IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Efektivitas Strategi Trading Places Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPAS Di Kelas IV SDN Kebun Bunga 9 Banjarmasin Banjarmasin
Pencapaian akademik siswa merupakan indikator keberhasilan proses
pembelajaran yang telah dijalani. Namun dalam praktiknya, pencapaian optimal
tidak selalu terwujud karena berbagai kendala yang menghambat peningkatan
prestasi belajar siswa. Penggunaan strategi pembelajaran yang kurang bervariasi
dan cenderung monoton menjadi salah satu faktor penghambat dalam pencapaian
hasil belajar yang maksimal. Oleh karena itu, pendidik perlu mengadopsi
pendekatan pembelajaran yang beragam, termasuk implementasi strategi trading
places dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
efektivitas strategi trading places dalam meningkatkan hasil belajar siswa mata
pelajaran IPAS di kelas IV SDN Kebun Bunga 9 Banjarmasin, mengetahui
peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran IPAS di kelas IV SDN Kebun Bunga
9 Banjarmasin, serta mengetahui hasil belajar IPAS sebelum dan sesudah
menggunakan strategi trading places di kelas IV SDN Kebun Bunga 9
Banjarmasin. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam
pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan
kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar.
Penelitian ini menerapkan metodologi penelitian kuantitatif dengan
rancangan pre-eksperimental menggunakan desain one group Pretest-Posttest.
Populasi penelitian terdiri dari 14 siswa yang dipilih melalui teknik purposive
sampling. Proses pengumpulan data dilakukan melalui tiga instrumen utama yaitu
tes tertulis, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data
yang terkumpul kemudian diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif
yang dilengkapi dengan analisis inferensial melalui uji Wilcoxon Signed Ranks
untuk menguji signifikansi perbedaan hasil pembelajaran.
Temuan penelitian memperlihatkan adanya peningkatan yang signifikan
pada skor rata-rata siswa, dimana nilai Pretest sebesar 70,24 yang termasuk dalam
kategori sedang mengalami kenaikan menjadi 80,95 pada Posttest dengan kategori
baik. Hasil analisis statistik melalui uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan
nilai signifikansi sebesar 0,009 yang berada di bawah batas kritis 0.05. Kondisi ini
mengindikasikan bahwa hipotesis nol (H₀) ditolak sementara hipotesis alternatif
(Hₐ) diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi trading places
efektif dalam Pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata
pelajaran IPAS di kelas IV SDN Kebun Bunga 9 Banjarmasin
Tinjauan Filosofis Terhadap Syibhul Iddah Bagi Laki-Laki
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya surat himbauan dari Dirjen
Bimas Islam Nomor: P-005/DJ.III/Hk.00.7/10/2021 tentang pernikahan dalam
masa iddah istri. Dengan adanya surat himbauan ini laki-laki tidak bisa langsung
menikah dengan perempuan lain sesudah cerai dengan istrinya. Laki-laki disini
dikategorikan sebagai syibhul iddah. Hal ini selaras dengan penjelasan ulama
ulama terdahulu terkait dengan syibhul iddah ini dalam dua situasi dikarenakan
adanya mani’ syari’.Perlunya ditelaah secara filosofis hukum Islam yaitu
menggali dari teori-teori ushul fiqih tentangsejauh mana nilai-nilai kemaslahatan
yang terkandung dalam penerapan syibhul iddah, karena nash al-Qur’an maupun
hadist tidak membicarakan hal tersebut secara langsung sehingga perlunya
penggalian hukum lebih lanjut terkait adanya syibhul iddah bagi laki-laki dengan
teori-teori tersebut dengan tetap tidak keluar dari al-Qur’an dan hadist .
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan
pendekatan konsep (conceptual) dan filsafat (Philo
phical Appro
nge
rbe
$
basnya rahim si istri dari kehamilan.
Kedua, syibhul iddah secara ontologi adalah merujuk pada masa tunggu yang
serupa dengan iddah yang diterapkan pada laki-laki. Epistemologibahwa al
Qur’an menjelaskan tentang syibhul iddah secara tersirat yang ditujukan kepada
laki-laki untuk melakukan masa iddah sebagaimana perempuan. Sedangkan
himbauan pada Surat Edaran Dirjen Bimas Islam mengenai menikah dalam masa
iddah istri, dikarenakan pada surat edaran sebelumnya pada Nomor:
DIV/Ed/17/1979 tanggal 10 Februari 1979 mengenai masalah poligami dalam
masa iddah dianggap sudah tidak efektif lagi untuk diterapkan. Aksiologi
berfokos terhadap nilai kemaslahatan, keadilan serta hikmah yang terkandung
dalam syibhul iddah. Seperti kemaslahatan dalam menghindari praktek poligami
terselubung. Mengenai keadilan yang dicari ialah perihal perasaan masing-masing
agar sama-sama bisa mengintrospeksi diri sehingga tidak ada yang merasa disakiti
dan dihianat
Analisis Sharia Compliance Pada La Tansa Guest House Syariah Barabai
Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya kesadaran
masyarakat terhadap prinsip syariah yang kini meluas ke sektor pariwisata. Regulasi
terkait penginapan syariah belum ada setelah dicabutnya Peraturan Menteri Pariwisata
Nomor 2 Tahun 2014, sehingga hanya memiliki Fatwa DSN-MUI No. 108/DSN
MUI/X/2016 sebagai Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip
Syariah. Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, menunjukkan pertumbuhan
jumlah penginapan berbasis syariah, salah satu diantaranya ialah La Tansa Guest House
Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan syariah (sharia
compliance) penginapan tersebut berdasarkan ketentuan yang ditetapkan DSN-MUI.
Penelitian ini berjenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan
kualitatif deskriptif untuk menggambarkan dan menganalisis kepatuhan syariah pada
La Tansa Guest House Syariah di Barabai. Teknik pengumpulan data meliputi
wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi. Analisis data
dilakukan dengan menguraikan dan mendeskripsikan data berdasarkan teori yang
relevan guna mendapatkan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sharia compliance di La Tansa
Guest House Syariah telah memenuhi beberapa standar prinsip syariah dalam Fatwa
DSN-MUI No. 108/DSN-MUI/X/2016, dengan terpenuhinya 5 dari 7 ketentuan yang
ditetapkan. Peneliti mengidentifikasi beberapa kendala seperti belum memiliki
sertifikasi halal, penggunaan bank konvensional, minimnya pengetahuan pengelola
tentang fatwa DSN-MUI, dan belum tersedianya pedoman implementasi fatwa secara
jela
Tanggung Jawab Orang Tua Dalam Menumbuhkan Minat Membaca Al-Qur’an Pada Anak Di Gang Mulia Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan
Minat membaca Al-Qur’an adalah kecenderungan dalam diri seseorang
untuk merasa tertarik, senang, dan terdorong secara sadar untuk membaca Al
Qur’an secara rutin dan penuh perhatian. Latar belakang penelitian ini adalah
rendahnya minat baca Al-Qur’an di kalangan anak-anak yang menjadi perhatian
penting dalam pembentukan karakter dan pendidikan keagamaan sejak dini. Minat
ini mencerminkan keterikatan emosional dan spiritual terhadap kitab suci sebagai
sumber petunjuk hidup, serta menjadi salah satu indikator awal dalam pembentukan
kebiasaan religius sejak usia dini. Anak-anak yang memiliki minat baca Al-Qur’an
cenderung lebih mudah diajak untuk belajar mengaji, memahami isi kandungannya,
dan menjadikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari rutinitas ibadah harian. Minat
tersebut dapat tumbuh dari keluarga, terutama melalui peran aktif orang tua dalam
memberi contoh, membimbing, serta menciptakan suasana yang menyenangkan
saat anak membaca Al-Qur’an.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggung jawab orang tua
dalam menumbuhkan minat membaca Al-Qur’an pada anak di Gang Mulia
Kecamatan Gambut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek
penelitian terdiri dari beberapa orang tua yang memiliki anak usia sekolah dasar.
Objek penelitian ini adalah tanggung jawab orang tua dalam menubuhkan minat
membaca Al-Qur’an pada anak di Gang Mulia Kecamatan Gambut Kabupaten
Banjar. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Teknik Analisis data yaitu reduksi data, penyajian, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua melakukan berbagai upaya
tanggung jawab untuk menumbuhkan minat anak dalam membaca Al-Qur’an,
seperti memberikan motivasi berupa nasehat, memberikan perhatian dengan
memperhatikan waktu anak untuk membaca Al-Qur’an, memberikan
pendampingan di saat anak membaca Al-Qur’an, dan memberikan reward atau
hadiah disaat anak mau membaca Al-Qur’an. Selain upaya, orang tua juga didukung
oleh beberapa faktor seperti lingkungan keluarga yang relegius, fasilitas yang
menarik, dan dukungan emosinal dan motivasi. Selain dari faktor pendukung orang
tua juga di hadapkan dengan faktor penghambat seperti kurangnya dukunga
Konstruksi Sosial Remaja Melalui Pelatihan Seni Kaligrafi di Hasyimi Lil Aulad Desa Pendalaman Kecamatan Barambai Barito Kuala
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami bagaimana remaja
membentuk realitas sosial mereka melalui pelatihan dakwah berbasis seni,
khususnya kaligrafi Islam. Kegiatan ini menjadi media edukatif dan religius yang
tidak hanya menyalurkan bakat seni, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai
keislaman secara halus dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
proses konstruksi sosial remaja dalam kegiatan dakwah seni kaligrafi di Hasyimi
Lil Aulad, Desa Pendalaman, Kecamatan Barambai, serta menelaah tanggapan
masyarakat terhadap keterlibatan mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif,
wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teori utama yang digunakan adalah
konstruksi sosial oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann yang mencakup tiga
proses dialektis: internalisasi, objektivasi, dan eksternalisasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kaligrafi menjadi media yang efektif dalam membentuk
karakter religius remaja. Internalisasi terlihat dari pemahaman terhadap ayat-ayat
Al-Qur’an, objektivasi tercermin dari karya seni yang dipajang di ruang publik, dan
eksternalisasi tampak melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan keagamaa
إعادة النظر في القواعد العربية دراسة نحوية تجديدية تعليمية تطبيقية = Rekonstruksi Kaidah Bahasa Arab, Kajian Nahwu Pembelajaran, Pembaharuan dan Aplikatif
Kesulitan memahami ilmu nahwu merupakan salah satu permasalahan klasik yang tidak
hanya dihadapi oleh para pelajar non-Arab, tetapi juga dirasakan oleh orang Arab sendiri.
Kompleksitas istilah, dominasi pendekatan teoritis, dan minimnya penerapan langsung pada
teks-teks Arab yang tidak berharakat menjadikan ilmu nahwu sebagai salah satu cabang ilmu
bahasa Arab yang paling sulit bagi para pelajar. Oleh karena itu, para ulama sejak dahulu
hingga kini telah melakukan berbagai upaya pembaruan dan penyederhanaan. Namun, peneliti – setelah mengamati dan menelusuri berbagai upaya tersebut – menilai bahwa mayoritas usaha
tersebut belum berfokus pada penyusunan kaidah-kaidah baru yang lebih aplikatif dan lebih
mudah diterapkan pada teks-teks Arab tanpa harakat.
Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menyusun kaidah-kaidah
nahwu baru yang sederhana, fungsional, dan dapat diterapkan langsung dalam pembacaan teks
teks warisan yang umumnya tidak diberi harakat. Penelitian ini menggunakan metode studi
pustaka dengan pendekatan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan metode analisis
isi dan pendekatan kualitatif sebagaimana yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman.
Tujuan penelitian ini adalah:(1) Menata ulang sistem penyajian nahwu dengan
meninggalkan sistem klasik berbasis bab dan menggantinya dengan poin-poin istilah dasar
yang benar-benar dibutuhkan oleh pelajar, dan (2) Meninjau ulang kaidah-kaidah nahwu agar
lebih fungsional dan aplikatif serta bisa diterapkan pada teks tanpa harakat, dengan
mengandalkan struktur kalimat dan tanda-tanda lahiriah yang tampak atau terasa.
Hasil penelitian ini melahirkan dua inovasi utama: (1) Penyusunan sistem nahwu dan
sharaf minimalis yaitu hanya terdiri atas 31 istilah nahwu dan 25 pembahasan sharaf yang
dianggap paling penting untuk memahami teks, dan (2) Penyusunan 35 kaidah baru yang
bersifat sederhana, fungsional, dan dapat diterapkan langsung pada teks tanpa harakat, karena
kaidah tersebut didasarkan pada ciri-ciri struktur kalimat yang mudah dikenali. Contohnya
adalah definisi mubtada sebagai berikut:
"Setiap isim ma'rifat yang berada di awal kalimat,
dibaca rafa‘ dan berfungsi sebagai mubtada
Sinergi Hukum Adat dan Hukum Nasional dalam Penyelesaian Sengketa Pertanahan Melalui Konsep Karakatan pada Masyarakat Tapin
Sengketa pertanahan di masyarakat Tapin berpotensi menjadi konflik sosial jika
tidak diselesaikan baik melalui jalur pengadilan maupun non-pengadilan. Secara
antropologis dan sosiologis, masyarakat Banjar memiliki budaya “karakatan,” tradisi
turun-temurun dalam menyelesaikan masalah melalui musyawarah kekeluargaan.
Penelitian ini mengkaji sinergi antara hukum adat dan hukum nasional dalam
penyelesaian sengketa tanah di Tapin melalui konsep karakatan.
Tujuan penelitian adalah menganalisis dan menjelaskan sinergi hukum adat dan
hukum nasional dalam penyelesaian sengketa, serta menjelaskan konsep karakatan
sebagai model penyelesaian berbasis lokal. Penelitian ini menggunakan teori keadilan
sebagai dasar utama (grand theory), dikombinasikan dengan teori negara hukum, teori
kepastian dan kemanfaatan hukum, serta teori keadilan restoratif sebagai kerangka
analisis. Teori mediasi digunakan sebagai pendekatan terapan untuk mengkaji model
ideal penyelesaian sengketa.
Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris (socio-legal research)
yang mengkaji penerapan hukum dalam praktik masyarakat, menitikberatkan pada
perilaku individu, kelompok, maupun lembaga hukum. Penelitian dilakukan secara
sistematis, metodologis, dan analitis untuk menghasilkan deskripsi kualitatif yang
dapat disimpulkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bacu’ur membuka ruang dialog inklusif,
basuluh menghasilkan kompromi melalui peran mediator, dan bapatut memulihkan
harmoni sosial setelah sengketa. Namun, terdapat tantangan dalam mengintegrasikan
prinsip hukum adat dengan hukum nasional yang lebih kaku serta dalam memperoleh
legitimasi formal untuk hasil karakatan. Penelitian ini merekomendasikan agar
konsep karakatan diinstitusionalisasikan sebagai kerangka hukum pelengkap guna
mendukung pluralisme hukum dan memperkuat kohesi sosial nasional. Konsep
karakatan dinilai sejalan dengan ketentuan Pasal 3 dan Pasal 21 UUSA 1838, UUD
1945, serta UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960. Karakatan juga sesuai dengan
peraturan teknis seperti Peraturan Menteri Agraria No. 1 Tahun 1999 dan No. 21
Tahun 2020, yang mendorong penyelesaian sengketa melalui mediasi, serta didukung
oleh UU No. 16 Tahun 2023 tentang tugas dan kewajiban kepala desa yang
mengutamakan mekanisme musyawarah. Karakatan menonjolkan prinsip keadilan,
kebermanfaatan hukum, dan keadilan restoratif melalui pendekatan kekeluargaan \ud
yang menghasilkan kesepakatan babarakatan atau persaudaraan
Analisis Makna Sosial Dan Pesan Dakwah Dalam Tradisi Mappanre Ri Tasi E Masyarakat Bugis Pagatan (Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu)
Penelitian ini membahas makna sosial dan pesan dakwah yang terkandung dalam
tradisi Mappanre ri Tasi e yang dilaksanakan oleh masyarakat Bugis di Pagatan,
Kalimantan Selatan. Tradisi ini merupakan salah satu bentuk upacara adat yang
mengandung nilai-nilai budaya serta keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai sosial yang terkandung
dalam tradisi tersebut serta mengidentifikasi pesan-pesan dakwah Islam yang tersirat
maupun tersurat di dalamnya.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan
data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tradisi Mappanre ri Tasi e tidak hanya berfungsi sebagai bentuk
pelestarian budaya, tetapi juga menjadi media dakwah yang efektif dalam menyampaikan
nilai-nilai Islam, seperti rasa syukur kepada Allah SWT, semangat kebersamaan,
kepedulian sosial, dan pentingnya menjaga hubungan dengan alam. Tradisi ini
merepresentasikan harmonisasi antara nilai budaya lokal dan ajaran agama, serta
memperlihatkan peran penting tokoh agama dan masyarakat dalam melestarikan kearifan
lokal yang bernilai dakwah.
Hasil penelitian menunjukan bahawa tradisi Mapanre Ri Tasi E di masyarakat
bugis pagatan mengandung pesan dakwah dan makna sosial yang kuat. Dari aspek
dakwah, tradisi ini menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai keislaman seperti rasa
syukur, tawakal dan kepasrahan kepada Allah SWT. atas rezeki laut yang diberikan, yang
diwujudkan dalam pembacaan doa, dzikir dan ayat-ayat Al-Qur‘an. Selain itu, momen
pelaksanaan kegiatan ritual tersebut menjadi sarana sebagai penyampaian pesan-pesan
moral dan ajaran islam kepada masyarakat. Dari sisi sosial, tradisi ini mempererat
solidariras dan kebersamaan anatar warga melalui partisipasi kolektif da‘lam persiakan
dan pelaksanaan acara, yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat seperti nelayan,
tokoh adat, pemuda, dan lainnya. Kegiatan ini menciptaka suasana gotong royong, memeperkuat hubungan sosial, dan menjadi sarana keagamaan kepada generasi muda.
Dengan kata lain, Mapanre Ri Tasi E tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat,tetapi juga
sebagai sarana dakwah dan penguat kohesi sosial dalam kehidupan masyarakat bugis
pagata
Identifikasi Kemampuan Literasi Sains pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Assalam Martapura Kabupaten Banjar
.Pembelajaran IPA sangat penting untuk membangun sikap ilmiah dan keterampilan proses sains. Kemampuan literasi sains siswa diukur berdasarkan pemahaman mereka terhadap konsep dasar zat heterogen,dan keterampilan dalam melakukan percobaan sederhana yang berkaitan dengan materi tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi (1) kemampuan literasi sains pada pembelajaran IPA, (2) siswa merespon fenomena ilmiah melalaui aktivitas pembelajaran IPA dikelas (3) faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi sains.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Assalam Martapura Kabupaten Banjar. Sampel penelitian terdiri dari 19 siswa kelas V dan teknik pengumpulan data dikumpulkan melalui observasi kelas,wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat literasi sains pada kategori baik dengan rincian 75% dan pada kategori cukup dengan rincian 25%, namun masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi contoh konkret dari zat heterogen dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kemampuan siswa dalam merespon fenomena ilmiah cukup baik melalui aktivitas pembelajaran IPA dikelas. Faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi sains siswa di antaranya adalah kualitas pengajaran,fasilitas sekolah yang kurang mendukung, serta dukungan orang tua.Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar pembelajaran IPA lebih mengutamakan pendekatan eksperimen dan penggunaan media pembelajaran yang variatif,dan meningkatkan peran serta orang tua dalam mendukung kegiatan belajar sains di ruma
Ketersediaan Koleksi dalam Mendukung Minat Baca Siswa SDN-SN Kebun Bunga 4 Banjarmasin
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat baca siswa yang masih
menjadi tantangan di tingkat sekolah dasar. Salah satu faktor yang memengaruhi
adalah ketersediaan koleksi yang relevan dan menarik di perpustakaan sekolah. Di
SDN-SN Kebun Bunga 4 Banjarmasin, meskipun tersedia koleksi, pemanfaatannya
belum optimal sehingga perlu dikaji lebih lanjut peran koleksi tersebut dalam
mendukung minat baca siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Pendekatan ini dipilih untuk menggambarkan secara mendalam kondisi
ketersediaan koleksi di perpustakaan serta hubungannya dengan minat baca siswa.
Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap
siswa, guru, dan pihak sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki koleksi bacaan
yang beragam dan dalam kondisi fisik yang baik, terdiri dari buku cerita, novel,
komik, puisi, dan buku pelajaran. Koleksi ini sebagian besar menggunakan bahasa
Indonesia yang mudah dipahami dan disukai siswa, khususnya jenis bacaan ringan
seperti cerita dan komik. Pustakawan berperan aktif dalam pengadaan dan
pengelolaan koleksi, serta melakukan promosi melalui lomba literasi dan kerja
sama dengan guru. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu
istirahat yang mengurangi kesempatan siswa untuk membaca di perpustakaan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa koleksi memiliki peran penting
dalam mendukung minat baca siswa, namun pemanfaatannya belum maksimal
karena masih terdapat berbagai kendala, seperti ketiadaan staf perpustkaan,
keterbatasaan waktu siswa, dan kurangnya strategi promosi literasi. Oleh karena
itu, dibutuhkan berkelanjutan dari sekolah berupa pengelolaan yang lebih
profesional dan pendekataan literasi yang terstruktur agar fungsi perpustakaan
dapat berjalan optimal