IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Konsep Fana Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari dalam Perspektif Psikologi Integral Ken Wilber

    Get PDF
    Konsep fana merupakan salah satu inti ajaran tasawuf yang menggambarkan proses transendensi ego menuju penyatuan eksistensial dengan Tuhan. Dalam khazanah Islam Nusantara, gagasan ini memperoleh bentuk yang khas melalui karya Syekh Muhammad Nafis al-Banjari dalam kitab al-Durr al-Nafis. Kitab tersebut menjelaskan tiga tingkatan fana: fana af‘al, fana sifat, dan fana dzat, yang secara sistematis menguraikan perjalanan ruhani seorang salik dari kesadaran perbuatan hingga peniadaan total diri di hadapan Allah. Namun, kajian akademik terhadap fana selama ini masih dominan dalam ranah teologi, filsafat, dan filologi sufistik. Sementara itu, perspektif psikologi modern, khususnya psikologi integral, belum banyak digunakan untuk membaca ulang konsep ini. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini berupaya menjembatani kesenjangan antara tradisi sufistik dan teori kesadaran kontemporer. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis konsep fana menurut Syekh Muhammad Nafis al-Banjari serta mengintegrasikannya dengan kerangka psikologi integral Ken Wilber. Secara khusus, penelitian ini hendak mengidentifikasi korelasi antara tingkatan fana dengan spektrum kesadaran transpersonal, serta menempatkan ajaran al-Durr al-Nafis dalam dialog lintas-disiplin yang lebih luas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan model hermeneutika integral. Teks klasik al-Durr al-Nafis dianalisis melalui kerangka AQAL (All Quadrants, All Levels, All Lines, All States, All Types) Ken Wilber, sehingga pembacaan tidak hanya bersifat tekstual, tetapi juga intersubjektif, kultural, dan multidimensi. Analisis dilakukan dengan memetakan ajaran fana dalam tiga tahapannya ke dalam level-level kesadaran Wilber, mulai dari vision-logic hingga nondual. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesepadanan antara tiga tingkatan fana dengan tahapan kesadaran transpersonal. Fana af‘al dapat dipadankan dengan kesadaran vision-logic yang melampaui ego rasional; fana sifat paralel dengan tahap subtle yang menyingkap realitas batiniah dan simbolik; sedangkan fana dzat berhubungan dengan kesadaran nondual, yakni kondisi kesatuan mutlak tanpa dualitas subjek-objek. Integrasi ini menegaskan bahwa pengalaman mistik Islam memiliki relevansi teoretis dengan perkembangan kesadaran manusia dalam perspektif psikologi modern. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Integrasi antara konsep fana dan psikologi integral Wilber mengukuhkan bahwa pengalaman mistik dalam Islam dapat dijelaskan secara rasional dan sistematik tanpa kehilangan kedalaman spiritualnya. Tradisi sufistik yang terwujud dalam karya Syekh Muhammad Nafis terbukti memiliki struktur psikospiritual yang tidak hanya relevan dalam konteks religius tradisional, tetapi juga sejalan dengan perkembangan teori kesadaran kontemporer

    Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Menggunakan Analisis DuPont System (Studi pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya perkembangan pesat perbankan syariah di Indonesia memunculkan persaingan yang ketat, terutama antara PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sebagai pelopor bank syariah dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk sebagai entitas baru hasil merger. Evaluasi kinerja keuangan menjadi penting untuk menilai efektivitas strategi dan daya saing masing-masing bank. Penelitian ini menggunakan Metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data yang dianalisis adalah laporan keuangan tahun 2021–2024 dari kedua bank. Analisis dilakukan menggunakan DuPont System, yang mencakup tiga indikator utama: Net Profit Margin (NPM), Total Asset Turnover (TATO), dan Return on Investment (ROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Syariah Indonesia memiliki kinerja keuangan yang lebih unggul dengan tren NPM dan ROI yang meningkat serta TATO yang stabil. Sebaliknya, Bank Muamalat menunjukkan kinerja yang fluktuatif dengan TATO stagnan dan ROI rendah. Temuan ini penting bagi pengambil keputusan dalam meningkatkan kinerja dan daya saing bank syariah

    Studi Kafa‟ah terhadap Pernikahan Eksogami pada Generasi Z Keluarga Alawiyyin Perspektif Sosiologi Hukum

    Get PDF
    Ada pertentangan keras terhadap pernikahan eksogami di sebagian anggota komunital Alawiyyin. Namun, faktanya tetap saja ada pernikahan eksogami ini, termasuk di kalangan generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi kafa‘ah terhadap pernikahan eksogami pada Generasi Z Keluarga Alawiyyin serta melihat bagaimana sebenarnya pernikahan eksogami pada Generasi Z Keluarga Alawiyyin dalam perspektif sosiologi hukum. Tesis ini berjenis empiris dengan key informan sebanyak 10 orang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi hukum. Bahan hukum yang digunakan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam (KHI), dan Kitab al-Qawanin al-Syar‟iyyah li Ahl al Majalis al-Hukumiyyah wa al-Ifta‟iyyah karya Sayyid Utsman Betawi. Adapun wawancara dilakukan dengan 10 informaan dari keluarga syarifah berumur antara 22 s.d. 28 tahun yang tinggal di Martapura dan Banjarmasin. Pernikahan eksogami Keluarga Alawiyyin dapat dianalisis dari tiga sistem hukum. Dalam hukum Islam, jumhur Hanafi, Syafi‘i, dan Hambali memandang kafa‘ah nasab sebagai syarat luzum (kepatutan) dan bukannya syarat sah sehingga pernikahan eksogami tetap sah namun dapat difasakh. Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan KHI hanya mengakui kafa‘ah agama dan mengesahkan pernikahan eksogami tanpa mempertimbangkan nasab. Dalam hukum adat keluarga Alawiyyin, sebagian ulama Alawiyyin mewajibkan kafa‘ah nasab dan mengharamkan pernikahan eksogami antara syarifah dengan non sayyid, namun larangan ini sejatinya bukan hukum syariat yang sifatnya mutlak melainkan merupakan produk ijtihad yang didasarkan pada qiyas, adat („urf), serta upaya menjaga nasab (hifz al-nasab) dalam maqashid syariah. Dalam hal ini, larangan pernikahan eksogami lebih bersifat adat dengan konsekuensi sosial bagi pelanggarnya. Pernikahan eksogami generasi Z keluarga Alawiyyin dalam perspektif sosiologi hukum menunjukkan bahwa penerapan hukum bisa bervariasi di kelompok masyarakat yang berbeda. Bertolak dari teori solidaritas sosial Emile Durkheim, pada masyarakat mekanik seperti di Martapura, pernikahan eksogami Generasi Z Keluarga Alawiyyin akan menimbulkan hukuman represif seperti penolakan, tekanan psikologis, hingga marginalisasi dari keluarga besar. Sebaliknya, pada masyarakat organik seperti di Banjarmasin, pernikahan eksogami generasi Z Keluarga Alawiyyin tidak lagi menimbulkan konsekuensi sosial yang signifika

    Peran Guru Mata Pelajaran Rumpun PAI dalam Pembentukan Perilaku Altruistik di MTsN 1, MTsN 6, dan MTsN 12 Hulu Sungai Tengah

    Get PDF
    Rendahnya perilaku sosial di kalangan peserta didik menjadi persoalan yang semakin nyata di tengah kehidupan sekolah yang cenderung individualistik. Selain itu, minimnya peran guru dalam menanamkan nilai sosial serta kurangnya pemahaman peserta didik terhadap makna perilaku altruistik menjadikan pembentukan karakter ini belum optimal. Perilaku altruistik sebagai bentuk kepedulian dan kepekaan sosial seharusnya sudah dapat ditumbuhkan melalui tindakan sederhana yang dimulai dari lingkungan sekolah. Pada persoalan ini, peran guru rumpun Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi sangat penting dalam upaya pembentukan perilaku altruistik ke dalam kehidupan peserta didik secara lebih menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan (field research) yang dilakukan di MTsN 1, MTsN 6, dan MTsN 12 Hulu Sungai Tengah. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap guru rumpun PAI dan peserta didik. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan secara mendalam tentang peran guru rumpun PAI dalam membentuk perilaku altruistik peserta didik di lingkungan sekolah serta perilaku altruistik yang muncul pada diri peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku altruistik peserta didik. Peran ini dijalankan dalam beberapa dimensi, yakni sebagai pendidik yang menyampaikan nilai sosial dan keislaman, fasilitator yang menyediakan ruang pembelajaran bernilai sosial, motivator yang membangkitkan semangat untuk peduli, teladan dalam perilaku sehari-hari, serta evaluator yang memantau perkembangan perilaku peserta didik. Bentuk konkret peran tersebut tampak dalam kegiatan seperti diskusi nilai sosial, penceritaan kisah tokoh teladan, penguatan nilai dengan Al-Qur’an dan Hadis, serta keterlibatan langsung guru dalam aksi sosial. Keseluruhan peran ini menunjukkan bahwa pembentukan perilaku altruistik tidak hanya dilakukan secara teoritis, tetapi juga terintegrasi dalam praktik pembelajaran dan pembiasaan. Guru menjadi agen utama dalam menumbuhkan karakter empati, peduli, dan suka menolong yang dapat diamalkan peserta didik dalam kehidupan nyata

    Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Teman Sebaya, Dan Religious Culture Terhadap Pencegahan Perilaku Bullying Santri Pondok Pesantren Di Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Perilaku bullying bisa terjadi kapan pun dan dimana pun, tidak menutup kemungkinan terjadi di dunia pendidikan termasuk di sebuah lembaga yang dipimpin oleh kepala sekolah, teman sebaya yang berada di sekitarnya dan memiliki budaya keagamaan yang kuat yaitu pondok pesantren. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya perilaku bullying santri yang terjadi di tiga pondok pesantren yang ada di Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, teman sebaya dan religious culture terhadap pencegahan perilaku bullying santri pondok pesantren baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 269 santri dari tiga pondok pesantren, dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, lalu dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap pencegahan perilaku bullying santri dengan nilai signifikansi 0,036<0,05. Religious culture juga berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,000<0,05. Sementara itu, Teman Sebaya tidak berpengaruh signifikan terhadap pencegahan perilaku bullying dengan nilai signifikansi 0,087>0,05. Kemudian setelah dilakukan Uji F untuk menguji ketiga variabel independen terhadap variabel dependen dapat di ambil kesimpulan bahwa ketiga variabel indipenden tersebut berpengaruh signifikan terhadap pencegahan perilaku bullying santri pondok pesantren karena nilai signifikansi variabel independen 0,000 yang berarti lebih kecil dari nilai signifikan yang ditentukan yaitu 0,001. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,180 menunjukkan bahwa 18 % variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah, Teman Sebaya, dan budaya keagamaan bersama-sama memberikan kontribusi sedang terhadap pencegahan perilaku bullying santri pondok pesantren dan 82 % dapat dijelaskan oleh faktor lain yang mempengaruhiny

    Deskripsi Diri Narapidana Gay di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin

    Get PDF
    Individu dengan orientasi seksual minoritas seperti narapidana gay kerap mengalami tekanan psikologis ganda akibat stigma sosial, penolakan identitas, serta lingkungan lembaga pemasyarakatan yang cenderung maskulin dan represif. Kondisi tersebut berpotensi membentuk citra diri negatif, penolakan terhadap diri, serta konflik internal yang memengaruhi cara individu memaknai keberadaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan deskripsi diri narapidana gay di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin, dengan fokus pada aspek citra diri, ideal self, dan self-worth, serta faktor-faktor yang memengaruhi pembentukannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal. Subjek penelitian adalah seorang narapidana laki-laki dengan orientasi homoseksual yang sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Pendekatan ini dipilih untuk menggali secara mendalam pengalaman subjektif subjek dalam menggambarkan dirinya, serta dinamika psikologis yang menyertainya di tengah tekanan sosial dan lingkungan yang terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki deskripsi diri yang dinamis, dengan citra diri awal yang negatif karena perasaan bersalah, penolakan, dan ketidakpercayaan diri. Namun, melalui proses refleksi diri dan dukungan pengobatan, subjek mulai membentuk citra diri yang lebih positif dan ideal, yakni sebagai pribadi yang sehat, bertanggung jawab, dan diterima secara sosial. Nilai diri (self-worth) subjek pun mulai tumbuh, ditandai dengan upaya merawat diri dan berpikir lebih optimis terhadap masa depan. Faktor-faktor pembentuk deskripsi diri subjek meliputi pengalaman masa kecil yang kurang afeksi, keterpaparan pornografi homoseksual sejak dini, pengalaman seksual awal dengan sesama jenis, serta pengaruh lingkungan sosial dan kebutuhan akan penerimaan

    تطوير المواد التعليمية لمهارة الكلام من خلال كتاب دروس اللغة العربيّة لطلاب الصفّ الأوّل للمرحلة المتوسطة بمعهد دار الهجرة مرتافورا = Development of Speaking Skill Teaching Materials Through the Durus Al-Lughah Al-Arabiyyah Textbook for First-Grade Students of the Intermediate Level at Darul Hijrah Martapura Islamic Boarding School, South Kalimantan

    Get PDF
    This research addresses the development of speaking skill teaching materials through the Durus Al-Lughah Al-Arabiyyah textbook for first-grade students at Darul Hijrah Martapura Islamic Boarding School in South Kalimantan. The current Durus Al-Lughah textbook used is unsuitable for developing speaking skills, as its content focuses more on writing and reading skills. This prompts the teacher to teach using a traditional method of reading and translation, and the speaking practice activities in it are very few, which leads to weak opportunities for students to practice the language orally. The aim of this research is to determine how to develop these teaching materials, measure their validity, and determine their effectiveness in improving students' speaking skills through the Durus Al-Lughah Al-Arabiyyah textbook. The researcher uses the Research and Development (R&D) methodology following a modified Borg & Gall model. Data was collected through interviews, document studies, questionnaires, and pre-test and post-test, and analyzed using both qualitative and quantitative methods with the application of the t-test for measuring effectiveness. The procedure for developing the teaching materials involves several stages: needs analysis, designing the teaching materials, validation by experts, first revision, product trial, input and observations, second revision, and the developed teaching materials. The developed teaching materials are valid (suitable) for use in teaching speaking skills, as the average rating from the three content experts, the design expert, and the language expert reached 87,5%, falling within the "Excellent" category. The developed speaking skill teaching materials are effective in improving the performance of first-grade students, with the disappearance of the "Weak" category and an increase in the number of students in the "Very Good" category. The paired-samples t-test showed a statistically significant difference (t=−10.995,p<0.001), with a confidence level exceeding 99,9%, confirming the effectiveness of the developed materials in improving students' pronunciation, fluency, and vocabulary expansion

    Gambaran Kebermaknaan Kerja pada Karyawan di UMKM Babongko Mama Shomad

    Get PDF
    Kebermaknaan dalam perkerjaan sangat penting karena seorang yang memiliki nilai psikologi miliki rasa bermakna kerja yang baik akan dapat merasakan apa yang dirasakan oleh pemilik usaha karena saat seorang karaywan memiliki nilai yang baik dari diri mereka pastilah bisa merasakan perasaan orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuai Gambaran kebermaknaan kerja pada karyawan di UMKM Babongko Mama Shomad. Untuk mengetahuai. Faktor-faktor yang mendorong munculnya kebermaknaan kerja pada karyawan di UMKM Babongko Mama Shomad Metode penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitati dengan metode deskriptif, Teknik pengembilan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Repsonden 4 orang karyawan. Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gambaran kebermaknaan kerja pada karyawan di UMKM Babongko Mama Shomad selama ini menurut mereka bahwa seorang yang bekerja harusnya lebih baik dan memberikan kesenangan dari dari mereka agar tidak ada sedih dan saling membantu satu sama lain sehingga semua masalah dapat dipecahkan Bersama dengan baik. Faktor-faktor yang mendorong munculnya kebermaknaan kerja pada karyawan di UMKM Babongko Mama Shomad dilihat dari segi memandang pekerjaan mereka sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Mereka bekerja untuk menerima bayaran dan / atau manfaat untuk mendukung hobi, keluarga, atau kehidupan mereka di luar pekerjaan; lebih suka pekerjaan yang tidak mengganggu kehidupan pribadi mereka; dan tidak memiliki hubungan yang kuat dengan tempat kerja atau tugas pekerjaan mereka. Bagi mereka, pekerjaan berfungsi sebagai kebutuhan dasar dalam kehidupan

    Praktik Pendidikan Islam dalam Pembinaan Akhlak Peserta Didik Di SMAN 1 Rantau dan SMAN 1 Tapin Selatan

    Get PDF
    Topik tentang akhlak selalu menarik untuk dibahas. Sebab akhlak dapat berfungsi sebagai sistem perilaku yang menciptakan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari. fokus penelitian berdasarkan dari latar belakang masalah yang telah diuraikan. Praktik pendidikan Islam dalam pembinaan akhlak peserta didik di SMAN 1 Rantau dan SMAN 1 Tapin Selatan, terdiri dari sub fokus penelitian sebagai berikut; tujuan, Pendekatan, Metode dan Teknik, dan hambatan serta solusinya. Jenis penelitian lapangan, dengan pendekatan kualitatif deskriptif analitik, subjek dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru PAI, wali kelas, guru BK dan peserta didik di SMAN 1 Rantau dan SMAN 1 Tapin Selatan. Objek dalam penelitian ini yaitu tujuan, pendekatan, metode dan Teknik, dan hambatan serta solusinya. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta pengolahan data menggunakan koleksi data, editing, klasifikasi dan interpretsi data dilanjutkan analisis reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik pendidikan Islam dalam pembinaan akhlak peserta didik di SMAN 1 Rantau dan SMAN 1 Tapin Selatan, dapat dilihat dari sub fokus berikut; (1) (SMAN 1 Rantau), tujuan; mengembangkan karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan meningkatkan kedisiplinan serta tanggung jawab. (SMAN 1 Tapin Selatan) adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta menumbuhkan kesadaran keislaman dalam perilaku sehari-hari; (2) (SMAN 1 Rantau) pendekatan emosional, integrasi, persuasif dan religius. (SMAN 1 Tapin Selatan) pendekatan integrasi, religius dan dialogis; (3) (SMAN 1 Rantau) metode dan Teknik, yakni metode keteladanan dengan teknik behavior modelling dan role taking, pembiasaan dengan teknik habbit formation dan classroom routines, hukuman dan hadiah dengan teknik positive reinforcement dan token economy serta kisah dengan teknik emotional appeal. (SMAN 1 Tapin Selatan) metode keteladanan dengan teknik behavior modelling dan role taking, pembiasaan dengan teknik habbit formation dan classroom routines, hukuman dan hadiah dengan teknik positive reinforcement dan token economy serta mentoring dengan teknik home visit; (4) Hambatan yang terjadi di SMAN 1 Rantau yaitu pengaruh negatif lingkungan pergaulan, dampak negatif media sosial, keluarga broken home dan orang tua sibuk bekerja, serta minimnya kesadaran disiplin dan tanggung jawab. Solusinya yaitu menjalin kedekatan emosional guru dan peserta didik, memperkuat pembiasaan dan kegiatan positif lainnya di sekolah, mengarahkan penggunaan teknologi akhlak serta melibatkan orang tua. Di SMAN 1 Tapin Selatan, hambatannya yaitu lemahnya motivasi internal siswa, pergaulan teman sebaya, keterbatasan pengawasan pendidik, latar belakang keluarga yang tidak harmonis dan kurangnya perhatian di rumah, serta lemahnya sinergi sekolah dan orang tua. Solusinya yaitu pembiasaan dan penanaman nilai secara berulang, pengawasan serta mengupayakan komunikasi yang lebih aktif dengan orang tu

    Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Praktik Jual Beli Pakaian Bekas di Pondok Modern An-Najah Cindai Alus Putri

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena jual beli pakaian bekas yang di temukan di pondok modern An-Najah, pakaian bekas yang ditemukan ataupun diambil oleh pengurus rayon yang kemudian dikumpulkan lalu dijadikan barang yang akan dilelang kepada santriwati. Hal ini masih belum jelas hukum dalam praktiknya apakah sesuai dengan hukum yang diperbolehkan dalam agama atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Jual beli pakaian bekas di Pondok Modern An-Najah. 2) Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik jual beli pakaian bekas di Pondok Modern An-Najah. Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian terletak di Banjarmasin. teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisa data melalui redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: pertama, praktik jual beli pakaian bekas di Pondok Modern An-Najah dilakukan oleh bagian kebersihan rayon dan bagian kebersihan OSPM atas pakaian yang tidak pada tempat dan waktunya, yang kemudian dikumpulkan oleh pengurus, diumumkan dan kembalikan dengan tebusan dan jika tidak diambil akan dilelang . Kedua, Di Pondok An Najah Cindai Alus, transaksi jual beli Pakaian Bekas diperbolehkan sesuai dengan Hukum Ekonomi Syaria

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇