IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
فعالية استخدام طريقة الاستجابة الجسدية الكاملة لتعليم مهارة الاستماع لدى طلبة الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية هداية السلام نهضة الوطن بساتوي كاليمنتان الجنوبية = Efektivitas Metode Total Physical Respons dalam Pembelajaran Keterampilan Menyimak pada Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Hidayatussalam Nahdatul Wathan di Satui Kalimantan Selatan
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan menyimak
siswa yang disebabkan oleh kurangnya penguasaan terhadap bunyi dan struktur
bahasa Arab, serta metode pengajaran yang monoton dan kurang menarik. Metode
Total Physical Respons dipilih karena diyakini mampu menciptakan pembelajaran
yang aktif dan menyenangkan melalui keterlibatan fisik siswa dalam merespons
instruksi verbal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode Total
Physical Response (TPR) dalam meningkatkan keterampilan menyimak pada siswa
kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Hidayatussalam Nahdatul Wathan di Satui,
Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode eksperimen. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok: kelompok
eksperimen yang diajar menggunakan metode Total Physical Respons, dan
kelompok kontrol yang diajar tanpa metode tersebut. Instrumen penelitian berupa
tes keterampilan menyimak yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara
hasil tes kedua kelompok, di mana kelompok eksperimen menunjukkan
peningkatan yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan dengan aplikasi SPSS
25, nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yaitu 76,43 lebih tinggi dari nilai rata
rata kelas kontrol yaitu 58,81. Kemudian hasil uji-t menunjukkan nilai Sig. (2
tailed) sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Maka, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Total Physical Response (TPR) dalam pembelajaran keterampilan menyimak pada siswa kelas VIII
Madrasah Tsanawiyah Hidayatussalam Nahdatul Wathan efekti
Dinamika Psikologis Ibu Dalam Mengasuh Anak Dengan Kecenderungan Slow Learner Kelas V SDN 2 Panggung Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut
Anak dengan kecenderungan slow learner memiliki kemampuan belajar
yang lebih lambat dibandingkan teman sebayanya, yang berdampak pada proses
pembelajaran dan perkembangan psikologisnya. Dalam konteks ini, ibu sebagai
pengasuh utama memiliki peran krusial dalam memberikan dukungan emosional,
strategi belajar, serta menjaga keseimbangan peran dalam keluarga. Penelitian ini
dilakukan untuk menggambarkan dinamika psikologis ibu dalam mengasuh anak
dengan kecenderungan slow learner, khususnya pada siswa kelas V di UPTD SDN
2 Panggung, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, serta untuk mengetahui
faktor-faktor yang memengaruhi dinamika tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.
Subjek penelitian adalah tiga ibu yang mengasuh anak dengan kecenderungan slow
learner, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data yang diperoleh
dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diuji dengan teknik
triangulasi sumber, metode, dan teori.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika psikologis ibu dalam
pengasuhan meliputi tiga aspek, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ibu
menyadari kondisi anak mereka dan berupaya menyesuaikan strategi pengasuhan
yang sesuai. Secara afektif, ibu mengalami perasaan campuran antara sabar,
frustrasi, dan khawatir, tetapi tetap berusaha mengelola emosinya. Pada aspek
psikomotorik, berbagai strategi pengasuhan diterapkan, mulai dari yang fleksibel
hingga tegas. Faktor internal seperti kesadaran diri dan faktor eksternal seperti
dukungan keluarga menjadi penentu utama dinamika psikologis ibu dalam
menghadapi tantangan pengasuhan anak dengan kecenderungan slow learne
Kemampuan Mengembangkan Bahan Ajar Guru Rumpun PAI yang Bersertifikasi dan Non Bersertifikasi di MTsN dan MAN Kapuas
Berdasarkan fakta sebelumnya yang mengungkapkan bahwa guru
bersertifikasi dituntut berbagai macam hal, maka dari itu untuk mencapai sertifikasi
guru tidaklah mudah karena harus melalui banyak proses, berbeda dengan guru
yang belum sertifikasi. Dengan demikian maka diharapkan bahwa kemampuan
guru yang bersertifikasi dalam mengembangkan bahan ajar justru lebih baik dari
guru yang belum sertifikasi. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui
bagaimana kemampuan Guru PAI yang bersertifikasi dan non bersertifikasi dalam
mengembangkan bahan ajar di MTsN 1, MTsN 2 dan MAN Kapuas agar sekolah
tersebut dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas sekolahnya bahkan bisa
menjadikan sekolah sebagai rujukan bagi sekolah-sekolah lain untuk belajar.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan. Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini
meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan dua belas orang guru rumpun
PAI yang terdiri dari enam guru bersertifikasi dan enam guru non bersertifikasi dari
MTsN 1, MTsN 2 dan MAN Kapuas. Objek penelitian ini adalah kemampuan guru
yang bersertifikasi dan non bersertifikasi dalam mengembangkan bahan ajar serta
perbedaannya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan
dokumentasi. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah koleksi data,
editing, pengklasifikasian data, dan interpretasi data. Sedangkan analisis data
menggunakan Model Miles dan Huberman yang memiliki tiga langkah yaitu
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kemampuan
mengembangkan bahan ajar guru rumpun PAI yang bersertifikasi di MTsN 1,
MTsN 2 dan MAN Kapuas berdasarkan 10 tahapan indikator yang telah dipaparkan
sudah sesuai. Sedangkan kemampuan mengembangkan bahan ajar guru rumpun
PAI non bersertifikasi di MTsN 1, MTsN 2 dan MAN Kapuas berdasarkan 10
indikator juga mampu bersaing karena mempunyai kemauan untuk belajar dalam
mengembangkan bahan ajar, meskipun ada yang belum sesuai standar. Adapun
perbedaan kemampuan mengembangkan bahan ajar guru rumpun PAI MTsN 1,
MTsN 2 dan MAN Kapuas yaitu menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang
berararti antara guru bersertifikasi dan non bersertifikasi dalam mengembangkan
bahan ajar. Karena, guru yang non sertifikasi juga mampu melakukan hal yang
sama dengan guru bersertifikasi. Meskipun ada diantara guru yang memang perlu
lagi mengembangkan kemampuan mereka dalam pembuatan bahan ajar ini, baik
guru yang sudah berserifikasi maupun belum bersertifikasi
Siswa Cemerlang Ma Darul Azhar (Studi Tentang Dukungan Finansial dan Kultural Orang Tua Pada MA Darul Azhar di Tanah Bumbu)
Siswa dapat meraih kesuksesan yang luar biasa ketika orang tua memberikan
dukungan yang tepat, sehingga mereka mampu mendalami pelajaran dengan lebih
baik. Secara khusus, dukungan finansial dan kultural dari orang tua berkontribusi
terhadap peningkatan motivasi serta hasil akademik yang lebih baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan orang tua
dalam memberikan dukungan berupa modal finansial dan modal kultural kepada
siswa cemerlang di Madrasah Aliyah Darul Azhar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara langsung (offline),
observasi, dan dokumentasi. Terdapat delapan responden yang terlibat dalam
penelitian ini. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan modal finansial orang tua
secara aktif mendukung pendidikan anak melalui pembiayaan perlengkapan
sekolah, pemberian uang saku, biaya les, dan penyediaan akses internet, dengan
total dukungan berkisar antara ratusan ribu hingga satu juta rupiah per bulan. Selain
itu, dukungan modal kultural dari orang tua turut berperan dalam membentuk
semangat, rasa percaya diri, dan motivasi anak untuk berprestasi serta
merencanakan pendidikan sesuai dengan minat dan kemampuannya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa siswa cemerlang pada Madrasah Aliyah
Darul Azhar mendapat dukungan modal finansial dan dukungan modal kultural
yang optimal dari orang tu
The Utilization of Non-Educational Digital Games in EFL Lessons
Digital games have become an integral part of young people's lives. However,
only a few integrate educational elements while remaining entertaining. Meanwhile,
many engaging non-educational digital games remain underutilized in educational
settings. This study explores the use of non-educational digital games as media in
English as a Foreign Language (EFL) classrooms, their effects on students, and the
challenges to implementing them in Indonesia. Using content analysis within a
qualitative descriptive approach, ten studies about the utilization of non-educational
digital games that have been published since 2020 were examined. The findings
reveal that despite varying implementations, most studies follow three instructional
phases: pre-teaching, on-teaching, and post-teaching. All reported positive impacts
on students, particularly in motivation, engagement, and vocabulary learning.
However, challenges persist in broader application in Indonesia, including limited
teacher competence, inadequate learning environments, and resistance to technology.
This study concludes that while non-educational digital games are effective learning
media, wider implementation in Indonesia requires thorough preparation
Exploring Students Progress and Satisfaction with Differentiated Learning in ELT within an Independent Curriculum
In the English language teaching (ELT) framework, teachers are responsible for
providing essential and efficient learning experiences. Merdeka Curriculum
provides opportunities for students to explore their passions and capabilities while
incorporating technology into the learning process. Differentiated learning is a
strategy that offers an educational experience customized to each student's unique
needs, interests, and abilities. This research explores the extent of students' learning
progress and satisfaction in learning English through a varied learning strategy
within the Merdeka Curriculum framework and what obstacles teachers face while
implementing this learning. This research design uses a qualitative approach with a
data analysis case study method. Data were collected through observation and in
depth interviews conducted at MTsN 1 Kotawaringin Barat with 1 English teacher
and 15 students in grade 9. In this research, differentiated learning in the Merdeka
Curriculum benefits student learning progress and satisfaction, while teachers still
encounter time management and workload issues. However, teacher collaboration
is an essential aspect of successfully implementing this approach. The study's
findings were probably intended to assist teachers in designing a more flexible and
oriented approach to students' needs within the context of the Merdeka Curriculum
Strategi Bauran Promosi dalam Meningkatkan Jumlah Siswa di MTsS Ibnu Katsir Banjarmasin Tahun 2024/2025
Penelitian Strategi Bauran Promosi dalam Meningkatkan Jumlah Siswa di
MTsS Ibnu Katsir Banjarmasin dilatar belakangi oleh peran pentingnya strategi
promosi bagi lembaga pendidikan terutama bagi MTsS Ibnu Katsir Banjarmasin
dalam meningkatkan jumlah siswanya melalui penerapan beberapa bauran
promosi agar menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di MTsS
Ibnu Katsir Banjarmasin. Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk mengetahui
strategi bauran promosi yang dilakukan oleh MTsS Ibnu Katsir Banjarmasin
dalam meningkatkan jumlah siswa dan untuk mengetahui apa saja faktor
pendukung dan faktor penghambat strategi bauran promosi dalam meningkatkan
jumlah siswanya pada tahun 2024/2025. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian lapangan dengan melakukan metode kualitatif, untuk teknik
pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu teknik observasi, wawancara
dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MTsS Ibnu Katsir Banjarmasin
telah menerapkan dengan baik bauran promosi berdasarkan teori Kotler dan Gary
Amstrong akan tetapi ada beberapa bauran promosi yang belum dijalankan oleh
MTsS Ibnu Katsir Banjarmasin. Adapun tiga dari bauran promosi yang berhasil
diterapkan adalah periklanan (Advertising), Penjualan personal (personal selling),
dan Promosi penjualan (sales promotion). Adapun bauran promosi yang belum
diterapkan di MTsS Ibnu Katsir Banjarmasin yaitu Hubungan Masyarakat (Public
Relation) dan Pemasaran Langsung dan Digital (Direct and Digital Marketing).
Meskipun belum semua bauran promosi digunakan tapi strategi yang telah
diterapkan sudah cukup baik dan efektif dalam mendukung upaya promosi serta
berkontribusi dalam meningkatkan jumlah siswa. Sedangkan faktor pendukung
dalam mempromosikan sekolah ini meliputi kepuasan terhadap layanan yang
diberikan, biaya yang ditawarkan sangat terjangkau serta dukungan dari media
cetak dalam mempromosikan lembaga, sedangkan faktor penghambat dalam
mempromosikan sekolah ini yaitu mencakup keterbatasan biaya, persaingan yang
ketat dan adanya kendala waktu
Pengaruh Media Kartu Abjad Tehadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas 1 di SDN Tabunganen Kecil
Hasil belajar siswa kelas IA SDN Tabunganen Kecil masih rendah, hal ini
dapat dilihat dari pada salah satu mata pelajaran yaitu mata pelajaran Bahasa
Indonesia yang belum mencapai KKM. Berdasarkan hasil observasi di SDN
Tabunganen kecil, terlihat bahwa guru kelas 1 dalam pembelajaran dikelas masih
menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih banyak berpusat pada guru dan
kurang memanfaatkan media pembelajaran secara optimal. Untuk mengatasi
masalah tersebut maka penelitian ini ingin menggunakan media yang dapat
meningkatkan hasil belajar siswa, salah satu media yang dapat meningkatkan hasil
belajar siswa, dengan penggunaan media kartu abjad.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experiment Design. Yaitu
penelitian yang dilakukan untuk satu kelompok. Desain penelitian yang digunakan
pada penelitian ini adalah One-Group Pre-test-Post-test Design. Populasi dalam
penelitian ini adalah siswa kelas IA SDN Tabunganen Kecil yang berjumlah 19
siswa dan sampel di ambil seluruh dari populasi. Adapun Teknik pengumpulan data
yaitu tes dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi uji normalitas,
homogenitas, dan uji n-gain.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh media kartu abjad terhadap
hasil belajar siswa dengan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 kurang dari 0,05 artinya
Ho di tolak dan Ha diterima dengan perbedaan hasil pre-test memiliki nilai rata
rata 70.53. sedangkan hasil post-test memiliki nilai rata-rata 94,71. Dengan
demikian, media pembelajaran kartu abjad terhadap hasil belajar siswa terbukti
efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan tersebut terlihat dari
perbandingan nilai sebelum dan sesudah tindakan pembelajaran dilakukan
Pengaruh Kinerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik kelas X pada Mata Pelajaran Fiqih di MAN Kotawaringin Timur
Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik apabila didukung oleh
guru yang mempunyai kinerja yang tinggi karena guru merupakan ujung tombak
dan pelaksaan terdepan pendidikan anak anak disekolah, sebagai pengembang
kurikulum. Guru yang mempunyai kinerja yang baik akan mampu menghasilkan
prestasi belajar siswa yang lebih baik, yang pada akhirnya mampu meningkatkan
kualitas pembelajaran. Serta untuk mengetahui pengaruh kinerja guru terhadap
prestasi belajar peserta didik kelas x pada mata pelajaran fiqih di MAN
Kotawaringin Timur.
Tujuan dalam penelitian ini mengetahui dan menguji ada/tidak pengaruh
kinerja guru dengan prestasi belajar siswa kelas X dalam mata pelajaran Fiqih di
MAN Kotawaringin Timur dan Untuk mengetahui kinerja guru terhadap prestasi
belajar peserta didik kelas X dalam mata pelajaranFiqih di MAN Kotawaringin
Timur. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain kolerasi yang
dilakukan di Man Kotawaringin Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan
Kuantitatif jenis deskriptif, yang menjadi populasi adalah siswa kelas X MAN
Kotawaringin timur yang berjumlah 73 orang, ditetapkan menjadi sampel
berdasarkan teknik puposive sampel menggunakan rumus slovin dengan jumlah 62.
Teknik yang digunakan adalah menggunakan jenis penelitian korelasional.
Dalam penelitian korelasional peneliti tidak dapat mengintervensi atau juga
manipulasi variabel. Data kinerja guru diperoleh dari penyebaran angket sedangkan
prestasi belajar siswa diperoleh dari dokumen nilai ulangan akhir semester ganjil
tahun pelajaran 2024/2025.
Dalam penelitian ini di analisis dengan IBM SPSS Statictics 21.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peserta didik terdapat
pengaruh yang signifikan antara kinerja guru terhadap prestasi belajar peserta didik
pada mata pelajaran fiqih di MAN Kotawaringin Timur, hal ini menunjukkan dari
uji hipotesis rhitung > rtabel (5.679 > 1.710). Bahwa Kinerja guru memiliki pengaruh
sebanyak 31,4 % terhadap prestasi belajar siswa
Pandangan Ulama Terhadap Praktik Pemberian Souvenir di Acara Pesta Perkawinan di Desa Rampa Kecamatan Pulau Laut Utara Kotabaru
Penelitian ini mengkaji pandangan ulama terhadap praktik pemberian
souvenir dalam acara pesta pernikahan di Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut
Utara, Kabupaten Kotabaru, serta dampaknya terhadap kesejahteraan keluarga
dalam perspektif hukum keluarga Islam. Tradisi pemberian souvenir yang awalnya
merupakan ungkapan terima kasih kini mengalami pergeseran makna menjadi
kewajiban sosial yang membebani finansial keluarga. Dalam konteks hukum Islam,
pemborosan (isrāf) dan tekanan sosial yang memaksakan pengeluaran berlebih
bertentangan dengan prinsip kemaslahatan dan keseimbangan (wasathiyah) dalam
pernikahan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
wawancara kepada tokoh agama, pasangan pengantin, dan masyarakat setempat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ulama di Desa Rampa umumnya
memandang praktik ini tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam apabila dilakukan
secara berlebihan dan membebani. Selain itu, tekanan budaya untuk menampilkan
status sosial melalui kemewahan souvenir berdampak negatif terhadap stabilitas
ekonomi keluarga pascapernikahan. Oleh karena itu, penelitian ini
merekomendasikan perlunya kesadaran kolektif untuk menyeimbangkan antara
tradisi lokal, ajaran agama, dan keberlanjutan kehidupan keluarga, demi
menciptakan pernikahan yang sakral dan sejahtera.
Menurut para ulama dampak yang terjadi dalam praktik pemberian souvenir
ini akan memengaruhi ekonomi dalam keluarga, kalo untuk keluarga yang mampu
dalam segi ekonomi itu tidak menjadi masalah tetapi dengan kenyataan nya banyak
keluarga yang kurang mampu memaksakan untuk memberikan souvenir sehingga
jalan yang ditempuh yaitu dengan cara berhutang sehingga memengaruhi ekonomi
dalam keluarg