu” dengan memperoleh nilai rata-rata 88,04. Hasil Uji Wilcoxon
pada kolom nilai Asymp Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Nilai signifikasi ini lebih
kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan (α = 0,05) (0,000<0,05), maka dapat
disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan metode eksperimen terhadap hasil
belajar mata pelajaran IPA kelas V di MI TPI Keramat Banjarmasi
Strategi Guru PAI Membimbing Praktik Salat pada ABK Tunagrahita di SLB Negeri Pelambuan Banjarmasin
Salat merupakan ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam
sebagai tiang agama dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bagi anak
berkebutuhan khusus (ABK), khususnya tunagrahita, praktik salat menjadi
tantangan tersendiri yang memerlukan pendekatan pendidikan yang berbeda dari
anak tipikal. Di SLB Negeri Pelambuan Banjarmasin, guru Pendidikan Agama
Islam (PAI) dihadapkan pada tugas penting untuk membimbing siswa tunagrahita
agar mampu melaksanakan salat dengan benar. Peran guru tidak hanya sebagai
pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang sabar dan memahami karakteristik
unik setiap anak.
Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi perencanaan dan
pelaksanaan guru PAI dalam membimbing praktik salat pada ABK tunagrahita di
SLB Negeri Pelambuan Banjarmasin. Tujuan tersebut diharapkan dapat
memberikan gambaran nyata tentang pendekatan yang tepat serta metode yang
efektif untuk mendukung perkembangan spiritual anak-anak dengan keterbatasan
intelektual.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif
deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara,
dokumentasi, dan kuesioner. Subjek utama penelitian adalah guru PAI kelas XII
SMALB dan dua peserta didik tunagrahita kelas XII C, sementara informan
tambahan terdiri dari kepala sekolah dan orang tua peserta didik. Objek penelitian
ini adalah strategi guru PAI dalam membimbing praktik salat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menggunakan strategi yang
adaptif dan sistematis melalui metode ceramah, demonstrasi, serta pengulangan.
Perencanaan meliputi penyusunan modul ajar dan program pembelajaran yang
fleksibel. Strategi ini terbukti membantu peserta didik dalam memahami gerakan
salat secara bertahap dan menumbuhkan kemandirian spiritual secara perlahan
Penanaman Nilai Kecintaan Terhadap Al-Qur’an Melalui Mata Pelajaran Tahfidzul Qur’an di SMP IT Qurrata A’yun Kandangan
Latar belakang penelitian ini dilandasi kurangnya minat anak-anak
terhadap pendalaman ilmu Al-Qur'an. Di masa sekarang dapat di lihat karena anak
anak zaman sekarang sangat mudah mempunyai gadjet yang sangat berpengeruh
besar terhadap perkembangan anak tersebut seperti, sikap, kelakuan, akhlaknya di
dalam pembelajaran di jenjang sekolah.
Sehingga sangat di perlukan upaya penanaman moral melalui nilai
kecintaan terhadap Al-Qur'an itu sendiri. Salah satunya melalui pembelajaran
Tahfidzul Qur'an. Pembelajaran ini bertujuan untuk membentuk karakter anak
anak sesuai syariat Islam. Maka dari itu, menyampaikan suatu pelajaran akan lebih
mudah, kalau di landasi syariat Islam. Karena Islam sudah sedemikian rupa
menyusun secara tersturuktur tentang bagaimana cara berkehidupan yang baik dan
benar sehingga kematangan dalam ilmu dan spritual akan lebih mudah tercapai.
Hal ini lah yang mendasari para tokoh agama Islam mendirikan suatu lembaga
sekolah yang berbasis Islami seperti yang di terapkan oleh SMP IT Qurrata A'yun
Kandangan. SMP IT Qurrata A'yun Kandangan merupakan sekolah menengah
pertama yang menerapakan sistem Tahfidzul Qur'an kepada peserta didiknya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Penanaman Nilai
Kecintaan Terhadap Al-Qur'an Melalui Pembelajaran Tahfidzul Qur'an di SMP IT
Qurrata A'yun Kandangan. Pengumpulan data di laksanakan dengan metode
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan data yang terkumpul. hasil
penelitian menunjukan bahwa kegiatan pembelajaran Tahfidzul Qur’an di SMP IT
Qurrata A’yun Kandangan ini dimulai dari perencanaan (penentuan target hafalan),
pelaksanaan (menghafal dan murajaah) dan evaluasi (penilaian harian, mingguan
dan bulanan). Serta penanaman nilai kecintaan terhadap Al-Qur’an ialah dengan
menerapkan beberapa kegiatan baik itu dalam hal membaca, mendengar, atau
menyimak ayat-ayat Al-Qur’an. Dan faktor yang mempengaruhi nilai kecintaan
terhadap Al-Qur’an diantaranya ialah, siswa itu sendiri, orang tua, guru atau
pendidik, metode serta faktor lingkungan seperti lingkungan sekolah dan kondisi
tempat menghafal
Efektivitas Model Pembelajaran Numbered Head Together dengan Bantuan Media Hidden Math Cookies Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas V MIN 2 Kota Banjarmasin
Prestasi belajar merupakan pencapaian atau kemajuan yang didapat oleh
siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Pengunaan model belajar dan media
pembelajaran merupakan salah satu yang mempengaruhi prestasi belajar siswa.
Model belajar Numbered Head Together dengan bantuan media interaktif seperti
media Hidden Math Cookies salah satu model dan media yang dapat digunakan
oleh guru dalam memvariasi proses pembelajaran dan mempengauhi prestasi
belajar siswa. Penelitian ingin bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar
matematika siswa dan pengaruh pengunaan model Numbered Head Together
berbantuan media Hidden Math Cookies pada mata pelajaran matematika di kelas
V MIN 2 Kota Banjamasin melalui kegiatan pre-test dan post-test.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode eksperimen dan
desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini
sebanyak 23 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling.
Teknik pengumpulan data menggunakan tes, wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif,
analisis Non-Parametrik yaitu analisis uji Wilcoxon Signed-rank serta uji N-Gin
dengan bantuan IBM SPSS 23.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika di kelas V
MIN 2 Kota Banjarmasin pada kelas eksperimen berada pada kategori “baik”
dengan rata-rata 88,26. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan Wilcoxon
Signed-Rank didapatkan nilai Sig. 0,000 < 0,05 maka Ha diterima. Dengan
demikian, dapat disimpulkan terdapat perbedaan signifikan penggunaan model
belajar Numbered Head Together berbantuan media Hidden Math Cookies terhadap
prestasi belajar matematika siswa kelas V MIN 2 Kota Banjarmasin
Pengaruh Pendapatan Usaha Mikro terhadap Kesejahteraan Pedagang Perempuan di Pasar Terapung Lok Baintan
Penelitian ini dilatarbelakangi keingintahuan peneliti mengenai pengaruh
pendapatan usaha mikro terhadap kesejahteraan pedagang perempuan yang
berdagang di Pasar Terapung Lok Baintan. Keunikan pasar ini terletak pada peran
perempuan sebagai pelaku utama dalam aktivitas perdagangan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan
kuantitatif. Teknik pengambilan sampel secara probability sampling, yang
melibatkan 83 responden. Analisis data diterapkan melalui regresi sederhana
dengan bantuan aplikasi SPSS Versi 22.
Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tidak ada pengaruh antara pendapatan
usaha mikro terhadap kesejahteraan pedagang perempuan di Pasar Terapung Lok
Baintan. Terlihat dari uji hipotesis, nilai signifikansi sebesar 0,119 > daripada alpha
0,05, lalu nilai t hitung (1,547) yang lebih kecil daripada t tabel (1,663). Hal ini
berarti bahwa kesejahteraan tidak semata-mata bergantung kepada pendapatan,
namun juga dipengaruhi oleh faktor lainnya. Dalam ekonomi syariah, kesejahteraan
mencakup aspek materi dan non-materi, sehingga diperlukan pendekatan yang
menyeluruh dalam kebijakan ekonomi bagi pedagang perempuan di Pasar Terapung
Lok Baintan
Upaya KPU Kota Banjarmasin dalam Pemenuhan Hak Daftar Pemilih Tambahan di Kota Banjarmasin pada Pemilu Tahun 2024
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemenuhan hak politik
warga negara dalam penyelenggaraan Pemilu, khususnya bagi mereka yang karena
alasan tertentu tidak dapat memilih di tempat asli sesuai dengan domisilinya. Dalam
konteks ini, KPU Kota Banjarmasin memiliki peran strategis dalam
mengakomodasi pemilih yang perlu melakukan pindah memilih melalui skema
Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Kota Banjarmasin sebagai pusat aktivitas
pendidikan dan ekonomi di Kalimantan Selatan memiliki jumlah pemilih pindahan
yang cukup signifikan. Permasalahan seperti kurangnya informasi, kesadaran
politik yang rendah, dan keterbatasan waktu menjadi hambatan dalam proses
pemenuhan hak ini. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis
upaya serta kendala yang dihadapi KPU Kota Banjarmasin dalam pelaksanaan
DPTb pada Pemilu Tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan memakai
metode hukum empiris dan pendekatan sosiologi hukum. Data diperoleh melalui
observasi, wawancara mendalam dengan anggota KPU Kota Banjarmasin dan
pemilih DPTb, serta dokumentasi dari berbagai sumber relevan. Penelitian
dilakukan di Kota Banjarmasin sebagai lokasi yang memiliki tingkat dinamika
kepemiluan tinggi. Teknik analisa yang akan digunakan adalah analisis deskriptif
kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan
untuk mengungkapkan bagaimana proses pemenuhan hak DPTb berlangsung dan
apa saja tantangan yang dihadapi dalam praktiknya.
Hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan KPU Kota Banjarmasin telah
melakukan upaya semaksimal mungkin, seperti sosialisasi melalui media sosial,
surat edaran ke instansi, serta pembekalan teknis kepada petugas penyelenggara di
tingkat bawah. Namun, masih ditemukan kendala signifikan seperti rendahnya
pemahaman masyarakat terhadap prosedur pindah memilih, waktu pengurusan
yang sempit, serta gangguan sistem saat mendekati hari penutupan layanan DPTb.
Meskipun demikian, pelayanan DPTb secara umum berjalan lancar dan berhasil
menjangkau pemilih tambahan yang tersebar di berbagai TPS, sehingga
menunjukkan komitmen KPU dalam menjamin hak pilih warga negara
Pendidikan Seks Berbasis Islam sebagai Pencegahan Kekerasan Seksual pada Peserta Didik dalam Ekstrakurikuler PMR di MTsN 1 Banjar
Tingginya kasus kekerasan seksual di Indonesia terutama di dunia
pendidikan menjadi indikator pentingnya pendidikan seks di Indonesia terlebih
yang berbasis Islam. MTsN 1 Banjar merupakan sekolah yang memiliki
ekstrakurikuler PMR yang didalamnya membahas mengenai Pendidikan Remaja
Sebaya (PRS) yang memiliki kesenadaan konsep dengan pendidikan seks berbasis
Islam. Meskipun demikian, nyatanya pada penjajakan awal peserta didik masih abai
dengan pendidikan seks.
Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana
pendidikan seks berbasis Islam dalam ekstrakurikuler PMR MTsN 1 Banjar. Subjek
penelitian ini yakni peserta didik anggota PMR MTsN 1 Banjar dan objek
penelitiannya adalah pendidikan seks berbasis Islam dalam ekstrakurikuler PMR.
Jenis
penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research)
menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis datanya menggunakan versi dari
Miles dan Huberman.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu pendidikan seks berbasis Islam
dalam ekstrakurikuler PMR MTsN 1 Banjar termasuk dalam hidden curicullum.
Metode pembelajarannya menggunakan presentasi. Adapun materi pendidikan seks
berbasis Islam dalam ekstrakurikuler PMR di MTsN 1 Banjar diantaranya (1)
Pubertas/Akil Balig (2) LGBT (3) Etika Berinteraksi dengan Lawan Jenis (4)
Pacaran dan Bahaya Seks Bebas, serta Pencegahan HIV/AIDS (5) Peran Gender (6)
Pernikahan Dini. Media pembelajaran yang digunakan tergolong konvensional
berupa infografis dari karton dan modul pembelajaran yang dibagikan kepada
peserta didik. Pendidikan seks berbasis Islam memiliki urgensi bagi peserta didik
sebagai sarana untuk mencegah kekerasan seksual dan syarat sah nya beribadah
kepada Allah terutama usia akil balig. Terakhir, faktor yang menunjang pendidikan
seks berbasis Islam dalam ekstrakurikuler PMR MTsN 1 Banjar yakni dukungan
dari lingkungan sekitar, pengaruh kepribadian dan pengetahuan agama, serta
perkembangan media sosial. Adapun faktor penghambatnya yakni asumsi atau
framming tabu mengenai pendidikan seks di Indonesia. Penelitian ini berkesesuaian
dengan Teori Pendidikan versi Ibnu Khaldun dan Teori Ekologi Bronfenbrenne
Usaha Orang Tua dalam Menanamkan Disiplin Shalat Subuh Tepat Waktu pada Anak dalam Keluarga di Desa Berangas Timur Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala
Usaha orang tua dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak
sejak dini, khususnya dalam hal kedisiplinan melaksanakan shalat Subuh tepat
waktu. Shalat Subuh, sebagai salah satu ibadah yang memiliki keutamaan dan
dilaksanakan pada waktu yang penuh tantangan, sering kali menjadi sulit
dibiasakan oleh anak-anak. Fenomena ini juga ditemukan di Desa Berangas Timur,
Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, di mana banyak anak belum memiliki
kedisiplinan dalam menjalankan shalat Subuh.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan usaha orang tua dalam
menanamkan disiplin shalat Subuh tepat waktu pada anak, serta untuk
mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut.
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan
fenomenologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi, dengan partisipan terdiri dari orang tua dan anak usia 10–23 tahun di
Desa Berangas Timur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha orang tua mencakup pemberian
teladan secara langsung, pembiasaan sejak dini, pemberian motivasi, penggunaan
strategi reward and punishment, serta komunikasi terbuka antara orang tua dan
anak. Faktor pendukung dalam proses ini meliputi lingkungan keluarga yang
religius dan sarana ibadah yang memadai, sedangkan hambatan yang dihadapi
antara lain adalah kebiasaan begadang anak, pengaruh media, serta kurangnya
pemahaman anak terhadap pentingnya shalat Subuh. Penelitian ini menegaskan
bahwa peran aktif orang tua sangat penting dalam membentuk karakter religius
anak melalui kedisiplinan ibadah sejak dini, dan dapat menjadi pedoman bagi
keluarga Muslim dalam mengoptimalkan pendidikan agama di lingkungan rumah
Peran Kecerdasan Spiritual terhadap Grit Akademik pada Mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin Angkatan 2019-2020
Kecerdasan spiritual yang dimiliki setiap individu tidaklah sama. Hal
tersebut tergantung dari masing-masing mahasiswa dalam memberikan
makna pada hidupnya dan bagaimana mahasiswa mampu mengekspresikan
tindakannya. Namun, dibalik perbedaan kecerdasan spiritual yang berbeda
mendatangkan bagaimana memaknai hidup dan nilai-nilai kehidupan masing
masing dalam memecahkan suatu masalah. Maka dari itu mahasiswa perlu
grit akademik yang kuat dalam mencapai tujuan dan mengejar target tersebut
meskipun mengalami berbagai tantangan dan beberapa kegagalan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan spiritual dan tingkat grit
akademik pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin,
dan peran kecerdasan spiritual terhadap grit akademik pada mahasiswa
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin angkatan 2019-2020.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif.
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif UIN Antasari
Banjarmasin angkatan 2019-2020 sebanyak 2.363 orang. Dengan sampel
penelitian ini ialah 304 mahasiswa. UIN Antasari Banjarmasin memiliki lima
Fakultas yang terdiri dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Dakwah
dan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Fakultas
Syariah, dan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam. Teknik pengumpalan data
berupa kuesioner menggunakan skala Likert dengan 2 macam skala yaitu
skala kecerdasan spiritual dan grit akademik. Analisis penelitian ini
menggunakan uji regresi linier sederhana dengan bantuan aplikasi IBM SPSS
Statistic 22.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada tingkat kecerdasan
spiritual 223 responden termasuk dalam kategori kecerdasan spiritual tinggi
dengan persentasi (73.36%), dan 81 responden masuk dalam kategori sedang
dengan persentasi (26.64%). Sumbangan aspek yang paling berpengaruh
ialah aspek ikhlas dan tawakal (18.56%) dan aspek kualitas diri memberikan
nilai sebesar (17.97%). Pada tingkat grit akademik kategori tinggi
menunjukkan 224 responden dengan persentasi (74%) dan untuk kategori
sedang menunjukkan 80 responden dengan persentasi (26%). Nilai afektif
yangpaling berperan besar pada grit akademik sebesar (33.64%). Hasil
koefisien (R Square) sebesar (44.20%) yang artinya terdapat peran
kecerdasan spiritual terhadap grit akademik pada mahasiswa Universitas
Islam Negeri Antasari Banjarmasin angkatan 2019-2020
Analisis Modul Ajar Pembelajaran Qur’an Hadits pada Implementasi Kurikulum Merdeka di MAN 3 Batola
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan Al-Qur'an dan
Hadits sebagai dasar pendidikan Islam, yang menjadi bagian integral dalam
pengembangan karakter peserta didik di era Kurikulum Merdeka. Perubahan
kurikulum menuntut adanya inovasi dalam perangkat ajar, salah satunya melalui
penyusunan modul ajar yang sistematis dan relevan dengan perkembangan zaman.
MAN 3 Batola sebagai salah satu madrasah yang mengimplementasikan Kurikulum
Merdeka menjadi lokasi penelitian ini untuk melihat sejauh mana kesesuaian dan
efektivitas modul ajar Qur'an Hadits yang digunakan. Tujuan penelitian ini untuk
mendeskripsikan kesesuaian modul ajar mata pelajaran Qur'an Hadits dengan
prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, serta menganalisis dampak positif dan negatif
dari penerapannya di MAN 3 Batola. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana
modul ajar dirancang dan diimplementasikan untuk mendukung capaian
pembelajaran serta pembentukan profil Pelajar Pancasila. Metode yang digunakan
adalah penelitian kualitatif deskriptif dan termasuk dalam kategori penelitian
lapangan (Field Research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara
terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru Qur'an Hadits, kepala
sekolah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, serta peserta didik kelas X di
MAN 3 Batola. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar Qur'an
Hadits di MAN 3 Batola umumnya telah sesuai dengan prinsip Kurikulum
Merdeka, seperti esensialitas, relevansi, dan pembelajaran berbasis proyek. Namun
ada beberapa komponen modul ajar yang disusun guru Qur’an Hadits yang belum
memenuhi standar pada setiap bagian komponen itu sendiri. Beberapa bagian
komponen tersebut yaitu: kompetensi awal, sarana prasarana, tujuan pembelajaran,
pemahaman bermakna, asesmen, dan pengayaan serta remedial. Implikasi yang
ditemukan meliputi meningkatnya kreativitas guru dan kemandirian peserta didik.
Namun, terdapat pula kendala yang dihadapi, seperti kendala adaptasi guru
terhadap perubahan kurikulum, kebingungan peserta didik dalam menyesuaikan
diri dengan sistem baru dan belum ada pelatihan terhadap guru dalam penyusunan
modul ajar