IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Peran Kepala Madrasah dalam Menerapkan Trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam Pengembangan Kompetensi Guru (Studi Kasus di MAN Insan Cendekia Tanah Laut dan MAN 2 Kota Banjarmasin)
Penerapan Trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang dilakukan oleh
Kepala Madrasah dalam mengembangkan kompetensi guru di madrasah dapat
menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan profesional guru, tidak
hanya dalam hal pengetahuan akademis, tetapi juga dalam keterampilan pedagogis,
kepribadian yang mantap, profesionalitas, dan keterampilan sosial yang penting
dalam menyediakan pendidikan berkualitas bagi peserta didik. Kepala Madrasah
harus menjadi fasilitator yang memotivasi guru untuk terlibat dalam pembelajaran
berkelanjutan, menjadi contoh yang baik dalam penerapan nilai-nilai pendidikan Ki
Hajar Dewantara, dan membangun lingkungan kerja yang mendukung
pertumbuhan profesional guru.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan peran Kepala Madrasah dalam
penerapan Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri
Handayani, serta menemukan implikasi dan mengetahui faktor pendukung maupun
penghambat Kepala Madrasah dalam menerapkan Trilogi Pendidikan Ki Hajar
Dewantara untuk pengembangan kompetensi guru.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan pendekatan kualitatif
dan desain studi kasus. Lokasi penelitian ada di dua madrasah unggulan, yaitu di
MAN Insan Cendekia Tanah Laut dan MAN 2 Kota Banjarmasin. Informan utama
dalam penelitian ini yaitu Kepala Madrasah. Teknik pengumpulan data diperoleh
melalui wawancara, observasi partisipan, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Trilogi Kepemimpinan
Pendidikan Ki Hajar Dewantara di MAN IC Tanah Laut dan MAN 2 Kota
Banjarmasin menunjukkan peran penting Kepala Madrasah dalam pengembangan
kompetensi guru. (1) Ing Ngarso Sung Tulodho diwujudkan melalui keteladanan
dalam disiplin, teknologi pembelajaran, dan komunikasi humanis, Ing Madya
Mangun Karsa tercermin dalam penciptaan lingkungan kerja harmonis dan
apresiasi bagi guru, dan Tut Wuri Handayani diterapkan dengan pelatihan,
penyediaan teknologi, dan perhatian terhadap kesejahteraan guru; (2) Implikasinya
adalah budaya kerja inovatif dan peningkatan keterampilan guru; (3) Meskipun ada
tantangan seperti resistensi perubahan dan keterbatasan anggaran. Kepala
Madrasah mengimplementasikan teori ini didukung dengan inovasi local dan
menunjukkan komitmen terhadap pengembangan profesional guru yang
berkelanjutan
Kinerja Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Competitive Advantage Pada Lembaga Pendidikan Islam (Studi Multi Kasus Pada Madrasah Aliyah Negeri Tanah Bumbu Dan Madrasah Aliyah Az-Zikra Batulicin)
Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam yang semakin pesat menyebabkan
tingkat persaingan semakin tinggi. Agar madrasah tetap diminati oleh siswa maka
kepala madrasah harus meningkatkan keunggulan bersaing (competitive advantage)
dengan cara mengembangkan program yang berbeda dengan Lembaga Pendidikan
lain.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif
dengan je nis field research dan rancangan penelitian studi Multi Kasus, berlokasi di
MAN Tanah Bumbu dan Madrasah Aliyah Az Zikra Batulicin, sumber data informan
dan dokumen, menggunakan data primer dan sekunder, teknik pengumpulan data
dengan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data
menggunakan analisis Multi Kasus, sedangkan teknik pengecekan keabsahan datanya
menggunakan
kepercayaan(credibility),
keteralihan
kebergantungan (dependability) dan kepastian (confirmability).
(transferability),
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persamaan setiap perencanaan selalu
melibatkan stakeholder, seperti guru, orang tua, dan siswa dalam proses perumusan
Visi dan Misi Madrasah baik jangka Panjang maupun jangka pendek. Dalam penilaian
memilki aspek pertama prestasi akademik, kedua keterlibatan siswa, ketiga kualitas
pengajar keempat Tingkat Kepuasan Orang T ua siswa dan Implementasi Kurikulum
dan Inovasi. Sedangkan Perbedaannya, MAN Tanah Bumbu lebih fokus pada
kurikulum formal, dan belum memiliki kerjasama dalam bidang Pendidikan lanjutan
yaitu kuliah sedangkan Madrasah Aliyah Az Zikra Batulicin mengabungkan antara
kurikulum formal dengan kurikulum pesantren serta memiliki kerjasama dengan
perguruan tinggi di Sulawesi.
Kepala Madrasah mengintruksikan untuk membangun visi dan misi yang jelas
dan terarah, membangun kolaborasi yang solid antara seluruh stakeholder,
menciptakan suasana kerja yang kondusif dan saling mendukung, baik antara guru,
siswa, maupun orang tua. Melalui pertemuan rutin, diskusi, dan inovatif, Kepala
Madrasah senantiasa mengontrol jalannya program dengan persaingan yang semakin
ketat dengan lembaga pendidikan lain, termasuk sekolah-sekolah swasta yang
menawarkan fasilitas dan program unggulan, bekerja lebih keras untuk menunjukkan
keunggulan kami, terutama dalam nilai-nilai islami dan karakter Pendidikan. MAN
Tanah Bumbu memiliki dukungan lebih dari pemerintah karena termasuk sekolah
negeri sedangkan MA Az Zikra sekolah swasta yang bertempat disuasana pesantre
Efektivitas Legalisasi Buku Nikah dalam Konteks Administrasi (Studi Kasus di Kantor Urusan Agama Banjarbaru Utara)
Keberadaan buku nikah sering dianggap sebagai bukti sah status perkawinan
oleh sebagian masyarakat, namun berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA)
Nomor 20 Tahun 2019 pasal 41, legalisasi salinan buku nikah memiliki prosedur
resmi yang harus diikuti untuk memberikan kekuatan hukum yang sah. Proses
legalisasi ini dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA), dan memiliki peran
penting dalam mendukung administrasi kependudukan, akta kelahiran anak, serta
berbagai kebutuhan hukum lainnya. Namun, KUA Banjarbaru Utara menghadapi
beberapa kendala dalam proses ini, seperti pengelolaan arsip manual,
keterlambatan pengesahan oleh Kepala KUA, dan perbedaan data dalam buku
nikah yang telah diterbitkan bertahun-tahun lalu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas
legalisasi salinan buku nikah memengaruhi efisiensi administratif serta
dampaknya terhadap kualitas layanan di KUA Banjarbaru Utara. Penelitian ini
menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan lapangan, melalui observasi,
wawancara, dan pengumpulan data terkait proses legalisasi salinan buku nikah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun KUA Banjarbaru Utara telah
melaksanakan prosedur legalisasi dengan baik, masih terdapat tantangan yang
dapat mempengaruhi kualitas layanan, seperti keterbatasan kapasitas petugas dan
pengelolaan arsip yang masih manual.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa legalisasi salinan buku nikah
memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi administratif dan kualitas layanan
di KUA Banjarbaru Utara. Pengembangan sistem digital dan layanan legalisasi
online dapat meningkatkan efektivitas proses, mempercepat verifikasi dokumen,
dan mengurangi ketergantungan pada prosedur manual. Selain itu, pentingnya
sosialisasi kepada masyarakat mengenai prosedur legalisasi salinan buku nikah
diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan mencegah
keterlambatan dalam pengajuan legalisasi, yang pada gilirannya akan
mempercepat layanan administratif yang lebih efisien
Kepemimpinan Prophetic Intelligence pada Pondok Pesantren Salafiyah dan Kombinasi (Studi Multi Kasus pada Pondok Pesantren Darul Ilmi dan Pondok Pesantren Al-Ihsan)
Penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa penerapan kepemimpinan
Prophetic dengan empat sifat utama yaitu shiddiq (kejujuran), amanah
(kepercayaan), tabligh (transparansi), dan fathanah (kecerdasan) dapat mencegah
penyalahgunaan kekuasaan oleh pimpinan pesantren. Implementasi nilai-nilai ini
diharapkan dapat memperkuat tata kelola pesantren, menciptakan lingkungan yang
aman, bermartabat, dan mendukung pengembangan karakter santri sesuai ajaran
Islam.
Grand theory yang mendasari penelitian ini adalah Kepemimpinan
Prophetic Intelligence, yang berlandaskan pada sifat-sifat kenabian yang
dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Teori ini menekankan pentingnya
Siddiq, Amanah, Fathanah, dan Tabligh dalam membangun kepemimpinan yang
etis dan berintegritas. Teori Prophetic Intelligence: Kecerdasan Kenabian oleh
Hamdani Bakran Adz-Dzakiey memberikan pedoman untuk pemimpin dalam
menghadapi tantangan kontemporer dengan pendekatan moral dan berorientasi
pada kesejahteraan bersama.
Jenis penelitian ini adalah field research dengan pendekatan kualitatif dan
deskriptif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ilmi di Kota
Banjarbaru dan Pondok Pesantren Al-Ihsan di Kota Banjarmasin. Subjek adalah
pimpinan pondok pesantren (Kyai dan Nyai) serta para guru di kedua pondok
pesantren tersebut, dengan fokus pada kepemimpinan Prophetic Intelligence
sebagai objek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan di Pondok Pesantren Darul
Ilmi dan Al-Ihsan menerapkan nilai-nilai Prophetic Intelligence (siddiq, amanah,
fathanah, dan tabligh) dengan pendekatan yang berbeda sesuai karakteristik
masing-masing. Darul Ilmi memadukan tradisi salafiyah dan kombinasi melalui
inovasi teknologi, transparansi, dan keterlibatan wali santri, sedangkan Al-Ihsan
mempertahankan pendekatan tradisional berbasis keteladanan pemimpin.
Tantangan utama meliputi adaptasi terhadap modernisasi di Darul Ilmi dan
relevansi nilai tradisional di Al-Ihsan, yang diatasi melalui strategi adaptif seperti
musyawarah dan pengawasan intensif. Perbandingan ini menunjukkan fleksibilitas
penerapan nilai-nilai kenabian, di mana Darul Ilmi unggul dalam inovasi dan
efisiensi, sementara Al-Ihsan menonjol dalam menjaga otentisitas nilai tradisional,
membuktikan relevansi nilai-nilai kenabian dalam berbagai konteks kepemimpinan
pesantre
Vocabulary Roulette Spin Game Inspired by Running Man Variety Show
The dynamic challenges of the Running Man variety
show inspire the Vocabulary Roulette Spin Game, a creative
and captivating English Language Teaching (ELT) exercise.
An excellent tool for encouraging active participation,
teamwork, and word memory in an ESL or EFL classroom,
this game blends the unpredictable thrill of a spinning wheel
with vocabulary-focused activities (Sahan, et al., 2024). This
game creates an exciting learning environment in the
classroom by fusing vocabulary-building exercises with the
unexpected, high-energy style of Running Man (Samir &
Samir, 2023). To choose their assignment, players spin a
"roulette wheel" with tasks based on the well-known
program.
Acquiring vocabulary is essential to language learning
since it serves as the basis for clear communication (Hasbi,
2024). However, students may find vocabulary instruction
repetitious or boring at times (Kruk & Zawodniak, 2018). The
Vocabulary Roulette Spin Game revitalizes this process by
adding a sense of surprise, cooperation, and friendly
competition. This game's dynamic structure turns passive
vocabulary drills into an engaging, interactive educational process (Arslan, 2024). This game simulates the suspense
and enjoyment of Running Man's "chance games," in which
players must overcome arbitrary obstacles decided by a
roulette spin or spinning wheel. The difficulties in this
version centre on vocabulary exercises/activities in the
classroom
International Students Challenges and Strategies In Developing English Language Proficiency: A Narrative Inquiry Approach
English language acquisition requires students to have their own strategies.
Using the right language learning strategies can help students master English. This
study examines the challenges international students face in developing their English
language skills and the strategies used to overcome these challenges. In this study, the
researcher used qualitative methods and a narrative inquiry design. The researcher
conducted in-depth interviews with international students. The results show that
international students face various challenges including anxiety, low self-confidence,
writing and pronunciation difficulties, and difficulty understanding different accents.
However, international students also use various strategies to overcome these
challenges, including studying with friends, taking notes and summaries, using online
dictionaries, and regular writing and speaking practice. This research has implications
for developing more effective English language programs for international students
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran PBL dengan Media Film Pendek pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Kelas VI di MI Al - Istiqamah Banjarmasin
Berdasarkan observasi, ada kendala dalam proses pembelajaran Aqidah
Akhlak yaitu terbatasnya kesempatan untuk berpikir kritis, banyak kegiatan
pembelajaran yang masih berpusat pada guru sendiri sehingga peserta didik
kurang terlatih untuk menganalisis, mengevaluasi secara mandiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dan
kemampuan berpikir kritis siswa, penting bagi guru untuk mengetahui hasil
belajar siswa karena sangat berpengaruh sekali terhadap kualitas pembelajaran.
Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan
desain True Eksperimental. Desain penelitian prestest-postest control group
design. Populasi sebanyak 97 siswa. Teknik sampling purposive sampling. Teknik
pengumpulan data Tes soal, angket, wawancara, observasi dan dokumentasi.
Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Pengujian hipotesis
menggunakan Uji Mann-Whitney.
Hasil penelitian menunjukan bahwa model PBL dengan film pendek dapat
meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran aqidah akhlak materi
jauhilah akhlak tercela berdasarkan hasil postest adalah memperoleh nilai 95-100
kategori "sangat tinggi". Kemampuan berpikir siswa berdasarkan hasil postest dari
angket adalah memperoleh nilai 51-60 kategori "sangat tinggi". Berdasarkan hasil
rumus Uji Mann-Whitney didapat nilai Sig. 0,001 < 0,05 Ha diterima.
Hasil belajar menggunakan model PBL dengan film pendek terlihat
meningkat dilihat dari hasil pretest dan postest, untuk kemampuan berpikir kritis
siswa dapat dikatakan efektif dilihat indikator kemampuan berpikir kritis didalam
pertanyaan angket. Berdasarkan hasil uji- U pada posttest model Problem Based
Learning, Ha diterima dimana nilai sig. sebesar 0,001 < 0,05. Oleh karena itu,
dapat disimpulkan efektif dalam penggunaan model Problem based learning
berbasis film pendek pada mata pelajaran Aqidah Akhlak kelas VI di MI Al-
Istiqamah Banjarmasin
Pengaruh Kebahagiaan dan Berpikir Positif Terhadap Kesejahteraan Psikologis Santriwati Baru di Pondok Pesantren Darul Hijrah Martapura
Santriwati baru yang memasuki fase remaja awal mengalami berbagai
permasalahan yang berhubungan dengan tugas perkembangannya. Permasalahan
tersebut menimbulkan emosi-emosi negatif dan apabila tidak dikelola dengan baik,
maka akan berpengaruh pada kesejahteraan psikologis santri. Peneliti tertarik untuk
melihat kesejahteraan psikologis pada santriwati baru dengan dipengaruhi oleh
kebahagiaan dan berpikir positif di Pondok Pesantren Darul Hijrah Martapura.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional dengan
pendekatan kuantitatif. Populasi sebanyak 140 orang dengan sampel sebanyak 105
orang yang terdiri dari seluruh santriwati baru jenjang SMP. Teknik yang
digunakan ialah analisis regresi linier berganda untuk mengetahui kesejahteraan
psikologis santriwati baru yang dipengaruhi oleh kebahagiaan dan berpikir positif.
Penelitian ini menunjukkan: (1) Tingkat kesejahteraan psikologis santriwati
baru didominasi dalam kategori cukup tinggi sebanyak 57 orang; (2) Tingkat
kebahagiaan santriwati baru didominasi dalam kategori sangat tinggi sebanyak 66
orang; (3) Begitu juga dengan tingkat berpikir positif santriwati baru didominasi
dalam kategori sangat tinggi sebanyak 80 orang; (4) Hasil uji t parsial menunjukkan
nilai signifikansi sebesar < .001 dan hasil analisis korelasi pearson’s menunjukkan
nilai r = 0.643 dengan p < .001. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh positif yang
signifikan pada variabel kebahagiaan terhadap kesejahteraan psikologis santriwati
baru dengan sumbangan efektif yang diberikan sebesar (32.02%); (5) Hasil uji t
parsial menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.002 dan hasil analisis korelasi
pearson’s menunjukkan nilai r = 0.537 dengan p < .001. Sehingga, terdapat
pengaruh positif yang signifikan pada variabel berpikir positif terhadap
kesejahteraan psikologis santriwati baru dengan sumbangan efektif yang diberikan
sebesar (14.55%); (6) Uji regresi linier berganda menunjukkan nilai signifikansi
sebesar < 0.001. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada
variabel kebahagiaan dan berpikir positif terhadap kesejahteraan psikologis
santriwati baru jenjang SMP Pondok Pesantren Darul Hijrah Martapura dengan
sumbangan efektif yang diberikan sebesar (46.5%), sedangkan (53.5%)
dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
Implementasi Program Maghrib Mengaji di Masyarakat Desa Karang Buah Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala
Penelitian
ini
bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis
Implementasi Program Maghrib Mengaji di Desa Karang Buah Kecamatan Belawang
Kabupaten Barito Kuala, dengan fokus pada pelaksanaan dan program serta kendala
yang dihadapi. Program Maghrib Mengaji adalah tradisi keagamaan yang telah
berlangsung secara turun-temurun dan menjadi salah satu sarana pembelajaran
membaca Al-Qur’an, khususnya bagi generasi muda.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan
lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Maghrib Mengaji
di Desa Karang Buah melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya orang tua
dan guru mengaji, serta memanfaatkan waktu setelah shalat Maghrib sebagai momen
efektif untuk belajar membaca Al-Qur’an. Program ini memiliki tahapan pelaksanaan
yang terstruktur, mulai dari pengajaran metode Iqro untuk pemula hingga
pembelajaran tajwid bagi peserta yang lebih mahir. Selain itu, tradisi ini juga
memadukan nilai-nilai budaya lokal, seperti sungkeman sebelum mengaji dan
kenduren pada momen tertentu.
Program ini memiliki manfaat di masyarakat, seperti mempererat hubungan
silaturahim, menanamkan nilai-nilai religius, dan membentuk karakter Islami pada
generasi muda. Namun, keterbatasan fasilitas seperti Mushaf yang bergantian dan alat
bantu menjadi tantangan dalam pelaksanaan program. Sebagai solusi, masyarakat
bersama pemerintah desa diharapkan dapat meningkatkan dukungan terhadap
keberlanjutan program ini.
Dengan demikian, Program Maghrib Mengaji di Desa Karang Buah tidak
hanya menjadi sarana pendidikan agama, tetapi juga upaya pelestarian budaya lokal
yang memperkuat identitas keislaman masyarakat di Desa Karang Buah Kecamatan
Belawang Kabupaten Barito Kual