IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Efektivitas Strategi Trading Places Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPAS Di Kelas IV SDN Kebun Bunga 9 Banjarmasin Banjarmasin

    Get PDF
    Pencapaian akademik siswa merupakan indikator keberhasilan proses pembelajaran yang telah dijalani. Namun dalam praktiknya, pencapaian optimal tidak selalu terwujud karena berbagai kendala yang menghambat peningkatan prestasi belajar siswa. Penggunaan strategi pembelajaran yang kurang bervariasi dan cenderung monoton menjadi salah satu faktor penghambat dalam pencapaian hasil belajar yang maksimal. Oleh karena itu, pendidik perlu mengadopsi pendekatan pembelajaran yang beragam, termasuk implementasi strategi trading places dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi trading places dalam meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPAS di kelas IV SDN Kebun Bunga 9 Banjarmasin, mengetahui peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran IPAS di kelas IV SDN Kebun Bunga 9 Banjarmasin, serta mengetahui hasil belajar IPAS sebelum dan sesudah menggunakan strategi trading places di kelas IV SDN Kebun Bunga 9 Banjarmasin. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini menerapkan metodologi penelitian kuantitatif dengan rancangan pre-eksperimental menggunakan desain one group Pretest-Posttest. Populasi penelitian terdiri dari 14 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Proses pengumpulan data dilakukan melalui tiga instrumen utama yaitu tes tertulis, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif yang dilengkapi dengan analisis inferensial melalui uji Wilcoxon Signed Ranks untuk menguji signifikansi perbedaan hasil pembelajaran. Temuan penelitian memperlihatkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor rata-rata siswa, dimana nilai Pretest sebesar 70,24 yang termasuk dalam kategori sedang mengalami kenaikan menjadi 80,95 pada Posttest dengan kategori baik. Hasil analisis statistik melalui uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,009 yang berada di bawah batas kritis 0.05. Kondisi ini mengindikasikan bahwa hipotesis nol (H₀) ditolak sementara hipotesis alternatif (Hₐ) diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi trading places efektif dalam Pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPAS di kelas IV SDN Kebun Bunga 9 Banjarmasin

    Tinjauan Filosofis Terhadap Syibhul Iddah Bagi Laki-Laki

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya surat himbauan dari Dirjen Bimas Islam Nomor: P-005/DJ.III/Hk.00.7/10/2021 tentang pernikahan dalam masa iddah istri. Dengan adanya surat himbauan ini laki-laki tidak bisa langsung menikah dengan perempuan lain sesudah cerai dengan istrinya. Laki-laki disini dikategorikan sebagai syibhul iddah. Hal ini selaras dengan penjelasan ulama ulama terdahulu terkait dengan syibhul iddah ini dalam dua situasi dikarenakan adanya mani’ syari’.Perlunya ditelaah secara filosofis hukum Islam yaitu menggali dari teori-teori ushul fiqih tentangsejauh mana nilai-nilai kemaslahatan yang terkandung dalam penerapan syibhul iddah, karena nash al-Qur’an maupun hadist tidak membicarakan hal tersebut secara langsung sehingga perlunya penggalian hukum lebih lanjut terkait adanya syibhul iddah bagi laki-laki dengan teori-teori tersebut dengan tetap tidak keluar dari al-Qur’an dan hadist . Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan konsep (conceptual) dan filsafat (Philo so so phical Appro ach).BahanhukumutamayangdigunakanadalahSuratEdaranDirgenBimasIslamNomor:P005/DJ.III?Hk.00.7/10/2021.Adapunsifatpenelitianmenggunakandeskriptifanalisis.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwasecarafilosofis,pertama,iddahsecaraontologiadalahmengacupadamasamenunggubuatwanitayangdiceraiataukematiansangsuami.EpistemologimenjelaskanasalusulmunculnyaiddahberdasarkanalQurandanhadistsertadalamsejarahsebelumdatangnyaIslam.Aksiologiberfokoskepadanilaikemaslahatanyangterkandungdalamiddahsepertikemaslahatanuntukme ach). Bahan hukum utama yang digunakan adalah Surat Edaran Dirgen Bimas Islam Nomor: P-005/DJ.III?Hk.00.7/10/2021. Adapun sifat penelitian menggunakan deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara filosofis, pertama, iddah secara ontologi adalah mengacu pada masa menunggu buat wanita yang dicerai atau kematian sang suami. Epistemologi menjelaskan asal usul munculnya iddah berdasarkanal-Qur’an dan hadist serta dalam sejarah sebelum datangnya Islam. Aksiologi berfokos kepada nilai kemaslahatan yang terkandung dalam iddah seperti kemaslahatan untuk me nge tahuite tahui te rbe $ basnya rahim si istri dari kehamilan. Kedua, syibhul iddah secara ontologi adalah merujuk pada masa tunggu yang serupa dengan iddah yang diterapkan pada laki-laki. Epistemologibahwa al Qur’an menjelaskan tentang syibhul iddah secara tersirat yang ditujukan kepada laki-laki untuk melakukan masa iddah sebagaimana perempuan. Sedangkan himbauan pada Surat Edaran Dirjen Bimas Islam mengenai menikah dalam masa iddah istri, dikarenakan pada surat edaran sebelumnya pada Nomor: DIV/Ed/17/1979 tanggal 10 Februari 1979 mengenai masalah poligami dalam masa iddah dianggap sudah tidak efektif lagi untuk diterapkan. Aksiologi berfokos terhadap nilai kemaslahatan, keadilan serta hikmah yang terkandung dalam syibhul iddah. Seperti kemaslahatan dalam menghindari praktek poligami terselubung. Mengenai keadilan yang dicari ialah perihal perasaan masing-masing agar sama-sama bisa mengintrospeksi diri sehingga tidak ada yang merasa disakiti dan dihianat

    Analisis Sharia Compliance Pada La Tansa Guest House Syariah Barabai

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap prinsip syariah yang kini meluas ke sektor pariwisata. Regulasi terkait penginapan syariah belum ada setelah dicabutnya Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 2 Tahun 2014, sehingga hanya memiliki Fatwa DSN-MUI No. 108/DSN MUI/X/2016 sebagai Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah. Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, menunjukkan pertumbuhan jumlah penginapan berbasis syariah, salah satu diantaranya ialah La Tansa Guest House Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan syariah (sharia compliance) penginapan tersebut berdasarkan ketentuan yang ditetapkan DSN-MUI. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan dan menganalisis kepatuhan syariah pada La Tansa Guest House Syariah di Barabai. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi. Analisis data dilakukan dengan menguraikan dan mendeskripsikan data berdasarkan teori yang relevan guna mendapatkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sharia compliance di La Tansa Guest House Syariah telah memenuhi beberapa standar prinsip syariah dalam Fatwa DSN-MUI No. 108/DSN-MUI/X/2016, dengan terpenuhinya 5 dari 7 ketentuan yang ditetapkan. Peneliti mengidentifikasi beberapa kendala seperti belum memiliki sertifikasi halal, penggunaan bank konvensional, minimnya pengetahuan pengelola tentang fatwa DSN-MUI, dan belum tersedianya pedoman implementasi fatwa secara jela

    Tanggung Jawab Orang Tua Dalam Menumbuhkan Minat Membaca Al-Qur’an Pada Anak Di Gang Mulia Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Minat membaca Al-Qur’an adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk merasa tertarik, senang, dan terdorong secara sadar untuk membaca Al Qur’an secara rutin dan penuh perhatian. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat baca Al-Qur’an di kalangan anak-anak yang menjadi perhatian penting dalam pembentukan karakter dan pendidikan keagamaan sejak dini. Minat ini mencerminkan keterikatan emosional dan spiritual terhadap kitab suci sebagai sumber petunjuk hidup, serta menjadi salah satu indikator awal dalam pembentukan kebiasaan religius sejak usia dini. Anak-anak yang memiliki minat baca Al-Qur’an cenderung lebih mudah diajak untuk belajar mengaji, memahami isi kandungannya, dan menjadikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari rutinitas ibadah harian. Minat tersebut dapat tumbuh dari keluarga, terutama melalui peran aktif orang tua dalam memberi contoh, membimbing, serta menciptakan suasana yang menyenangkan saat anak membaca Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggung jawab orang tua dalam menumbuhkan minat membaca Al-Qur’an pada anak di Gang Mulia Kecamatan Gambut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari beberapa orang tua yang memiliki anak usia sekolah dasar. Objek penelitian ini adalah tanggung jawab orang tua dalam menubuhkan minat membaca Al-Qur’an pada anak di Gang Mulia Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik Analisis data yaitu reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua melakukan berbagai upaya tanggung jawab untuk menumbuhkan minat anak dalam membaca Al-Qur’an, seperti memberikan motivasi berupa nasehat, memberikan perhatian dengan memperhatikan waktu anak untuk membaca Al-Qur’an, memberikan pendampingan di saat anak membaca Al-Qur’an, dan memberikan reward atau hadiah disaat anak mau membaca Al-Qur’an. Selain upaya, orang tua juga didukung oleh beberapa faktor seperti lingkungan keluarga yang relegius, fasilitas yang menarik, dan dukungan emosinal dan motivasi. Selain dari faktor pendukung orang tua juga di hadapkan dengan faktor penghambat seperti kurangnya dukunga

    Konstruksi Sosial Remaja Melalui Pelatihan Seni Kaligrafi di Hasyimi Lil Aulad Desa Pendalaman Kecamatan Barambai Barito Kuala

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami bagaimana remaja membentuk realitas sosial mereka melalui pelatihan dakwah berbasis seni, khususnya kaligrafi Islam. Kegiatan ini menjadi media edukatif dan religius yang tidak hanya menyalurkan bakat seni, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai keislaman secara halus dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses konstruksi sosial remaja dalam kegiatan dakwah seni kaligrafi di Hasyimi Lil Aulad, Desa Pendalaman, Kecamatan Barambai, serta menelaah tanggapan masyarakat terhadap keterlibatan mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teori utama yang digunakan adalah konstruksi sosial oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann yang mencakup tiga proses dialektis: internalisasi, objektivasi, dan eksternalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaligrafi menjadi media yang efektif dalam membentuk karakter religius remaja. Internalisasi terlihat dari pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, objektivasi tercermin dari karya seni yang dipajang di ruang publik, dan eksternalisasi tampak melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan keagamaa

    إعادة النظر في القواعد العربية دراسة نحوية تجديدية تعليمية تطبيقية = Rekonstruksi Kaidah Bahasa Arab, Kajian Nahwu Pembelajaran, Pembaharuan dan Aplikatif

    Get PDF
    Kesulitan memahami ilmu nahwu merupakan salah satu permasalahan klasik yang tidak hanya dihadapi oleh para pelajar non-Arab, tetapi juga dirasakan oleh orang Arab sendiri. Kompleksitas istilah, dominasi pendekatan teoritis, dan minimnya penerapan langsung pada teks-teks Arab yang tidak berharakat menjadikan ilmu nahwu sebagai salah satu cabang ilmu bahasa Arab yang paling sulit bagi para pelajar. Oleh karena itu, para ulama sejak dahulu hingga kini telah melakukan berbagai upaya pembaruan dan penyederhanaan. Namun, peneliti – setelah mengamati dan menelusuri berbagai upaya tersebut – menilai bahwa mayoritas usaha tersebut belum berfokus pada penyusunan kaidah-kaidah baru yang lebih aplikatif dan lebih mudah diterapkan pada teks-teks Arab tanpa harakat. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menyusun kaidah-kaidah nahwu baru yang sederhana, fungsional, dan dapat diterapkan langsung dalam pembacaan teks teks warisan yang umumnya tidak diberi harakat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi dan pendekatan kualitatif sebagaimana yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Tujuan penelitian ini adalah:(1) Menata ulang sistem penyajian nahwu dengan meninggalkan sistem klasik berbasis bab dan menggantinya dengan poin-poin istilah dasar yang benar-benar dibutuhkan oleh pelajar, dan (2) Meninjau ulang kaidah-kaidah nahwu agar lebih fungsional dan aplikatif serta bisa diterapkan pada teks tanpa harakat, dengan mengandalkan struktur kalimat dan tanda-tanda lahiriah yang tampak atau terasa. Hasil penelitian ini melahirkan dua inovasi utama: (1) Penyusunan sistem nahwu dan sharaf minimalis yaitu hanya terdiri atas 31 istilah nahwu dan 25 pembahasan sharaf yang dianggap paling penting untuk memahami teks, dan (2) Penyusunan 35 kaidah baru yang bersifat sederhana, fungsional, dan dapat diterapkan langsung pada teks tanpa harakat, karena kaidah tersebut didasarkan pada ciri-ciri struktur kalimat yang mudah dikenali. Contohnya adalah definisi mubtada sebagai berikut: "Setiap isim ma'rifat yang berada di awal kalimat, dibaca rafa‘ dan berfungsi sebagai mubtada

    Sinergi Hukum Adat dan Hukum Nasional dalam Penyelesaian Sengketa Pertanahan Melalui Konsep Karakatan pada Masyarakat Tapin

    Get PDF
    Sengketa pertanahan di masyarakat Tapin berpotensi menjadi konflik sosial jika tidak diselesaikan baik melalui jalur pengadilan maupun non-pengadilan. Secara antropologis dan sosiologis, masyarakat Banjar memiliki budaya “karakatan,” tradisi turun-temurun dalam menyelesaikan masalah melalui musyawarah kekeluargaan. Penelitian ini mengkaji sinergi antara hukum adat dan hukum nasional dalam penyelesaian sengketa tanah di Tapin melalui konsep karakatan. Tujuan penelitian adalah menganalisis dan menjelaskan sinergi hukum adat dan hukum nasional dalam penyelesaian sengketa, serta menjelaskan konsep karakatan sebagai model penyelesaian berbasis lokal. Penelitian ini menggunakan teori keadilan sebagai dasar utama (grand theory), dikombinasikan dengan teori negara hukum, teori kepastian dan kemanfaatan hukum, serta teori keadilan restoratif sebagai kerangka analisis. Teori mediasi digunakan sebagai pendekatan terapan untuk mengkaji model ideal penyelesaian sengketa. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris (socio-legal research) yang mengkaji penerapan hukum dalam praktik masyarakat, menitikberatkan pada perilaku individu, kelompok, maupun lembaga hukum. Penelitian dilakukan secara sistematis, metodologis, dan analitis untuk menghasilkan deskripsi kualitatif yang dapat disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bacu’ur membuka ruang dialog inklusif, basuluh menghasilkan kompromi melalui peran mediator, dan bapatut memulihkan harmoni sosial setelah sengketa. Namun, terdapat tantangan dalam mengintegrasikan prinsip hukum adat dengan hukum nasional yang lebih kaku serta dalam memperoleh legitimasi formal untuk hasil karakatan. Penelitian ini merekomendasikan agar konsep karakatan diinstitusionalisasikan sebagai kerangka hukum pelengkap guna mendukung pluralisme hukum dan memperkuat kohesi sosial nasional. Konsep karakatan dinilai sejalan dengan ketentuan Pasal 3 dan Pasal 21 UUSA 1838, UUD 1945, serta UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960. Karakatan juga sesuai dengan peraturan teknis seperti Peraturan Menteri Agraria No. 1 Tahun 1999 dan No. 21 Tahun 2020, yang mendorong penyelesaian sengketa melalui mediasi, serta didukung oleh UU No. 16 Tahun 2023 tentang tugas dan kewajiban kepala desa yang mengutamakan mekanisme musyawarah. Karakatan menonjolkan prinsip keadilan, kebermanfaatan hukum, dan keadilan restoratif melalui pendekatan kekeluargaan \ud yang menghasilkan kesepakatan babarakatan atau persaudaraan

    Analisis Makna Sosial Dan Pesan Dakwah Dalam Tradisi Mappanre Ri Tasi E Masyarakat Bugis Pagatan (Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu)

    Get PDF
    Penelitian ini membahas makna sosial dan pesan dakwah yang terkandung dalam tradisi Mappanre ri Tasi e yang dilaksanakan oleh masyarakat Bugis di Pagatan, Kalimantan Selatan. Tradisi ini merupakan salah satu bentuk upacara adat yang mengandung nilai-nilai budaya serta keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai sosial yang terkandung dalam tradisi tersebut serta mengidentifikasi pesan-pesan dakwah Islam yang tersirat maupun tersurat di dalamnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mappanre ri Tasi e tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pelestarian budaya, tetapi juga menjadi media dakwah yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai Islam, seperti rasa syukur kepada Allah SWT, semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan pentingnya menjaga hubungan dengan alam. Tradisi ini merepresentasikan harmonisasi antara nilai budaya lokal dan ajaran agama, serta memperlihatkan peran penting tokoh agama dan masyarakat dalam melestarikan kearifan lokal yang bernilai dakwah. Hasil penelitian menunjukan bahawa tradisi Mapanre Ri Tasi E di masyarakat bugis pagatan mengandung pesan dakwah dan makna sosial yang kuat. Dari aspek dakwah, tradisi ini menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai keislaman seperti rasa syukur, tawakal dan kepasrahan kepada Allah SWT. atas rezeki laut yang diberikan, yang diwujudkan dalam pembacaan doa, dzikir dan ayat-ayat Al-Qur‘an. Selain itu, momen pelaksanaan kegiatan ritual tersebut menjadi sarana sebagai penyampaian pesan-pesan moral dan ajaran islam kepada masyarakat. Dari sisi sosial, tradisi ini mempererat solidariras dan kebersamaan anatar warga melalui partisipasi kolektif da‘lam persiakan dan pelaksanaan acara, yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat seperti nelayan, tokoh adat, pemuda, dan lainnya. Kegiatan ini menciptaka suasana gotong royong, memeperkuat hubungan sosial, dan menjadi sarana keagamaan kepada generasi muda. Dengan kata lain, Mapanre Ri Tasi E tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat,tetapi juga sebagai sarana dakwah dan penguat kohesi sosial dalam kehidupan masyarakat bugis pagata

    Identifikasi Kemampuan Literasi Sains pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Assalam Martapura Kabupaten Banjar

    Get PDF
    .Pembelajaran IPA sangat penting untuk membangun sikap ilmiah dan keterampilan proses sains. Kemampuan literasi sains siswa diukur berdasarkan pemahaman mereka terhadap konsep dasar zat heterogen,dan keterampilan dalam melakukan percobaan sederhana yang berkaitan dengan materi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi (1) kemampuan literasi sains pada pembelajaran IPA, (2) siswa merespon fenomena ilmiah melalaui aktivitas pembelajaran IPA dikelas (3) faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi sains. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Assalam Martapura Kabupaten Banjar. Sampel penelitian terdiri dari 19 siswa kelas V dan teknik pengumpulan data dikumpulkan melalui observasi kelas,wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat literasi sains pada kategori baik dengan rincian 75% dan pada kategori cukup dengan rincian 25%, namun masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi contoh konkret dari zat heterogen dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kemampuan siswa dalam merespon fenomena ilmiah cukup baik melalui aktivitas pembelajaran IPA dikelas. Faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi sains siswa di antaranya adalah kualitas pengajaran,fasilitas sekolah yang kurang mendukung, serta dukungan orang tua.Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar pembelajaran IPA lebih mengutamakan pendekatan eksperimen dan penggunaan media pembelajaran yang variatif,dan meningkatkan peran serta orang tua dalam mendukung kegiatan belajar sains di ruma

    Ketersediaan Koleksi dalam Mendukung Minat Baca Siswa SDN-SN Kebun Bunga 4 Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat baca siswa yang masih menjadi tantangan di tingkat sekolah dasar. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah ketersediaan koleksi yang relevan dan menarik di perpustakaan sekolah. Di SDN-SN Kebun Bunga 4 Banjarmasin, meskipun tersedia koleksi, pemanfaatannya belum optimal sehingga perlu dikaji lebih lanjut peran koleksi tersebut dalam mendukung minat baca siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk menggambarkan secara mendalam kondisi ketersediaan koleksi di perpustakaan serta hubungannya dengan minat baca siswa. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap siswa, guru, dan pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki koleksi bacaan yang beragam dan dalam kondisi fisik yang baik, terdiri dari buku cerita, novel, komik, puisi, dan buku pelajaran. Koleksi ini sebagian besar menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dipahami dan disukai siswa, khususnya jenis bacaan ringan seperti cerita dan komik. Pustakawan berperan aktif dalam pengadaan dan pengelolaan koleksi, serta melakukan promosi melalui lomba literasi dan kerja sama dengan guru. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu istirahat yang mengurangi kesempatan siswa untuk membaca di perpustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa koleksi memiliki peran penting dalam mendukung minat baca siswa, namun pemanfaatannya belum maksimal karena masih terdapat berbagai kendala, seperti ketiadaan staf perpustkaan, keterbatasaan waktu siswa, dan kurangnya strategi promosi literasi. Oleh karena itu, dibutuhkan berkelanjutan dari sekolah berupa pengelolaan yang lebih profesional dan pendekataan literasi yang terstruktur agar fungsi perpustakaan dapat berjalan optimal

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇