IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan dan Faktor Memilih Madrasah (Studi pada Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Banjarmasin
Pelaksanaan strategi pemasaran jasa pendidikan sekolah yang tepat akan
memicu tumbuh kembangnya pendidikan di dalam suatu lembaga pendidikan. Pada
akhirnya hasil pendidikan yang berupa sumber daya manusia akan dapat digunakan
untuk kebutuhan masayarakat di luar maupun di dalam bidang pendidikan itu
sendiri. Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Banjarmasin mulai mengalami
penurunan jumlah siswa pada tahun 2021 dan terus menurun di tahun selanjutnya.
Hal ini bisa ditinjau dari kurangnya minat calon peserta didik terhadap MA
Muhammadiyah 1 Banjarmasin pada 3 tahun terakhir. Meskipun madrasah tersebut
telah memiliki panitia terstruktur dalam pemasarannya. Tujuan penelitian ini untuk
mendeskripsikan strategi pemasaran jasa pendidikan dan faktor apa yang dapat
menarik minat peserta didik untuk memilih di MA Muhammadiyah 1 Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian
adalah Kepala Madrasah, Waka Kurikulum, Waka Kesiswaan, Bendahara, Guru,
dan siswa MA Muhammadiyah 1 Banjarmasin. Objek Penelitian adalah Strategi
pemasaran jasa Pendidikan di MA Muhammadiyah 1 Banjarmasin. Teknik
pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuisioner angket.
Hasil penelitian menunjukan MA Muhammadiyah 1 Banjarmasin
menerapkan strategi pemasaran pendidikan berbasis Marketting Mix 7P: produk,
harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik. Program pendidikan unggul,
biaya terjangkau, lokasi strategis, promosi aktif, fasilitas memadai, tenaga pendidik
berkualifikasi, serta proses belajar mengajar yang efektif menjadi keunggulan
utama dalam menarik minat peserta didik. Kemudian Faktor yang menarik peserta
didik memilih bersekolah di MA Muhammadiyah 1 Banjarmasin adalah
pembelajaran berkualitas, kemudian kegiatan keagamaan yang sesuai minat siswa
untuk memperluas ilmu agama, guru-guru yang berkompetensi dan berbudi baik,
biaya sekolah sesuai dengan kemampuan peserta didik, dan lokasi sekolah yang
strategis
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kelas IV di SDN 2 Sepunggur Kabupaten Tanah Bumbu
Implementasi kurikulum merdeka, pembelajaran siswa tidak hanya sebatas
pada materi pelajaran saja, tetapi juga melibatkan pelaksanaan proyek-proyek
nyata. dalam kurikulum merdeka kita mengenal yang namanya proyek penguatan
profil pelajar pancasila. Salah satu program utamanya adalah Proyek Penguatan
Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter.
Tetapi dalam pelaksanaannya guru masih mengahadapi kendala dalam
mengimplementasikan nilai-nilai profil pelajar pancasila dalam kegiatan proyek.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana Implementasi
proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di kelas IV SDN 2 Sepunggur serta
mendeskripsikan apa saja kendala dalam implementasi kurikulum merdeka pada
pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di kelas IV SDN 2
Sepunggur
Jenis penelitian ini adalah, penelitian kualitatif dengan metode deskriftif.
Subjek dan objek, data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan
penarikan kesimpulan, serta divalidasi menggunakan tirangulasi sumber, teknik,
dan waktu untuk menjamin keakuratan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun pelaksanaan proyek sudah
berjalan dengan melibatkan berbagai pihak seperti guru, siswa, kepala sekolah, dan
orang tua, masih terdapat kendala dalam pemahaman guru terhadap penyususnan
modul proyek serta pelaksanaan asesmen. Karena itu lah diperlukan pelatihan dan
pendapingan berkelanjutan agar implementasi proyek penguatan profil pelajar
pancasila berjalan dengan baik
Kompetensi Guru Dalam Pembuatan Soal Hots Pada Kurikulum Merdeka Siswa MI Al Istiqomah Kelas Tinggi Kota Banjarmasin
Pada pembuatan soal HOTS keterampilan dari guru memiliki andil yang
sangat besar sehingga tujuan pembelajaran yang dinginkan dapat tercapai. Dengan
demikian guru harus memiliki pengetahuan dan keahlian sehingga dapat
mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa. Namun, fakta di
lapangan masih ditemukan banyak sekali guru kebingungan untuk membuat soal
HOTS dan masih juga banyak guru yang salah persepsi terkait soal HOTS.
Ketidakmampuan guru dalam merencanakan dan mengembangkan pembelajaran
serta membuat soal HOTS hampir terjadi diseluruh Indonesia.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kompetensi guru siswa kelas
tinggi MI AL-Istiqomah dalam pembuatan soal HOTS dan mendeskripsikan faktor
yang mempengaruhi guru dalam pembuatan soal HOTS.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian
adalah guru siswa kelas tinggi di MI AL-Istiqomah. Objek Penelitian adalah
Kompetensi guru dalam pembuatan soal HOTS. Teknik pengumpulan data
menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan kompetensi guru kelas tinggi di MIS Al
Istiqomah telah sesuai dengan standar pedagogik, meliputi pemahaman
karakteristik siswa, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang mendidik,
serta evaluasi dan refleksi. Kompetensi kepribadian tercermin dari sikap jujur,
berakhlak, dewasa, dan berwibawa. Kompetensi sosial terlihat dari kemampuan
berinteraksi dengan berbagai kalangan, sedangkan kompetensi profesional
ditunjukkan melalui pengembangan diri secara berkelanjutan. Kemudian faktor
yang memengaruhi kompetensi guru mencakup pengalaman mengajar, dukungan
sekolah, motivasi dan sikap positif, akses informasi, serta lingkungan sekolah yang
kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan siswa dalam
satu kelas, latar belakang pendidikan yang bukan dari jurusan PGMI, rendahnya
minat berdiskusi antarguru, jaringan internet yang tidak stabil, serta tingginya
beban kerj
Exploring Students’ Learning Experience in Listening Skill Through the Taylor Swift Songs A Pragmatic Analysis of Speech
Keterampilan menyimak tetap menjadi tantangan utama bagi mahasiswa
pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa asing, karena kecepatan berbicara, kosakata
yang kompleks, dan keterbatasan paparan terhadap Bahasa inggris lisan yang autentik.
Untuk mengatasi kesulitan ini, pembelajar berbasis musik yang telah menjadi alternatif
pendekatan. Di antara berbagai artis, lagu-lagu Taylor Swift banyak digunakan dalam
pembelajaran bahasa karena liriknya yang naratif, pengucapan yang jelas, dan
keterlibatan emosionalnya. Namun, meskipun musiknya efektif dalam meningkatkan
keterlibatan mahasiswa dan mendorong latihan mendengarkan, banyak mahasiswa
yang masih mengalami kesulitan dalam memahami ekspresi idiomatik, bahasa
figuratif, dan lirik yang dinyanyikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode narrative inquiry untuk mengeskplorasi pengalaman siswa dalam
menggunakan lagu Taylor Swift untuk pemahaman mendengarkan. Data dikumpulkan
melalui wawancara mendalam dengan siswa di UIN Antasari Banjarmasin. Hasil
penelitian menunjukan bahwa lagu Taylor Swift meningkatkan motivasi, mendorong
untuk belajar secara mandiri, dan membantu pemahaman dala mendengarkan. Namun,
tantangan seperti kompleksitas bahasa dan transisi kata yang cepat mengharuskan
siswa menetapkan strategi pembelajaran aktif. Teknik seperti menganalisis lirik,
mendengarkan secara berulang, dan latihan pengucapan ditemukan sebagai metode
yang efektif dalam mengoptimalkan pembelajaran berbasis music. Penerapan lagu-lagu
Taylor Swift dalam kegiatan menyimak bahasa Inggris menunjukkan bahwa musik
dapat mendukung pembelajaran bahasa di luar kelas. Lagu-lagunya membantu
mahasiswa menjadi lebih termotivasi, mengembangkan kebiasaan belajar mandiri, dan
berinteraksi dengan input bahasa Inggris yang autentik. Hal ini menunjukkan bahwa
mengintegrasikan musik dalam latihan menyimak dapat menjadi metode yang
menyenangkan sekaligus efektif, terutama apabila dikombinasikan dengan strategi
pembelajaran yang tepa
Personal Branding Vivi Zubedi Melalui Media Sosial Instagram
Perkembangan media sosial menghadirkan ruang baru dalam membentuk
dan mengelola citra diri atau personal branding. Instagram menjadi salah satu
platform strategis yang dimanfaatkan oleh individu untuk menampilkan identitas
dan membangun koneksi dengan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana strategi personal branding yang dilakukan oleh Vivi Zubedi melalui
akun Instagram @mrsvivi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif
dengan pendekatan analisis isi. Data diperoleh melalui dokumentasi dan observasi
terhadap unggahan konten foto dan video pada akun Instagram @mrsvivi dari
Januari hingga Mei 2025. Peneliti menggunakan teori delapan hukum personal
branding dari Peter Montoya sebagai alat analisis, yang mencakup spesialisasi,
kepemimpinan, kepribadian, keunikan, visibilitas, kesatuan, ketekunan, dan nama
baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vivi Zubedi secara konsisten
membangun personal branding yang kuat melalui konten-konten visual yang
menonjolkan identitasnya sebagai desainer muslimah, entrepreneur, istri wali kota,
dan sosok inspiratif dengan nilai-nilai Islami. Setiap elemen branding Montoya
tampak saling mendukung dan menyatu dalam narasi konten yang dibangun. Hal
ini menjadikan personal branding Vivi Zubedi bukan hanya sebagai citra
profesional, tetapi juga sebagai sarana dakwah dan pemberdayaan perempuan
muslimah di era digita
Layanan Perpustakaan Keliling di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan layanan Perpustakaan
keliling di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Balangan serta untuk
mengetahui kendala apa saja yang dihadapi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kabupaten Balangan dalam layanan Perpustakaan keliling.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian
ini adalah Pustakawan di bidang layanan Perpustakaan keliling Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Balangan. Sedangkan objek penelitian ini
adalah layanan Perpustakaan keliling serta kendala yang dihadapi dalam layanan
perpustakaan keliling di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Balangan.
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan
dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa layanan Perpustakaan keliling di
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Balangan sudah terlaksana dengan
baik. Hal ini dapat terlihat dari kondisi nyata diantaranya, sistem layanan
Perpustakaan keliling menggunakan sistem layanan terbuka, jenis layanan yang
diterapkan yaitu layanan baca di tempat, layanan sirkulasi, dan layanan story
telling, layanan Perpustakaan yang sudah terjadwal. Adapun kendala yang
dihadapi dalam layanan Perpustakaan keliling diantaranya anggaran, keterbatasan
koleksi, perubahan jadwal kunjungan dan cuaca buruk
Nilai-Nilai Akhlak pada Film “Buya Hamka Vol.1” Garapan Sutradara Fajar Bustomi
Pendidikan akhlak menjadi kebutuhan mendesak di tengah kondisi moral
generasi muda yang semakin memprihatinkan. Di era digital yang serba visual,
media film menjadi salah satu sarana yang strategis dalam menyampaikan pesan
moral secara emosional dan menyentuh. Film menjadi media yang efektif dalam
menanamkan nilai-nilai akhlak secara tidak langsung kepada masyarakat,
khususnya kepada generasi muda. Salah satu film yang mengandung nilai akhlak
adalah film “Buya Hamka Vol. 1” yang disutradarai oleh Fajar Bustomi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai akhlak dalam film
“Buya Hamka Vol. 1”, yang mencakup nilai akhlak kepada Allah, nilai akhlak
kepada sesama manusia, dan nilai akhlak kepada lingkungan.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis
penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui observasi langsung terhadap film dan dokumentasi literatur pendukung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa film “Buya Hamka Vol. 1” sarat akan
pesan moral yang relevan untuk akhlak, baik dalam bentuk dialog maupun tindakan
tokoh. Nilai-nilai seperti ketakwaan, kesabaran, keteguhan prinsip, tolongmenolong,
dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan tercermin secara
nyata. Nilai-nilai ini berperan penting dalam membentuk karakter muslim yang
utuh dan berintegritas. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam
pengembangan media pembelajaran berbasis film yang mendukung pendidikan
karakter Islami di era kontemporer
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Massive Open Online Course (MOOC) Integratif-Interkonektif Islam dan Sains Pada Materi Fluida Dinamis
Perkembangan teknologi yang bermula dari revolusi industri 4.0
memberikan dampak di dunia pendidikan berupa pergeseran pendidikan dan
pembelajaran yang sebelumnya menggunakan cara tradisional berubah kepada
pembelajaran yang bergantung pada perangkat teknologi seperti laptop, tablet, dan
smartphone. Hal ini disebabkan oleh efisiensi dari teknologi dan kemampuan
portable yang dimiliki. Salah satu produk perkembangan teknologi adalah hadirnya
MOOC (Massive Open Online Course) sebagai platform kursus atau pembelajaran
online yang terbuka untuk seluruh peserta didik. Namun perkembangan teknologi
juga bersamaan dengan arus globalisasi yang memberikan dampak negatif bagi
pendidikan khususnya penurunan terhadap nilai-nilai karakter peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas media pembelajaran berbasis
massive open online course (MOOC) integratif-interkonektif Islam dan sains pada
materi fluida dinamis serta respon peserta didik terhadap media pembelajaran.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D
(Research and Development) dengan model 4D yang dibagi menjadi empat tahapan
yaitu define, design, develop, dan dessiminate. Pada penlitian ini, model 4D hanya
dilaksanakan hingga tahap develop dengan alasan waktu penelitian yang tidak
cukup untuk melakukan keempat tahapan pada model 4D. Validasi media dan
materi dilakukan oleh tim validator yang terdiri dari 1 dosen Tadris Fisika UIN
Antasari Banjarmasin, 1 praktisi fisika komputasi dan 1 guru mata pelajaran fisika.
Validasi integrasi-interkoneksi dilakukan oleh tim validator yang terdiri dari 2
dosen Pendidkan Agama Islam UIN Antasari Banjarmasin. Adapun respon peserta
didik diambil dari peserta didik MAN 3 Banjar yang berjumlah 29 orang. Instrumen
penelitian ini berupa angket validitas dan angket respon peserta didik. Data hasil
penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan
deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian validitas produk secara keseluruhan adalah 96,04% dengan
kategori sangat valid. Sementara itu, hasil respon siswa terhadap media
pembelajaran mencapai persentase rata-rata 77,26% pada kategori positif. Dengan
demikian maka dapat disimpulkan dari hasil penelitian bahwa media pembelajaran
berbasis massive open online course (MOOC) integratif-interkonektif Islam dan
sains pada materi fluida dinamis layak untuk digunakan sebagai media
pembelajara
Exploring Challenges In Achieving Intelligible English Fricative Among Boarding School Students
Pengucapan merupakan aspek mendasar dari komunikasi Bahasa Inggris yang
secara signifikan mempengaruhi bagaimana pesan dipahami. Namun, mencapai
pengucapan yang dapat dipahami tetap menjadi tantangan besar bagi pelajar EFL,
terutama mereka yang berada di lingkungan sekolah asrama di mana pelatihan
pengucapan terstruktur seringkali kurang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menyelidiki tantangan yang dihadapi oleh para siswa di lingkungan pesantren untuk
mencapai kemahiran berbahasa Inggris yang dapat dipahami. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada siswa kelas X dan studi kasus
yang dilakukan di MA At-Thohiriyyah. Data dikumpulkan melalui pengamatan siswa
dan percakapan dengan teman sekelas yang berpengetahuan luas. Temuan penelitian
ini menunjukkan bahwa siswa sering kali kesulitan memahami beberapa kata dalam
bahasa Inggris, terutama yang bersifat frikatif, seperti /θ/, /ð/, dan /v/, yang terhambat
oleh interferensi dari bahasa lain (seperti bahasa Indonesia dan Banjar). Faktor-faktor
psikologis seperti takut melakukan kesalahan, kurang percaya diri, dan kebingungan
akibat ketidaksesuaian antara ejaan dan pelafalan dalam bahasa Inggris menyebabkan
kesulitan pelafalan ini. Selain itu, terbatasnya latihan berbicara dan minimalnya
paparan terhadap model pelafalan yang benar-benar ikut menghambat perkembangan
siswa. Tantangan-tantangan ini tidak hanya berdampak pada kinerja siswa di sekolah,
namun juga menyebabkan kurangnya pemahaman dalam komunikasi lisan. Oleh karena
itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya metode pengajaran yang jelas dan
ringkas serta lingkungan belajar yang mendukung agar siswa dapat mengembangkan
keterampilannya dengan lebih mudah dipahami dan percaya dir
Analisis Pembinaan Keagamaan Islam Sebagai Landasan Pengembangan Moral dan Etika Siswa di MTs Negeri 3 Banjarmasin Tahun Ajaran 2024-2025
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya permasalahan moral dan etika
di kalangan pelajar, khususnya terkait dengan sopan santun dan kedisiplinan siswa.
MTs Negeri 3 Banjarmasin sebagai lembaga pendidikan Islam berperan penting
dalam membentuk karakter siswa melalui pembinaan keagamaan Islam yang
terintegrasi dalam kegiatan madrasah. Namun, masih ditemukan siswa yang kurang
menunjukkan sikap hormat kepada guru dan teman sebaya, melakukan bullying
verbal, tidak disiplin dalam berpakaian, serta melanggar aturan madrasah seperti
membawa HP tanpa izin.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan
pembinaan keagamaan Islam sebagai landasan pengembangan moral dan etika
siswa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi permasalahan sopan
santun dan kedisiplinan siswa di MTs Negeri 3 Banjarmasin.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek
penelitian meliputi guru Pembina Keagamaan, Wali Kelas, guru PAI, guru mata
pelajaran umum dan beberapa siswa MTs Negeri 3 Banjarmasin. Teknik analisis
data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman, yang terdiri dari tiga
tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan keagamaan Islam
di MTs Negeri 3 Banjarmasin dilaksanakan secara rutin dan terstruktur melalui
kegiatan harian, mingguan, dan tahunan. Secara umum, program ini memberi
pengaruh positif dalam membiasakan siswa dengan nilai-nilai religius dan perilaku
Islami. Namun dalam pelaksanaannya, pembinaan ini belum sepenuhnya
membentuk sikap dan perilaku siswa secara menyeluruh. Masih ditemukan
sejumlah perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan tujuan pembinaan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan belum menyentuh semua
aspek kehidupan siswa secara mendalam. Beberapa siswa hanya mengikuti
kegiatan secara formalitas, tanpa memahami nilai-nilai yang ingin ditanamkan.
Faktor-faktor yang memengaruhi munculnya kendala tersebut antara lain: (1)
Lingkungan keluarga. (2) Lingkungan sosial dan pergaulan. (3) Kurangnya
motivasi internal siswa. (4) Ketidakkonsistenan pola pembinaan dan keteladanan di
lingkungan madrasah