IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Pengembangan Buku Saku Pemanfaatan Kotoran Sapi dan Eceng Gondok Menjadi Biogas Sebagai Sumber Belajar

    Get PDF
    Biogas merupakan gas yang dihasilkan melalui proses fermentasi dan penguraian dari bahan organik oleh bakteri anaerob. Kotoran sapi mengandung gas metana yang dapat dimanfaatkan menjadi biogas alami. Eceng gondok memiliki kandungan hemiselulosa dan selulosa, zat tersebut akan dihidrolisis menjadi glukosa dengan bantuan bakteri melalui tahap proses anaerobic digestion, yang nantinya menghasilkan gas metana. Kandungan gas metana yang ada di dalam kotoran sapi dan eceng gondok dapat dimanfaatkan menjadi biogas melalui proses fermentasi. Tujuan penelitian untuk menentukan konsentrasi yang optimum dalam pemanfaatan kotoran sapi dan eceng gondok menjadi biogas serta mendeskripsikan validitas para ahli dan perorangan buku saku. Jenis penelitian adalah desain penelitian pendidikan EDR (Educational Design Research) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang menggunakan metode langkah-langkah dari Plomp dan proses evaluasi secara formatif mengacu dari Tessmer yang dikembangkan menjadi buku saku serta data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi optimum untuk menghasilkan biogas eceng gondok : kotoran sapi yaitu 80%:20%. Konsentrasi tersebut dihasilkan api kecil pada suhu berkisar 28,3°-32,7°C dan pH berkisar antara 4-7. Hasil uji validitas buku saku tentang pemanfaatan kotoran sapi dan eceng gondok menjadi biogas dari para ahli memperoleh persentase sebesar 82,22% (cukup valid, dapat digunakan namun perlu revisi kecil). Hasil uji validitas oleh perorangan memperoleh persentase sebesar 85,82% (cukup valid, dapat digunakan namun perlu revisi kecil

    Revealing Women's Language Features In Beauty Tutorials On Vogue Youtube Channel: A Sociolinguistics Study

    Get PDF
    The study examines the women’s language features in the utterances of 12 selected female public figures featured in beauty tutorial videos from the "Beauty Secret" program on the Vogue YouTube Channel using Robin Lakoff’s theory. The research aims to identify the specific women’s language features and explore their functions within the context of beauty tutorial videos. Two primary research questions guide this study: (1) What are the women’s language features used in the beauty tutorial videos on the "Beauty Secrets" program? (2) What functions do these language features serve in the videos? The study employs a content analysis method to analyze the data, which consists of words, phrases, clauses, and sentences from the selected videos. Data were collected through YouTube transcriptions, which were carefully reviewed by the researcher to ensure accuracy. The identified data were then categorized and analyzed using Robin Lakoff’s theory of women’s language features and Pearson's theory of language functions. The findings reveal that all 10 women’s language features proposed by Lakoff were present in the selected beauty tutorial videos. These features include lexical hedges or fillers, tag questions, rising intonation, empty adjectives, intensifiers, hypercorrect grammar, superpolite forms, precise color terms, avoidance of strong swear words, and emphatic stress, with lexical hedges or fillers being the most frequently used. Additionally, five language functions were identified: expressing uncertainty, get a response, soften an utterance, start discussions, and express feelings or opinions. The implications of this study include understanding language use on digital platforms, inspiring students' interest in sociolinguistics through beauty videos, and offering a unique perspective on women’s linguistic features and their role in language variation

    Pelacakan Keabsahan Hubungan Nasab Wali dengan Catin Perempuan oleh KUA Liang Anggang

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelacakan nasab calon pengantin perempuan dalam pelaksanaan akad nikah sesuai syariat Islam dan ketentuan hukum di Indonesia. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Liang Anggang bertanggung jawab untuk memastikan keabsahan hubungan nasab antara calon pengantin perempuan dan walinya. Namun, dalam pelaksanaannya, KUA sering menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya keterbukaan dari pihak calon pengantin atau keluarganya serta ketidaklengkapan dokumen pendukung, seperti akta kelahiran, kartu keluarga, dan buku nikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pelacakan nasab calon pengantin perempuan di KUA Kecamatan Liang Anggang dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Subjek penelitian mencakup petugas KUA, calon pengantin, dan pihak keluarga yang terlibat dalam proses pelacakan nasab. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (open-ended question) dan studi dokumen resmi yang relevan. Data diolah melalui editing dan matriks, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelacakan nasab di KUA Kecamatan Liang Anggang dilakukan melalui verifikasi dokumen resmi dan wawancara langsung dengan pihak terkait. Tantangan utama yang dihadapi meliputi kurangnya kejujuran dari calon pengantin atau keluarga dan ketidaklengkapan dokumen pendukung. Untuk mengatasi tantangan tersebut, KUA melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Proses ini menunjukkan komitmen KUA dalam memastikan keabsahan nasab sesuai dengan syariat Islam dan peraturan yang berlaku. Namun, hambatan-hambatan tersebut dapat memperlambat proses pelaksanaan akad nikah. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi peningkatan kualitas layanan KUA, khususnya dalam pelacakan nasab calon pengantin perempuan

    Bimbingan Keagamaan Di Asrama Putri Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin Desa Jaya Karet Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kabupaten Kota Waringin Timur

    Get PDF
    Penelitian ini di latarbelakangi oleh pentingnya Bimbingan Keagamaan yang diberikan kepada Santriwati di Asrama Putri Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin. Bimbingan tersebut memiliki peranan yang signifikan dalam masyarakat serta menciptakan generasi Muslimah yang beriman, berakhlakul karimah dan taat kepada Allah Swt. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana bimbingan keagamaan di Asrama Putri Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin Desa Jaya Karet Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kabupaten Kotawaringin timur dan mengetahui faktor penunjang dan penghambat bimbingan keagamaan di Asrama Putri Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin Desa Jaya Karet Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, penulis melakukan observasi untuk menggali data yang terkait dengan proses bimbingan keagamaan di asrama putri pondok pesantren Sabilal Muhtadin. Penulis juga melakukan wawancara dengan Pengasuh Pondok, Ustazah pembimbing dan pengurus asrama serta Santriwati guna memperoleh data untuk penyusunan skripsi penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan keagamaan yang ada di Asrama Putri Sabilal Muhtadin meliputi pelaksanaan bimbingan yang dilaksanakan secara terjadwal mulai dari hari Senin hingga Minggu, dengan bentuk-bentuk bimbingan keagamaan yakni (bimbingan Shalat, membaca Al-Qur’an, Sholawat, Muhadaroh, Majelis Ta’lim, Ziarah, dan bimbingan Kebersihan), Tujuan bimbingan keagamaan dan metode yang digunakan yaitu (Metode ceramah, diskusi/bimbingan kelompok, Uswatun Hasanah, metode latihan/sosiodrama, Pembiasaan, dan metode nasehat) serta materi bimbingan keagamaan yang diberikan kepada santriwati berupa (Materi Akidah, Syariah dan Akhlak). Bimbingan keagamaan ini tentunya sudah sejalan dengan ketentuan ajaran Islam dan sesuai dengan teori-teori bimbingan keagamaan yang telah dikemukakan oleh para ahli. Adapun Faktor yang menjadi penunjang bimbingan keagamaan yaitu adanya fasilitas dan dukungan pihak yayasan serta adanya usaha pembimbing asrama dalam pembinaan santriwati agar mereka menjadi Muslimah yang berilmu agama dan berakhlak mulia. Faktor penghambatnya yaitu kurangnya Ustazah pembimbing senior di asrama dan masih ada beberapa santriwati yang melanggar peraturan di asram

    Strategi Pengelolaan Tahsin Quran pada Santri di TPQ Al Ikhlas Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilandasi bahwa dalam suatu pengelolaan tahsin harus adanya strategi serta metode yang baik yang mana strategi serta metode tersebut untuk memudahkan sebuah perencanaan terlaksana agar tercapainya tujuan dari lembaga tersebut. Didalam strategi yang baik mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat sesuai dengan prinsip prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional. Dan didalam metode yang baik dan terstuktur memudahkan para ustadz/ustadzah dalam pengelolaan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengelolaan tahsin Quran yang diterapkan di TPQ Al Ikhlas Kota Banjarmasin dan faktor pendukung serta penghambat dari strategi pengelolaan tahsin tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) atau penelitian kualitatif, yang mengumpulkan data dengan langsung terjun kelapangan untuk melakukan observasi, wawancara serta dokumentasi. Lokasi penelitian ini di TPQ Al Ikhlas Kota Banjarmasin, dengan subjek penelitian pengurus serta pengajar yang ada di lembaga tersebut. Hasil penelitian ini yaitu bahwa strategi pengelolaan tahsin Quran pada santri di TPQ Al Ikhlas Kota Banjarmasin sudah sangat baik yang mana penelitian ini menggunakan tahapan strategi dengan tahapan pertama yaitu perumusan strategi, tahapan kedua implementasi strategi dengan strategi pembelajaran metode tilawati sebagai acuan untuk proses pembelajaran pada santri dalam membca Al-Qur‘an, dan tahapan terakhir evaluasi strategi yaitu dengan munaqsyah akhir sebagai evaluasi bagi para santri

    Hukum Menyentuh Kemaluan Setelah Berwudhu Menurut Mazhab Hanafi dan Mazhab Hanbali

    Get PDF
    Salah satu cara yang diajarkan kepada umat Islam untuk menjaga kesehatan fisik dan mental adalah melalui praktik berwudhu. Wudhu bukan semata-mata hanya menghilangkan hadats kecil, namun juga bermanfaat bagi kesehatan. Al�qur’an dan hadits telah menyebutkan dengan jelas dan terperinci tentang dalil kewajiban wudhu, tata cara berwudhu, penyebab batalnya wudhu, serta hal-hal lainnya yang berkaitan dengan wudhu. Beberapa hal yang dapat membatalkan wudhu tersebut seperti keluarnya sesuatu diantara dua lubang secara normal maupun tidak normal, hilangnya akal, menyentuh kemaluan dan sejenisnya, dalam hal ini terdapat perbedaan tentang pembatal wudhu. Diantara permasalahan yang sering diperdebatkan adalah hukum menyentuh kemaluan, apakah membatalkan wudhu atau tidak. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dan bersifat deskriptif dengan penelitian komparatif yang berfokus pada kajian keislaman dengan menelaah literatur-literatur hukum Islam, kitab-kitab atau buku-buku fikih mazhab khususnya untuk melakukan analisis perbandingan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi dan Mazhab Hanbali memiliki perbedaan tentang hukum menyentuh kemaluan setelah berwudhu, Mazhab Hanafi berpendapat bahwa menyentuh kemaluan tidak membatalkan wudhu sebab kemaluan termasuk anggota tubuh, sedangkan Mazhab Hanbali mutlak menyebutkan bahwa menyentuh kemaluan dapat membatalkan wudhu karena kemaluan merupakan salah satu jalan keluarnya najis dan dapat menimbulkan syahwat

    Problematika Istri Yang Berhutang Tanpa Izin Suami Dan Dampaknya Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga (Studi Kasus Di Desa Wonorejo Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu)

    Get PDF
    Pernikahan itu idealnya adalah membawa kebahagiaan bagi setiap individu di dalamnya, tetapi kenyataan di masyarakat menunjukkan bahwa tidak semua keluarga berhasil mewujudkan cita-cita membangun keluarga yang harmonis. Banyak faktor yang dapat memicu ketidak harmonisan dalam rumah tangga salah satunya karena faktor ekonomi, pada kasus ini permasalahan ekonomi yang terjadi karena adanya kebutuhan-kebutuhan yang tidak tercukupi dari penghasilan, sehingga keinginan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pribadi yang tidak bisa diwujudkan dengan penghasilan yang dimiliki karena keadaan finansial yang kurang baik, sehinga istri menganggap perlu mengambil hutang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dimana pada kasus ini, beberapa istri yang berhutang itu tanpa izin suami mereka, karena suami mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya dan terlalu sedikit memberi nafkah dan besarnya gaya hidup konsumtif yang dijalani oleh sang istri sehingga menyebabkan istri berhutang tanpa izin suami. Hal itu tentu berdampak pada keharmonisan rumah tangga. Permasalahan yang diteliti ini adalah tentang mengapa istri berhutang tanpa izin suami dan bagaimana dampaknya terhadap keharmonisan rumah tangga mereka. jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kemudian pengumpulan data dalam penelitian ini dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul tahap selanjunya adalah menganalisis data tersebut menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif

    Penentuan Jujuran Dalam Pernikahan Berdasarkan Tingkat Pendidikan Perempuan ( Studi Kasus Di Kecamatan Banjarmasin Tengah )

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya stratifikasi penentuan uang jujuran dalam pernikahan masyarakat Banjar di Kecamatan Banjarmasin Tengah dengan menentukan uang jujuran berdasarkan tingkat pendidikan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik penentuan jujuran berdasarkan tingkat pendidikan perempuan (Studi Kasus Di Kecamatan Banjarmasin Tengah). Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Dengan subjek penelitiannya adalah para pihak yang langsung bersangkutan dalam praktik tersebut. Pengumpulan data melalui wawancara dan dokumen baik berupa sumber tertulis, gambar (foto), dan karya-karya ilmiah, yang semuanya itu memberikan informasi tambahan atau sebagai pelengkap bagi proses penelitian yang sedang dilakukan. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini didapat bahwa uang jujuran merupakan tradisi, akan tetapi dalam penentuannya berdasarkan tingkat pendidikan perempuan. Sehingga dengan pendidikan perempuan yang tinggi tentunya akan mendapat uang jujuran yang lebih tinggi juga. Uang jujuran digunakan untuk resepsi pernikahan dan sebagian untuk keperluan setelah menikah. Hukum Islam memandang bahwa uang jujuran merupakan sesuatu yang diperbolehkan dengan kerelaan kedua belah pihak. Hukum Adat menganggap bahwa uang jujuran merupakan suatu tradisi dan bisa disebut sebagai ’urf. Penentuan uang jujuran bisa disebut sebagai ’urf shahih dengan berdasarkan kerelaan dan kebaikan untuk semua pihak. Namun jika bertentangan atau karena memberatkan salah satu pihak dalam penentuan uang jujuran, maka uang jujuran tersebut termasuk ’urf fasi

    Petunjuk al-Qur’an dalam Menyikapi Pelaku Penistaan Agama

    Get PDF
    Kasus penistaan agama merupakan isu yang sering terjadi di Indonesia. Selain dilatarbelakangi konflik internal agama dan antar penganut agama yang berbeda, kasus penistaan agama sering kali diangkat dengan tujuan lain seperti masalah politik dan sebagainya. Adanya berbagai kepentingan lain dibalik kasus penistaan agama ini membuat masyarakat semakin mudah menggunakan stigma menistakan agama dalam menilai tindakan seseorang dan menilai pelakunya harus dihukum berat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menemukan berbagai petunjuk dalam ayat-ayat al-Qur‟an dalam menyikapi pelaku penistaan agama. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik. Penelitian ini menganalisis ayat-ayat al-Qur‟an yang berkaitan dengan tema ini melalui rujukan utama berupa kitab Tafsir al-Misbah, Tafsir al�Thabarî, dan Tafsir al-Qurthubî. Adapun masalah yang dibahas dalam penelitian ini, pertama penjelasan bentuk-bentuk penistaan agama yang diisyaratkan dalam al-Qur‟an; dan kedua petunjuk al-Qur‟an dalam menghadapi pelaku penistaan agama. Dari penelitian ini disimpulkan sebagai berikut. Pertama, penyebutan perbuatan-perbuatan yang diindikasikan sebagai penistaan agama diantaranya dengan ungkapan tasubbû, istahziˋû, yakhûdhûna, tha’anu, yalmizu, dan yuˋdzûna, serta bentuk-bentuk penistaan ini dapat ditujukan terhadap Allah, Nabi Muhammad, maupun al-Qur‟an dan ajaran Islam; Kedua, petunjuk yang disebutkan dalam al-Qur‟an adalah berpaling dan mengabaikan tuntutan kaum musyrik, mengabaikan dan tetap memberi peringatan, memberikan pendidikan dan pengajaran, bersabar dan mengabaikan dengan sopan, menjaga perkataan yang baik dan sopan, tidak berkumpul dalam pembicaraan kemungkaran, serta pemberian sanksi tega

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇