IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
تأثير البيئة اللغوية في تنمية مهارة الكلام لطالبات المدرسة الثانوية بمعهد دار الهجرة للبنات مرتابورا = Pengaruh Lingkungan Bahasa Dalam Meningkatkan Keterampilan Bahasa Arab Siswa SMP Di Pondok Darul Hijrah Puteri Martapura
Keterampilan berbicara bahasa Arab merupakan bagian integral dari
pendidikan di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri, namun observasi
menunjukkan bahwa kemampuan berbicara santri saat ini masih berada pada
tingkat sedang yang ditandai dengan kurangnya kelancaran dan kesadaran dalam
berkomunikasi sehari-hari. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan,
termasuk pemisahan santri kelas II dari santri lama yang memperlambat proses
adaptasi bahasa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
menganalisis pengaruh lingkungan bahasa Arab terhadap keterampilan berbicara
peserta didik kelas II SMP di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Martapura.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linier
sederhana terhadap 115 santriwati sebagai responden. Hasil uji normalitas
menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi di atas
0,05. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 9,116 + 0,446X, yang
menunjukkan bahwa setiap peningkatan lingkungan bahasa akan meningkatkan
keterampilan berbicara sebesar 0,446 satuan. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar
0,683 menunjukkan adanya hubungan yang kuat, sementara nilai koefisien
determinasi (R Square) sebesar 0,466 mengindikasikan bahwa lingkungan bahasa
Arab berkontribusi sebesar 46,6% terhadap keterampilan berbicara. Hasil uji t
menunjukkan nilai t-hitung 9,929 lebih besar dari t-tabel 1,98, sehingga Ho ditolak
dan Ha diterima. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang kuat,
positif, dan signifikan antara lingkungan bahasa Arab terhadap keterampilan
berbicara peserta didik kelas II SMP di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri
Martapur
Hubungan Kualitas Layanan Terhadap Preferensi Masyarakat Terhadap pada Produk Perbankan Syariah Dikecamatan Muara Komam Kabupaten Paser
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan
perbankan syariah terhadap preferensi masyarakat di Kecamatan Muara Komam,
Kabupaten Paser. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya
keberadaan lembaga keuangan syariah di wilayah tersebut, namun tingkat
pemanfaatan produknya oleh masyarakat masih beragam. Sebagian masyarakat
tertarik menggunakan layanan perbankan syariah karena kesesuaian dengan nilai-
nilai Islam, kemudahan transaksi, serta kepercayaan terhadap sistem syariah,
sementara sebagian lainnya masih memilih perbankan konvensional akibat
keterbatasan pemahaman dan kurangnya sosialisasi.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif.
Populasi penelitian adalah masyarakat Kecamatan Muara Komam yang
menggunakan produk perbankan syariah, dengan jumlah sampel sebanyak 96
responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis
menggunakan regresi linear sederhana, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap preferensi masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan nilai t
hitung sebesar 14,254 dan nilai F hitung sebesar 203,177 dengan tingkat signifikansi
0,000 < 0,05. Nilai R² sebesar 0,684 menunjukkan bahwa 68,4% variasi preferensi
masyarakat dapat dijelaskan oleh kualitas layanan, sedangkan sisanya dipengaruhi
oleh faktor lain di luar penelitia
Dampak Efisiensi Anggaran Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru Terhadap Pengelolaan Transportasi Publik
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebijakan efisiensi anggaran yang
menjadi isu strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan, seiring dengan
diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang mewajibkan
penyesuaian dan pengendalian belanja pada instansi pemerintah, termasuk Dinas
Perhubungan Kota Banjarbaru. Kebijakan ini berpotensi memengaruhi pelayanan
transportasi publik, khususnya layanan feeder Trans Banjarbaru sebagai moda
transportasi utama masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penerapan kebijakan efisiensi anggaran serta dampaknya terhadap pelayanan
transportasi publik di Kota Banjarbaru.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kulitatif, lokasi
penelitian dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Data
dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data sampai
dengan kesimpulan untuk memperoleh gambaran penerapan efisiensi anggaran
dan dampaknya terhadap pengelolaan trasnportasi publik.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru
menerapkan kebijakan efisiensi dengan melakukan pada penyesuaian prioritas
program, pengurangan kegiatan tertentu, juga pengendalian belanja administrasi.
Meskipun, pada layanan feeder Trans Banjarbaru tidak berdampak karena
(prioritas untuk masyarakat) pembiayaannya bersifat terikat kerja sama dengan
operator sehingga tetap berjalan sesuai pencapaian. Dampak efisiensi lebih terlihat
pada beberapa sarana dan prasarana pendukung transportasi publik yang
mengalami pengurangan skala, penundaan atau penyesuaian pelaksanaan. Secara
keseluruhan dari kebijakan efisiensi anggaran mendorong dinas untuk
meningkatkan ketepatan perencanaan yang efisiensi dan efektif, serta pengelolaan
transportasi publik yang lebih terarah di Kota Banjarbaru
Pengaruh Bimbingan Agama Islam Terhadap Akhlak Santri Darul Ihsan Islamic Boarding School Barito Kuala
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya akhlak sebagai fondasi
utama peradaban manusia dan adanya tantangan degradasi moral di era globalisasi,
khususnya di kalangan remaja. Sebagai lembaga pendidikan Islam, Darul Ihsan
Islamic Boarding School (DIIBS) Barito Kuala berupaya membentengi akhlak
santri melalui program bimbingan agama Islam yang sistematis seperti shalat
berjamaah, zikir, ta’limul kitab, puasa, dan tahfiz. Tujuan utama penelitian ini
adalah untuk mendeskripsikan kondisi akhlak santri serta menganalisis sejauh mana
pengaruh bimbingan agama Islam tersebut terhadap akhlak mereka di DIIBS Barito
Kuala.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif
dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui
kuesioner menggunakan skala Likert, serta didukung oleh teknik observasi,
dokumentasi, dan wawancara untuk memperkuat temuan. Analisis data dilakukan
dengan teknik statistik deskriptif dan uji regresi linear sederhana untuk menguji
hipotesis mengenai hubungan antara variabel bimbingan agama Islam (X) dan
variabel akhlak santri (Y).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat akhlak santri di DIIBS Barito
Kuala berada pada kategori "Tinggi" dengan persentase mencapai 100%, yang
mencerminkan bahwa santri secara dominan memiliki akhlak terpuji. Lebih lanjut,
analisis statistik membuktikan adanya pengaruh positif dan signifikan dari
bimbingan agama Islam terhadap akhlak santri. Kontribusi bimbingan agama Islam
terhadap pembentukan akhlak santri tercatat sebesar 57,8%, sementara 42,2%
sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian, seperti faktor bawaan (Al
Warasah), lingkungan (Al-bi’ah), dan teman sebaya
Keutamaan Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Ratib al-Haddad: Resepsi Jamaah Majelis Nurul Muhibbin Ampah Kota, Kabupaten Barito Timur
Penelitian ini dilatarbelakangi dari Ratib al-Haddad yang merupakan salah
satu wirid yang berisikan banyak ayat al-Qur’an yang umat Islam amalkan untuk
mendekatkan diri kepada Allah SWT. Penelitian ini berusaha untuk mengkaji terkait
ayat-ayat al-Qur’an yang termuat di dalam Ratib al-Haddad berdasarkan resepsi
jamaah Majelis Nurul Muhibbin Ampah Kota, Kabupaten Barito Timur.
Tujuan dari penelitian ini berusaha untuk Mengetahui latar belakang
pemahaman jamaah Majelis terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang terdapat dalam
Ratib al-Haddad, mengetahui proses pemahaman jamaah terhadap pesan-pesan
keagamaan yang terkandung dalam ayat-ayat al-Qur’an pada Ratib al-Haddad,
serta untuk mengetahui negosiasi makna Antara teks dan pengalaman di Majelis
Nurul Muhibbin Ampah Kabupaten Barito Timur.
Metode penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan etnografi dan
studi lapangan, dengan data yang bersumber dari hasil observasi, wawancara, dan
dokumentasi kegiatan majelis.
Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa pemahaman jamaah
terhadap ayat al-Qur’an yang terdapat dalam Ratib al-Haddad tidak terlepas dari
tingkat pendidikan formal, tradisi keIslaman dalam keluarga, pengalaman menuntut
ilmu di pesantren, dan praktik keagamaan yang ada di masyarakat. Pada tahap awal,
resepsi jamaah masih bersifat praktis dan ritualistik yang berorientasi kepada
pengamalan dan keberkahan. Seiring dengan semakin meningkatnya keterlibatan
masyarakat, maka semakin tinggi pula pemahaman masyarakat dengan pemaknaan
yang semakin dalam. Beberapa hal yang memperkuat internalisasi makna ini, antara
lain dari ceramah ustadz, pengalaman religius yang personal, pengulangan bacaan
ratib, dan suasana ritual yang khidmat. Ayat-ayat al-Qur’an dalam Ratib al-Haddad
dimaknai secara kontekstual, sejalan dengan pengalaman kehidupan dan kebutuhan
spiritual jamaah yang dijadikan sebagai sarana penguatan keimanan, ketenangan
batin, perlindungan secara spiritual, dan sebagai media pembentukan solidaritas
sosial. Praktik ini mencerminkan fenomena living Qur’an, sebagaimana al-Qur’an
tidak hanya sebagai teks suci yang dibaca, tetapi juga dihayati dan dipraktikkan
dalam kehidupan keagamaa
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Jemaah Umrah PT. Pancar Ni’mah Martapura
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan
terhadap kepuasan jemaah umrah PT. Pancar Ni’mah Martapura. Kualitas
pelayanan diukur berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu bukti fisik
(tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan
(assurance), dan empati (empathy). Metode penelitian yang digunakan adalah
pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh jemaah umrah PT.
Pancar Ni’mah Martapura tahun 2024 sebanyak 625 jemaah, dengan jumlah
sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan secara random sampling.
Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin.
Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi linier
berganda dengan bantuan program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kepuasan jemaah umrah. Hal ini dibuktikan
melalui hasil uji F (simultan) dengan nilai Fhitung sebesar 60,525 dan tingkat
signifikansi 0,000 (< 0,05), yang berarti seluruh dimensi kualitas pelayanan secara
bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan jemaah umrah.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan
kualitas pelayanan, khususnya pada aspek bukti fisik, keandalan, daya tanggap,
jaminan, dan empati, secara nyata mampu meningkatkan kepuasan jemaah umrah
PT. Pancar Ni’mah Martapura. Oleh karena itu, pihak perusahaan disarankan
untuk mempertahankan serta meningkatkan kualitas pelayanan secara
berkelanjutan guna menjaga kepuasan dan loyalitas jemaa
Bimbingan Keagamaan pada Santriwati Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Manba’ul ‘Ulum Putri
Bimbingan keagamaan memiliki peran penting dalam pendidikan Islam,
khususnya dalam pembinaan santriwati yang mengikuti program tahfidz Al-Qur’an
di pesantren. Kegiatan tahfidz Al-Qur’an tidak hanya menuntut kemampuan
menghafal ayat-ayat Al-Qur’an secara teknis, tetapi juga memerlukan kesiapan
mental, spiritual, dan emosional agar hafalan dapat terjaga dan diamalkan dalam
kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaannya, santriwati tahfidz sering
menghadapi berbagai kendala, baik yang bersumber dari faktor internal seperti
menurunnya motivasi, kejenuhan, dan kurangnya konsentrasi, maupun faktor
eksternal seperti padatnya aktivitas pesantren dan keterbatasan waktu. Kondisi ini
menunjukkan bahwa keberhasilan program tahfidz sangat dipengaruhi oleh kualitas
bimbingan keagamaan yang diberikan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan bimbingan
keagamaan pada santriwati tahfidz Al-Qur’an di Pesantren Manba’ul ‘Ulum Puteri.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi
dengan subjek penelitian ustazah pembimbing dan santriwati tahfidz. Analisis data
dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan keagamaan dilaksanakan
melalui ceramah keagamaan, pemberian motivasi spiritual, keteladanan ustazah,
serta pendampingan dalam proses tahfidz Al-Qur’an
Pemenuhan Hak Anak Oleh Ibu Tunggal Pascaperceraian di Kota Banjarmasin
Tingginya angka perceraian di Kota Banjarmasin melahirkan banyak
keluarga tidak lengkap dengan ibu sebagai orang tua tunggal, yang menghadapi
persoalan serius terkait pemenuhan hak anak pasca perceraian. Hambatan utama
muncul ketika ayah tidak menjalankan kewajiban nafkah sebagaimana diatur dalam
hukum Islam maupun hukum positif Indonesia, sehingga menimbulkan beban
ganda bagi ibu tunggal sebagai pengasuh sekaligus pencari nafkah. Kondisi ini
berdampak pada kualitas pemenuhan hak-hak anak, baik dalam aspek kebutuhan
dasar, pendidikan, kesehatan, maupun kesejahteraan emosional. Oleh karena itu,
penelitian ini penting dilakukan untuk mengkaji secara mendalam realitas
pemenuhan hak anak oleh ibu tunggal pasca perceraian di Kota Banjarmasin.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan
sosiologi hukum yang dilaksanakan di Kota Banjarmasin, yang bertujuan untuk
menganalisis pemenuhan hak anak oleh ibu tunggal pasca perceraian di Kota
Banjarmasin. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan ibu tunggal pasca
perceraian dan anak. Data sekunder berasal dari literatur hukum Islam, peraturan
perundang-undangan, serta sumber tertulis lainnya. Analisis dilakukan secara
kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
untuk memahami praktik pemenuhan hak anak oleh ibu tunggal pasca perceraian
dalam konteks sosial dan hukum.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pemenuhan hak anak oleh ibu tunggal
pascaperceraian di Kota Banjarmasin mencakup lima aspek utama yaitu hak
pengasuhan (hadhanah), hak kebutuhan dasar (nafaqah), hak pendidikan, hak kasih
sayang, dan hak untuk berkembang. Dari lima aspek hak tersebut hanya dua aspek
yang terpenuhi dan tiga aspek lainnya tidak terpenuhi dengan optimal. Secara
keseluruhan, pemenuhan hak anak oleh ibu tunggal di Kota Banjarmasin tetap
berlangsung, tetapi sering kali terhambat oleh faktor struktural dan sosial yang
menekan kapasitas ibu tunggal. Pemenuhan hak anak tersebut menimbulkan
dampak yang bersifat ganda. Komitmen ibu tunggal melahirkan dampak positif
terhadap anak terbentuknya karakter mandiri, religius, disiplin, resilien, dan
berprestasi. Namun juga melahirkan dampak negatif terhadap anak berupa menjadi
tempat pelampiasan emosi ibu, iri dengan teman yang memiliki keluarga harmonis,
kurangnya perhatian emosional, rendahnya rasa percaya diri anak, serta
keterbatasan pemenuhan kebutuha
Manajemen Strategi Masjid Agung Ash-Shirathal Mustaqim Tanjung Dalam Mewujudkan Masyarakat Religius
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses persiapan sebuah penerapan
manajemen strategi Masjid Agung Ash-Shirathal Mustaqim Tanjung dalam
mewujudkan masyarakat religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penerapan manajemen strategi Masjid Agung Ash-Shirathal Mustaqim Tanjung
dalam mewujudkan masyarakat religius serta mengidentifikasi faktor pendukung
dan faktor penghambat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Ketua dan pengurus Badan
Pengelola Masjid Agung Ash-Shirathal Mustaqim Tanjung serta jamaah dan
masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data,
penelitian ini menggunakan teknik triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Agung Ash-Shirathal
Mustaqim Tanjung telah menerapkan manajemen strategi yang meliputi tahap
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, pengelola masjid
menetapkan visi dan misi, menyusun struktur kepengurusan yang jelas, serta
merancang program kerja keagamaan dan sosial yang berorientasi pada pembinaan
umat. Tahap pelaksanaan diwujudkan melalui berbagai kegiatan ibadah,
pendidikan, keagamaan, dakwah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang
melibatkan masyarakat secara luas. Sementara itu, tahap evaluasi dilakukan secara
berkala melalui rapat pengurus dan pengawasan terhadap pelaksanaan program
kerja guna memastikan kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan. Adapun
faktor pendukung dalam mewujudkan masyarakat religius meliputi tersedianya
sarana dan prasarana masjid yang memadai, letak masjid yang strategis di pusat
kegiatan masyarakat, dan dukungan dari pemerintah daerah. Faktor penghambat
yang ditemukan antara lain belum optimalnya keterlibatan seluruh lapisan
masyarakat, khususnya generasi muda, serta adanya pengaruh dinamika sosial dan
modernisasi yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan
keagamaa
Persepsi Masyarakat terhadap Maulid habsyi di Desa Tanjung Lalak Utara Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru
Penelitian ini berjudul “Persepsi Masyarakat terhadap Maulid habsyi di
Desa Tanjung Lalak Utara Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten
Kotabaru”. Tradisi Maulid habsyi merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya
keagamaan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, khususnya dalam
konteks peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini tidak hanya
berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga mengandung nilai sosial, budaya,
dan spiritual yang kuat dalam membentuk identitas keislaman masyarakat lokal.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana
masyarakat memaknai dan menanggapi keberadaan serta pelaksanaan Maulid
habsyi di daerah tersebut.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih secara purposif, meliputi
tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia pelaksana Maulid habsyi, dan warga sekitar
yang secara aktif mengikuti kegiatan tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memiliki
persepsi yang positif terhadap Maulid habsyi. Mereka memandangnya sebagai
wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW, sarana dakwah dan pembelajaran agama,
serta media mempererat tali silaturahmi antarwarga. Tradisi ini juga dianggap dapat
memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan. Meskipun demikian,
sebagian kecil masyarakat menilai bahwa beberapa unsur dalam pelaksanaannya
perlu disesuaikan agar tetap sesuai dengan ajaran Islam yang murni dan tidak
mengandung unsur yang bersifat bid’ah.
Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat sangat
dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, pemahaman keagamaan, dan pengaruh
lingkungan sekitar. Maulid habsyi tetap menjadi tradisi yang hidup dan diterima
sebagai bagian penting dari praktik keagamaan loka