IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Ayat-Ayat Resiliensi dalam Pemahaman Mahasiswa Program Khusus Ulama (PKU) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemahaman, implementasi, dan relevansi ayat-ayat resiliensi dalam al-Qur’an yakni sabar, tawakkal, dan optimisme dalam kehidupan mahasiswa Program Khusus Ulama (PKU) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin. Latar belakang penelitian ini berpijak pada pentingnya resiliensi sebagai kekuatan mental dan spiritual dalam menghadapi tantangan akademik dan sosial yang kompleks di era kontemporer. Meskipun mahasiswa PKU mendapatkan pembinaan keislaman secara intensif, belum banyak diketahui bagaimana nilai-nilai resiliensi Qur’ani mereka pahami dan praktikkan secara nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam informan mahasiswa PKU. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola pemaknaan, bentuk implementasi, dan persepsi relevansi nilai-nilai resiliensi yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PKU memahami ayat-ayat resiliensi secara kontekstual dan spiritual. Nilai sabar diterapkan dalam menghadapi tekanan akademik dan relasi sosial, tawakkal dipraktikkan setelah usaha maksimal dalam situasi yang tidak pasti, sedangkan optimisme menjadi sumber daya mental dalam menghadapi kegagalan dan menjaga semangat hidup. Ketiga nilai tersebut membentuk pola resiliensi yang saling terkait. Para informan juga menilai bahwa ayat-ayat resiliensi sangat relevan dalam menghadapi dinamika kehidupan kontemporer, termasuk tekanan emosional, tantangan teknologi, dan ekspektasi sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa resiliensi Qur’ani bukan sekadar konsep teologis, melainkan telah menjadi fondasi praktik kehidupan yang membentuk ketahanan spiritual, psikologis, dan sosial mahasiswa PKU secara terpadu

    Pengaruh Kematangan Suami Istri dalam Membina Keluarga yang Harmonis (Studi Kasus di Desa Melayu Ilir Kecamatan Martapura Timur Kabupaten banjar)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa keluarga harmonis merupakan dambaan setiap pasangan, namun pencapaiannya tidak mudah. Salah satu faktor penting yang mendukung terwujudnya keluarga harmonis adalah kematangan suami-istri dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya, baik secara emosional, spiritual, intelektual, maupun sosial. Kematangan ini sangat berperan dalam pengambilan keputusan, mengelola konflik, dan membangun komunikasi yang sehat dalam rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan suami-istri terhadap keharmonisan keluarga serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya di Desa Melayu Ilir. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian hukum empiris melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap sepuluh pasangan suami-istri sebagai subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan dengan tingkat kematangan tinggi lebih mampu membina hubungan yang stabil dan penuh kasih. Faktor-faktor seperti usia pernikahan, pendidikan, pengalaman hidup, lingkungan, dan religiusitas turut memengaruhi kematangan tersebut. Sebaliknya, kurangnya komunikasi dan pemaksaan kehendak menjadi penyebab utama ketidakharmonisan

    Strategi Pengembangan Usaha Jual Beli Perlengkapan Alat Jahit Pakaian di Toko Asia Kuala Kapuas

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya persaingan dalam sektor perdagangan, khususnya pada usaha penjualan perlengkapan alat jahit di Toko Asia. Persaingan yang semakin ketat menyebabkan fluktuasi permintaan pasar dan omzet penjualan, karena konsumen memiliki banyak pilihan produk substitusi dari usaha sejenis. Kondisi ini mendorong Toko Asia untuk menyusun strategi pengembangan usaha agar tetap mampu bertahan dan bersaing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi Toko Asia serta merumuskan strategi yang tepat dalam mengembangkan usahanya melalui analisis SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi Toko Asia berada di kuadran I, yang menunjukkan posisi perusahaan memiliki kekuatan dan peluang yang besar. Posisi ini mencerminkan kondisi yang mendukung penerapan strategi agresif untuk memperluas dan mengembangkan usaha. Strategi yang bisa diterapkan meliputi memaksimalkan lokasi strategis dan citra terpercaya untuk menarik konsumen jahit lokal, menyediakan produk variatif dan promo untuk menarik pasar custom dan trend fashion, serta memanfaatkan harga kompetitif untuk menjangkau pelaku usaha jahit rumahan yang sedang berkembang

    Pengaruh Kepuasan,Keamanan Dan Penetapan Harga Konsumen Terhadap Keputusan Penggunaan Jasa Titip Paket

    Get PDF
    Maraknya peminat jasa titip ini dikalangan masyarakat sendiri tidak tersedia brand atau merchant yang sebenarnya banyak sekali diminati dan sistem bisnis ini penggunaanya melalui online yang jadikan bisnis sampingan ini mempunyai resiko kerugian kerusakan barang dan membuat pengguna media sosial ini sering menimbulkan masalah. Riset ini mengarah pada tujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan konsumen, keamanan dan tarip harga secara simultan dan secara parsial terhadap keputusan masyarakat Kapuas dalam penggunaan jasa titip paket. Jenis penelitian pada penelitian ini dilakukan sebagai penelitian berbasis lapangan dengan pendekatan numerik/kuantitatif. Populasi yang dijadikan subjek dalam penelitian ini yaitu masyarakat Kapuas dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kuesioner yang kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Kepuasan, rasa aman, dan tarif layanan secara simultan memiliki dampak terhadap keputusan konsumen dalam menggunakan jasa titip paket di Kabupaten Kapuas, yang ditunjukkan oleh nilai Nilai signifikansi sebesar 0,003 berada di bawah ambang batas 0,05, dan Fhitung tercatat lebih tinggi dibandingkan Ftabel (5,977 > 3,08). Secara parsial, kepuasan Mempunyai pengaruh terhadap keputusan dalam menggunakan jasa titip paket di Kabupaten Kapuas, yang dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 2,628 yang melebihi t tabel 2,03011, serta nilai signifikansi sebesar 0,012 yang lebih kecil dari 0,05. Keamanan secara parsial berpengaruh terhadap keputusan dalam menggunakan jasa titip paket di Kabupaten Kapuas, ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 2,571 yang lebih besar dari t tabel 2,03011 serta nilai signifikansi 0,002 < 0,05. Tarif harga secara parsial memberikan pengaruh terhadap keputusan penggunaan jasa titip paket di Kabupaten Kapuas, yang ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 3,527 melampaui nilai t tabel 2,03011, dengan signifikansi 0,001 yang berada di bawah batas 0,0

    Makna Rahmat dalam Ayat-Ayat Syifa’ Menurut Tafsir Shafwah Al-Tafasir Karya Ali Al-Shadbtini

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji makna rahmat dalam ayat-ayat syifâ` menurut Tafsir Shafwah Al-Tafâsîr karya Muhammad Ali Al-Shâbûni. Al-Qur'an, sebagai pedoman utama dan sumber penyembuhan (syifâ`) serta kasih sayang (rahmat)bagi orang beriman, memiliki konsep raḥmat yang sentral dalam konteks kesehatan fisik dan rohani. Urgensi penelitian ini adalah untuk memahami hubungan antara rahmat dan Syifâ` dari perspektif Al-Shâbûni, mengingat pentingnya kedua konsep tersebut dalam menjawab permasalahan kesehatan jiwa dan raga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ayat-ayat rahmat yang berkaitan dengan syifâ`, menganalisis penafsiran Al-Shâbûni terhadap kedua konsep tersebut, serta menjelaskan hubungan di antara keduanya dalam Tafsir Shafwah Al-Tafâsîr. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i). Sumber data primer adalah kitab Shafwah Al-Tafâsîr karya Muhammad Ali Al-Shâbûni, didukung oleh data sekunder dari berbagai literatur terkait. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, dengan analisis data yang bersifat deskriptif analitis untuk menyajikan temuan secara sistematis dan akurat. Hasil penelitian ini mengungkap beberapa temuan penting mengenai makna rahmat dalam konteks ayat-ayat syifâ` menurut Tafsir Shafwah Al-Tafâsîr karya Ali Al-Shâbûni. Pertama, analisis terhadap ayat-ayat Syifâ`, seperti Q.S. Al-Isrā'/17:82 dan Q.S. Yūnus/10:57, menunjukkan bahwa Al-Qur'an berfungsi sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, serta memberikan petunjuk tentang pentingnya iman dan ketundukan kepada Allah sebagai sumber penyembuhan. Kedua, dalam penafsirannya, Ali Al-Shâbûni menjelaskan bahwa rahmat dalam konteks ayat-ayat syifâ` memiliki makna yang luas, mencakup kasih sayang, belas kasih, dan kebaikan Allah kepada seluruh makhluk-Nya, baik secara umum maupun khusus. Sementara itu, kata syifâ` merujuk pada penyembuhan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup aspek spiritual dan emosional. Ketiga, Ali Al Shâbûni menggarisbawahi bahwa rahmat dan syifâ` saling terkait erat. Ia menekankan bahwa rahmat Allah tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga mencakup aspek fisik dan kesehatan, yang tercermin dalam ayat-ayat syifâ`. Rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya berfungsi tidak hanya untuk menyembuhkan penyakit fisik, tetapi juga untuk memberikan ketenangan jiwa dan kesehatan menta

    Reformulasi Hukum bagi Disparitas Putusan Perceraian Peradilan Agama Akibat Konversi Agama Salah Satu Pihak

    Get PDF
    Sebagai perwujudan dari peradilan Islam, pengadilan agama merefleksikan hukum Islam (fikih) dalam putusan-putusannya dan menjadikannya sebagai acuan pertimbangan hukum. Perbedaan pendapat para ulama fikih mengenai penerapan mekanisme perceraian akibat konversi agama salah satu pihak berimplikasi pada perbedaan putusan pengadilan agama di Indonesia. Meskipun terdapat kesamaan substansi hukum, disparitas tersebut menunjukkan tidak adanya unifikasi hukum, yang berarti putusan-putusan tersebut tidak menjamin tercapainya tujuan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum putusan pengadilan agama yang disparitas dan mengusulkan hukum yang lebih tepat untuk menerapkan mekanisme perceraian dalam kasus-kasus yang melibatkan konversi agama. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan filosofis. Bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan putusan peradilan agama. Bahan hukum sekunder berupa literatur (cetak dan elektronik). Bahan hukum tersier berupa kamus-kamus hukum. Dengan metode analisis normatif kualitatif dan analisis isi (content analysis). Penelitian ini menemukan bahwa pertimbangan hukum dalam putusan perceraian di pengadilan agama karena konversi agama salah satu pihak belum mencerminkan unifikasi atau kepastian hukum, yang berimplikasi pada disparitas putusan disebabkan empat hal: pertama, adanya disharmonisasi norma dalam KHI; kedua, minimnya informasi dalam buku petunjuk teknis bagi aparatur peradilan agama (buku II); ketiga, ketidaksepemahaman dengan putusan yang lebih tinggi; dan keempat, perbedaan hakim dalam menggunakan referensi hukum (fikih). Dalam menerapkan mekanisme perceraian, peradilan agama di Indonesia harus memperhatikan dan menyesuaikan dengan kebutuhan hukum masyarakat saat ini. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan reformulasi hukum terhadap disparitas putusan perceraian peradilan agama akibat konversi agama salah satu pihak yang berbasis unifikasi dan kepastian hukum yang sesuai validitas filosofis, yang menekankan pada pentingnya perkawinan satu agama (akidah) demi terwujudnya tujuan dari sebuah perkawinan sebagaimana ketentuan dalam al Qur’an, Hadits dan pendapat mayoritas ulama, sebab agama merupakan suatu hal yang prinsip. Dengan perbedaan agama menjadikan rusaknya perkawinan tersebut dan negara hadir melalui representasi putusan peradilan agama; validitas yuridis, yang menunjukkan bagaimana hukum di Indonesia menentukan sahnya perkawinan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing sebagaimana ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan, sehingga ketentuan tersebut secara substansi vi mengatur larangan perkawinan beda agama, hal ini juga sinergis dengan hukum perkawinan Islam mensyaratkan adanya kesamaan agama. Dengan perbedaan agama akibat konversi agama salah satu pihak menjadikan rusaknya ikatan perkawinan tersebut; validitas sosiologis, negara menghendaki adanya stabilitas kehidupan masyarakat baik dalam kehidupan individu, sosial, maupun bernegara melalui hubungan perkawinan seagama, karena sejatinya tidak ada agama yang membolehkan perkawinan beda agama; dan terakhir validitas ubudiah, di mana prinsip pelaksanaan perkawinan seagama menjadi bentuk ibadah dan ketaatan terhadap ajaran agama, sebab dalam perkawinan mengandung unsur pahala dan dosa, karena akad dalam perkawinan merupakan akad keagamaan (aqdun diniyyun), oleh karenanya perkawinan menjadikan kehalalan suatu yang sebelumnya haram. Oleh karena itu, dengan berdasarkan beberapa validitas yang telah disebutkan, sehingga untuk menjamin kepastian hukum maka ketentuan Pasal 116 huruf h Kompilasi Hukum Islam harus direvisi, dan reformulasi hukum yang lebih tepat dengan berbasis unifikasi dan kepastian hukum dalam penerapan mekanisme perceraian akibat konversi agama salah satu pihak bagi putusan peradilan agama adalah dengan menerapkan mekanisme fasak

    Pengaruh Transformasi Kurikulum Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Guru SDIT di Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Transformasi kurikulum di lingkungan pendidikan dasar sering kali mengharuskan adanya modifikasi bahan ajar, evaluasi, dan strategi pembelajaran untuk memasukkan nilai-nilai baru yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan perkembangan zaman. Penelitian ini dilatarbelakangi transformasi kurikulum membawa beban tambahan yang tidak diimbangi dengan fasilitas dan pendampingan memadai dan kepala sekolah harus mampu mempraktekkan inovasi-inovasi, dapat mengarahkan seluruh anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh transformasi kurikulum dan gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja guru SDIT di kota Banjarmasin baik secara parsial maupun simultan. Transformasi kurikulum ialah proses penyempurnaan pembelajaran yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Gaya kepemimpinan merujuk pada pendekatan kepala sekolah dalam memimpin, seperti gaya transformasional, transaksional, demokratis, dan otokratis. Adapun kepuasan guru dilihat dari persepsi terhadap kebijakan sekolah, hubungan kerja, pengembangan profesional, dan dukungan kepemimpinan. Metode yang digunakan, pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian diambil dari guru-guru SDIT Insantama, SDIT Alfirdaus, SDIT Nurul Fikri dan SDIT Ukhuwah. Sampel yang berjumlah sebanyak 104 guru. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan program SPSS. Penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, transformasi kurikulum berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai signifikansi 0,000<0,005. Gaya kepemimpinan juga berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,000. Uji F untuk menguji kedua variabel independen terhadap variabel dependen dapat di ambil kesimpulan bahwa kedua variabel indipenden tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja guru karena nilai signifikansi variabel inidependen 0,000 yang berarti lebih kecil dari nilai signifikan yang ditentukan yaitu 0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,735 menunjukkan bahwa 73,5% variabel transformasi kurikulum, dan gaya kepemimpinan bersama-sama memberikan kontribusi besar terhadap kepuasan kerja gur

    Kontribusi Pemerintah Daerah dan Da’i Daerah Terpencil Dalam Pembinaan Pendidikan Agama Islam Terhadap Para Mualaf di Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan

    Get PDF
    Penelitian ini membahas kontribusi pemerintah daerah dan da’i terpencil dalam pembinaan pendidikan agama Islam terhadap para mualaf di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perhatian terhadap kelompok mualaf di daerah terpencil yang membutuhkan pendampingan dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi pemerintah daerah, kontribusi da’i terpencil, serta tantangan dan kendala yang dihadapi dalam proses pembinaan pendidikan agama Islam terhadap para mualaf di Kecamatan Loksado. Pendidikan agama Islam bagi mualaf menjadi bagian penting dari upaya integrasi sosial dan spiritual dalam komunitas Muslim secara berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Camat Kecamatan Loksado, Kepala KUA Kecamatan Loksado, Ketua MUI Kecamatan Loksado, Kesra, Baznas, para da’i, dan para mualaf yang menjadi sasaran pembinaan serta yayasan yang turut aktif dalam membantu pembinaan para mualaf. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pemerintah daerah terwujud dalam bentuk pemberian dana hibah, pembangunan fasilitas ibadah dan rumah singgah da’i, serta pelatihan keterampilan dan pendidikan bagi para mualaf. MUI dan Baznas turut aktif dalam program pembinaan dan bantuan sosial. Para da’i terpencil berperan langsung dalam membimbing mualaf dengan pendekatan kekeluargaan yang intensif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan jumlah da’i, penguatan kebijakan pembinaan mualaf, serta pemerataan fasilitas keagamaan di daerah terpencil untuk menjamin keberlanjutan pembinaa

    Pola Pendidikan Agama Islam bagi Anak dalam Keluarga Pemulung di Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Pendidikan agama dalam keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk karakter, moralitas, dan spiritualitas anak. Namun, pada keluarga marginal seperti pemulung, praktik pendidikan agama sering menghadapi hambatan yang kompleks, mulai dari tekanan ekonomi, rendahnya pendidikan orang tua, hingga minimnya dukungan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan kondisi keagamaan keluarga pemulung di Kota Banjarmasin, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan agama Islam, serta mengkaji pola dan metode yang diterapkan kepada anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 10 keluarga pemulung yang berdomisili di Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga pemulung menghadapi tantangan dalam pengalaman spiritual, konsistensi ibadah, dan pemahaman agama. Meski demikian, sebagian tetap menunjukkan komitmen religius melalui pengajian, doa bersama, atau inisiatif pembiasaan sederhana. Faktor pendukung pendidikan agama berasal dari lingkungan religius masyarakat dan harapan orang tua terhadap masa depan anak. Hambatan utama meliputi keterbatasan pendidikan orang tua, tekanan ekonomi, serta kurangnya pengawasan intensif. Secara umum, praktik pendidikan agama keluarga pemulung membentuk pola khas yang dapat disebut pola pragmatis-delegatif. Sifat pragmatis tampak dalam pendidikan sederhana, praktis, dan sesuai kebutuhan sehari-hari, seperti menegur anak saat lalai salat atau membiasakan doa. Sifat delegatif terlihat dari penyerahan sebagian besar pendidikan agama kepada pihak luar, seperti guru sekolah, ustaz musala, TPA, atau anak yang lebih tua. Dengan demikian, pola pragmatis-delegatif dipandang tepat menggambarkan praktik pendidikan agama keluarga pemulung sebagai bentuk adaptasi terhadap keterbatasan yang mereka hadap

    Pembelajaran Tahsin Menggunakan Metode Makhraji Berbasis Media Audiovisual dalam Ekstrakurikuler PAI di SMP Negeri Kabupaten Hulu Sungai Utara

    Get PDF
    Rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an pada kalangan pelajar SMP di Kabupaten Hulu Sungai Utara menjadi permasalahan serius akibat pengaruh lingkungan, minimnya perhatian orang tua, dan tantangan di era digital. Maka, perlu diterapkan pembelajaran tahsin menggunakan metode Makhraji berbasis media audiovisual untuk memotivasi dalam pembelajaran tahsin. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran tahsin metode Makhraji berbasis media audiovisual pada ekstrakurikuler PAI di SMPN 4 Amuntai, SMPN 4 Amuntai Selatan, dan SMPN 1 Amuntai Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi multi kasus yang dilaksanakan di SMPN 4 Amuntai, SMPN 4 Amuntai Selatan, dan SMPN 1 Amuntai Utara. Subjek penelitian terdiri dari pengajar tahsin dan siswa/siswi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara reduksi, display, verifikasi dan di uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data sumber, metode dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran tahsin meliputi: a) SMPN 4 Amuntai fokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai tuntunan Rasulullah Saw, pelatihan tahsin, silabus kelompok belajar, buku dan aplikasi makhraji, serta jadwal 13.30-14.30 WITA; b) SMPN 4 Amuntai Selatan fokus pada kemampuan membaca dan karakter religius, pelatihan tahsin, silabus terstandar, buku dan aplikasi makhraji, serta jadwal 10.25-11.45 WITA; c) SMPN 1 Amuntai Utara fokus pada kemampuan membaca dan karakter religius, pelatihan tahsin, silabus fleksibel, buku dan aplikasi makhraji, serta jadwal 08.10-08.50 WITA. 2) Pelaksanaan pembelajaran tahsin mencakup: a) SMPN 4 Amuntai: pendahuluan (persiapan media, formasi U, salam, basmallah, absen, review, tujuan), inti (ceramah dibantu aplikasi, demonstrasi, umpan balik), penutup (refleksi, evaluasi, materi, motivasi, doa); b) SMPN 4 Amuntai Selatan: pendahuluan (media, salam, Al-Fatihah, absen, persiapan, apersepsi, tujuan), inti (ceramah dengan buku, demonstrasi dibantu aplikasi, talaqqi), penutup (simpulan, evaluasi, materi, motivasi, do’a); c) SMPN 1 Amuntai Utara: pendahuluan (media, salam, doa menuntut ilmu, absen, ice breaking, apersepsi, tujuan), inti (ceramah dengan buku, demonstrasi dibantu aplikasi dan cermin, talaqqi), penutup (simpulan, evaluasi, materi, motivasi, proyek, doa). 3) Evaluasi mencakup: a) SMPN 4 Amuntai: tes lisan-essay, observasi sikap, buku evaluasi; b) SMPN 4 Amuntai Selatan: pilihan ganda-essay, observasi sikap, buku evaluasi; c) SMPN 1 Amuntai Utara: pilihan ganda, observasi sikap, buku evaluasi dan proyek

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇