IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Analisis Penolakan Hakim Mahkamah Konstitusi Terhadap Pembatasan Usia Calon Kepala Daerah di Indonesia
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji Putusan Mahkamah Konstitusi
Nomor 58/PUU-XVII/2019 dalam perkara Pengujian Pasal 7 ayat (2) huruf e UU
Pilkada yang membatasi usia minimal 30 tahun untuk menjadi Gubernur dan Wakil,
dan 25 tahun menjadi Bupati dan Wakil atau Walikota dan Wakil. Mahkamah
menolak permohonan para pemohon, sehingga pasal tentang pembatasan ini tetap
berlaku. Indonesia adalah negara hukum yang melaksanakan Pilkada sebagai proses
politiknya dalam demokrasi, rakyat bebas memilih dan dipilih sebagai Kepala
Daerah. Batas usia memang diperlukan, namun peraturan ini sesungguhnya tidak
sejalan dengan peraturan lain, seperti peraturan yang mengatur usia minimal untuk
menjadi anggota legislatif (DPR, DPRD, dan DPD) adalah 21 tahun. Dan KUHPer
juga menetapkan 21 tahun sebagai usia kedewasaan seseorang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Dengan
melakukan pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach) serta dengan
Pendekatan Konsep (Conceptual Approach). Penelitian ini bersifat deskriptifyang
selanjutnya disusun secara sistematis mengahasilkan data konkrit mengenai
putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 58/PUU-XVII/2019.
Hasil penelitian menemukan bahwa pada putusan ini, Mahkamah kembali
menetapkan pendiriannya yang pada putusan Nomor 15/PUU-V/2007, telah
menyatakan bahwa Pasal 7 ayat (2) huruf e tentang Pilkada, yang menetapkan batas
usia bagi calon kepala daerah tidak bertentangan dengan UUD 1945. Karena pada
UUD 1945 pun tidak menentukan batasan usia minimum tertentu untuk jabatan
publik. Hakim menggunakan penfasiran tekstual dan historis dalam rangka
menjelaskan Undang-Undang tersebut. Putusan ini menghadirkan dampak positif
dan negative bagi perkembangan demokrasi di Indonesia
Peran Duta Genre dalam Kegiatan Sosialisasi Program Generasi Berencana pada Remaja Kota Banjarmasin
Penelitian ini berfokus pada peran Duta Generasi Berencana (Genre)
dalam mensosialisasikan Program Generasi Berencana (GenRe) kepada remaja
di Kota Banjarmasin. Program ini bertujuan membantu remaja merencanakan
masa depan yang lebih baik dengan memahami pentingnya pendidikan,
kesehatan, dan pembentukan karakter.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif untuk menggambarkan aktivitas dan tantangan yang dihadapi oleh
Duta Genre. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi
langsung, dan analisis dokumen. Subjek penelitian adalah empat Duta Genre
Kota Banjarmasin tahun 2024, remaja peserta program, serta pihak terkait di
lingkungan BKKBN Kota Banjarmasin. Lokasi penelitian dilakukan di beberapa
titik kegiatan sosialisasi, termasuk sekolah-sekolah di Kota Banjarmasin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Duta Genre berperan penting
sebagai agen perubahan di kalangan remaja. Mereka berfungsi sebagai role
model yang memberikan edukasi langsung tentang berbagai isu kritis remaja,
seperti kesehatan reproduksi, bahaya seks bebas, serta pentingnya gizi dan
perencanaan keluarga. Selain itu, mereka menggunakan pendekatan interaktif
seperti permainan, tanya jawab, serta diskusi untuk meningkatkan keterlibatan
peserta. Media sosial, khususnya Instagram, juga digunakan sebagai alat
pendukung untuk memperluas jangkauan informasi kepada remaja.
Namun, penelitian ini juga mengungkap berbagai kendala yang dihadapi
oleh Duta Genre,dari faktor kendala ini menarik karna bisa memberi pandangan
dan sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya.Penelitian ini memberikan
kontribusi signifikan dalam memperkaya literatur tentang peran remaja dalam
pembangunan sosial. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya
penguatan pelatihan bagi Duta Genre, dukungan logistik yang lebih memadai,
serta kolaborasi yang lebih luas dengan lembaga pendidikan dan organisasi
terkait. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk meningkatkan
efektivitas program GenRe dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas,
sehat, dan siap menghadapi tantangan masa depan
Marketing Jasa Pendidikan pada Sekolahan Islam Terpadu (Segmentasi dan Diferensiasi Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Al Busthomi Baamang Hulu, Baamang, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah)
Penelitian ini tertuju pada strategi pemasaran jasa pendidikan di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMA IT ) Al Busthomi, Baamang Hulu, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya strategi pemasaran dalam meningkatkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di lembaga pendidikan, khususnya yang berbasis nilai-nilai Islam. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi strategi segmentasi dan diferensiasi yang diterapkan oleh SMA IT Al Busthomi dalam menarik minat calon siswa serta meningkatkan daya saing sekolah di tengah persaingan lembaga pendidikan lain.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung dengan kepala sekolah, guru, serta pihak yayasan yang terkait dengan pengelolaan pemasaran sekolah. Analisis dilakukan untuk memahami efektivitas strategi pemasaran yang diterapkan, terutama pada aspek segmentasi pasar dan diferensiasi sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA IT Al Busthomi memanfaatkan strategi segmentasi berdasarkan kebutuhan masyarakat terhadap sekolah berbasis Islam, dengan menargetkan orang tua yang menginginkan pendidikan agama Islam serta pembelajaran umum untuk anak-anak mereka. Diferensiasi yang dilakukan oleh sekolah mencakup program pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan agama dan ilmu pengetahuan umum, serta menyediakan asrama bagi siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi segmentasi dan diferensiasi yang diterapkan SMA IT Al Busthomi NW efektif dalam menarik minat calon siswa, meskipun masih memerlukan peningkatan pada beberapa aspek pemasaran
Deepfake Berbasis Teknologi dalam Perspektif Al Qur`an
Penelitian ini dilatarbelakangi perkembangan teknologi digital yang telah
membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia,
termasuk dalam cara informasi disebarluaskan dan diproduksi. Salah satu teknologi
mutakhir yang menarik perhatian adalah deepfake, sebuah teknologi berbasis
kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan konten digital palsu namun sangat
realistis. Teknologi ini memanfaatkan Generative Adversarial Network (GAN)
untuk memanipulasi audio, video, dan gambar, sehingga dapat menciptakan efek
visual yang sulit dibedakan dari kenyataan. Adapun alasan pemilihan topik ini
karena meningkatnya dampak deepfake di era digital, baik sebagai inovasi positif
maupun ancaman terhadap kepercayaan masyarakat.
Tujuan dari penelitian, yakni bertujuan untuk mengetahui pandangan Al
Qur`an terkait deepfake yang kemudian mengetahui penafsiran tematik secara
kontekstual terhadap teknologi deepfake, sehingga Al-Qur’an dapat menjadi
panduan dalam menghadapi tantangan era digital khususnya dalam penggunaan
teknologi yang bertanggung jawab dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang
bersifat deskriptif-analisis dengan model penelitian kualitatif dan menggunakan
metode tafsir tematik kontekstual dari tokoh Abdul Mustaqim.
Hasil dari penelitian ditemukan bahwa pandangan Al-Qur`an terkait sisi
positif deepfake meliputi sarana ilmu pengetahuan (Q.S. al-'Alaq/96: 4 dan Q.S. al
Qalam/68: 1), penggunaan inovatif dan bermanfaat (Q.S. Yûsuf/12:70, al
Baqarah/2: 164, Q.S. al-Ankabut/29: 43, dan Q.S. ali-`Imrân/3: 190-191). Adapun
pandangan Al-Qur`an terkait sisi negatif deepfake meliputi kebohongan besar dan
kesaksian palsu (Q.S. Yûsuf/12: 18, al-Nûr/24: 11-12 dan Q.S. al-Hajj/22: 30);
kecurangan dan penipuan (Q.S. al-Muthaffifîn/83: 1-3 dan Q.S. al-Baqarah/2: 9).
Kemudian, pandangan Al-Qur`an terkait etika penggunaan deepfake dan media
sosial secara umum, yang tergolong pada penerima deepfake yakni melakukan
tabayyun (crosscheck) dan konfirmasi data kepada sumber yang valid atau orang
ahli di bidangnya (Q.S. al-Hujurât/49: 6. Adapun penyampai deepfake jangan
menggibah (Q.S. al-Hujurât/49: 12), mengutamakan kejujuran (Q.S. al-Nisâ`/4: 9),
menggunakan bahasa yang santun dan bebas dari tendensi negatif (Q.S. Thâhâ/20:
44, Q.S. al-Isrâ`/17: 23 dan 28, Q.S. al-Nisâ`/4: 5 dan 63
Korelasi Perkawinan Di Bawah Umur Pada Generasi Z dan Dampaknya Terhadap Stunting di Kelurahan Pekapuran Laut
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara perkawinan di
bawah umur pada generasi Z dan dampaknya terhadap stunting di Kelurahan
Pekapuran Laut. Menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan
sosiologis, penelitian ini menemukan bahwa perkawinan di bawah umur
berkontribusi pada kesulitan ibu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak akibat
kondisi ekonomi yang tidak stabil. Dari lima informan yang diteliti, terdapat tiga
kasus yang menunjukkan hubungan langsung antara perkawinan di bawah umur
dan kejadian stunting. Keputusan untuk perkawinan di bawah umur dipengaruhi
oleh faktor-faktor seperti keinginan pribadi, dukungan keluarga, dan pengaruh
lingkungan sosial. Sebagian besar pasangan yang melaksanakan perkawinan di
bawah umur kurang memahami dampak negatif perkawinan di bawah umur
terhadap kesehatan ibu dan anak, serta aspek ekonomi keluarga. Penelitian ini juga
mencatat bahwa perkawinan di bawah umur bertentangan dengan Undang-Undang
No 16 Tahun 2019, yang menetapkan batas usia minimal 19 tahun. Secara
keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa perkawinan di bawah umur
berisiko tinggi terhadap kesehatan ibu dan anak, serta bertentangan dengan prinsip
Maqasid Syariah. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi dan intervensi untuk
meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dampak perkawinan di bawah umur
dan pentingnya kesehatan ibu dan ana
Korelasi Intensitas Penggunaan Gadget dengan Minat Membaca dan Motivasi Membaca Peserta Didik Kelas V di MIN 5 Kota Banjarmasin
Zaman sekarang ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah
sangat pesat dan sangat maju, berbagai teknologi diciptakan, salah satunya adalah
gadget. Adanya gadget mengubah pola hidup kebanyakan orang saat ini, terutama
untuk peserta didik sekarang mulai meninggalkan kebiasaan suka membaca, dan
lebih menyukai kegiatan bermain game di gadget. Harusnya dengan gadget dapat
membantu memaksimalkan kegiatan membaca peserta didik di sekolah maupun di
rumah. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui korelasi atau hubungan antara
intensitas penggunaan gadget dengan minat membaca dan motivasi membaca
peserta didik di kelas V MIN 5 Kota Banjarmasin, melalui angket kuisioner
pernyataan.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan desain korelasional.
Populasi penelitian ini sebanyak 34 peserta didik. Teknik sampling menggunakan
total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuisioner,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik
deskriptif. Pengujian hipotesis menggunakan analisis korelasi dengan rumus
korelasi Rank/ Spearman dengan bantuan SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat korelasi positif yang sedang
antara intensitas penggunaan gadget dengan minat membaca dan motivasi
membaca peserta didik di kelas V MIN 5 Kota Banjarmasin, ditunjukkan dengan
korelasi/hubungan yang signifikan pada angka Correlation Coefficient adalah 0,
561 > 0,00 dan 0, 577 > 0,00, berdasarkan hasil uji korelasi Rank/ Spearman didapat
nilai interval koefisien tersebut. Artinya korelasi antara intensitas penggunaan
gadget dengan minat membaca dan motivasi membaca adalah korelasi positif
sedang, maka Ha diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan terdapat korelasi
antara intensitas penggunaan gadget dengan minat membaca dan motivasi
membaca peserta didik di kelas V MIN 5 Kota Banjarmasin
Implementasi Peraturan Sekolah untuk Menanamkan Karakter Disiplin pada Peserta Didik di MTsN 7 Tanah Laut
Saat ini, disiplin menjadi tantangan besar, terutama dalam hal waktu dan
ketaatan pada peraturan. Kebiasaan“ngaret” dan pelanggaran perturan sekolah
mencerminkan kurangnya perhatian peserta didik terhdapa kedisiplinan. Hal ini
menjadi tantangan bagi orangtua dan guru, karena masa anak-anak adalah waktu
yang tepat untuk membentuk karakter disiplin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi
peraturan sekolah untuk menanamkan karak.ter disiplin pada peserta didik di MTsN
7 Tanah Laut serta untuk mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat
dalam menanamkan kedisiplinan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru, kepala sekolah, dan
peserta didik, sedangkan objeknya adalah implementasi peraturan sekolah untuk
menanamkan karakter disiplin pada peserta didik di MTsN 7 Tanah Laut. Teknik
analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
kesimpulan atau verifikasi
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi peraturan sekolah,
dilakukan melalui penyusunan, sosialisasi, dan penegakkan peraturan sekolah.
Adapun upaya sekolah dalam menanamkan karakter disiplin pada peserta didik
yaitu melalui pembiasaan, teladan, penyadaran, pengawasan, dan perjanjian kelas
antara peserta didik dengan wali kelas. Faktor pendukungnya adalah melalui
keteladanan, nasihat, dukungan orangtua, kontrol dari kepala sekolah dan guru,
serta kesadaran. Faktor penghambatnya adalah kesibukan orangtua, pengaruh dari
teman sebaya, kurangnya kesadaran peserta didik, lingkungan, kemajuan teknologi,
keterbatasan fasilitas sekolah, dan kurangnya tenaga pendidik di MTsN 7 Tanah
Laut
Peran Komunikasi Interpersonal dalam Mencegah Perilaku Bullying di TK Negeri Al Amin Tanjung Kabupaten Tabalong
Komunikasi merupakan dasar dari interaksi sosial dan menjadi aktivitas dasar
manusia. Komunikasi interpersonal berperan penting dalam membangun ikatan emosional,
kepercayaan, dan rasa saling pengertian di antara individu. Bullying menjadi fenomena
yang perlu dibahas karena termasuk dalam tindakan berbahaya yang dapat memberikan
dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran komunikasi
interpersonal dalam mencegah perilaku bullying serta menjelaskan faktor pendukung dan
penghambat peran komunikasi interpersonal dalam mencegah perilaku bullying di TK
Negeri Al Amin.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan
deskriptif dan menggunakan konsep Miles dan Huberman. Subjek penelitian ini yaitu guru
kelompok A1, kepala sekolah di TK Negeri Al Amin. Objek penelitian ini yaitu peran
komunikasi interpersonal dalam mencegah perilaku bullying serta faktor pendukung dan
penghambatnya. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Teknik analisis data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran komunikasi interpersonal dalam
mencegah perilaku bullying di TK Negeri Al Amin meliputi membentuk empati anak
terhadap sesama, mengembangkan kerja sama dan mengajarkan anak bersopan santun serta
diadakan evaluasi mengenai kemajuan dan hambatan yang dialami anak. Adapun faktor
pendukung komunikasi interpersonal ini yaitu: Lingkungan sekolah yang aman dan positif,
komitmen guru dalam mengelola kegiatan dan pengetahuan guru tentang komunikasi
interpersonal dan perkembangan sosial anak. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu:guru
dan orang tua kurang memiliki pengetahuan tentang bullying dan cara pencegahannya,
beban kerja guru yang tinggi, guru yang kurang memiliki keterampilan komunikasi
Retorika Dakwah dalam Channel YouTube Ustadzah Halimah Alaydrus
Suatu upaya penyelamatan moral bagi generasi muda Indonesia agar menghasilkan suatu kondisi yang dinamis sesuai dengan pedoman hidup dari Allah SWT adalah melalui dakwah. Ilmu retorika dakwah menjadi disiplin ilmu yang mendukung para pendakwah dalam seni berbicara ketika menyampaikan syariat Islam. Salah satu dai populer yang terkenal pandai menggunakan retorika di dalam dakwah adalah Ustadzah Halimah Alaydrus, terlihat dari jumlah subscriber channel YouTube resmi yang dimiliki mencapai ratusan ribu dengan puluhan juta kali penayangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui retorika dakwah dalam channel YouTube Ustadzah Halimah Alaydrus.
Konten dakwah yang disajikan dalam channel YouTube Ustadzah Halimah Alaydrus sangat relevan dengan penggunaan retorika dakwah dalam penyampaian syariat Islam hingga dengan sekarang. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari konten YouTube Ustadzah Halimah Alaydrus Channel yang berjudul “Syafaat Nabi Muhammad saat di Dunia”, “Syafaat Nabi Muhammad saat di Mahsyar”, “Syafaat Nabi Muhammad saat di Barzakh” dan “Syafaat Nabi Muhammad saat di Akhirat”. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul dianalisis melalui reduksi data, sajian data kemudian penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa retorika dakwah yang digunakan Ustadzah Halimah Alaydrus menonjol pada gaya bahasa resmi, gaya bahasa mulia atau bertenaga dan gaya bahasa paralelisme, sedangkan gaya suara menggunakan gaya suara pitch yang bervariasi
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Berbantu Media Roda Keberuntungan terhadap Aktivitas Belajar Peserta Didik Kelas III pada Mata Pelajaran Matematika
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar peserta
didik kelas III pada mata pelajaran matematika di MIN 4 Barito Kuala, akibat
metode pembelajaran konvensional tanpa pemanfaatan media pembelajaran yang
mendukung peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif
tipe Numbered Head Together (NHT) berbantu media roda keberuntungan terhadap
aktivitas belajar peserta didik kelas III pada mata pelajaran matematika, mengetahui
aktivitas belajar peserta didik kelas III pada mata pelajaran matematika sebelum
dan sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head
Together berbantu media roda keberuntungan, serta mengetahui apakah terdapat
pengaruh yang signifikan dari penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe
Numbered Head Together berbantu media roda keberuntungan terhadap aktivitas
belajar peserta didik kelas III pada mata pelajaran matematika
Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan jenis penelitian eksperimen yaitu Pre-Experiment Design dengan desain
One-Group Pre-test-Post-test Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh
peserta didik kelas III MIN 4 Barito Kuala yang berjumlah 20 peserta didik. Sampel
penelitian terdiri atas 20 peserta didik kelas III yang diambil dengan teknik total
sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi,
kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Pengujian
hipotesis menggunakan analisis komparatif dengan rumus Paired Sample T-Test.
Hasil penelitian menunjukkan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe
Numbered Head Together berbantu media roda keberuntungan terhadap aktivitas
belajar peserta didik kelas III pada mata pelajaran matematika sebesar 42,8% yang
berada pada kategori sedang. Aktivitas belajar peserta didik sebelum diberikan
treatment menunjukkan bahwa 0% peserta didik berada pada kategori tinggi, 65%
pada kategori sedang, dan 35% pada kategori rendah. Sedangkan aktivitas belajar
peserta didik sesudah diberikan treatment terjadi peningkatan dengan 45% peserta
didik berada pada kategori tinggi, 55% pada kategori sedang, dan 0% pada kategori
rendah. Selain itu, terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan model
pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together berbantu media roda
keberuntungan terhadap aktivitas belajar peserta didik kelas III pada mata pelajaran
matematika dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 kurang dari 0,05, maka H0
ditolak dan Ha diterima