IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Manajemen Strategi Pengurus Masjid Kapal Munzalan Banjarbaru dalam Memakmurkan Masjid
Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya peran masjid dalam
membangun peradaban Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi
juga sebagai pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Masjid Kapal
Munzalan Banjarbaru, sebagai cabang dari Masjid Kapal Munzalan Mubarakan,
Pontianak, Kalimantan Barat. menjadi salah satu masjid yang aktif dalam
memakmurkan masjid melalui berbagai program unggulan. Untuk itu diperlukan
kajian tentang bagaimana strategi pengurus masjid dalam merumuskan,
mengimplementasikan, dan mengevaluasi program-program tersebut agar berjalan
secara efektif dan berkelanjutan.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Analisis data mengacu pada teori manajemen strategi dari Wheelen dan Hunger, yang
mencakup tiga tahapan: perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi
strategi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumusan strategi dilakukan melalui
pengembangan misi, analisis lingkungan, penentuan tujuan jangka panjang,
penyusunan strategi alternatif, dan pemilihan strategi melalui hasil strategi alternatif
yang berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang dan juga tantangan. Strategi S-O
diprioritaskan dengan memanfaatkan kekuatan seperti keberagaman program
keagamaan dan sosial, pemanfaatan digital, sistem kepengurusan yang rapi, dan
dukungan jamaah untuk menangkap peluang kolaborasi dengan masyarakat luas.
Implementasi strategi dijalankan melalui program One Day One Juz (ODOJ), kajian
subuh, Pengajian Nyonya-Nyonya Shalehah (PNS), Keluarga Cinta Masjid (KCM),
Gerakan Infak Beras Banjarbaru (GIBB), PRAZA (Prasmanan Munzalan), Keluarga
Bahagia Munzalan (KBM), TPQ, TK RA, program kesehatan gratis, dan
pemberdayaan ekonomi jamaah melalui Munzalanmart serta program Mustahik
Produktif Center (MPC). Evaluasi strategi dilakukan melalui forum rapat pengurus,
peninjauan program secara berkala, serta pelibatan jamaah dalam memberikan
masukan. Strategi ini menjadikan Masjid Kapal Munzalan Banjarbaru sebagai model
masjid yang produktif dan berkelanjutan dalam memakmurkan masji
Peran Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah dalam Membantu Melayani Jemaah Calon Haji Lanjut Usia di Embarkasi Haji Banjarmasin Tahun 2025
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah jemaah calon
haji berusia lanjut yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan ibadah haji di
Indonesia. Lamanya masa antrian haji menyebabkan sebagian besar jemaah
berangkat dalam usia tua, yang menuntut adanya pelayanan khusus dan
perhatian ekstra. Embarkasi Haji Banjarmasin, sebagai lokasi keberangkatan
jemaah dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, setiap tahun
menangani ribuan jemaah, termasuk di antaranya yang telah lanjut usia. Dalam
situasi ini, keterlibatan mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah, khususnya
melalui kegiatan praktik lapangan di UPT Asrama Haji, memberikan
kontribusi penting dalam mendukung terwujudnya layanan haji yang ramah
lansia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan secara
mendalam peran mahasiswa dalam membantu melayani jemaah calon haji
lanjut usia di Embarkasi Haji Banjarmasin tahun 2025. Penelitian ini juga
bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung serta kendala yang
dihadapi mahasiswa dalam pelaksanaan tugas membantu melayani di lapangan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung,
wawancara mendalam dengan mahasiswa, kepala UPT Asrama Haji, Kepala
Bidang Lansia, serta dokumentasi kegiatan selama proses berlangsung.
Hasil penelitian, ditemukan bahwa mahasiswa memiliki peran aktif
dalam berbagai bentuk layanan, antara lain membantu mobilitas jemaah dari
bus ke kamar, mendampingi ke fasilitas umum seperti toilet dan ruang makan,
memberikan informasi terkait jadwal keberangkatan. Faktor-faktor yang
memperkuat peran mahasiswa dalam membantu melayani ini antara lain
semangat pengabdian dan kepedulian sosial yang tinggi, kerja sama tim yang
solid, adanya arahan dari petugas senior, kemampuan mahasiswa dalam
menyesuaikan diri, serta tersedianya sarana penunjang yang memadai seperti
kursi roda dan pos kesehatan. Namun, mahasiswa juga menghadapi faktor
penghambat, di antaranya kondisi fisik jemaah yang lemah, kesulitan
komunikasi karena kendala pendengaran atau perbedaan bahasa, serta jam
kerja yang tidak menentu yang menuntut kesiapan fisik dan mental yang tinggi
Pengaruh Modal, Jam Operasional, dan Promosi Terhadap Pendapatan Penjualan SR12 Herbal Skincare di Kemitraan Toko Maya Hasan Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal, jam
operasional, dan promosi terhadap pendapatan penjualan SR12 Herbal Skincare di
Kemitraan Toko Maya Hasan Banjarmasin. Latar belakangnya adalah
meningkatnya tren bisnis skincare berbasis kemitraan yang diminati, khususnya
oleh pelaku usaha mikro dan kecil. Pendapatan mitra sangat dipengaruhi oleh
berbagai faktor internal usaha, dan oleh karena itu, penting untuk mengkaji
kontribusi masing-masing variabel dalam menunjang keberhasilan usaha.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
deskriptif untuk memberikan gambaran empiris serta menguji hubungan antar
variabel yang diteliti. Populasi penelitian adalah seluruh mitra aktif SR12 Herbal
Skincare di Banjarmasin yang menjalankan kegiatan distribusi dan penjualan
produk. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
rumus Slovin, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model regresi linier berganda, uji
asumsi klasik, serta uji-T dan uji-F untuk menguji signifikansi secara parsial
maupun simultan, dengan bantuan SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel modal, jam
operasional, dan promosi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Namun,
secara parsial, hanya jam operasional dan promosi yang berpengaruh signifikan
terhadap pendapatan, sedangkan modal tidak menunjukkan pengaruh yang
signifikan. Temuan ini memberikan wawasan penting tentang faktor-faktor yang
mendukung kesuksesan mitra usaha dalam industri skincar
Manajemen Bimbingan Manasik Umrah di PT. Salfany Safanusa Banjarmasin
Bimbingan manasik wajib diikuti bagi mereka yang akan berangkat haji maupun
umrah sebagai bentuk penguatan dan pemahaman mengenai tata cara ibadah yang akan
dilakukan di tanah suci. Pt. Salfany Safanusa berdiri sejak dari tahun 1995 dan telah banyak
melayani jamaah dalam melaksanakan bimbingan manasik serta keberangkatan. Dalam
proses pembimbingan manasik umrah yang dilakukan oleh PT. Salfany Safanusa
Banjarmasin, peneliti ingin mengetahui fungsi dan unsur manajemen yang di terapkan
dalam manasik di PT. Salfany Safanusa Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui mengenai 4 fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling).
Serta untuk mengetahui 6 unsur manajemen yaitu manusia (man), uang (money),
bahan/perlengkapan (material), mesin (machine), metode (methode), dan pasar (market).
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen bimbingan manasik
umrah yang diterapkan di PT. Salfany Safanusa Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif
kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata atau tindakan baik
secara lisan maupun tulisan. Subjek dalam penelitian ini yaitu Bag. Bimbingan Ibadah Haji
dan Umrah, Pembimbing Manasik, Bag. Administrasi dan Keuangan, dan Bag. Promosi
dan Layanan Pelanggan. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui metode
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Selain itu, uji
keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pelaksanaan bimbingan
manasik umrah di PT. Salfany Safanusa Banjarmasin, menerapkan manajemen dalam
proses pelaksanaan bimbingan manasik dengan cukup baik, akan tetapi masih ada beberapa
hal yang masih belum optimal dikarenakan bimbingan manasik yang hanya dilakukan 1
kali sebelum keberangkatan, serta proses bimbingan manasik dilakukan hanya secara tatap
muka langsung. Mengingat adanya beberapa jamaah yanh berasal dari luar kota bahkan
luar pulau menjadi kendala untuk menghadiri bimbingan secara langsung, maka diperlukan
bimbingan manasik dengan beberapa metode seperti pembimbingan manasik secara
langsung dan online melalui media zoom meeting atau google meet
Persepsi Kegunaan, Persepsi kepercayaan, dan Persepsi Resiko Terhadap Intensi Menggunakan BSI Mobile di Wilayah Kota Banjarmasin
Transformasi digital dalam sektor perbankan syariah mendorong lahirnya
berbagai inovasi layanan, salah satunya adalah BSI Mobile dari Bank Syariah
Indonesia. Namun, pemanfaatan layanan ini di masyarakat belum optimal,
khususnya di Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
bagaimana pengaruh persepsi kegunaan, persepsi kepercayaan, dan persepsi risiko
terhadap intensi menggunakan BSI Mobile. Rumusan masalah dalam penelitian ini
meliputi: (1) pengaruh persepsi kegunaan terhadap intensi penggunaan, (2)
pengaruh persepsi kepercayaan terhadap intensi penggunaan, (3) pengaruh persepsi
risiko terhadap intensi penggunaan, dan (4) pengaruh ketiganya secara simultan
terhadap intensi penggunaan BSI Mobile di Kota Banjarmasin. Metode yang
digunakan adalah dengan studi lapangan yaitu penelitian langsung dilapangan
untuk pengumpulan data terhadap suatu objek penelitian, yang berfokus pada
perilaku pengguna terhadap layanan mobile banking. Hasil studi menunjukkan
bahwa persepsi kegunaan dan persepsi kepercayaan memiliki pengaruh positif
terhadap intensi penggunaan, sementara persepsi risiko memiliki pengaruh negatif.
Secara simultan, ketiga variabel tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap
intensi menggunakan BSI Mobile. Penelitian ini memberikan implikasi penting
bagi penguatan strategi promosi dan peningkatan kualitas layanan digital BSI di
masa mendatan
Implementasi Kebijakan Tarif Sertifikasi Halal Reguler Terhadap Dinamika Perkembangan Produk Halal di Wisata Kuliner Pusat Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana ketentuan regulasi mengenai tarif
sertifikasi halal reguler diterapkan, serta dampaknya terhadap perkembangan produk
halal di kawasan wisata kuliner pusat Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan
pendekatan normatif-empiris, dengan metode pengumpulan data berupa studi dokumen
dan wawancara terhadap pelaku usaha kuliner mikro di kawasan Banua Anyar dan
Kuliner Baiman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi yang mengatur tarif sertifikasi halal
reguler, khususnya Keputusan Kepala BPJPH Nomor 22 Tahun 2024, telah
memberikan batasan tarif dan komponen biaya secara rinci untuk pelaku usaha mikro
dan kecil. Namun, temuan di lapangan memperlihatkan adanya ketidaksamaan dalam
struktur biaya, bahkan pada pelaku usaha dengan kategori dan lokasi yang serupa,
khususnya terkait biaya tambahan layanan seperti pelatihan penyelia halal, uang harian
auditor, serta transportasi. Walaupun biaya-biaya tersebut tidak bertentangan secara
hukum, namun dapat menjadi penghambat partisipasi pelaku usaha kecil dalam
program sertifikasi, khususnya bagi mereka yang belum memahami manfaat jangka
panjang sertifikasi halal.
Penelitian ini juga menemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha memiliki
pemahaman yang cukup tentang pentingnya sertifikasi halal, namun keterbatasan
informasi, beban biaya, dan persepsi terhadap keadilan tarif masih menjadi hambatan
utama. Oleh karena itu, dibutuhkan regulasi turunan dan mekanisme pengawasan yang
lebih kuat agar prinsip keadilan ekonomi dalam kebijakan tarif dapat benar-benar
terwujud, sejalan dengan semangat maslahah dalam perlindungan konsumen muslim
Implementasi Permendes PDTT Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022 di Desa Jelapat I Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala
Permendes PDTT Nomor 7 Tahun 2021 adalah Peraturan Menteri Desa
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2021 tentang
prioritas penggunaan dana desa, diundangkan dengan tujuan untuk memberikan
arah prioritas penggunaan dana desa tahun 2022. Peraturan ini menjadi dasar bagi
setiap desa dalam menyusun rencana kerja dan pelaksanaan penggunaan dana
desa. Termasuk pada Desa Jelapat I Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala,
seperti desa lain-lainnya memiliki kewajiban untuk mengimplementasikan
peraturan ini.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, dengan pendekatan
yuridis sosiologis. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan
observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Implementasi
Permendes PDTT Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa
Tahun 2022 di Desa Jelapat I Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala
berjalan efektif, terbukti dari komunikasi yang lancar antara pemerintah desa dan
masyarakat, pemanfaatan sumber daya meski ada perubahan anggaran akibat
pandemi, sikap pelaksana yang responsif dan kooperatif, serta struktur birokrasi
yang terorganisir dan transparan. Adapun faktor yang menjadi penghambat dalam
pelaksanaannya meliputi: pembatasan mobilitas masyarakat selama PPKM,
refocusing anggaran yang menyebabkan penundaaan program fisik, dan
keterbatasan fiskal desa yang membatasi fleksibilitas pelaksanaan program. (2)
Peran kepala desa dalam Implementasi Permendes PDTT Nomor 7 Tahun 2021 di
Desa Jelapat I yakni sebagai pengarah dan pengoordinasi penggunaan dana desa.
Sebagai pemimpin, kepala desa mampu menyampaikan regulasi pusat,
mengoptimalkan sumber daya, menunjukkan kepemimpinan kolaboratif, dan
memastikan birokrasi berjalan sesuai prosedur. Kepala desa juga berperan dalam
pengambilan keputusan dan pengawasan kebijakan
Pengelolaan dan Penyaluran CSR Bank Syariah Indonesia Terhadap Pemberdayaan Ekonomi di Desa Sumber Makmur Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus Pada Kelompok Peternak Mandiri Mitra Makmur)
Permasalahan ekonomi pada masyarakat lokal merupakan isu penting
sehingga perlunya penanganan yang tepat dalam mengatasinya. Program
pemberdayaan ekonomi yang sifatnya produktif dapat menjadi solusi yang tepat.
Program pemberdayaan ekonomi CSR Bank Syariah Indonesia salah satunya
pembangunan desa dengan Program Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia) yang
mana pengelolaan dan penyalurannya dilakukan oleh BSI Maslahat sebagai mitra
strategis Bank Syariah Indonesia.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan dan penyaluran CSR
Bank Syariah Indonesia terhadap pemberdayaan ekonomi pada Kelompok Peternak
Mandiri Mitra Makmur (klaster peternakan sapi potong) di Desa Sumber Makmur
Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Penelitian
lapangan ini melalui pendekatan kualitatif model studi kasus.
Hasil temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan Program
yang dikelola oleh Kelompok saat ini berjalan sesuai rencana yang telah dirancang
sebelumnya. Penyaluran Program tersalurkan dengan baik dan efektif serta
kebermanfaatan Program sangat berdampak positif pada penerima manfaat ataupun
masyarakat umum. Keberhasilan pemberdayaan ekonomi menunjukkan Program
memberikan dampak positif meskipun belum terlalu signifikan dan masih perlu
ditingkatkan karena untuk saat ini Program tersebut masih pada tahap penumbuhan
menuju penguatan Kelompok, yang mana masih perlu pembimbingan secara
intensif melalui strategi-strategi yang efektif dan efisien dengan tujuan
keberlangsungan jangka panjang dan juga untuk menuju ke tahap kemandirian
Kelompo
Analisis Pengelolaan Keuangan Dana Desa dalam Pelaksanaan Pembangunan di Desa Sungai Bakau Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut
Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pengamatan yang peneliti lakukan
terhadap pengelolaan dana desa dalam pelaksanaan pembangunan pada kepala desa
dan staf pemerintah Desa Sungai Bakau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui dan menganalisis pengelolaan keuangan dana desa dalam pelaksanaan
pembangunan di desa sungai bakau kecamatan kurau kabupaten tanah laut. Serta
untuk mengetahui tinjauan ekonomi Islam terhadap pengelolaan keuangan dana
desa.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Informan yang peneliti wawancarai adalah kepala
desa dan staf pemerintah Desa Sungai Bakau. Data yang diperoleh kemudian diolah
dan dianalisis hingga nantinya ditarik kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian pengelolaan keuangan dana desa dalam
pelaksanaan pembangunan di Desa Sungai Bakau Kecamatan Kurau Kabupaten
Tanah Laut adalah meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban.
Perencanaan pembangunan dilaksanakan dalam kegiatan musyawarah desa
(Musdes) yang diikuti oleh perangkat desa dan masyarakat. Pelaksanaan
pembangunan
telah
berjalan
sesuai
dengan
perencanaan
diawal.
Pertanggungjawaban dalam pelaksanaan pembangunan disampaikan melalui papan
infromasi. Pengelolaan keuangan dana desa ditinjau dari ekonomi Islam yang ada
di Desa Sungai Bakau telah sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam, khusunya
dalam hal kepemilikan dana, keseimbangan, dan keadilan. Dana Desa dipandang
sebagai Amanah yang dikelola oleh pemerintah desa untuk kepentingan
masyarakat
Bimbingan Konseling Konvensional dan Konseling Sufistik sebagai Upaya mengatasi Kecemasan Siswa dalam menghadapi Ujian di Madrasah Plus Ash Shiratal Mustaqim Tanjung
Penelitian tesis ini bertujuan untuk dapat mengetahui proses penerapan dan
efektivitas bimbingan konseling konvensional dan juga konseling sufistik dalam mengatasi
kecemasan peserta didik dalam menghadapi ujian di Madrasah Plus Ash Shiratal Mustaqim
Tanjung. Kecemasan ketika menghadapi ujian Madrasah adalah merupakan salah satu
faktor yang dapat menghambat proses pembelajaran dan mempengaruhi nilai akademik
peserta didik sehingga diperlukan upaya penanganan yang tepat baik melalui pendekatan
psikologis konvensional maupun pendekatan spiritual sufistik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan
(action research). Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui proses penerapan,
memahami serta mengevaluasi secara mendalam proses pelaksanaan bimbingan konseling
konvensional dan konseling sufistik serta efektivitasnya dalam mengatasi kecemasan
peserta didik ketika menhadapi ujian Madrasah di Madrasah Plus Ash Shiratal Mustaqim
Tanjung. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI yang mengalami kecemasan dengan
disertai adanya kemunculan gejala fisik pada peserta didik ketika menjelang ujian akhir
Madrasah. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui teknik observasi,
wawancara dan dokumentasi dan data dianalisis dengan menggunakan reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan konsleing konvensional dapat
membantu siswa dalam mengidentifikasi sumber kecemasan serta memberikan strategi
coping secara rasional dan juga terstruktur. Sedangkan konseling sufistik dapat
memberikan ketenangan batin melalui pendekatan dzikir. do’a dan tafakkur yang secara
signifikan dapat membantu peserta didik mengatasi kecemasan yang dihadapi. Kombinasi
antara bimbingan konseling konvensional dan sufistik sangat efektif dan memberikan
dampak yang lebih mendalam terhadap ketenangan spiritual peserta didik.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi antara bimbingan
konseling konvensional dan konseling sufistik dapat menjadi alternatif metode penanganan
kecemasan yang dihadapi peserta didik ketika menghadapi ujian Madrasah khususnya di
lingkungan Pendidikan berbasis Islam seperti Madrasah Plus Ash Shiratal Mustaqim
Tanjun