IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Problem Rumah Tangga Toxic Relationship di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara

    Get PDF
    Pernikahan dalam Islam tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi juga bertujuan untuk membangun hubungan yang harmonis berdasarkan cinta, kasih sayang, serta tanggung jawab antara suami dan istri. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua rumah tangga dapat mencapai keharmonisan tersebut. Salah satu permasalahan yang sering muncul adalah Toxic Relationship, atau hubungan beracun merupakan fenomena yang semakin banyak dibicarakan dalam konteks rumah tanga. Di kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, masalah ini menjadi perhatian penting karena dapat berdampak negative pada kesehatan mental dan emosional individu serta stabilitas keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan menganalisis problem yang dihadapi oleh rumah tangga yang mengalami Toxic Relationship, mengggali faktor-faktor penyebab terjadinya Toxic Relationship di kecamatan amuntai tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, dimana data dikumpukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan para informan yang mengalami atau memahami fonomena roxic relationship dalam rumah tangga. Hasil penelitian menunjukan bahwa problem Toxic Relationship di rumah tangga Kecamatan Amuntai Tengah ditandai penguasaan oleh satu pihak yang terlihat melalui control berlebihan, dan juga kekerasan verbal. Faktor-fakto penyebab Toxic Relationship meliputi ketidakseimbagan relasi kekuasaan, ketergantungan emosional, tekanan sosial dan budaya. Penelitian ini menunjukan bahwa Toxic Relationship di kecamatan amuntai tengah merupakan masalah serius yang dapat bedampak negative pada kesehatan mental dan emosional individu serta stabilitas rumah tangga. Solusi dalam penelitian ini mengadakan program edukasi tentang komunikasi yang efektif, penyelesaian konflik dan pengeloaan emosi. Penyediaan ini dapat membantu pasangan memahami cara berinteraksi yang lebih positif dan konstruktif. Dengan menerapkan solusi ini, diharapkan dapat mengurangi dampak Toxic Relationship dan meningkatkan kuaitas hubungan antar pasangan di kecamatan amuntai tengah dan serta masyarakat secara umu

    Hukum Menggangkat Imam yang Masbuk Pada Salat Berjama’ah Perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i

    Get PDF
    Di dalam pelaksanaan shalat berjamaah sering kali terjadi makmum tertinggal rukun bersama imam (masbuk). dan seorang makmum masbuk bisa muncul kembali di posisi jamaah, tetapi di posisi yang berbeda. Dengan bertindak sebagai imam. atau, tetap menjadi makmum, hanya imamnya saja yang berubah karena imam yang lama sudah ke tahap penyelesaian. Dalam hal ini terdapat perbedaan di kalangan ulama. Namun pada permasalahan makmum masbuk sebagai imam pengganti kedua kalangan tersebut memiliki persamaan pendapat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan kedua mazhab terhadap pengangkatan makmum masbuk sebagai imam serta metode istinbath hukum yang digunakan. Jenis Penelitian ini menggunakan studi hukum normatif dengan pendekatan kualitatif dan komparatif terhadap bahan-bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Sumber primer dalam penelitian ini meliputi kitab-kitab fikih Mazhab Hanafi seperti Al-Mabsuth karya Al- Sarakhsi, al-Bahrua ar-Raiq karya Ibnu Nujaym serta kitab-kitab Mazhab Syafi’i seperti Tuhfatul Muhtaj bi Syarh Minhaj karya Ibnu Hajar al-Haitami dan Al-Majmu’ Syarah Muhadzab. Sumber sekunder terdiri dari literatur pendukung seperti Fiqh Islam wa Adillatuhu karya Syeikh Wahbah Az-Zuhaili, Fikih Empat Mazhab sementara sumber tersier berupa kamus istilah hukum Islam. Analisis data dilakukan melalui metode content analysis untuk memahami serta membandingkan pandangan kedua mazhab terhadap hukum Mengangkat Imam yang masbuk pada Shalat Berjama'ah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i sependapat pada permasalahan masbuk sebagai imam pengganti dengan menghukumi shalatnya sah dan di perbolehkan. Sedangkan perbedaan terjadi ketika makmum masbuk menjadi imam pada shalat berjamaah. Mazhab Hanafi tidak membolehkan karena, hal itu dapat menjadikan sang imam yang masbuk masih dinilai mempunyai hutang pada shalatnya sehingga tidak layak di jadikan sebagai imam pada shalat berjama’ah. Adapun Mazhab Syafi’i membolehkan dengan mengqiyaskan istihklaf pada riwayat hadits Aisyah r.

    Research Trends in English Language Education Department of UIN Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    This study explains the research trends of undergraduate theses authored by students of the English Education Department, UIN Antasari Banjarmasin, from 2020 to 2024. This study aims to find out the most frequent themes researched and the types of research methods employed by students over the period. Through the use of a qualitative content analysis approach, the researcher empirically analyzed thesis documents to categorize and interpret dominant themes and methods used. The findings show that English teaching methodologies were always the most trending topic, particularly those that include technology integration and student-centered approaches. These trends were also significantly influenced by shifts in learning practices during the pandemic caused by COVID-19, where there was a pressing need to shift towards online and hybrid learning environments. The study also showed that the descriptive qualitative method was the most preferred research approach among students, owing to its flexibility and appropriateness in studying educational phenomena. While most topics were researched, some priority areas such as project-based learning, problem-based learning, and AI-facilitated language learning were under researched among students. This shows a potential gap and area of future research. The findings of this study are expected to contribute to the construction of a research roadmap, improve curriculum evaluation, and guide students and instructors in choosing more diverse and significant research topics in the field of English language teachin

    Praktik Penetapan Wali Nikah Bagi Perempuan Dari Perkawinan Tidak Tercatat (Studi Kasus di KUA Kertak Hanyar)

    Get PDF
    Pernikahan siri merupakan praktik yang sah menurut hukum Islam apabila memenuhi rukun dan syarat nikah, namun tidak memiliki kekuatan hukum negara karena tidak dicatatkan secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA). Hal ini menimbulkan berbagai persoalan hukum, terutama dalam hal penetapan wali nikah bagi anak perempuan yang lahir dari hasil perkawinan siri. Salah satu fenomena yang terjadi di KUA Kecamatan Kertak Hanyar adalah ketika calon mempelai perempuan tidak dapat menunjukkan buku nikah orang tuanya, sehingga status wali nikah menjadi persoalan penting yang harus diputuskan oleh pihak KUA. Meskipun secara syar'i ayah kandung tetap sah sebagai wali, namun dalam perspektif hukum negara anak tersebut dianggap lahir di luar perkawinan, sehingga menimbulkan dilema antara hukum agama dan hukum positif. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung terhadap subjek penelitian, yaitu Kepala KUA Kecamatan Kertak Hanyar, salah satu staf KUA, seorang wali dari perkawinan siri, dan anak perempuan hasil perkawinan tersebut. Penelitian ini berfokus pada praktik penetapan wali nikah dan dasar pertimbangan KUA dalam menangani kasus perwalian bagi anak perempuan dari hasil perkawinan siri. Pendekatan studi kasus digunakan untuk menganalisis secara mendalam proses dan pertimbangan yang dilakukan oleh KUA dalam konteks perwalian nikah pada kasus tertentu di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penetapan wali nikah di KUA Kecamatan Kertak Hanyar dilakukan melalui prosedur administratif yang ketat dengan tetap mempertimbangkan nilai-nilai syar’i dan kemanusiaan. Ayah kandung dapat ditetapkan sebagai wali nasab jika mampu menunjukkan bukti pendukung, seperti surat pernyataan tanggung jawab, keterangan RT/RW, atau dokumen pendukung lainnya. Apabila bukti tidak memadai, maka kewalian dialihkan kepada wali hakim. Dasar pertimbangan KUA mengintegrasikan ketentuan fikih munakahat dan regulasi administratif, serta memperhatikan perlindungan hak anak dan kemaslahatan umum. Penelitian ini menegaskan peran strategis KUA dalam menjembatani antara hukum Islam dan hukum negara dalam konteks perwalian nikah akibat perkawinan sir

    Problematika Penerapan Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Matematika Di SMPN 11 Banjarbaru Tahun Ajaran 2024/2025

    Get PDF
    Kualitas pendidikan di Indonesia yang masih sangat tertinggal jauh dari negara-negara lain, membuat peneliti merasa perlu menggali lebih dalam apa yang menjadi penyebabnya. Hal ini diperburuk dengan merebaknya pandemi Covid-19 yang berdampak pada kualitas belajar peserta didik menurun, berdasarkan hal tersebut pemerintah mengeluarkan terobosan baru dengan meluncurkan kurikulum merdeka, dengan harapan kurikulum ini dapat memperbaiki kinerja kurikulum sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan kurikulum merdeka dan mengidentifikasi berbagai problematika kurikulum merdeka bagi guru dan peserta didik pada mata pelajaran matematika di SMPN 11 Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun subjek penelitian ini ialah guru matematika, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan peserta didik, serta objeknya adalah pelaksanaan penerapan kurikulum merdeka dan problematika penerapan kurikulum merdeka bagi guru dan peserta didik pada mata pelajaran matematika. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa pedoman wawancara, lembar observasi, dan kuesioner. Teknik analisis data yang dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan menarik sebuah simpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan kurikulum merdeka di SMPN 11 Banjarbaru masih belum maksimal dan terdapat problematika yang terjadi, diantaranya: guru sulit melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, penggunaan teknologi yang minim, media pembelajaran yang kurang bervariasi, guru merasa terbebani saat pelatihan zoom meeting kurikulum merdeka, banyaknya penyusunan administrasi guru, beban penyusunan modul ajar guru terlalu banyak, dan peserta didik sulit untuk memahami materi matematik

    Persepsi Guru Honorer Tentang Kepuasan Kerja Di SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian bertujuan mendeskripsikan persepsi guru honorer mengenai kepuasan kerja di SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin. Latar belakang dari penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya kesejahteraan guru honorer di sekolah swasta, yang meskipun memikul tanggung jawab besar dalam proses pendidikan, sering kali menerima kompensasi di bawah standar dan tidak mendapatkan jaminan kerja yang layak. Hal ini menjadi penting untuk ditelaah karena kepuasan kerja memiliki hubungan erat dengan kinerja, motivasi, dan loyalitas guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara induktif menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri dari guru honorer dan kepala sekolah di SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru honorer memiliki persepsi yang relatif puas terhadap kepuasan kerja, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor intrinsik seperti nilai pengabdian, hubungan sosial, dan ikatan emosional dengan sekolah. Meski gaji berada di bawah UMR, banyak guru tetap merasa puas karena dukungan lingkungan kerja dan penghargaan spiritual. Sekolah juga telah berupaya meningkatkan kesejahteraan guru melalui tunjangan, pelatihan, dan fasilitas BPJS, meskipun belum sepenuhnya optimal dalam penghargaan personal dan jenjang karie

    Upaya Peningkatan Peran dan Fungsi Masjid Ar-Rahim Sebagai Pusat Bimbingan Keagamaan Bagi Masyarakat Muslim Dusun Cabai Desa Patikalain Hulu Sungai Tengah

    Get PDF
    Masjid Ar-Rahim di Dusun Cabai, Desa Patikalain, Hulu Sungai Tengah, Memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan keagamaan keagamaan bagi masyarakat Muslim setempat. Namun, potensi masjid ini belum sepenuhnya dimaksimalkan untuk mendukung peningkatan pemahaman dan pratik keagamaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan pemahaman dan praktik keagamaann masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meanalisis upaya peningkatan peran dan fungsi Masjid Ar-Rahim sebagai pusat bimbingan keagamaan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Partisipatif Aksi Riset (PAR) dengan wawancara,observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data dan dokumen untuk menggali kondisi nyata serta kebutuhan masyarakat. Dengan metode partisipatif ini, diharapkan solusi yang ditemukan lebih tepat guna dan sesuai dengan karakteristik lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat, pengelolaan program keagamaan yang terstruktur, serta dukungan dari tokoh agama dan pemerintah desa menjadi faktor kunci dalam optimalisasi fungsi masjid. Upaya yang dilakukan meliputi pengadaan kegiatan rutin seperti pengajian, pelatihan ibadah, dan pendidikan agama bagi anak-anak, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keagamaan masyarakat. Selain itu, revitalisasi fungsi masjid sebagai pusat informasi dan komunikasi keagamaan juga menjadi langkah penting untuk menjangkau lebih banyak anggota masyarakat. Dengan strategi tersebut, Masjid Ar-Rahim diharapkan mampu menjadi pusat bimbingan yang inklusif dan berdaya guna bagi masyarakat Muslim di Dusun Cabai, Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan rekomendasi bagi pengelola masjid dan masyarakat dalam meningkatkan peran dan fungsi masjid sebagai pusat keagamaan yang lebih efektif, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan yang bermanfaa

    Peranan Pondok Pesantren Islamic Center Istana Al-Qur’an Kecamatan Alalak Dalam Membina Calon Hafidz Qur’an Dikalangan Etnis Suku Dayak

    Get PDF
    Pondok Pesantren Islamic Center Istana Al-Qur’an, memiliki basis pendidikan calon penghafal Al-Qur’an di usia muda. Berada di tengah mayoritas penduduk Dayak Kalimantan, pondok ini memiliki tantangan tersendiri. Dengan kehadiran pondok pesantren tersebut, diharapkan dapat terus menyalurkan dakwah dalam sistem pendidikan. Skripsi ini berjudul, “Peranan Pondok Pesantren Islamic Center Istana Al Qur’an Kecamatan Alalak Dalam Membina Calon Hafidz Qur’an Dikalangan Etnis Suku Dayak”, menggunakan metode kualitatif deskriptif. Kajian ini hanya sebatas pada bagaimana peran dakwah dan bagaimana upaya pondok untuk membina santri di kalangan suku Dayak. Dalam kaitan ini, penelitian berbentuk Field Research untuk menjawab bagaimana berdirinya Pondok Pesantren Islamic Center Istana Al-Qur’an untuk membentuk generasi hafidz Qur’an di masyarakat kecamatan Alalak dengan etnis suku Dayak. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa latar belakang Pondok Pesantren Islamic Centrer Istana Qur’an menggunakan metode sabbaq, sabbaqi, manzil dilakukan setiap ba’da salat berjamaah bertempat di masjid An-nawi yang dipimpin oleh ustaz dalam setiap halaqah yang berisi kurang lebih 10 santri. Masyarakat disekitar pondok memiliki upaya, andil dan mengikuti visi misi pondok. Walaupun mereka menyadari tidak memiliki spek keilmuan yang tinggi, tapi mereka dapat membantu dalam aspek lain. Seperti menyediakan jasa laundry, mengantar barang keperluan pondok pesantre

    المفعول المطلق في سورة النساء والقيم التعليمية الإسلامية فيها (دراسة تحليلية نحوية) = Maf’ūl Muṭlaq dalam QS. An-Nisa dan Nilai-Nilai Pendidikan didalamnya (Studi Analisis Nahwu)

    Get PDF
    Dalam ilmu nahwu, al-manṣūbāt merupakan bagian yang paling banyak daripada al-marfū’āt ataupun al-majrūrāt. Karena itu juga perlu analisis yang mendalam untuk membedakan al-manṣūbāt yang satu dengan al-manṣūbāt yang lainnya. Misalnya dalam membedakan maf’ūl muṭlaq dan maf’ūl min ajlih yang sama-sama terbentuk dari maṣdar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis salah satu unsur dalam ilmu nahwu, yaitu maf’ūl muṭlaq dalam QS. An-Nisa, serta memaparkan nilai-nilai pendidikan yang bisa diambil dari QS. An-Nisa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian studi pustaka, yang dilakukan dengan menelaah sumber-sumber data yang berkaitan dengan maf’ūl muṭlaq dan nilai-nilai pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya dalam QS. An-Nisa ini terdapat 50 maf’ūl muṭlaq yang terletak dalam 43 ayat. Dari 50 maf’ūl muṭlaq tersebut, 14 diantaranya merupakan maf’ūl muṭlaq untuk taukīd, 27 merupakan maf’ūl muṭlaq untuk menjelaskan jenisnya, dan 9 merupakan maf’ūl muṭlaq untuk menjelaskan jumlah. Dan dari 50 maf’ūl muṭlaq tersebut, 22 diantaranya merupakan pengganti dari maf’ūl muṭlaq. Dan dari 22 pengganti maf’ūl muṭlaq, 16 merupakan sifat dari maṣdar yang dihapus, 3 merupakan ism maṣdar, 1 menunjukkan alat yang digunakan, 1 merupakan persamaannya, dan 1 menggunakan lafaz kullun yang diidhafahkan kepada maṣdar. Dan ditemukan pula ada 28 ayat yang bisa diambil nilai pendidikan didalamnya, seperti nilai pendidikan ibadah, nilai pendidikan akhlak, dan nilai pendidikan kedisiplina

    Manajemen Kurikulum Sekolah Penggerak di SD Negeri Pengambangan 6 Banjarmasin Kalimantan Selatan

    Get PDF
    SD Negeri Pengambangan 6 Banjarmasin merupakan salah satu sekolah yang telah ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak. Sekolah ini memiliki keunikan, seperti keberhasilan dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), pembelajaran berbasis teknologi, dan pengembangan karakter peserta didik. Namun, belum banyak penelitian yang mengkaji secara mendalam bagaimana manajemen kurikulum sekolah penggerak dilaksanakan secara sistematis di sekolah dasar, khususnya dalam kerangka pendekatan POAC (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Evaluasi). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana manajemen kurikulum sekolah penggerak dijalankan di SD Negeri Pengambangan 6 Banjarmasin, sehingga dapat menjadi acuan bagi sekolah lain dalam mengelola kurikulum secara efektif dan berkelanjutan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya manajemen kurikulum dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik melalui profil pelajar Pancasila. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini, meliputi: kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum dilakukan secara kolaboratif atau kerja sama melalui penyusunan perangkat ajar dan penguatan karakter untuk mencapai tujuan bersama. Pengorganisasian dilaksanakan dengan membentuk komunitas belajar yang terstruktur berdasarkan fase dan mata pelajaran. Pelaksanaan kurikulum difokuskan pada pembelajaran berbasis proyek (P5), pemanfaatan teknologi digital, serta pemberdayaan karakter siswa. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui refleksi dan asesmen formatif untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Secara keseluruhan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kurikulum di SD Negeri Pengambangan 6 Banjarmasin sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Meskipun ada beberapa kendala saat melaksanakannya, namun kendala tersebut dapat diatasi atau diselesaikan dengan cepat maupun sigap

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇