IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
تعليم اللغة العربية المتمايز بمنهج المرديكا في المدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية الثالثة بنجر ماسين = Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu strategi utama yang
ditawarkan kurikulum merdeka, strategi pembelajaran yang menyesuaikan dengan
kebutuhan, minat, dan profil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk
menggambarkan penerapan, problematika, serta upaya guru dalam mengatasi
problematika pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Bahasa Arab di
MAN 3 Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan metode fenomenologi. Teknik
pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan
analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Bahasa Arab telah menerapkan
pembelajaran berdiferensiasi pada aspek konten, proses, dan produk dengan
mempertimbangkan kompetensi awal siswa. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan
secara fleksibel melalui variasi metode, media, dan bentuk penugasan. Namun,
dalam penerapannya masih terdapat beberapa problematika, seperti penyesuaian
materi pada kemampuan dan minat siswa, waktu yg terbatas, dan penggunaan
digital tidak sepenuhnya mampu meningkatkan kompetensi siswa. Untuk
mengatasi hal tersebut, guru melakukan berbagai upaya, antara lain memperkaya
sumber belajar, menerapkan kontrak belajar, serta memberikan motivasi dan arahan
kepada siswa untuk belajar secara mandiri. Dengan demikian, pembelajaran
berdiferensiasi di MAN 3 Kota Banjarmasin telah diterapkan, meskipun masih
memerlukan penguatan agar pelaksanaannya lebih optimal
Bimbingan Penyelenggaraan Tata Cara Salat Jenazah Melalui Metode Demonstrasi Di MAN 2 Tapin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krusialnya penguasaan keterampilan
salat jenazah sebagai kewajiban fardhu kifayah bagi setiap Muslim di tengah
masyarakat. Berdasarkan observasi awal di MAN 2 Tapin, ditemukan fenomena
bahwa sebagian besar siswa kelas X masih mengalami kesulitan dalam memahami
prosedur tata cara salat jenazah yang benar. Hal ini disebabkan oleh minimnya
bimbingan yang bersifat praktis serta kurangnya pengalaman langsung siswa dalam
melaksanakan rangkaian ibadah tersebut di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut
menuntut adanya inovasi dalam metode pembelajaran Fikih agar materi tidak hanya
dipahami secara teoritis tetapi juga dikuasai secara motoric.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses bimbingan guru,
tantangan yang dihadapi, serta solusi dalam bimbingan penyelenggaraan tata cara
salat jenazah melalui metode demonstrasi di MAN 2 Tapin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan
pendekatan kualitatif. Subjek penelitian meliputi satu orang guru Fiqh dan empat
orang siswa kelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan langkah reduksi data,
penyajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang pertama proses bimbingan
dilakukan secara terstruktur meliputi perencanaan mandiri, pemberian teori,
peragaan oleh guru, praktik siswa secara berkelompok, hingga evaluasi langsung.
Yang kedua tantangan yang dihadapi mencakup aspek psikologis siswa berupa rasa
malu dan kurang percaya diri, keterbatasan alokasi waktu, serta perbedaan bacaan
yang dibawa siswa dari lingkungan masyarakat. Dan yang ketiga solusi yang
diterapkan adalah guru menciptakan suasana belajar yang nyaman, memadukan teori
dengan demonstrasi langsung, serta pembagian kelompok kecil. Pihak madrasah
juga berencana mengoptimalkan jadwal dan menambah alat peraga boneka untuk
simulas
Implementasi Warung Kejujuran untuk Membangun Karakter Siswa pada MAN 1 Banjarmasin
Permasalahan kejujuran terutama jujur dalam jual beli menjadi masalah
yang perlu diselesaikan, akhlak jujur merupakan hal yang penting untuk
ditanamkan pada siswa dan siswi, tak terkecuali siswa dan siswi pada MAN 1
Banjarmasin. Berdasarkan hal tersebut, munculah sebuah inovasi yakni warung
kejujuran untuk membangun karakter siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi warung kejujuran
serta upaya yang dilakukan sekolah melalui warung kejujuran untuk membangun
karakter jujur siswa pada MAN 1 Banjarmasin
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang
dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan (verification). Subjek penelitian yakni satu orang
pengelola warung, satu orang guru aqidah akhlak, satu orang guru BK dan satu
orang siswa sebagai perwakilan yakni ketua OSIM. Sedangkan objek penelitian ini
adalah implementasi warung kejujuran dan upaya membangun karakter jujur pada
siswa pada MAN 1 Banjarmasin.
Dari hasil penelitian didapat bahwa pengimplementasian warung kejujuran
yakni disediakannya sebuah lemari, yang berisikan alat tulis dan sebagainya.
Kemudian transaki jual-beli dilakukan secara mandiri tanpa adanya penjual.
Disediakan daftar harga barang serta dua buah wadah untuk menaruh uang dan
mengambil kembalian.
Adapun upaya yang diterapkan adalah dengan meniadakan penjaga serta
pengawasan kamera CCTV. Dengan ketiadaan pengawasan fisik dan teknologi,
siswa ditempatkan pada situasi di mana integritas pribadi menjadi satu-satunya
kompas dalam bertindak, terutama saat melakukan transaksi pembayaran secara
mandiri
Pemahaman Literasi Informasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam dalam Menggunakan Sistem Informasi Akademik di UIN Antasari Banjarmasin
Ditemukan adanya mahasiswa dari program studi terkait yang masih
mengalami kesulitan dalam mencari informasi yang sebenarnya bersifat umum
bagi mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Hal ini dianggap
kontradiksi mengingat mereka adalah mahasiswa ilmu perpustakaan yang dibekali
mata kuliah literasi informasi. Oleh karena itu, peneliti merasa penting untuk
melakukan kajian lebih mendalam mengenai sejauh mana pemahaman literasi
informasi mahasiswa ilmu perpustakaan dan informasi islam dalam menggunakan
sistem informasi akademik di UIN Antasari Banjarmasin. Tujuan dari penelitian
ini adalah mendeskripsikan pemahaman literasi informasi mahasiswa Ilmu
Perpustakaan dan Informasi Islam dalam menggunakan Sistem Informasi
Akademik di UIN Antasari Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa
program studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Antasari Banjarmasin.
Adapun subjek yang dipilih adalah mahasiswa angkatan 2024 yang saat ini berada
di semester 2, dengan jumlah sebanyak 8 orang. Data dikumpulkan melalui
wawancara langsung dengan mahasiswa, serta dokumentasi. Analisis data
dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data,
dan penarikan simpulan, dengan pengecekan keabsahan data menggunakan
tringulasi.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mahasiswa Program Studi Ilmu
Perpustakaan dan Informasi Islam angkatan 2024 menunjukkan tingkat
pemahaman literasi informasi yang variatif dalam penggunaan sistem informasi
akademik. Adapun simpulan yang sesuai tujuan penelitian adalah Pemahaman
mahasiswa terhadap sistem informasi akademik berkaitan erat dengan kelancaran
dan pengelolaan studi. Melalui pemanfaatan SIAKAD, mahasiswa dapat
mengelola berbagai kebutuhan akademik seperti pengisian KRS, pemantauan nilai
dan kehadiran, serta akses informasi perkuliahan dan administrasi akademik.
Adapun saran yaitu bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan
Informasi Islam, diharapkan dapat meningkatkan minat dan kesadaran dalam
memahami serta mengakses informasi akademik, khususnya yang berkaitan
dengan penggunaan sistem informasi akademik
Pemahaman dan Praktik Qur’anic Healing Ustadz Faisal Rachman serta Efeknya bagi Pasien di Tenggarong Kutai Kartanegara
Pengobatan menggunakan Al-Qur’an mempunyai banyak manfaat selain
pengobatan, yaitu sebagai motivasi kepada masyarakat Islam pada khususnya untuk
menyadari sebenar-benarnya bahwa kebaikan yang Allah berikan lewat
petunjuknya, yaitu Al-Qur’an merupakan karunia yang selayaknya dipelajari dan
dipahami oleh kalangan beriman agar benar-benar memiliki fungsi bukan hanya
sebagai bahan bacaan belaka, melainkan memberi manfaat sesuai dengan
kebutuhan sesuai tantangan zaman, hingga suatu saat setiap orang mampu
memaksimalkan penggunaan Al-Qur’an berdampingan dengan berbagai bidang
kehidupan masyarakat
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka fokus penelitian adalah 1.
Bagaimana pemahaman Ustadz Faisal Rachman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang
dijadikan dasar dalam praktik Qur’anic Healing? 2. Bagaimana bentuk praktik
pengobatan Qur’anic Healing yang dilakukan oleh Ustadz Faisal Rachman di
Tenggarong? 3. Apa saja manfaat atau efek Qur’anic Healing yang dirasakan oleh
pasien setelah mengikuti terapi Ustadz Faisal Rachman?
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan
beberapa teknik pengumpulan data diantaranya adalah interview, observasi dan
dokumentasi. Kemudian analisis data dilakukan setelah mendapatkan sekian data
dari lapangan dan langsung ditarik kesimpulan. Subjek penelitian adalah warga dan
tokoh-tokoh agama setempat sebagai sumber informan.
Hasil penelitian ini adalah pengobatan alternatif dengan menggunakan
media pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an oleh Ustadz Faisal Rachman yang dipelajari
dari Organisasi Jam’iyyah Ruqyah Aswaja yang telah memberikan dampak positif
kepada masyarakat Kukar yang memiliki penyakit baik medis maupun non medis.
Pengobatan dilakukan dengan cara menyebutkan ayat-ayat yang memiliki khasiat
keutamaan menyembuhkan penyakit, baik didapatkan dengan melihat kandungan
ayat maupun dari konteks sejarah penggunaannya dimasa nabi hingga para guru di
Kukar dalam menolong orang sakit. Proses pengobatan berfokus menggunakan
tenaga yang mengalir di tangan praktisi untuk di transfer ke tubuh pasien dengan
berbagai persiapan antara lain membaca istighfar, bertaubat, menyerahkan segala
urusan kepada Allah dan menggunakan obat-obat alami sebagai pembantu
pengobatan. Lama waktu dan panjang pendeknya ayat menyesuaikan dengan sakit
yang dialami pasien, karena penyakit yang diderita merupakan penyakit yang asal
usulnya bukan hanya disebabkan serangan zat perusak tubuh, namun juga adanya
sihir atau benda ghaib lainny
Judul Skripsi Bimbingan Rohani Islam oleh KH. Abdurrahman Husein di Pondok Pesantren Sirajul Huda Pelaihari Kabupaten Tanah Laut
Bimbingan rohani Islam merupakan proses pembinaan yang bertujuan
untuk menguatkan spiritualitas, akhlak, dan kedisiplinan ibadah seseorang melalui
pemberian nasihat, pengajaran, dan pengawasan yang berkesinambungan.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran KH. Abdurrahman Husein
sebagai pengasuh Pondok Pesantren Sirajul Huda Pelaihari dalam membimbing
santri melalui serangkaian kegiatan pengajian rutin yang menjadi sarana pembinaan
akhlak dan spiritual di lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pelaksanaan bimbingan rohani Islam dan metode yang digunakan oleh
KH. Abdurrahman Husein dalam serangkaian kegiatan pengajian rutin di Pondok
Pesantren Sirajul Huda Pelaihari Kabupaten Tanah Laut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Pelaksanaan pengajian rutin
dilakukan secara gabungan antara santri putra dan santri putri sesuai dengan sistem
pembinaan yang berlaku di pondok pesantren. Namun, dalam penelitian ini untuk
penyajian data difokuskan pada santri putri karena proses observasi, wawancara,
dan dokumentasi kegiatan lebih banyak diperoleh dari bagian putri, sehingga
memungkinkan peneliti menggali informasi secara lebih mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan rohani Islam
melalui pengajian rutin gabungan santri putra dan santri putri berlangsung setiap
minggu dengan rangkaian kegiatan yang terstruktur mulai dari salat magrib
berjamaah, wirid, salat hajat, salawat, pembacaan kitab Al-Ajwibah Al-Gholiyah,
hingga salat isya berjamaah. Metode yang digunakan meliputi metode ceramah,
keteladanan, tanya jawab, pembiasaan ibadah, zikir dan doa, serta muhasabah.
Penerapan metode tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan
akhlak, kedisiplinan, serta peningkatan spiritualitas santri. Maka dengan demikian,
bimbingan rohani Islam yang dilakukan oleh KH. Abdurrahman Husein dinilai
efektif dalam membentuk pribadi santri yang berakhlak mulia dan memiliki
kedekatan spiritual dengan Allah Swt. sehingga layak untuk terus dikembangkan
ke depannya
Implementasi Kurikulum Merdeka Melalui Kegiatan Amalan Yaumiyah pada Siswa SMP Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin
Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan
untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada
penguatan karakter peserta didik. Salah satu karakter yang menjadi fokus penting
dalam Kurikulum Merdeka adalah karakter religius. SMP Islam Terpadu Ukhuwah
Banjarmasin sebagai sekolah berbasis Islam mengimplementasikan Kurikulum
Merdeka dengan mengintegrasikan kegiatan amalan yaumiyah ke dalam kehidupan
sehari-hari siswa sebagai upaya pembentukan karakter religius.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi Kurikulum
Merdeka di SMP Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin, implementasi Kurikulum
Merdeka melalui kegiatan amalan yaumiyah, serta faktor pendukung dan
penghambat dalam pelaksanaannya yang berfokus pada pembentukan karakter
religius siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru wali kelas, dan
siswa SMP Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin. Analisis data dilakukan melalui
tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di
SMP Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin dilaksanakan secara kontekstual
melalui kegiatan amalan yaumiyah yang terintegrasi dalam pembiasaan ibadah
harian. Amalan yaumiyah dilaksanakan secara terstruktur dan konsisten sebagai
bagian dari pembiasaan karakter peserta didik. Implementasi tersebut mendukung
pembentukan karakter religius, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan
siswa sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka. Faktor pendukung implementasi
Kurikulum Merdeka terdiri atas faktor internal dan eksternal. Faktor internal
meliputi pembiasaan ibadah harian. religius yang telah terbentuk, keterlibatan guru
dalam pendampingan kegiatan pembiasaan, serta dukungan manajemen sekolah
melalui Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP). Faktor eksternal berasal dari
dukungan orang tua dan lingkungan keluarga. Adapun faktor penghambat meliputi
perbedaan karakter dan tingkat kesadaran siswa, kondisi kelelahan fisik pada jam
akhir kegiatan sekolah, serta belum optimalnya kesinambungan pembiasaan antara
lingkungan sekolah dan rumah
Manajemen Strategi dalam Kualitas Pelayanan Ibadah Haji dan Umrah di PT Pancar Ni’mah Martapura
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen strategi dalam
kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah di PT. Pancar Ni’mah Martapura serta
mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Latar
belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya kualitas pelayanan dalam
penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, yang menuntut biro perjalanan memiliki
pengelolaan strategi yang terarah, profesional, dan berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pimpinan perusahaan, staf,
serta jemaah haji dan umrah PT. Pancar Ni’mah Martapura. Data dianalisis melalui
tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategi dalam kualitas
pelayanan ibadah haji dan umrah di PT. Pancar Ni’mah Martapura dilaksanakan
melalui tiga tahapan utama, yaitu perumusan strategi, implementasi strategi, dan
evaluasi strategi. Perumusan strategi dilakukan melalui perencanaan pelayanan
yang berorientasi pada kebutuhan jemaah dan berlandaskan visi dan misi
perusahaan. Implementasi strategi diwujudkan melalui penerapan standar
operasional prosedur (SOP), pelayanan staf yang ramah dan responsif, penyediaan
fasilitas pendaftaran dan akomodasi, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam
mendukung pelayanan. Evaluasi strategi dilakukan melalui monitoring pelayanan,
penerimaan umpan balik jemaah, dan tindak lanjut evaluasi secara berkala.
Faktor pendukung pelaksanaan manajemen strategi meliputi pengalaman
perusahaan, kompetensi sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang
memadai, serta pendekatan kekeluargaan kepada jemaah. Adapun faktor
penghambat yang ditemukan antara lain perbedaan karakter jemaah, kendala
koordinasi dengan mitra layanan, serta perubahan regulasi penyelenggaraan haji
dan umrah. Secara keseluruhan, manajemen strategi di PT. Pancar Ni’mah
Martapura telah diterapkan secara sistematis dalam menjaga kualitas pelayanan
ibadah haji dan umrah
Peran Musyrifah Dalam Bimbingan Keagamaan pada Santriwati di Pondok Pesantren Annisa Pelaihari
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Musyrifah dalam bimbingan
keagamaan pada santriwati di Pondok Pesantren Annisa Pelaihari. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Musyrifah sebagai pendamping,
pembimbing, dan pengarah dalam membentuk sikap keagamaan, kedisiplinan, serta
akhlak santriwati di lingkungan pesantren.
Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan jenis
penelitian lapangan. Subjek penelitian meliputi Musyrifah, kakak asrama, dan
santriwati, sedangkan objek penelitian difokuskan pada apa saja peran dan
bagaimana implementasi peran Musyrifah dalam bimbingan keagamaan. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji
melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Musyrifah dalam bimbingan
keagamaan mencakup peran informatif, persuasif, dan edukatif. Musyrifah
berperan sebagai pemberi informasi keagamaan, pembimbing spiritual, serta
teladan dalam pembentukan karakter santriwati. Bimbingan keagamaan
dilaksanakan melalui berbagai bentuk kegiatan seperti pembinaan ibadah,
pembiasaan akhlak, pendampingan spiritual, dan pengawasan kegiatan sehari-hari.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peran Musyrifah berkontribusi secara
signifikan dalam membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan pemahaman
keagamaan santriwati. Dengan demikian, keberadaan Musyrifah memiliki peranan
strategis dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan dan pembinaan
keagamaan di Pondok Annisa Pelaihar
Disparitas Putusan dalam Perkara Cerai Talak Qabla al-Dukhūl (Studi Putusan Beberapa Pengadilan Agama)
Penelitian ini mengkaji disparitas putusan hakim dalam perkara cerai talak
qabla al-dukhūl (perceraian sebelum hubungan suami istri) melalui studi terhadap
tiga putusan Pengadilan Agama, yaitu Putusan Nomor 2311/Pdt.G/2018/PA.Ckr.,
Putusan
Nomor
15/Pdt.G/2024/PA.Swl.,
dan
Putusan
Nomor
954/Pdt.G/2023/PA.Bjm. Sekilas, perkara-perkara tersebut tampak serupa dengan
fakta yuridis yakni qabla al-dukhūl, perselisihan berkepanjangan, serta pisah
tempat tinggal, sehingga memenuhi alasan perceraian berdasarkan Pasal 39 Ayat
(2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 116 Huruf (f) Kompilasi
Hukum Islam (KHI). Namun, setelah diselami terdapat disparitas horizontal
(perbedaan antar putusan Pengadilan tingkat pertama) pada amar putusan terkait
jenis talak; dua putusan menetapkan talak satu bā’in shughra sesuai Pasal 119 Ayat
(2) Huruf (a) KHI, sementara satu putusan menetapkan talak satu raj’i meskipun
fakta qabla al-dukhūl, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakadilan,
kemudaratan, dan ketidakpastian hukum.
Melalui metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus (case
approach), bahan hukum diperoleh dari sumber primer berupa ketiga putusan
pengadilan, bahan sekunder seperti Undang-Undang Perkawinan, KHI, literatur
fikih munakahat, serta bahan tersier seperti kamus hukum. Analisis dilandasi teori
disparitas putusan, tahap pembentukan putusan hakim (mengkonstatir,
mengkualifikasi, mengkonstituir), serta konsep tujuan hukum Gustav Radbruch
(keadilan, kemanfaatan, kepastian hukum).
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa disparitas ini berakar pada perbedaan
tahap mengkualifikasi fakta qabla al-dukhūl ke norma primer (Pasal 119 KHI),
yang pada asalnya mengharuskan talak bā’in shughra (tanpa iddah dan rujuk). Dua
putusan konsisten dan ideal, sementara satu putusan terkesan mengabaikan fakta
qabla al-dukhūl sehingga juga mengabaikan implikasi/ akibat hukum dari cerai
talak qabla al-dukhūl. Disparitas dapat dibenarkan sebagai ruang ijtihad hakim,
selama memenuhi unsur keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum, namun
seyogianya dihindari jika menimbulkan mudarat terhadap kepastian hukum dan
keadilan substanti