IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penyuluhan Islam Terhadap Penerapan Pola Asuh Islami Orang Tua pada Bina Keluarga Balita (BKB) Mawar
Penyuluhan Islam adalah kegiatan pembelajaran kepada individu atau
kelompok yang didalamnya memberikan informasi seputar keislaman untuk
meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dalam menghadapi segala problematika
hidup dengan selalu berpegang pada Al-Qur’an dan Sunah sehingga terbentuk
hidup yang sesuai cara pandang Islam. Salah satu informasi yang bisa disampaikan
dalam penyuluhan Islam adalah pola asuh islami. Pola asuh merupakan fokus
materi yang disampaikan pada pada setiap program Bina Keluarga Balita (BKB)
yang dibentuk. Biasanya materi penyuluhan pola asuh dijelaskan secara umum,
namun pada Bina Keluarga Balita (BKB) Mawar terdapat materi penyuluhan pola
asuh dikaitkan dengan pola asuh menurut Islam, sehingga materi penyuluhan pola
asuh berubah menjadi materi pola asuh islami. perubahan materi ini merupakan
inisiatif penyuluh yang di dukung dengan latar belakang beliau yang agamais dan
lulusan FDK (Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, sekarang FDIK) UIN
Antasari Banjarmasin dan pengamatan selama 12 tahun bertugas sebagai penyuluh
KB.
Metode penelitian yang digunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis
penelitian Field Research (penelitian lapangan). Teknik pengumpulan berupa
angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji
statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis
inferensial dengan menggunakan uji regresi linear sederhana dan uji koefisien
determinasi (R²) dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil uji validitas menunjukkan
terdapat 45 item valid dan 3 item tidak valid. Sedangkan hasil uji reliabilitas
variabel X dan Y menggunakan Croncbach’s Alpha sebesar 0,815 dan 0,919 yang
menunjukkan instrumen penelitian reliabel.
Hasil uji regresi linear sederhana diperoleh persamaan Y = 78,964 + 1,438,
nilai t-hitung 3,146 dan nilai signifikansi 0,003. Sedangkan hasil uji koefisien
determinasi (R²) diperoleh sebesar 0,191 atau 19% atau lemah dan nilai korelasi (R)
sebesar 0,441 atau lemah. Maka, dapat ditarik kesimpulan bahwa penyuluhan
terdapat pengaruh kuat dan positif namun lemah sebagai variabel independen dalam
memengaruhi penerapan pola asuh islami orang tua pada Bina Keluarga Balita
(BKB) Mawa
Studi Komparatif Nikah Misyar dalam Hukum Islam dan Hukum Positif (Analisis Terhadap Pemenuhan Rukun dan Syarat Nikah)
Nikah misyar merupakan bentuk perkawinan yang secara praktik berbeda
dari konsep perkawinan pada umumnya, karena adanya kesepakatan antara
suami dan istri untuk melepaskan sebagian hak, khususnya terkait nafkah
dan tempat tinggal. Perbedaan konstruksi hukum antara hukum Islam dan
hukum positif menimbulkan perbedaan penilaian terhadap keabsahan nikah
misyar.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan
pendekatan komparatif, yakni mengkaji bahan hukum primer dan sekunder
melalui studi kepustakaan untuk memperoleh pemahaman mendalam
mengenai pengaturan hukum positif. Pendekatan ini bertujuan untuk
membandingkan, sehingga dapat ditemukan persamaan, perbedaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nikah misyar dalam hukum Islam dapat
dinilai sah apabila rukun dan syarat perkawinan terpenuhi, meskipun
dipersoalkan dari sisi tujuan dan kemaslahatan perkawinan. Sebaliknya
dalam hukum Positif Indonesia, nikah misyar tidak diakui karena tidak
memenuhi prinsip ikatan lahir batin serta pemenuhan hak dan kewajiban
suami istri secara utuh. Perbedaan ini menunjukkan adanya perbedaan
paradigma antara hukum Islam dan hukum positif dalam memaknai
perkawinan
Dakwah Islam Budaya Lokal Melalui Syair Madihin Banjar Oleh Grup John Tralala
Perkembangan dakwah Islam di era modern menghadapi tantangan dalam menjangkau
masyarakat yang beragam latar belakang sosial dan budaya, sehingga pendekatan dakwah
konvensional dinilai kurang efektif, khususnya bagi generasi muda. Oleh karena itu,
dakwah berbasis budaya lokal menjadi strategi yang relevan, salah satunya melalui
kesenian madihin Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan dakwah
Islam berbasis budaya lokal melalui syair madihin yang dibawakan oleh Grup John Tralala,
menganalisis strategi dakwah yang diterapkan, serta mengidentifikasi nilai-nilai Islam yang
terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan
teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Grup John Tralala menerapkan strategi dakwah persuasif melalui
pengemasan syair madihin yang komunikatif, humoris, dan menggunakan bahasa Banjar
sebagai identitas budaya lokal, dengan nilai-nilai Islam meliputi aspek akidah, syariah, dan
akhlak yang disampaikan secara kontekstual. Pendekatan dakwah melalui madihin terbukti
efektif dalam menarik perhatian masyarakat, mempermudah penerimaan pesan keislaman,
serta berkontribusi pada pelestarian budaya Banjar di tengah perkembangan zama
Strategi Personal Branding Ustadz Ilham Humaidi di Instagram
Personal branding telah menjadi faktor penting dalam membangun citra diri seseorang di era
digital. Dalam konteks dakwah, seorang dai tidak hanya perlu memiliki pemahaman agama yang
kuat, tetapi juga kemampuan untuk mengelola citra dan pesan yang disampaikan kepada publik.
Ustadz Ilham Humaidi, seorang dai muda asal Kalimantan Selatan, memanfaatkan media sosial,
khususnya Instagram, untuk membangun personal branding yang kuat sebagai tokoh agama yang
relevan dengan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana strategi personal
branding Ustadz Ilham Humaidi di Instagram berperan dalam memperluas jangkauan dakwah dan
membentuk citra positif sebagai pendakwah yang santun, profesional, dan komunikatif. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi personal branding yang
diterapkan oleh Ustadz Ilham Humaidi melalui Instagram dalam konteks dakwah digital. Penelitian
ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana strategi tersebut membentuk citra publik yang relevan
dengan kebutuhan dan karakter audiens masa kini, khususnya generasi muda. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan Ustadz Ilham Humaidi, tim media yang
mengelola akun Instagram beliau, serta beberapa pengikut akun Instagram @khodimukumhumaed.
Observasi dilakukan terhadap konten yang diposting di akun tersebut dan interaksi yang terjadi di
media sosial. Data sekunder juga dikumpulkan dari berbagai sumber tertulis dan digital yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi personal branding Ustadz Ilham Humaidi di Instagram
meliputi beberapa elemen utama. Pertama, beliau dan tim media mengelola citra visual yang
konsisten, menggunakan warna-warna lembut dan gambar yang mencerminkan kesederhanaan dan
kedalaman ilmu. Kedua, pesan dakwah yang disampaikan di Instagram relevan dengan kebutuhan
audiens, terutama generasi muda, dan disampaikan dengan cara yang santun, bijaksana, namun tetap
kuat dalam prinsip. Ketiga, interaksi langsung dengan audiens melalui komentar dan pesan pribadi
memperkuat kedekatan emosional dengan pengikutnya. Melalui pendekatan ini, Ustadz Ilham
berhasil membangun citra sebagai dai muda yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga mudah
diterima oleh masyarakat, khususnya kalangan muda yang aktif di media sosial. Keberhasilan ini
menandakan bahwa personal branding yang dibangun secara sadar dan terencana melalui media
sosial dapat memberikan dampak positif dalam penyampaian pesan dakwah yang efektif dan relevan
Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 6 Tahun 2013 tentang Kebersihan dan Keindahan di Kecamatan Mandastana
Lahirnya perda dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan penyediaan
penerangan jalan yang memadai guna menjamin keselamatan, keamanan, serta
kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas pada malam hari. Namun dalam
praktiknya, masih ditemukan sejumlah ruas jalan yang belum dilengkapi
Penerangan Jalan Umum (PJU), sehingga menimbulkan potensi kecelakaan lalu
lintas dan kerawanan tindak kriminalitas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data
terdiri atas informan dari instansi terkait serta data sekunder berupa peraturan
perundang-undangan dan dokumen pendukung lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pelaksanaan Peraturan
Daerah tersebut masih belum sepenuhnya optimal, meskipun pemerintah daerah
telah melakukan beberapa langkah, antara lain pendataan kebutuhan titik lampu,
pemasangan lampu penerangan jalan secara bertahap, serta pemeliharaan rutin pada
lampu yang mengalami kerusakan. Faktor pendukung implementasi terdiri atas
komitmen pemerintah daerah, dukungan masyarakat, serta adanya alokasi anggaran
meskipun terbatas. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran,
cakupan wilayah yang luas, kerusakan teknis pada jaringan listrik, serta kurangnya
kesadaran masyarakat dalam memelihara fasilitas publik. Upaya yang ditempuh
untuk mengatasi hambatan tersebut dilakukan melalui penetapan prioritas pada titik
rawan kecelakaan dan kawasan padat aktivitas, koordinasi dengan pihak terkait,
pemeliharaan berkala, penganggaran bertahap, serta peningkatan partisipasi
masyarakat. Dengan demikian, implementasi Peraturan Daerah membutuhkan
perencanaan berkelanjutan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta dukungan
anggaran yang memadai agar tujuan peningkatan keselamatan dan kenyamanan
masyarakat dapat tercapai
Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Daya Ingat Belajar Pada Siswa Kelas 11 di Man 2 Hulu Sungai Tengah
Daya ingat belajar merupakan salah satu faktor penting yang menunjang
keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Rendahnya daya ingat belajar dapat
berdampak pada kesulitan memahami materi, menurunnya hasil belajar, serta
rendahnya kepercayaan diri siswa dalam kegiatan akademik. Berdasarkan hasil
observasi awal dan wawancara dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta
guru mata pelajaran di MAN 2 Hulu Sungai Tengah (HST), ditemukan bahwa
sebagian siswa kelas XI masih mengalami kesulitan dalam mengingat materi
pelajaran dan instruksi pembelajaran. iperlukan upaya layanan yang sistematis
untuk membantu meningkatkan daya ingat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok serta metode yang
digunakan dalam meningkatDkan daya ingat belajar siswa kelas XI di MAN 2 Hulu
Sungai Tengah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis
penelitian lapangan. Subjek penelitian meliputi guru BK dan siswa kelas XI, objek
penelitian adalah layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan daya ingat
belajar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan
kelompok dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pembentukan, peralihan,
kegiatan, dan pengakhiran dengan memanfaatkan dinamika kelompok secara
optimal.
Metode yang digunakan dalam bimbingan kelompok meliputi diskusi
kelompok, pemberian informasi, dan latihan-latihan sederhana yang berkaitan
dengan strategi meningkatkan daya ingat. Layanan ini terbukti membantu siswa
dalam memahami cara belajar yang lebih efektif, meningkatkan konsentrasi, serta
memperkuat daya ingat belajar. Layanan bimbingan kelompok memiliki peran
penting dalam mendukung perkembangan akademik sisw
Pesan Dakwah Habib Husein Ja'far Al Hadar dalam Segmen Klinik Ramadan 2022 Channel Youtube TonightShowNet
Perkembangan teknologi digital telah mentransformasi penyebaran nilai
keagamaan melalui platform seperti YouTube, dengan segmen Klinik Ramadan di
channel
TonightShowNet pada 2022 sebagai inovasi dakwah yang
menggabungkan hiburan dan substansi keagamaan. Penelitian ini bertujuan
mendeskripsikan pesan dakwah Habib Husein Ja'far Al Hadar serta
mengidentifikasi pesan dominan dalam sembilan episode.
Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan,
sumber data primer adalah video episode, sedangkan sekunder berupa dokumen
dan literatur. Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi, data online, dan
observasi, dianalisis melalui model Miles and Huberman. Pesan dakwah
dikategorikan ke dalam akidah, syariah, dan akhlak.
Hasil menunjukkan pesan dakwah terintegrasi dalam tiga kategori.
Akidah mencakup tujuan puasa, pertanggungjawaban akhirat, takdir-ikhtiar, dan
makna Allahu Akbar. Syariah meliputi hukum puasa, hubungan suami istri, etika
berpakaian, luqathah, dan sujud sahwi. Akhlak dominan di seluruh episode,
dengan topik seperti pengendalian lisan, etika media sosial, pendidikan anak,
empati, sedekah, amanah, introspeksi, tolong-menolong universal, dan
memaafkan. Dominasi akhlak disebabkan relevansinya dengan tantangan moral
generasi muda di era digital, pendekatan dakwah humanis-inklusif, serta
kesesuaian dengan misi Rasulullah SAW, sambil menjaga keseimbangan dengan
akidah dan syariah
Analisis Aktivitas Preventive dan Curative Guru Rumpun PAI Terhadap Perbuatan Bullying di MTs Sabilarrosyyad dan MTs Izharil Ulum kabupaten Banjar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya tindakan bullying di lingkungan madrasah yang berdampak pada perkembangan psikologis, sosial, dan moral peserta didik. Guru rumpun PAI memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai figur pembina karakter melalui aktivitas pendidikan yang bersifat Preventive dan Curative. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada: (1) bagaimana aktivitas Preventive yang dilakukan guru rumpun PAI dalam mencegah terjadinya bullying, (2) bagaimana aktivitas Curative yang dilakukan guru rumpun PAI dalam menangani kasus bullying, dan (3) bagaimana peran pedagogis, religius, dan sosial guru rumpun PAI dalam menghadapi serta menanggulangi perbuatan bullying di MTs Sabilarrosyad dan MTs Izharil Ulum Kabupaten Banjar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (Field Research) Subjek dari penelitian ini meliputi guru rumpun PAI, kepala Madrasah, dan peserta didik. data di kumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian Data, dan Penarikan kesimpulan. Penelitian dilaksanakan tahun 2025. Sedangkan objek penelitian ini adalah Aktivitas Preventive dan Curative guru rumpun PAI terhadap perbuatan Bullying.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas Preventive guru rumpun PAI dalam mencegah Bullying dilakukan melalui penanaman nilai religius dan akhlak mulia dalam pembelajaran, keteladanan sikap, pembiasaan sikap saling menghargai. penguatan disiplin, memiliki karakter positif, serta penciptaan iklim madrasah yang humanis dan inklusif. Sementara itu, aktivitas Curative dilaksanakan melalui pendekatan konseling mediasi antara pelaku dan korban, pemberian sanksi edukatif dan profesional, serta adanya kerja sama dengan wali murid dan pihak madrasah, faktor pendukung pelaksanaan aktivitas tersebut antara lain budaya sekolah yang religius, kerja sama antar pendidik, serta dukungan kebijakan madrasah. Adapun faktor penghambatnya meliputi pengaruh lingkungan pergaulan, dan kurangnya kontrol diri sebagai siswa
Dinamika Ajaran Tasawuf di Pondok Pesantren Kota Banjarmasin
Penelitian ini mengkaji dinamika dan manifestasi tasawuf di pondok
pesantren Kota Banjarmasin dengan menggunakan pendekatan kualitatif
fenomenologis. Fokus utama penelitian ini adalah mengungkap bagaimana tasawuf
dihadirkan, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan pesantren, khususnya pada
pesantren dengan tipologi salaf, khalaf (modern), dan gabungan, meskipun dalam
praktiknya tasawuf tidak diajarkan secara formal sebagai mata pelajaran atau
melalui kitab-kitab tasawuf klasik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pondok pesantren yang
diteliti secara eksplisit menyatakan tidak mengajarkan tasawuf, dengan alasan
bahwa tasawuf dianggap sebagai ilmu yang tinggi dan belum sesuai dengan tingkat
pemahaman santri. Namun demikian, penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai
dan praktik tasawuf tetap hadir secara implisit dalam kehidupan pesantren melalui
pembinaan akhlak, adab terhadap guru, pembiasaan ibadah, kedisiplinan,
keteladanan pengasuh, serta kultur religius yang membentuk kesadaran spiritual
santri. Tasawuf dalam konteks ini tidak tampil sebagai disiplin keilmuan formal,
melainkan sebagai praksis hidup yang terinternalisasi dalam sistem pendidikan dan
keseharian pesantren.
Melalui analisis fenomenologis, penelitian ini menyimpulkan bahwa
pesantren di Kota Banjarmasin mengembangkan suatu bentuk "tasawuf implisit"
yaitu tasawuf yang tidak disebutkan secara terminologis, tetapi dijalankan melalui
nilai, sikap, dan pola kehidupan religius. Temuan ini menunjukkan bahwa tasawuf
di pesantren tidak selalu bergantung pada pengajaran kitab tasawuf atau praktik
tarekat secara formal, melainkan dapat hidup dan berfungsi sebagai ruh pendidikan
dalam pembentukan karakter dan spiritualitas santri.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan
studi tasawuf kontemporer, khususnya dalam konteks pendidikan pesantren, serta
memperkaya wacana tentang hubungan antara tasawuf, akhlak, dan praktik
pendidikan Islam di Indonesi
تحليل كتاب النحو الواضح بناءً على نظرية اكتساب اللغة الثانية لرود إليس = Analisis Kitab Nahwu Wadhih dengan Persfektif Pemerolehan Bahasa Kedua Menurut Rod Ellis
يُعَدّ تعليمُ اللغةِ العربيةِ كلغةٍ ثانيةٍ أمرًا مهمًّا، بسببِ المكانةِ الكبيرةِ التي تحتلّها اللغةُ العربيةُ على المستوى الدولي. ولأجلِ دعمِ تعلّمِ اللغةِ العربيةِ في إندونيسيا، استُخدمت كتبٌ تعليميةٌ متعدّدة، سواءٌ كانت محلّيةً أم غيرَ محلّية، بهدفِ توفيرِ وسائلَ تعلّمٍ فعّالة. ويظهرُ ذلك بوضوحٍ في استخدامِ كتاب النحو الواضح الذي يُعدّ من أكثرِ الكتبِ انتشارًا في المؤسّساتِ التعليميةِ الإسلامية. وعلى الرغم من أنّ كتاب النحو الواضح معروفٌ بتنظيمِه الواضح وسهولةِ دراستِه، فإنّ الدراساتِ التي تبحثُ في مدى توافقِه مع نظرياتِ اكتسابِ اللغةِ الثانيةِ الحديثة، وبخاصّةٍ نظريةِ رود إليس، ما تزال قليلة. لذلك تهدفُ هذه الدراسةُ إلى تحليلِ طريقةِ عرضِ المادّةِ التعليميةِ والأنشطةِ في كتاب النحو الواضح في ضوءِ نظريةِ اكتسابِ اللغةِ الثانيةِ لرود إليس.
وتعتمدُ هذا البحث على منهجِ الدراسةِ المكتبيةِ باستخدامِ المنهجِ الوصفيِّ النوعي، مع الاستفادةِ من أسلوبِ تحليلِ المحتوى. وتشملُ بياناتُ البحثِ تقديم المحتوى وأنشطةَ التمرينات في كتاب النحو الواضح، والتي تمّ اختيارُها بناءً على فئاتٍ رئيسةٍ محدَّدة. أمّا تحليلُ البياناتِ فتمّ عبر مراحلَ متسلسلةٍ، وهي: تحديدُ الوحدات، ثمّ الترميز، فالتصنيف، وأخيرًا التفسير، وذلك بالاعتمادِ على خططِ العمل (Work Plans) وعشرةِ مبادئَ رئيسةٍ قدّمها إليس.
تُبيِّن نتائجُ البحث أنَّ عرضَ المواد في كتاب النحو الواضح يمثِّل بوجهٍ عام منهجًا تعليميًّا قائمًا على التعلُّم الضمني، دون إغفال أهمية التعلُّم الصريح والمقصود من خلال شرح القواعد النحوية شرحًا منظَّمًا. ويُظهر ذلك هيمنةَ الجانب المعرفي (knowledge-oriented) في تقديم المادة التعليمية. أمّا الأنشطة الواردة في الكتاب، فتدلّ على أن المدخلات اللغوية المقدَّمة يغلب عليها الطابع غير التفاعلي، كما أن محفِّزات إنتاج اللغة تعتمد في الغالب على التلاعب بالنصوص، في حين ما تزال فرصُ المتعلّمين في استكشاف إنتاج نصوصٍ مستقلّة وموسَّعة محدودة. ويشير هذا الأمر إلى وجود دعمٍ للجانب التطبيقي (use-oriented)، غير أنّه ما يزال دعمًا محدودًا. ومع ذلك، فإذا رُوعيت طرائقُ التدريس التي يوجِّه إليها مؤلِّف الكتاب، فإن محدودية الأنشطة التواصلية بين المتعلمين، وقلةَ المدخلات اللغوية ذات المعنى في سياق استعمال اللغة، يُمكن معالجتها، بما يسهم في دعم عملية اكتساب اللغة بصورةٍ أكثر فاعلية