IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Persepsi Masyarakat Terkait Pernikahan Di Kabupaten Kotawaringin Timur

    Get PDF
    Penelitian ini membahas persepsi masyarakat suku Dayak dan Madura di kecamatan Mentaya Hilir Selatan, kabupaten Kotawaringin Timur terkait pernikahan antar etnis suku Dayak dan Madura sebagai dampak dari kesuruhan Sampit tahun 2001. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi dan alasan yang melatarbelakangi persepsi masyarakat Suku Dayak dan Madura terkait pernikahan antar etnis Suku Dayak dan Madura di Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai dampak dari kerusuhan Sampit tahun 2001. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dan menggunakan pendekatan sosiologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan masyarakat yang meliputi dari pasangan kedua etnis, masyarakat suku Dayak dan Madura serta tetua adat suku Dayak dan Madura. Secara keseluruhan, persepsi masyarakat terhadap pernikahan antar etnis Suku Dayak dan Madura pasca kerusuhan Sampit tahun 2001 menunjukkan adanya dualitas pandangan, sebagian masyarakat masih menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan toleransi, sementara yang lain terpengaruh oleh trauma dan ketakutan akan konflik dimasa silam. Proses rekonsiliasi serta upaya membangun kembali kepercayaan sangat penting dalam memulihkan hubungan antar etnis. Berdasarkan persepsi dan alasan masyarakat terkait pernikahan antar etnis bahwa pernikahan tidak harus berasal dari etnis yang sama yang terpenting adalah memiliki keyakinan yang sama. Dalam agama Islam kesetaraan keyakinan termasuk kedalam bagian dari sekufu atau Kafa’ah. Dalam hukum Islam sekufu bukanlah syarat mutlak keabsahan pernikahan. Pasal 4 KHI menyatakan bahwa suatu perkawinan dianggap sah apabila dilaksanakan sesuai dengan hukum Islam dan selaras dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang perkawinan Nomor 1 Tahun 197

    Learning English Skills Through Otome Game Element: A Content Analysis of “Love and Deepspace” Game

    Get PDF
    The purpose of this study is to show that in-game elements can significantly enhance players' English skills. In order to gather in-game documentation, identify pertinent game components, and connect the results to well-established theoretical frameworks on language learning, this study uses a qualitative approach utilizing content analysis. Using this method, the study analyzes how certain characteristics serve as sources of both productive and receptive linguistic input. It was discovered that a number of characteristics in “Love and Deepspace” help the development of English proficiency in various ways. Players are exposed to constant written input through the main narrative, myth, and recollections cards, which improves their vocabulary recognition, contextual comprehension, and narrative comprehension. Players can hear authentic pronunciation, intonation, and emotional delivery through repeated audio exposure provided by video call scenarios and the sleep or night companion feature. Deeper language processing is encouraged by interactive elements like chat options and status updates, which force users to interpret meaning, comprehend options, and anticipate answers. Lastly, the voice call feature allows players to read, mimic, or repeat written conversations, providing a convenient way to perfect pronunciation and simulate speaking with low-pressure

    Pemanfaatan Karya Sastra Sebagai Media Pengembangan Literasi Siswa di Perpustakaan MAN 2 Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Pada zaman era globalisasi kemampuan literasi sangat dibutuhkan terutama untuk siswa di sekolah MAN 2 Kota Banjarmasin, penting sekali untuk siswa dapat mengembangkan literasi yang dimilikinya. Karya sastra dapat dijadikan media dalam pengembangan literasi siswa karena karya sastra memiliki potensi dalam mengembangkan kemampuan literasi siswa. Sesuai dengan minat baca siswa MAN 2 yang dominan memanfaatkan karya sastra dibanding dengan koleksi yang lain ketika mereka ke perpustakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan karya sastra dalam pengembangan literasi siswa melalui kegiatan membaca, meminjam, menulis, dan belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam tentang objek yang diteliti. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala perpustakaan, pustakawan dan siswa-siswa MAN 2 Kota banjarmasin. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa sangat aktif dalam memanfaatkan karya sastra melalui membaca, meminjam, menulis, dan belajar. Sehingga karya sastra menjadi koleksi yang paling banyak peminatnya. Program program yang tersedia di MAN 2 seperti, reading award dan literasi moderasi beragama memiliki peran dalam pengembangan literasi siswa. Siswa dapat menunjukkan potensi menulis setelah seringnya memanfaatkan karya sastra terutama dari kegiatan membaca. Pemanfaatan karya sastra di perpustakaan MAN 2 Kota Banjarmasin efektif dalam pengembangan literasi siswa. Kegiatan kegiatan yang berkaitan dengan karya sastra bukan hanya dapat meningkatkan kemampuan literasi, tetapi juga dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam mendalami informasi, serta dapat membuat siswa lebih baik dalam kegitan menulis. Oleh sebab itu sangat penting agar dapat mengembangkan program program yang berkaitan dengan literasi dan juga karya sastra karena dapat meningkatkan kualitas pendidikan siswa di sekolah

    Pendapat Hakim Pengadilan Agama Amuntai Terhadap Permohonan Isbat Nikah yang Tidak Memiliki Anak

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat hakim Pengadilan Agama Amuntai dalam menangani permohonan isbat nikah bagi pasangan yang tidak memiliki anak, sebagaimana tergambar dalam hasil wawancara yang menunjukkan adanya hakim yang menolak dan ada yang menerima permohonan tersebut. Sebagian hakim menilai bahwa permohonan tanpa adanya anak tidak memiliki urgensi hukum yang mendesak, terutama karena tidak muncul persoalan administrasi seperti akta kelahiran, waris, atau perlindungan anak. Sementara itu, sebagian hakim lainnya berpendapat bahwa isbat nikah tetap dapat dikabulkan selama rukun dan syarat nikah terpenuhi, tidak bertentangan dengan Undang-Undang Perkawinan, serta terdapat kebutuhan untuk memberikan kepastian status hukum bagi pasangan yang menikah siri. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris dan pendekatan konseptual. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan para hakim Pengadilan Agama Amuntai. Seluruh data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif, dengan menekankan pada interpretasi hukum, pandangan yuridis, dan pertimbangan sosiologis para hakim dalam mengambil keputusan. Pendekatan ini dipilih untuk menggambarkan secara menyeluruh dinamika berpikir hakim dalam menafsirkan hukum dan menerapkannya pada kasus isbat nikah tanpa anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pandangan hakim dipengaruhi oleh penilaian terhadap urgensi hukum, penerapan Undang-Undang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, dan prinsip kehati-hatian. Hakim yang menolak menilai tidak ada alasan hukum konkret, sedangkan hakim yang mengabulkan menekankan pentingnya kepastian hukum bagi pasangan yang menikah siri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pandangan, seluruh hakim sepakat bahwa isbat nikah bertujuan memberikan kepastian dan perlindungan hukum. Penelitian ini menegaskan perlunya konsistensi pertimbangan hukum agar putusan isbat nikah lebih seragam dan memberikan keadilan bagi masyarakat

    Pelaksanaan Program Literasi Numerasi Terhadap Perkembangan Kogitif Anak Usia Dini di TK Fantasha Banjarbaru

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program Literasi Numerasi dalam mengembangkan perkembangan kognitif anak usia dini di TK Fantasha Banjarbaru. Literasi numerasi merupakan bagian penting dari stimulasi kognitif anak usia dini yang mencakup kemampuan berpikir logis, memahami konsep bilangan, mengenal pola, serta memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas B, dan anak usia 5-6 tahun di TK Fantasha Banjarbaru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Literasi Numerasi di TK Fantasha Banjarbaru dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran berbasis bermain, penggunaan media konkret, serta integrasi numerasi dalam aktivitas sehari-hari anak. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan kognitif anak, khususnya dalam kemampuan mengenal angka, mengelompokkan benda, memahami pola, dan berpikir logi

    Implementasi Penanaman Nilai-Nilai Kebersihan dalam Berwudhu pada SDN Sawang Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin

    Get PDF
    Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah-sekolah umum saat ini masih jauh dari harapan masyarakat. Hal ini disebabkan dengan banyaknya kendala yang terjadi di lapangan., maka diperlukan pedoman dan acuan untuk pegangan dalam melakukan pembinaan pendidikan agama Islam di sekolah. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan penanaman nilai-nilai kebersihan dalam berwudhu pada SDN Sawang Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penanaman nilai-nilai kebersihan dalam berwudhu pada SDN Sawang Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari kepala madrasah, guru PAI, serta siswa kelas III SDN Sawang. Penelitian ini pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil dari penanaman nilai-nilai kebersihan dalam berwudhu pada SDN Sawang Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin yaitu guru PAI membuat modul ajar yang relevan, serta adanya kesiapan dari guru PAI dengan membuat inovasi untuk membangkitkan antusiasme dan minat siswa. Selain itu juga guru menggunakan strategi yang relevan, yang di dalamnya terdapat pembelajaran dasar keagamaan yang kontekstual, adaptasi materi dan metode, penggunaan refleksi materi, serta dan pendekatan individual. guru PAI memilih evaluasi berbasis pengamatan langsung, dan evaluasi personal yang dilakukan oleh guru PAI melalui tes lisan yang ditujukkan satu persatu terhadap siswa. Faktor pendukung dalam Penanaman Nilai-Nilai Kebersihan dalam Berwudhu pada SDN Sawang Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin tersebut meliputi antusias siswa dan sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambat dalam hal ini yaitu keterbatasan waktu dalam pembelajaran

    Pemahaman Wanita Cerai Mati Menggunakan Media Sosial pada Masa Iddah (Studi Kasus di Kelurahan Pembataan Kabupaten Tabalong)

    Get PDF
    Penelitian ini mengambil kasus di Kelurahan pembataan dilatar belakangi dengan kasus wanita yang sedang menjalankan iddah kematian namun tetap menggunakan media sosial seperti orang-orang pada umumnya. Pada saat iddah mereka tetap mengunggah status, foto, video bahkan ada yang sampai menjalin hubungan asmara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman wanita dalam penggunaan media sosial pada masa iddah serta alasan dan etika sosial pada penggunaan media sosial pada saat iddah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dan pendekatan sosiologi hukum yang berarti dapat melihat bagaimana hukum bekerja di masyarakat, oleh karena itu data yang diperlukan adalah melalui data hasil wawancara dengan wanita cerai mati yang menggunakan media sosial di Kelurahan pembataan Kabupaten Tabalong Kal-Sel. Setelah melakukan penelitian maka diperoleh hasil temuan dan analisis yang dilakukan terhadap para wanita yang menggunakan media sosial selama masa iddah diketahui bahwa pemahaman mereka tentang iddah sangat minim dan terbatas, dan salah satu faktor utama yang melatarbelakangi wanita yang cerai mati tersebut adalah karena kurangnya informasi yang mereka miliki mengenai ketentuan syariat terkait iddah. Dari seluruh wanita yang telah menjadi informan, masih ditemukan kurangnya kesadaran dalam menjalaninya, sehingga meskipun mereka mengetahui adanya larangan-larangan seperti menikah, keluar rumah dan berhias serta menjadikan media sosial sebagai sarana menjalin hubungan selama berihdad dalam masa iddah. mereka tetap cenderung mengabaikan dan tidak mematuhi aturan-aturan syariat yang harus ditaati. Seharusnya etika iddah dan ihdad dalam agama Islam harus ditetapkan sesuai dengan Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 234 dan 228

    Integrasi Nilai-Nilai Dakwah dan Penyuluhan dalam Pembinaan Keagaman Terhadap Penghuni Panti dan Perlindungan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru

    Get PDF
    Penelitian dilatar belakangi oleh peneliti yang mengkaji penerapan integrasi nilai nilai dakwah dalam pembinaan keagamaan dan peranan penyuluh keagamaan dalam pembinaan keagamaan bagi penghuni Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru yang kemudian memberikan perubahan positif dalam kehidupan para penghuni panti (PPRSLU) . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui integrasi nilai-nilai dakwah dan penyuluhan dalam pembinaan keagamaan melalui proses peranan penyuluh agama dalam memberikan pembinaan terhadap Penghuni Panti Perlindungan Dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskrpstif dengan subjek penelitian yakni kepala panti (PPRSLU) Budi Sejahtera, kepala pembinaan keagamaan resosialisasi, penghuni panti (lanjut usia), penyuluh agama, sedangkan objek penelitian ini adalah integrasi nilai-nilai dakwah dalam pembinaan keagamaan dan peranan penyuluh agama dalam pembinaan keagamaan yang disampaikan oleh penyuluh terhadap Penghuni Panti Perlindungan Dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai dakwah dalam pembinaan keagamaan di panti (PPRSLU) Budi Sejahtera meliputi berbagai kegiatan yakni salat berjamaah, bimbingan tahlil dan yasin, memperingati maulid nabi, kegiatan program ini terlihat melalui terwujud nya melalui peranan pembinaan keagamaan dalam membina dan menjadi pembimbing spritual, agen perubahan, dan memberikan pembinaan keagamaan dalam bidang kesehatan serta kesejahteraan sehingga meningkatkan praktik nilai nilai dakwah yang diterapkan Penghuni Panti Perlindungan Dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) yakni meliputi nilai kebersihan diri, kedisiplinan, dan kerja keras. Dan penelitian ini menyoroti bagaimana peranan penyuluh keagamaan dapat efektif dalam menyampaikan nila-nilai dakwah kepada penghuni panti, yang berdampak pada pembentukan perilaku positif, dan peningkatan kualitas spiritual serta sosial

    Ketidakharmonisan Rumah Tangga pada Perkawinan yang Sekufu (Studi Kasus di Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah

    Get PDF
    Pernikahan bukan hanya tentang aspek hukum, urusan keluarga, atau budaya semata, melainkan merupakan sebuah peristiwa yang memiliki dimensi keagamaan yang penting. Jika seseorang telah mencapai usia yang pantas dan layak untuk untuk menikah, maka akan muncul keinginan dalam dirinya untuk memulai sebuah keluarga. Rumah tangga yang bahagia, kekal serta harmonis adalah dambaan setiap individu. Dalam proses perjalanan menuju keharmonisan sering kali dihadapi dengan berbagai masalah kompleks. Situasi yang lebih serius seperti perselingkuhan dan pertimbangan untuk mengakhiri pernikahan melalui perceraian pun dapat muncul. Sekufu sering kali menjadi perhatian utama bagi pasangan yang akan menikah. Mencari pasangan yang sesuai menurut konsep sekufu adalah upaya untuk memastikan bahwa hubungan pernikahan tersebut akan berjalan dengan harmonis dan seimbang. Fokus pembahasan pada penelitian ini adalah ketidakharmonisan rumah tangga pada perkawinan yang berlatarbelakang sekufu. Skripsi ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada para pembaca agar tidak terfokus pada konsep sekufu dalam mencari pasangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian hukum empiris, yang datadan faktanya langsung diperoleh dari informan melalui observasi dan wawancara. Adapun hasil penelitian ini melalui pendekatan deskriftif kualitatif, yaitu dengan memaparkan hasil terhadap data yang diperoleh. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan melalui wawancara penulis dengan beberapa informan yang menikah berlatar belakang sekufu, sekufu tidak menjamin tercapainya keharmonisan keluarga. Faktor yang mempengaruhi terjadinya ketidakharmonisan adalah tidak terpenuhinya hak dan kewajiban suami atau istri, tidak ada penerapan nilai-nilai agama dalam rumah tangga dan kurangnya komunikasi. Penting bagi semua orang untuk tidak terfokus pada sekufu dalam mencari calon pasangan. Harta, keturunan, fisik dan profesi bukanlah suatu yang penting. Sikap, karakter dan penerapan nilai-nilai norma dan agama seseorang lah yang bisa menjadi nilai dalam pertimbangan mencari calon pasangan

    Kepatuhan Hukum Masyarakat Kabupaten Balangan terhadap Pasal 55 Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak Bumi dan Gas

    Get PDF
    Kepatuhan hukum menjadi fokus banyak penelitian, terutama terkait ketidaksesuaian antara hukum tertulis dan perilaku masyarakat. Peneliti terdahulu berusaha mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan. Skripsi ini fokus pada kepatuhan terhadap Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak Bumi dan Gas, khususnya Pasal 55 yang melarang penjualan BBM bersubsidi secara eceran. Penelitian dilakukan di Kabupaten Balangan untuk melihat apakah masyarakat di sana menghindari larangan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris. Peneliti mengamati penjualan BBM bersubsidi eceran di delapan kecamatan di Balangan dan mewawancarai 64 penjual yang bersedia. Selain itu, peneliti juga mewawancarai pejabat di Kantor Bupati Balangan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Penelitian ini menemukan rendahnya kepatuhan hukum masyarakat Balangan terhadap larangan Pasal 55 Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak Bumi dan Gas. Peneliti mencatat setidaknya 120 lapak yang menjual BBM bersubsidi eceran tanpa mendapat tindakan hukum dari pemerintah atau pihak keamanan. Melalui wawancara, peneliti mengidentifikasi bahwa pengabaian oleh pihak penegak hukum menjadi alasan utama dalam kasus ini. Namun, pengabaian tersebut tampaknya memiliki pembenaran sosial dan ekonomi, terutama karena jumlah SPBU yang terbatas dan latar belakang penjual BBM eceran yang sebagian besar berasal dari masyarakat kelas bawah di Balangan. Dengan menjual BBM bersubsidi eceran, masyarakat yang mayoritas merupakan penyadap karet miskin dapat memperoleh sedikit uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus membantu pembeli yang enggan menempuh jarak jauh ke SPBU terdekat. Situasi ini menciptakan dilema sosial yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan penegakan hukum, melainkan memerlukan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇