IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Peran Orang Tua Dalam Menumbuhkan Karakter Anak Cinta Nabi Muhammad Saw (Studi Kasus Keluarga Kelurahan Palingkau Lama Kecamtan Kapuas Murung)
Orang tua merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Latar
belakang masalah dalam penelitian ini adalah berfokus pada peran orang tua pada
keluarga di Kelurahan Palingkau Lama Kecamatan Kapuas Murung dengan jenis
pekerjaan yang berbeda-beda yaitu pegawai, petani, pedagang dan ibu rumah tangga
dalam menumbuhkan karakter anak cinta Nabi Muhammad Saw.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam
menumbuhkan karakter anak cinta Nabi Muhammad Saw serta faktor pendukung dan
penghambat yang mempengaruhinya.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan berdasarkan observasi dan wawancara
dari 4 orang tua dan 4 orang anak di Kelurahan Palingkau Lama. Dengan teknik
analisis data melalui reduksi data, display data dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam menumbuhkan
karakter anak cinta Nabi Muhammad Saw terbagi menjadi tiga bentuk peran yaitu
peran keteladanan, peran pembiasaan dan peran nasehat. Dengan orang tua yang
bekerja sebagai pegawai condong cara mendidiknya dengan manajemen aturan
aturan pendidikannya, orang tua yang bekerja sebagai petani dengan keras dan
ketegasannya, orang tua yan yang bekerja sebagai pedagang dengan tegas dan
pembagian waktunya, serta ibu rumah tangga dengan kasih sayang dan
kelembutannya. Faktor pendukung dalam penelitian ini terhadap peran orang tua
dalam menumbuhkan karakter anak cinta Nabi Muhammad Saw adalah pengaruh
lingkungan pendidikan keagamaan serta pemahaman keagamaan orang tua yang
baik. Sedangkan faktor penghambatnya adalah adanya pengaruh media sosial,
pengaruh teman sebaya dan keterbatasan waktu orang tu
Upaya Penyelesaian Sengketa Jual Beli Tanah Waris Tanpa Persetujuan Ahli Waris Lainnya (Studi Kasus di Kota Banjarbaru)
Jual beli merupakan perikatan dengan akad persetujuan atau perjanjian antara
dua belah pihak atau lebih untuk menukarkan harta bendanya secara suka sama
suka dan dibenarkan dalam hukum. Namun, tidak demikian yang terjadi pada kasus
di Kota Banjarbaru, di mana jual beli harta waris berupa hak atas tanah dilakukan
tanpa persetujuan seluruh ahli waris, padahal hak atas tanah tersebut merupakan
hak dari seluruh ahli waris atas peninggalan harta waris. Berdasarkan latar
belakang tersebut penulis mengangkat permasalahan dalam bentuk skripsi dengan
tujuan menjawab rumusan masalah yaitu deskripsi sengketa dan upaya
penyelesaian sengketa jual beli tanah waris tanpa persetujuan ahli waris lainnya
(studi kasus di Kota Banjarbaru).
Penelitian dilakukan dengan metode penelitian hukum empiris dengan
pendekatan sosiologi hukum. Penelitian dilakukan di Pengadilan Negeri
Banjarbaru yang merupakan tempat penyelesaian sengketa secara litigasi dan di
LBH Peduli Hukum dan Keadilan berperan dalam pendampingan penyelesain
sengketa. Data terbagi menjadi data primer dan data sekunder, yang mana data
didapat melalui wawancara dan studi dokumen dan kemudian dilakukan analisis
secara sistematis dengan teknik deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kasus yang terjadi di Kota
Banjarbaru, sengketa terjadi dikarenakan pada saat pembeli ingin melakukan
proses balik nama sertifikat, tidak mendapatkan tanda tangan sebagai bentuk
persetujuan peralihan hak atas tanah oleh ahli waris lainnya yang tidak dilibatkan,
karena jual beli dilakukan sejak awal secara bawah tangan (tanpa akta otentik yang
memiliki kekuatan pembuktian) atas jual beli atau utang piutang. Upaya
penyelesaian sengketa yang dilakukan dalam menyelesaikan sengketa pada kasus
ini yaitu, penyelesaian sengketa non-litigasi yang berupa negosiasi antar pihak
yang bersengketa, akan tetapi karena tidak tercapainya kesepakatan dalam
negosiasi, sehingga dilanjutkan ke ranah litigasi (pengadilan), pada Pengadilan
Negeri Banjarbaru, di mana tahapan dilakukan sesuai dengan ketentuan tahapan
persidangan. Selanjutnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Peduli Hukum dan
Keadilan berperan dalam mendampingi pihak bersengketa sesuai dengan peraturan
peundang-undangan terkait
Penafsiran Ayat-ayat Toleransi Beragama dalam Perspektif Tafsir Kemenag
Banyak di dalam Al-Qur’an yang membahas mengenai ayat-ayat toleransi
beragama dan praktik toleransi. Fakta tersebut menunjukkan bahwa persoalan
toleransi beragama bukanlah suatu konsep yang asing. Toleransi merupakan
bagian penting dari Islam, dan kemudian dijabarkan oleh para ulama dalam karya
karya interpretasinya seperti dalam Tafsir Kemenag yang memiliki corak adabi
ijtima’i (sosial kemasyarakatan) yang membahas terkait kehidupan sehari-hari.
Demikian penelitian ini diulas dengan mengangkat rumusan masalah yaitu, a)
Bagaimana penafsiran ayat-ayat toleransi beragama dalam Tafsir Kemenag? b)
Bagaimana prinsip-prinsip toleransi beragama dalam perspektif Tafsir Kemenag?.
Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian kepustakaan (library
research). Kajian ini juga merupakan hasil penelaahan, mencermati, dan
mendalami berbagai macam buku-buku yang telah dikumpulkan dengan fokus
permasalahan yang dikaji serta informasi yang nyata dan faktual. Tujuan dari
metode yang digunakan dalam penelitian ini juga untuk mengetahui urgensi
toleransi, dan juga ingin mengetahui penafsiran ayat-ayat toleransi dalam
perspektif Tafsir Kemenag, dan prinsip-prinsip ayat toleransi beragama dalam
Tafsir Kemenag dan apa saja yang terkait dengan sumber tafsir kemenag tersebut.
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis ayat tafsir
mâudhu'i bil âyât (tematik ayat) yaitu model kajian tematik yang menjelaskan
ayat-ayat yang berhubungan dengan toleransi beragama juga menjelaskan surah
surah, seperti QS. Al-Baqarah (256), QS. Al-Hijr (94), QS. Al-Mumtaḥanah (8-9)
dan QS Al-Kāfirūn (6).
Dengan demikian hasil dari penelitian ayat-ayat toelransi dalam Tafsir
Kemenag yang terkandung dalam surah-surah tersebut menjelaskan ayat-ayat
yang membahas toleransi beragama dalam berbagai kitab suci, terutama dalam Al
Qur’an, menekankan bahwa pentingnya sikap saling menghormati antara umat
beragama, dan menjelaskan pentingnya menciptakan kehidupan sosial di mana
Islam memiliki prinsip yang jelas dalam hal seperti "tidak ada paksaan dalam
agama" Juga tidak membandingkan kepercayaan yang dianut setiap manusia,
sehingga terciptalah tatanan hidup yang damai, sejahtera dan kasih sayang seluruh
alam. Secara keseluruhannya ajaran-ajaran tersebut menyiratkan pentingnya hidup
berdampingan secara damai dan saling menghormati perbedaan keyakinan dalam
masyarakat yang plural
Pelaksanaan Pembelajaran Program Sekolah Penggerak di PAUD Angkasa 1 Lanud Sjamsudin Noor Banjarbaru
Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Usaha Dalam Sewa Menyewa Costum Player (Studi Akun Instagram Kudil.cosrent)
Penelitian Ini dilatarbelakangi oleh adanya seorang pelaku usaha usaha sewa
menyewa costum player/kostum pemain yang dimana pelaku usaha mendapatkan
perlakuan tidak baik/iktikad tidak baik dari konsumen. Hal ini membuat pelaku
usaha costum player mengalami kerugian seperti Overtime tanpa adanya kejelasan,
mengubah/merusak, dan tidak mengembalikan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana perlindungan hukum dan penyelesaian sengketa terhadap
pelaku usaha dalam sewa menyewa costum player di
Kudil.cosrent.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif
kemudian jenis penelitian adalah penelitian lapangan (Field research) dan
menggunakan pendekatan yuridis empiris. Teknik pengumpulan data dengan cara
observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan metode
analisis deduktif. Dengan sumber sekundernya menggunakan KUHPerdata, Fatwa
DSN MUI tentang ijarah, dan UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan
konsumen.
Hasil penelitian ini adalah: (1) Praktik sewa menyewa atau rental yang
dilakukan oleh kudil.cosrent sudah sesuai dengan ketentuan hukum positif
sebagaimana diatur dalam KUHPerdata dan hukum Islam tentang Ijarah. Namun,
sebagai pelaku usaha harus tetap konsisten dengan prosedur yang telah dibuat serta
lebih memperhatikan keamanan, pelayanan dan service sebagaimana menjadi
pelaku usaha agar meminimalisir resiko iktikad tidak baik oleh penyewa. (2).
Metode penyelesaian sengketa yang digunakan oleh pelaku usaha penyewaan
kostum player di Kudilcosrent lebih mengutamakan pendekatan musyawarah.
Penyelesaian sengketa dilakukan dengan cara mempertemukan kedua belah pihak
pelaku usaha Kudilcosrent hingga saat ini belum pernah mengalami sengketa yang
berakhir di pengadilan, penyelesaian sengketa yang terjadi akibat kelalaian
konsumen dalam penyewaan costum play lebih sering dilakukan melalui non
litigasi/musyawarah, yang lebih mengutamakan penyelesaian secara kekeluargaa
Kesadaran Hukum Produsen Tape Singkong dan Tape Ketan terhadap Sertifikasi Halal di Desa Pematang Panjang Kecamatan Gambut
Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa Indonesia sekarang ini mengalami
kemajuan pesat di sektor ekonomi, khususnya dalam UMKM. Produk UMKM,
terutama makanan, wajib bersertifikasi halal sesuai dengan Undang-Undang No.
33 Tahun 2014. Namun, di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Gambut, hanya
dua produsen dari dua puluh produsen tape yang telah bersertifikat halal.
Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesadaran hukum produsen tape terhadap
kewajiban sertifikasi halal dan faktor yang memengaruhinya, dengan harapan
dapat meningkatkan kepatuhan pelaku UMKM menjelang penerapan kewajiban
sertifikasi halal.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris, jenis
penelitian yang mengkaji dan menganalisis tentang perilaku hukum individu atau
masyarakat dalam kaitannya dengan hukum dan sumber data yang digunakannya
berasal dari data primer, yang diperoleh langsung dari dalam masyarakat. Adapun
pendekatan penelitian ini ialah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data
menggunakan metode wawancara dengan informan. Teknik pengumpulan data
pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Metode
analisis data yang digunakan dalam mengolah hasil wawancara dengan informan
ialah metode kualitatif.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa produsen tape di desa
Pematang Panjang ialah berdasarkan wawancara dengan 10 produsen, ditemukan
bahwa kesadaran hukum produsen tape singkong dan tape ketan terhadap
sertifikasi halal di Desa Pematang Panjang Kecamatan Gambut tergolong masih
rendah. Sebagian besar produsen mengetahui adanya kebijakan sertifikasi halal,
namun memiliki pemahaman dan sikap yang bervariasi, mulai dari yang
menganggap penting hingga yang tidak penting karena dianggap tidak
berpengaruh pada penjualan. Adapun faktor yang memengaruhi kesadaran hukum
ini meliputi tingkat pendidikan, pengakuan terhadap hukum, penghargaan
terhadap peraturan, dan kepatuhan masyarakat yang juga berpengaruh terhadap
faktor perilaku dari produsen itu sendiri. Dengan itu diharapkan peran aktif dari
pihak terkait dalam memberikan edukasi dan sosialisasi terkait pentingnya
sertifikasi halal untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan produsen dalam
mematuhi regulasi yang ada
Sanksi Adat (Jipen) Dalam Kasus Perselingkuhan (Studi Pada Masyarakat Dayak di Desa Saripoi Kabupaten Murung Raya)
Perkawinan adalah institusi sakral yang berperan penting dalam
pembentukan keluarga bahagia dan harmonis. Di Indonesia, perkawinan diatur
oleh hukum Islam, hukum positif, dan hukum adat. Salah satu aspek penting
dalam perkawinan adalah kesetiaan antara pasangan suami istri. Namun, kasus
perselingkuhan kerap terjadi dan dapat berujung pada perceraian. Fenomena ini
juga ditemukan di masyarakat Suku Dayak Siang di Desa Saripoi, Kabupaten
Murung Raya, yang menerapkan sanksi adat "Jipen" untuk menangani kasus
perselingkuhan. Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk, cara penerapan, dan
dampak sanksi adat Jipen pada masyarakat tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hukum
empiris. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi,
melibatkan narasumber seperti kepala adat (Damang) dan kerabat pihak yang
terlibat. Data primer berupa informasi penerapan sanksi adat Jipen, sedangkan
data sekunder mencakup literatur tentang hukum adat dan hukum positif. Analisis
data dilakukan dengan teknik deskripsi naratif untuk memberikan gambaran
menyeluruh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sanksi adat Jipen pada
kasus perselingkuhan mencerminkan keadilan restoratif, yang berfokus pada
pemulihan hubungan sosial dan keharmonisan rumah tangga. Sanksi berupa denda
uang ditentukan melalui musyawarah berdasarkan tingkat kesalahan pelaku.
Selain sebagai hukuman, sanksi ini juga berfungsi sebagai alat edukasi untuk
menciptakan efek jera dan menjaga nilai adat. Penerapan sanksi dilakukan secara
fleksibel, baik melalui pembayaran bertahap maupun langsung, yang ditentukan
melalui musyawarah, mencerminkan toleransi dan nilai kekeluargaan. Dampak
sanksi ini beragam, dari perceraian hingga memperkuat hubungan melalui
introspeksi, menunjukkan bahwa Jipen tidak hanya menegakkan hukum adat,
tetapi juga memulihkan harmoni keluarga. Efektivitas sanksi ini sesuai dengan
prinsip urf shahih, menegaskan nilai keadilan dan keseimbangan dalam adat
Dayak Siang
Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Motivasi Kerja Karyawan di PT. PLN (Persero) ULP (Unit Layanan Pelanggan) Ahmad Yani Banjarmasin
Keberhasilan dalam mencapai tujuan sebuah perusahaan tergantung dari
bagaimana pemimpin mengarahkan dan mendorong karyawannya. Gaya
kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang pemimpin akan berpengaruh terhadap
motivasi kerja karyawan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur
tingkat gaya kepemimpinan berdasarkan perspektif karyawan, mengukur tingkat
motivasi kerja karyawan dan untuk mengetahui apakah gaya kepemimpinan
memiliki pengaruh terhadap motivasi kerja karyawan di PT. PLN (Persero) ULP
(Unit Layanan Pelanggan) Ahmad Yani Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis linier regresi
sederhana. Adapun responden yang digunakan dengan total sampling berjumlah 30
responden. Analisis data kuantitatif menggunakan IMB SPSS Statistics 22.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karyawan yang memiliki
perspektif pemimpin dengan tingkat gaya kepemimpinan pada kategori sedang atau
baik sebesar 93% atau 28 responden dan karyawan yang memiliki perspektif
pemimpin dengan tingkat gaya kepemimpinan kategori tinggi sebesar 7% atau 2
responden. (2) Tingkat motivasi kerja karyawan di PT. PLN (Persero) ULP (Unit
Layanan Pelanggan) Ahmad Yani Banjarmasin berada pada kategori tinggi sebesar
13.3% atau 4 responden, pada kategori sedang terdapat 26 karyawan yang memiliki
tingkat motivasi kerja sedang. (3) Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi
kerja karyawan di PT. PLN (Persero) ULP (Unit Layanan Pelanggan) Ahmad Yani
menunjukkan peran positif dimana uji korelasi memiliki nilai Sig. 0, 000 < 0, 05,
peran gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja sebesar 67,9% dan sisanya
32,1% dipengaruhi oleh variabel lain. Hal ini menunjukkan bahwa gaya
kepemimpinan memiliki pengaruh yang kuat terhadap motivasi kerja karyawan PT.
PLN (Persero) ULP (Unit Layanan Pelanggan) Ahmad Yani Banjarmasin
Upaya Orangtua yang Berprofesi sebagai Guru di MTsN 1 KOTIM dalam Meningkatkan Minat dan Motivasi Anak Anaknya pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi orangtua,
khususnya yang berprofesi sebagai guru di MTsN 1 KOTIM, dalam menanamkan
nilai-nilai agama pada anak-anak di era modern yang dipengaruhi globalisasi dan
perkembangan teknologi. Anak-anak pada jenjang pendidikan dasar seringkali
terpengaruh oleh dinamika pola pikir, lingkungan, dan gangguan teknologi, yang
dapat mengurangi minat mereka terhadap pendidikan agama Islam (PAI).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil orangtua yang berprofesi
sebagai guru di MTsN 1 KOTIM yang berupaya meningkatkan minat dan motivasi
anak pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan Mendeskripsikan upaya
orangtua yang berprofesi sebagai guru di MTsN 1 KOTIM dalam meningkatkan
minat dan motivasi anak-anaknya pada mata pelajaran pendidikan agama islam.
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan jenis
penelitian kualitatif. Pengumpulan data wawancara, dan dokumentasi. Subjek
penelitian ini adalah para orangtua yang sekaligus berprofesi sebagai guru di MTsN
1 KOTIM. Sedangkan objek penelitian ini tentang upaya orangtua yang berprofesi
sebagai guru di MTsN 1 KOTIM dalam meningkatkan minat dan motivasi anak
anaknya pada mata pelajaran pendidikan agama Islam.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa orangtua yang berprofesi
sebagai guru di MTsN 1 KOTIM memiliki latar belakang pendidikan yang beragam
serta memahami metode pengajaran yang efektif. Dalam mendidik anak, mereka
menerapkan pendekatan otoritatif yang menggabungkan ketegasan dan kasih
sayang. Minat dan motivasi anak terhadap Pendidikan Agama Islam ditingkatkan
melalui keteladanan, seperti shalat berjamaah dan membaca Al-Qur'an, pembiasaan
kegiatan keagamaan di rumah maupun masyarakat, serta pemberian motivasi
intrinsik dan ekstrinsik, seperti penanaman nilai-nilai agama dan penghargaan atas
pencapaian anak. Upaya ini tidak hanya membentuk karakter religius anak, tetapi
juga meningkatkan semangat belajar mereka
KESADARAN MEREK, KEPERCAYAAN, DAN NIAT MENDAFTAR: Menakar Efek Strategi Promosi Perguruan Tinggi
Buku ini menghadirkan sebuah kajian empiris
yang melibatkan berbagai aspek yang relevan dalam
persaingan antara perguruan tinggi umum (PTU) dan
PTKI. Dengan fokus pada peran promosi, kesadaran
merek, kepercayaan, serta latar belakang sosio-
ekonomi, kami berupaya untuk menggambarkan dinamika yang terjadi dalam proses perekrutan mahasiswa baru di lingkungan PTKI. Melalui analisis yang mendalam, kami berharap buku ini mampu
memberikan wawasan yang berharga bagi para
pembaca, terutama mereka yang terlibat dalam
pengelolaan dan pengembangan PTKI