IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Upaya Guru dalam Membentuk Kesadaran Bermedia Sosial yang Bertanggung Jawab Melalui Pembelajaran Akidah Akhlak pada Siswa Kelas VIII MTs Muhammadiyah 2 Banjarmasin

    Get PDF
    Perkembangan media sosial yang pesat di kalangan remaja menimbulkan berbagai dampak, baik positif maupun negatif. Penggunaan media sosial yang kurang bijak menjadi masalah yang perlu ditangani melalui pendidikan, khususnya melalui mata pelajaran Akidah Akhlak di MTs Muhammadiyah 2 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran Akidah Akhlak, upaya guru dalam membentuk kesadaran bermedia sosial yang bertanggung jawab, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif dalam membentuk kesadaran bermedia sosial melalui pembelajaran yang kontekstual, diskusi kasus nyata, serta keteladanan dalam bersikap. Faktor pendukung meliputi materi yang relevan dan lingkungan sekolah yang religius, sementara faktor penghambat utamanya adalah kurangnya pengawasan orang tua dan pengaruh lingkungan luar sekolah. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sinergi antara guru, sekolah, dan keluarga sangat penting dalam membentuk kesadaran bermedia sosial yang Islami di kalangan siswa

    Pengaruh Pendekatan Pragmatik terhadap Keterampilan Berbicara Siswa SDN Pejambuan 2

    Get PDF
    Rendahnya keterampilan berbicara siswa merupakan suatu permasalahan yang kompleks yang memiliki dampak negatif pada hasil belajar dan keterampilan siswa dalam bersosialisi dalam lingkungan sekolah. Faktor-faktor seperti kurang perhatian dari lingkungan sekitar, minat belajar terhadap berbahasa, dan kurangnya rasa relevansi dengan kehidupan sehari-hari dapat menyebabkan penurunan keterampilan berbicara siswa. Oleh karena itu penting bagi orang tua, pendidik dan pihak terkait untuk memahami faktor-faktor tersebut dan mencari solusi yang sesuai guna meningkatkan kembali keterampilan berbicara siswa terkhusus kepada siswa di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan pragmatik terhadap keterampilan berbicara siswa di Sekolah Dasar Negeri 2 Pejambuan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif metode eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 18 siswa. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan inferensial. Pengujian hipotesis menggunakan analisis uji-t dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan berbicara siswa setelah diterapkan pendekatan pragmatik berada kategori “Tinggi” dengan skor rata-rata (56,59) dengan skor maksimal (68). Keterampilan berbicara siswa meningkat secara signifikan setelah diberikan treatment tersebut, yang terlihat dari peningkatan skor rata-rata dari (28,98) sebelum treatment. Berdasarkan hasil uji-t, perbandingan nilai pretest dan posttest menunjukan hasil adanya pengaruh yang signifikan dari pendekatan pragmatik terhadap keterampilan berbicara siswa

    Analisis Putusan Nomor 1313 K/Ag/2023 Mengenai Kriteria Sengketa Ekonomi Syariah dalam Kewenangan Absolut Pengadilan Agama

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakang adanya perbedaan amar putusan antara putusan di tingkat kasasi putusan nomor: 1313/K/Ag/2023 dan banding terhadap putusan di tingkat pertama mengenai gugatan perbuatan melawan hukum atas keterlambatan pembayaran terhadap objek murabahah yang diajukan oleh penggugat dalam perkara pada penelitian ini. Putusan di tingkat pertama menyatakan masuknya perkara ke dalam kewenangan absolut pengadilan agama dikarenakan masuknya penggugat sebagai pihak yaitu pemasok dalam murabahah sehingga gugatan tersebut dikatakan sebagai sengketa murabahah yang termasuk ke dalam ekonomi syariah, sedangkan di tingkat banding dan kasasi memiliki putusan yang sama yang menyatakan masuknya perkara ini ke dalam kewenangan peradilan umum dikarenakan jual beli yang dilakukan ialah diantara penggugat dan tergugat II sebagai nasabah dari akad murabahah sehingga penggugat tidak termasuk dalam akad murabahah yang dilakukan tergugat I selaku bank dan tergugat II dan juga memandang bahwa akata jual beli yang dilakukan tidak berdasarkan prinsip syariah sehingga termasuk ke dalam perdata umum. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum dalam penelitian ini berupa isi putusan dan pendapat salah satu hakim yang berkaitan dengan putusan yang didapatkan melalui metode studi pustaka, studi dokumen, dan juga wawancara sebagai pendukung. Bahan hukum yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara kualitatif yaitu pembahasan dengan mengacu pada landasan teoritis yang ada. Hasil temuan pada penelitian ini bahwa putusan di tingkat kasasi tidak berkesesuaian dengan dengan kewenangan absolut pengadilan agama karena menyatakan masuknya perkara ini ke dalam wewenang peradilan umum. Hal tersebut dikarenakan putusan kasasi dan banding mengkategorikan sengketa ini sebagai perdata umum, yang seharusnya melihat kepada posisi Penggugat sebagai pemasok dalam akad murabahah yang menunjukkan adanya hubungan hukum yang tidak dapat diabaikan, sebagaimana ditekankan dalam teori keabsahan murabahah menurut fikih dan Fatwa DSN-MUI. Selain itu, gugatan Penggugat terkait keterlambatan pembayaran oleh Tergugat I merujuk pada akad lisan murabahah, yang merupakan bagian dari akad murabah yang dilakukan dalam perkara ini. Putusan kasasi yang menitikberatkan pada akta jual beli sebagai formalitas tanpa mempertimbangkan substansi akad syariah dapat berdampak buruk terhadap eksistensi peradilan agama kedepannya dalam menangani sengketa ekonomi syariah

    Persepsi Terhadap Drama Korea “Queen Of Tears” dalam Memilih Calon Pasangan Untuk Menikah

    Get PDF
    Dalam realitas zaman sekarang, memilih calon pasangan tidak hanya dipengaruhi oleh kehendak hati, akan tetapi tontonan juga dapat memengaruhi kriteria saat memilih calon pasangan. Sebuah tayangan drama Korea “Queen Of Tears” yang marak menyebar di kalangan muda memiliki alur cerita yang dapat diselaraskan dengan fikih munakahat memberikan persepsi baru kepada penontonnya. Penelitian ini berfokus pada persepsi terhadap drama Korea “Queen Of Tears” dalam memilih calon pasangan untuk menikah dan alasan mahasiswa Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah UIN Antasari dalam memilih calon pasangan untuk menikah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, dengan menggunakan pendekatan kualitatif desktiptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara terstruktur dengan sepuluh informan. Pengolahan data dilakukan melalui proses editing, matriks, dengan teknik analisis data menggunakan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh informan sepakat mengenai keselarasan alur drama “Queen Of Tears” dengan fikih munakahat terutama pada bagian konsep kafa`ah. Dua informan menambahkan, selain selaras dengan konsep kafa`ah drama tersebut juga menggambarkan kehidupan rumah tangga yang di dalamnya tidak terjalan hak dan kewajiban karena menjalani kehidupan terpisah. Tujuh dari sepuluh informan menyatakan bahwa mereka mengalami perubahan kriteria dalam memilih calon pasangan setelah menonton, sedangkan tiga lainnya menyatakan tidak mendapat perubahan kriteria dalam memilih calon pasangan karena telah menetapkan kriteria sebelum tayangnya drama tersebut. Mengenai alasan dalam memilih calon pasangan, informan menetapkan agama sebagai unsur utama yang perlu diperhatikan karena aspek tersebut merupakan pilar dasar kehidupan. Aspek status sosial, kekayaan, pola pikir dan pendidikan juga perlu dipertimbangkan ketika memilih calon pasangan, untuk mencegah celah timbulnya konflik dalam rumah tangga yang dapat memperumit upaya pasangan dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Hadirnya drama Korea “Queen Of Tears” semakin membuka pemikiran mahasiswa Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah UIN Antasari mengenai pertimbangan kriteria dalam memilih calon pasanga

    Hubungan Intensitas Menyimak Program Siaran Kuliah Subuh Dengan Kesejahteraan Psikologis Pendengar Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Banjarmasin

    Get PDF
    Di tengah tantangan era digital yang menawarkan berbagai alternatif hiburan dan informasi, program Kuliah Subuh di RRI Pro 1 Banjarmasin tetap menjadi salah satu program unggulan yang konsisten dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan. Sebagai siaran yang sarat dengan pesan moral dan spiritual, program ini berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap pendengarnya, baik secara spiritual maupun emosional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara intensitas menyimak program siaran Kuliah Subuh dengan tingkat kesejahteraan psikologis pendengar, sekaligus memberikan wawasan baru tentang dampak siaran keagamaan terhadap kondisi psikologis masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis Korelasi Pearson Product Moment. Jumlah populasi tidak diketahui, sehingga jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus Lemeshow, yaitu sebanyak 100 responden. Adapun instrumen penelitian ini meliputi intensitas menyimak program siaran Kuliah Subuh dan kesejahteraan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara intensitas menyimak dan kesejahteraan psikologis pendengar (r = -0,374, p < 0,001). Hal ini mengindikasikan bahwa frekuensi menyimak yang berlebihan dapat membatasi waktu untuk aktivitas yang mendukung kesejahteraan psikologis. Beberapa aspek kesejahteraan, seperti otonomi (23%) dan penguasaan lingkungan (23%), tetap menunjukkan kontribusi yang substansial. Hal ini menggarisbawahi pentingnya program siaran ini dalam mendukung pengambilan keputusan serta pengelolaan lingkungan hidup pendenga

    A Need Analysis on Islamic Values as Supplementary Materials in Teaching EFL for Islamic Boarding School Students

    Get PDF
    This study investigates the incorporation of Islamic principles into supplementary English as a Foreign Language (EFL) materials for students at Islamic boarding schools, focusing on Al-Falah Islamic Boarding School in Banjarbaru, South Kalimantan. Using a phenomenological method, data were collected from six participants, including three English teachers and three students, through semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis. The research aims to address the disparity between conventional EFL materials and the cultural-religious context of Islamic boarding school students by conducting a needs analysis. The findings revealed four specific needs for integrating Islamic values into EFL materials: specialized books containing Islamic vocabulary, audio files for listening practice, lesson plans incorporating Islamic themes, and printed reading materials aligned with Islamic principles. Analysis showed that embedding Islamic values through religious vocabulary and culturally relevant topics not only enhanced students’ language skills but also supported their spiritual development. Innovative activities were identified as suitable for embedding these values, such as storytelling using Islamic narratives, discussions on Islamic ethics, and writing tasks centered on religious practices. These methods enriched the students’ language learning experiences by fostering meaningful engagement with their faith and culture. The study contributes to curriculum design by providing insights into culturally and religiously relevant teaching strategies, ensuring EFL learning is both academically rigorous and personally significant for Islamic boarding school students

    Enhancing Speaking Skill Through Watching English Vlog Content: Students’ Experiences

    Get PDF
    Speaking skills are essential abilities that enable individuals to communicate their ideas, thoughts and messages clearly and effectively. The problem of this research is to find out a). what are the students’ experiences of watching English vlog content to enhance their speaking skill? b). what are students’ challenges in enhance speaking skill with watching English vlog content video?. The researcher applied qualitative method using narrative inquiry. There were ten students of Antasari State Islamic University Banjarmasin from various majors that required as the participants. Individual interview and recording were used as the instrument of data. Besides, the researcher applied the theory of Mishler (2016) to analyze the data, which were: Summarizing the told story, rearranging the story, identifying the story pattern, and drawing conclusion from the stories. Based on the result of study, the researcher found out that the experience in watching English vlogs significantly benefits the students' English language skills, such as expanding vocabulary, improving speech fluency, and refining intonation and pronunciation. It can be seen from how they learn and how they feel when watching English vlog content. In context of challenges in learning English through English vlog content, the students explained that English vlog was more challenging due to its informal words, fast-paced nature speaking, and the use of slang or colloquial expressions, which may be difficult for the students who were not familiar with these speech patterns to understand. English vlog is an effective media to use in learning English. Moreover, English vlog also helped some students to learn many speaking skills, including fluency, vocabulary, pronunciation, intonation, and accent. In another side, some others stated that they faced difficulties in learning grammar, the native’ fast speech, and intonation when they watch English vlog conten

    Kualitas Pelayanan Ibadah Haji di Kantor Kementerian Agama Tanah Bumbu

    Get PDF
    Penelitian ini memberikan pemikiran tentang pentingnya kualitas pelayanan bagi Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Tanah Bumbu, sebagai upaya untuk memberikan kepuasan kepada para jemaah haji dan memberikan pengetahuan kepada para jemaah mengenai pelayanan haji. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana kualitas pelayanan ibadah haji di Kantor Kementerian Agama Tanah Bumbu. Pelayanan ibadah haji yang ada di Kantor Kementerian Agama Tanah Bumbu pada seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah yaitu pelayanan pendaftaran haji, pembatalan haji, pelimpahan porsi haji, serta konsultasi haji. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dalam pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah kepala seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, staf dan calon jemaah haji yang melakukan pelayanan di Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Tanah Bumbu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan kepada calon jemaah haji seperti reliability (kehandalan) para staf, responsiveness (daya tanggap) yang diberikan oleh staf untuk calon jemaah, assurance (jaminan) yang diberikan, empathy (empati) staf kepada calon jemaah, dan tangible (bukti fisik/fasilitas) yang digunakan pada pelayanan pendaftaran haji, pembatalan haji, pelimpahan porsi haji, serta konsultasi haji sudah berkualitas. Terbukti dengan respon, kenyamanan serta keamanan yang dirasakan oleh calon jemaah haji saat melakukan pelayanan haji di seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Tanah Bumbu. Dilihat juga dari kehandalan staf yang sudah mampu meguasai teknologi dan mampu memberikan penjelasan secara rinci, serta daya tanggap staf yang cepat respon saat ada calon jemaah haji yang mengalami masalah. Begitupun dengan empati para staf saat ada calon jemaah yang lansia maupun yang berkebutuhan khusus, mereka akan tetap melayaninya tanpa membeda-bedakan

    New Online English Linguistic Features among Indonesian X (Formerly Twitter) Users: Oversimplification Phonetic Spellings.

    Get PDF
    This research explores the evolving language practices of Indonesian X (formerly Twitter) users, focusing on the use of phonetic spelling as a form of oversimplification in English. Phonetic spelling among Indonesian X users utilized various methods, including the use of commonly used words, abbreviations, and acronyms. Additionally, techniques like letter removal and letter substitution further showed how Indonesian X users adjust English to suit their needs in online communication. These strategies show creative approaches to language simplification based on the needs of online communication. This research applied the netnography method to analyze the language patterns within online spaces. It also highlights the potential of these simplification techniques to serve as new tools in English language teaching and learning. Furthermore, the rise of new linguistic features in phonetics and morpho-syntax in online spaces demonstrates the role of social media in driving language innovation, with users experimenting with both pronunciation and its written forms. In generel, this research reflects how language adapts and evolves in the digital age

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇